Anda di halaman 1dari 3

Tinjauan Pustaka

Penilaian alur luka untuk menentukan penyebab kematian

Mistar Ritonga
Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/RSUP H. Adam Malik Medan

ABSTRAK
Istilah alur luka sering dipakai dalam menjelaskan mekanisme dari penyebab kematian itu. Manfaat penilaian alur luka, selain
untuk menentukan penyebab kematian, juga membantu penyidik dalam menentukan pelaku utama yang menyebabkan
kematian korban, terutama bila peristiwa tersebut dilakukan oleh banyak senjata dan atau oleh banyak pelaku. Kata kunci :
trauma; alur luka; penyebab kematian

ABSTRACT
The gully injury is often used in explaning the macanisme of the death in establishing etiology of the death. The benefits of
injury gully value, besides to determine the cause of death, at also to assist the investigation of the death in establishing the
main actor when causing the victim dead, particularly is the incident was executed by many kind of fools and or actors.
Keywords : trauma; injury gully; cause of death

PENDAHULUAN Trauma
Traumatologi berasal dari kata trauma dan logos. Trauma Pengertian dari trauma yaitu, kekerasan yang mengenai
berarti kekerasan atas jaringan tubuh yang hidup (living tissue), tubuh seseorang dapat menimbulkan efek pada fisik
sedangkan logos berarti ilmu. ataupun psikisnya.
Traumatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang luka Dalam ilmu kedokteran forensik efek fisik berupa luka-luka
dan cedera serta hubungan berbagai kekerasan (rudapaksa), yang ditemukan dalam tubuh/fisik korban lebih diperiksa
sedangkan yang dimaksud dengan luka adalah suatu keadaan dengan teliti. Ditinjau dari berbagai sudut dan kepentingan, luka
yang tidak sinambungan jaringan tubuh akibat kekeran.1 itu sendiri dapat diklasifikasikan berdasarkan 2:
Pemeriksaan yang paling banyak dilayani dokter untuk A. Etiologi
vissum et repertum adalah untuk korban yang mengalami 1. Trauma mekanik
trauma (cedera), baik yang masih hidup, atau yang a) Luka memar (bruise, contusion)
meninggal dunia. b) Luka lecet (abration)
Berbeda dengan pelayanan luka untuk penyembuhan, c) Luka robek (laceration)
untuk visum seorang dokter melayaninya bagi kepentingan d) Patah tulang pergeseran sendi (fracture,
medicolegal. Dimana dokter memeriksa dan merekam dislocation)
pendapat tentang hubungan sebab akibat, karena 2. Kekerasan tajam
pemeriksaan yang menyeluruh dan menentukan proses a) Luka sayat (incised wound)
hukum di pengadilan nanti. b) Luka tusuk, tikam (punctured wound)
Diperlukan kejelasan mengenai jenis trauma, alat yang c) Luka bacok (chopped wound)
digunakan, hubungan sebab akibat, perkiraan umur luka 3. Luka tembak (fire arm wound)
serta derajad kualifikasi luka.
Pada orang mati ditambah dengan penentuan sebab, II. Trauma thermis (suhu)
cara dan mekanisme kematiannya.2 1. Temperatur panas
a) Terpapar suhu panas (heat stroke, heat
exhaustion, heat cramp)

The Journal of Medical School, University of Sumatera Utara | 163


Mistar Ritonga

b) Benda panas (luka bakar dan scald) maka pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, hanya luarnya
2. Temperatur dingin saja (yang nampak secara fisik dan kasat mata secara umum),
a) Terpapar dingin (hipothermia) yang berarti pula kesimpulan yang diambilnya tidak sempurna.
b) Efek local (frost bite) Satu contoh misalnya,: apabila terdapat seseorang yang
meninggal karena peristiwa penganiyaan, maka terdapat
III. Trauma kimiawi kemungkinan seseorang tersebut dibunuh terlebih dahulu,
1. Zat korosif kemudian baru dianiaya atau mungkin sebaliknya dianiaya
2. Zat iritatif dahulu sehingga orang tersebut menjadi meninggal. Untuk
memastikan keduanya, hanya dapat dilakukan melalui
IV. Trauma listrik, radiasi, ledakan dan petir. bedah mayat (autopsi).1-5
B. Derajad kualifikasi luka Kaisar Julius terbunuh oleh anggota senat kerajaan
1. Luka ringan Romawi. Dokter Antisius yang diminta untuk melakukan
2. Luka sedang pemeriksaan jenazah menyatakan bahwa dari 23 luka yang
3. Luka berat ditemukan, hanya luka yang menembus jantungnya saja
C. Medikolegal menjadi penyebab kematian.
1. Perbuatan sendiri (suicide), kadang dijumpai Oleh banyak peneliti, kasus ini diklaim sebagai kasus
luka percobaan (tentative wound) hukum pertama yang memanfaatkan ilmu kedokteran.3
2. Perbuatan orang lain (homicide), kadang dijumpai Dalam penilaian alur luka, sering dikaitkan pada kasus
luka tangkis (defence wound) trauma mekanik yang memiliki kedalaman luka, yang menyen-
3. Kecelakaan (accidental). tuh organ-organ vital di dalam tubuh (di bawah jejas
D. Waktu Kematian permukaan tubuh), khususnya pada kasus trauma tajam (luka
1. Ante mortem tusuk) dan trauma tembak.4
2. Post mortem Luka tikam/luka tusuk (stab wound) adalah, luka yang
disebabkan oleh alat dengan ujung yang runcing dengan mata
Pengertian tentang trauma (injury) dari aspek tajam atau tumpul atau alat dengan ujung yang runcing dengan
medikolegal sedikit berbeda dengan pengertian medis. penampang bulat, segi tiga dengan cara menusukkan, dengan
Dimana pengertian medis menyatakan bahwa trauma atau tekanan tegak lurus atau serong dari tubuh, sehingga masuk ke
perlukaan adalah hilangnya kontinuitas dari jaringan, dalam jaringan tubuh.4
sedangkan secara medicolegaltrauma adalah pengetahuan Perlu diperiksa dengan sangat teliti, perjalanan dari luka
tentang alat atau benda yang dapat menimbulkan gangguan yang menembus permukaan tubuh dan menyentuh organ-
kesehatan seseorang. Artinya, orang sehat yang tiba-tiba organ vital di bawah luka, dalam kasus luka tikam dikenal
mengalami gangguan kesehatan akibat efek dari alat atau ada 2 jenis yaitu :1
benda yang dapat menimbulkan kecederaan. 1. Luka penetrasi, merobek kulit dan jaringan, lalu masuk ke
Aplikasinya dalam pelayanan kedokteran forensik rongga tubuh seperti rongga toraks, abdomen, dll. Dengan
adalah untuk membuat terang suatu tindak kekerasan yang demikian maka luka hanya merupakan tempat masuk.
terjadi pada seseorang. Oleh karena itu, sangatlah penting 2. Luka perforasi, merobek jaringan tubuh manusia sampai
bagi seorang dokter, terutama ahli forensik untuk memahami menembus dari satu sisi ke sisi lainnya, disebut luka
arti dari trauma.2 perforasi.
Demikian halnya juga pada kasus-kasus luka tembak (luka
Alur luka yang disebabkan adanya penetrasi anak peluru dengan tubuh).
Mempelajari alur luka adalah, salah satu bagian yang Jika anak peluru mengenai tubuh, maka kelainan yang
sangat penting dalam ilmu forensik, terutama di dalam terjadi merupakan resultante dari banyak faktor. Pada
menjelaskan mekanisme kerja dari alat yang digunakan bagian tubuh tempat masuknya anak peluru, bagian tubuh
yang dapat menimbulkan suatu masalah pada tubuh, sebelah dalam dan bagian tubuh tempat keluarnya anak
bahkan di dalam menentukan penyebab kematian. peluru bentuk kelainannya tidak sama, karena faktor-faktor
Dalam kasus trauma mekanik (trauma yang disebabkan yang mempengaruhinya berbeda-beda.
oleh unsur-unsur mekanik) penentuan alur luka dapat Pada kasus luka tembak, perlu sekali diperhatikan hal-hal :5
dilakukan dengan pemeriksaan bedah mayat.1 1. Luka tembak masuk (LTM)
Pembedahan mayat menjadi sebuah keharusan apabila 2. Saluran anak peluru
dilakukan terhadap seseorang yang meninggal akibat peristiwa 3. Luka tembak keluar (LTK)
pidana atau setidak-tidaknya terdapat indikasi adanya kejahatan Bila peluru di dalam tubuh tidak terbentur dengan organ
dalam proses kematian itu. Sebab tanpa dilakukannya autopsi, yang keras (tulang), maka saluran luka tembak masuk dan

164 | Majalah Kedokteran Nusantara • Volume 46 • No. 3 • Desember 2013


Penilaian alur luka untuk menentukan penyebab kematian

luka tembak keluar akan lurus. Tetapi bila berbenturan pemeriksaan dalam. Dan penilaian pemeriksaan dalam
dengan organ yang keras seperti tulang maka saluran anak tersebut mempunyai makna penting di dalam menentukan
peluru dapat berbelok. Kelainan yang terjadi disini lebih penyebab kematian.
disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :6 Oleh karena jejas-jejas luka yang dijumpai pada pemerik-
a. Gaya kinetik anak peluru atau proyektil saan luar, belum tentu dapat dibuktikan (tanpa pemeriksaan
b. Penyebaran gaya kinetik ke jaringan sekitarnya dalam dan mencari alur luka) untuk mengetahui dengan pasti
c. Gerakan giroskopik anak peluru penyebab kematian korban. Maksudnya, apakah luka tersebut
berakibat fatal (seperti menimbulkan perdarahan yang hebat
Penyebab kematian dan merusak organ vital atau hanya sebatas luka yang dapat
Penyebab kematian pada peristiwa luka / trauma tikam pulih/disembuhkan) atau tidak, sehingga sangat diperlukan
dan luka / trauma tembak adalah :7 penelusuran alur luka dari setiap jejas luka (khususnya trauma
a. Kerusakan pada organ vital tubuh tajam dan trauma tembak).
b. Perdarahan dari pembuluh darah yang mengalami cedera Pendapat seorang ahli sangat membantu di dalam
c. Infeksi penilaian hubungan alur luka dengan penyebab kematian
Perlu diperhatikan dengan seksama organ-organ mana korban. Terutama membantu dalam mengarahkan dugaan
saja yang dilintasi oleh benda yang menembus permukaan pelaku utama dan pelaku pembantu (tambahan) pada tindak
tubuh (baik pada luka tusuk, maupun pada luka tembak), agar kekerasan tersebut.
dapat dipastikan, faktor utama dari penyebab kematian dan
luka tusuk atau luka tembak (bila dijumpai beberapa luka tusuk DAFTAR PUSTAKA
atau dan luka tembak di permukaan tubuh), yang mana yang 1. Dahlan S. Ilmu kedokteran forensik pedoman bagi dokter
paling beresiko dalam mengakibatkan kematian. Sehingga dan penegak hukum. 3rd ed. Semarang: 2004. p. 34-9.
dapat membantu penyidik dalam menentukan pelaku utama 2. Amir A. Ilmu kedokteran dorensik. 2nd ed. Medan:
yang menyebabkan kematian dan pelaku tambahan yang Penerbit Ramadhan; 2004. p. 15-7.
hanya mencederai korban, meski di tubuh korban dijumpai 3. Amir A. Autopsi medikolegal. 2nd ed. Medan: Penerbit
banyak luka tusuk atau luka tembak. Ramadhan; 2004. p. 55-67.
Penyebab kematian yang paling sering adalah cedera 4. Hamdani Njowito. Ilmu kedokteran kehakiman. 2nd ed.
pada organ vital tubuh.7 Jakarta; PT GRAMEDIA pustaka utama’ 1992. p. 90-9.
5. Wilham D. Ilmu kedokteran forensik [Thesis]. [Jakarta]:
KESIMPULAN Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 1997.
Menentukan penyebab kematian adalah salah satu 6. Idries MA. Pedoman ilmu kedokteran forensik. 1st ed.
sumbangsih seorang dokter atau ahli kedokteran kehakiman. Jakarta: Gramedia; 1997. p. 77-90.
Dalam menentukan penyebab kematian, pada kasus yang 7. Chada PV. In: Hutauruk Johan, editor. Ilmu forensik dan
diakibatkan oleh unsur kekerasan mekanik (terutama trauma toksikolog. 5th ed. Jakarta: Widya Medika; 1995. p. 99-103.
tajam dan trauma tembak), sangat diperlukan tindakan

The Journal of Medical School, University of Sumatera Utara | 165