Anda di halaman 1dari 4

PROSEDUR RESUSITASI

No.Dokumen No. Revisi Halaman


SOP.59/Keb/VIII/2014 - 4/4

STANDAR TANGGAL TERBIT Ditetapkan Oleh :


Direktur RSIA Belleza Kedaton
OPERASIONAL
PROSEDUR

Drg. Bobet Evih Hedi I.R, MMR


PENGERTIAN Resusitasi adalah usaha dalam memberikan ventilasi yang adekuat,
pemberian oksigen dan curah jantung yang cukup untuk menyalurkan
oksigen kepada otak, jantung dan alat-alat vital lainnya.

TUJUAN 1. Memberikan ventilasi yang adekuat


2. Membatasi kerusakan serebi
3. Pemberian oksigen dan curah jantung yang cukup untuk
menyalurkan oksigen kepada otak, jantung dan alat-alat vital
lainnya
4. Untuk memulai atau mempertahankan kehidupan ekstra uteri
WEWENANG 1. Dokter SpA 4. Bidan
2. Dokter SpOG 5. Perawat
3. Dokter Jaga
KEBIJAKAN 1. Dalam pelayanan kebidanan dan kandungan harus mengutamakan
keselamatan pasien (Ibu dan anak)
2. Setiap pelayanan kebidanan harus sesuai dengan SOP yang telah
disepakati
3. Setiap pelayanan harus dilakukan pencatatan dan pelaporan.
PROSEDUR 1. Lakukan penilaian untuk memastikan apakah bayi memerlukan
tindakan resusitasi (indikasi resusitasi)
a. Air ketuban bercampur mekoneum
b. Bayi tidak bernafas atau bernafas megap-megap
c. Bayi lemas atau lunglai/tonus otot
d. Cukup bulan
PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK
2. Jelaskan tentang keadaan bayi dan prosedur resusitasi serta
siapkan lembar persetujuan tindakan orang tua/keluarga
3. Minta keluarga untuk mendampingi saat tindakan resusitasi
PERSIAPAN ALAT
4. Alat pemanas yang siap pakai (Infant Warmer)

*Dilarang menggandakan dokumen ini tanpa seizin RSIA Belleza Kedaton


PROSEDUR RESUSITASI
No.Dokumen No. Revisi Halaman
SOP.59/Keb/VIII/2014 - 4/4

STANDAR TANGGAL TERBIT Ditetapkan Oleh :


Direktur RSIA Belleza Kedaton
OPERASIONAL
PROSEDUR

Drg. Bobet Evih Hedi I.R, MMR


5. Semua peralatan resusitasi dalam keadaan siap pakai dan Sudah di
uji fungsi
a. Sepasang sarung tangan steril
b. Penganjal bahu
c. Helai kain/handuk 2 buah
d. Alat penghisap lendir De Lee atau bola karet
e. Resusitasi set
f. Oksigen dan selang O2
g. Infant Warmer
h. Bengkok
i. Ember tempat kain kotor yang telah dilapisi plastik hitam
j. Jam atau stopwatch dan pencatat waktu
7. Dalam keadaan menggunakan sarung tangan, lakukan langkah
awal resusitasi dalam 30 detik
a. Jaga kehangatan
b. Atur posisi
c. Isap lendir
d. Keringkan dan rangsangan taktil
e. Reposisi
8. Lakukan penilaian apakah bayi menangis atau bernafas spontan
dan teratur
a. Bila bayi menangis, lakukan asuhan pasca resusitasi
1) Jaga kehangatan bayi
2) Asuhan BBL rutin
3) Lakukan pemantauan seksama selama 2 jam pertama
4) Konseling tentang ASI eksklusif
5) Pencatatan/dokumentasi
b. Bila bayi belum menangis, lanjutkan ke penatalaksanaan
selanjutnya
Ventilasi Tekanan Positif (VTP) pada bayi

*Dilarang menggandakan dokumen ini tanpa seizin RSIA Belleza Kedaton


PROSEDUR RESUSITASI
No.Dokumen No. Revisi Halaman
SOP.59/Keb/VIII/2014 - 4/4

STANDAR TANGGAL TERBIT Ditetapkan Oleh :


Direktur RSIA Belleza Kedaton
OPERASIONAL
PROSEDUR

Drg. Bobet Evih Hedi I.R, MMR


9. Persiapan sebelum ventilasi
a. Pastikan bayi dalam posisi yang benar
b. Pastikan jalan nafas bayi bersih
c. Posisi penatalaksana VTP
Posisi sungkup menutupi hidung, mulut dan tepi
daguPerhatikan hal-hal sebagai berikut :
1) Ibu jari, telunjuk dan jari tengah melingkari sebagian besar
sungkup sedangkan jari manis dan kelingking mengangkat
dagu ke depan/ menarik lembut mandibula ke arah sungkup
untuk mempertahankan jalan nafas terbuka.
2) Jangan menekan paksa sungkup pada wajah. Tekanan
terlalu besar dapat membuat wajah memar
Jangan sampai jari-jari anda mengenai mata bayi
10. Ventilasi percobaan (2 kali) dengan tekanan 30 cm air, sambil
mengamati gerakan dada bayi
a. Bila dada tidak mengembang
1) Periksa posisi kepala, pastikan posisinya sudah benar
2) Periksa ulang apakah jalan nafas tersumbat cairan atau
lendir, bila ada hisap kembali
3) Pastikan tidak terjadi kebocoran alat
4) Periksa pemasangan dan perlekatan sungkup
b. Bila dada mengembang, lakukan tahap berikutnya. Berikan
ventilasi definitif
1) Berikan ventilasi dengan tekanan 20 cm air
2) Kecepatan ventilasi 20 kali dalam 30 detik
11. Lakukan penilaian
a. Bila bayi sudah bernafas normal, hentikan ventilasi secara
bertahap
1) Lihat apakah ada retraksi dinding dada bawah
2) Hitung frekuensi pernafasan, jika > 40 per menit dan tidak

*Dilarang menggandakan dokumen ini tanpa seizin RSIA Belleza Kedaton


PROSEDUR RESUSITASI
No.Dokumen No. Revisi Halaman
SOP.59/Keb/VIII/2014 - 4/4

STANDAR TANGGAL TERBIT Ditetapkan Oleh :


Direktur RSIA Belleza Kedaton
OPERASIONAL
PROSEDUR

Drg. Bobet Evih Hedi I.R, MMR


ada retraksi berat
a) Jangan ventilasi lagi
b) Berikan oksigen aliran bebas 5-10L/menit
c) Asuhan BBL rutin (bungkus tali pusat, beri salep mata,
suntik vit K, letakkan bayi dengan kontak kulit ke kulit
pada dada ibu, 1 jam kemudian suntik Hepatitis B
d) Pantau setiap 15 menit untuk pernafasan dan
kehangatan dalam 2 jam pertama
e) Jelaskan pada keluarga bahwa bayinya kemungkinan
besar akan membaik
f) Jangan tinggalkan bayi sendiri
12. Bila bayi tidak bernafas atau megap-megap, lanjutkan VTP
Lakukan ventilasi lanjutan (20kali dalam 30 detik)
13. Evaluasi kembali setelah 30 detik
a. Bila bayi sudah mulai bernafas normal
1) Hentikan ventilasi secara bertahap
2) Berikan oksigen aliran bebas 5-10L/menit
3) Pantau bayi  berikan asuhan pasca resusitasi
b. Bila bayi tidak bernafas atau megap-megap, teruskan ventilasi
lanjutan  nilai kembali setelah 30 detik
14. Konsultasikan tindakan kepada dokter untuk langkah selanjutnya
UNIT TERKAIT 1. HCU/ PICU/NICU 3. Rekam Medik
2. Rawat Inap

*Dilarang menggandakan dokumen ini tanpa seizin RSIA Belleza Kedaton