Anda di halaman 1dari 27

RANGKUMAN

“METODE RISET UNTUK BISNIS DAN EKONOMI”


BAB 5
BAGAIMANA MERENCANAKAN PENELITIAN

A. Etika Penelitian

Dalam melakukan penelitian bisnis, baik peneliti maupun manajer terlibat


dalam masalah etika penelitian. Etika adalah norma atau standar perilaku yang
memandu pilihan moral mengenai perilaku kita dan hubungan kita dengan orang lain.
Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa tidak seorangpun yang dirugikan atau
menanggung konsekuensi yang merugikan dari kegiatan penelitian (Cooper &
Schindler, 2001). Penelitian yang tidak memperhatikan etika penelitian dapat
mempengaruhi kesan terhadap perusahaan dan manajemen.

Pengabaian terhadap etika penelitian juga dapat mendorong turunnya kualitas


data yang diperoleh, dan pada ujungnya akan menurunkan kualitas keputusan yang
diambil oleh manajemen. Setidaknya ada empat pihak yang memiliki ha katas
pelaksanaan penelitian, yaitu : masyarakat, subjek, klien, dan peneliti (David &
Cosenza, 1993: 476).

B. Kendala Hukum

Penelitian yang dilakukan tidak dapat begitu saja terlepas dari aspek hukum
yang ada. Dalam hal ini terdapat prosedur tertentu untuk dapat memperoleh izin
penelitian. Selain itu, setidaknya ada dua kendala dalam penelitian yang sering
dihadapi (Neumann, 2000: 106-113). Pertama, siapa yang mengontrol akses terhadap
data atau masalah yang diteliti? Ini adalah masalah siapa “penjaga gawang” atas
hasil-hasil penelitian maupun data yang diperoleh. Kedua, bagaimana control
terhadap data yang dikumpulkan dari sumber resmi (pemerintah).
C. Tanggung Jawab Asisten Penelitian

Pada saat peneliti mempertimbangkan apa saja yang akan dikerjakan dalam
penelitian, perlu dipertimbangkan pada siapa yang akan mengerjakan. Siapapun yang
akan membantu pelaksanaan penelitian merupakan asisten penelitian. Asisten
penelitian dapat berperan dalam beberapa tahap proses penelitian, misalnya pada
saaat pengumpulan data primer, tabulasi data, dan sebagainya.

Tanggung jawab dari para asisten penelitian ini harus dijelaskan secara lisan
maupun tertulis. Apabila dipandang perlu, pelatihan tentang apa dan bagaimana tugas
yang harus dilaksanakan untuk asisten penelitian dapat dilaksanakan. Simulasi
wawancara pengumpulan data, latihan tabulasi data, serta berbagai kegiatan lain
merupakan cara yang baik untuk pelaksanaan latihan singkat terhadap asisten
penelitian.

D. Nilai Informasi Penelitian

Walaupun semua pihak bersepakat bahwa penelitian merupakan hal yang


cukup bernilai bagi peneliti, klien, maupun masyarakat umum, manajemen perlu
membuat taksiran seberapa besar nilai penelitian yang dilakukan. Penaksiran ini perlu
dibuat sebelum penelitian dilaksanakan untuk memastikan apakah penelitian tersebut
cukup bernilai bagi manajemen.

Beberapa penelitian, walaupun nilai informasi yang diperoleh lebih kecil dari
biaya yang dikeluarkan, tetap dilaksanakan karena tujuan yang lain, yaitu
pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini dilaksanakan karena meskipun nilai
informasi yang diperoleh (dalam bentuk uang) tidak besar, namun nilai lain yang
terkandung dari pelaksanaan penelitian adalah besar.
E. Pokok Perencanaan Penelitian

Dalam membuat perencanaan penelitian, ada beberapa perspektif yang perlu


dipertimbangkan:

1. Jenis penelitian berkaitan dengan tingkatannya


2. Metode pengumpulan data
3. Tujuan penelitian
4. Pengendalian variable oleh peneliti (keterlibatan peneliti)
5. Dimensi waktu
6. Ruang lingkup topik bahasan
7. Lingkungan penelitian
8. Unit analisis
9. Persepsi subjek

F. Memilih Jenis Penelitian

Pemilihan jenis penelitian atau riset yang paling tepat, apakah studi
eksploratif atau konklusif (conclusive research), merupakan sesuatu hal yang bersifat
subjektif. Penelitian eksploratif (exploratory research) merupakan jenis penelitian
yang paling sesuai untuk situasi dimana tujuan penelitian bersifat umum dan data
yang dibutuhkan belum jelas. Sedangkan penelitian konklusif (conclusive research),
sesuai untuk situasi sebaliknya, yaitu dimana tujuan penelitian sudah spesifik dan
data yang dibutuhkan sudah jelas.
RANGKUMAN
“METODE RISET UNTUK BISNIS DAN EKONOMI”
BAB 4
KERANGKA TEORETIS DAN PENYUSUNAN HIPOTESIS

A. Esensi Ilmu

Benturan antara tuntutan praktis dan pengetahuan yang tahan uji membuahkan
suatu tuntutan normatif dikuasainya suatu metode ilmiah. “Ilmiah” mengandung arti
harus memenuhi tuntutan sistematis, dapat dibuktikan kebenarannya, dan relevan
(Laeyendecker, 1983: 45-9). Banyak kasus yang kontroversial muncul karena kurang
dipenuhinya syarat ini.

Dari segi filsafat ilmu, metodologi merupakan bidang yang menitikberatkan


pada metode yang ditempuh dalam memperoleh pengetahuan dan sekaligus menjamin
“objektivitas” ilmu, atau secara populer disebut kebenaran ilmu. Yang sering
dicampuradukkan adalah pemahaman antara metodologi ilmu pada umumnya dan
teknik penelitian pada khususnya. “Teknik penelitian” diartikan sebagai prosedur
tertentu untuk meneliti suatu masalah.

B. Bangunan Dasar Teori

Ketika melakukan penelitian, kita perlu mengetahui apa (what is) untuk
memahami, menjelaskan, dan meramal fenomena yang diamati.

a. Arti Teori

Teori adalah sebuah kumpulan proposisi umum yang saling berkaitan


dan digunakan untuk menjelaskan hubungan yang timbul antara beberapa
variabel yang diobservasi. Penyusunan teori memang merupakan tujuan
utama dari ilmu karena teori merupakan alat untuk menjelaskan dan
memprediksi fenomena yang diteliti. Toeri selalu berdasarkan fakta, didukung
oleh dalil dan proposisi.

b. Konsep dan Konstruk


Suatu konsep (concepts) adalah sejumlah pengertian atau karakteristik,
yang dikaitkan dengan peristiwa, objek, kondisi, situasi, dan perilaku tertentu.
Dengan kata lain, konsep adalah pendapat abstrak yang digeneralisasi dari
fakta tertentu (Davis & Cosenza, 1993: 25). Konstruk (construct) adalah jenis
konsep tertentu yang berada dalam tingkatan abstraksi yang lebih tinggi
daripada konsep dan diciptakan untuk tujuan teoretis tertentu.

c. Proposisi
Proposisi adalah pernyataan yang berkaitan dengan hubungan antara
konsep-konsep yang ada dan pernyataan dari hubungan universal antara
kejadian-kejadian yang memiliki karakteristik tertentu.

C. Variabel

Variabel adalah sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai. Nilai
dapat berbeda pada waktu yang berbeda untuk objek atau orang yang sama, atau nilai
dapat berbeda dalam waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda. Contoh
variabel antara lain skor ujian, angka ketidakhadiran, dan motivasi. Secara
konseptual, variabel dapat kita bagi menjadi empat bagian utama, yaitu:

 Variabel dependen
 Variabel independen
 Moderating variable
 Intervening variable
D. Kerangka Teoretis

Kerangka teoretis adalah pondasi utama di mana sepenuhnya proyek


penelitian itu ditujukan. Hal ini merupakan jaringan hubungan antarvariabel yang
secara logis diterangkan, dikembangkan, dan dielaborasi dari perumusan masalah
yang telah diidentifikasi melalui proses wawancara, observasi, dan survei literatur.
Hubungan antara survei literatur dan kerangka teoretis adalah survei literatur
meletakkan pondasi yang kuat untuk membangun kerangka teoretis.

E. Hipotesis

Hipotesis adalah suatu penjelasan sementara tentang perilaku, fenomena atau


keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi. Hipotesis merupakan pernyataan
peneliti tentang hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian, serta merupakan
pernyataan yang paling spesifik. Peneliti bukannya bertahan kepada hipotesis yang
telah disusun, melainkan mengumpulkan data untuk mendukung atau justru menolak
hipotesis tersebut. Hipotesis berupa pernyataan mengenai konsep yang dapat dinilai
benar atau salah jika menunjuk pada suatu fenomena yang diamati dan diuji secara
empiris.
RANGKUMAN
“EMPIRICAL RESEARCH IN ACCOUNTING”
BAB 5
SEBUAH PENDEKATAN UNTUK MEMBACA PENELITIAN

Sebuah Kerangka Kerja :

Apresiasi kritis terhadap penelitian membutuhkan pemahaman yang baik


tentang masalah yang memotivasi penelitian, teori yang menjadi dasarnya, dan desain
penelitian khusus yang digunakan. Dalam bab ini, kami menyajikan daftar pertanyaan
yang mungkin bermanfaat bagi konsumen penelitian sebagai cara untuk mendekati
dan mengevaluasi bagian penelitian yang beragam.

1. Mengapa penelitian tertentu yang mendasari laporan yang diterbitkan itu


dihentikan?
2. Apa masalah spesifik penelitian?
3. Apa teori yang mendasarinya?
4. Apa hipotesisnya?
5. Apa karakteristik kualitatif dari desain penelitian yang digunakan?

Singkatnya, kerangka kerja yang mungkin untuk membaca laporan penelitian


mungkin terdiri dari:

1. Memahami motivasi untuk penelitian.


2. Pernyataan masalah.
3. Konstruksi teori.
4. Formulasi hipotesis.
5. Desain penelitian.
6. Karakteristik kualitatif peneliti.
A. Tentang Desain :

Hipotesis yang disebutkan berkaitan dengan apakah pasar sekuritas telah


menyita informasi tentang biaya penggantian sebelum diungkapkan kepada publik.
Hipotesis-hipotesis ini didasarkan pada asumsi bahwa informasi yang diperlukan
untuk memperkirakan dampak dari harga-harga tertentu diketahui secara luas.

B. Tentang Rantai Sebab Akibat :

Di antara studi yang dirangkum dalam bagian sebelumnya, oleh Barefield dan
Comiskey memberikan rantai sebab akibat yang eksplisit, berkembang dari keinginan
manajemen untuk memperlancar pendapatan ke pilihan metode biaya akuntansi untuk
anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi. Barefield dan Comiskey mengembangkan
alasan apriori untuk harapan mereka sehubungan dengan masing-masing metode,
tetapi hipotesis mereka tentang memutuskan terkait dengan metode biaya. Oleh
karena itu, mereka tertarik untuk menguji hipotesis spesifik daripada menemukan
metode mana yang dikaitkan dengan perataan. Rantai sebab akibat secara eksplisit
berkenaan dengan menurunkan hipotesis yang akan diuji.

Namun, dalam studi Beidleman, rantai kasual itu tersirat dalam


perkembangannya atas alasan "teoretis" yang menuntut perataan. Meskipun dua
rantai sebab akibat ini secara eksplisit dikembangkan dalam ringkasan artikel kami,
Beidleman tidak memasukkan rantai ini dalam artikelnya sendiri sebagai "dapat
diuji". Rantai sebab akibat ini sangat berbeda dari yang kami anggap dalam bab
sebelumnya sebagai implisit dalam diskusi Beidleman yang mendahului pengujian.
Rantai sebab akibat di atas lebih berkaitan dengan istilah operasional dari proses
pengujian hipotesis perataan, sedangkan rantai sebab akibat yang tersirat dalam
diskusi teoretis Beidleman agak lebih konseptual.

Diskusi di atas menunjukkan bahwa skenario yang dikembangkan dalam


menciptakan rantai sebab-akibat dapat ditingkatkan. Ada alasan lain untuk membuat
penilaian ini. Secara teoritis, tingkat pengembalian yang diperlukan atas utang
perusahaan dapat ditunjukkan sebagai fungsi dari (a) tingkat suku bunga bebas risiko,
(b) risiko operasi (sistematis) perusahaan, (c) probabilitas kebangkrutan, (d) biaya
kebangkrutan, dan (e) tarif pajak penghasilan perusahaan.

C. Masalah Lain tentang Validitas Internal :

Sebuah diskusi tradisional tentang validitas internal disajikan dalam hal


stabilitas kondisi, instrumen dan subjek selama periode waktu dan berbagai kegiatan
yang mencakup percobaan itu sendiri, meskipun banyak nama yang digunakan untuk
menggambarkan kondisi ini.

Masalah lain yang berkaitan langsung dengan validitas internal dapat


ditemukan dalam banyak penelitian. Studi oleh Beidleman adalah unik dalam arti
bahwa ia menggunakan analisis tes perataan laba untuk masing-masing perusahaan
dan tes secara terpisah untuk setiap variabel perataan potensial. Asumsi tertentu yang
tersirat dalam analisis Beidleman adalah:

a. Perubahan personil manajemen tidak menghasilkan perubahan dalam


kebijakan mereka sehubungan dengan perataan laba akuntansi
menggunakan variabel biaya tertentu.
b. Perusahaan itu menggunakan atau tidak menggunakan variabel
tertentu secara konsisten selama periode waktu yang lama.
c. Setiap variabel yang dihipotesiskan memiliki kemungkinan yang sama
untuk digunakan untuk pemulusan. (Artinya, tidak ada hierarki
variabel pemulusan yang ada.)
d. Hubungan struktural yang mendasari proses menghasilkan pendapatan
adalah stasioner selama periode yang dicakup oleh deret waktu.
D. Tentang Kontrol :

Seperti yang disarankan dalam Bab Tiga, kontrol dapat mengambil beberapa
dimensidan dapat dipandang sebagai: (a) atas pengaturan, (b) atas variabel
eksperimental, dan (c) atas insturment tes. Semua tipe berkontribusi untuk mencapai
tujuan bersama yaitu mengurangi pengaruh variabel asing dan jangka waktu
kesalahan.

Kontrol dilakukan secara berbeda dalam penelitian lain. Telah disebutkan


bahwa tidak ada sampel kontrol eksplisit yang digunakan dalam penelitian oleh
Abdel-khalik dan McKeown. Namun, dua jenis kontrol tersirat dalam analisis. Studi
oleh Barefield dan Comiskey menggunakan pendekatan yang berbeda dalam
menerapkan konsep kontrol. Para penulis memperkirakan berapa pendapatan yang
mungkin berada di bawah metode alternatif, yaitu, di bawah metode biaya untuk
perusahaan yang melaporkan berdasarkan metode ekuitas dan sebaliknya.

E. Tentang Validitas Eksternal dan Implikasi Kebijakan :

Menjadi tugas yang sulit untuk menggeneralisasi (ke populasi lain) hasil dan
kesimpulan dari studi tunggal karena validitas internal sangat sering membatasi
validitas eksternal. Dengan pertimbangan ini, banyak penulis tidak bersemangat
untuk menggeneralisasi di luar data dan pengaturan sampel mereka sendiri. Memang,
sembilan studi yang dibahas di sini telah direproduksi, meskipun banyak yang dapat
dianggap sebagai perpanjangan dari pekerjaan sebelumnya.

Beidleman menunjukkan bahwa pengujian dilakukan dengan memberikan


bukti bahwa manajemen menggunakan variabel akuntansi untuk memperlancar
pendapatan akuntansi, tetapi komentar sebelumnya yang dibuat pada artikel dan kritik
yang ditulis oleh Imhoff (1975) menunjukkan bahwa hasilnya terlalu situasi dan
desain spesifik digunakan sebagai dasar untuk inferensi dan generalisasi.
Semua masalah ini terkait dengan validitas internal penelitian dan membatasi
validitas eksternalnya, namun kami menekankan bahwa masing-masing di atas adalah
hipotesis tambahan yang dapat diuji tanpa klaim yang dibuat mengenai pentingnya
salah satu dari mereka. Namun demikian, sampai masalah-masalah seperti itu
dipelajari dan sampai penelitian-penelitian tersebut direplikasi, generalisasi menjadi
hanya dapat dipertahankan secara lemah. Akhirnya, pembuatan kebijakan tidak dapat
menguntungkan sampai penelitian memperoleh tingkat validitas eksternal (dan tentu
saja internal) yang tinggi.
RANGKUMAN
“RESEARCH METHOD FOR BUSINESS”
BAB 4
TINJAUAN LITERATUR KRITIS

A. Tujuan Pembelajaran :
1. Mendiskusikan fungsi tinjauan literature.
2. Menulis tinjauan literatur tentang topik apa pun yang diberikan,
Mendokumentasikan referensi dengan cara yang ditentukan.
3. Mendiskusikan masalah etika dalam mendokumentasikan tinjauan literature.

B. Perkenalan :
Tujuan bab ini adalah untuk memperkenalkan Anda pada proses
melaksanakan tinjauan literature. Bab ini dimulai dengan definisi tinjauan
literatur kritis, diikuti oleh diskusi tentang fungsinya. Review kedua dari
literature, atau tinjauan literatur kritis, karena itu penting dalam sebagian besar
proyek penelitian. Secara umum, tinjauan literatur memastikan bahwa:
1. Upaya penelitian diposisikan relatif terhadap pengetahuan yang ada dan
dibangun di atas pengetahuan ini.
2. Anda dapat melihat masalah dari sudut pandang tertentu: itu membentuk
pemikiran Anda dan memicu wawasan yang bermanfaat tentang topik
penelitian Anda.
3. Anda tidak menjalankan risiko "menciptakan kembali roda", yaitu, usaha
yang sia-sia untuk mencoba menemukan kembali sesuatu yang sudah
diketahui.
4. Anda dapat memperkenalkan terminologi yang relevan dan
mendefinisikan istilah-istilah kunci yang digunakan dalam tulisan Anda.
5. Anda memperoleh wawasan berguna tentang metode penelitian yang
telah digunakan orang lain untuk memberikan jawaban atas pertanyaan
penelitian serupa.
6. upaya penelitian dapat dikontekstualisasikan dalam debat akademik
jamnya.

C. Bagaimana Mendekati Tinjauan Literatur


 Sumber Data
Kualitas tinjauan literatur tergantung pada pilihan yang hati-hati dan
membaca buku, jurnal akademik dan profesional, laporan, tesis, proses
konferensi, naskah yang tidak diterbitkan, dan sejenisnya.
 Textbooks
Adalah sumber teori yang berguna di bidang tertentu. keuntungan dari
textbooks adalah bahwa mereka dapat mencakup berbagai topik.
 Jurnal
Baik jurnal akademik maupun profesional adalah sumber penting
informasi terkini.
 Theses
Tesis-tesis PhD sering berisi tinjauan pustaka yang mendalam pada
bidang tertentu.
 Conference Proceedings
Conference proceedings dapat bermanfaat dalam menyediakan penelitian
terbaru, atau penelitian yang belum (belum) dipublikasikan.
 Unpublished manuscripts
Mendefinisikan sebuah manuskrip yang tidak diterbitkan sebagai sumber
informasi apa pun yang tidak "secara resmi" dirilis oleh seorang individu,
penerbit, atau perusahaan lain.
 Laporan
Departemen pemerintah dan komisi korporasi atau melakukan sejumlah
besar untuk penelitian.
 Newspapers
Surat kabar memberikan informasi bisnis terkini.
 Internet
Jumlah informasi yang dapat ditemukan di internet sangat besar. Anda
dapat mencari (perincian) buku, jurnal dan artikel jurnal, dan proses
konferensi, serta data khusus seperti hukuman perusahaan sangat besar.
 Mencari Literatur
Sebelumnya, seseorang harus secara manual melalui beberapa indeks
bibliografi yang disusun secara berkala, daftar jurnal, buku, dan sumber-
sumber lain di mana karya publiched di bidang yang menarik dapat
ditemukan. Sebagian besar perpustakaan memiliki sumber daya
elektronik berikut ini yang dapat mereka gunakan:
o Jurnal elektronik
o Database teks lengkap
o Database bibliografi
o Database abstrak
 Mengevaluasi Literatur
Mengakses sistem online dan mencari literatur di bidang yang diminati
akan memberikan bibliografi yang komprehensif tentang subjek tersebut,
karena pencarian literatur di bidang yang diminati akan memberikan
sebanyak 100 atau lebih hasil, Anda harus hati-hati memilih buku dan
artikel yang relevan.
 Mendokumentasikan Tinjauan Literature
Seperti yang dinyatakan sebelumnya, tujuan tinjauan literatur adalah
untuk membantu peneliti untuk membangun di atas karya orang lain dan
untuk membuat keputusan berdasarkan informasi selama berbagai tahap
proyek penelitian. Untuk menyimpulkan, mari kita ambil sebagian dari
tinjauan pustaka yang lengkap dan memeriksa bagaimana kegiatan
tersebut telah membantu.
1. Memperkenalkan subjek studi,
2. Mengidentifikasi pernyataan masalah, dan
3. Membangun penelitian sebelumnya untuk menawarkan dasar dari
mana untuk sampai ke langkah selanjutnya dari kerangka teori dan
pengembangan hipotesis.
 Masalah Etika
Ketika Anda merangkum, menambah, atau menantang pekerjaan orang
lain, ada dua perangkap penting yang harus anda waspadai :
1. Sengaja salah mengartikan karya penulis lain
2. Plagiarisme
RANGKUMAN
“RESEARCH METHOD FOR BUSINESS”
BAB 5
KERANGKA TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

A. Tujuan Pembelajaran
1. Mendiskusikan perlunya kerangka teori dalam penelitian deduktif.
2. Menggambarkan empat jenis variabel utama dan mengidentifikasi
serta memberi label variabel yang terkait dengan situasi tertentu.
3. Mengembangkan kerangka teori yang komponennya relevan.
4. Mengembangkan seperangkat hipotesis yang akan diuji.
5. Menunjukkan kesadaran akan peran manajer dalam pengembangan
kerangka kerja teoritik.

B. Pengantar
Kerangka teori adalah dasar dari penelitian deduktif hipotetis karena
merupakan hipotesis yang akan Anda kembangkan. Memang, pengembangan
kerangka teori sangat penting dalam deduktif, pengujian teori, penelitian
kausal (tetapi tidak dalam penelitian eksplorasi atau deskriptif di mana
seseorang tidak mengembangkan kerangka teoritis untuk mengembangkan
dan menguji hipotesis).

C. Kebutuhan Akan Kerangka Teori


Kerangka teori mewakili keyakinan anda tentang bagaimana fenomena
tertentu (atau variabel atau konsep) saling terkait (model) dan penjelasan
mengapa anda percaya bahwa variabel-variabel ini terkait satu sama lain.
Proses membangun kerangka teori meliputi :
1. Memperkenalkan definisi konsep atau variabel dalam model anda.
2. Mengembangkan model konseptual yang menyediakan
representasi deskriptif dari teori anda.
3. Datang dengan teori yang memberikan penjelasan untuk hubungan
antara variabel dalam model anda.
 Variabel
Variabel adalah apa saja yang dapat mengambil nilai yang berbeda atau
berbeda. nilai-nilai dapat berbeda pada waktu yang berbeda untuk objek
atau orang yang sama, atau pada waktu yang sama untuk objek atau orang
yang berbeda. Empat jenis variabel utama dibahas dalam bab ini:
1. Variabel Dependen (juga dikenal sebagai variabel kriteria)
2. Variabel Independen (juga dikenal sebagai variabel prediktor)
3. Variabel Moderasi
4. Variabel Mediasi
 Variabel dependen
Variabel dependen adalah variabel yang menjadi minat utama peneliti.
tujuan peneliti adalah untuk memahami dan menggambarkan variabel
dependen, atau menjelaskan variabilitasnya, atau memprediksinya.
 Variabel independen
Variabel independen adalah salah satu yang mempengaruhi variabel
dependen baik secara positif atau negative. untuk menetapkan bahwa
perubahan dalam variabel independen menyebabkan perubahan dalam
variabel dependen, keempat kondisi berikut ini harus dipenuhi:
1. Variabel independen dan dependen harus covary: dengan kata
lain, perubahan dalam variabel dependen harus dikaitkan dengan
perubahan dalam variabel independen,
2. Variabel independen (faktor penyebab premused) harus
mendahului variabel dependen,
3. Tidak ada faktor lain yang mungkin menjadi penyebab perubahan
variabel dependen,
4. Penjelasan logis (teori) diperlukan dan harus menjelaskan
mengapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen.
 Variabel Moderasi
Variabel moderasi adalah variabel yang memiliki pengaruh kontingen
kuat pada variabel independen, hubungan variabel dependen.
 Variabel mediasi
Variabel mediasi (atau variabel intervening) adalah variabel yang muncul
antara waktu variabel independen mulai beroperasi untuk memengaruhi
variabel dependen dan waktu dampaknya dirasakan di sana. Variabel
independen membantu menjelaskan varian dalam variabel dependen;
variabel mediasi muncul pada saat itu sebagai fungsi dari variabel
independen, yang juga membantu kita untuk membuat konsep hubungan
antara variabel independen dan dependen; dan moderasi variabel
memiliki efek kontingen pada hubungan antara dua variabel.
 Komponen kerangka teori
Kerangka kerja teoritis yang baik mengidentifikasi dan mendefinisikan
variabel-variabel penting dalam situasi yang relevan dengan masalah dan
kemudian menjelaskan dan menjelaskan interkoneksi di antara variabel-
variabel ini.
 Pengembangan hipotesis
Kami telah mengidentifikasi variabel-variabel penting dalam suatu situasi
dan menjalin hubungan di antara mereka melalui penalaran logis dalam
kerangka teoretis, kami berada dalam posisi untuk menguji apakah
hubungan yang telah diteorikan memang benar. hasil tes ini memberi kita
beberapa petunjuk tentang apa yang bisa diubah dalam situasi untuk
menyelesaikan masalah. merumuskan pernyataan yang dapat diuji
semacam itu disebut pengembangan hipotesis.
 Definisi hipotesis
Sebuah hipotesis dapat didefinisikan sebagai pernyataan tentatif, namun
dapat diuji, yang memprediksi apa yang Anda harapkan akan ditemukan
dalam data empiris Anda.
RANGKUMAN
“RESEARCH METHOD IN ACCOUNTING”
BAB 2
MENGEMBANGKAN IDE PENELITIAN

A. Urutan Penelitian
Urutan penelitian khas yang dijelaskan oleh Howard dan Sharp (1983)
sebagai serangkaian tahapan yang diharapkan untuk berkembang melalui
sebagian besar bentuk penelitian akuntansi.
1. Identifikasi area yang jelas, persempit fokus dari akuntansi secara
umum ke aliran yang terkait dengan akuntansi keuangan, akuntansi
manajemen, audit, pendidikan akuntansi atau sistem informasi
akuntansi.
2. Pilih topik, spesifikasi sub-area untuk fokus yang lebih ketat, dan satu
untuk yang kapasitas pengawasannya tersedia, tetapi yang dapat
dimodifikasi mengingat perkembangan selanjutnya.
3. Memutuskan pendekatan, pemikiran awal mengenai pendekatan yang
akan diadopsi akan berkisar pada sumber daya yang tersedia, dan
khususnya, akses ke sumber data yang diperlukan. Spesifikasi
terperinci dari metode penelitian yang akan diadopsi harus menunggu
sampai tinjauan pustaka telah dilakukan dan landasan teoritis dan garis
besar hipotesis telah ditetapkan.
4. Formulasi rencana, target harus ditetapkan sejak awal sehingga jelas
bagaimana penelitian akan berkembang selama periode yang
diperpanjang. Ini sangat penting bagi para peneliti paruh waktu yang
mungkin merenungkan studi selama enam atau tujuh tahun. Rencana
ini harus mencakup target konferensi di mana temuan awal dapat
disajikan, terutama di mana tenggang waktu yang penting bagi
kandidat.
5. Pengumpulan data, pengumpulan data dapat berjalan dengan aman
hanya ketika kita mengenali dengan tepat apa yang ingin kita ketahui,
dan untuk tujuan apa. Kami mungkin memerlukan akses ke basis data
komersial; jika ini merupakan persyaratan penting, dan izin harus
segera dicari.
6. Analisis data, metode analisis data dan persyaratan perangkat lunak
harus jelas di awal proses penelitian.
7. Menyajikan penemuan, membawa pendahuluan untuk publikasi dalam
referensi literatur, yang mungkin dapat terjadi sebelum menyelesaikan
disertasi doktoral terkait. Publikasi dalam literatur profesional akan
membawa temuan penting yang akan menjadi perhatian praktisi.

B. Munculnya Topik Penelitian


Dimulai dengan memilih sebuah topik penelitian yang menarik baik
untuk peneliti dan pengawas, di mana proyek berkontribusi pada kualifikasi
doktoral. Topik harus membangkitkan antusiasme di dalam penelitian awal,
jika tidak, ia tidak akan bertahan selama masa studi yang berlarut-larut di
mana motivasi cenderung memudar, bahkan hanya akan bertahan untuk
sementara waktu. Kandidat biasanya memiliki komitmen yang jauh lebih
besar terhadap suatu topik jika mereka telah mengembangkannya sendiri,
namun mungkin menghasilkan ide merupakan proses yang sangat sulit.
Sehingga tidak jarang bagi pengawas untuk menjadi sumber ide
penelitian, karena peneliti aktif dan berpengalaman biasanya memiliki jauh
lebih banyak ide yang mereka mampu jelajahi sendiri. Begitu suatu ide
muncul, ia harus dikerjakan untuk melihat apakah itu benar-benar merupakan
'penelitian'. Begitu topik umum telah ditentukan, hal itu dapat disempurnakan
dengan metode formal untuk mengidentifikasi kemungkinan arah yang
bermanfaat dan hubungan yang berpotensi menarik, dan untuk menghilangkan
jalan buntu.
C. Proposal penelitian
Perhatian pada persyaratan mendasar dari literatur referensi akan
memungkinkan peneliti untuk menghasilkan garis besar proposal penelitian,
proposal yang terus direvisi dan mungkin harus direvisi lebih lanjut selama
pelaksanaan penelitian itu sendiri, karena keadaan yang tidak terduga. Tipikal
proposal penelitian akan mencakup unsur-unsur berikut:
1. Judul, apa yang ingin dibuat.
2. Abstrak, masalah, tujuan dan hasil yang diharapkan.
3. Masalah, mengapa hal itu menarik dan penting.
4. Tujuan, bagaimana penelitian berkaitan dengan masalah.
5. Literatur, meninjau tinjauan yang relevan dan publikasi yang
memiliki tema.
6. Metode, bagaimana dan mengapa dari proses tersebut.
7. Manfaat, hasil yang diantisipasi yang membuat penelitian ini
bermanfaat.

D. Kerangka Kerja Konseptual


Bagian penting dari proses perencanaan awal adalah pengembangan
representasi konseptual dari proyek penelitian. Ini dapat membantu
memperjelas hubungan penting (dan teori pendukung), variabel penjelas dan
interfensi, serta hubungan sebab akibat. Pendekatan induktif adalah tempat
teori baru dikembangkan atas dasar pengamatan yang segar (seperti yang
paling umum terjadi dalam ilmu sains, seperti astronomi); dan pendekatan
deduktif adalah di mana memberikan dasar untuk pengujian pengamatan
empiris (dan yang merupakan bentuk penelitian akuntansi positivis yang
paling umum). Pendekatan deduktif cocok dalam lingkungan yang sangat
terstruktur, yang melibatkan pengujian empiris model teoritis, sehingga
keandalannya tergantung pada integritas metode kuantitatif dan statistik.
E. Strategi Akuntansi Manajemen
1. Tujuan, sasaran perusahaan yang sesuai dengan target atau ukuran
pada setiap tahap rantai nilai.
2. Situasi audit, keuangan/kompetisi/pemasaran/analisis dampak
lingkungan. Benchmarking, analisis serupa dari kinerja pesaing untuk
menentukan bidang kekuatan dan keandalan.
3. Strategi alternatif, merumuskan/mengimplementasikan strategi
ofensif /defensif yang optimal
4. Evaluasi pencapaian, pemantauan dengan langkah-langkah
keuangan/nonkeuangan.
5. Implikasi sistem akuntansi, mengubah sumber
informasi/tindakan/praktik pelaporan untuk menciptakan manajemen
internal yang relevan.
RANGKUMAN
“RESEARCH METHOD IN ACCOUNTING”
BAB 3
TEORI, LITERATUR DAN HIPOTESIS

A. Sumber Teori
Berikut ini merupakan beberapa definisi untuk mengatasi potensi
kebingungan dengan terminologi, terutama dimana setiap konsep memiliki
pandangan yang kurang jelas dan definisi yang saling berkaitan.
1. Teori, adalah jaringan hipotesis untuk semua tindakan memberi
dukungan satu atau lebih hipotesis. Teori dibutuhkan untuk memiliki
pembenaran untuk mengharapkan suatu hubungan pada dimana kita
tidak memiliki hipotesis yang diperdebatkan.
2. Hipotesis, adalah dugaan hubungan, mungkin hubungan biasa, antara
dua konsep atau variabel lainnya. Suatu hipotesis harus dapat diuji,
tetapi mungkin tidak secara langsung.
3. Konsep, adalah ide abstrak, yang tidak dapat diamati atau diukur
secara langsung, dan yang pertama-tama harus dioperasionalkan dalam
beberapa cara untuk memberikan indikator yang terukur.
4. Konstruk, adalah ukuran tidak langsung dari konsep yang biasanya
dihasilkan dalam bentuk pertanyaan beberapa hal.
5. Variabel, adalah hal yang dapat diamati dan dapat mengasumsikan
nilai yang berbeda. Nilai-nilai ini dapat diukur baik secara langsung
atau, jika tidak dapat dilakukan secara tidak langsung maka dapat
melalui penggunaan variabel (pengganti).
6. Keandalan, menetapkan konsistensi instrumen penelitian karena hasil
yang dicapai harus serupa dalam keadaan yang serupa. Dengan
demikian, subjek survei yang sama menggunakan instruksi yang sama
harus menghasilkan hasil yang sama dalam kondisi yang identik.
7. Validitas, untuk mengukur sejauh mana penelitian yang dilakukan
mencapai apa yang harus dilakukan.

B. Teori Dasar Teori dasar dimasukkan karena semakin pentingnya penelitian


kualitatif. Dalam teori dasar, teori ini berevolusi dari data empiris dan
bukannya dikembangkan dan dipaksakan sebelum pengumpulan data. Tiga
tahapan berbeda dalam melakukan teori dasar, yaitu :
 Spesifikasi Konseptual, yang memungkinkan teori yang relevan
muncul dari data.
 Sensitivitas Teoretis, yang menyediakan alat untuk memfasilitasi
munculnya koneksi dalam data (perbandingan, tanya jawab,
pengkodean, penulisan memo, pengambilan sampel teoritik, tinjauan
literatur, pemilahan)
 Koding, untuk menyediakan hubungan antara data dan teori.

C. Mencari Literatur
Untuk menemukan arah literatur yang perlu ditelusuri melalui
referensi saat ini untuk mengidentifikasi karya masa lalu yang penting.
Pencarian literatur awal akan dimulai dengan area topik, perspektif yang luas,
dan mungkin pertanyaan penelitian yang lebih tajam. Pada titik ini ada
baiknya mengingatkan diri kita sendiri apa yang kita cari, sehingga kita tidak
membuang banyak waktu. Pertanyaan kunci yaitu :
 Apa yang telah dilakukan?
 Apa yang belum dilakukan?
 Apa yang belum dilakukan dengan baik?
D. Memodelkan Hubungan
Hubungan fundamental merupakan hubungan antara dua variabel yang
menarik, dengan subjek hubungan yang akan dipengaruhi oleh kelompok
variabel lain. Pada tahap ini, kita hanya memiliki asosiasi; kita tidak dapat
mendalikan arah sebab-akibat tanpa teori yang mendasarinya. Kita berpotensi
memulai dengan hubungan sebab-akibat, hubungan timbal-balik di mana
variabel-variabel dependen dan independen dapat dibalikkan dalam peran
mereka-sampai hipotesis lain dapat dihilangkan.
Ada hubungan antara tingkat pengungkapan sukarela oleh perusahaan
dan jumlah analisis investasi yang mengikuti analisis, pelaporan, dan
mengeluarkan rekomendasi pada perusahaan itu. Hubungan sebab akibat di
kedua arah itu layak, dengan masing-masing didukung oleh penjelasan yang
lain, yaitu:
 Perusahaan menandakan praktik mereka, inovasi dan adopsi awal
dengan memilih untuk menyingkap informasi tambahan secara
sukarela; atau
 Perusahaan tunduk pada permintaan untuk informasi lebih lanjut dari
analis dan menanggapi manfaat bersama analis dan perusahaan.

E. Mengembangkan Hipotesis
Hipotesis harus dapat diuji. Konten penelitian harus dapat diukur
dalam beberapa cara bahkan jika tidak dapat diamati secara langsung. Untuk
tujuan ini, rasio pengukuran (multiplikasi) dan internal (kontinu) lebih disukai
karena memungkinkan sejumlah alternatif analitik yang lebih banyak, tetapi
skala ordinal dan nominal umum dalam literatur akuntansi, dan metode ada
untuk analisis mereka. Setelah pertanyaan penelitian yang konsisten dengan
teori telah diformulasikan dan desain penelitian ditentukan, perlu
mengembangkan satu atau lebih hipotesis sehingga kita mendalilkan layak
berdasarkan pada bukti yang ada.

F. Masalah Validitas
Validitas eksternal mensyaratkan bahwa temuan penelitian memiliki
implikasi untuk situs lain (perusahaan dan negara) dan orang-orang pada
periode waktu yang berbeda. Sayangnya, tingkat validitas internal tertinggi
dikaitkan dengan kondisi buatan (temuan mungkin terbatas pada waktu,
kasus, peserta, dan lokasi pengaturan penelitian). Asumsi untuk
memperkenalkan validitas eksternal yang lebih besar pasti akan mengancam
validitas internal, dan ini tetap menjadi tantangan bagi para peneliti akuntansi.