Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

SANITASI TRANSPORTASI DARAT (TERMINAL)

DISUSUN OLEH:

Allycia Oktavianis Sutandi (20180301004)

Anisa Larras (20180301010)

Adienda Farisya (20180301164)

Renny Budi Yanti (20180301071)

Tania Sekar Asmara (20180301077)

UNIVERSITAS ESA UNGGUL

FAKULTAS ILMU ILMU KESEHATAN

KESEHATAN MASYARAKAT

JAKARTA, NOVEMBER 2018


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-
Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang sanitasi lingkungan
transportasi darat terminal.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang tentang sanitasi lingkungan transportasi darat
terminal dan manfaatnya untuk masyarakat dapat memberikan manfaat maupun inspirasi
terhadap pembaca.

Jakarta, November 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………i

KATA PENGANTAR ……………………………………… ii

DAFTAR ISI ……………………………….………………. iii

BAB I PENDAHULUAN …………………………………..

BAB II PEMBAHASAN ……………………………………

BAB III PENUTUP ……………………………………….…

A. Kesimpulan …………………………………………..…..

B. Saran ………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………..


BAB I

PENDAHULUAN
Kesehatan lingkungan merupakan ilmu kesehatan masyarakat yang menitik beratkan usaha
preventif dengan usaha perbaikan semua faktor lingkungan agar manusia terhindar dari penyakit
dan gangguan kesehatan. Kesehatan lingkungan adalah karakteristik dari kondisi lingkungan
yang mempengaruhi derajat kesehatan. Untuk itu kesehatan lingkungan merupakan salah satu
dari enam usaha dasar kesehatan masyarakat.

Istilah kesehatan lingkungan seringkali dikaitkan dengan istilah sanitasi atau sanitasi lingkungan.
Sanitasi, menurut kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai pemelihara kesehatan. Menurut
WHO, sanitasi adalah upaya pengendalian semua faktor lingkungan fisik manusia, yang
mungkin menimbulkan atau dapat menimbulkan hal-hal yang merugikan, bagi perkembangan
fisik, kesehatan, dan daya tahan hidup manusia.

Sedangkan menurut Chandra (2007), sanitasi adalah bagian dari ilmu kesehatan lingkungan yang
meliputi cara dan usaha individu atau masyarakat untuk mengontrol dan mengendalikan
lingkungan hidup eksternal yang berbahaya bagi kesehatan serta yang dapat mengancam
kelangsungan hidup manusia.

Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha
kesehatan lingkungan hidup manusia. (Widyawati dan yuliarsih, 2002:14).

Menurut WHO Sanitasi merupakan suatu usaha untuk mengawasi beberapa faktor lingkungan
fisik yang berpengaruh kepada manusia terutama terhadap hal-hal yang mempunyai efek
merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup.

Sedangkan pengertian sanitasi terminal adalah suatu usaha untuk mengawasi dan mencegah
kerugian akibat dari tidak terawatnya terminal tersebut yang mengakibatkan adanya penularan
berbagai jenis penyakit, atau Sanitasi terminal merupakan suatu usaha atau upaya yang dilakukan
untuk menjaga kebersihan tempat-tempat yang sering digunakan untuk menjalankan aktivitas
hidup sehari-hari agar terhindar dari ancaman penyakit yang merugikan kesehatan (Juli Soemirat,
2005:151).
Fasilitas lingkungan dapat menimbulkan bahaya, tidak saja kecelakaan lalu lintas tetapi juga
penularan penyakit orang yang berada bersama dalam satu kendaraan. Karena itu kepadatan,
ventilasi, kebersihan, perilaku penumpang selama berada dalam kendaraan (misalnya, tidak
merokok), perlu diperhatikan. Dengan demikian, angkutan dapat pula menyebarkan penyakit dari
satu daerah kedaerah yang lain. Juga serangga dapat ikut serta dan ikut menyebarkan penyakit
lebih jauh lagi. Hal ini dapat berbahaya karena angkutan jaman sekarang sudah sangat canggih
dan dapat mencapai jarak jauh dalam waktu yang singkat. Sebagai contoh adalah kasus malaria
di Eropa yang meningkat jumlahnya, dari 6.400 orang pada tahun 1985 menjadi 7.300 orang
pada tahun 1987. Penderita tersebut tidak pernah mengunjungi daerah yang endemis malaria.
Karenanya, dianggap bahwa vector malaria yang infektiflah yang ikut dengan kendaraan. Oleh
karena itu WHO telah menganjurkan untuk melakukan penyemprotan residual bagi perawat atau
angkutan apa saja yang datang dari negara endemis malaria.

Penularan penyakit selama perjalanan telah lama dikonstatir orang, yakni dimulai sejak jaman
caravan yang berjalan dari Eropa Barat ke Eropa Timur dan sebaliknya. Penyakit pest adalah
satu penyakit yang terkenal ikut menjalar sesuai dengan jalannya caravan. Demikian pula dengan
penularan Cholera dari Asia ke Timur Tengah, yang berjalan sesuai dengan perjalan Jemaah haji.
Juga kendaraan dapat membawa serta insekta penyebar penyakit. Misalnya, pinjal pada tikus,
yang banyak ikut dengan perahu dan kapal laut.

pencegahan penularan tadi, setiap kendaraan perlu diperiksa sanitasinya. Baik itu angkutan darat,
laut, maupun udara. Apabila diketahui membawa orang sakit menular atau vector penyakit, maka
kendaraan tadi akan terkena peraturan karantina. Kualitas lingkungan pelabuhan ataupun tempat
pemberhentiaan kendaraan juga harus memenuhi persayaratan kebersihan. Penyediaan air minum
dan sanitasi, udara, persampahan, dan insidensi penyakit bawaan lingkungan seperti malaria,
harus memenuhi standar internasional, apabila kendaraan internasional dikehendaki singgah
disitu (Soemirat, 2005:152-153).

Manfaat Sanitasi:

Beberapa manfaat dapat kita rasakan apabila kita menjaga sanitasi di lingkungan kita, misalnya:

1. Mencegah penyakit menular

2. Mencegah kecelakaan

3. Mencegah timbulnya bau yang tidak sedap

4. Menghindari pencemaran
5. Mengurangi jumlah (persentase) sakit

6. Lingkungan menjadi bersih, sehat dan nyaman. (Widyawati dan yuliarsih, 2002:16).
BAB II

PEMBAHASAN
Sanitasi Terminal

Terminal angkutan darat sangat penting keberadaannya bagi masyarakat. Karena


termasuk tempat umum yang banyak didatangi masyarakat, walau hanya untuk transit, sanitasi
dan kebersihannya harus dijaga. Terminal bus adalah suatu tempat termasuk fasilitasnya yang
didatangi oleh masyarakat untuk menunggu, naik, dan turun bus.

Persyaratan yang harus dipenuhi berkaitan dengan sanitasi terminal angkatan darat , antara lain:

1. Bagian eksterior (luar)


a. Tempat parkir
1) Terdapat tempat parkir kendaraan umum yang bersih
2) Tidak terdapat sampah berserakan, genangan air, dan lain-lain
b. Pembuangan sampah
1) Tersedianya tempat pengumpulan sampah sementara sebelum dibuang
2) Tempat pengumpulan sampah harus tertutup dan kedap air.
c. Penerangan
1) Ditempat parkir, pintu masuk dan pintu keluar harus diberi penerangan yang
cukup dan tidak menyilaukan
2. Bagian interior (dalam)
a. Ruang tunggu
1) Ruangan bersih
2) Tempat duduk bersih dan bebas dari kutu busuk
3) Penerangan minimal 10 fc
4) Tersedia bak sampah dan terbuat dari benda yang kedap air
5) Lantai terbuat dari bahan kedap air, tidak licin dan mudah dibersihkan
b. Jamban dan urinoir
1) Digunakan jamban tipe leger angsa
2) Jamban untuk pria harus terpisah dengan jamban untuk wanita
3) Jumlah jamban 1 buah untuk setiap 1-250 pengunjung pada suatu saat dengan
jumlah minimal 2 buah
4) Urinior bersih, tidak berbau dan memiliki air pembersih yang memadai
5) Terminal dengan kapasitas minimal 250 pengunjung harus memiliki 1 urinoir
6) Jika pengunjung meningkat menjadi 500 orang, urinoir ditambah 1.
c. Tempat cuci tangan
1) Tersedia minimal 1 buah tempat cuci tangan untuk umum yang dilengkapi dengan
sabun dan serbet.
d. Pembuangan air hujan dan air kotor
1) Memiliki sistem pembungan yang baik, terhubung dengan saluran umum atau
dengan septic tank sendiri (untuk pembuangan air kotor)
e. Pemadam kebakaran
1) Tersedia alat pemadam kebakaran yang dapat dilihat dan dicapai dengan mudah
oleh umum. Pada saat ini harus terdapat cara penggunaannya
f. Kotak P3K
1) Tersedia kotak P3K minimal 1 buah yang berisi obat-obatan lengkap untuk P3K.
g. Sirkulasi udara
1) Sirkulasi dalam bus harus baik dan tidak terdapat sudut-sudut ruangan yang
mengakibatkan udara berhenti.
f. Pengeras suara
1) Terdapat alat pengeras suara yang dapat dipergunakan untuk memberikan
keterangan kebersihan (Candra, 2007:182-184)

Persyaratan Sanitasi Secara Konstruksi

Dari pengertian terminal bus seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, maka jelas bahwa
terminal bus adalah merupakan tempat-tempat umum, sehingga perlu memenuhi syarat-
syarat sanitasi tempat-tempat umum. Persyaratan minimal sanitasi terminal bus yang
perlu ditetapkan adalah sebagai berikut :

1. Letak Terminal

Dalam menentukan letak untuk membangun terminal harus disesuaikan dengan


perencanaan tata kota

2. Bangunan Terminal
1) Tempat Parkir

Persyaratan minimal hygiene sanitasi yang berlaku adalah sebagai berikut :

a. Bersih dari sampah dan genangan – genangan air

Tempat parkir yang bersih dari sampah dan genangan-genangan air akan
menguntungkan dari segi estetik dan kesehatan. Apabila tempat parkir kotor
dengan sampah-sampah dan genangan air, akan dapat menimbulkan
kecelakaan dan juga dapat menjadi sarang berbagai serangga dan tikus.
Adanya genangan air tersebut akan menciptakan tempat hidup dan
berkembangnya nyamuk. Sedangkan kita ketahui bahwa nyamuk merupakan
serangga yang dapat menyebarkan berbagai macam penyakit pada manusia
seperti : malaria, demam berdarah, penyakit kaki gajah dan sebagainya.
b. Berlantai aspal atau beton.

Hal ini dimaksudkan agar tempat tersebut tidak lekas rusak sehingga tidak
menimbulkan lubang-lubang yang dapat menjadi tempat genangan-genangan
air, juga agar menyenangkan bagi penumpang karena tidak terjadi goncangan-
goncangan kendaraan. Disamping itu, tempat parkir tidak akan menjadi becek
bila turun hujan, dan juga mudah dibersihkan dari sampah-sampah yang
mengotori tempat tersebut.

c. Tersedia tanda- tanda yang jelas

Adanya tanda-tanda akan memudahkan dalam pengaturan parkir kendaraan,


sehingga tidak terjadi kesemrawutan parkir kendaraan (Lili Persilia, 2011).

2) Ruang tunggu

Yang penting diperhatikan mengenai ruang tunggu terminal agar tidak meninggalkan
masalah-masalah kesehatan adalah :

a. Lantai dibuat dari bahan kedap air dan tidak licin, agar kotoran yang ada mudah
dibersihkan juga agar tidak membahayakan bagi orang karena kemungkinan
terjadinya kecelakaan akibat licin permukaan lantai.

b. Tempat duduk bersih dan bebas dari kutu busuk, tempat duduk yang bersih akan
membuat orang senang mendudukinya karena orang tidak perlu cemas
pakaiannya akan kotor. Tempat duduk tersebut jadi harus bebas dari kutu busuk
sebab orang akan merasa terganggu dengan adanya gigitan kutu busuk.

c. Ruang tunggu harus dan tersedia tempat-tempat sampah yang tertutup dan kedap
air.Ruang tunggu yang bersih akan menyenangkan orang dan membuat orang
betah di tempat tersebut untuk menunggu keberangkatan dan kedatangan dari
terminal bus. Untuk itu perlu dijaga kebersihan dan perlu tersedia tempat
pengumpul sampah yang tertutup dan kedap air. Bila tempat tersebut tidak bersih
dan menimbulkan bau yang tidak sedap dapat menimbulkan rangsangan pada
penumpang untuk meludah/berdahak sembarangan di lantai. Hal ini akan
menyebabkan ruang tunggu tersebut akan menjadi kotor lagi. Diantara mereka ini
mungkin ada yang berpenyakit menular misalnya TBC yang digilirannya akan
dapat menular kepada orang lain. Disamping itu bau tersebut bisa mengundang
kedatangan serangga dan tikus sebagai vektor penyakit menular.

d. Penerangan yang cukup


Di ruang tunggu terminal bus perlu diberi penerangan secukupnya agar menerangi
semua sudut ruang bagi orang-orang di tempat itu, sehingga hal-hal yang tidak
diinginkan seperti saling tabrakan/bersenggolan, barang-barang tertukar,
pencurian dan sebagainya tidak terjadi. Adapun penerangan minimal yang
disyaratkan adalah 10 foot candles. Dilengkapi dengan sarana pembuangan
sampah, pembuangan tinja yang memenuhi syarat.

e. Sekeliling bangunan harus ada saluran pembuangan air kotor.


f. Ventilasi yang cukup
g. Selalu dijaga kebersihannya (Lili Persilia, 2011).

3) Kantor dan Loket

Kantor merupakan tempat bekerja karyawan yang melakukan pekerjaan ketata usahaan
untuk pengelolaan terminal yang bersangkutan. Untuk itu perlu dipenuhi syarat-syarat
sanitasi yang berlaku. Adapun persyaratan minimal hygiene sanitasi yang berlaku untuk
kantor dan loket diterminal adalah :

a. Keadaan bersih dan teratur

Karena kantor merupakan tempat bekerja, maka kantor perlu dijaga kebersihannya serta
barang-barang seperti meja, kursi, lemari dan sebagainya. Diatur dengan rapi. Hal ini
disamping memberikan pemandangan yang menyenangkan, juga dapat menambah
kegairahan kerja bagi karyawan.

b. Tersedia kotak-kotak sampah

Adanya kotak-kotak sampah dimaksudkan untuk menampung semua sampah kantor


berupa kertas-kertas dan sebagainya. Agar kertas-kertas tersebut tidak berserakan di
dalam kantor. Di samping itu selain berserakan juga dapat menimbulkan kesan tersebut
kelihatan jorok. Sampah tersebut dapat pula menimbulkan beberapa masalah seperti
tempat persembunyian serangga dan tikus serta bahaya kebakaran.

c. Ventilasi udara baik dimaksudkan untuk mengadakan pertukaran cahaya dalam ruang kantor sehingg
bahkan lebih parah lagi dapat mengakibatkan “heat strook” dan pingsan. Untuk itu
maka ventilasi harus diatur dengan baik sehingga pertukaran udara dalam ruangan
kantor tersebut dapat berjalan baik pula.
d. Loket berbatas kaca dengan lubang sempit.

Adanya kaca pada loket yang membatasi antara penjual dan pembeli karcis dimaksudkan
agar disamping memberikan cahaya yang cukup ke dalam loket, juga untuk mencegah
kemungkinan terjadinya penularan penyakit secara langsung antara penjual dan pembeli
karcis. Bila tidak dibatasi kaca, maka dapat terjadi penularan penyakit melalui tetesan
ludah halus (droples infection) seperti penyakit Tuberculosa, Diptheri, Pertussis.

e. Penerangan

Penerangan secukupnya di dalam kantor dan loket dimaksudkan agar karyawan yang
bekerja di lokasi dapat penerangan dengan baik, sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan
dengan baik pula. Apabila penerangan kurang, akan dapat menyebabkan
kerusakan/penyakit mata karyawan. Penerangan minimal yang di ijinkan dalam kantor
dan loket adalah 10-20 food candles.

Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit secara langsung dari karyawan


terminal terhadap masyarakat pengunjung, maka karyawan terminal terutama karyawan
loket harus dalam keadaan sehat, mempunyai sertifikat kesehatan, yang menunjukkan
tidak menderita penyakit jalan pernafasan yang menular dan tidak berpenyakit kulit atau
mata (Lili Persilia, 2011).

4) Fasilitas P3K

Tempat umum seperti terminal kemungkinan terjadi kecelakaan adalah besar sekali.
Untuk itu di terminal perlu tersedia fasilitas P3K (Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan), minimal tersedia kotak. Penting disediakan fasilitas tersebut adalah untuk
menolong orang sekiranya kecelakaan di terminal. Adapun tujuan dari pertolongan ini
adalah :

a. Mencegah bahaya maut


b. Mencegah kecelakaan
c. Mencegah terjadinya infeksi

Agar dapat memberikan pertolongan yang layak kepada orang yang mendapat kecelakan
tersebut sebelum si korban di bawah ke Rumah Sakit, perlu diperhatikan :

a. Adanya petugas yang terlatih dalam memberikan pertolongan pertama.


b. Adanya peralatan dan obat-obatan P3K yang baik dan cukup.
c. Adanya pengeras suara

Untuk terminal pengeras suara perlu tersedia guna memberikan pengumuman-


pengumuman atau perintah kepada karyawan terminal,pengemudi,juga dapat digunakan
untuk memberikan pengumuman dan penerangan kepada masyarakat pengunjung stasiun.
5) Pagar Terminal

Sekeliling terminal perlu diberi pagar yang cukup tinggi dan kuat.pagar terminal
dimaksudkan selain untuk menunjukkan batas-batas terminal,juga perlu untuk menjaga
keamanan. Adanya pagar akan memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan seperti
ditabrak kendaraan disebabkan orang masuk terminal melalui sembarangan tempat dan ia
akan menyeberangi jalan raya ditempat yang bukan semestinya. Pagar itu juga perlu
untuk mencegah masuknya hewan peliharaan seperti anjing,kambing,ayam dan
sebagainya kedalam terminal.

6) Pemadam Kebakaran

Untuk mencegah kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran diterminal,maka di tempat


tersebut perlu tersedia alat pemadam kebakaran yang selalu siap digunakan. Pada alat
tersebut perlu dilengkapi dengan cara penggunaannya. Penempatan alat tersebut harus
sedemikian rupa sehingga mudah dilihat dan dicapai agar segera cepat digunakan apabila
terjadi suatu kebakaran.

7) Pencahayaan

Di terminal terutama di tempat parkir,pintu masuk dan pintu keluar terminal perlu diberi
pencahayaan yang cukup,untuk tempat ini penerangan minimal yang dianjurkan adalah
10 foot candles.

8) Bangunan Tempat Ibadah

Persyaratan sanitasi bagi rumah ibadah hampir sama dengan bangunan lain akan tetapi
yang perlu diperhatikan adalah penyediaan air yang cukup serta pemeliharaan kebersihan
bangunan.

3. Fasilitas/Sarana Transportasi

a. Penyediaan Air Bersih

Air merupakan kebutuhan pokok manusia,karena dapat digunakan untuk minum,mandi


dan keperluan lainnya.tetapi air dapat pula merupakan media untuk hidup dan
berkembang biaknya bakteri yang dapat menimbulkan penyakit.oleh karena itu air bersih
dalam terminal sangat penting sekali untuk keperluan warung-warung,cuci dan pembersih
kakus/wc umum, yang dimaksud dengan penyediaan air bersih disini adalah : usaha
penyediaan air yang bebas dari kotoran-kotoran serta bebas bibit penyakit yang mungkin
dapat menimbulkan gangguan kesehatan terhadap manusia. Keburuhan akan air bersih ini
sebaiknya dipenuhi dari sumber air PAM. Karena air dari sumber ini kebersihannya
terjamin. Apabila hal ini tidak mungkin, dapat pula diperoleh dari sumur pompa atau
sumur galian asal memenuhi syarat kesehatan.

b. Sarana pembuangan tinja/urinoir dan kamar mandi umum.

Yang dimaksud dengan kakus umum adalah kakus yang diperuntukan bagi umum dan
jumlahnya lebih banyak dan bentuknya lebih besar, disesuaikan dengan kapasitas yang
tampung orinoir adalah suatu bangunan yang khusus sebagai tempat kencing untuk pria.
Diterminal wc umum penting peranannya guna melayani para pengunjung yang ingin
membuang kotorannya tetapi apabila fasilitas ini tidak memenuhi syarat kesehatan akan
mudah menyebabkan terjadinnya penyebaran penyakit menular, terutama penyakit-
penyakit yang menularnya melalui makanan/minuman (Food Born Infection). Disamping
bahaya pencemaran penyakit,wc yang tidak memenuhi syarat kesehatan juga dapat
menimbulkan bahaya kecelakaan, misannya tergelincir. Agar bahaya kesehatan itu dapat
dihindarkan, maka yang penting diperhatikan mengenai wc umum diterminal adalaah :

1) Wc harus memakai leher angsa

Wc umum di terminal perlu memakai leher angsa karena dengan menggunakan leher
angsa tersebut, maka bau tidak bisa keluar karena ditahan oleh air yang tetatap ada disitu.
Dengan demikian tidak akan mengundang kedatangan lalat dan binatang lainnya, lagi
pula kotoran tidak bisa dicapai oleh binatang-binatang penyebar penyakit.

2) Tersedia air bersih yang cukup

Untuk membersihkan harus tersedia air pembersih yang cukup. Bila air pembersih tidak
cukup maka kotoran tidak akan tergelontor sehingga wc akan bau, hal ini mengundang
kedatangan lalat dan binatang lain yang kemudian binatang tersebut dapat menghinggapi
kotoran. Keadaan ini akan berbahaya seperti kolera, typhus perut dan sebagainya.
Penyakit ini dapat dipindahkan lalat keorang lain melalui makanan atau minuman serta
alat-alat yang dihinggapi.

3) Tersedia tempat cuci tangan dan sabun

Adanya perlengkapan ini dimaksudkan untuk mencuci dan membersihkan tangan bagi
orang-orang yang baru selesai menggunakan wc. Hal ini penting terutama demikian bagi
parapenjamah makanan untuk umum. Dengan demikian tangan tidak mencemari
makanan. Makanan yang tercemar akan berbahaya bagi masyarakat konsumen makanan
tersebut.

4) Tersedia tempat khusus untuk memelihara dan merawatnya Untuk menjagah


kebesihan wc tersebut maka perlu ada petugas khusus untuk menjaga kebersihannya.
Ini dimaksudkan agar wc umum itu tetap terpelihara kebersihannya dan tidak menjadi
licin atau mampet. Bila latainnya licin akan dapat menyebabkan terjadinnya
kecelakaan karena tergelincir. Sedangkan bila lubag wc mampet, maka fasilitas
tersebut tidak akan berfungsi lagi.
5) Ada pemisah antara wc wanita dan wc pria

Pemisah ini perlu, karena bila tidak ada pemisah adalalah kurang baik dari segi
tatasusila/kesopanan.

6) Jumlah wc disesuaikan dengan jumlah pengunjung

Untuk tempat umum, pembangunan wc umum perlu disesuaikan dengan jumlah


pengunjung yang datang. Jumlah wc yang ideal tempat umum adalah 1 wc untuk 40
pengunjung wanita dan satu wc urinoir untuk 60 pria. Untuk sebuah terminal, syarat ini
tentang wc umum yang harus dipenuhi menurut direktorat higiene sanitasi departement
kesehatan. Yaitu :

a) Jamban memakai leher angsa


b) Jumlah jamban minimal 2 buah, 1 buah untuk pria dan 1 buah lagi untuk wanita
c) Urinoir bersih
d) Jumlah urinoir minimal 1 buah untuk setiap 25 pengunjung pria rata-rata/hr
e) Pencahanyaan jamban dan urinoir dianjurkan minimal 1 foot candles

7) Terlindung dari pandangan orang lain

Wc umum perlu diberi atap dan dinding agar orang yang menggunakannya merasa aman
karena bebas dari pandangan orang lain. Disamping itu hal ini perlu dari sesuai
kesopanan.

Perlu diperhatikan bahwa jamban tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik agar
udara dalam jamban dapat berganti. Disamping itu jamban/wc perlu diberi penerangan
yang cukup agar tidak menimbulkan kecelakaan bagi orang yag menggunakannya pada
malam hari pencahayaan untuk jamban dan urinoir diajurkan minimal 10 food candles.

c. Pembuangan air kotor

Air kotor dalam terminal umumnya berasal dari air hujan dan air warung-warung, rumah
makan, air kakus/urinoir. Agar terminal tidak becek maka sebaiknya diberi saluran air
disekeliling bangunan. Beberapa hal yang bersifat umum pada saluran kotor diterminal
yang perlu diperhatikan:

1) Jangan menimbulkan genangan air terutama untuk air hujan dihalaman


2) Saluran air pembuangan kotor harus diusahakan sedemikian rupa sehingga air kotor dapat mengalir d
3) Saluran-saluran air kotor harus tertutup dan rapat serangga dan tikus
4) Disamping ruji-ruji atau gawang-gawang pada pangkal dan ujung saluran untuk mencegah masuknya

d. Sarana pembungan sampah

Sampah diterminal umunya berasal dari warung-warung, rumah makan atau kios-kios,
penjual keliling, penumpang dan para karyawan. Untuk menghindari pengotoran oleh
sampah sebaiknya disediakan tong-tong atau bak sampah untuk penyimpanan sementara
yang dibuat dari bahan tahan karat dan memenuhi syarat sebagai tempat sampah yang
saniter, dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan. Penempatannya hendaknya
didekat sumber sampah. Dan sebaiknya juga harus ada tempat pengumpulan sementara
untuk menampung sampah yang belum terangkut dalam sehari. Kebersihan terminal
hendaknya diperhatikan dengan menyapu dua sampai tiga kali sehari.

Pembuangan sampah diterminal yang baik hendaknya dipenuhi dengan memperhatikan


tiga segi yaitu:

a) Segi Estetika

Cara pembuangan sampah harus dapat mengurangi dan menghilangkan pemaandangan


yang tidak enak serta bau-bauan yang tidak sedap.

b) Segi Ekonomi

Pembuangan sampah harus mengurangi kerusakan yang mengakibatkan perlunya


tambahan pengeluaran/biaya untuk perbaikan dan pengeluaran yang lain sehubungan
dengan akibat tidak baiknya pembuangan sampah (misalnya kerusakan jaringan pipa air,
karyawan yang sakit).

c) Segi Hygiene dan Sanitasi

Pembuangan sampah harus dapat dicegah terjadinya perkembang biaknya serangga dan
tikus di terminal, serta tidak mengotori persediaan air minum seperti pada umunya
pembungan sampah pada tempat-tempat umu lainnya. Cara pembuangan sampah
selanjutnya diterminal 3 tahap/fase pembuangan sampah yaitu: tempat
sampah/penampungan sampah, pengumpulan sampah, pembungan sampah ketempat
parkir.

e. Tempat Sampah/Penampungan Sampah


Jenis sampah yang berasal dari terminal dapat dibedakan menjadi dua jenis sampah yaitu
sampah kering dan sampah basah. Oleh karena itu tempat penampungannya harus
disesuaikan dengan jenis sampah tersebut. Untuk sampah kering bisa dari papan bisa,
sedangkan dari logam yang tidak mudah berkarat untuk tempat penampungan sampah
basah. Selain itu syarat-syarat untuk tempat sampah ini adalah sebagai berikut :

a. Mempunyai konstruksi yang kuat


b. Mudah dibersihkan, pengisian dan pengosongan sampah. Untuk ini agar dihilangkan
adanya sudut lancip.

c. Tidak menyulitkan dalam pengangkutan selanjutnya

d. Mempunyai tutup, murah dan tidak sulit untuk mendapatkannya.

f. Pengumpulan sampah

Tempat sampah ini bisanya diletakkan dibagian-bagian tertentu yang sesuai dengan
keadaannya dengan ini berguna untuk menampung sementara sampah yang berasal dari
tempat penyimpanan sampah sementara yang untuk selanjutnya diangkut ke tempat
pembuangan sampah yang telah disediakan oleh pemerintah.

Untuk pembuangan sampah di terminal bis, yang penting diperhatikan adalah disamping
tempat sampah yang perlu memenuhi syarat , juga diperhatikan agar tempat sampah itu
tersedia dalam jumlah yang cukup untuk menampung volume sampah yang ada.
Penempatannya juga harus sedemikian rupa, sehingga memudahkan bagi orang untuk
menggunakannya dan mudah juga bagi petugas sampah mengangkutnya (Kompasiana,
2010).

g. Pembuangan sampah ke tempat akhir.

Dalam tahap ini fasilitas yang digunakan oleh pemerintah dengan menggunakan
kendaraan pengangkutan sampah (truk) yang pengangkutannya dilakukan 1-2 hari sekali
dimana sampah tersebut selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan sampah resmi yang
telah ditentukan oleh dinas kebersihan (Lili Persia, 2010).

h. Fasilitas lainnya
1) Tempat cuci tangan

Harus tersedia tempat cuci tangan yang baik minimal 1 buah yang dilengkapi dengan
sabun dan serbet kain.
2) Telepon Umum

Telepon umum dalam stasiun perlu sekali untuk pengunjung dan sewaktu-waktu
digunakan dalam keadaan bahaya misalnya kebakaran. Penempatannya sebaiknya di
dekat ruang tunggu.

3) Alat pemadam kebakaran

Alat pemadam kebakaran hendaknya disediakan sesuai dengan kebutuhan dan selalu
dalam keadaan siap pakai serta mudah dijangkau oleh umum (Lili Persilia, 2011).

BAB 3

PENUTUP
Kesimpulan

Dari pembahasan yang didapat maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Terminal merupakan tempat berkumpul manusia dari berbagai tempat untuk datang
dan pergi. Oleh karena itu, sanitasi di terminal harus memenuhi persyaratan yang telah
ditetapkan sehingga terminal dapat melindungi, memelihara dan mempertinggi derajat
kesehatan masyarakat terutama masyarakat terminal itu sendiri.

2. Kriteria sanitasi yang baik di terminal bisa dilihat dari lokasi terminal; bangunan
terminal berupa tempat parkir, ruang tunggu, kantor dan loket, fasilitas P3K, pagar
terminal, pemadam kebakaran, pencahayaan, bangunan tempat ibadah; dan
fasilitas/sarana transportasi berupa penyediaan air bersih, sarana pembuangan
tinja/urinoir dan kamar mandi umum, pembuangan air kotor, sarana pembuangan
sampah, fasilitas lainnya (seperti: tempat cuci tangan, telepon umum).

3. Terminal yang memenuhi kriteria sanitasi juga akan memberikan rasa nyaman dan
aman bagi masyarakat terminal itu sendiri serta mendorong para supir angkutan umum
untuk lebih disiplin.

Saran

1. Perlu adanya campur tangan dari pihak pemerintah dalam membangun dan
memperbaiki fasilitas serta menambah fasilitas yang belum lengkap untuk memenuhi
kriteria sanitasi terminal.
2. Bagi pihak penyedia layanan terminal, sebaiknya meningkatkan kualitas dan
manajemen terminal.

3. Sebaiknya masyarakat juga tetap menjaga sanitasi terminal

sehingga terminal tersebut dapat melindungi, memelihara dan mempertinggi derajat


kesehatan masyarakat itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

eprints.ung.ac.id