Anda di halaman 1dari 3

PENILAIAN,

PENGENDALIAN DAN
PENYEDIAAN OBAT DAN
BAHAN MEDIS HABIS
PAKAI
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/3

La Ode Muhammad Said


Puskesmas Towea
NIP. 19630329 198703 1 016

1. Pengertian Pengendalian obat dan bahan medis habis pakai merupakan salah satu
kegiatan pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan,
permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian,
pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi
2. Tujuan Untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan obat
dan bahan medis habis pakai yang efisien, efektif dan rasional,
meningkatkan kompetensi/ kemampuan tenaga kefarmasian,
mewujudkan system informasi manajemen dan melaksanakan
pengendalian mutu pelayanan
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Towea Nomor / SK/ PKM-
TW/ UKP/ /2018 Tentang Penyediaan Obat Yang Menjamin
Ketersediaan Obat
4. Referensi Pedoman Pengelolaan Obat Publik Dan Perbekalan Kesehatan Di
Daerah Kepulauan Tahun 2007

5. Prosedur 1. Petugas pengelola obat menghitung pemakaian rata- rata per bulan
di Puskesmas Induk dan seluruh jejaring puskesmas
2. Petugas pengelola obat menentukan stok optimum yaitu jumlah
stok obat yang diserahkan kepada unit pelayanan agar tidak
mengalami kekurangan/ kekosongan
3. Petugas pengelola obat menentukan stok pengaman (safety stock)
yaitu jumlah stok yang disediakan untuk mencegah terjadinya
sesuatu hal yang tidak terduga
4. Petugas pengelola obat menghitung waktu tunggu yaitu waktu
yang diperlukan dari mulai amprah/ pemesanan obat ke Instalasi
Farmasi Kabupaten hingga obat diterima di puskesmas
5. Petugas pengelola obat melakukan penanganan obat rusak dan
kadaluwarsa
6. Petugas pengelola obat mengawasi penggunaan obat di sub unit
dengan pengawasan LPLPO
7. Petugas pengelola obat memantau Penggunaan Obat Rasional
(POR) dalam pelayanan kefarmasian
8. Petugas pengelola obat mencatat obat- obat yang kosong
9. Petugas pengelola obat mengajukan pengebonan obat tambahan
apabila terjadi kekosongan dengan disertai Surat Permintaan Obat
yang diketahui oleh Kepala Puskesmas
10. Petugas pengelola obat melengkapi obat- obatan yang dibutuhkan
6. Diagram Alir
Menentukan stok optimum yaitu
Menghitung pemakaian jumlah stok obat yang diserahkan
rata- rata per bulan di kepada unit pelayanan agar tidak
Puskesmas Induk dan mengalami kekurangan/
seluruh jejaring kekosongan
puskesmas

Menghitung waktu tunggu yaitu Menentukan stok pengaman


waktu yang diperlukan dari mulai (safety stock) yaitu jumlah stok
amprah/ pemesanan obat ke Instalasi yang disediakan untuk mencegah
Farmasi Kabupaten hingga obat terjadinya sesuatu hal yang tidak
diterima di puskesmas terduga

Melakukan penanganan obat rusak Mengawasi penggunaan obat di


dan kadaluwarsa sub unit dengan pengawasan
LPLPO
Memantau Penggunaan Obat
Mencatat obat- obat yang kosong
Rasional (POR) dalam pelayanan
kefarmasian

Mengajukan pengebonan obat


tambahan apabila terjadi Melengkapi obat-
kekosongan dengan disertai Surat obatan yang dibutuhkan
Permintaan Obat yang diketahui
oleh Kepala Puskesmas

7. Unit Terkait Sub unit, Puskesmas pembantu, Polindes


8. Dokumen terkait Kartu stok