Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dimas Adi Yusuf

Kelas : 6D PGSD (Mubtadiin C)


NIM : 201610430311165

Islam adalah agama yang selalu mendorong pemeluknya untuk senantiasa


aktif melakukan kegiatan dakwah, bahkan maju mundurnya umat Islam sangat
bergantung dan berkaitan erat dengan kegiatan dakwah yang dilakukannya.
Dakwah adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang bersifat menyeru atau mengajak
kepada orang lain untuk mengamalkan ajaran Islam secara benar dan sungguh-
sungguh.Tidak berlebihan jika Thomas W. Arnold menyebut agama Islam sebagai
agama dakwah.
Secara etimologis, dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu Da’a, Yad’u,
Da’wan, Du’a, yang artinya mengajak atau menyeru, memanggil, seruan,
permohonan, dan permintaan. Dalam pengertian yang integralistik dakwah
merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang ditangani oleh para
pengemban dakwah untuk mengubah sasaran dakwah agar bersedia masuk ke jalan
Allah secara bertahap menuju perikehidupan yang Islami. Inti dari aktifitas dakwah
adalah menyeru pada penyembahan Allah beserta segala derivasinya.
Perintah berdakwah sendiri secara tersurat terdapat dalam petikan ayat al-
Quran berikut ini : ”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik pula….”
Para mufasir berbeda pendapat seputar sabab an-nuzul (latar belakang turunnya)
ayat ini. Menurut Al-Wahidi, ayat ini turun setelah Rasulullah menyaksikan jenazah
70 sahabat yang syahid dalam Perang Uhud, termasuk Hamzah, paman Rasul. Al-
Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini turun di Makkah ketika adanya perintah
kepada Rasulullah SAW untuk melakukan gencatan senjata dengan pihak Quraisy,
sedangkan Ibn Katsir tidak menjelaskan adanya riwayat yang menjadi sebab
turunnya ayat tersebut.
Meskipun demikian, ayat ini tetap berlaku umum untuk sasaran dakwah
siapa saja, Muslim ataupun kafir, dan tidak hanya berlaku khusus sesuai dengan
sabab an- nuzul-nya, sebab ungkapan dalam ayattersebut memberikan pengertian
umum. Dengan pendapat diatas dapat dipahami bahwa dakwah atau pengajaran
dengan cara al-hikmah umumnya diberikan oleh seseorang untuk menjelaskan
sesuatu kepada pendengarnya yang ikhlas untuk mencari kebenaran. Hanya saja,
ia tidak dapat mengikuti kebenaran kecuali akalnya puas dan hatinya tenteram.
Sedangkan karakter nasihat yang tergolong mau’izhah hasanah ada dua: Pertama,
mau’izhah hasanah mengandung ungkapan yang tertuju pada akal. Ini terbukti
dengan pendapat yang dipakai para mufasir seperti an-Nisaburi. Semua ini jelas
berkaitan dengan fungsi akal untuk memahami. Kedua, mau’izhah hasanah
menggunakan ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan.
Perkembangan agama Islam yang awalnya disampaikan secara sembunyi-
sembunyi di Mekkah terus mengalami proses perubahan secara bertahap, hingga
akhirnya berkembang ke berbagai daerah, termasuk ke negeri Indonesia.
Keberadaan Islam di Indonesia sudah ada sejak puluhan abad lalu. Masuknya Islam
ke Indonesia ini menurut Azyumardi Azra, disebabkan oleh empat hal, yaitu:
dibawa langsung dari tanah Arab, diperkenalkan oleh para guru atau juru dakwah,
orang-orang yang pertama masuk Islam adalah para penguasa, dan sebagian besar
para juru dakwah datang di Nusantara pada abad ke-12 dan ke-13 Dari faktor-faktor
tersebut terlihat bahwa penyebaran Islam merupakan bagian dari spirit
keberagamaan kaum Muslimin yang sekaligus menjadikan mereka sebagai juru
dakwah. Penyebaran Islam tidak lain karena adanya proses dakwah yang dilakukan
para pengikutnya secara kontinyu hingga kini. Seiring waktu yang berjalan, dakwah
Islam dihadapkan pada realitas sosio-kultural dan perubahan sosial yang menjadi
tantangan baru. Perluasan medan dakwah yang menyebar di seluruh negeri tentunya
akan bersentuhan dengan realitas sosio-kultural dan perubahan sosial.
Pergulatan dakwah Islam di Indonesia dengan realitas sosio-kultural yang
terjadi, telah memunculkan gerakan Islam modern dan gerakan Islam tradisional.
Atas fenomena perubahan itu sendiri, L Stoddard dalam bukunya yang berjudul The
New World of Islam menyatakan, bahwa bangkitnya Islam barangkali merupakan
suatu peristiwa yang paling menakjubkan sepanjang sejarah peradaban manusia.
Dalam tempo seabad saja, penyebaran ajaran Islam berhasil menghancurkan
kerajaan-kerajaan besar dan kepercayaan mistik yang dianut selama berabad-abad
lamanya.