Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Kebakaran merupakan suatu peristiwa terjadinya reaksi bertemunya tiga komponen yaitu
adanya bahan bakar (bahan yang mudah terbakar), sumber penyalaan (nyala api) dan gas
oksigen yang akan terus berlangsung dan padam jika salah satu komponen tersebut
dipisah/diisolasi.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa perencanaan untuk mengatasi kemungkinan
terjadinya kebakaran di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung dipandang perlu
dibuat dalam bentuk dokumen tertulis untuk diketahui, dipelajari dan disosialisasikan oleh
seluruh karyawan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung
termasuk pengunjung dan mitra Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


1. Panduan/pedoman ini dibuat untuk memberikan penjelasan dan arahan tentang
penanganan dengn jelas tentang penanganan bahaya kebakaran secara terorganisir dan
terpadu dan bertindak berdasar ketentuan dan peraturan yang berlaku.
2. Melalui panduan/pedoman yang telah dibuat diharapkan penanganan bahaya kebakaran
di dalam gedung Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung dapat
dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unit di lingkungan Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung.

1
BAB II
PENCEGAHAN KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT

1. Pencegahan kebakaran bagi karyawan :


Dalam upaya menanggulang terjadinya kebakaran di lingkungan Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Klungkung, maka setiap karyawan wajib :
a. Mematuhi peraturan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran
b. Memberitahukan kepada/memberikan laporan kepada petugas yang ditunjuk jika
menemukan/mengetahui adanya indikasi tejadinya kebakaran.
c. Tidak melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan terjadinya bahaya kebakaran
seperti :
 Tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di sembarang tempat
 Menggunakan stop kontak yang sesuai dengan kapasitas.
 Selalu mencabut/mematikan peralatan elektronik di tempat kerja saat tidak
dipergunakan.
 Menjaga agar pintu darurat/pintu menuju keluar tidak terhalang dengan barang lain
sehingga dapat mengganggu saat evakuasi.
 Memastikan ruang tangga darurat tidak terhalang barang apapun.

2. Pencegahan kebakaran bagi pengunjung/tamu


a. Mematuhi peraturan pencegahan dan penanggulangan kebakaran termasuk larangan
merokok di area Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung.
b. Mencegah dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan terjadinya bahaya
kebakaran.
c. Memberitahukan/melaporkan kepada karyawan yang berada didekatnya apabila
mengetahui/menemukan terjadi indikasi kebakaran di area Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Klungkung.
3. Prinsip Dasar Penanggulangan kebakaran di Rumah Sakit :
Jika terjadi kebakaran, agar segera melakukan tindakan awal secara cepat dan tepat antara
lain :
a. Memadamkan sumber api awal (api kecil yang terjadi)
b. Memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam yang tersedia di area terdekat.
c. Berupaya untuk melokalisir area kebakaran semaksimal mungkin agar tidak meluas.
d. Melakukan tindakan penyelamatan terhadap manusia, dokumen penting dan barang
berharga lainnya.

2
BAB III
BEBERAPA TINDAKAN APABILA TERJADI KEBAKARAN

1. Tanda-tanda terjadinya Kebakaran


Apabila terjadi kebakaran di dalam gedung Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Klungkung, maka akan ada tanda-tanda terjadi kebakaran :
a. Apabila timbul asap atau panas yang cukup banyak, maka smoke detector dan alarm
secara otomatis akan berbunyi pada lokasi/tempat terjadi kebakaran dan selanjutnya
panel induk alarm juga berbunyi.
b. Pada panel induk alarm akan menunjukkan lokasi/tempat terjdinya kebakaran,
sehingga akan memudahkan petugas secara cepat menanggulangi lokasi kebakaran.
c. Jika alarm tidak dapat berfungsi sementara kebakaran tejadi, maka
karyawan/pengunjung dapat melaporkan kepada petugas satuan pengamanan/teknisi
pada extension 111 Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung.
d. Petugas yang telah menerima laporan terjadinya kebakaran segera untuk
menyampaikan kepada petugas CODE RED di Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Klungkung .

2. Apabila terjadi Kebakaran pada saat jam kerja


Apabila karyawan mengetahui terjadinya kebakaran, agar segera melaporkan petugas CODE
RED untuk melakukan penanggulangan :
a. Dalam keadaan normal alarm di lokasi akan berbunyi secara otomatis.
b. Berusaha untuk memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR),
sementara teknisi akan mematikan aliran listrik di area terjadi kebakaran agar api tidak
meluas.
c. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemadaman api dengan menggunakan APAR :
 Kebakaran pada barang-barang yang dialiri listrik dipadamkan dengan
menggunakan APAR gas CO2 warna merah.
 Kebakaran pada barang-barang lain dapat digunakan dengan APAR busa kimia
(Foam) warna merah.
d. Apabila api tidak dapat dipadamkan dengan menggunakan APAR, maka petugas dapat
menghubungi Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung pada nomor (0366) 22655
e. Peralatan yang perlu disediakan dalam menanggulangi kebakaran antara lain : Masker,
tandu penyelamat dan peralatan pemadam lain.

3
3. Tugas Khusus Teknisi
Apabila mengetahui terjadi kebakaran di area tertentu, segera menuju lokasi dengan
melakukan tindakan :
a. Mematikan aliran listrik pada area kebakaran dan dipersiapkan untuk mempersiapkan :
Genset dan alat lain yang diperlukan.
b. Melakukan koordinasi dengan Komite K3RS untuk mengkoordinir penanggulangan
kebakaran.

4. Penanganan pemakaian lift ketika kebakaran


Petugas teknisi dan satuan pengamanan saat terjadi kebakaran harus melakukan tindakan :
a. Menurunkan secepatnya karyawan yang saat itu menggunakan lift sepanjang api masih
dapat dikendalikan dan lift masih dapat digunakan.
b. Jika api makin membesar, maka petugas mematikan lift dan posisi kedudukan car lift
berada di lantai dasar (lantai 1).
c. Melarang untuk menggunakan lift saat kebakaran.

5. Tugas Satuan Pengamanan


Pada saat terjadinya kebakaran di area RSUD Kabupaten Klungkung, maka petugas Satuan
Pengamanan :
a. Wajib menuju lokasi terjadinya kebakaran untuk memberikan bantuan dan
menertibkan karyawan atau pengunjung Rumah Sakit untuk melaksanakan evaluasi
melalui tangga darurat yang tersedia.
b. Membantu mengamankan dan menyelamatkan dokumen penting dibawa keluar
gedung untuk diamankan dan dijaga.
c. Apabila keadaan api tidak dapat dikendalikan, maka harus segera dilakukan evakuasi
besar-besaran. Dan petugas Satuan Pengamanan akan bertugas :
 Menjaga pintu halaman depan dan melarang kendaraan masuk RSUD Kabupaten
Klungkung, kecuali mobil pemadam kebakaran, mobil polisi dan ambulance.
 Menertibkan karyawan yang dievakuasi di tempat yang aman, sambil menunggu
proses pemadaman selesai.
 Mengatur kendaraan di dalam area RSUD Kabupaten Klungkung untuk segera
dibawa keluar RSUD Kabupaten Klungkung.
 Mematuhi instruksi pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.

6. Tugas Tim Medis


Apabila terjadi kebakaran di area RSUD Kabupaten Klungkung, maka tim medis
berkewajiaban untuk :
a. Memberikan pertolongan dan merawat jika terdapat korban akibat kebakaran

4
b. Mempersiapkan kebutuhan obat-obatan
c. Menyiapkan tandu dan kendaraan ambulance
d. Siap untuk meminta bantuan kepada pos bantuan terdekat.

7. TINDAKAN BILA TERJADI KEBAKARAN DI LUAR JAM KERJA


Apabila terjadi kebakaran di RSUD Kabupaten Klungkung, maka karyawan yang bertugas
shift jaga wajib memberikan laporan kepada :
1. Pimpinan RSUD Kabupaten Klungkung
2. Kepala Bagian Umum dan Rumah Tangga
3. Petugas satuan pengamanan
4. Komite K3RS

5
BAB IV
SISTEM PERALATAN PENCEGAH/PENANGGULANGAN KEBAKARAN GEDUNG
RSUD KABUPATEN KLUNGKUNG

RSUD Kabupaten Klungkung terletak di Jalan Jln Flamboyan No. 40 Semarapura - Klungkung,
terdiri dari gedung Radiologi, IRD,Laboratorium, Unit I, Unit II, HD, Paviliun, Ruang Apel,
CSSD, Ruang Belimbing, Kelas III, Endoscopy, PONEK, Ruang D lama, Ruang Jambu, Ruang
Kedondong, Gizi, Bale Bengong, IPSRS, Gudang Aset dan Koperasi, IPJ, Kamar Jenazah, TPS,
Diklat, Incenerator, Mushola, Kantin, Gudang farmasi, IBS. Pada gedung dilengkapi dengan
system pencegah kebakaran dan peralatan pencegah kebakaran yang terdiri dari :

1. Sistem Proteksi Aktif


Pada konstruksi RSUD Kabupaten Klungkung dibangun dengan konstruksi besi beton
yang tidak mudah terbakar, lay out gedung dibuat sedemikian rupa dengan desain ruang
terbuka agar dimungkinkan memperlambat api menjalar jika terjadi kebakaran.
Akses petugas untuk berkoordinasi dapat dijangkau dengan mudah, akses evakuasi baik
melalui pintu darurat serta jalur evakuasi yang sudah disediakan disetiap masing- masing
gedung, menuju di tempat aman (tempat berkumpul) telah disediakan RSUD Kabupaten
Klungkung.

2. Sistem peringatan dini


Sistem deteksi dini pada bangunan di RSUD Kabupaten Klungkung dengan menggunakan
detector panas dan detector asap dan peralatan pencegahan kebakaran.
a. Sistem pada gedung RSUD Kabupaten Klungkung menggunakan detector panas dan
detector asap. Detector panas terpasang pada gedung Unit 1 dan 2, serta pada setiap
gedung baru di lingkungan RSUD Kabupaten Klungkung,

Gambar 1. : Detector Panas “Electro pneumatic detector”

6
Cara kerja system ini adalah apabila timbul asap atau panas yang cukup banyak,
maka akan menimbulkan aktifnya detector. Peringatan dini ini akan bekerja dengan
secara otomatis dengan :
 Bell alarm pada lantai yang bersangkutan, bel alarm satu dengan yang lainnya
akan berbunyi pada satu lantai diatasnya dan satu lantai dibawahnya berbunyi
secara bersamaan.

Gambar 3 : Alarm Bell

 Buzzer alarm repeater terletak dalam gedung Unit 1, gedung Unit 2, gedung
UGD, gedung kelas 3, gedung Gema Shanti, gedung VIP, gedung Lab, gedung
Radiologi berikut lampu indikator alarm pada panel masing-masing.

3. ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)


Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berfungsi untuk memadamkan api kebakaran yang
masih ringan/kecil.

Gambar 4 : Alat Pemadam Api Ringan (APAR)


Jenis Pemadam Api Ringan (APAR) :

7
AIR BUSA

KIMIA HALON
CO2 KERING 1211

Darurat Kebakaran 2104 - Personalia RS.


19
Natar Medika

Pemakaian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) :

KENALILAH ALAT PEMADAM API RINGAN ANDA


AIR KIMIA HALON
BUSA CO2
KERING 1211

Kayu, kertas, kain,   


A  
plastik, sampah, dll. TEPAT SEKALI API AWAL
Bahan cair yang
mudah terbakar B     
yang tak larut
Bahan cair yang
mudah terbakar  
B   
yang larut di air :
aceton, alkohol, dll. BUSA KHUSUS
Bahan gas : LPG,
C     
LNG
Peralatan yang E     
bermuatan listrik
Kendaraan bermotor  
Darurat Kebakaran  RS.
2104 - Personalia  
INTERIOR & MESIN INTERIOR & MESIN 21
INTERIOR & MESIN
INTERIOR INTERIOR & Natar
MESINMedika

Kegunaan APAR untuk memadamkan :


a. Kayu, kertas, kain
b. Minyak dan gas
c. Benda listrik
d. Logam

8
BAB V
EVAKUASI KEBAKARAN

1. SISTEM EVAKUASI
Pada peristiwa terjadinya kebakaran dimungkinkan timbulnya korban (baik
karyawan/pengunjung Rumah Sakit), maka perlu dilakukan evakuasi penghuni
(karyawan/pengunjung) RSUD Kabupaten Klungkung. Proses evakuasi harus dilakukan
melalui Jalur Evakuasi yang tersedia. Untuk mempermudah karyawan/pengunjung Rumah
Sakit menuju titik kumpul, maka setiap gedung dipasang tanda penunjuk arah jalur
Evakuasi.
2. LANGKAH-LANGKAH PREVENTIF TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN
Upaya untuk melakukan tindakan preventif terhadap bahaya kebakaran, maka diperlukan
kesadaran dari karyawan maupun penghuni di RSUD Kabupaten Klungkung untuk :
1. Dilarang membuang puntung rokok yang masih menyala atau segala sesuatu yang dapat
menimbulkan api.
2. Menggunakan/memakai stop kontak yang tidak sesuai dengan kapasitasnya.
3. Selalu mematikan atau mencabut peralatan elektrik setelah menggunakan stop kontak.
4. Menjaga seluruh peralatan pemadam kebakaran yang tersedia agar tidak terhalang
sehingga mengganggu saat dilakukan pemadamaman.
5. Menjaga jalur menuju pintu tangga darurat.
6. Tangga darurat harus terbebas dari barang-barang yang dapat mengganggu saat
evakuasi.

3. PELATIHAN / SIMULASI
Untuk mendidik dan membiasakan senantiasa siap dalam menghadapi bahaya kebakaran
sehingga perlu dilakukan simulasi peragaan evakuasi secara periodic (1 tahun sekali). Hal
ini dimaksudkan agar karyawan/pengunjung sudah mengetahui dan siap dalam menghadapi
bahaya kebakaran yang sesungguhnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan evakuasi :
1. Jangan Panik
2. Keluar melalui Jalur Evakuasi
3. Jangan menggunakan lift atau tangga penghubung
4. Mengikuti petunjuk petugas evakuasi
5. Turun dengan tertib (tidak berebut) tapi cepat

9
BAB VI
PENUTUP

Sebagian besar masalah teknis dalam rangka penanggulangan kebakaran telah dijelaskan
menyangkut langkah/tindakan yang harus dilakukan untuk menanggulangi bahaya kebakaran.
Oleh karenanya panduan/pedoman penanggulangan kebakaran hendaknya diketahui oleh
seluruh karyawan maupun pengunjung RSUD Kabupaten Klungkung.

Upaya yang paling utama adalah kesadaran untuk memelihara faslitas dan mencegah terjadinya
hal-hal yang tidak diinginkan karena mencegah akan lebih baik dari memadamkan kebakaran.
Kami mohon saran dan masukan atas pedoman yang telah kami buat demi penyempurnaan
materi penaggulangan kebakaran di gedung RSUD Kabupaten Klungkung.

10