Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

Pelayanan gizi di rumah sakit adalah pelayanan gizi yang disesuaikan dengan keadaan
pasien dan berdasarkan keadaan klinis, status gizi dan status metabolisme tubuhnya. Keadaan
gizi pasien sangat berpengaruh pada proses penyembuhan penyakit, sebaliknya proses
perjalanan penyakit dapat berpengaruh terhadap keadaan gizi pasien. Sering terjadi kondisi
pasien semakin buruk karena tidak diperhatikan keadaan gizinya
Terapi gizi yang menjadi salah satu faktor penunjang utama penyembuhan tentunya
harus diperhatikan agar pemberian tidak melebihi kemampuan organ tubuh untuk melakukan
fungsi metabolisme. Terapi gizi harus selalu disesuaikan seiring dengan perubahan fungsi
organ selama proses penyembuhan. Dengan kata lain pemberian diit pasien harus dievaluasi
atau diperbaiki sesuai dengan perubahan keadaan klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium
baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan.
Untuk meningkatkan dan mengembangkan pelayanan gizi di rumah sakit diperlukan
suatu pedoman pengelolaan. Buku ini diharapkan dapat menjadi pegangan atau acuan bagi
Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang untuk melaksanakan kegiatan pelayanan gizi
sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

1
BAB II
GAMBARAN UMUM
RUMAH SAKIT SANTO VINCENTIUS

Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang merupakan rumah sakit swasta yang
pertama yang didirikan sejak tahun 1910 di Kalimantan Barat yang beroperasi 24 jam,
sebagai suatu usaha sosial dibidang pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk masyarakat
umum.
Setelah kemerdekaan RI, pada tanggal 27 Oktober 1954, terjadi Perjanjian Pinjam
Pakai Rumah Sakit, antara Yang Mulia Mgr. Hendrikus Josephus van Valenburg dengan Mr.
Lie Kiat Teng, Menteri Kesehatan RI bertempat di Jakarta. Perjanjian dibuat di depan Notaris
Meester Raden Soedja di Jakarta dengan nomor 189. Pada tanggal 24 Maret 1990 ditanda
tanganilah MOU Penyerahan kembali RS Santo Vincentius antara Pemerintah RI cq
Gubernur Kalbar Tuan Parjoko Suryo Kusumo dan Uskup Agung Pontianak Mgr.Hieronymus
Bumbun OFM Cap. Pada pertengahan Nopember 1992, Pemerintah Daerah telah
mengembalikan RS Santo Vincentius kepada Keuskupan. Tanggal 5 April 1993 RS
St.Vincentius resmi melakukan pelayanan kepada pasien.
Rumah sakit ini berlokasi di Jl. P. Diponegoro No.05 Singkawang, yang merupakan
jalan utama yang sangat mudah dijangkau oleh pasien-pasien dari segala pelosok kota
Singkawang, juga dari Kabupaten Sambas dan Bengkayang. Karena posisinya ini maka
rumah sakit ini menjadi tujuan utama bagi pasien-pasien kecelakaan lalu lintas, pasien-pasien
yang sakit berat untuk distabilkan agar bisa dirujuk kerumah sakit yang lebih lengkap seperti
di Pontianak, Jawa dan Kucing Malaysia. Untuk itu maka rumah sakit ini telah dilengkapi
dengan pelayanan gawat darurat yang cukup baik, penunjang radiologi (foto konservatif, CT
Scan dan USG), laboratorium yang memadai dan pelayanan Intensivitas (ICU) yang
memadai, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 105 beds. Kesemuanya itu ditunjang dengan
suasana perawatan profesional yang penuh sentuhan cinta kasih dan perhatian pribadi
sebagaimana tercermin dalam motto Rumah Sakit Santo Vincentius “Dengan Kasih Aku
Melayani” (I Kor.13: 1 – 13).
Pelayanan Rawat Inap di Rumah sakit Santo Vincentius siap menerima penderita
sepanjang 24 jam sehari dengan dukungan dokter serta para medis yang terlatih, dimana
penderita akan dilayani dengan ramah dan penuh perhatian.
Kapasitas 105 tempat tidur yang terdiri dari kelas VIP, I, II, dan kelas III merupakan
alternatif pilihan sesuai dengan selera dan kemampuan masing-masing. Dokter-dokter
2
spesialis yang ahli di bidangnya dapat dipilihkan oleh RS untuk penderita, penderita atau
keluarga dapat memilih sendiri dokter spesialis untuk merawatnya, dengan dukungan 215
tenaga baik medis, para medis maupun non medis.
Fasilitas pelayanan rawat jalan meliputi: Medical Check Up, Poliklinik Umum,
Penyakit Dalam, Kebidanan dan Kandungan, Keluarga Berencana, Anak, Poliklinik Gigi,
Bedah, Laboratorium, Pemeriksaan radiologi (USG, X-foto, CT-Scan), Pelayanan Cuci
Darah, Pelayanan Fisioterapi, Pelayanan Gawat Darurat (IGD) 24 jam dan Pelayanan Obat.

3
BAB III
VISI, MISI, MOTTO, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN
RUMAH SAKIT SANTO VINCENTIUS SINGKAWANG

A. Visi Rumah Sakit Santo Vincentius


Visi Rumah Sakit Santo Vincentius adalah “Peningkatan Kesehatan Masyarakat Kota
Singkawang dan sekitarnya yang optimal berkat pelayanan Rumah Sakit Santo
Vincentius yang bermutu dan terjangkau”.

B. Misi Rumah Sakit Santo Vincentius


Misi Rumah Sakit Santo Vincentius adalah:

1. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau berdasarkan cinta


kasih: menghormati kehidupan dan menegakkan keadilan.
2. Pelayanan Kesehatan yang holistik dengan memperhatikan aspek fisik, mental dan spiritual.
3. Menyediakan Sarana dan Prasarana yang memadai untuk menunjang pencapaian Misi Yayasa
khususnya di bidang kesehatan dan perkembangan kepribadian yang holistik baik bagi masyarak
dilayani maupun pegawai Yayasan PSM.
4. Membina kerjasama dengan berbagai institusi dalam usaha meningkatkan kesehatan masyarakat
menyeluruh.
5. Mengupayakan efisiensi, efektivitas dan disiplin yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada se

C. Motto Rumah Sakit Santo Vincentius


Motto Rumah Sakit Santo Vincentius adalah “Dengan Kasih Aku Melayani”
(I Kor.13: 1 – 13).

D. Falsafah, Nilai dan Tujuan Rumah Sakit Santo Vincentius


Falsafah, Nilai dan Tujuan Rumah Sakit Santo Vincentius adalah:
Nilai-nilai adalah sikap kerja karyawan Rumah Sakit sebagai berikut:
1. Pelayanan Prima secara konsisten dan disiplin tinggi memberikan pelayanan sesuai
standar profesionalisme dan memegang teguh etika profesi dan integritas moral yang
tinggi .
2. Sikap disiplin karyawan senantiasa bertanggung jawab dan menjunjung tinggi
perilaku yang didasari pada nilai-nilai kejujuran, kecerdasan, keterbukaan dan
kepercayaan.

4
3. Mendorong seluruh karyawan untuk menciptakan terobosan dan peluang sebagai
tantangan untuk mencapai kemajuan dan juga senantiasa menatap masa depan.

Tujuan Rumah Sakit adalah:


1. Memberikan pelayanan yg bermutu dan memuaskan secara profesional berdasarkan
standar yg ditetapkan.
2. Mengembangkan penelitian dasar dan terapan untuk peningkatan mutu pelayanan.
3. Mewujudkan Mewujudkan tingkat kepuasan konsumen baik internal maupun
eksternal secara optimal.
4. Memberdayakan seluruh potensi sumber daya yg ada di rumah sakit.
5. Menjadikan Rumah sakit yg mampu mewujudkan fungsinya sebagai pelayan
masyarakat

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT SANTO VINCENTIUS SINGKAWANG

5
Struktur Organisasi Rumah Sakit Santo Vincentius
Struktur Organisasi Rumah Sakit Santo Vincentius
Rumah Sakit Santo Vincentius dipimpin oleh seorang Direktur dan dibantu oleh 2 (dua)
Kepala Bidang dan 2 (dua) Kepala Bagian, yaitu Bidang Pelayanan Medis, Bidang
Keperawatan, serta Bagian Keuangan, Bagian Administrasi dan Umum. Dalam menjalankan
tugasnya Direktur dibantu oleh beberapa perangkat antara lain Komite Medis, Staf Medis
Fungsional, Komite Keperawatan, serta Sub-Komite2, Panitia-panita serta Tim-tim dan
Satuan Pengawas Intern.

Struktur Organisasi Rumah Sakit Santo Vincentius digambarkan sebagai berikut:

BAB V
VISI, MISI, MOTTO, FALSAFAH, NILAI
DAN TUJUAN INSTALASI GIZI

6
A. Visi Instalasi Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius
Visi Asesmen Pasien adalah “Menghasilkan penilaian dan pengambilan keputusan yang
tepat tentang pengobatan pasien yang harus segera dilakukan dan kebutuhan pengobatan
lanjutan untuk emergensi, elektif atau pelayanan terencana, bahkan ketika kondisi pasien
berubah, dalam rangka menunjang program keselamatan pasien”.

B. Misi Instalasi Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius


Misi Asesmen Pasien adalah:
 Setiap tenaga kesehatan di rumah sakit memahami dan mampu melakukan asesmen
pasien di rumah sakit dengan baik, mulai dari pengumpulan informasi, analisa
informasi, pengambilan data pasien, membuat perencanaan dan
pendokumentasiannya.
 Setiap karyawan mengutamakan kesehatan dan keselamatan pasien dalam
pelaksanaan asesmen.
 Meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan karyawan dalam melaksanakan asesmen
pasien di rumah sakit sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
di bidang kedokteran
C. Motto Instalasi Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius
Motto Asesmen Pasien adalah “Dengan Kasih Aku Melayani”

D. Falsafah dan Nilai Instalasi Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius


Falsafah dan Nilai Asesmen Pasien adalah:
1. Asesmen pasien di rumah sakit merupakan tanggung jawab rumah sakit untuk
meningkatkan derajat kesehatan manusia, khususnya yang sedang menjalani
perawatan dan pengobatan di RS Santo Vincentius.
2. Asesmen pasien di rumah sakit merupakan upaya meningkatkan mutu pelayanan
rumah sakit yang selanjutnya akan meningkatkan keselamatan pasien.

E. Tujuan Instalasi Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius


Tujuan Umum:

7
Tercapainya pelayanan kesehatan yang tepat, cepat dan terdokumentasi dengan
benar serta untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien dan untuk memulai proses
pelayanan.
Tujuan khusus:
1. Mencegah terjadinya kesalahan dalam pengambilan keputusan yang tepat tentang
pengobatan pasien yang harus segera dilakukan dan kebutuhan pengobatan lanjutan
2. Memahami pelayanan yang dibutuhkan oleh pasien.
3. Mendeteksi lebih awal tentang rencana pengobatan pasien dan kebutuhan khusus
lanjutan pada pasien rawat jalan ataupun rawat inap
4. Mampu menentukan jenis pelayanan yang terbaik bagi pasien.
5. Mengurangi kesalahan diagnosis awal pada pasien.
6. Memantau perkembangan kesembuhan pasien dan memahami respon pasien terhadap
pengobatan baik sebelumnya maupun selama di RS Santo Vincentius.
7. Meningkatkan mutu pelayanan bagi pasien rawat jalan maupun rawat inap.

BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI GIZI
8
Struktur Organisasi Instalasi Gizi
Instalasi Gizi bertanggung jawab langsung kepada Direktur Rumah Sakit Santo
Vincentius. Instalasi Gizi dipimpin oleh seorang Kepala Instalasi yang membawahi 3 ( tiga )
bagian yaitu:
1. Penanggung jawab logistik.
2. Penanggung jawab produksi dan distribusi
3. Penanggung jawab penyuluhan dan konsultasi gizi.
 Penanggung jawab produksi dan distribusi membawahi dua bagian yaitu:
- Pengolahan makanan pasien.
- Pengolahan makanan karyawan.
 Kepala Instalasi Gizi bekerja sama dengan tim asuhan gizi yang terdiri dari dokter,
ahli gizi, perawat dan farmasi. Tim asuhan gizi bertanggung jawab kepada kepala
bidang medis, penunjang medis, dan kepala bidang keperawatan.

9
STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI GIZI

DIREKTUR

KEPALA BIDANG
PENUNJANG MEDIS

KEPALA INSTALASI GIZI

PENANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWAB


LOGISTIK PRODUKSI DAN DISTRIBUSI PENYULUHAN DAN
KONSULTASI GIZI

PENANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWAB


PRODUKSI & DISTRIBUSI PRODUKSI & DISTRIBUSI
KARYAWAN PASIEN

Gambar 6.1 Struktur Organisasi Instalasi Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius
10

10
BAB VII
URAIAN JABATAN

1. Nama Jabatan : Kepala Instalasi Gizi


Hasil Kerja : Logistik, Produksi dan Distribusi, serta Penyuluhan dan
Konsultasi Gizi berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku
Uraian Tugas : 1. Membantu Kepala Bidang Penunjang Medis dalam
manajemen pelayanan gizi.
2. Memimpin kegiatan pelayanan gizi meliputi:
a. Perencanaan, pembelian, penerimaan bahan makanan
b. Produksi dan distribusi makanan
c. Konsultasi gizi
d. Gizi klinik
3. Menyusun Standart Pelayanan dan Standart
Prosedur Operasional pelayanan gizi.
4. Menyusun menu makanan untuk kebutuhan pasien
dan karyawan Rumah Sakit.
5. Melaksanakan pengawasan terhadap hygiene dan
sanitasi penyelenggaraan makanan.
6. Melaksanakan perencanaan, monitoring dan
evaluasi terhadap sarana dan mutu pelayanan gizi.
7. Melaksanakan program keselamatan pasien dan
pengendalian infeksi di Rumah Sakit.
8. Membuat laporan rutin tentang kegiatan yang
dilaksanakan di Instalasi Gizi.
9. Merencanakan kebutuhan SDM di Instalasi Gizi.
10. Membuat uraian tugas staf di Instalasi Gizi.
11. Melakukan penilaian kinerja dan pembinaan staf di
Instalasi Gizi.
12. Melakukan koordinasi dengan unit lain yang
terkait dalam rangka pelaksanaan kegiatan pelayanan gizi.
13. Mengadakan pertemuan berkala dengan staf di
Instalasi Gizi.
Tanggung Jawab : 1. Bertanggungjawab dalam segala aspek yang terjadi
dalam penyelenggaraan pelayanan gizi.
2. Merencanakan, melaksanakan, membina, dan
memantau semua kegiatan pelayanan gizi sesuai kebijakan
rumah sakit dan peraturan lain yang dibuat dalam rangka
mempertegas dan membantu tugas serta tanggung jawab
masing-masing staf.

11
Wewenang : 1. Meminta data dan informasi kepada staf yang
terkait dengan pelayanan gizi.
2. Memeriksa hasil-hasil kegiatan atau tata laksana
sebagaimana telah ditetapkan oleh rumah sakit.
3. Memberikan bimbingan dan arahan kepada staf
berkenaan dengan tata laksana yang telah ditetapkan.
4. Menandatangani surat dan dokumen yang
ditetapkan menjadi wewenang Kepala Instalasi Gizi
Syarat Jabatan : 1. Pendidikan dasar Sarjana Gizi.
2. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 3 (tiga)
tahun.
3. Memiliki sertifikasi pelatihan–pelatihan sesuai
dengan profesinya.
4. Memiliki dedikasi dan loyalitas kerja yang tinggi.
5. Memiliki kemampuan kepemimpinan.

2. Nama Jabatan : Penanggung Jawab Logistik


Hasil Kerja : 1. Dapat menyiapkan bahan makanan yang dibutuhkan.
2. Ada kesesuaian antara data kartu stok dengan fisik barang
yang ada di logistik.
3. Penyimpanan bahan makanan sesuai dengan
pengelompokan dan jenis.
4. Bahan makanan yang disimpan sesuai dengan expired
date masing-masing bahan makanan.
Uraian Tugas : 1. Melakukan pemesanan dan pengajuan bahan makanan
sesuai dengan kebutuhan, jenis dan jumlah yang dibutuhkan.
2. Melakukan penerimaan dan pengecekan kualitas dan
kuantitas bahan makanan sesuai dengan pemesanan.
3. Melakukan penyimpanan bahan makanan ke dalam
gudang sesuai dengan kelompok dan jenisnya.
4. Melakukan distribusi bahan makanan dengan
memperhatikan prosedur yang berlaku.
5. Melakukan pencatatan dan pelaporan setiap penerimaan
maupun pengeluaran bahan makanan dalam kartu stok.
6. Melakukan evaluasi terhadap pengeluaran bahan

12
makanan.
7. Membuat rekapan pemakaian bahan makanan dan
melaporkan kepada Kepala Instalasi Gizi.
Tanggung Jawab : 1. Menyediakan segala kebutuhan bahan makanan yang
diperlukan dalam proses pelayanan gizi Rumah Sakit.
2. Mengkoordinasi pemesanan, pengecekan, penyimpanan,
pendistribusian bahan makanan.
3. Melakukan pencatatan, pelaporan dan evaluasi bahan
makanan.
Wewenang : 1. Mengembalikan bahan makanan yang tidak sesuai dengan
kualitas dan spesifikasi bahan yang dipesan.
2. Melakukan pengecekan ulang terhadap persediaan bahan
makanan di masing–masing bagian.
3. Mengurangi atau menambah jumlah pesanan sesuai
dengan kebutuhan.
Syarat Jabatan : 1. Pendidikan dasar SMKK.
2. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 3 (tiga) tahun.
3. Memiliki kejujuran dan ketelitian dalam melaksanakan
tugas.

3. Nama Jabatan : Penanggung Jawab Produksi dan Distribusi


Hasil Kerja : 1. Dapat mengolah dan memproses bahan makanan sesuai
dengan menu.
2. Dapat memproduksi dan mendistribusi sesuai dengan
jumlah dan kebutuhan.
3. Dapat menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya.

Uraian Tugas : 1. Menyiapkan bahan makanan sesuai dengan jumlah pasien


dan karyawan.
2. Memproduksi dan mendistribusi makanan bagi pasien dan
karyawan.
3. Menjaga hygiene dan santasi ruang dan peralatan yang
digunakan dalam pengolahan dan distribusi.
4. Melakukan pencatatan dan pelaporan produksi dan
distribusi setiap hari.
Tanggung Jawab : 1. Mengkoordinasi seluruh proses kegiatan produksi dan

13
distribusi di setiap bagian.
2. Menjaga kualitas dan mutu makanan yang akan
didistribusikan kepada pasien dan karyawan.
Wewenang : Memberikan arahan atau bimbingan kepada masing-masing
bagian sehubungan dengan proses produksi dan distribusi
makanan.
Syarat Jabatan : 1. Pendidikan dasar SMKK
2. Pengalaman kerja Rumah Sakit minimal 3 (tiga)
tahun.
3. Memiliki kemampuan dan ketrampilan serta
kreatifitas dalam mengolah makanan.
4. Pernah mengikuti pelatihan pengolahan makanan
dan kuliner.

4. Nama Jabatan : Penanggung Jawab Produksi dan Distribusi Karyawan


Hasil Kerja : 1. Dapat memproduksi makanan karyawan sesuai dengan
jumlah karyawan.
2. Dapat melaksanakan dan memproduksi menu secara
bervariasi.
3. Dapat memproduksi sesuai dengan standart menu, rasa
dan penyajian.
4. Dapat mempersiapkan bahan makanan basah (sayur dan
lauk) sesuai dengan jumlah porsi yang akan disediakan.
5. Dapat mempersiapkan bumbu sesuai dengan jumlah porsi
yang akan disediakan.
6. Dapat memproduksi dan mendistribusi snack sesuai dengan
jumlah pasien dan karyawan.
7. Dapat melaksanakan dan memproduksi snack secara
bervariasi.
8. Dapat memproduksi sesuai dengan standart menu snack yang
disiapkan.
9. Dapat mendistribusi snack tepat pada waktunya.
10. Dapat mendistribusi makanan sesuai standart porsi.
11. Dapat mendistribusi makanan tepat pada waktunya.
12. Dapat melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan

14
kebersihan secara rutin.
13. Penataan dan penyimpanan peralatan kerja lebih tampak rapi.
14. Kebersihan ruangan lebih terjamin.
Uraian Tugas : 1. Mengajukan bahan ke Kepala Instalasi Gizi sesuai dengan
menu.
2. Menerima dan melakukan pengecekan terhadap bahan
yang telah diajukan ke Kepala Instalasi Gizi.
3. Mengolah bahan makanan sesuai dengan standart menu.
4. Melakukan pencatatan jumlah porsi makan karyawan.
5. Melakukan pencatatan jumlah porsi yang diserahkan ke
petugas kafetaria.
6. Melaksanakan hygiene dan santasi ruang dan peralatan
yang digunakan.
7. Melakukan tugas lain yang diberikan atasan kepadanya
sehubungan dengan pelayanan gizi. Mengajukan bahan ke
Kepala Instalasi Gizi sesuai dengan menu.
8. Menerima dan melakukan pengecekan terhadap bahan yang
telah diajukan ke Kepala Instalasi Gizi.
9. Mempersiapkan bahan makanan sesuai dengan standart
menu.
10. Mempersiapkan bumbu sesuai dengan standart bumbu.
11. Melaksanakan hygiene dan santasi ruang dan peralatan yang
digunakan.
12. Mengajukan bahan snack ke Kepala Instalasi Gizi sesuai
dengan menu.
13. Menerima dan melakukan pengecekan terhadap bahan yang
telah diajukan ke Kepala Instalasi Gizi.
14. Mengolah bahan snack sesuai dengan standart menu.
15. Mendistribusikan snack yang sudah diolah sesuai jumlah dan
kebutuhan pasien dan karyawan.
16. Melakukan pencatatan jumlah snack pasien dan karyawan.
17. Melaksanakan higiene dan santasi ruang dan peralatan yang
digunakan.
18. Mendistribusi makanan yang sudah diolah sesuai jumlah dan

15
kebutuhan.
19. Melaksanakan hygiene dan santasi ruang dan peralatan yang
digunakan
20. Menyiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan untuk
proses kebersihan.
21. Membersihkan ruangan sesuai jadwal kebersihan.
22. Membersihkan peralatan dan meletakkan pada tempatnya.
23. Melakukan tugas lain yang diberikan atasan kepadanya
sehubungan dengan pelayanan gizi Rumah Sakit.
Tanggung Jawab : 1. Mengolah makanan karyawan sesuai dengan jumlah dan
menu.
2. Mempersiapkan bahan makanan basah dan bumbu sesuai
dengan standart menu dan standart bumbu.
3. Mengolah snack sesuai dengan jumlah pasien dan karyawan
4. Mendistribusikan makanan karyawan sesuai dengan standart
porsi dan standart menu.
5. Menjaga kebersihan ruang dan peralatan di Instalasi Gizi.
Wewenang : 1. Mengajukan penambahan bahan makanan sesuai dengan
kebutuhan dan jumlah karyawan.
2. Mengajukan penambahan bahan makanan sesuai dengan
kebutuhan dan jumlah porsi rata – rata setiap hari.
3. Mengajukan penambahan bahan makanan basah sesuai
dengan kebutuhan dan jumlah pasien.
4. Mengajukan permintaan penambahan bahan snack sesuai
dengan kebutuhan dan jumlah pasien dan karyawan
5. Mengajukan penambahan makanan sesuai dengan kebutuhan
dan jumlah karyawan.
6. Mengajukan bahan dan peralatan yang diperlukan untuk
menunjang kebersihan di Instalasi Gizi.
Syarat Jabatan : 1. Pendidikan dasar SMKK
2. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 1 tahun.
3. Memiliki ketrampilan dan kreatifitas, agar pengolahan
bahan makanan lebih bervariasi.
4. Pernah mengikuti pelatihan pengolahan makanan dan
kuliner.
5. Pendidikan dasar SMKK

16
6. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 1(satu) tahun.
7. Memiliki ketrampilan dan kecekatan.
8. Pendidikan dasar SMKK
9. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 1(satu) tahun.
10. Memiliki ketrampilan khusus supaya terciptanya efektifitas
dan efisiensi dalam pengelolaan bahan.
11. Pernah mengikuti pelatihan pengolahan makanan dan
kuliner.
12. Pendidikan dasar SMKK
13. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 1(satu) tahun.
14. Memiliki ketrampilan dan kecekatan.
15. Pendidikan dasar umum.
16. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 1(satu) tahun.
17. Memiliki ketrampilan dan ketelitian yang tinggi.
18. Mempunyai rasa memiliki terhadap semua fasilitas yang ada
sebagai sarana pendukung pekerjaan.

5. Nama Jabatan Penanggung Jawab Produksi dan Distribusi Pasien


Hasil Kerja 1. Dapat memproduksi makanan sesuai dengan jumlah pasien.
2. Dapat memproduksi menu secara bervariasi.
3. Dapat memproduksi sesuai dengan standart menu, rasa dan
penyajian.
4. Dapat mendistribusi makanan sesuai standart diit.
5. Dapat mendistribusi makanan sesuai standart porsi.
6. Dapat mendistribusi makanan tepat pada waktunya.
Uraian Tugas 1. Mengajukan bahan ke Kepala Instalasi Gizi sesuai dengan
menu.
2. Menerima dan melakukan pengecekan terhadap bahan
yang telah diajukan ke Kepala Instalasi Gizi.
3. Mengolah bahan makanan sesuai dengan standart menu.
4. Melakukan pencatatan jumlah porsi makan pasien sesuai
dengan jenis diit.
5. Melaksanakan hygiene dan santasi ruang dan peralatan

17
yang di Mendistribusi makanan yang sudah diolah sesuai
jumlah dan kebutuhan.
6. Melaksanakan hygiene dan santasi ruang dan peralatan
yang digunakan.gunakan.
Tanggung Jawab 1. Mengolah makanan pasien sesuai dengan standart diit dan
menu.
2. Mendistribusikan makanan pasien sesuai dengan standart
diit, standart porsi, dan standart menu
Wewenang 1. Mengajukan penambahan bahan makanan sesuai dengan
kebutuhan dan jumlah pasien.
2. Mengajukan penambahan makanan sesuai dengan kebutuhan
dan jumlah pasien
Syarat Jabatan 1. Pendidikan dasar SMKK
2. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 1(satu) tahun.
3. Memiliki ketrampilan dan daya kreasi yang dinamis.
4. Pernah mengikuti pelatihan pengolahan makanan dan
kuliner.
5. Pendidikan dasar SMKK
6. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 1(satu) tahun.

6. Nama Jabatan Penanggung Jawab Penyuluhan dan Konsultasi Gizi


Hasil Kerja 1. Dapat mengetahui keluhan pasien dan menindaklanjuti
keluhan pasien.
2. Dapat mengetahui daya terima makan pasien terhadap
menu yang disajikan.
3. Dapat menentukan diit pasien dan menghitung kebutuhan
gizi sesuai dengan diagnosa.
Uraian Tugas 1. Melakukan penyuluhan dan konsultasi gizi kepada pasien
Rawat Inap dan Rawat Jalan.
2. Melakukan penyuluhan dan konsultasi gizi kepada
kelompok masyarakat.
3. Melakukan kunjungan kepada pasien Rawat Inap untuk
memberikan motivasi dan evaluasi diit.
4. Melakukan kunjungan untuk mengetahui daya terima
makan pasien terhadap menu yang disajikan.
5. Melakukan pencatatan, pelaporan, evaluasi dan tindak

18
lanjut keluhan pasien.
6. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan dan
konsultasi gizi yang sudah dilakukan.
7. Melakukan pengembangan dan penelitian gizi terapan
secara berkesinambungan.
Tanggung Jawab 1. Melakukan kegiatan penyuluhan dan konsultasi gizi secara
rutin.
2. Mengkoordinasi pelayanan gizi dengan unit terkait.
Wewenang 1. Memberikan terapi diit sesuai dengan standart dan
kebutuhan gizi pasien.
2. Memberikan informasi yang tepat kepada petugas Instalasi
Gizi untuk melakukan pengolahan dan penyajian sesuai
standart diit.
3. Melakukan perencanaan kebutuhan gizi pasien dan
karyawan serta pengembangan gizi terapan.
Syarat Jabatan 1. Pendidikan dasar Diploma III Gizi
2. Pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 3 (tiga) tahun.
3. Memiliki sertifikasi pelatihan-pelatihan sesuai dengan
profesinya
4. Memiliki kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi.

19
BAB VIII
TATA HUBUNGAN KERJA

INSTALASI RAWAT INAP


DIREKTUR

INSTALASI RAWAT JALAN


KEPALA
BIDANG PENUNJANG MEDIS INSTALASI
KAMAR OPERASI

KEPALA
INSTALASI REKAM MEDIS
INSTALASI GIZI

SUBBAGIAN
LOGISTIK PUSAT

SUBBAGIAN PEMELIHARAAN
SARANA

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA

20
Gambar 8.1 Tata Hubungan Kerja Instalasi Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius

a. Tata Laksana Hubungan Kerja Dengan Instalasi Rawat Inap


1. Ahli Gizi
melakukan kunjungan pada pasien Rawat Inap yang dilakukan setiap hari.
2. Ahli Gizi
menentukan diit pasien sesuai dengan diagnosa, kebutuhan pasien dan pola makan
pasien.
3. Ahli Gizi
memberikan penyuluhan dan konsultasi gizi kepada pasien dan kelurganya.
4. Ahli Gizi
melaporkan pada perawat, petugas ruangan dan petugas Instalasi Gizi, apabila ada
keluhan atau pergantian diit pasien.
5. Makanan untuk
pasien didistribusikan sesuai dengan jadwal, menu dan jenis diit pasien.

b. Tata Laksana Hubungan Kerja Dengan Instalasi Rawat Jalan


1. Pasien datang dengan membawa surat rujukan dari dokter dan hasil
pemeriksaan.
2. Ahli Gizi menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, dan mencatat umur
pasien
3. Ahli Gizi menentukan diit pasien sesuai dengan diagnosa dan kebutuhan pasien.
4. Ahli Gizi memberikan konsultasi dan motivasi gizi kepada pasien dan
keluarganya.

21
c. Tata Laksana Hubungan Kerja Dengan Instalasi Kamar Operasi
1. Instalasi Kamar Operasi melakukan pemesanan menu makanan sesuai jadwal
operasi dan jumlah tim pelaksana operasi ke Instalasi Gizi.
2. Pelaksana pengolah makanan melakukan pemesanan bahan makanan pada
bagian logistik.
3. Pelaksana pengolah makanan mempersiapkan dan mengolah bahan makanan
sesuai dengan menu, jadwal operasi dan jumlah tim pelaksana operasi.
4. Petugas dapur Instalasi Kamar Operasi mengambil makanan yang telah
disajikan dan mencatat di dalam buku pemesanan makanan milik Instalasi Kamar
Operasi.

d. Tata Laksana Hubungan Kerja Dengan Instalasi Rekam Medis


1. Ahli Gizi melakukan pencatatan hasil kegiatan penyuluhan dan
konsultasi gizi Rawat Inap dan Rawat Jalan setiap bulan.
2. Hasil kegiatan dilaporkan kepada Instalasi Rekam Medis untuk memperoleh
umpan balik.

e. Tata Laksana Hubungan Kerja Dengan Subbagian Logistik Pusat


1. Petugas logistik melakukan pemesanan bahan makanan sesuai dengan menu dan
jumlah pasien, karyawan pada pihak supplier dengan diketahui oleh Kepala Instalasi
Gizi dan Kepala Bidang Penunjang Medis.
2. Setelah pesanan bahan makanan datang, dilakukan pengecekan terhadap jumlah
dan kualitas bahan yang dipesan oleh bagian logistik gizi dan logistik pusat.

f. Tata Laksana Hubungan Kerja Dengan Subbagian Pemeliharaan Sarana


1. Subbagian Pemeliharaan Sarana melakukan pemeriksaan terhadap ruang dan
peralatan yang ada di Instalasi Gizi secara berkala sesuai dengan jadwal yang telah
direncanakan.
2. Petugas Instalasi Gizi melaporkan pada Subbagian Pemeliharaan Sarana apabila
terdapat kerusakan pada ruang dan alat di Instalasi Gizi dengan diketahui oleh
Kepala Instalasi Gizi dan Kepala Bagian Umum.
3. Subbagian Pemeliharaan Sarana melakukan perbaikan terhadap ruang dan peralatan
yang rusak.
22
g. Tata Laksana Hubungan Kerja Dengan Subbagian Rumah Tangga
1. Pelaksana kebersihan mengumpulkan,
menghitung dan mencatat jumlah linen kotor yang ada di Instalasi Gizi sesuai
dengan jenis linen.
2. Linen yang kotor diserahkan pada Unit
Laundry untuk dilakukan proses pencucian.
3. Linen yang sudah bersih dihitung,
dicatat, dan diambil oleh petugas kebersihan Instalasi Gizi.
4. Linen yang mengalami kerusakan
dikumpulkan, dihitung, dan dicatat untuk diserahkan pada Unit Kamar Jahit.
5. Linen yang sudah diganti dihitung,
dicatat, dan diambil oleh petugas kebersihan Instalasi Gizi.

BAB IX
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

Pola ketenagaan dan kualifikasi sumber daya manusia Instalasi Gizi adalah sebagai berikut :

Tabel 9.1 Pola Ketenagaan Personil Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius
Kualifikasi Jumlah Tenaga
Nama Jabatan Keterangan
Formal Non Formal Kebutuhan Yang Ada
Kepala Instalasi D 3 GIZI 1 1 Cukup
Penanggung Jawab - - 1 0 Kurang
Logistik
Penanggung Jawab - - 1 0 Kurang
Produksi dan
Distribusi
Penanggungjawab - - 4 4 Cukup
Produksi dan
Distribusi
Karyawan
Penanggungjawab - - 3 3 Cukup
Produksi dan
Distribusi Pasien

23
Penanggung Jawab D 3 GIZI - 1 0 Kurang
Penyuluhan dan
Konsultasi Gizi
Penambahan - - 4 0 Kurang
untuk penggantian
karyawan :
libur, cuti, libur
ganti lembur
TOTAL 15 8

Tabel 9.2 Pola Kebutuhan Tenaga Instalasi Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius

Rerata Waktu Yang


No. Tugas pokok Uraian Tugas Volume dibutuhkan
Kerja Satuan Jumlah
1. Kepala Instalasi  Memimpin dan mengawasi 1 120 120
Gizi kegiatan pelayanan gizi:
o Perencanaan, penerimaan bahan
makanan
o Produksi dan distribusi makanan
o Konsultasi gizi
o Gizi Klinik

 Menyusun Standar Pelayanan dan 1 30 30


Standar Prosedur Operasional
Pelayanan Gizi (1 minggu 1 Standar
@ 60menit)
1 30 30
 Merencanakan dan menyusun
menu makanan untuk kebutuhan
pasien dan karyawan Rumah Sakit (1
tahun 1x ganti menu: 1 minggu = 6 x
400menit)
*asumsi: 1 tahun = 25 hari kerja x
12 bulan = 300 hari
1 30 30
 Melaksanakan pengawasan

24
terhadap hygiene dan sanitasi
penyelenggaraan makanan
(bersamaan dengan memimpin dan
mengawasi kegiatan pelayanan gizi)

 Melaksanakan perencanaan,
monitoring, dan evaluasi terhadap 1 10 10
sarana dan mutu pelayanan gizi (1
bulan 1x: 3 x 60 menit)

 Melaksanakan program
keselamatan pasien dan pengendalian 1 8 8
infeksi di Rumah Sakit (bersamaan
dengan memimpin dan mengawasi
kegiatan pelayanan gizi)

 Membuat laporan rutin tentang 1 8 8


kegiatan yang dilaksanakan di
Instalasi Gizi

 Merencanakan kebutuhan SDM di


Instalasi Gizi (1 tahun 1x: 2 hari) 1 60 60

 Membuat uraian tugas staf di


Instalasi Gizi (bersamaan dengan 1 3 3
merencanakan kebutuhan SDM di
Instalasi Gizi)

 Membuat jadwal dinas karyawan


yang bertugas di Instalasi Gizi (1 1 5 5
bulan 1x: 2 x 60 menit)

 Melakukan penilaian kinerja dan


1 6 6
pembinaan staf di Instalasi Gizi (6
bulan 1x: 2 hari)

 Melakukan koordinasi dengan unit


1 60 60
lain yang terkait dalam rangka
pelaksanaan kegiatan pelayanan gizi

 Mengadakan pertemuan berkala 1 5 5


dan insidentil dengan staf di Instalasi
Gizi (2 minggu 1x: 60 menit)
Total 375 375
Jam Kerja 420
Jumlah tenaga yang dibutuhkan 0,89

2. Penanggung  Memeriksa bahan makanan basah 1 60 60


Jawab Logistik dan kering di tempat penyimpanan

 Membuat daftar belanja bahan 1 60 60


makanan basah dan kering serta
memesankannya

25
 Menerima pesanan bahan 1 30 30
makanan basah dan kering dari
supplier (pesanan kemarin)

 Melakukan pemeriksaan kualitas


dan kuantitas pesanan sesuai standar 1 120 120
mutu

 Mendistribusikan bahan makanan


basah dan kering ke bagian produksi 1 90 90
dan ruangan

 Menyimpan bahan makanan basah


dan kering untuk stok serta 1 210 210
melakukan pencatatan pada kartu
stok

 Membuat laporan bulanan logistik


gizi ( pengeluaran bahan kering ) 1 8 8
(1 bulan 1x: 240menit)

Total 578 678


Jam Kerja 420
Jumlah tenaga yang dibutuhkan 1,37

3. Penanggung  Mengawasi kegiatan produksi dan


Jawab Produksi distribusi makanan:
dan Distribusi o Produksi dan distribusi bumbu 1 15 15
o Produksi dan distribusi makanan 1 30 30
pasien (pagi dan siang)
o Produksi dan distribusi makanan 2 30 60
karyawan (pagi dan siang)
o Produksi dan distribusi snack 2 30 60
pasien dan karyawan (extra jam
10, snack karyawan, dan snack
pasien)
(tidak dapat dihitung satuan waktu
nya dengan tepat, karena kegiatan
berlangsung terus menerus)

 Membantu Ka. Instalasi Gizi 3 15 45


dalam pengawasan terhadap hygiene
dan sanitasi penyelenggaraan
makanan (bersamaan dengan
pengawasan kegiatan produksi dan
distribusi)
1 5 5
 Membantu Ka. Instalasi Gizi
dalam pembuatan jadwal petugas di
bagian produksi dan distribusi (1
bulan 1x: 2 x 60 menit)
1 30 30

26
 Mencatat jumlah porsi makanan
yang didistribusikan

 Membuat laporan kegiatan 1 60 60


produksi dan distribusi di Instalasi
Gizi
1 150 150
 Mempersiapkan, mengolah, dan
menyajikan sayur dan lauk untuk
rapat (1 minggu 2x rapat: 2 x 450
menit) (persiapan 240 menit,
pengolahan 180 menit, penyajian 30
menit)
Total 365 455
Jam Kerja 420
Jumlah tenaga yang dibutuhkan 1,1

4. Penanggung Persiapan
jawab Produksi  Menerima bahan makanan basah 1 15 15
dan Distribusi dari petugas logistik
Karyawan
 Menyiapkan peralatan dan bahan 1 15 15

 Membersihkan dan
mempersiapkan bahan makanan 22 55 1210
untuk menu pasien dan karyawan
siang, sore, dan pagi berikutnya
(menu pasien: 16 macam masakan,
menu karyawan: 6 macam masakan)
(asumsi 1 masakan, persiapan 45
menit untuk rata – rata 88 pasien +
385 karyawan / hari dan 60 menit
untuk rata – rata 108 pasien + 385
karyawan / hari)
1 30 30
 Membersihkan dan
mempersiapkan bahan makanan
untuk snack dan extra jam 10 (asumsi
1 macam snack dan extra jam 10,
persiapan 0 menit untuk rata – rata
410 buah dengan bahan yang tidak
perlu dipersiapkan dan 60 menit
untuk rata – rata 410 buah dengan
bahan yang perlu dipersiapkan)
1 60 60
 Membersihkan dan
mempersiapkan bahan makanan
untuk menu permintaan pasien VVIP
3 60 180
 Mempersiapkan bumbu dasar (3
macam)
1 60 60
 Membantu membersihkan
peralatan dan ruangan produksi

27
Pengolahan Snack
 Menyiapkan peralatan dan bahan 1 60 60

 Mengolah snack (asumsi


pengolahan 330 menit untuk rata – 1 360 360
rata 410 snack dengan pengolahan
yang sederhana dan 390 menit untuk
rata – rata 410 snack dengan
pengolahan yang rumit)

 Mendistribusikan snack untuk 1 60 60


pasien dan karyawan (snack tidak
matang bersamaan)

 Menyiapkan dan mengolah


hidangan extra jam 10 untuk pasien 2 50 100
VIP dan kelas I (asumsi pengolahan
45 menit untuk rata – rata 15 pasien
dengan pengolahan yang sederhana
dan 60 menit untuk rata – rata 26
pasien dengan pengolahan yang
rumit)

 Mengolah snack pasien DM untuk 1 55 110


pagi dan sore (asumsi pengolahan 45
menit untuk rata – rata 7 pasien
dengan pengolahan yang sederhana
dan 60 menit untuk rata – rata 15
pasien dengan pengolahan yang
rumit)
1 60 60
 Menyiapkan bahan snack untuk
besok

Pengolahan Makanan Pagi Dan Siang


 Menyiapkan alat dan bahan 1 15 15

 Mengolah menu karyawan pagi 1 90 90

 Membuat minuman untuk 1 90 90


karyawan (kacang hijau, susu, teh,
dan kopi)
1 150 150
 Membersihkan beras dan
menanak nasi, nasi tim, dan bubur
untuk makanan siang pasien dan
karyawan 1 300 300

 Mengolah menu karyawan siang


1 45 45
 Mendistribusikan makanan untuk
dokter, dan menyerahkan makanan
karyawan ke petugas asrama

28
1 60 60
 Mempersiapkan lauk untuk sore
dan hari berikutnya (yang bisa diolah
menjadi bentuk ½ jadi) 1 60 60

 Membantu membersihkan
peralatan dan ruang produksi 1 15 15

 Laporan pergantian shif

Pengolahan Makanan Sore


 Menerima laporan pergantian shif 1 15 15

 Menyiapkan peralatan dan bahan 1 15 15

 Mengolah menu karyawan sore 1 150 150

 Membuat teh untuk karyawan 1 20 20

 Membersihkan beras dan


menanak nasi, nasi tim, dan bubur 1 150 150
untuk makanan sore pasien dan
karyawan

 Membantu membersihkan 1 60 60
peralatan dan ruang produksi

Distribusi Makanan Karyawan


 Membuat perhitungan jumlah 1 30 30
makan karyawan

 Menyiapkan peralatan dan bahan 1 60 60

 Menyiapkan dan memotong– 1 90 90


motong buah

 Menata makanan karyawan ke 60 2 120


piring dan mendistribusikannya
(pagi) (asumsi 1 porsi: 2 menit)

 Menata makanan karyawan ke 270 2 540


piring dan mendistribusikannya
(siang) (asumsi 1 porsi: 2 menit)

 Menata makanan karyawan ke


piring dan mendistribusikannya 80 2 160
(sore) (asumsi 1 porsi: 2 menit)
3 120 360
 Membersihkan peralatan dan
ruang kerja

 Membuat rekapan jumlah makan


1 30 30
karyawan yang sebenarnya

29
Pelaksana Kebersihan
 Mempersiapkan chemical dan 1 10 10
peralatan kebersihan

 Menyapu dan mengepel ruang 1 15 15


logistik kering serta membersihkan
jendela

 Mengelap lemari es, menyapu dan 1 20 20


mengepel ruang logistik basah

 Bongkar ruang logistik basah 1 60 60


(termasuk membersihkan 3 lemari es
dan 1 freezer) (1 minggu 1x: 360
menit)

 Membersihkan toilet, menyapu 1 45 45


dan mengepel tempat pencucian lap
dan kamar ganti

 Bongkar tempat pencucian lap,


kamar ganti (1 minggu 1x: 120 1 20 20
menit)
7 15 105
 Menyapu, mengepel, dan
mengelap kamar makan, gudang
peralatan, ruang snack, ruang
pencucian alat, ruang pencucian
sayur dan ikan, ruang penerimaan,
dan area tengah
1 70 70
 Bongkar kamar makan, gudang
peralatan, ruang snack, ruang
pencucian alat, ruang pencucian
sayur dan ikan, ruang penerimaan,
dan area tengah (1 minggu 1x: 420
3 15 45
menit)

 Menyapu, mengepel, dan


mengelap kantor, ruang produksi 1 40 40
pasien dan karyawan

 Bongkar kantor, ruang produksi


pasien dan karyawan (1 minggu 1x: 1 15 15
240 menit)

 Menyapu dan mengepel teras


Instalasi Gizi, serta mengelap jendela

Total 5360
Jam Kerja 420
Jumlah tenaga yang dibutuhkan 12,8

30
5. Penanggung Pengolahan Makanan Pagi Dan Siang
Jawab Produksi  Menerima laporan pergantian shif 1 15 15
dan Distribusi
Pasien  Menyiapkan peralatan dan bahan 1 15 15

 Membuat TD I dan TD II 1 60 60

 Mengolah lauk dan sayur untuk


menu makanan pagi (menu pasien: 5 5 240 1200
macam masakan) (asumsi 1 masakan,
pengolahan 45 menit untuk rata –
rata 88 pasien dengan pengolahan
yang sederhana dan 60 menit untuk
rata – rata 108 pasien dengan
pengolahan yang rumit)

 Membuat makanan cair (sonde) 1 15 15

 Membuat air kacang hijau 1 30 30

 Membuat permintaan makanan


1 60 60
pasien (bubur ayam, bubur daging,
roti isi, roti bakar, nasi goreng, bakmi,
bihun, dan lain-lain)

 Membuat makanan untuk


2 45 90
permintaan OK (pagi dan siang)

 Mendistribusikan makanan untuk 1 100 100


pasien pagi (asumsi 90 menit untuk
rata – rata 88 pasien dan 110 menit
untuk rata – rata 108 pasien)

7 60 420
 Mengolah lauk dan sayur untuk
menu makanan siang dan sebagian
menu sore (menu pasien: 7 macam
masakan) (asumsi 1 masakan,
pengolahan 45 menit untuk rata –
rata 88 pasien dengan pengolahan
yang sederhana dan 60 menit untuk
rata – rata 108 pasien dengan
pengolahan yang rumit)
1 120 120
 Membersihkan dan
mempersiapkan buah untuk pasien
(asumsi 1 macam buah, persiapan 30
menit untuk rata – rata 100 pasien
dengan buah yang tidak perlu
dipotong dan 45 menit untuk rata –
rata 108 pasien dengan buah yang
perlu dipotong) 1 120 120

 Mendistribusikan makanan dan

31
buah untuk pasien siang (asumsi 120
menit untuk rata – rata 88 pasien dan
150 menit untuk rata – rata 108 1 60 60
pasien)

 Membantu membersihkan 1 15 15
peralatan dan ruangan produksi

 Laporan pergantian shif

Pengolahan Makanan Sore

 Menerima laporan pergantian shif 1 15 15

 Menyiapkan peralatan dan bahan 1 15 15

 Membuat TD I dan TD II 1 60 60

 Mengolah lauk dan sayur untuk


menu makanan sore (menu pasien: 4 4 55 220
macam masakan) (asumsi 1 masakan,
pengolahan 45 menit untuk rata –
rata 88 pasien dengan pengolahan
yang sederhana dan 60 menit untuk
rata – rata 108 pasien dengan
pengolahan yang rumit)

 Mengolah snack pasien DM untuk 1 55 55


malam (asumsi pengolahan 45 menit
untuk rata – rata 7 pasien dengan
pengolahan yang sederhana dan 60
menit untuk rata – rata 15 pasien
dengan pengolahan yang rumit)

 Mempersiapkan mie instant / roti 1 45 45


untuk karyawan dinas malam
1 45 45
 Membuat permintaan makanan
pasien (bubur ayam, bubur daging,
roti isi, roti bakar, nasi goreng, bakmi,
bihun, dan lain-lain)
1 15 15
 Membuat makanan cair (sonde)

 Mendistribusikan makanan sore 1 100 100


(asumsi 90 menit untuk rata – rata 88
pasien dan 110 menit untuk rata –
rata 108 pasien)
1 45 45
 Membuat makanan untuk
permintaan OK (sore)

 Membantu membersihkan 1 60 60
peralatan dan ruangan produksi

32
 Mencatat jumlah pasien dan
permintaan pasien untuk besok 1 15 15

 Laporan pergantian shif 1 15 15

Pengolahan Makanan Malam

 Menerima laporan pergantian 1 15 15


shift
1 15 15
 Menyiapkan peralatan dan bahan
1 150 150
 Mengolah lauk untuk makanan
pagi (yang bisa diolah menjadi
bentuk ½ jadi)
1 90 90
 Menyiapkan makanan untuk cito
OK (bila ada)
1 240 240
 Membersihkan beras dan
menanak nasi, nasi tim, dan bubur
untuk makanan pagi pasien dan
karyawan 1 60 60

 Mempersiapkan makanan dinas


malam 1 45 45

 Memasak air
1 30 30
 Merendam lap dan skort yang
telah dipakai
1 30 30
 Laporan pergantian shif dan
menghitung jumlah pasien makan
Total 3700
Jam Kerja 420
Jumlah tenaga yang dibutuhkan 8,8

6. Penanggung  Melakukan skrinning dan 43 10 430


Jawab kunjungan, konsultasi gizi, dan
Penyuluhan dan pemberian motivasi kepada pasien
Konsultasi Gizi rawat inap (1 minggu 1x: 75% x 172)

 Merencanakan penyuluhan dan 1 8 8


pemberian motivasi pada pasien
rawat inap (1 minggu 1x: 45 menit)

 Merencanakan penyuluhan dan 1 40 40


konsultasi gizi pada pasien rawat
jalan (alokasi: pembuatan brosur,
mading, dan konsultasi di Poliklinik)
(1 minggu 2x: 2 x 120 menit)

33
 Merencanakan evaluasi diet di 10 35 350
ruang rawat inap dengan perawat dan
petugas dapur ruangan

 Merencanakan pemantauan sisa 10 15 150


porsi makan siang pasien rawat inap

 Melaporkan tanggapan pasien


tentang makanan yang disajikan 1 30 30
kepada Ka. Instalasi Gizi dan
Penanggung Jawab Produksi dan
Distribusi

 Membantu dan mengawasi proses


distribusi makan pasien rawat inap 3 90 270

 Membuat laporan Penyuluhan dan


Konsultasi Gizi 1 60 60
Total 298 1438
Jam Kerja 420
Jumlah tenaga yang dibutuhkan 3,4
TOTAL 28,36=29

BAB X
PENILAIAN KINERJA

A. Satu Tahun Pertama


Penilaian karyawan baru yang telah menjalani masa kontrak setahun pertama, sebagai
evaluasi setelah karyawan menjalankan tugas dan kewajibannya selama satu tahun. Hasil dari
evaluasi ini dilaporkan ke Kepala Bidang Penunjang Medis, Personalia dan dilanjutkan ke
Direksi untuk mendapatkan rekomendasi dan tindak lanjut.

B. Dua Tahun Pertama

34
Penilaian karyawan yang telah menjalani masa kontrak dua tahun, sebagai evaluasi
setelah karyawan menjalankan tugas dan kewajiban selama dua tahun, untuk menentukan
karyawan tersebut bisa diangkat menjadi karyawan tetap atau tidak. Hasil dari evaluasi ini
dilaporkan ke Kepala Bidang Penunjang Medis, Personalia dan dilanjutkan ke Direksi untuk
mendapatkan rekomendasi dan tindak lanjut.

C. Tiap Enam Bulan Sekali


Penilaian untuk karyawan tetap yang dilakukan tiap 6 (enam) bulan, sebagai penentuan
karyawan berprestasi (berhubungan dengan pemberian insentif kepada karyawan).

D. Tiap Dua Tahun


Penilaian untuk karyawan tetap yang dilakukan tiap 2 (dua) tahun, sebagai evaluasi
untuk kenaikan berkala.

D. Tiap Empat Tahun


Penilaian untuk karyawan tetap yang dilakukan tiap 4 (empat) tahun, sebagai evaluasi
untuk kenaikan golongan.

BAB XI
KEGIATAN ORIENTASI

Program orientasi karyawan Instalasi Gizi disajikan dalam tabel berikut:


1. Orientasi Karyawan Baru di Bagian Produksi dan Distribusi

Tabel 11.1 Rencana Kegiatan Orientasi Karyawan Baru di Bagian Produksi dan
Distribusi Rumah Sakit Santo Vincentius
TT TT
No. Materi Minggu Pembimbing
Peserta Pembimbing
1. Struktur Organisasi Kepala Instalasi Gizi
Instalasi Gizi
2. Visi, Misi, Falsafah, Kepala Instalasi Gizi

35
Motto dan Tujuan
Instalasi Gizi
3. Uraian tugas di Instalasi Kepala Instalasi Gizi
Gizi
4. Pengenalan lingkungan, Kepala Instalasi Gizi
ruang dan peralatan di
Instalasi Gizi
5. Orientasi di bagian Penanggung Jawab
Logistik Logistik
- Melakukan
pemesanan bahan
makanan basah dan
kering.
6. Orientasi di bagian Penanggung Jawab
pengolahan snack: Produksi dan
- Permintaan bahan Distribusi
kebagian logistik
- Persiapan bahan
- Pengolahan menu
- Distribusi snack
karyawan dan pasien
7. Orientasi di bagian Penanggung Jawab
produksi dan distribusi: Produksi dan
- Persiapan bahan Distribusi
makanan basah.
- Produksi dan
distribusi makanan
pasien
- Produksi dan
distribusi makanan
karyawan
- Pengolahan snack
DM
- Pengolahan
makanan extra untuk
pasien VIP/KELAS 1

2. Orientasi Karyawan Baru di Bagian Penyuluhan dan Konsultasi Gizi

Tabel 11.2 Rencana Kegiatan Orientasi Karyawan Baru di Bagian Penyuluhan dan
Konsultasi Gizi Rumah Sakit Santo Vincentius
TT TT
No. Materi Minggu Pembimbing
Peserta Pembimbing
1. Struktur Organisasi I Kepala Instalasi Gizi
Instalasi Gizi
2. Visi, Misi, Falsafah, I Kepala Instalasi Gizi
Motto dan Tujuan
Instalasi Gizi

36
3. Uraian tugas di Instalasi I Kepala Instalasi Gizi
Gizi
4. Pengenalan lingkungan, I Kepala Instalasi Gizi
ruang dan peralatan di
Instalasi Gizi
5. Orientasi di bagian II Penanggung Jawab
Logistik Logistik
- Melakukan
pemesanan bahan
makanan basah dan
kering.
6. Orientasi di bagian III Penanggung Jawab
produksi dan distribusi: Produksi dan
- Produksi Distibusi
makanan diit cair
- Distribusi
makanan pasien
7. Orientasi di ruang rawat IV Penanggung Jawab
inap Penyuluhan dan
- Melakukan Konsultasi Gizi
kunjungan,
penyuluhan dan
konsultasi gizi pada
pasien.
- Menentukan diit
sesuai dengan
diagnosa dan
kebutuhan pasien

BAB XII
PERTEMUAN / RAPAT

Kegiatan rapat di Instalasi Gizi dilaksanakan secara :


a. Rutin
 Rapat Rutin Bulanan
Waktu : Minggu ke I setiap bulan
Pukul : 11.30 s/d selesai
Tempat : Instalasi Gizi
Peserta : Kepala Bidang Penunjang Medis, Kepala Instalasi Gizi,
Penanggung Jawab Logistik, Penanggung Jawab Produksi dan
Distribusi, Penanggung Jawab Penyuluhan dan Konsultasi Gizi,
serta seluruh staf Instalasi Gizi

37
Materi : 1. Evaluasi menu pasien
2. Evaluasi menu karyawan
3. Evaluasi menu snack pasien dan karyawan
4. Evaluasi penggunaan bahan makanan
5. Evaluasi jadwal dinas dan pelaksanaan
6. Evaluasi penyuluhan dan konsultasi gizi
7. Evaluasi masukan, kritik, dan saran dari unit lain di
Rumah Sakit Santo Vincentius
Kelengkapan : Undangan, daftar hadir, notulen rapat, laporan / rekomendasi /
usulan kepada pimpinan.

 Rapat Rutin Mingguan


Waktu : Senin
Pukul : 07.15 s/d selesai
Tempat : Instalasi Gizi
Peserta : Kepala Instalasi Gizi, Penanggung Jawab Logistik, Penanggung
Jawab Produksi dan Distribusi, Penanggung Jawab Penyuluhan
dan Konsultasi Gizi, serta seluruh staf Instalasi Gizi, petugas
pantry ruangan
Materi : 1. Evaluasi menu pasien.
2. Evaluasi menu karyawan.
3. Evaluasi menu snack pasien dan karyawan.
4. Evaluasi kinerja selama satu minggu.
5. Evaluasi masukan, kritik, dan saran dari unit lain di Rumah
Sakit Santo Vincentius
Kelengkapan : Undangan, daftar hadir, notulen rapat, laporan / rekomendasi /
usulan kepada pimpinan

 Rapat rutin Kepala Instalasi Gizi dengan petugas dapur ruangan.


Waktu : Satu minggu sekali
Pukul : Menyesuaikan
Tempat : Instalasi Gizi
Peserta : Kepala Instalasi Gizi, Staf Instalasi Gizi, dan Petugas dapur
ruangan.
Materi : Membahas keluhan makanan pasien atau karyawan dari unit rawat
inap selama satu minggu.
Kelengkapan : Undangan, daftar hadir, notulen rapat, laporan / rekomendasi /
usulan kepada pimpinan

38
b. Insidentil
Rapat Insidentil diselenggarakan sewaktu - waktu bila ada masalah atau sesuatu hal
yang perlu dibahas segera.

BAB XIII
PELAPORAN

A. Harian
1. Laporan Jumlah Diit Pasien
Laporan jumlah diit pasien dalam buku diit pasien, diisi oleh petugas pengolahan
makanan pasien sore dan dikroscek oleh Ahli Gizi pada pagi hari berikutnya.
2. Laporan Jumlah Makan Karyawan
Laporan jumlah makan karyawan dalam etiket perhitungan makan karyawan, diisi
oleh petugas distribusi makanan karyawan dan direkap oleh petugas pengolahan
makanan karyawan pagi.
3. Laporan Jumlah Snack Pasien dan Karyawan
Laporan jumlah snack pasien dan karyawan dalam arsip jumlah snack harian,
diisi oleh petugas pengolahan snack.

B. Bulanan
Laporan bulanan Instalasi Gizi meliputi 3 (tiga) kegiatan pelayanan gizi yaitu:
1. Logistik
2. Produksi dan Distribusi makanan
3. Penyuluhan dan Konsultasi Gizi
Serta beberapa kegiatan yang dilakukan di Instalasi Gizi misalnya: indikator mutu,
infeksi di rumah sakit, K3, pemeliharaan sarana, dan hal – hal yang berhubungan
dengan SDM. Tim asuhan gizi melaporkan kegiatan yang dilakukan kepada Komite

39
Medis dengan tembusan kepada Direktur Rumah Sakit Santo Vincentius dan Kepala
Instalasi Gizi.

40