Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS PERBEDAAN PERILAKU KONSUMTIF ANTARA

MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA ANGKATAN 2018


YANG INDEKOS DENGAN YANG TINGGAL BERSAMA ORANG-TUA
Ghiffary Muhammad Ramadan
Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229,
Bandung.
email: ghimura.99@gmail.com
no. hp/telp : 08111912990

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum perbedaan perilaku konsumtif antara
mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2018 yang indekos dengan yang tinggal bersama
orang tuanya. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2018.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitif melalui survei. Penelitian ini bersifat
deskriptif dengan pengambilan data diambil dengan menggunakan kuesioner yang berisi 16
pertanyaan.yang disebar pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2018. Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku konsumtif yang signifikan
antara mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2018 yang tinggal indekos dengan yang
tinggal bersama orang-tua. Namun, secara umum perilaku konsumtif mahasiswa Universitas Pendidikan
Indonesia angkatan 2018 masih berada pada kategori sedang.

Kata kunci: perilaku konsumtif, indekos, mahasiswa

Abstract
This study aims to determine the general picture of differences in consumptive behavior between
Indonesia University of Education batch 2018 students who lived in the boarding house with those who
living with their parents. Subjects of this study were Indonesia University of Education batch 2018
college students. The method in this study using a quantitative approach through surveys. This research
is descriptive with data retrieval using a questionnaire containing 16 questions distributed to Indonesia
University of Education batch 2018 students. Based on the results of the study can be concluded that
there’s no significant difference in consumptive behavior between Indonesia University of Education
batch 2018 college students who lived in the boarding house with those who living with their parents.
However, in general the consumptive behavior of Indonesia University of Education batch 2018 students
is still in the moderate category.

Keywords: Consumptive behavior, boarding, college student

1
PENDAHULUAN Perilaku konsumtif dominan
terjadi pada tingkat mahasiswa, Hal ini
Perilaku konsumtif merupakan
dikarenakan mahasiswa yang masih
kecenderungan manusia untuk
tergolong remaja emosinya masih labil,
melakukan konsumsi tiada batas,
dan belum bisa menentukan pilihan
membeli sesuatu yang berlebihan atau
secara bijaksana untuk kedepannya.
secara tidak terencana. Pada banyak
Mahasiswa secara harfiah adalah orang
kasus, perilaku konsumtif ini tidak
yang belajar di perguruan tinggi, baik di
berdasarkan pada kebutuhan, tetapi
universitas, institut dan akademi.
didorong oleh hasrat dan keinginan.
Mereka yang terdaftar sebagai murid di
Pergeseran perilaku konsumen tidak
perguruan tinggi otomatis dapat disebut
lagi untuk memenuhi kebutuhan tetapi
sebagai mahasiswa (Takwin, 2008).
berdasarkan motivasi untuk
Sedangkan menurut Knopfemacher
mendapatkan suatu sensasi, tantangan,
(Suwono, 1978) mahasiswa merupakan
kegembiraan, sosialisasi dan
insan-insan calon sarjana yang terlibat
menghilangkan stress. Selain itu,
dalam suatu instansi perguruan tinggi,
memberikan pengetahuan baru tentang
dididik serta diharapkan menjadi calon-
perkembangan trend dan model baru
calon intelektual. Kedua pernyataan
serta untuk menemukan barang yang
tersebut mengandung makna bahwa
baik dan bernilai bagi dirinya.
mahasiswa adalah sebutan untuk
(Imawati, 2013). Berdasarkan
seseorang yang sedang menempuh
pernyataan di atas maka dapat
pendidikan tinggi di sebuah perguruan
disimpulkan bahwa perilaku konsumtif
tinggi dan diharapkan untuk menjadi
adalah perilaku individu sebagai
seorang intelektual dalam suatu lapisan
konsumen untuk melakukan konsumsi,
masyarakat.
baik barang maupun jasa secara
berlebihan dan tidak terencana, Faktor lingkungan memberikan
menimbulkan pemborosan dan hanya peranan sangat besar terhadap
mengutamakan kesenangan dan pembentukan perilaku konsumtif
kenikmatan pribadi. seseorang. Hal ini diperkuat oleh hasil
penelitian Kholilah (2008:99), yang

2
menunjukkan bahwa teman-teman atau di asrama dan jauh dari keluarga,
merupakan salah satu faktor yang dapat dengan demikian uang saku yang
mempengaruhi perilaku konsumtif. diberikan serta pola konsumsi
Mahasiswa angkatan 2018 yang mahasiswa indekos tentu akan berbeda
mayoritasnya merupakan mahasiswa dengan mahasiswa yang tinggal
semester awal dan baru beradaptasi bersama orang tuanya.
dengan lingkungannya tentu akan lebih Indekos adalah tinggal di rumah
mudah terpengaruh oleh teman-
orang lain dengan atau tanpa makan
temannya dibandingkan mahasiswa (dengan membayar setiap bulan);
yang telah memasuki semester memondok. (Kamus Besar Bahasa
pertengahan maupun akhir. Hal ini Indonesia [KBBI]). Berdasarkan
dikarenakan mahasiswa tingkat akhir pengertian tersebut maka dapat diambil
telah memiliki pola pikir yang lebih kesimpulan bahwa mahasiswa indekos
dewasa dan sudah mulai memikirkan adalah mahasiswa yang memondok di
pilihan jangka panjang untuk rumah orang lain dengan sistem
kedepannya. Faktor inilah yang pembayaran bulanan maupun tahunan.
membuat penulis tertarik untuk Keberadaan tempat indekos sangat
melakukan penelitian terhadap penting terutama bagi mahasiswa
mahasiswa Universitas Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang
Indonesia angkatan 2018. berasal dari luar daerah Bandung.
Setiap mahasiswa memiliki Berada jauh dari orang tua dan
kebutuhan sehari-hari yang berbeda- keluarga, memiliki teman-teman yang
beda. Umumnya kebutuhan mahasiswa berasal dari berbagai daerah yang
meliputi konsumsi makanan maupun
mempunyai latar belakang sosial,
non makanan (pembelian alat tulis, budaya, dan tingkat kecerdasan yang
buku, paket internet dan lainnya). Lain berbeda, serta harus mengeluarkan
pula halnya dengan mahasiswa yang biaya rutin harian seperti makan untuk
harus tinggal terpisah dari orang tuanya sehari-hari, uang sewa indekos
(perantau). Mahasiswa tersebut (khususnya air dan listrik), transportasi
biasanya bertempat tinggal indekos

3
dan perlengkapan sehari-hari. Hipotesis merupakan mahasiswa Universitas
dari penulis menunjukkan bahwa hal- Pendidikan Indonesia angkatan 2018
hal tersebut memiliki pengaruh yang yang berjumlah 50 orang, dengan
cukup signifikan pada pola pikir berjenis kelamin laki-laki maupun
mahasiswa yang tinggal indekos atau di perempuan.
asrama, yang kemudian mempengaruhi Penelitian ini merupakan
pola konsumsi pada mahasiswa penelitian yang bersifat deskriptif,
tersebut.
Nazir (2005) menjelaskan bahwa
Berdasarkan latar belakang dan penelitian studi deskriptif merupakan
permasalahan diatas, penulis tertarik studi untuk menemukan fakta dengan
untuk meneliti perbedaan perilaku interpretasi yang tepat. Analisis data
konsumtif antara mahasiswa yang digunakan untuk menjawab
Universitas Pendidikan Indonesia rumusan permasalahan nomor 1-16
angkatan 2018 yang indekos dengan yang terkumpul dari hasil kuesioner
yang tinggal bersama orang tua maupun ditabulasikan dan ditampilkan dalam
keluarganya. bentuk diagram lingkaran untuk
menunjukkan persentase responden,
sedangkan diagram batang digunakan
METODE PENELITIAN
untuk perbandingan. Selanjutnya data
Metode penelitian yang penulis dianalisis secara deskriptif.
gunakan yaitu metode penelitian
kuantitatif melalui survei. Menurut
Punch dalam Blaxter, dkk. (2006), HASIL DAN PEMBAHASAN

penelitian dengan pendekatan Hasil dari penelitian penulis


kuantitatif menekankan pada membaginya menjadi sub pokok
pengumpulan dan analisis data dalam bahasan mengenai Analisis Data, Data
bentuk numerik. Metode pengumpulan Keuangan Mahasiswa Universitas
data yang digunakan dalam penelitian Pendidikan Indonesia Angkatan 2018,
ini menggunakan kuesioner yang berisi Perbedaan Perilaku Konsumtif antara
16 pertanyaan. Subjek penelitian Mahasiswa Universitas Indonesia

4
Angkatan 2018 yang Indekos dengan Diagram 1. Distribusi Frekuensi Jenis
Kelamin Responden
yang Tinggal Bersama Orang-tua, serta
Perbedaan Kontrol Keuangan antara
Mahasiswa Universitas Indonesia
Angkatan 2018 yang Indekos dengan
yang Tinggal Bersama Orang-tua.

a. Analisis Data
Responden dalam penelitian ini Diagram 2. Distribusi Frekuensi Fakultas
Responden
berjumlah 50 orang (100%), terdiri dari
26 laki-laki (52%) dan 24 responden
perempuan (48%). Seluruh responden
merupakan mahasiswa Universitas
Pendidikan Indonesia angkatan 2018
yang tersebar di berbagai fakultas, yaitu
27 mahasiswa Fakultas Pendidikan
Teknologi dan Kejuruan (54%), 9 Sebagian besar responden
mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan tinggal terpisah dari orang-tua maupun
(16%), 6 mahasiswa Fakultas Ilmu keluarga, yaitu 27 responden tinggal
Pendidikan Sosial (12%), 3 mahasiswa indekos (54%), 1 responden tinggal di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (6%), 2 asrama (2%), dan 1 responden tinggal
mahasiswa Fakultas Seni dan Desain di apartemen (2%), sedangkan terdapat
(4%), 1 mahasiswa Fakultas 21 responden yang tinggal bersama
Pendidikan Matematika dan Ilmu orang-tua maupun keluarganya (42 %).
Pengetahuan Alam (2%), 1 mahasiwa Diagram 3. Distribusi Frekuensi Tempat
Tinggal Responden
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra
(2%) serta 1 mahasiswa Fakultas
Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
(2%).

5
b. Data Keuangan Mahasiswa Mayoritas mahasiswa perantau
Universitas Pendidikan cenderung mengeluarkan uang lebih
Indonesia Angkatan 2018 besar untuk keperluan makan sehari-
Dari seluruh responden dalam hari dibandingkan yang tinggal
penelitian ini yang berjumlah 50 orang bersama keluarga. Akan tetapi, tidak
(100%), baik yang indekos maupun terdapat perbedaan untuk pengeluaran
yang tinggal bersama orang tua atau per minggu, yaitu pengeluaran yang
keluarga, sebagian besar menerima sudah termasuk untuk cuci baju,
uang saku bulanan sebesar Rp transportasi, serta kebutuhan lainnya.
500.000,00 – Rp 1.000.000,00. Mayoritas mahasiswa mengeluarkan
Berdasarkan hasil penelitian didapat uang per minggu tidak lebih besar dari
perbedaan besar uang saku bulanan Rp 400.000,00.
antara mahasiswa yang indekos dengan Diagram 4. Perbedaan Uang Saku Bulanan

yang tinggal bersama orang tua, yaitu


mahasiswa yang tinggal bersama
orang-tua cenderung menerima uang
saku lebih sedikit dibandingkan dengan
yang tinggal indekos/terpisah dari
Diagram 5. Perbedaan Pengeluaran Harian
orang tua. Selain itu, sebagian besar untuk Makan
mahasiswa yang indekos menerima
uang saku bulanan lebih besar
dibandingkan yang tinggal bersama
orang-tua, yaitu terdapat lebih banyak
mahasiswa indekos yang menerima
uang saku bulanan diatas Rp Diagram 6. Perbedaan Pengeluaran

1.500.000,00. sedangkan tidak terdapat Mingguan

mahasiswa yang tinggal serumah


dengan orang tua/keluarga yang
menerima uang saku lebih besar dari
Rp 2.000.000,00.

6
c. Perbedaan Perilaku Konsumtif itu, tidak terdapat perbedaan perilaku
antara Mahasiswa Universitas antara mahasiswa yang indekos dengan
Indonesia Angkatan 2018 yang yang tinggal bersama keluarga.
Indekos dengan yang Tinggal
Diagram 7 dan 8. Indikator dari Dimensi (1)
Bersama Orang-tua
Pemenuhan Keinginan

Pada penelitian ini penulis


menggunakan teori konsumtif yang
berisi 4 dimensi untuk menentukan
karakteristik atau indikator perilaku
konsumtif mahasiswa, yaitu: (1)
Pemenuhan Keinginan; (2) Barang di
Luar Jangkauan; (3) Barang Menjadi
Tidak Produktif; serta (4) Status. Pada
bagian ini disajikan hasil dari beberapa
pertanyaan yang disesuaikan dengan Dari 50 mahasiswa yang
masing-masing dimensi perilaku menjadi subjek penelitian, sebanyak 28
konsumtif yang telah disebutkan. mahasiswa (56%) berada di skala 1
Responden harus memilih salah satu total dari 5 skala. Hal ini menunjukkan
jawaban dari skala 1-5 yang sesuai bahwa sebagian besar mahasiswa
dengan kepribadian responden. terkadang membeli suatu produk demi
memenuhi keinginan dan kepuasan
Dari 50 mahasiswa yang menjadi
semata, tidak berada pada skala terlalu
subjek penelitian, sebanyak 20
sering maupun pada skala tidak pernah
mahasiswa (40%) berada di skala 3 dari
Selain itu, tidak terdapat perbedaan
total 5 skala. Hal ini menunjukkan
perilaku antara mahasiswa yang
bahwa sebagian besar mahasiswa
indekos dengan yang tinggal bersama
terkadang membeli suatu produk
keluarga.
karena keinginan dan kepuasan semata,
tidak berada pada skala terlalu sering
maupun pada skala tidak pernah. Selain

7
Diagram 9. Indikator dari Dimensi (2) Dari 50 mahasiswa yang
Barang di Luar Jangkauan
menjadi subjek penelitian, sebanyak 12
mahasiswa (24%) berada di skala 3
total dari 5 skala. Hal ini menunjukkan
bahwa sebagian besar mahasiswa
terkadang menongkrong dengan
temannya, baik di kafe maupun rumah
Dari 50 mahasiswa yang
makan dll., tidak berada pada skala
menjadi subjek penelitian, sebanyak 25
terlalu sering maupun pada skala tidak
mahasiswa (56%) berada di skala 1
pernah. Selain itu, tidak terdapat
total dari 5 skala. Hal ini menunjukkan
perbedaan perilaku antara mahasiswa
bahwa sebagian besar mahasiswa selalu
yang indekos dengan yang tinggal
mempertimbangkan terlebih dahulu
bersama keluarga.
manfaat dari produk yang mereka beli.
Selain itu, tidak terdapat perbedaan Diagram 11. Indikator dari Dimensi (4)
Status
perilaku antara mahasiswa yang
indekos dengan yang tinggal bersama
keluarga.

Diagram 10. Indikator dari Dimensi (3)


Barang Menjadi tidak Produktif

d. Perbedaan Kontrol Keuangan


antara Mahasiswa Universitas
Indonesia Angkatan 2018 yang
Indekos dengan yang Tinggal
Bersama Orang-tua
Dari 50 mahasiswa yang menjadi
subjek penelitian, sebanyak 14
mahasiswa tidak pernah membuat
catatan pengeluaran harian (24%), 14
mahasiswa terkadang membuat catatan

8
pengeluaran harian (24%), dan 8 KESIMPULAN
mahasiswa sangat sering membuat
Berdasarkan hasil penelitian mengenai
catatan pengeluaran harian (16%).
analisis perbedaan perilaku konsumtif
Namun, terdapat perbedaan yang cukup
antara mahasiswa Universitas
signifikan yaitu: sebagian besar
Pendidikan Indonesia angkatan 2018
mahasiswa yang tinggal bersama
yang tinggal indekos dengan yang
keluarga tidak pernah membuat catatan
tinggal bersama orang-tua dapat ditarik
pengeluaran harian, sedangkan
kesimpulan yaitu: tidak terdapat
mayoritas mahasiswa yang tinggal
perbedaan perilaku konsumtif yang
indekos sangat sering membuat catatan
signifikan antara mahasiswa
pengeluaran harian. Akan tetapi, jika
Universitas Pendidikan Indonesia
ditinjau dari distribusi frekuensi
angkatan 2018 yang indekos dengan
menabung, maka tidak terdapat
yang tinggal bersama orang-tua.
perbedaan yang signifikan.
Kedua, mayoritas mahasiswa yang
indekos dan tinggal di rumah orang-tua
Diagram 11. Perbedaan Kontrol Keuangan
memiliki tingkat perilaku konsumtif
pada kategori sedang, khususnya pada
dimensi perilaku konsumtif yang
tertinggi, yaitu dimensi Status. Hal ini
menunjukkan bahwa sebagian besar
responden memiliki perilaku konsumtif
karena mengikuti perkembangan
zaman dan gaya hidup (trend).
Terakhir, pada data kontrol keuangan,
responden yang tinggal terpisah dari
keluarganya memiliki kecenderungan
untuk mencatat pengeluaran harian
dibandingkan responden yang

9
bertempat tinggal bersama Dan Perilaku Konsumtif. Jurnal
keluarganya. Psikologi.

Damayanti, A. M. (2014). Hubungan


antara Konformitas dengan
SARAN
Perilaku Konsumtif pada
Pada penelitian ini, masih terdapat Mahasiswi Indekost Mewah di
keterbatasan dan kekurangan dari Kecamatan Kartasura.
penulis, dimana penulis belum dapat
Mawo, T., Thomas, P., & Sunarto, S.
menemukan teori mengenai batasan
(2017). Pengaruh Literasi
yang lebih jelas, seperti apa perilaku
Keuangan , Konsep Diri dan
konsumtif yang sudah dapat
Budaya Terhadap Perilaku
dikategorikan tinggi, sedang ataupun
Konsumtif Siswa SMAN 1 Kota
rendah. Oleh karena itu, bagi
Bajawa. Journal of Economic
mahasiswa yang ingin melaksanakan
Education.
penelitian serupa diharapkan mencari
lebih dalam tentang batasan jelas Tresna, T. A. J. (2013). PERILAKU
mengenai tingkat perilaku konsumtif. KONSUMTIF DI KALANGAN
MAHASISWA FIS UNY PADA
KLINIK KECANTIKAN.
DAFTAR PUSTAKA
Universitas Negeri Yogyakarta.
Musianto, L. S. (2002). Perbedaan
pendekatan kuantitatif dengan
pendekatan kualitatif dalam
metode penelitian. Jurnal
Management Dan
Kewirausahaan.

Anggreini, R., & Mariyanti, S. (2014).


Hubungan Antara Kontrol Diri

10