Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Antibiotika adalah senyawa kimia khas yang dihasilkan oleh organisme hidup,

termasuk turunan senyawa dan struktur analognya yang dibuat secara sintetik, dan

dalam kadar rendah maupun menghambat proses penting dalam kehidupan satu spesies

atau lebih mikroorganisme. Antibiotika digunakan untuk mengobati berbagai jenis

infeksi akibat kuman atau juga untuk prevensi infeksi, misalnya pada pembedahan

besar Menurut penelitian yang dilakukan Hidayat et al. (2017) antibiotika yang paling

sering digunakan adalah ceftriaxone. (Siswandono,2016)

Ceftriaxone merupakan antibiotika turunan sefalosporin generasi ketiga.

Turunan Sefalosporin termasuk antibiotika beta-laktam yang memiliki spektrum

antibakteri yang luas. Ceftriaxone terutama digunakan untuk pengobatan infeksi pada

saluran seni, saluran napas, saluran empedu, infeksi pada abdominal, kulit, tulang,

sendi, jaringan lunak serta untuk pencegahan infeksi sebelum dan sesudah operasi.

Ceftriaxone tersedia sebagai garam disodium, ceftriaxone untuk injeksi harus

direkonstitusi dengan air steril untuk injeksi atau larutan parenteral (Sodium chloride

0,9%, dextrose 5%, dextrose 10%, Bacteriostatic water for injection(benzyl alcohol

0,9%), Lidocaine HCl 1%9without epinephrine) pada saat digunakan, dan larutan ini
biasanya diberikan melalui infus intravena atau injeksi intramuskular. Ceftriaxone

stabil disimpan 24 jam pada suhu 23C, 10 hari pada suhu 4C, 26 minggu pada suhu

-20C (Siswandono,2016; Diego, 2016; Trissel,2013)

Stabilitas senyawa obat didefinisikan sebagai sejauh mana suatu produk

mempertahankan sifat dan karakteristik yang sama yang dimiliki pada saat

pembuatannya selama dalam batas yang ditentukan dan periode penyimpanan dan

penggunaannya. Karakteristik ini terkait dengan spesifikasi kimia (hidrolisis, oksidasi,

dan fotolisis), fisik , mikrobiologi, terapeutik dan toksikologi. Karakteristik ini harus

dijaga selama masa batas penyimpanannya agar tidak terjadi reaksi kimia, perubahan

fisik (penampilannya, sifat organoleptik, kekerasan, kerapuhan, dan ukuran partikel),

terkontaminasi mikroorganisme, efek terapeutik menurun dan efek toksik meningkat.

Temperatur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas antibiotik

Peningkatan suhu biasanya menyebabkan peningkatan laju hidrolisis obat yang

mengakibatkan penurunan efektifitas antibiotik tersebut. (Cantón,1993; Sultana,2018;

Naveed,2016)

Perekonstitusian yang tidak tepat akan terjadinya penurunan kestabilan

antibiotik tersebut sehingga adanya penurunan efektifitas. Oleh karena itu, pada

penelitian ini akan dilakukan uji stabilitas ceftriaxone dengan melihat adanya degradasi

setelah larutan di rekonstitusi selama 24 jam dibuka pada suhu ruangan. Ceftriaxone

yang telah direkonstitusi akan diamati pada waktu yang berbeda-beda (0 , 1 jam, 3 jam,

6 jam, 12 jam dan 24 jam) selama 24 jam dibuka pada suhu ruangan dengan
menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Analisis statistik

menggunakan ANOVA.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Apakah ada terjadi degradasi ceftriaxone iv admixture setelah direkonstitusi

dengan dextrose 5% selama 24 jam dibuka pada suhu ruangan di Indonesia?

1.3 HIPOTESIS

Ada terjadinya degradasi ceftriaxone iv admixture setelah direkonstitusi dengan

dextrose 5% selama 24 jam dibuka pada suhu ruangan di Indonesia

1.4 TUJUAN PENELITIAN

Untuk mengetahui adanya informasi tentang kestabilan ceftriaxone iv

admixture yang telah direkonstitusi dengan dextrose 5% selama 24 jam dibuka

pada suhu ruangan di Indonesia.

1.5 MANFAAT PENELITIAN

Mengetahui stabilitas ceftriaxone setelah direkonstitusi dengan dextrose 5%

selama 24 jam dibuka pada suhu ruangan di Indonesia.


1.6 KERANGKA KONSEPTUAL

Penyakit infeksi banyak terjadi di negara berkembang

Obat yang paling banyak digunakan untuk menyembuhkan penyakit infeksi adalah antibiotik

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan resistensi

Escherichia coli resisten terhadap antibiotik, yaitu ampisilin, kotrimoksazol,


kloramfenikol, siprofloksasin, dan gentamisin

Farmasi bertanggung jawab untuk menjamin mutu dari antibiotik tersebut

Antibiotik yang paling banyak digunakan di rumah sakit adalah ceftriaxone

Ceftriaxone direkonstitusi dengan Sodium chloride 0,9%, dextrose 5%, dextrose 10%,
Bacteriostatic water for injection(benzyl alcohol 0,9%), Lidocaine HCl 1%9without
epinephrine)

apabila diproses rekonstitusi dan pemberian terjadi kesalahan penyimpanan akan


terjadinya resistensi

Oleh karena itu ingin dilakukan untuk mengetahui adanya degradasi ceftriaxone setelah
direkonstitusi dengan dextrose 5% selama 24 jam dibuka pada suhu ruangan

Ceftriaxone yang telah direkonstitusi disimpan selama 24 jam dibuka pada suhu
ruangan dan setiap jam ke 0,1,3,6,12,24 akan diambil

Kadar ceftriaxone diamati menggunakan KCKT

ANOVA