Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS HASIL SURVEY MAWAS DIRI/ SMD

KELURAHAN SIAGA AKTIF KEBONSARI, KARANGANYAR DAN BANGILAN

Analisa Layanan/ Kegiatan


POKJA Hasil Survey Mawas Diri
yang dibutuhkan masyarakat

JAMBAN 70 %
TIDAK MEROKOK 68 %
ASI EKSLUSIF 80,3 %
Kurang sadarnya masyarakat
untuk memiliki jamban sehat
sesuai standart kesehatan.
Masyarakat masih banyak
menggantungkan pada dana
dari pemerintah/ sumbangan,
enggan untuk swadana
Kebiasaan untuk menghentikan
PHBS merokok di rasakan sebagian
besar masyarakat sangat
memberatkan, mindset
masyarakat: kalau tidak
merokok tidak semangat kerja

Budaya jaga image bagi ibu


muda sangat tinggi sehingga
tidak mau menyusui bayi secara
ekslusif, Gencarnya promosi
susu formula. Budaya di ASI
saja kurang kenyang banyinya
Analisa Layanan/ Kegiatan
POKJA Hasil Survey Mawas Diri
yang dibutuhkan masyarakat

JAMBAN SEHAT 60 %

BEBAS JENTIK 70 %

Mengaktifkan kembali kader


jumantik, Dilakukan
pemeriksaan jentik berkala.

Kesadaran masyarakat tentang


3 M belum mengakar di
perilakunya. Budayakan 3 M
KESLING
plus. Perlunya penyuluhan
tentang PSN dan bahaya
fogging

Dilakukan penyuluhan terkait


pentingnya penggunaan jamban
yang sehat dalam mencegah
penyakit.

Perlu terus dilakukan Pemicuan


dengan kerja sama tokoh
masyarakat dan agama
Analisa Layanan/ Kegiatan
POKJA Hasil Survey Mawas Diri
yang dibutuhkan masyarakat
CALON PENDONOR DARAH 18 %
SDH PERIKSA GOL DARAH 12 %

SAAT PERIKSA HAMIL, BUMIL 63 %


DIDAMPINGI SUAMI
Sebagian besar masyarakat
menyatakan bahwa kegiatan yang
bisa dilakukan oleh petugas
Puskesmas KEBONSARI kerumah
pasien yaitu kunjungan rumah bumil Puskesmas membuat jadwal
yang mengalami komplikasi, rutin terkait kunjungan ibu
kunjungan rumah ibu yang telah hamil risti, ibu nifas risti, bayi
melahirkan dengan komplikasi, risti, ibu nifas belum ber-KB,
kunjungan rumah bayi yang pelacakan ibu hamil dengan
mengalami komplikasi, kunjungan penyakit menular
rumah ibu yang berhenti/ tidak berKB,
kunjungan rumah bayi/balita yang
belum imunisasi, dan pelacakan bumil
dengan penyakit menular.
KESGA Sebagian besar masyarakat
menyatakan bahwa penyuluhan yang
Puskesmas membuat jadwal
dibutuhkan untuk kegiatan KIA/KB dan
rutin terkait pelaksanaan
Kespro yaitu penyuluhan tentang
penyuluhan deteksi dini kanker
deteksi dini pada kanker pada wanita,
pada wanita, alat kontrasepsi,
penyuluhan macam-macam alat
tanda kehamilan dan
kontrasepsi, penyuluhan tanda
komplikasi kebidanan ibu dan
kehamilan dan komplikasi kebidanan
anak, serta imunisasi.
ibu dan anak dan penyuluhan tentang
imunisasi.

Pentingnya menyiapkan calon


donor untuk ibu hamil sebagai
persiapan pada saat
persalinannya untuk
mencegah dan mengurangi
terjadinya kiematian bayi dan
ibu akibat kekurangan darah
saat persalinan
POKJA Hasil Survey Mawas Diri Analisa Layanan/ Kegiatan
yang dibutuhkan masyarakat
ASI EKSLUSIF 63 %
KELUARGA KADARZI 63 %

Puskesmas membuat jadwal


rutin program pembinaan kader
Gizi sebelum terjun ke
masyarakat.

Puskesmas membuat buku


kohort khusus terkait penduduk
yang rawan gizi, pendataan
bayi, balita, ibu nifas dan ibu
menyusui agar mudah
melakukan pemantauan.
Sebagian besar masyarakat 100%
Puskesmas merutinkan
responden) menyatakan perlu dilakukan
KADARZI pelaksanaan penyuluhan gizi
penyuluhan tentang gizi dan konseling
dan konseling ASI.
ASI.

Ibu balita di wilayah Puskesmas


KEBONSARI sudah mengetahui
tentang tujuan dan manfaat
kelas ibu pintar. Puskesmas
membuat jadwal rutin kembali
kelas ibu pintar

Puskesmas mendata kembali


jumlah balita gizi kurang dan
membuat jadwal untuk
memerikan PMT pemulihan
untuk balita tersebut

Puskesmas merutinkan
165/100% responden menyatakan perlu
pelaksanaan penyuluhan PMT
diadakan penyuluhan PMT di posyandu .
di posyandu.
Analisa Layanan/ Kegiatan
POKJA Hasil Survey Mawas Diri
yang dibutuhkan masyarakat
TTG PENYAKIT DBD: 19 %
PENYEBABNYA 41 %
CARA PENCEGAHANNYA: TIDAK
TAHU
Menggerakkan masyarakat
tentang budaya 3 M Plus masih
sangat di perlukan dengan
Perilaku 3 M plusnya Kurang bermitra pada Karang taruna,
Toma dan Toga. Dukungan dari
Bapak lurah dan Perangkat perlu
SURVEILANCE di lakukan
Memberikan penyuluhan tentang
penyakit Demam berdarah
dengue/ DBD perlu di intensifkan

Pengadaan larvasida dengan


abate, dan juga pemeliharaan
ikan pemakan jentik nyamuk