Anda di halaman 1dari 81

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Meningkatnya taraf hidup di masyarakat terutama di negara berkembang

dan di kota- kota besar membawa perubahan bagi pola hidup dari individu

( Gusti . 2015). Perubahan pola hidup tersebut membawa perubahan pada pola

penyakit yang ada, terutama pada penyakit yang berhubungan dengan gaya

hidup seseorang sehingga Kondisi tersebut dapat membawa penyakit- penyakit

seperti: gagal jantung koroner, hipertensi, dan diabetes militus ( DM) dan

penyakit degeneratif metabolik lainnya. (Fauzi, Isma, 2014). DM sering

ditemukan dengan kondisi sudah terjadi komplikasi hal ini dapat terjadi karena

adanya ketidak efektifan pemeliharaan kesehatan pada penderita DM di dalam

keluarga. Hal tersebut dilihat dari pola hidup yang tidak sehat seperti

mengonsumsi mkanan yang tinggi lemak dan tidak berolahraga yang cukup

berarti keluarga tidak mampu merawat tentang penanganan diabetes militus.

(Gusti, S. (2013)

Diabetes mellitus ( DM) merupakan satu dari empat penyakit yang tidak

menular. Penyakit DM dapat berakibat pada kematian, tiga penyakit lainnya

adalah penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit kanker dan penyakit

paru paru kronik (magfirah, 2013). Hasil riset kesehatan International Diabetes

Federation (2013) juga berpendapat bahwa jumlah penderita Diabetes Mellitus

pada tahun 2013 telah mencapai 366 juta orang. Jika tidak ada tindakan yang

1
dilakukam, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 552 juta pada

tahun 2030. DM telah menjadi penyebab dari 4,6 juta kematian. Selain itu

pengeluaran biaya kesehatan untuk Diabetes Mellitus telah mencapai 465

miliar . International Diabetes Federation (IDF) Memperkirakan bahwa

sebanyak 183 juta orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap DM.

Menurut WHO ( Word Health Organization ) memperkirakan kenaikan jumlah

penderita DM di Indonesia terdapat dari 8.4 juta jiwa pada tahun 2018 menjadi

sekitar 23.3 juta jiwa pada tahun 2030. (Riskesdas.2018) terjadi peningkatan

penyakit DM , antara lain terdapat sebanyak 8,5 juta jiwa menderita penyakit

diabetes militus untuk usia < 15 tahun dan sebanyak 10,9% juta jiwa yang

menderita penyakit DM untuk usia > 15 tahun. (RISKESDAS.2018)

Penyakit Diabetes Militus ( DM ) dapat disebabkan karena setres,

heriditer dan gaya hidup yang tidak sehat, dari beberapa keluarga dengan

salah satu anggota keluarga yang menderita DM datang ke fasilitas pelayanan

kesehatan dalam kondisi sudah terjadi komplikasi. (Magfirah.2013) hal ini

terjadi karena keluarga tidak mengetahiu prnyakit DM dengan baik dan benar

oleh sebab itu hal ini dapat memperpanjang masa kesakitan bagi penderita, di

dalam kelurga juga dapat mempengaruhi peranan serta ekonomi yang semakin

menurun jika salah satu keluarga tidak bisa bekeja. keluarga yang tidak

mampu mengenal penyakit DM dan tidak bisa melakukan pemeliharaan

kesehatan, dapat menyebabkan komplikasi antara lain : penyakit jantung,

setruk,retinopi diabetes dan gagal ginjal ( Gusti, S. 2013).

Diabetes mellitus (DM) dapat dicegah agar tidak terjadi komplikasi,

dengan cara mengendalikan faktor risiko yang ada, yaitu dengan cara keluarga

2
mampu untuk mengenal masalah DM, selain itu keluarga juga harus memiliki

kemampuan untuk melakukan dan upaya untuk lebih mengenal penyakit

Diabetes Militus (DM), dan di butuhkan keyakinan keluarga untuk

meningkatkan atau memperbaiki kesehatan dan berpartisipasi dalam

perawatan yang akan dilakukan oleh dalam memutuskan perawatan kesehatan

serta Prilaku kepatuhan diet dalam keluarga harus di terapkan ( IPPKI.2017 )

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belang di atas maka dapat di rumuskan permasalahan

sebagai berikut:” Bagaimanakah Asuhan Keperawatan Ketidakefektifan

Pemeliharaan Kesehatan Pada Diabetes Militus?”

1. Tujuan Penelitian

a. Tujuan Umum

untuk mempelajari bagaimana Asuhan Keperawatan Keluarga

Dengan Masalah Tidak Efektifan Pemeliharaan Kesehatan Pada Kasus

Diabetes Militus

b. Tujuan Khusus

1) Melakukan pengkajian dan interpretasi data asuhan keperawatan

keluarga dengan masalah kesehatan penyakit DM

2) Menetapkan diagnosa keperawata keluarga dengan masalah kesehatan

penyakit DM

3) Melakukan rencana keperawatan keluarga dengan masalah kesehatan

penyakit DM

4) Melakukan tindakan keperawatan keluarga dengan masalah kesehatan

penyakit DM

3
5) Melakukan evaluasi keperawatan keluarga dengan masalah kesehatan

penyakit DM

C. Manfaat

1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi atau acuan untuk

mengembangkan ilmu keperawatan terutama tentang asuhan keperawatan

keluarga pada salah satu anggota keluarga penderita diabetes mellitus

dengan masalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Tenaga Kesehatan

Meningkatkan keterampilan bagi tenaga kesehatan dalam

menangani keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga

penderita diabetes mellitus dengan masalah ketidakefektifan

pemeliharaan kesehatan.

b. Bagi Pelayanan Kesehatan

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan dalam

asuhan keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga penderita

diabetes mellitus dengan masalah ketidakefektifan pemeliharaan

kesehatan.

c. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai tambahan referensi dan informasi dalam hal kepustakaan

dan dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi mahasiswa tentang

asuhan keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga penderita

4
diabetes mellitus dengan masalah ketidakefektifan pemeliharaan

kesehatan.

d. Bagi Klien

Sebagai tambahan pengetahuan pada klien tentang asuhan

keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga penderita

diabetes mellitus dengan masalah ketidakefektifan pemeliharaan

kesehatan.

e. Bagi Keluarga

Sebagai tambahan pengetahuan pada keluarga tentang asuhan

keperawatan keluarga pada salah satu anggota keluarga penderita

diabetes mellitus dengan masalah ketidakefektifan pemeliharaan

kesehatan.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Keperawatan Keluarga

1. Definisi

Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan,

kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan

budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta

social dari tiap anggota keluarga. (Gusti, 2013)

keluarga adalah dua atau lebih dari individu yang tergabung karena

adanya hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan

mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di

dalam perannya masing – masing menciptakan serta mempertahankan

kebudayaannya ( Sudiharto,2007 )

2. Tipe Keluarga

Menurut (Gusti, 2013) tipe keluarga ada 12 yaitu :

a. Commune family

Adalah lebih dari satu keluarga tanpa pertalian darah hidup serumah

b. Cohabiting couple

Orang tua (ayah dan ibu) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak

hidup bersama dalam satu rumah tangga

c. Homoseksual

Adalah dua individu yang sejenis hidup bersama dalam satu rumah

tangga

6
d. The unmarriedteenge mother

Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari

hubungan tanpa nikah

e. The stepparent family

Keluarga dengan orang tua tiri

f. The non marital heterosexual cohabiting family

Keluarga yang hidup bersama dan berganti – ganti pasangan tanpa

melalui pernikahan

g. Grup marriage family

Beberapa orang dewasa menggunakan alat rumah tangga bersama yang

saling merasa sudah menikah, berbagai sesuatu sexual dan membesarkan

anaknya

h. Grub network family

Kelurga inti yang dibatasi aturan atau nilai – nilai hidup bersama atau

berdekatan satu sama lainnya dan saling menggunakan barang – barang

rumah tangga bersama, pelayanan dan tanggungjawab membesarkan

anaknya

i. Foster family

Keluarga menerima anak yang tidaka da hubungan keluarga atau

saudaradidalam waktu sementara, pada saat orang tua anak tersebut perlu

mendapatkan bantuan untuk menyatukan kembali keluarga asalnya.

7
j. Homeless family

Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang

permanen karena kritis personal yang dihubungkan dengan keadaan

ekonomi dan atau problem kesehatan mental

k. Gang

Seluruh keluarga yang distruktif dari orang – orang muda yang mencari

ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian tetapi

berkembang dalam kekerasan dan criminal dalam kehidupannya.

3. Fungsi Keluarga

Menurut (Sudiharto, 2007) fungsi keluarga di bedakan menjadi lima yaitu:

1) Fungsi afektif

Adalah fungsi internal keluarga untuk pemenuhan kebutuhan

psikososial. Saling mengasuh dan memberikan cinta kasih, serta saling

menerima dan mendukung.

2) Fungsi sosialisasi

Adalah proses perkembangan dan perubahan individu keluarga,

tempat anggota keluargaberinteraksi social dan belajar berperan

dilingkungan social.

3) Fungsi reproduksi

Adalah fungsi keluarga meneruskan kelangsungan keturunan dan

menambah sumber daya manusia.

4) Fungsi ekonomi

Adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga

seperti sandang, pangan dan papan.

8
5) Fungsi perawatan kesehatan

Adalah kemampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga

yang mengalami masalah kesehatan.

4. Tugas Perkembangan Keluarga

Menurut (Sudiharto, 2007) tugas perkembangan ada 8 tahap yaitu:

a. Tahap 1, pasangan baru menikah (keluarga baru)

Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini adalah membina

hubungan perkawinan yang saling memuaskan, membina hubungan

harmonis dengan saudara dan kerabat dan merencanakan keluarga

(termasuk merencanakan jumlah anak yang diinginkan).

b. Tahap 2, menanti kelahiran (child bearing family) atau anak tertua adalah

bayi berusia kurang dari 1 bulan

Tugas perkembangan keluarga apda tahap ini adalah menyiapkan

anggota keluarga baru (bayi dalam keluarga), membagi waktu untuk

individu, pasangan dan keluarga

c. Tahap 3, keluarga dengan anak pra sekolah atau anak tertua 2,5 tahun

samapi dengan 6 tahun

Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini adalah menyatukan

kebutuhan masing – masing anggota keluarga antara lain ruang atau

kamar pribadi dan keamanan, mensosialisasikan anak – anak,

menyatukan keinginan anak – anak yang berbeda, dan mempertahankan

hubungan yang sehat dalam keluarga.

9
d. Tahap 4, keluarga dengan anak sekolah atau anak tertua berusia 7 – 12

tahun

Tugas perkembangan pada tahap ini adalah mensosialisasikan anak

– anak termasuk membantu anak – anak mencapai prestasi yang baik

disekolah, membantu anak – anak membina hubungan dengan teman

sebaya, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan dan

memenuhi kebutuhan kesehatan masing – masing anggota keluarga.

e. Tahap 5, keluarga dengan remaja atau dengan anak tertua berusia 13 – 20

tahun

Tugas perkembangan pada tahap ini adalah mengimbangi

kebebasan remaja dengan tanggungjawab yang sejalan dengan maturitas

remaja, memfokuskan kembali hubungan perkawinan dan melakukan

komunikasi yang terbuka diantara orang tua dengan anak – anak remaja

f. Tahap 6, keluarga dengan anak dewasa (pelepasan)

Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini adalah menambah

anggota keluarga dengan kehadiran anggota keluarga yang baru melalui

pernikahan anak – anak yang telah dewasa, menata kembali hubungan

perkawinan, menyiapkan datangnya proses penuaan, termasuk timbulnya

masalah – masalah kesehatan.

g. Tahap 7, keluarga usia pertengahan

Tugas perkembangan pada tahap ini adalah mempertahankan

kontak dengan anak dan cucu, memperkuat hubungan perkawinan, dan

meningkatkan usaha promosi kesehatan.

10
h. Tahap 8, keluarga usia lanjut

Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini adalah menata

kembali kehidupan yang memuaskan, menyesuaikan kehidupan dengan

penghasilan yang berkurang, menerima kehilangan pasangan,

mempertahankan konta dengan masyarakat dan menemukan arti hidup

5. Tingkat Kemandirian

Menurut (Depkes, 2006) terdapa ada 4 tingkat kemandirian keluarga yaitu :

a. Keluarga mandiri tingkat I

1) Menerima petugas perawatan kesehatan

2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan

rencana keperawatan

b. Keluarga mandiri tingkat II

1) Menerima petugas perawatan kesehatan.

2) Menerima pelayanan keperawatan yang dibrikan sesuai dengan

rencana Keperawatan

3) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar

4) Melakuka perawatan sederhana sesuai dengan yang dianjurkan

c. Keluarga mandiri tingkat III

1) Menerima petugas perawatan kes.

2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan

rencana keperawatan

3) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar

4) Melakukan perawatan sederhana sesuai dengan yang di anjurkan

5) Memanfaatkan fasilitas yankes secara aktif

11
6) Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif

d. Keluarga mandiri Tingkat IV

1) Menerima petugas perawatan

2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan

rencana keperawatan

3) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar

4) Melakukan perawatan sederhana sesuai dengan yang dianjurkan

5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif

6) Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif

7) Melaksanakan tindakan promotif secara aktif

6. lima tugas keluarga

a. Mengenal masalah kesehatan

Kesehatan merupakan bagian dari kebutuhan keluarga yang tidak

boleh di abaikan, karna kesehatan berperan penting dalam keluarga

b. Memutuskan tindakan yang tepat bagi keluarga

Peran ini merupakan upaya keluarga untuk mencari pertolongan

yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga adapun klarifikasi nya adalah:

1) Apakah masalah dirasakan oleh keluarga ?

2) Apakah kepala keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang di

hadapi salah satu anggota keluarga ?

3) Apakah kepala keluarga takut akibat dari terapi yang di lakukan

terhadap salah satu anggota keluarga nya ?

4) Apakah kepala keluarga percaya pada petugas kesehatan ?

12
5) Apakah keluarga mempunyai kemampuan untuk menjangkau fasilitas

kesehatan ?

c. Memberikan perawatan pada keluarga yang sakit

Suprajitno (2004) menyatakan bahwa keluarga memiliki

keterbatasan dalam mengatasi masalah keperawatan keluarga, untuk

mengetahui yang dapat di kaji yaitu :

1) Apakah keluarga aktif dalam ikut merawat pasien ?

2) Bagaimana keluarga mencari pertolongan dan mengerti tentang

perawatan yang di perlukan pasien ?

3) Bagaimana sikap keluarga terhadap pasien ?

d. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga

1) Pengetahuan keluarga tentang sumber yang di miliki di sekitar

lingkungan rumah

2) Pengetahuan tentang penting nya sanitasi lingkungan dan manfaat nya

3) Kebersamaan dalam meningkat kan dan memelihara lingkngan rumah

yang menunjang kesehatan

e. Menggunakan pelayanan kesehatan

Untuk mengetahui kemampuan keluarga dalam memanfaatkan

sarana kesehatan yang perlu di kaji tentang :

1) Pengetahuan keluarga tentang fasilitas kesehatan yang dapat di

jangkau keluarga

2) Keuntungan dari adanya fasilitas kesehatan

3) Kepercayaan keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang ada

4) Apakah fasilitas kesehatan dapat terjangkau oleh keluarga

13
7. Implikasi Dalam Keperawatan Keluarga

a. Peran Keluarga (Sudiharto, 2007)

1) Ayah

Ayah sebagai pemimpin keluarga mempunyai peran sebagai

pencarai nafkah, pendidik, pelindung / penganyom, pemberi rasa

aman bagi setiap anggota keluarga dan juga sebagai anggota

masyarakat kelompok social tertentu.

2) Ibu

Ibu sebagai pengurus rumah tangga dan pendidik anak – anak,

pelindung keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat kelompok

social tertuntu

3) Anak

Anak berperan sebagai pelaku psikososial sesuai dengan

perkembangan fisik, mental, social dan spiritual.

b. Implikasi pada tahap ini adalah

1) Ayah

Dalam keluarga, ayah berkedudkan sebagai kepa8la keluarga (KK).

Ayah juga sebagai pemimpin rumah tangga. Ayah bertanggung jawab

atas seluru anggota keluarga. Kepla keluarga yang baik adalah kepala

keluarga yang demokratis. Tidak berbuat semaunya, seanantiasa

mengajak semua angota keluarganya bermusyawarah dalam mengatasi

semua masalah dan mengambil keputusan.

14
2) Ibu

adalah istri ayah. Ibu di sebut ibu rumah tangga adalah mengurus

rumah tangga dan keluarga. Bertanggung jawab atas kebersihan dan

kerapian di rumah. Adapun keduduikan ibu dalam ru,ah tangga

adalah:

a. Pendamping suami

b. Panjaga harta benda yang ada di rumahnya

c. Pendidik putra putrinya

d. Sebagai penggan ti kedudukan ayahnya jika ayah tidak ada

3) Anak

Anak sebagai anggota keluarga, anak berhak mendapatkan

perhatian dan kasih sayang serta bimbingan daei orang tua. Orang tua

berkewajiban memenui kebutuhan anak, seperti buku untuk sekolah

makanan yang bergizi, pakean dan kebutuhan lainnya. Anak memliki

kewajiban belajar dan membantu orang tua. Kedudukan anak dalam

keluarga yaitu:

a. Taat dan tunduk kepada penrintah ayah dan ibu

b. Wajib membantu pekerjaan orang tua di rumah

c. Jika orang tua tidak ada di rumah anak berkewajiban menjaga

harta benda di rumah

15
B. Asuhan Keperawatan Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Dengan

Masalah Diabetes Militus

1. Asuhan Keperawatan

a. Data Keluarga ( IPPKI.2017)

Dari data umum keluarga terdapat identitas nama kepala keluarga,

alamat rumah dan telefon yang bisa dihubungi, agama yang dianut

keluarga dan suku dari keluarga, serta bahasa yang di gunakan dalam

keluarga sehari – hari, jarak yang di tempuh keluarga menuju fasilitas

kesehatan dan transportasi yang di gunakan untuk datang ke fasilitas

kesehatan.

1) Komposisi Keluarga

komposisi kelurga terdapat data yaitu nama , hubungan dengan kk.

umur, jenis kelamin, suku, pendidikan terahir, pekerjaan saat ini,

setatus gizi meliputi : TB,BB,BMI dan tanda – tanda vital antara lain :

TD, N, S, RR, setatus imunisasi lengkap atau tidak, keluarga

mengunakan alat bantu jalan atau tidak. dari urain di atas di dapatkan

dari semua angota keluarga yang tercantum dalam kk.

komposisi keluarga juga terdapat nama yang mederita penyakit

DM, riwayat penyakit terdahulu, alergi yang di rasakan oleh pasien

DM, menganalisis masalah kesehatan pasien DM, dan genogram yang

di dapatkan dari silsilah keluarga melalui simbol – simbol yang telah

di terapkan. ( IPPKI.2017 )

2) Tahap dan Riwayat Perkembangan Keluarga

Tahap perkembangan keluarga (ditentukan dengan anak tertua)

16
a) Tahap perkembangan keluarga berdasarkan Duvall,

ditentukan dengan anak tertua dari keluarga inti yang salah

satu anggota keluarga penderita diabetes mellitus dan mengkaji

anggota keluarga yang lain dalam melaksanakan tugas sesuai

tahapan perkembangan keluarga. ( Gusti Adp, Salvari, 2013 )

b) Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Pada keluarga dengan salah satu anggota keluarga penderita

diabetes mellitus tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh

keluarga yaitu ketidakmampuan anggota keluarga merawat anggota

keluarga yang sakit diabetes mellitus, karena tidak tahu bagaimana

cara merawatnya. ( Gusti Adp, Salvari, 2013 )

3) Struktur Keluarga

Struktur pada keluarga tersebut adakah masalah pada peran dan

nilai norma yang dianut keluarga jika salah satu keluarga yang

mengalami penyakit diabetes militus dan pola komunikasi dalam

keluarga dalam keadaan baik Fungsi Keluaga

a) Fungsi Afektif

Penyakit diabetes mellitus pada salah satu anggota keluarga

tidak dipengaruhi oleh kemampuan keluarga dalam

mengekspresikan perasaan kasih sayang dan perasaan saling

memiliki, saling menghargai, kehangatan dalam keluarga.

17
b) Fungsi Ekonomi

Penyakit diabetes mellitus pada salah satu anggota keluarga

ada hubungannya keluarga dalam memenuhi kebutuhan sandang,

pangan, dan papan.

c) Fungsi Pendidikan

Tingkat pendidikan keluarga mempengaruhi pengetahuan

keluarga akan penanganan pada salah satu anggota keluarga

penderita diabetes mellitus.

d) Fungsi Sosialisasi

Penyakit diabetes mellitus pada salah satu anggota keluarga

yang sakit adakah hubungannya dengan interaksi atau hubungan

dalam keluarga.

e) Fungsi Perawatan Keluarga

Pemeliharaan kesehatan penyakit diabetes mellitus pada

salah satu anggota keluarga dipengaruhi oleh pengetahuan keluarga

mengenai penyakit diabetes mellitus dan kondisi perawatannya

(bukan hanya kalau sakit diapakan tetapi bagaimana

pencegahannya).

4) Pola Koping

Mekanisme koping keluarga ada 2 yaitu mekanisme koping adiktif

dan maladiktif dalam mekanisme koping adiktif penderita mampu

menyelesaikan masalah penyakit DM yang di deritanya dan

mekansme koping maladiktif penderita DM tidak mamapu

18
menghadapi ketegangan yang mengancam dirinya, selanjutnya

bagaimana respon keluarga tentang penyakit DM.

5) Lampiran Kesehatan Individu Dalam Keluarga

Dalam lampiran kesehatan adakah keluhan yang di rasakan

sekarang dan adakah penyakit yang di rasakan dulu

a) Pola Sehari- Hari

Dalam pola sehari hari perlu dikaji kebiasaan keluarga

dalam mkanan, minuman yang di konsumsi ,bab, bak dan

kebersihan diri oleh penderita DM ( Gusti Adp, Salvari, 2013 )

b) Tanda –Tanda Vital

Tanda tanda vital terdapat teknan darah yang cenderug

normal 120/90 dan untuk nadi juga normal 90/meit dan unruk

respirasi red nya yaitu 20x/menit dan untuk suhu normal yaitu 36.5

c (Gusti Adp, Salvari, 2013)

c) Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik pada pasien dengan diabetes mellitus

(1)Kepala

Pada klien diabetes mellitus biasanya pada pemeriksaan

kepala tidak mengalami gangguan.

(2)Mata

Pada klien diabetes mellitus biasanya ditemukan gangguan

penglihatan atau mata kabur, hal ini menunjukkan terjadinya

komplikasi aterosklerosis.

19
(3)Hidung

Pada klien diabetes mellitus biasanya pada pemeriksaan

hidung tidak mengalami gangguan.

(4)Mulut

Pada klien diabetes mellitus biasanya pada pemeriksaan

inspeksi didapatkan mulut kering (dalam kondisi ini dehidrasi

akibat diuresis osmosis), dan pucat ( apabila mengalami asidosis

atau penurunan perfusi jaringan pada stadium).

(5)Leher

Pada klien diabetes mellitus biasanya pada pemeriksaan

inspeksi tampak bendungan vena jugularis, pembesaran limfe

leher, dapat muncul apabila infeksi sistemik.

(6)Dada

Pada klien diabetes mellitus biasanya pada pemeriksaan

dada tidak mengalami gangguan.

(7)Abdomen

Pada klien diabetes mellitus biasanya mengalami

pembesaran abdomen.

(8)Ekstremitas

Pada klien diabetes mellitus biasanya ditemukan rasa

kesemutan, penurunan kekuatan otot sampai kelumpuhan. pada

pemeriksaan inspeksi biasanya ada luka atau warna kehitaman

bekas luka, kelembaban di daerah sekitar ulkus, kemerahan kulit

20
pada sekitar luka. Pada pemeriksaan palpasi biasanya turgor

menurun. (Achjar, Komang Ayu Henny . 2012)

b. Data Penujang Keluarga

a) Rumah dan sanitasi lingkungan

penyakit diabetes mellitus antara lain lingkungan rumah

yang kumuh ventilasi rumah yang kurang, air yang di konsumsi

keluarga dan Penyakit diabetes mellitus pada salah satu anggota

keluarga adakah waktu yang digunakan keluarga untuk

berkumpul dan berinteraksi dengan masyarakat.

b) PHBS di Rumah Tangga

Penyakit diabetes mellitus pada salah satu anggota keluarga

mempengaruhi jumlah keluarga yang sehat dan fasilitas yang

dimiliki keluarga untuk menunjang kesehatan, jika anggota

keluarga yang sehat mampu merawat anggota keluarga yang

sakit diabetes mellitus dan keluarga memiliki fasilitas yang

menunjang kesehatan maka kesehatan akan terpelihara.

c. Kemampuan Keluarga Dalam Melakukan Tugas Pemeliharaan

Kemampuan keluarga dlam melakukan pemeliharaan kesehatan

pada penderita DM belom mengetaui bagaimna cara pola hidup

yang sehat dan berolahraga yang cukup.

d. Kriteria Kemandirian Keluarga

Kemandirian keluarga dalam menerima petugas kesehatan dan

dan memanfaatkan fasilitas kesehatan tentang penyakit DM sangat

baik

21
2. Diagnosa Keperawatan

Adapun diagnosa yang di tetapkan adalah tidak efektifan pemeliharaan

kesehatan

a. Definisi:

ketiidakmampuan untuk mengidentifikasi, mengelola, dan atau

mencari bantuan untuk mempertahankan kesehatan ( NANDA. 2014)

b. Batasan karakteristik:

1) Menujukkan kurang pengetauan tentang praktek kesehatan dasar

2) Kurang menujukkan minat pada perbaikan prilaku sehat

3) Menujukkan kurang prilaku adaptif terhadap perubahan lingkungan

4) Riwayat kurang prilaku mencari bantuan kesehatan

c. Faktor yang berhubungan

1) Ketidakefektifan koping keluarga

2) Ketidakefektifan koping individu

3) Ketidak cukupan sumber daya (mis.,peralatan, keuangan)

4) Tugas perkembangan tidak tercapai

Tabel 2.1 Prioritas masalah asuhan keperawatan keluarga

KRITERIA BOBOT SKOR

Sifat masalah 1 Aktual = 3

Resiko = 2

Potensial = 1

Kemungkinan masalah 2 Mudah = 2

untuk dipecahkan Sebagian = 1

Tidak dapat = 0

22
Potensi masalah untuk 1 Tinggi = 3

dicegah Rendah = 2

Cukup = 1

Menonjolnya masalah 1 Segera diatasi = 2

Tidak segera diatasi =

Tidak dirasakan

adanya masalah = 0

3. Intervensi Keperawatan

Perencanaan keperawatan pada keluarga dengan ketidakefektifan

pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan tidak mampuan keluarga

dalam mengnal masalah

a. Noc ( IPPKI. 2017 )

1) berpartisipasi dalam mengenal masalah

2) Pengetauan proses penyakit

3) Kemampuan keluarga dalam mengenal masalah

b. Nic ( IPPKI. 2017 )

1. Proses penyakit

2. Proses penyakit individu

3. Proses penyakit kelompok

4. Implementasi Keperawatan

Implementasi merupakan salah satu tahap proses keperawatan keluarga ,

Diharapkan perawat dapat memberikan kekuatan dan membantu

23
mengembangkan potensi yang ada sehingga keluarga dapat mempunyai

kepercayaan diri dan mandiri dalam menyelesaikan masalah.

a) Memberikan promosi kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi

durasi waktu 10 menit alat yang digunakan adalah media leflet

b) perawat diarah kan untuk memberikan penjelasan tentang cara merawat

penderita dengan memberikan, menjaga pola hidup yang sehat, rajin

dalam berolahraga dan tips mengurangi setres

c) memberikan dorongan dan motivasi tentang prilaku hidup yang sehat,

berolahraga secara teratur dan tips untuk mengurangi setres

d) selalu melibatkan keluarga dalam melakukan perawatan kepada angota

keluarga sendiri

5. Evaluasi Keperawatan

Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses keperawatan, Program

evaluasi dilakukan untuk memberikan informasi kepada perencana program

dan pengambilan kebijakan tentang ketidakefektifan keluarga dalam

memberi pemeliharaan kesehatan penyakit diabetes militus antara lain:

Table 2.2 Evaluasi Asuhan Keperawatan Keluarga

No Kriteria Apakah dilakukan


Ya Tidak
1. Keluarga dan klien dapat
memahami penjelasan perawat
2 keluarga mengetahiu tentang
penyakit diabetes
a. Keluarga mengetaui
penyebab, tanda gejala ,
akibat, dan upaya yang harus
ditingkatkan dalam kesehatan
?
b. Keluarga mengetaui
kebutuhan pengobatan
penyakit Keluarga ?

24
c. keluarga mengetaui tentang
sumber informasi dari
masyarakat ?
d. keluarga mengetaui
pencegahan masalah
penyakit Keluarga ?
3. Keluarga dan klien mau
mengubah prilaku
a. klien dan keluarga mampu
prilaku hidup sehat ?
b. klien dan keluarga mampu
berolahraga secara teratur?
4. Keluarga bisa mempraktekkan
secara mandiri penderita
diabetes militus
a. menjaga pola hidup yang
sehat ?
b. rajin dalam berolahraga ?

25
BAB III

HASIL PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

Memuat kesluruhan hasil setudi kasus yang telah di laksanakan dan

selanjutnya akan di buat dalam pemahasan sesuai dengan kaidah dalam

pembahasan.

1. Gambaran Lokasi Penelitian

Pada sub bab ini membahas tentang asuhan keperawatan keluarga

didapatkan dari hasil setudi kasus yang telah di lakukan mulai tanggal

6 – 11 mei 2019 di Wilayah kerja Pukesmas Balowerti Kota Kediri di

dapatkan hasil setudi kasus Asuhan Keperawatan Keluarga dengan

Masalah Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Pada Kasus Diabetes

Militus

Adapun proses keperawatan di susun sebagai berikut :

B. Pengkajian keperawatan keluarga

Tabel 3.1 Identitas Pasien

NO IDENTITAS KASUS 1 KASUS 2


PASIEN
1. Nama: Ny. Y Ny.k
Umur: 55 th 59 th
Agama: Islam/Jawa Islam/Jawa
Pendidikan: Belum tamat SD SD
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga Wiraswasta
Setatus: Menikah Menikah
Alamat Rumah: Jl.balowerti V / 34 B Jl Balowerti V / 54 B

26
Penjelasan:

Dalam melakukan pengisian tugas identitas pasien di atas dari kasus 1 dan

kasus 2 di dapatkan beberapa perbedaan, antara lain pada kasus 1 yaitu Ny.Y

berumur 55 th, pendidikan terahir Ny.Y belum tamat SD dan bekerja sebagai ibu

rumah tangga sedangkan pada kasus 2 di dapatkan data bahwa Ny.K berumur 59

th , pendidikan terahir Ny.K SD dan bekerja sebagai wiraswasta. Perbedaan pada

kedua kasus tersebut terletak pada pendidikan, pekerjaan dan umur.

27
Tabel 3.2 Data Anggota Kasus 1

No Nama Hub DgnUmur JK Suku Pendidikan Pekerjaan Status GiziTTV (TD,Status Alat BantuRiwayat
KK Terakhir Saat Ini (TB, BB,N, S, P) Imunisasi Protesa penyakit alergi
BMI) Dasar

1 Ny.Y Kepala 55 P Jawa Belum Ibu Tb: 157 TD: Lengkap Tidak Tidak Ada
keluar Th Tamat SD Rumah Cm 100/80 Ada
ga Tangga mmHg
Bb: 50 kg
N: 82
BMI : x/menit
20,3
S: 36,3
C
P: 20 x/
menit

28
Tabel 3.3 Data Anggota Kasus 2

No Nama Hub DgnUmur JK Suku PendidikanPekerjaan Status GiziTTV (TD,Status Alat BantuRiwayat
KK Terakhir Saat Ini (TB, BB,N, S, P) Imunisasi Protesa penyakit alergi
BMI) Dasar

1 Ny.k Kepala 59 th p Jawa SD wirasuasta Tb: 150 TD: lengkap Tidak Tidak ada
cm 120/80 ada
mmHg
Bb: 54 kg
N: 80 x/
BMI : 24 menit
S: 36,1
C
P: 20
x/menit

2. Tn.j Anak 26 th L Jawa Sma wirasuasta Tb: 160 Td: lengkap Tidak Tidak ada
cm 120/70 ada
mmHg
Bb: 59 kg
N: 82
Bmi: 23
S: 36,5 c
P: 20

3 Ny. Menantu 25 th P jawa Sma Ibu rumah Tb: 152 Td: lengkap Tidak Tidak ada
R tangga 110/80 ada
Bb: 55 kg mmHg

29
Bmi: 25,6 N: 80
S: 36,5 c
P: 20

4. An.S Cucu 2 p Jawa Bekum Belum Tb: 40 cm S: 36,6 lengkap Tidak Tidak ada
bula sekolah bekerja ada
n Bb: 8

30
Penjelasan :

Pada data anggota kasus 1 dan kasus 2 di dapatkan beberapa perbedaan

yaitu pada kasus 1 perbedaannya adalah Ny.Y hidup sendirian, umur, pendidikan

terahir, pekerjaan, setatus gizi, TTV sedangkan di kasus 2 perbedaannya adalah

Ny.K hidup bersama anak, menantu dan cucunya, umur, pendidikan terahir,

pekerjaan, setatus gizi, TTV

Gambar 3.1 Genogram Kasus 1

Gambar 3.2 Genogram Kasus 2

Keterangan :

: Laki - Laki

: Perempuan

1
: Garis Pernikahan

: Garis Keturunan

: Tinggal Satu Rumah

: Meninggal

: Klien

: Cerai

Penjelasan :

Dari data di atas dapat di jelaskan bahwa perbedaan dari kasus 1 dan kasus

2 terletak pada Ny.Y bercerai dengan suaminya, Ny.Y mempunyai dua saudara

dan Ny.Y hidup sendirian di rumah sedangkan Ny.K sumi meninggal, Ny,K

memiliki empat saudara dan dua diantaranya sudah meninggal, Ny.K hidup

dengan anak ke tiga yang sudah memiliki istri dan anak.

Tabel 3.4 Riwayat Kesehatan Keluarga

No Riwayat kesehatan Kasus 1 Kasus 2


keluarga
1 Tipe Keluarga Single family Single family
2 Tahap Dan Riwayat Tahap 6 Tahap 8
Perkembangan Keluarga dengan anak Keluarga usia lanjut
Kelurga dewasa dimana klien Dimana klien
a. Tahap telah menambah angota menerima kehilangan
Perkembangan keluarga yang baru pasangan serta
Keluarga Saat Ini melalui pernikahan anak mencintai anak dan
– anak yang telah cucunya
dewasa dan menyiapkan
datangnya proses
penuaan dan timbulnya
masalah kesehatan
seperti DM

32
b. Tugas Tidak dapat di jalankan Dapat di jalankan
Perkembangan karena Ny.Y sudah karena Ny.K
Keluarga menerima kehilangan menerima kehilangan
suami. klien juga harus suaminya, Ny.K juga
mengurus rumah perhatian kepada anak,
sendirian dan tidak ada menantu dan cucunya
yang merawat Ny.Y dengan penuh kasih
saat sedang sakit sayang
3 Struktur Keluarga Disfungsional Baik
a. Pola Komunikasi Karena Ny.Y hidup Ny.K berkomunikasi
sendiri dan anak nya baik dengan keluarga.
tidak terlalu Jika ada suatu masalah
memperdulikan klien maka akan di
sehingga komunikasi selesaikan bersama
pun jarang dilakukan dan Ny.k selalu
oleh Ny.Y dan anak – berinteraksi dengan
anaknya akan tetapi di tetangga sebelah
lingkungan sekitar, dengan baik setiap
Ny.Y berkounikasi berkomunikasi Ny.k (
dengan baik berinteraksi
menggunakan ( bahasa mengunakan bahasa
jawa ) jawa )
b. Peran Dalam Tidak ada masalah Tidak ada masalah
Keluarga Ny.Y sehari hari Ny.K sehari hari
mengurus pekerjaan mengurus pekerjaan
rumah dan memasak rumah memasak dan
untuk dirinya sendiri memomong cucunya
c. Nilai / Norma Tidak ada konflik nilai Tidak ada konflik nilai
dan norma yang dianut dan norma yang dianut
oleh Ny.Y sehingga oleh keluarga dan
Ny.Y menyesuaikan menyesuaikan dengan
dengan nilai dan norma nilai dan norma yang
yang berlaku di berlaku di
lingkungannya lingkungannya
keluarga mengacu
pada norma agama
dan norma social yang
ada di lingkungannya
d. Pengambilan Kepala keluarga Kepala keluarga
Keputusan Dalam
Keluarga
4 Fungsi Keluarga Tidak berfungsi Berfungsi
a. Fungsi Afektif keluarga tidak Ny.k dan keluarganya
memberikan cinta kasih memberikan cinta
dan kehangatan karena kasih dan kehangatan
keluarga sibuk dengan dan saling menerima
urusannya sendiri dan saling menghargai
satu sama lain

33
b. Fungsi Sosial Berfungsi Berfungsi
Ny.Y berupaya untuk Keluarga dan Ny.K
memperoleh setatus berupaya untuk
social di masyarakat memperoleh setatus
dengan cara social di masyarakat
bersosialisasi dengan dengan cara
tetangga sekitar bersosialisasi dengan
tetangga sekitar
c. Fungsi Ekonomi Kurang Cukup
Ny.Y mengaku Ny.k mengaku untuk
pemasukan tiap bulan pemasukan tiap bulan
mendapat uang dari mendapat uang dari
anaknya akan tetapi hasil kerjanya sendiri
untuk biaya hidup sehingga untuk biaya
masih kurang sehingga hidup sangat lah
Ny.Y harus pintar cukup untuk
mengatur keungan pendapatan 1 bulan
Pendapatan 1 bulan Rp Rp. 800.000 itu
500.000 sedangkan terkadang anaknya
untuk membayar uang memberi uang
kos Rp 280.000 dan Rp.200.000 dan untuk
sisanya untuk biaya jumplah pengeluaran
hidup seperti makan, seperti untuk makan,
listrik, biaya listrik dan pengobatan
pengobatan saat ini di yang di jalani saat ini
jalani Ny.Y tidak dapat 1 bulan ada Rp.
mencukupi 700.000 jadi Ny.k
kehidupannya masih biasa menabung
Rp.300.000
5 Pola Koping Keluarga Efektif Efektif
a. Setres yang di miliki a. Setres yang di
Ny.Y mengetaui miliki keluarga
penyakitnya DM juga mengatakan takut
sering rutin minum jika kadar gulanya
obat sesuai anjuran naik sehingga Ny.K
dokter tidak bias
b. Kemampuan keluarga beraktifitas kembali
dalam menghadapi b. Kemampuan
setresor Keluarganya keluarga dalam
pun tidak terlalu menghadapi
memperdulikan di setresor keluarga
karenakan keluarga sangat berharap bias
sibuk dengan mengatasi peyakit
urusannya. walaupun DM yang di derita
keluarga telah Ny.K dan ingin
mengetaui penyakit mengetaui apa itu
yang di derita Ny.Y DM, makanan apa
c. Setrategi koping saja yang boleh di

34
dalam keluarga Ny.Y makan, tanda dan
tidak membantu gejala dan akibat
proses penyembuhan yang di timbulkan
klien di krenakan dari penyakit Dm
keluarga sibuk c. Setrategi koping
dengan urusannya yang di gunakan
sendiri dalam keluarga
Ny.k menerima
keadaan ini dengan
baik serta menjaga
Ny.K dan sering
memeriksakan Ny.k
di rs trdekat

Penjelasan:
Pada hasil riwayat kesehatan keluarga di atas pada kasus 1 dan kasus 2

terdapat beberapa perbedaan antara lain untuk kasus 1 untuk tugas perkembangan

keluarga Ny.Y tidak dapat di jalankan karena selain klien mengurus rumah

sendirian klien juga tidak ada yang merawat, untuk pola komunikasi

disfungdional karena keluarga tidak terlalu memperdulikan klien sehingga

komunikasi pun jarang dilakukan, fungsi ekomomi Ny.y juga kurang pemasukan

uang dan pengeluaran uang tidak tercukupi. untuk tipe keluarga , peran dalam

keluarga, nilai/norma fungsi afektif, fungsi social, pola koping keluarga dapat

berfungsi secara baik. sedangkan untuk kasus 2 mulai tahap perkembangan, tugas

perkembangan, pola komunikasi, peran keluarga, nilai/norma, fungsi afektif,

fungsi social, fungsi ekonomi, pola koping keluarga dapat dijalankan secara

efektif dan baik.

Table 3.5 Hasil Anamnesis

No Observasi Kasus 1 Kasus 2


1 a. Keluhn Utama Ny.Y mengatakan kaki Ny.K mengatakan
terdapat luka DM dan tidak mengalami
rasa kesemutan pada keluhan tapi waktu
daerah sebelah kaki kiri pertama kali sempat di

35
rasakan linu linu di
sekujur tubuh
b. Riwayat Penyakit Ny.Y mengatakan Ny.K mengatakan
Sekarang bahwa sebelumnya bahwa sebelumnya
tidak merasakan apa merasakan linu linu di
apa Cuma lecet di sekujur tubuh dan
daerah kaki bagian keluarga Ny.K
kelingking semakin hari berinisiatif
semakin parah lecet memeriksakan di RS
tersebut akirnya Ny.Y nirmla setelah di cek
menelfon anaknya ternyata pasien di
langsung di bawa ke diagnose DM karena
RS.Bayangkara setelah kadar gulanya 350
di cek kadar gulanya
800 dan ahirnya di
pilihlah jalur oprasi jari
keeling dan sebelahnya
di amputasi sekarang
luka DM sudah
membaik namun yang
di rasakan Ny.Y yaitu
kesemutan di bagian
terdapat luka
c. Riwayat Penyakit Ny.Y mengatakan Ny.K mengatakan
Masa Lalu pernah mengalami pernah mengalami
penyakit DM penyakit DM
sebelumnya sebelumnya
d. Riwayat Kesehatan Ny.Y mengatakan Ny.K mengatakan
Keluarga bahwa sebelumnya bahwa ayahnya juga
orang tua Ny.Y tidak mengalami penyakit
pernah mengalami yang sama dengan
penyakit DM Ny.K dan disebabkan
kemungkinan karena pola makan dan pola
pola makan serta pola hidup yang tidak sehat
hidup Ny.Y yang tidak
sehat

Penjelasan:
Hasil anamesis di atas terdapat perbedaan pada kasus 1 dan kasus 2 untuk

kasus 1 di dapatkan bahwa Ny.Y mempunyai keluhan terasa kesemutan di bagian

luka DM. tidak merasakan apa apa tiba - tiba jari kelingking lecet hinga menjadi

parah setelah oprasi luka Dm luka berangsur - angsur semakin membaik. dan

36
untuk kasus 2 di dapatkan bahwa Ny.K tidak mengalami keluhan dan untuk

riwayat keluarga ayah dari Ny.K juga mengalami penyakit yang sama yaitu DM.

Table 3.6 Data Penujang Keluarga

Kasus 1 Kasus 2
Rumah dan Sanitasi Lingkungan Rumah dan Sanitasi Lingkungan
a. Kondisi Rumah : a. Kondisi Rumah :
1) Type rumah : permanen. 1) Type rumah : permanen,
2) Lantai : keramik 2) Lantai : keramik
3) Kepemilikan rumah: sewa 3) Kepemilikan rumah:sendiri.
b. Ventilasi : b. Ventilasi :
1) Baik (10-15% dari luas lantai): 1) Baik (10-15% dari luas lantai):
ya ya
2) Jendela setiap hari dibuka: ya 2) Jendela setiap hari dibuka: ya
c. Pencahayaan Rumah : c. Pencahayaan Rumah :
ya (cahaya matahari bisa menerangi tidak (cahaya matahari tidak bisa
ruangan dalam rumah) menerangi ruangan dalam rumah)
d. Saluran Buang Limbah : Tertutup d. Saluran Buang Limbah : Tertutup
e. Air Bersih : e. Air Bersih :
1) Sumber air bersih: sumur 1) Sumber air bersih: sumur
2) Kualitas air: tidak berwarna / 2) Kualitas air: tidak berwarna /
tidak berbau / tidak berasa tidak berbau / tidak berasa
f. Jamban Memenuhi Syarat f. Jamban Memenuhi Syarat
1) Kepemilikan jamban : tidak 1) Kepemilikan jamban : ya
2) Jenis jamban : cemplung 2) Jenis jamban : cemplung
3) Jarak septic tank dengan sumber 3) Jarak septic tank dengan sumber
air : < 10 meter air : < 10 meter
g. Tempat Sampah: g. Tempat Sampah:
1) Kepemilikan tempat sampah ; 1) Kepemilikan tempat sampah ;
Ya Ya
2) Jenis : tertutup 2) Jenis : tertutup
h. Rasio Luas Bangunan Rumah h. Rasio Luas Bangunan Rumah
dengan Jumlah Anggota Keluarga dengan Jumlah Anggota Keluarga
8m2/orang : Ya 8m2/orang : Ya

Penjelasan :

Dari data penujang dari kasus 1 dan kasus 2 terdapat pebedaan antara

kasus 1 dan kasus 2 antara lain untuk kasus 1 kepemilikan rumah adalah sewa,

tidak memiliki jamban sedangkan untuk kasus yang 2 yaitu: kepemilikan rumah

37
sendiri, pencahayaan rumah tidak bisa menerangi ruangan bagian dalam, memiliki

jamban sendiri.

Table 3.7 Data PHBS Di Rumah Tangga ( Mengkaji Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga )

Kasus 1 Kasus 2
PHBS Di Rumah Tangga PHBS Di Rumah Tangga
a. Jika ada ibu nifas, Persalinan a. Jika ada ibu nifas, Persalinan
ditolong oleh tenaga kesehatan : ditolong oleh tenaga kesehatan :
Ya Ya
bidan bidan
b. Jika ada bayi, Memberi ASI ekslusif b. Jika ada bayi, Memberi ASI ekslusif
: Ya : Ya
Bayi diberi asi ekslusif Bayi diberi asi ekslusif
c. jika ada balita, Menimbang balita c. jika ada balita, Menimbang balita
tiap bln : Ya tiap bln : Ya
bayi di timbang di posyandu bayi di timbang di posyandu
d. Menggunakan air bersih untuk d. Menggunakan air bersih untuk
makan & minum: Ya makan & minum: Ya
e. Menggunakan air bersih untuk e. Menggunakan air bersih untuk
kebersihan diri: Ya kebersihan diri: Ya
f. Mencuci tangan dengan air bersih & f. Mencuci tangan dengan air bersih &
sabun : Ya sabun : Ya
g. Melakukan pembuangan sampah g. Melakukan pembuangan sampah
pada tempatnya : Ya pada tempatnya : Ya
Pembuangan sampah di TPA Pembuangan sampah di TPA
h. Menjaga lingkungan rumah tampak h. Menjaga lingkungan rumah tampak
bersih : ya bersih : ya
i. Mengkonsumsi lauk dan pauk tiap i. Mengkonsumsi lauk dan pauk tiap
hari : Ya hari : Ya
j. Menggunakan jamban sehat : Ya j. Menggunakan jamban sehat : Ya
k. Memberantas jentik di rumah sekali k. Memberantas jentik di rumah sekali
seminggu 3 M : Ya seminggu 3 M : Ya
l. Makan buah dan sayur setiap hari : l. Makan buah dan sayur setiap hari :
Tidak Ya
Klien jarang makan buah m. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
m. Melakukan aktivitas fisik setiap hari :Ya
:Ya n. Tidak merokok di dalam rumah :
n. Tidak merokok di dalam rumah : Tidak
Tidak Tidak ada yang merokok di dalam
Tidak ada yang merokok di dalam keluarga
keluarga o. Penggunaan alkohol dan zat adiktif
o. Penggunaan alkohol dan zat adiktif : tidak
: tidak tidak ada yang mengunakan alkohol
tidak ada yang mengunakan alkohol dan zat adiktif di dalam rumah
dan zat adiktif di dalam rumah

38
Penjelasan:

Dari data kasus 1 dan kasus 2 diatas membahas tentang PHBS di rumah

tangga ( Menkaji Fungsi Perawatan Kesehatan Keluarga ) didapatkan perbedaan

yatu pada klien kasus 1 jarang mengonsumsi buah.

Table 3.8 Kemampuan Keluarga Melakukan Tugas Pemeliharaan Kesehatan


Angota Keluarga

Kasus 1 Kasus 2
1) Adakah perhatian keluarga kepada 1) Adakah perhatian keluarga kepada
anggotanya yang menderita sakit: anggotanya yang menderita sakit:
Tidak Ada
a) Keluarganya mengatakan a) keluarganya mengatakan sangat
kurang perhatian dengan angota perduli dengan angota keluarga
keluarga yang sakit karena yang sakit
keluarga sibuk dengan 2) Apakah keluarga mengetahui
urusannya masalah kesehatan yang dialami
2) Apakah keluarga mengetahui anggota dalam keluarganya : Ya
masalah kesehatan yang dialami a) Keluarga dan Ny.K mengatakan
anggota dalam keluarganya : Ya mengetaui penyakitnya yaitu
a) Keluarga dan Ny.Y mengatakan DM
mengetaui penyakitnya yaitu 3) Apakah keluarga mengetahui
DM penyebab masalah kesehatan yang
3) Apakah keluarga mengetahui dialami anggota dalam keluarganya:
penyebab masalah kesehatan yang Tidak
dialami anggota dalam keluarganya: a) Kluarga dan Ny.K mengatakan
Tidak tidak mengetaui penyebab
a) Kluarga dan Ny.Y mengatakan masalah yang dialami Ny.K
tidak mengetaui penyebab 4) Apakah keluarga mengetahui tanda
masalah yang dialami Ny.Y dan gejala masalah kesehatan yang
4) Apakah keluarga mengetahui tanda dialami anggota dalam keluarganya
dan gejala masalah kesehatan yang : Tidak
dialami anggota dalam keluarganya a) Keluarga dan Ny.K mengatakan
: Tidak tidak tau menahu tentang tanda
a) Keluarga dan Ny.Y mengatakan dan gejala masalah kesehatan
tidak tau menahu tentang tanda yang dialami Ny.K saat ini
dan gejala masalah kesehatan 5) Apakah keluarga mengetahui akibat
yang dialami Ny.Y masalah kesehatan yang dialami
5) Apakah keluarga mengetahui akibat anggota dalam keluarganya bila
masalah kesehatan yang dialami tidak diobati/dirawat : Tidak
anggota dalam keluarganya bila a) Keluarga mengatakan tidak
tidak diobati/dirawat : Tidak mengetaui akibat masalah
a) Keluarga mengatakan tidak kesehatan yang dialami
mengetaui akibat masalah 14) Pada siapa keluarga biasa menggali

39
kesehatan yang dialami informasi tentang masalah
6) Pada siapa keluarga biasa menggali kesehatan yang dialami anggota
informasi tentang masalah keluarganya: Tidak Ada
kesehatan yang dialami anggota a) Keluarga mengatakan tidak
keluarganya: Tidak Ada bisa menggali informasi tentang
a) Keluarga mengatakan tidak bisa masalah kesehatan yang di
menggali informasi tentang alami sekarang
masalah kesehatan yang di 6) Keyakinan keluarga tentang masalah
alami sekarang kesehatan yang dialami anggota
7) Keyakinan keluarga tentang keluarganya:Perlu berobat ke
masalah kesehatan yang dialami fasilitas yankes
anggota keluarganya:Perlu berobat a) Keluarga tau masalah yang
ke fasilitas yankes dialami harus berobat di fasilitas
a) Keluarga mengatakan tau yankes seperti di pukesmas
masalah yang dialami harus 7) Apakah keluarga melakukan upaya
berobat di fasilitas yankes peningkatan kesehatan yang dialami
seperti di pukesmas anggota keluarganya secara aktif :
8) Apakah keluarga melakukan upaya Tidak
peningkatan kesehatan yang dialami a) Keluarga dan Ny.K tidak tau
anggota keluarganya secara aktif : tentang upaya peningkatan
Tidak kesehatan
a) Keluarga dan Ny.Y mengatakan 8) Apakah keluarga mengetahui
tidak tau tentang upaya kebutuhan pengobatan masalah
peningkatan kesehatan kesehatan yang dialami yang
9) Apakah keluarga mengetahui dialami anggota keluarganya :
kebutuhan pengobatan masalah Tidak
kesehatan yang dialami yang a) Keluarga Keluarga tidak tau
dialami anggota keluarganya : kebutuhan pengobatan
Tidak 9) Apakah keluarga dapat melakukan
a) Keluarga mengatakan tidak tau cara merawat anggota keluarga
kebutuhan pengobatan dengan masalah kesehatan yang
10) Apakah keluarga dapat melakukan dialaminya: Tidak
cara merawat anggota keluarga b) Kaluarga tidak tau tentang cara
dengan masalah kesehatan yang merawat penyakit yang di
dialaminya: Tidak alami Ny.K
a) Kaluarga mengatakan tidak tau 10) Apakah keluarga dapat melakukan
tentang cara merawat penyakit pencegahan masalah kesehatan
yang di alami Ny.Y yang dialami anggota keluarganya:
11) Apakah keluarga dapat melakukan Tidak
pencegahan masalah kesehatan a) Keluarga tidak dapat mencegah
yang dialami anggota keluarganya: masalah masalah yang di alami
Tidak Ny.K
a) Keluarga mengatakan tidak 11) Apakah keluarga mampu
dapat mencegah masalah memelihara atau memodifikasi
masalah yang di alami Ny.Y lingkungan yang mendukung
12) Apakah keluarga mampu kesehatan anggota keluarga yang
memelihara atau memodifikasi mengalami masalah kesehatan : Ya
lingkungan yang mendukung a) Keluarga mampu

40
kesehatan anggota keluarga yang memelihara atau
mengalami masalah kesehatan : memodofikasi lingkungan
Tidak untuk mendukung kesehatan
a) Keluarga mengatakan tidak Ny.K
mampu memelihara atau 12) Apakah keluarga mampu menggali
memodofikasi lingkungan untuk dan memanfaatkan sumber di
mendukung kesehatan Ny.Y masyarakat untuk mengatasi
13) Apakah keluarga mampu menggali masalah kesehatan anggota
dan memanfaatkan sumber di keluarganya : Ya
masyarakat untuk mengatasi a) Keluarga mengatakan mau
masalah kesehatan anggota menggali dan memanfaat kan
keluarganya : Tidak sumber di masyarakat untuk
a) Keluarga mengatakan tidak mengatasi penyakit yang di
mampu menggali dan alami Ny.Y
memanfaat kan sumber di
masyarakat untuk mengatasi
penyakit yang di alami Ny.Y

Penjelasan:
Pada data kemampuan keluarga melakukan tugas pemeliharaan kesehatan

anggota kasus 1 dan kasus 2 terdapat perbedaan untuk kasus 1 perbedaan terletak

pada perhatian keluarga kepada anggota keluarga yang menderita sakit, keluarga

tidak mampu menggali dan memanfaatkan sumber di masyarakat, dan untuk kasus

2 perbedaan terletak pada keluarga perhatian kepada angotanya, keluarga mampu

memelihara atau memodifikasi lingkungan, dan keluarga mampu memanfaatkan

sumber dari masyarakat untuk mengatasi penyakit.

Table 3.9 Hasil Observasi

No Observasi Kasus 1 Kasus 2


1 a. Tanda – tanda vital
TD 100/80 mmHg 120/80 mmHg
N 82 x/menit 80 x/ menit
S 36,3 C 36,1 C
P 20 x/ menit 20 x/menit
GCS 4–5–6 4–5–6
b. Keadaan Umum Kesadaran compos Kesadaran compos mentis
Klien mentis Ny.Y Ny.K berpenampilan
berpenampilan sesuai sesuai dengan kebiasaan
dengan kebiasaan dan dan Ny.Y masih sangat

41
Ny.Y masih sangat lincah masih bias bekerrja
lincah walaupun kaki dan masih suka momong
terdapat luka bekas cucunya
oprasi

Penjelasan:
Pada hasil observasi dari kasus 1 dan kasus 2 didapatkan perbedaan antara
lain pada kasus 1 dan kasus 2 mulai dari tekanan darah, nadi, suhu dan
pernafasan.

Table 3.10 Pemeriksaan Fisik

No Pemeriksaan Fisik Kasus 1 Kasus 2


1 Pemeriksaan Fisik
Head To Toe ( Dari
Kepala Sampai Kaki
)
a. Pemeriksaan a. Rambut: a. Rambut:
Kepala dan Leher 1) inspeksi: rambut 1) inspeksi:rambut
warna hitam warna hitam
merata, bersih, merata, bersih, dan
dan tidak rontok tidak rontok
b. Kepala : b. Kepala :
1) Inspeksi: bersih , 1) Inspeksi: bersih , dan
dan tidak ada luka tidak ada luka
2) Palpasi : tidak ada 2) Palpasi : tidak ada
odem, simentris, odem, simentris,
tidak ada massa, tidak ada massa, tidak
tidak nyeri tekan nyeri tekan
c. Mata: c. Mata:
1) Inspeksi: ka/ki 1) Inspeksi: ka/ki
simentris, reflek simentris, reflek
pupil isokor, pupil isokor, tidak
tidak anemis anemis tetapi
tetapi pandangan pandangan buram
buram 2) Palpasi: tidak ada
2) Palpasi: tidak ada odem dan nyeri
odem dan nyeri tekan
tekan d. Hidung:
d. Hidung: 1) Inspeksi: simentris,
1) Inspeksi: bersih tidak ada
simentris, bersih peradangan
tidak ada 2) Palpasi: tidak nyeri
peradangan tekan
2) Palpasi: tidak e. Mulut:
nyeri tekan 1) Inspeksi: mukosa
e. Mulut: lembab, tidak ada

42
1) Inspeksi: mukosa sariawan, tidak kotor
lembab, tidak ada 2) Palpasi: tidak ada
sariawan, tidak odem , dan tidak ada
kotor massa
2) Palpasi: tidak ada f. Gigi:
odem , dan tidak 1) Inspeksi: bersih
ada massa tidak ada karies
f. Gigi: 2) Palpasi : tidak ada
1) Inspeksi: bersih nyeri tekan
tidak ada karies
2) Palpasi : tidak
ada nyeri tekan
b. Pemeriksaan a. Kulit: a. Kulit:
Intergumen dan 1) Inspeksi: terdapat 1) Inspeksi: simentris
Kuku luka DM di tidak ada odem kulit
daerah kaki sawo matang
bekas oprasi 2) Palpasi: tidak ada
2) Palpasi: tidak ada nyeri tekan
nyeri tekan
b. Kuku: b. Kuku:
1) Inspeksi: tidak 1) Inspeksi: tidak ada
ada sianosi dan sianosi dan
pembekakan, pembekakan, kuku
kuku pendek pendek
2) Palpasi: CRT < 2 2) Palpasi: CRT < 2
detik detik
c. Pemeriksaan a. Payudarah: a. Payudarah:
Payudarah dan 1) Inspeksi: 1) Inspeksi: simentris,
Pemeriksaan simentris, dan dan bersih
Ketiak bersih 2) Palpasi: tidak ada
2) Palpasi: tidak ada odem, tidak ada
odem, tidak ada masa
masa b. Ketiak:
b. Ketiak: 1) Inspeksi: terdapat
1) Inspeksi: bulu lebat , tidak
terdapat bulu ada luka
lebat , tidak ada 2) Palpasi: tidak ada
luka odem, tidak ada
2) Palpasi: tidak masa
ada odem, tidak
ada masa
d. Pemeriksaan a. Torax / dada a. Torax / dada
Torax / Dada 1) Inspeksi : dada 1) Inspeksi : dada
simentris, tidak simentris, tidak ada
ada lesi, tidak lesi, tidak ada
ada retraksi retraksi intercosta
intercosta 2) Palpasi : taktil
2) Palpasi : taktil femitus simentris,

43
femitus tidak ada nyeri
simentris, tidak tekan, tidak ada
ada nyeri tekan, krepitasi
tidak ada 3) Perkusi : suara
krepitasi sonor
3) Perkusi : suara 4) Auskultasi: tidak
sonor ada wezing, tidak
4) Auskultasi: tidak ada ronchi
ada wezing, tidak
ada ronchi
e. Pemeriksaan Suara jantung normal Suara jantung normal tidak
pada Jantung tidak ada suara ada suara tambahan
tambahan
f. Pemeriksaan a. Abdomen: a. Abdomen:
pada Abdomen 1) Inspeksi: 1) Inspeksi: simentris
simentris tidak tidak ada lesi atau
ada lesi atau luka
luka 2) Palpasi: tidak ada
2) Palpasi: tidak nyeri tekan, tidak
ada nyeri tekan, ada odem, tidak
tidak ada odem, ada pembesaran
tidak ada hepar
pembesaran 3) Perkusi: suara
hepar timpani
3) Perkusi: suara 4) Auskultasi: bising
timpani usus 5x/menit
4) Auskultasi:
bising usus
5x/menit
g. Pemeriksaan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan pada
Muskololetal pada ekstermitas tetapi ekstermitas bentuk normal
pada pada kaki sebelah tidak ada deformitas, tidak
kiri jari kelingking dan ada fraktur kekuatan otot
sebelahnya terdapat 5 5
luka bekas oprasi 5 5
sehingga jari
kelingking dan
sebelahnya di ambil
dan kini terdapat luka
akan tetapi lukanya
sudah membaik
deengan warna
kemerahan tidak
berbau, tidak ada
nekrosis
5 5
5 4

44
h. Pemeriksaan a. Olfaktorius : Ny.Y a. Olfaktorius : Ny.K
Neurologi dapat membedakan dapat membedakan
bau bau
b. Optikus: pandangan b. Optikus: pandangan
klien kabur / klien kabur / remang –
remang – remang remang
c. Okulomotor: c. Okulomotor: gerakan
gerakan mata mata menutup dan
menutup dan membuka mata bagus
membuka mata d. Trigeminus: reflek
bagus mengunyah baik
d. Trigeminus: reflek e. Abdusen: Ny.K dapat
mengunyah baik mengerakkan mata ke
e. Abdusen: Ny.Y kiri dan ke kanan
dapat mengerakkan f. Fasialis: Ny.K dapat
mata ke kiri dan ke tersenyum
kanan g. Vesibulokoklearis:
f. Fasialis: Ny.Y dapat Ny.K mampu
tersenyum mendengar dengan
g. Vesibulokoklearis: baik
Ny.Y mampu h. Vagus: reflek menelan
mendengar dengan baik
baik i. Glosofaringeus: Ny.K
h. Vagus: reflek dapat membedakan
menelan baik rasa
i. Glosofaringeus: j. Hipoglosus: Ny.K
Ny.Y dapat dapat menggerakkan
membedakan rasa lidah ke kiri, ke kanan,
j. Hipoglosus: Ny.Y ke depan dan ke
dapat belakang
menggerakkan k. Aksesorius: Ny.K
lidah ke kiri, ke dapat menggerakkan
kanan, ke depan dan bahu
ke belakang
k. Aksesorius: Ny.Y
dapat
menggerakkan bahu
i. Harapan Harapan keluarga Ny.Y Harapan keluarga Ny.K
Keluarga berharap cepat sembuh selalu mendapatkan
lukanya di kaki kiri kesehatan yang optimal
untuk anggota
keluarganya.
2. Pemeriksaan GDA: 350 GDA : 290
laboraturium Tanggal 24 april 2019 Tanggal 2 mei 2019
3. Criteria kemandirian Memanfaatkan faskes Memanfaatkan faskes
keluarga sesuai anjuran sesuai anjuran
4. Data Pesiko - Soaial

45
– Spiritual
a. Pesiko Ny.Y merasa cemas Ny.K mengatakan cemas
akan luka DM bekas jika kadar gulanya tinggi
oprasi yang ada di kaki dan takut apabila terjadi
sebelah kiri karena luka DM
tidak ada keluarga yang
lain mau merawatnya
b. Sosial Ny.Y sangat koperatif Ny.K sangat koperatif
mampu bergaul dengan mampu bergaul dengan
lingkungan sekitar lingkungan sekitar dengan
dengan baik baik
c. Sepuritual Ny.Y selalu berdoa dan Ny.K selalu berdoa
berusaha mengobati tentang kesembuhannya
tentang
kesembuhannya
5 Pola Sehari- Hari
a. Nutrisi
1) Makan Ny.Y mengatakan Ny.K mengatakan yang
memasak untuk dirinya memasak adalah
sendiri dengan menu menatunya dengan menu
apa adanya, makan apa adanya, makan 3x/hari
2x/hari ( nasi dan lauk ( nasi, lauk pauk, sayur,
pauk ) dan sambal )
1 porsi makan habis 1 porsi makan habis akan
akan tetapi Ny.Y tidak tetapi Ny.K tidak tau
tau makanan apa saja makanan apa saja yang
yang tidak boleh di tidak boleh di konsumsi
konsumsi
2) Minum Ny.Y mengatakan Ny.K mengatakan minum
minum + 7 – 8 x/ hari ( + 7 – 8 x/ hari ( air putih,
air putih, dan the, dan teh, maupun kopi)
maupun kopi)
b. Istirahat
1) Malam Ny.Y Tidur + 9 jam ( Ny.K Tidur + 8 jam (
22.00- 05.00 WIB ) ada 22.00- 04.00 WIB ) tidak
kesulitan tidur ada kesulitan tidur
2) Siang Tidur + 2 jam (12.00 – Ny.K mengatakan tidak
14.00 ) pernah tidu siang
c. BAB Ny.Y Bab 1x/hari di Ny.K Bab 1x/hari di pagi
pagi hari tidak hari tidak mengalami
mengalami kesulitan kesulitan saat bab
saat bab
d. BAK 6 kali sehari, biasanya 7 kali sehari, biasanya
kalau malam 4x sehari kalau malam 2x sehari
tidak ada kesulitan bak tidak ada kesulitan bak
e. Kebersihan Diri Mandi 2x/hari Mandi 2x/hari
Gosok gigi 2x/hari Gosok gigi 2x/hari
Keramas 2x/minggu Keramas 2x/minggu

46
Ganti baju 1x/hari Ganti baju 1x/hari

Penjelasan:
Dari hasil pemeriksaan fisik kasus 1 dan kasus 2 didapatkan perbedaan

yaitu pada pemeriksaan intergumen kususnya pada daerah kulit , pemeriksaan

muskololetal pada kasus 1 terdapat luka DM, harapan keluarga, pemeriksaan

laboraturium, data pesiko – social – sepiritual kusus nya pada pesiko klien, pola

sehari hari, istirahat.

Table 3.11 Analisisa Data Masalah Keperawatan

No Analisis Data Penyebab Masalah


1 Kasus 1
Data Subjective
a) Keluarga mengatakan Ketidak mampuan Ketidakefektifan
kurang perhatian keluarga dalam pemeliharaan
kepada Ny.Y mengenal masalah kesehatan DM
b) Keluarga dan Ny.Y kesehatan terhadap
mengatakan tidak tau penyakit yang di derita
tentang penyebab, Ny.Y
tanda gejala , akibat,
dan upaya yang harus
ditingkatkan dalam
kesehatan, dan
kebutuhan pengobatan
penyakit Ny.Y
c) Keluarga dan Ny.Y
tidak tau tentang
sumber informasi dari
masyarakat,pencegaha
n masalah penyakit
Ny.Y
d) Keluarga dan Ny,Y
mengatakan terdapat
luka DM di kaki
sebelah kiri
Data Objectiv
a) Ny.Y terlihat
dirumah sendiri karena
anaknya sibuk dengan
urusannya
b) Keluarga dan Ny.Y

47
mengelengkan kepala
saat ditanyai tentang
tentang penyebab,
tanda gejala , akibat,
dan upaya yang harus
ditingkatkan dalam
kesehatan, dan
kebutuhan pengobatan
penyakit Ny.Y
e) keluarga mengatakan
tidak pernah mencari
sumber informasi dari
masyarakat,pencegaha
n masalah tentang
penyakit Ny.Y
c) Tampak terdapat luka
DM di jari kaki
sebelah kiri luas 3 cm
luka sudah bagus dan
bersih warna
kemerahan tidak ada
nanah dan tidak berbau
2 Kasus 2
Data Subjectiv
a) Keluarga dan Ny.K Ketidak mampuan Ketidakefektifan
mengatakan tidak tau keluarga dalam pemeliharaan
tentang penyebab, mengenal masalah kesehatan DM
akibat, tanda gejala , kesehatan terhadap
upaya yang harus di penyakit yang di derita
tingkatkan dalam Ny.K
kesehatan.
b) Keluarga mengatakan
tidak tau upaya
peningkatan
kesehatan, kebutuhan
pengobatan,
pencegahan penyakit
yang di derita Ny.K

Data Objectiv
a) Keluarga dan Ny.K
mengelengkan kepala
dan mengatakan tidak
tau saat ditanyai tentang
penyebab, tanda gejala ,
upaya yang harus di
tingkatkan dalam
kesehatan

48
b) Ny.K terlihat masih
mengonsumsi
makanan dan
minuman yang manis

Penjelasan :

Dalam melakukan tugas pemeliharaan kesehatan dari kasus 1 dan kasus 2

di temukan perbedaan. Perbedaan yang muncul pada kasus 1 dan kasus 2 adalah

di lihat dari setiap kemampuan dan hambatan keluarga untuk melaksanakan tugas

– tugas kesehatan

C. Diagnosa

Table 3.12 Diagnosa Keperawatan


No Kasus 1 Kasus 2
1 Ketidakefektifan Ketidakefektifan
pemeliharaan kesehatan pemeliharaan kesehatan
Diagnosa berhubungan dengan berhubungan dengan
Keperawatan ketidakmampuan keluarga ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah mengenal masalah
kesehatan keluarga kesehatan keluarga

Penjelasan :
Dari data diatas terdapat kesamaan antara kasus 1 dan kasus 2

D. Perencanaan

Table 3.13 Rencana Tindakan Keperawatan

No Diagnosa Kriteria Hasil Perencanaan


Keperawatan
1 Kasus 1
Ketidakefektifan Tujuan : setelah a) Menganjur kan agar
pemeliharaan dilakukan tindakan keluarga dan klien
kesehatan keperawatan keluarga, menerapkan
berhubungan keluarga mengerti dan kepatuhan dalam
dengan memahami tentang prilaku gaya hidup
ketidakmampuan ketidakefektifan pada sehat
keluarga penderita DM. b) Ajarkan setrategi
mengenal untuk
masalah Kriteria Setandar: mempertahankan /

49
kesehatan a) Adanya dukungan dari memperbaiki
keluarga keluarga untuk kesehatan klien
meningkatkan cara c) Membantu klien
hidup sehat untuk memahami
b) Adanya kesadaran informasi dan
dalam meningkatkan mengenal masalah
kesejahteraan yang berhubungan
pemulihan dan hidup dengan penyakit
sehat d) Memberikan
penyuluhan
sehubungan dengan
penyakit
2 Kasus 2
Ketidakefektifan Tujuan : setelah a) Menganjur kan agar
pemeliharaan dilakukan tindakan keluarga dan klien
kesehatan keperawatan keluarga, menerapkan
berhubungan keluarga mengerti dan kepatuhan dalam
dengan memahami tentang prilaku gaya hidup
ketidakmampuan ketidakefektifan pada sehat.
keluarga penderita DM. b) Ajarkan setrategi
mengenal untuk
masalah Kriteria Setandar: mempertahankan /
kesehatan b) Adanya dukungan memperbaiki
keluarga dari keluarga untuk kesehatan klien
meningkatkan cara c) Membantu klien
hidup sehat untuk memahami
c) Adanya kesadaran informasi dan
dalam meningkatkan mengenal masalah
kesejahteraan yang berhubungan
pemulihan dan hidup dengan penyakit
sehat d) Memberikan
penyuluhan
sehubungan dengan
penyakit

Penjelasan :
Dari perencanaan asuhan keperawatan di atas di dapatkan kesamaan antara

kasus 1 dan kasus 2

E. Pelaksanaan

Tabel 3.14 Implementasi Keperawatan

No Pelaksanaan Hari Ke 1 Hari Ke 2 Hari Ke 3


1 Kasus 1
7 mei 2019 9 mei 2019 11 mei 2019

50
a) Menggali a) Mengajarkan a) Meminta klien
pengetauan kepada klien untuk
klien
9 m tentang tentang mengulangi
pola e hidup makanan apa makanan yang
sehat i saja yang di boleh dan yang
b) Menggali konsumsi tidak boleh di
pengetauan
2 untuk konsumsi
klien 0 tentang penderita DM b) Meminta klien
penyakitnya
1 seperti: mengulangi
c) Mengkaji
9 kentang, beras tentang
tentang merah, nasi penjelasan
makanan yang jagung untuk tentang masalah
setiap hari di lauk pauknya penyakit DM
konsumsi Ny.Y yaitu rendah c) Menganjurkan
d) Memotivasi lemak seperti: keluarga untuk
pasien untuk ikan, tahu, memantau pola
prilaku hidup tempe hidup sehat
sehat b) penerapan
dalam pola
hidup sehat
seperti
olahraga Dm
c) Menjelaskan
kepada klien
tentang
penyakit DM
d) Mengajarkan
pada klien
tentang pola
hidup sehat
yaitu olahraga
secara teratur,
menghindari
setes, dan
yang paling
utama yaitu
dengan cara
tidak
mengonsumsi
makanan yang
memperberat
penyakit DM
seperti
mengonsumsi
minuman
manis yang
terdapat gula
pasir / gula

51
jawa, kue
manis, dan
makanan siap
saji
2 Kasus 2
7 Mei 2019 9 Mei 2019 11 Mei 2019
a) Menggali a) Mengajarkan a) Meminta klien
pengetauan kepada klien dan keluarga
9klien
m dan dan keluarga untuk
keluarga
e tentang mengulangi
tentang
i pola makanan apa makanan yang
hidup sehat saja yang di boleh dan yang
b) Menggali
2 konsumsi tidak boleh di
pengetauan
0 untuk konsumsi
klien
1 tentang penderita DM b) Meminta klien
penyakitnya
9 seperti: dan keluarga
c) Mengkaji kentang, beras mengulangi
tentang merah, nasi tentang
makanan yang jagung untuk penjelasan
setiap hari di lauk pauknya tentang masalah
konsumsi Ny.K yaitu rendah penyakit DM
d) Memotivasi lemak seperti:
pasien dan ikan, tahu,
keluarga untuk tempe
prilaku hidup b) penerapan
sehat dalam pola
e) Motivasi klien hidup sehat
dan keluarga seperti
agar selalu olahraga Dm
menggunakan c) Menjelaskan
fasilitas kepada klien
kesehatan dan keluarga
terdekat tentang
penyakit DM
d) Mengajarkan
pada klien dan
keluarga
tentang pola
hidup sehat
yaitu olahraga
secara teratur,
menghindari
setes, dan
yang paling
utama yaitu
dengan cara
tidak
mengonsumsi

52
makanan yang
memperberat
penyakit DM
seperti
mengonsumsi
minuman
manis yang
terdapat gula
pasir / gula
jawa, kue
manis, dan
makanan siap
saji

Penjelasan:
Dalam melaksanakan / melakukan tindakan keperawatan, terdapat

perbedaan antara kasus 1 dan kasus 2. Perbedaan mya adalah terletak pada

tingkat pengetauan dan keadaan dalam keluarga saat ini.

F. Evaluasi

Table 3.15 Evaluasi Keperawatan

No Evaluasi Hari Ke 1 Hari Ke 2 Hari Ke 3


1 Kasus 1
7 mei 2019 9 mei 2019 11 mei 2019
Jam : 10.00 Jam: 11.00 Jam 14.00
S: S: S:
a) Keluarga dan a) Keluarga dan a) Keluarga dan
Ny.Y Ny.Y Ny.Y
mengatakan mengatakan mengatakan
belum bisa sudah mulai sudah mulai
menerapkan bisa bisa
makanan menerapkan menerapkan
rendah makanan makanan
lemak, dan rendah rendah lemak,
belum bisa lemak, tetapi dan
mengurangi belum bisa mengurangi
minum – mengurangi minum –
minuman minum – minuman
yang manis minuman yang manis
b) Keluarga dan yang manis b) keluarga dan
Ny.Y b) Keluarga dan Ny.Y
mengatakan Ny.Y mengatakan
lupa tenang mengatakan sudah ingat
penjelasan sudah ingat tenang

53
penyakit tenang penjelasan
yang di penjelasan penyakit yang
deritanya penyakit di deritanya
O: yang di O:
a) Makanan di deritanya a) Makanan di
dapur : nasi, O: dapur : nasi,
tempe, teh a) Makanan di tempe dan
manis dan dapur : nasi, tahu rebus
roti manis tempe dan serta
b) Keluarga dan tahu rebus minuman
Ny.Y serta manis seperti
mengelengka minuman teh manis
n kepala saat manis b) Ny.Y sudah
di tanyai seperti teh bisa
A: Masalah manis menjawab
belum teratasi b) Keluarga dan saat di tanyai
P: Intervensi di Ny.Y sudah A:masalah teratasi
lanjutkan bisa sebagian
menjawab P: intervensi di
sedikit - lanjutkan
sedikit saat
di tanyai
A:masalah
teratasi sebagian
P: intervensi di
lanjutkan
2 Kasus 2
7 mei 2019 S: S: S:
13.00 a) Ny.K a) Ny.K a) Ny.K
mengatakan mengatakan mengatakan
9 mei 2019 belom bisa belom bisa sudah mulai
14.00 menerapkan menerapkan bisa
makanan makanan menerapkan
11 mei 2019 rendah rendah makanan
13.00 lemak, dan lemak, dan rendah lemak,
minum – minum – tetapi belum
minuman minuman bisa
yang manis yang manis mengurangi
b) Ny.K dan b) Ny.K dan minum –
keluarganya keluarganya minuman
mengatakan mengatakan yang manis
lupa tenang ingat tenang O:
penjelasan penjelasan a) Makanan di
penyakit penyakit dapur : nasi,
yang di yang di tempe goring,
deritanya deritanya tahu goreng
O: O: ,roti manis,
a) Makanan di a) Makanan di dan sayur

54
dapur : nasi, dapur : nasi, A:masalah teratasi
telur asin telur asin sebagian
,roti manis, ,roti manis, P: intervensi di
es buah, teh es buah, teh lanjutkan
manis tempe manis tempe
goring dan goring dan
sayur sayur
b) Ny.K dan b) Ny.K dan
keluarganya keluarganya
mengelengk bisa
an kepala menjawab
saat di saat di tanyai
tanyai A:masalah
A: masalah belum teratasi sebagian
teratasi P: intervensi di
P: intervensi di lanjutkan
lanjutkan

Penjelasan:

Dalam kasus evaluasi keperawatan kesehatan terdapat perbedaan antara

kasus 1 dan kasus 2 perbedaan nya yaitu pada kasus 1 klien sudah mulai bisa

menerapkan yang di anjurkan yang di sampaikan oleh mahasiswa peneliti

sedangkan untuk kasus 2 klien belom bisa menerapkan anjuran yang di

sampaikan mahasiswa peneliti.

55
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Pembahasan

Pembahasan ditujukan pada perbedaan antara tinjauan pustaka dengan

kasus yang nyata pada Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Masalah

Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Dengan Kasus Diabetes Militus di

Wilayah Kerja Puskesmas Balowerti Kota Kediri pada prinsipnya, dalam

literatur merupakan pengembangan dari suatu pengalaman yang nyata dan

telah di lakukan penelitian serta di uji kebenarannya. Namun demikan tidak

menutup kemungkinan masih di temukan perbedaan antara teori dan

kenyataan yang ada dalam asuhan keperawatan keluarga tersebut. Hal ini di

sebabkan karena setiap individu/keluarga mempunyai keunikan dan respon

yang berbeda terhadap masalah yang di hadapi. Oleh sebab itu penulis akan

membahas masalah ini dengan menyesuaikan langkah – langkah dalam

proses keperawatan

1. Pengkajian

Merupakan suatu tahapan dimana perawat mengambil data secara

terus menerus terhadap keluarga yang dibinanya. Sumber informasi dari

tahapan pengumpulan data dapat menggunakan metode wawancara kepada

semuanggota keluarga, observasi misalnya: tentang keadaan/ fasilitas

rumah, pemeriksaan fisik terhadap seluruh anggota keluarga secara head to

too dan hasil dari telahan data sekunder seperti hasil laboraturium.

Pada pengkajian kasus pertama dan kedua di keluarga mengatakan

tidak tau tentang penyebab, tanda gejala , akibat, dan upaya yang harus

56
ditingkatkan dalam kesehatan, dan kebutuhan pengobatan penyakit

Keluarga dan tidak tau tentang sumber informasi dari

masyarakat,pencegahan masalah penyakit Keluarga.

Menurut ( nanda, 2014 ) : pengkajian pada masalah keperawatan

dengan ketidakefektifan pemeliharan kesehatan Menujukkan kurang

pengetauan tentang praktek kesehatan dasar, Kurang menujukkan minat

pada perbaikan prilaku sehat, Menujukkan kurang prilaku adaptif terhadap

perubahan lingkungan,Riwayat kurang prilaku mencari bantuan kesehatan

Pada fakta dan teori terdapat perbedaan yaitu Menujukkan kurang

prilaku adaptif terhadap perubahan lingkungan dari data di atas Ny.Y

kurang minat merubah lingkungannya karena sebelumnya Ny.Y di antar

suaminya untuk pergi ke fasilitas kesehatan karena sumi Ny.Y

meninggalkan Ny.Y ahirnya Ny.Y tinggal sendirian dan tidak ada yang

mengantar ke fasilitas kesehatan.

2. Diagnosis Keperawatan

Pada masalah keperawatan dalam kasus bab 3, penulis

menggunakan diagnosa ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan

berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga dalam mengenal masalah

kesehatan keluarga.

Berdasarkan ( NANDA, 2014 ) ketidakefektifan pemeliharan

kesehatan diri merupakan ketidakmampuan mengidentifikasi, mengelola,

dan/atau mencari bantuan untuk mempertahankan kesehatan. Batasan

karakteristik pada diagnose ini yang ada pada keluarga Ny.Y dan keluarga

Ny.K menujukkan kurang pengetauan tentang praktek dasar

57
Pada diagnosa diatas di dapatkan kesamaan antara fakta dan teori

yaitu ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan

ketidak mampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan keluarga.

3. Perencanaan

Untuk perencanaan menganjur kan agar keluarga dan klien

menerapkan kepatuhan dalam prilaku gaya hidup sehat, ajarkan setrategi

untuk mempertahankan / memperbaiki kesehatan klien, membantu klien

untuk memahami informasi dan mengenal masalah yang berhubungan

dengan penyakit.

Menurut ( IPPKI, 2017 ) Di dalam perencanaan pada masalah

keperawatan dengan ketidakefektifan pemeliharan kesehatan keluarga

mengacu pada intervensi keperawatan yaitu proses penyakit, proses

penyakit individu, dan proses penyakit kelompok

Dari data fakta dan teori di dapatkan kesamaan yaitu sama - sama

di berikan perencanaan yang sama antara keluarga Ny.Y dan Ny.K

4. Tindakan

Pada kasus 1 dan kasus 2 dalam pelaksanaan tindakan keperawatan

kepada keluarga Ny.Y dan keluarga Ny.K diberikan penyuluhan kesehatan

tentang proses penyakit DM seperti pengertian DM, tanda dan gejalanya,

serta cara pencegahannya.

Implementasi merupakan salah satu tahap proses keperawatan

keluarga , Diharapkan perawat dapat memberikan kekuatan dan membantu

mengembangkan potensi yang ada sehingga keluarga dapat mempunyai

kepercayaan diri dan mandiri dalam menyelesaikan masalah (Setiadi,2008)

58
Dari data di atas antara fakta dan teori tidak terdapat kesenjangan,

karena pada kedua kasus Ny.Y dan Ny.K sama – sama di beri penyuluhan

tentang ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan

ketidak mampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan keluarga.

5. Evaluasi

Dalam kasus kesehatan Ny.Y dan Ny.K di dapatkan tujuan belum

bisa tercapai sepenuhnya dan masalah hanya teratasi sebagian. Hal

tersebut disebabkan karena respon klien terhadap tindakan keperawatan

juga belum maksimal. Dan waktu penelitian juga terbatas.

Tahap penilaian atau evaluasai adalah perbandingan yang

sistematis dan perencanaan tentang kesehatan keluarga dengan tujuan

yang telah di tetapkan dilakukan dengan cara berkesinambungan dengan

melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnya. (setiadi,2008)

Pada data di atas di temukan antara fakta dan teori terdapat

berbedaan yaitu evaluasi tentang ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan

berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga dalam mengenal masalah

kesehatan keluarga hanya dapat teratasi sebagian.

59
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada keluarga Ny.Y dan Ny.K

dengan masalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan

ketidakmampuan keluarga dalam mengenal dan merawat masalah kesehatan

keluarga yang menderita Diabetes Militus, selama pengambilan kasus maka

penulis dapat menarik kesimpulan dan saran sebagai berikut:

A. Kesimpulan

1. Pada pengkajian di dapatkan data antara teori dan kasus sedikit perbedaan,

yaitu Menujukkan kurang prilaku adaptif terhadap perubahan lingkungan

2. Diagnosa keperawatan yang muncul pada tinjauan kasus yaitu

ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan, karena ketidakmampuan keluarga

dalam mengenal penyakit Diabetes Militus.

3. Perencanaan didapatkan kesamaan yaitu penulis menggunakan etiologi pada

intervensi ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan

ketidakmampuan mengenal masaah

4. Tahap pelaksanaan Dari data di atas yaitu pemberian penyuluhan kesehatan

tentang ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan

ketidak mampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan keluarga

5. Pada evaluasi hari ke tiga di dapatkan bahwa ke dua keluarga masalah

tercapai sebagian. Hal ini menujukkan banyak factor yang menentukan

60
tingkat keberhasilan tindakan meningkatnya pengetahuan tentang

perawatan DM..

B. Saran

1. Bagi Institusi Pendidikan

Karya tulis ilmiah ini sebagai masukan data dan sumbangan

pemikiran ilmu pengetauan tentang asuhan keperawatan keluarga dengan

Diabetes Militus selain itu setudi kasus keluarga hendaknya tetap menjadi

salah satu program dari Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

mengingat masalah keluarga sangat kompleks dan keluarga sebagai

perantara yang efektif.

2. Bagi Lahan Praktek

Hendaknya di daerah Pukesmas Balowerti menyediakan pukesmas

pembantu di sekitar wilayah kerja Pukesmas Balowerti. Karena pembantu

akan mempermudah untuk mengecek atau pengambilan obat. Berdasarkan

petunjuk (kementrian kesehatan republic Indonesia,2017 ) pukesmas

pembantu ( pustu ) adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana yang

berfungsi menujang dan membantu memperluas jangkauan pukesmas

dengan melaksanakan kegiatan – kegiatan yang dilakukan pukesmas

dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil serta jenis kopetensi

pelayanan yang di sesuaikan dengan kemampuan tenaga dan sarana yang

tersedia.

61
3. Bagi Pasien/keluarga

Diharapkan keluarga untuk mengingatkan dan mengantar klien

untuk kontrol rutin ke pelayanan kesehatan dan berperan aktif dalam

setiap tindakan asuhan keperawatan.

62
DAFTAR PUSTAKA

Achjar, Komang Ayu Henny. 2012. Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta:


Sagung Seto

Ernawati, 2013. Penatalaksanaan Keperawatan Diabetes Melitus Terpadu, Mitra


Wacana Media, Jakarta.

Fauzi, Isma, 2014. Buku Pintar Deteksi Dini Gejala, Dan Pengobatan Asam Urat,
Diabetes Melitus Dan Hipertensi, Araska, Jakarta.

Gusti Adp, Salvari, 2013. Asuhan Keperawatan Keluarga, Tim, Jakarta.

IPPKI.2017.Panduan Asuhan Keperawatan .Ui Press

Magfirah.2013. Optimisme Dan Setres Pada Pasien Diabetes Militus.Jurnal


Florence, 1 : 2

Nur Isnaini Berbendapat dalam Interational Diabetes Federaton. 2013 . Idf


Diabetes Atlas 5 Th Edition

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes).2018. Badan Penelitian Dan Pengembangan


Kesehatan Kementerian Ri 2018

Suprajitno, 2004. Asuhan Keperawatan Keluarga, Egc, Jakarta.

Setiadi. 2008. Konsep Dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha


Ilmu.

Setiadi, (2007). Konsep & Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha


ilmu.

Sudiharto. (2007). Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan


Keperawatan Transkultural. Jakarta: Egc.

World Health Organization. 2018 . World Health Statistic Dunia :Who

Windarni, Zelby. 2017 . Jurnal Health Promotion Based Ottawa Charter. Surabaya

63
LAMPIRAN 1

JADWAL PENYUSUNAN KTI

No Tahapan / Kegiatan Jadwal

1 Sosialisasi 16 November 2018

2 Bimbingan Proposal 19 – 23 November 2018

3 Verifikasi 26 – 30 November 2018

4 Etik 3 – 7 Desember 2018

5 Pengambilan Kasus 13 – 24 Mei 2019

6 Proses Bimbingan Penyusunan Laporan 27 – 31 Mei 2019

7 Uji Sidang KTI 11 – 18 Juni 2019

8 Revisi Hasil Uji Sidang 19 Juni 2019

9 Pengumpulan KTI siap Jilid Paling lambat 20 juni 2019

64
LAMPIRAN 2

INFORMASI STUDI KASUS

Oleh :

Habri Novita Devi

Saya adalah mahasiswa program Diploma III Akademi Keperawatan

Dharma Husada Kediri. Studi kasus ini dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan

dalam menyelesaikan tugas ahir program Diploma III Akademi Keperawatan

Dharma Husada Kediri

Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan Asuhan Keperawatan Keluarga

Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan pada Kasus Diabetes Militus. Kami

menjamin kerahasiaan pendapat dan identitas anda. Informasi yang anda berikan

hanya akan dipergunakan untuk ilmu keperawatan dan tidak dipergunakan untuk

maksud lain.

Partisipasi pasien dan keluarga dalam penelitian inibersifat volunter

(bebas) dan tanpa adanya paksaan

Kediri,…………………2019

Peneliti

( Habri Novita Devi )

Nim: 2016.49.035

65
LAMPIRAN 3

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Saya Habri Novita Devi mahasiswa program studi D III Ilmu

Keperawatan Akper Dharma Husada Kediri angkatan XXIII. Saya akan

melakukan penelitian tentang “ Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Masalah

Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan pada Kasus Diabetes Militus ” hasil

penelitian ini akan bermanfaat dalam keluarga yang menderita penyakit Diabetes

Militus

Untuk itu saya mohon kesediaan kepada pasien untuk memberikan

informasi secara jujur tentang keadaannya. Semua data yang di kumpulkan akan

di rahasiakan dan tanpa nama. Data di sajikan untuk kepentingan perkembangan

ilmu keperawatan

Atas partisipasi saudara, saya sampaikan semoga bermanfaat dan

terimaksih

Hormat Saya Penerima Responden

( Habri Novita Devi ) ( )

Nim : 2016.49.035

66
LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Saya Habri Novita Devi mahasiswa program studi D III Ilmu

Keperawatan Akper Dharma Husada Kediri angkatan XXIII. Saya akan

melakukan penelitian tentang “ Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Masalah

Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan pada Kasus Diabetes Militus ” hasil

penelitian ini akan bermanfaat dalam keluarga yang menderita penyakit Diabetes

Militus

Untuk itu saya mohon kesediaan kepada pasien untuk memberikan

informasi secara jujur tentang keadaannya. Semua data yang di kumpulkan akan

di rahasiakan dan tanpa nama. Data di sajikan untuk kepentingan perkembangan

ilmu keperawatan

Atas partisipasi saudara, saya sampaikan semoga bermanfaat dan

terimaksih

Hormat Saya Penerima Responden

( Habri Novita Devi ) ( )

Nim : 2016.49.035

67
LAMPIRAN 4

LEMBAR PERSETUJUAN KLIEN

Setelah menerima penjelasan penelitian ini dan mendapatkan jawapan atas

pertanyaan yang saya ajukan, maka saya mengetaui menfaat dan tujuanpenelitian

ini, saya mengerti bahwa penelitian menghargai dan menjujung tinggi hak – hak

saya sebagai responden.

Saya menyadari bahwa penelituan ini tidak akan berdampak negative bagi saya,

saya mengerti bahwa keikutsertaan saya dalam penelitian ini sangat besar

manfaatnya bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan ini saya

menyatakan :

Setuju

Tidak Setuju

Kediri,……………..2019

Responden

( )

68
LEMBAR PERSETUJUAN KLIEN

Setelah menerima penjelasan penelitian ini dan mendapatkan jawapan atas

pertanyaan yang saya ajukan, maka saya mengetaui menfaat dan tujuanpenelitian

ini, saya mengerti bahwa penelitian menghargai dan menjujung tinggi hak – hak

saya sebagai responden.

Saya menyadari bahwa penelituan ini tidak akan berdampak negative bagi saya,

saya mengerti bahwa keikutsertaan saya dalam penelitian ini sangat besar

manfaatnya bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan ini saya

menyatakan :

Setuju

Tidak Setuju

Kediri,……………..2019

Responden

( )

69
LAMPIRAN 5

Evaluasi Asuhan Keperawatan Keluarga

kasus 1

No Kriteria Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 3


Apakah Apakah Apakah
dilakukan dilakukan dilakukan
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
1. Keluarga dan klien -  
dapat memahami
penjelasan perawat
2 keluarga mengetahiu
tentang penyakit
diabetes
a. Keluarga mengetaui -  
penyebab, tanda
gejala , akibat, dan
upaya yang harus
ditingkatkan dalam
kesehatan ?
b. Keluarga - - 
mengetaui
kebutuhan
pengobatan
penyakit Keluarga
?
c. keluarga -  
mengetaui tentang
sumber informasi
dari masyarakat ?
d. keluarga - - -
mengetaui
pencegahan
masalah penyakit
Keluarga ?
3. Keluarga dan klien
mau mengubah
prilaku
c. klien dan keluarga -  
mampu prilaku
hidup sehat ?
d. klien dan keluarga - - -
mampu
berolahraga secara
teratur?

70
4. Keluarga bisa
mempraktekkan
secara mandiri
penderita diabetes
militus
c. menjaga pola -  
hidup yang sehat ?
d. rajin dalam - - -
berolahraga ?

Kasus 2

No Kriteria Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 3


Apakah Apakah Apakah
dilakukan dilakukan dilakukan
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
1. Keluarga dan klien -  
dapat memahami
penjelasan perawat
2 keluarga mengetahiu
tentang penyakit
diabetes
e. Keluarga mengetaui -  
penyebab, tanda
gejala , akibat, dan
upaya yang harus
ditingkatkan dalam
kesehatan ?
f. Keluarga - - 
mengetaui
kebutuhan
pengobatan
penyakit Keluarga
?
g. keluarga -  
mengetaui tentang
sumber informasi
dari masyarakat ?
h. keluarga - - 
mengetaui
pencegahan
masalah penyakit
Keluarga ?
3. Keluarga dan klien

71
mau mengubah
prilaku
e. klien dan keluarga - - -
mampu prilaku
hidup sehat ?
f. klien dan keluarga   
mampu
berolahraga secara
teratur?
4. Keluarga bisa
mempraktekkan
secara mandiri
penderita diabetes
militus
e. menjaga pola - - -
hidup yang sehat ?
f. rajin dalam   
berolahraga ?

72
LAMPIRAN 6

INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA

A. Instrumen Pengumpulan Data

1. Wawancara

Wawancara yang dipergunakan untuk mengumpulkan data secara lisan

dari responden atau bercakap-cakap berhadapan muka dengan responden

misalnya mengenai identitas kepala keluarga beserta semua angota keluarga

dalam satu rumah, alamat dan telefon, pekerjaan dan pendidikan dalam satu

rumah dan juga terdapat genogram suku, agama dll

2. Pengamatan (Observasi)

a. Pengamatan terlibat (observasi partisipasif)

Pengamat benar-benar mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan

yang dilakukan dengan kata lain pengamat ikut aktif berpartisipasi pada

aktivitas yang telah di selidiki, misalnya memberikan asuhan

keperawatan pada klien dengan masalah Asuhan Keperawatan tidak

efektifan pemeliharaan kesehatan dengan masalah diabetes militus (DM )

b. Pengamatan sistematis

Pengamatan yang mempunyai kerangka atau struktur yang jelas.

Kerangka tersebut memuat beberapa hal, pada masalah Keperawatan

tidak efektifan pemeliharaan kesehatan dengan masalah diabetes militus

hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain, pada Riwayat Dan Tahap

73
Perkembangan Keluarga, Tugas perkembangan keluarga yang belum

terpenuhi Riwayat kesehatan keluarga inti dan pemeriksaan fisik

c. Dokumentasi

Pada metode dokumentasi peneliti memegang catatan untuk

mencatat semua masalah yang ada di pasien. Dari hasil data yang sudah

diperoleh meliputi wawancara, pengkajian, dan observasi untuk

memvalidasi hasil tersebut peneliti melakukan catatan hasil yang di dapat

dengan data pada rekam medik klien.

74
LAMPIRAN 6

SAP

A. PENGANTAR

Materi : Penyakit Diabetes Militus

Pokok Bahasan : Pola Hidup Sehat, Olahraga , Dan Tips Mengatasi Setres

Hari/ Tanggal :

Waktu Pertemuan : 10 Menit

Tempat : Pukesmas Sukorame

Sasaran : Pasien Dan Keluarga

B. TUJUAN

1. Tujuan Instruksional Umum

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan keluarga Tn.X dapat

melakukan perawatan pada penyakit DM

2. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1 X 15 Tn.X dan

keluarga dapat menjelaskan kembali tentang :

a. Mengerti dan memahami pengertian DM

b. Mengerti dan memahami prilaku hidup sehat DM

c. Mengetahui olahraga DM

d. Mengerti dan memahami tips mengatasi setres DM

C. MATERI PENYULUHAN

75
a. pengertian DM

b. prilaku hidup sehat penyakit DM

c. olahraga bagi penderita DM

d. tips mengatasi setres penderita DM

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Metode :ceramah, diskusi dan tanya jawab.

2. Langkah – langkah kegiatan

KEGIATAN KEGIATAN
NO WAKTU METODE
PENYULUHAN PESERTA

1
Pembukaan :
a. Menjawab salam 1 menit ceramah
a. Membuka kegiatan
b. Mendengar
dengan mengucapakan
kan
salam
c. Memperhatikan
b. Memperkenalkan diri
dan
c. Menjelaskan tujuan dari
mendengarkan
penyuluhan
d. Memperhati
d. Menyebutkan materi
kan dan
yang akan diberikan
mendengarkan

76
2 Pelaksanaan :

Penjelasan / Penyuluhan a. Memperhatikan 8 menit ceramah

tentang : dan

a. Pengertian DM Mendengarkan

b. prilaku hidup sehat b. Memperhatikan

DM dan

c. olahraga DM Mendengarkan

d. tips mengatasi setres c. Memperhatikan

DM dan

Mendengarkan

3 Evaluasi :

a. Menanyakan kepada a. Menjawab 4 menit Tanya

peserta tentang materi pertanyaan jawab

penyuluhan yang telah

diberikan, mengevaluasi

tentang materi yang telah

disampaikan dan

reiforcement kepada

peserta yang dapat

menjawab pertanyaan.

4 Terminasi :

a. Mengucapkan terima a. Mendengarkan 1 menit

kasih atas peran peserta

77
b. Mengucapkan salam b. Menjawab salam

penutup

E. MEDIA DAN SUMBER

1. Materi SAP

2. Leaflet

3. LCD

F. EVALUASI

1. Evaluasi struktur

a. Semua peserta hadir dalam kegiatan

b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan oleh mahasiswa

c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya

d. SAP sudah disiapkan 2 hari sebelum dimulai acara

e. Materi dan media yang akan digunakan sudah disiapkan 2 hari

sebelum dimulai acara

f. Kontrak waktu dengan sasaran sudah dilakukan

2. Evaluasi proses

a. Acara dimulai tepat waktu dan sasaran sesuai target.

b. Peserta antusias terhadap materi yang diberikan

c. Peserta tidak meninggalkan tempat penyuluhan

d. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar

3. Evaluasi hasil

78
a. Jumlah peserta yang datang 100% hadir dari target yang diharapkan

b. Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 75% dari peserta mampu:

i. Menyebutkan penyebab diabetes melitus

ii. prilaku hidup sehat penyakit DM

iii. pentingnya olahraga bagi penderita DM

iv. tips mengatasi setres penderita DM

G. MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian DM

Diabetes militus ( DM ) merupakan suatu penyakit yang dimana terdapat

kelainan di dalam tubuh hal tersebut di karenakan di dalam tubuh terdapat

kadar gula dalam darah yang meningkat akibatnya terjadi kerusakan pada

sistem tubuh yang bertugas memecahkan makanan

2. Prilaku hidup sehat penyakit DM

a. Memakan makanan yang di anjurkan oleh dokter seperti

1) Karbohidrat

a) Kentang

b) Singkong dan ubi

c) Nasi tiwul

d) Nasi jagung

e) Beras merah

2) Protein rendah lemak

a) Ikan

b) Tahu

79
c) Tempe

d) Kacang – kacangan

3) Sumber lemak dalam jumlah terbatas dapat diperoleh dari pangan

yang diolah dengan cara dipanggang, dikukus, disetup, direbus, dan

dibakar

b. Bahan Makanan yang Harus Dibatasi atau Dihindari

1) Gula pasir dan gula jawa.

2) Sirup, selai, jeli, buah yang diawetkan dengan gula, susu kental manis,

minuman botol ringan, dan es krim.

3) Kue – kue manis, dodol, cake, dan tart

4) siap saji, dan goreng – gorengan ikan asin, telur asin, makanan yang

diawetkan, makanan yang banyak mengandung MSG.

3. Olahraga DM

a. Berjalan

b. Joging

c. Bersepeda

d. Berenag

e. Senam

4. Tips mengatai setres DM

a. Mengeluarkan semua unek unek

b. Olahrga

c. Menjalani hobi

d. Beribadah

e. Berfikir Santai

80
81