Anda di halaman 1dari 11

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN INTERPRETASI

PARIWISATA BUDAYA DESA SINDULANG KABUPATEN SUMEDANG

Oleh
Rikeu Rugarmika Nur
Program Magister Perencanaan Kepariwisataan
Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB
rikeu2000@gmail.com

ABSTRAK
Pariwisata budaya saat ini menjadi salah satu produk yang diminati wisatawan. Nilai-nilai luhur
budaya di suatu daerah wisata dapat dikomunikasikan melalui teknik interpretasi untuk memberikan
kepuasan bagi wisatawan. Desa Sindulang di Kabupaten Sumedang memiliki potensi pariwisata
budaya namun belum dikemas secara baik sehingga perlu diperkuat dengan pengembangan
interpretasi sebagai upaya memberikan makna terhadap benda, tempat ataupun nilai-nilai yang
bersifat tangible maupun intangible. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukenali dan
menganalisis potensi daya tarik wisata budaya yang dapat menjadi substansi interpretasi agar
memiliki nilai jual yang kompetitif. Sasaran yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah
terumuskannya media yang dibutuhkan untuk pengembangan interpretasi pariwisata budaya Desa
Sindulang. Metode analisis yang digunakan adalah desk study dan analisis deskriptif kualitatif dengan
tahapan kegiatan terdiri dari kajian pustaka, pengumpulan data, dan analisis kebutuhan. Penelitian ini
menghasilkan bentuk interpretasi pariwisata budaya dan sejarah terdiri dari interpretasi personal dan
non personal. Media interpretasi personal yang diperlukan antara lain tur terpandu, demonstrasi, story
telling, audio, serta peralatan pendukung berupa foto atau gambar. Fasilitas yang dibutuhkan untuk
interpretasi non personal berupa petunjuk arah, pusat informasi wisatawan, dan papan interpretasi.
Upaya pemenuhan kebutuhan fasilitas interpretasi perlu didukung pihak Pemerintah, akademisi, dan
masyarakat.

Kata kunci: pariwisata budaya, interpretasi, Desa Sindulang

I. PENDAHULUAN waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan


kendaraan roda dua atau roda empat.
Desa Sindulang merupakan salah satu desa
yang berada di Kabupaten Sumedang, tepatnya Salah satu potensi yang unik dari desa ini
di kaki perbukitan Taman Buru Gunung adalah keberadaan masyarakat yang masih
Masigit-Kareumbi sebagai satu-satunya lokasi menjalani tata cara bersifat tradisional dalam
taman buru di Provinsi Jawa Barat. Desa ini kehidupan sehari-hari serta memiliki nilai-nilai
dikenal masyarakat karena memiliki daya tarik penjagaan terhadap alam, yaitu Kampung
wisata Curug Cinulang yang mengalir dalam Cigumentong yang sudah banyak dikunjungi
bagian Sungai Citarik sebagai salah satu hulu wisatawan. Selain itu, terdapat pula sumber
Sungai Citarum. Kondisi iklim yang baik dan daya wisata sejarah lainnya berupa makam
berada pada ketinggian sekitar 1.200 meter di bersejarah Sabatsara, serta tempat ziarah di
atas permukaan laut turut membentuk Gunung Buled dan Bukit Windu yang
karakteristik alam yang subur sehingga dikunjungi oleh wisatawan ziarah pada waktu-
berbagai tanaman pertanian dapat tumbuh waktu tertentu.
dengan baik. Akses menuju Desa Sindulang Desa Sindulang memiliki program wisata yang
sekitar 10 km dari jalan raya Cimanggung- mengangkat daya tarik wisata budaya dan
Parakanmuncang, pertigaan Bandung-Garut. sejarah dalam satu paket wisata budaya yang
Lokasi pusat desa dapat ditempuh dengan mengaitkan berbagai daya tarik wisata terkait
budaya dan sejarah. Dalam mendukung
1
pengembangan paket wisata tersebut agar Bahasa Indonesia, budaya merupakan sebuah
memiliki produk pariwisata yang bernilai jual pemikiran, adat istiadat, atau akal budi. Tylor
dan memberikan kepuasan pada wisatawan, (1871) mendefinisikan budaya sebagai suatu
diperlukan upaya pengemasan produk kompleksitas yang mencakup pengetahuan,
pariwisata sejarah dan budaya melalui kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
pengembangan interpretasi. Interpretasi istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain
merupakan salah satu cara menciptakan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota
competitive advantage bagi daya tarik wisata masyarakat. Sedangkan Koentjaraningrat
dengan cara membuat produk yang berbeda mengartikan budaya sebagai segala daya dan
atau membuat produk yang lebih baik dari kegiatan manusia untuk mengolah dan
jenis produk yang sama untuk dapat mengubah alam.
menciptakan pengalaman berwisata yang lebih Budaya secara universal mencakup tujuh
baik.
unsur, yaitu 1) bahasa, 2) sistem pengetahuan,
Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis 3) sistem kemasyarakatan atau organisasi
keunikan daya tarik wisata budaya dan sejarah sosial, 4) sistem peralatan hidup dan teknologi,
sebagai dasar substansi interpretasi, serta 5) sistem mata pencaharian hidup, 6) sistem
merumuskan kebutuhannya untuk religi, dan 7) kesenian. Berdasarkan tujuh
mengembangkan program interpretasi. Hal ini unsur tersebut, budaya dikelompokkan
dilakukan dalam rangka memberikan menjadi dua jenis; budaya tidak berwujud
pelayanan kepada wisatawan sehingga (intangible culture) dan budaya berwujud
wisatawan tidak hanya mendapatkan (tangible culture). Sedangkan pusaka budaya
informasi, tetapi juga nilai lebih berupa secara spesifik terkait dengan hal-hal, baik
pengalaman dan pengayaan pengetahuan yang berwujud maupun tidak berwujud, yang
diterapkan melalui penggunaan teknik-teknik diwariskan dari satu generasi ke generasi
interpretasi yang menarik dan sesuai dengan selanjutnya. Penggunaan kata ‘diwariskan’
karakteristik/ kebutuhan wisatawan. dalam kalimat tersebut menyiratkan nilai-nilai
penting yang terkandung dalam pusaka budaya
Salah satu nilai penting penelitian ini adalah
yang perlu bermanfaat dan perlu dilestarikan
untuk menjaga kelestarian nilai budaya dan
oleh generasi berikut, seperti nilai ekonomi,
sejarah Desa Sindulang serta memperkenalkan
social, politik, dan ilmu pengetahuan (Hall &
nilai sejarah dan budaya tersebut melalui
McArthur, 1993). Di Indonesia, pusaka budaya
interpretasi. Selain itu, pengembangan produk
mencakup objek-objek yang berusia lebih dari
pariwisata budaya dan sejarah ini merupakan
50 tahun.
upaya diversifikasi produk pariwisata untuk
mendukung pengembangan wisata agro Desa Dalam konteks waktu, budaya dibagi menjadi
Sindulang. Dalam konteks pembangunan dua jenis, yaitu budaya kontemporer (budaya
kepariwisataan di Kabupaten Sumedang, yang berkembang dan/atau diterapkan pada
pengembangan pariwisata budaya dan sejarah masa sekarang) dan pusaka budaya (budaya
ini merupakan salah satu langkah untuk dapat yang berkembang dan/atau diterapkan di masa
berkontribusi dalam mencapai cita-cita lalu). Dengan kata lain, budaya memiliki
mewujudkan Kabupaten Sumedang sebagai konteks yang luas, yang mencakup gaya hidup
puseur budaya Sunda di Provinsi Jawa Barat. sekelompok manusia dari masa lalu maupun
yang berkembang dan diterapkan di masa
sekarang. Pada saat wisatawan mengalami atau
II. TINJUAN PUSTAKA melakukan wisata berbasis budaya
kontemporer dan masa lalu di suatu destinasi
Pariwisata budaya dapat dipahami dengan wisata, maka hal tersebut merupakan wisata
mempelajari dua terminologi yang hampir budaya. Akan tetapi apabila wisatawan secara
serupa namun tidak sama, yaitu pariwisata spesifik mengalami atau melakukan wisata
budaya (cultural tourism) dan pariwisata berbasis budaya masa lalu di suatu destinasi
pusaka budaya (cultural heritage tourism). wisata, maka hal itu merupakan wisata pusaka
Kedua jenis pariwisata tersebut berbeda budaya.
walaupun saling terkait. Menurut Kamus Besar

2
Yang perlu dipahami dan dibedakan juga pengunjung, (2) Informasi semata bukanlah
adalah pengertian tentang ‘pusaka budaya’ dan Interpretasi, karena interpretasi adalah
‘sejarah’. Pusaka budaya memiliki keterkaitan pengungkapan (revelation) makna berdasarkan
antara masa lalu dan masa sekarang, dalam arti informasi, (3) interpretasi adalah seni, (4) akhir
objek pusaka yang diwariskan dari satu dari interpretasi bukanlah instruksi melainkan
generasi ke generasi selanjutnya masih provokasi, yaitu merangsang hasrat
memiliki makna bagi generasi yang pengunjung untuk memperluas wawasan
diwariskan. Sedangkan sejarah merupakan minat, pengetahuan, dan memahami kebenaran
fakta-fakta terkait kejadian di masa lalu dan dibalik berbagai fakta, (5) membahas sesuatu
belum tentu selalu memiliki relevansi dengan yang utuh (memiliki satu gagasan besar/tema
kehidupan masa kini. Pusaka budaya dapat yang dapat diserap pengunjung walaupun ia
diimplikasikan sebagai hadiah dari generasi tidak dapat mengunjungi seluruh bagian dari
sebelum untuk generasi selanjutnya tempat tersebut, dan (6) perbedaan program
diwariskan. Sedangkan objek sejarah sendiri untuk pengunjung berbeda usia.
biasanya mengandung nilai peristiwa di masa Perencanaan interpretasi meliputi dua aspek
lalu yang pernah terjadi di dalam objek. utama, yaitu narasi cerita yang diharapkan
Dalam berwisata, wisatawan membutuhkan memiliki informasi cerita yang menarik dan
berbagai pengalaman selama melakukan informatif sehingga tujuan tercapai, dan
perjalanan atau kegiatan wisata, antara lain perencanaan fisik dari interpretasi itu sendiri
pengalaman hiburan, pengalaman pendidikan, berupa rute dan media interpretasi yang akan
pengalaman estetik, dan lainnya. Bentuk- digunakan.
bentuk pembelajaran dan upaya untuk Tabel 1. Komponen Perancangan
memberikan pengalaman yang lebih baik bagi
wisatawan dilakukan melalui interpretasi. No. Komponen Komponen yang Diatur
Interpretasi adalah suatu kegiatan pendidikan A. Komponen Non Fisik
Tema Kalimat tema
yang bertujuan mengungkapkan berbagai Cerita Latar belakang tempat
makna dan hubungan melalui penggunaan B Kelompok Fisik
objek asli, dengan cara langsung, dengan Rute - Bentuk rute
media ilustratif, lebih dari sekedar - Jarak dan waktu tempuh
menyampaikan informasi faktual (Freeman Media - Bentuk interpretasi
Tilden, 1957). Interpretasi juga diartikan interpretasi - Jenis media interpretasi
- Konten media interpretasi
sebagai sebuah proses komunikasi yang Sumber: Aisamuddin (2017) dalam Muhammad A,Z (2018).
dirancang untuk mengungkapkan makna/arti
dan hubungan pusaka/warisan budaya dan Sebagai bentuk komunikasi, interpretasi harus
alam kita kepada publik/pengunjung melalui memiliki kualitas atau ciri berupa
pengalaman langsung dengan berbagai objek, menyenangkan, relevan, terorganisasi, dan
artefak, lansekap atau tempat (Interpretation bertema/berpesan. Bentuk dan media
Canada, 1976). Sam H. Ham (1992) interpretasi terdiri dari dua bagian, yaitu: (1)
menyimpulan interpretasi adalah sebuah personal dan (2) bukan personal. Bentuk
pendekatan komunikasi yang menekankan personal menyajikan interpretasi langsung
pada transfer berbagai gagasan dan kaitan kepada pengunjung oleh staff/petugas. Contoh
daripada sekedar fakta dan data. Untuk program dan medianya berupa program
menyampaikan gagasan tersebut, interpretasi khusus, tur terpandu, program api unggun,
melibatkan penerjemahan bahasa teknis dan drama, presentasi interpretif, demonstrasi,
ilmiah ke dalam istilah dan gagasan yang story telling, dan sebagainya. Kelebihan media
dipahami oleh orang awam dan itu melibatkan interpretasi ini adalah sangat efektif dan
cara penyampaian yang menghibur dan fleksibel, serta dapat menyajikan cerita/
menarik wisatawan. penjelasan yang rumit. Adapun
Pengembangan interpretasi perlu kekurangannya adalah hanya menjangkau
memperhatikan prinsip-prinsip sebagai pengunjung dalam jumlah terbatas (waktu
berikut: (1) kaitan/relevansi dengan terbatas), relatif mahal, serta memerlukan
pemasaran dan administrasi yang baik.
3
Bentuk bukan personal menyajikan analisis dan pembahasan, berupa analisis
interpretasi dengan menggunakan media terhadap aspek budaya dan sejarah sebagai
bukan manusia, contohnya, papan pameran/ bahan alur cerita interpretasi, kemudian
display/panel, film, peralatan audio, komputer, dianalisis untuk memperoleh kesesuaian
dan sebagainya. Kelebihan bentuk interpretasi bentuk dan media yang cocok untuk digunakan
ini dapat berfungsi 24 jam, dapat melayani dalam interpretasi, serta (4) perumusan
banyak pengunjung, dapat ditempatkan di kebutuhan pengembangan interpretasi sebagai
tempat terpencil, kebutuhan pemeliharaan rekomendasi akhir pengembangan pariwisata
relatif rendah, dapat menglombinasikan teks budaya Desa Sindulang.
dan gambar, dapat beraneka bahasa, dapat Metode analisis yang digunakan dalam
dijual, dapat ditempatkan di luar tempat penelitian ini adalah kajian pustaka, analisis
wisata, menstimulasi interaksi, penampilan isi, dan analisis deskriptif kualitatif. Kajian
modern, dan lainnya. Adapun kekurangannya
pustaka adalah penjabaran teori, konsep, atau
adalah menjadi semakin banyak dan biasa hasil-hasil penelitian yang berhubungan
sehingga pengunjung mengabaikannya, tidak dengan variabel-variabel penelitian yang
efektif, mengganggu pemandangan, menjadi dipermasalahkan. Analisis isi digunakan untuk
objek vandalism, mengisolasi pengunjung, mendeskripsikan secara kuantitatif, objektif,
peralatan audio untuk tur relatif mahal, dan sistematik dari isi komunikasi (Berelson,
teknologi mudah berubah, dan lainnya. 1954). Adapun metode analisis deskriptif
Berdasarkan penelitian Muhammad (2018), kualitatif dilakukan dengan mengenali profil-
jenis media interpretasi personal dalam wisata profil yang terkumpul dan diuraikan untuk
sejarah yang diminati wisatawan adalah memperoleh gambaran objek yang jelas.
guided walks (tur dengan pemandu) 46,15%, Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh
interpretatif talks (ceramah dalam kelas) bahwa secara umum potensi daya tarik wisata
(1,92%), roving interpretation (pemandu di budaya dan sejarah Desa Sindulang cukup
tiap situs) 11,54%, storytelling (cerita) 7,69%, menarik untuk dikembangkan sebagai objek
dan living history (drama/reka ulang kejadian) interpretasi pariwisata budaya dan sejarah.
32,69%. Adapun jenis media interpretasi non
personal yang diminati wisatawan adalah a) Kampung Cigumentong
brosur 4,81%, pamplet dan buklet 41,35%, Merupakan satu-satunya permukiman warga
foto 11,54%, peta 3,85%, serta pameran yang bersifat tradisional di Desa Sindulang,
38,465. tepatnya terletak di Dusun Leuwiliang. Lokasi
ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua
selama sekitar 1,5 jam dari pusat desa.
III. METODE PENELITIAN DAN DATA
Wisatawan yang datang ke kampung ini antara
lain mahasiswa yang dibawa oleh komunitas
Penelitian dilakukan di Desa Sindulang Wanadri untuk pelatihan ataupun komunitas
Kecamatan Cimanggung Kabupaten sepeda gunung, penjelajahan lintas alam, serta
Sumedang. Desa Sindulang terdiri dari empat pelajar untuk berkemah.
dusun, yaitu Dusun Sindulang, Dusun
Ciseupan, Dusun Jambuaer, dan Dusun Wisatawan biasa mengunakan rumah warga
Leuwiliang. Daya tarik wisata budaya dan sebagai homestay. Kampung ini pun menjadi
sejarah yang terkait dengan paket wisata salah satu produk wisata yang ditawarkan
budaya Desa Sindulang terletak di Dusun dalam paket wisata Taman Buru Masigit-
Jambuaer dan Dusun Leuwiliang. Kareumbi sebagai lokasi homestay yang
menawarkan kehidupan bersama warga
Tahapan penelitian ini terdiri dari: (1) tradisional, mandi di pancuran dengan
persiapan, berupa perumusan tujuan dan merasakan air pegunungan, ikut berkebun,
sasaran penelitian, serta kajian literatur, (2) memasak di tungku perapian dengan menu
pengumpulan data, dilaksanakan dengan khas, dan kegiatan lainnya.
kunjungan lapangan, serta pengumpulan data
terkait sejarah dan budaya Desa Sindulang, (3) Dalam sejarahnya, kampung ini berdiri
diperkirakan sekitar beberapa abad lalu atau
4
sebelum adanya Kerajaan Sumedang Larang Kampung Cigumentong adalah salah satu
(Kerajaan Islam di Jawa Barat). Kawasan lokasi dalam kawasan hutan Masigit Kareumbi
(enclave) ini terletak di dalam kawasan Taman yang dalam siklus tata air memiliki nilai
Buru Gunung Masigit-Kareumbi berupa hutan. penting sebagai resapan dan konservasi air.
Hutan Kereumbi adalah hutan yang lebat Terdapat sejumlah sumber mata air dan sungai.
dengan memiliki banyak flora dan fauna Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi
sebagai lanskap hutan hujan tropis dengan merupakan kawasan daerah aliran sungai
ketinggian 1.000– 1.600 mdpl, sehingga (DAS) Cimanuk, yaitu penyangga sumber air
Kareumbi dikenal sebagai paru paru tanah bagi Sungai Citarum, sungai terbesar di Jawa
pasundan. Salah satu tumbuhan khasnya Barat.
adalah pohon kareumbi (Homalanthus Kampung Cigumentong merupakan lahan
populneus). Berdasarkan hasil penelitian, enclave seluas ±30 hektar (0,27% dari luas
jenis vegetasi tingkat semai yang paling
Taman Buru Gunung Masigit-Kareumbi)
dominan di blok Cigumentong adalah Schima dengan populasi sekitar 18 KK, jumlah
wallichii, sedangkan pada formasi hutan penduduk sekitar 60 orang yang tinggal dalam
tanaman adalah Calliandra sp. Jenis vegetasi 17 rumah tinggal. Jaringan listrik mulai masuk
tingkat pancang yang mendominasi hutan alam pada tahun 2017 dengan kapasitas terbatas
di blok Cigumentong adalah Altingia excelsa. yang sebelumnya mangandalkan PLTS dan
Pada tingkat tiang, jenis vegetasi yang turbin. Luas total kampung sebesar 30 ha, dan
mendominasi hutan tanaman di blok lahan pertanian didalamnya seluas 17 ha.
Cigumentong adalah D. mangiferum BL. Jenis Komoditi pertanian berupa pari, sayuran cabe,
vegetasi tingkat pohon yang mendominasi tomat, kol. Kondisi tutupan lahan masih cukup
blok Cigumentong adalah Pinus merkusii. baik, terdapat lahan penghijauan, serta terdapat
Kampung Cigumentong terletak berdekatan banyak pohon kareumbi. Terdapat sabuk hijau
dengan lokasi berburu rusa, yaitu jenis Rusa di sekitar bataran sungai. Secara umum, pola
Sambar, walaupun statusnya termasuk dalam permukiman kampung terdiri dari area
lahan non buru yang berada di wilayah permukiman, area pertanian, sabuk hijau, dan
penyangga dan pemanfaatan. Saat ini jenis rawa Cigumentong.
rusa sambar mengalami kepunahan. Bahkan di Keterkaitan budaya masyarakat Kampung
Kampung Cigumentong sudah tidak lagi Cigumentong dengan alam terlihat dalam hal
terlihat rusa. Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan tumbuhan untuk menyembuhkan
keadaan vegetasi di kawasan TBMK tergolong penyakit. Salah satunya adalah pemanfaatan
cukup mendukung perkembangan populasi akar kayu lame yang direbus sebagai obat
Rusa Sambar. Hal ini karena Rusa Sambar penyakit pinggang. Nilai-nilai masyarakat
memerlukan areal-areal untuk perumputan, untuk menjaga alam juga terwujud dari
berlindung dari kondisi iklim yang ekstrim,
pengetahuan dan kesadaran warga yang secara
maupun menghindari predator. Lokasi yang turun temurun memahami bahwa kelestarian
sering dipilih oleh Rusa Sambar sebagai hutan harus dijaga agar tidak ada banjir dan
tempat melahirkan anak adalah areal-areal kekeringan. Masyarakat sudah memiliki
yang berpenutupan lahan berupa semak pemahaman untuk menjaga lingkungan alam
belukar. Rusa Sambar memerlukan tegakan sehingga tidak menebang pohon bahkan untuk
pepohonan untuk penorehan ranggah. Menurut memperbaiki rumah tradisional yang rusak,
Semiadi (1994), penorehan ranggah pada serta tidak menggunakan bahan pestisida bagi
batang tumbuhan berkaitan erat dengan siklus lahan pertaniannya.
pertumbuhan biologis dan produksi hormon
yang berperan dalam sistem reproduksi rusa Nilai keterkaitan budaya dengan alam juga
jantan. Jumlah jenis vegetasi non pohon menunjukkan adanya hubungan dengan nama
(rerumputan, semak, belukar, dan perdu) yang Kampung Cigumentong yang dalam bahasa
ditemukan di blok Cigumentong dan Cisoka sunda memiliki arti tertentu. Berdasarkan
seluruhnya 43 jenis. Sebanyak 33 jenis penggalan kata dengan bentuk polimorfemis,
diantaranya merupakan jenis-jenis vegetasi yaitu bentuk gabungan dari dua morfem atau
yang dimakan oleh Rusa Sambar. lebih, berupa “ci” artinya air, dan “gentong”

5
artinya tempat menampung air, dengan Pelaksanaan acara “Rabukasan” menjadi salah
imbuhan “um” menjadi “gumentong”. Hal ini satu adat yang bersifat turun-temurun
menunjukkan kawasan Kampung dilakukan hingga saat ini. Kegiatan pesta
Cigumentong merupakan kawasan panen dan hajat buruan merupakan upacara
perlindungan tata air. adat setempat sebagai bentuk rasa syukur atas
alam dan menghormati para leluhurnya.
Upacara adat dilakukan dengan menyediakan
sesaji berupa serbuk besi, telur ayam, telur
angsa, cabe arei, rumput jawer kotok,
ditengahnya tumpeng dan hasil panen. Hal ini
juga untuk mengusir roh jahat terkait dengan
adanya legenda tentang makhluk jahat mencuri
alat pemotong rumput. Kegiatan masyarakat
di malam hari khusus untuk menjaga
keamanan adalah ronda. Hampir setiap malam
masyarakat Cigumentong selalu berburu
Careuh (Musang) hanya untuk sekedar dibakar
dan dimakan untuk menemani ronda malam.
Beberapa permainan anak tradisional masih
banyak dimainkan seperti engrang dan
kebiasaan anak-anak membuat rujak tomat.
Selain itu, jenis kesenian seperti alat musik
karinding juga ada dari kampung ini. Namun,
suasana adat istiadat-kebiasaan yang ada saat
ini dirasa semakin terkikis. Hal terlihat dari
generasi muda yang tidak meneruskan
kesenian tari serta pelestarian alat musik
karinding, serta rumah-rumah adat asli mulai
berubah menjadi rumah-rumah biasa pada
umumnya.
Kegiatan ekonomi masyarakat ditopang oleh
Gambar 1 Kampung Cigumentong hasil alam berupa pertanian. Berbagai macam
sayur-mayur dijual dengan dikirim ke berbagai
Masyarakat Kampung Cigumentong daerah yang ada disekitar jangkauan warga
seluruhnya menganut agama Islam. Mata Cigumentong. Keberadaan kehidupan
pencaharian penduduk adalah buruh harian masyarakat Cigumentong memberikan banyak
lepas yang dibayar per hari (pukul 7.00-13.00) pengalaman bagi wisatawan yang pernah
sebesar Rp 25.000,-. Permukiman warga berkunjung kesana. Beberapa kesan yang
memiliki konstruksi bangunan rumah yang menjadi nilai bagi Kampung Cigumentong
masih tradisional-seperti bilik bambu, antara lain kesan kampung sebagai desa
berbentuk rumah panggung, serta cara pembawa kebaikan dalam hutan, ataupun
memasak yang masih menggunakan kayu wisatawan telah merasakan kebersahajaan
bakar. Didalam rumah tidak memiliki kamar Cigumentong. Beberapa program yang pernah
mandi, fasilitas toilet tersedia secara komunal dilakukan di Cigumentong melalui kegiatan
dalam bentuk paciringan di kolam-kolam pariwisata adalah pengembangan program
diluar rumah, dan bentuk pancuran. Namun walipohon oleh pihak pengelola TBMK untuk
demikian, saat ini melalui program PNPM mengembalikan fungsi hutan. Kegiatan
Mandiri Pariwisata yang didanai oleh Provinsi, pariwisata dilakukan sebagai salah satu alat
pada beberapa rumah warga yang dijadikan untuk menjaga lingkungan alam yang dulu
hoemstay sudah ada yang memiliki toilet di pernah terjadi illegal logging di wilayah TB
dalam rumah dengan kondsi yang relatif cukup Masigit-Kareumbi.
baik.

6
Selain pihak pengelola taman buru, banyak untuk kayu bakar sehingga lingkungan sekitar
komunitas lain yang sudah menjelajah TBMK di makam keramat masih asri. Jenis pohon
terutama melalui Kampung Cigumentong. yang terdapat di lokasi ini berupa pohon
Komunitas Aleut Bandung sudah banyak beringin, pohon puspa, pinus, kayu Sumatera,
membawa wisatawan untuk berkunjung ke dan baros.
lokasi makam Tuan Blok (Jansen) di Keberadaan daya tarik wisata budaya dan
Cigumentong yang konon beliau adalah sejarah ini belum memiliki fasilitas pariwisata
pemilik kawasan ini pada jaman kolonial. yang memadai, seperti belum adanya signage,
Makamnya baru ditemukan secara tidak papan informasi, papan interpretasi, maupun
sengaja pada tahun 2006. fasilitas lainnya sehingga masih diperlukan
b) Makam Sabatsara penataan bagi kenyamanan wisatawan.
Diyakini masyarakat sekitar sebagai makam
keramat dimana makam ini sudah ada sejak IV. HASIL ANALISIS DAN
seratus tahun silam. Pengunjung makam ini PEMBAHASAN
didominasi oleh masyarakat setempat Pengembangan interpretasi pada dasarnya
dikarenakan fungsi utamanya sebagai tempat dimulai dengan menentukan tema, menyusun
pemakaman umum Dusun Sindulang, cerita/narasi, hingga menentukan kebutuhan
sedangkan wisatawan lainnya lebih banyak media interpretasi itu sendiri. Tema ini
berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur diperoleh dari identifikasi terhadap keunikan
dimana pada peringatan seperti Idul Adha, Idul daya tarik wisata budaya dan sejarah di Desa
Fitri, hingga malam kliwon makam ini ramai Sindulang. Komponen tema dalam sebuah
dikunjungi. Yang membedakan makam interpretasi merupakan suatu nilai jual yang
keramat ini dengan makam lainnya adalah memegang peranan penting dalam
ritual doa yang dilakukan saat hendak pelaksanaannya. Tema merupakan sebuah kata
memasuki makam, yaitu dimulai dari pintu kunci dari suatu paparan interpretasi dan
masuk. menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan
c) Wisata religi di Gunung Buled kefektifan dari suatu interpretasi. Tanpa tema,
interpretasi tidak akan terarah. Tema juga
Menawarkan kegiatan berziarah ke makom dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan
salah satu tokoh masyarakat yang dipercayai bahan-bahan promosi, namun bentuk kalimat
memiliki peran penting di Desa Sindulang. tema sendiri bukan bentuk slogan-slogan
Wisatawan yang datang adalah wisatawan promosi. Sebuah tema mencakup seluruh
nusantara sekitar Jawa Barat yang pada paparan interpretasi yang dapat dipahami dan
umumnya masih memiliki keterkaitan sejarah dimengerti oleh wisatawan. Tema interpretasi
dengan sejarah Kerajaan Pajajaran dan para pariwisata budaya Desa Sindulang yang dapat
tokoh-tokohnya. dikembangkan berdasarkan data yang
d) Sejarah makam di Bukit Windu diperoleh dari uraian sebelumnya adalah tema
“Sejarah Sindulang dan Budaya Cigumentong
Merupakan makam yang dikeramatkan, yaitu
sebagai bagian penting tradisi pelestarian alam
makam Eyang Nur Cahya, tokoh penting Desa
Kawasan Masigit-Kareumbi”. Rincian tema
Sindulang yang terkait dengan identitas
berupa outline interpretasi terdapat di Tabel 2.
Sindulang sebagai desa tertua yang dulunya
merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Pengembangan tema produk pariwisata
Sumedang Larang. Banyak para peziarah yang budaya Desa Sindulang ditujukan untuk
datang ke Makam Eyang Nur Cahya ini meningkatkan keterkaitan antara satu daya
terutama pada bulan Mulud. Daerah hutan tarik wisata dan daya tarik wisata lain dalam
yang berada di sekitar makam keramat rangka memperkuat identitas destinasi
dinamakan sebagai ibu pohon yang memiliki pariwisata dan menyebarkan perkembangan
perlakukan khusus dimana terdapat pohon- pariwisata ke seluruh daya tarik wisata dan
pohon tua yang berukuran besar, akan tetapi wilayah destinasi.
kayu ranting yang ada di sekitarnya tidak boleh
dipergunakan, diperjual belikan atau bahkan
7
Tabel 2 Identifikasi Tema Interpretasi Pariwisata Budaya Desa Sindulang

Outline Interpretasi
Aspek Lokasi Daya Tarik Wisata Cerita-Keunikan
Berdasarkan Tema
Sejarah Sindulang
Sejarah tokoh penting Desa Sindulang.
Sejarah keterkaitan Desa Sindulang dengan Kerajaan Padjajaran.
Makom tokoh sejarah Sejarah asal usul pembentukan Desa Sindulang, periode tahun Sejarah tokoh masa lalu
Gunung Buleud 1811 (penyatuan distrik menjadi desa oleh Pangeran Kornel), keterkaitan dengan kerajaan
pemekaran tahun 1986 hingga tahun 2013 ditetapkan sebagai
status desa swadaya.
Makam Sabatsara Makam keramat berusia sekitar seratus tahun Sejarah tokoh masa lalu
Sejarah tokoh penting Desa Sindulang (desa tertua). Sejarah tokoh masa lalu
Makam Keramat Eyang Nur
Sejarah Desa Sindulang sebagai daerah kekuasaan Kerajaan keterkaitan dengan Kerajaan
Cahya
Sumedang Larang (diperkirakan pada tahun 1505-1579 M. Sumedang Larang
Sejarah Cigumentong masa
Makam Tuan Blok (Jansen) Sejarah Cigumentong pada jaman kolonial Tahun 1808-1812 lalu keterkaitan dengan
jaman penjajahan
Budaya di Kampung Cigumentong
1. bahasa - - -
a) Tradisi tidak menebang pohon
b) Sistem pertanian yang ramah lingkungan (tidak menggunakan
pestisida),
c) Pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tumbuhan, Nilai-nilai pelestarian alam
2. sistem pengetahuan Kampung Cigumentong
d) Program wali pohon untuk penghutanan kembali berdasar kearifan lokal
e) Larangan menebang pohon dan pelestarian ibu pohon (Dusun
Jambu aer) – diwariskan
f) Pelestarian Rusa Sambar
3. sistem kemasyarakatan
- - -
atau organisasi sosial
Balai adat Kampung Tata cara musyawarah warga, Fungsi balai adat dan seni
Cigumentong Fungsi ruang serbaguna arsitektur bangunan
Arsitektur rumah adat (gaya bangunan khas Sunda, bahan
4. sistem peralatan hidup Bangunan rumah tradisional Arsitektur bangunan ramah
bangunan, cara pembuatan, aturan tidak ada kamar mandi di dalam
dan teknologi Kampung Cigumentong lingkungan
rumah dll)
Rumah masyarakat Hasil karya masyarakat
Pengolahan makanan tradisional, pembuatan rujak tomat
Kampung Cigumentong terkait olahan hasil pertanian
Tata cara berkebun, penentuan musim tanam, penentuan masa
5. sistem mata Kebun masyarakat Kampung Aktivitas ekonomi
panen, upacara adat panen, pemanfaatan jenis tanaman yang
pencaharian hidup Cigumentong masyarakat berbasis alam
ditanam
Pusat lingkungan warga, Even budaya masyarakat
6. sistem religi halaman Balai Adat Upacara Rabukasan, pesta panen, hajat buruan terkait dengan alam yang
Kampung Cigumentong subur
Hasil karya masyarakat
Lapangan voli Kampung
7. kesenian Permainan engrang, seni karinding terkait dengan olahan
Cigumentong
bambu secara alami

Tabel 3 Bentuk Interpretasi Pariwisata Budaya dan Sejarah Desa Sindulang

Interpretasi Personal Interpretasi Nonpersonal


1. Sejarah keterkaitan Desa Sindulang dengan Kerajaan Padjajaran dan Kerajaan Sumedang 1. Sistem pertanian yang ramah lingkungan
Larang 2. Pelestarian ibu pohon
2. Sejarah Tokoh masa lalu (Sabatsara) 3. Tata cara berkebun
3. Sejarah Tokoh masa lalu (Eyang Nur Cahya) 4. Even budaya: upacara Rabukasan, pesta panen,
4. Sejarah Cigumentong pada jaman kolonial dan sejarah tokoh Tuan Jansen hajat buruan
5. Nilai-nilai kearifan lokal dalam peletarian alam: 5. Penentuan musim tanam, penentuan masa panen
- Tradisi tidak menebang pohon 6. Pemanfaatan tanaman tomat
- Proses pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tumbuhan 7. Tata cara musyawarah warga
- Program wali pohon untuk penghutanan
- Cerita Rusa Sambar
6. Pengolahan makanan tradisional (kuliner)
7. Permainan engrang, seni karinding
8. Arsitektur bangunan/rumah adat

8
Sasaran program interpretasi ditujukan untuk Sasaran intelektual yang perlu dicapai, terdiri
menentukan apa yang ingin dicapai dari dari (1) perkembangan sejarah berdirinya
program interpretasi yang dilakukannya kampung Cigumentong, (2) proses
terhadap pengunjung. Terdapat sedikitnya tiga mempertahankan tradisi/kebiasaan masyarakat
sasaran utama dari interpretasi yaitu sasaran Adat Cigumentong dalam pelestarian
intelektual, sasaran emosional, dan sasaran lingkungan, (3) peranan tokoh-tokoh
perilaku. Sasaran intelektual adalah berpengaruh di Desa Sindulang, dan (4)
menentukan pengetahuan apa yang perlu sejarah Kerajaan Sindulang dan keterkaitannya
dimiliki pengunjung setelah mengunjungi dengan Kerajaan Sumedang Larang ataupun
daya tarik wisata, sasaran emosional adalah Kerajaan Padjajaran.
menentukan perasaan apa yang ingin Sasaran emosional yang harus dicapai, terdiri
ditimbulkan di dalam hati pengunjung selama dari (1) takjub, (2) terbangun semangat dan
dan setelah mengunjungi daya tarik wisata,
memunculkan inspirasi, serta (3) cinta budaya
serta sasaran perilaku adalah menentukan lokal. Sasaran perilaku yang harus dicapai,
(perubahan) perilaku pengunjung apa yang terdiri dari (1) wisatawan dapat kembali lagi
ingin dihasilkan setelah mengunjungi daya untuk berkunjung, (2) ganti foto dan status
tarik wisata.
Tabel 4 Media Interpretasi Personal Pariwisata Budaya Desa Sindulang
DAYA TARIK
OUTLINE MEDIA INTERPRETASI / PERLENGKAPAN
WISATA
1. Makom tokoh Sejarah keterkaitan Desa Sindulang Tur terpandu, kuncen, papan interpretasi, buklet
sejarah Gunung dengan Kerajaan Padjajaran
Buleud Sejarah asal usul pembentukan Desa Tur terpandu, kuncen, papan interpretasi, buklet, daftar pemimpin desa
Sindulang sindulang setiap periode
2. Makam Sabatsara Sejarah Tokoh Sabatsara Tur terpandu, kuncen, papan interpretasi, buklet
3. Makam Keramat Sejarah tokoh Eyang Nur Cahya Tur terpandu, kuncen, papan interpretasi, buklet
Eyang Nur Cahya Sejarah Desa Sindulang sebagai daerah Tur terpandu, kuncen, papan interpretasi, buklet, peta daerah
kekuasaan Kerajaan Sumedang Larang kekuasaan kerajaan sumedang larang
4. Makam Tuan Blok Sejarah Cigumentong pada jaman Tur terpandu, kuncen, papan interpretasi, buklet
(Jansen) kolonial dan sejarah tokoh Tuan Jansen
5. Nilai-nilai / tradisi Tradisi tidak menebang pohon Tur terpandu, story telling, foto-foto jenis pohon di cigumentong
pelestarian alam Sistem pertanian yang ramah lingkungan Papan informasi
Kampung (tidak menggunakan pestisida)
Cigumentong Pengobatan tradisional dengan Tur terpandu, demonstrasi, papan informasi manfaat kayu lame, gambar
memanfaatkan tumbuhan jenis tanaman lame, bukti pohon lame
Program wali pohon untuk penghutanan Tur terpandu, papan informasi, gambar jenis bibit tanaman yang
kembali dilestarikan, bukti pohon hasil program wali pohon)
Larangan menebang pohon dan Tur terpandu, story telling, foto-foto jenis pohon di desa sindulang yang
pelestarian ibu pohon dilestarikan
6. Balai Adat Arsitektur bangunan balai adat Kampung Tur terpandu, bukti bangunan, bukti foto-foto lama bangunan balai adat
Cigumentong Buklet tata cara pembangunan balai dan sejarah perubahannya,
rancangan gaya bangunan
Tata cara musyawarah warga Papan informasi, foto-foto kegiatan rembug warga, jadwal rembug warga
7. Bangunan rumah Arsitektur bangunan rumah tradisional Tur terpandu, bukti bangunan, bukti foto-foto lama bangunan rumah
tradisional Kampung Cigumentong khas, buklet tata cara pembangunan rumah dan sejarah perubahannya,
rancangan gaya bangunan, denah rumah tradisional)
8. Kuliner khas Pengolahan makanan tradisional (kuliner Tur terpandu, demonstrasi, gambar manfaat pohon tomat, jenis buah
masyarakat khas dan rujak tomat) tomat, gambar resep masakan khas, gambar resep rujak tomat
Kampung Story telling
Cigumentong
9. Kebun masyarakat Tata cara berkebun, penentuan musim Tur terpandu, demonstrasi, gambar kalender musim, bukti peralatan
Kampung tanam, penentuan masa panen, upacara berkebun tradisional, buklet, gambar rusa sambar
Cigumentong adat panen, Rusa Sambar
10. Even budaya Upacara Rabukasan, pesta panen, hajat Tur terpandu, foto-foto kegiatan, buklet terkait prosesi upacara, kalender
Kampung buruan even
Cigumentong
11. Permainan Permainan engrang, seni karinding Tur terpandu, demonstrasi, bukti alat engrang, bukti alat musik karinding
tradisional dan seni Video suara karinding dan musik karinding, brosur.
Kampung
Cigumentong

9
(sharing, tagging foto dan pengalaman di dapat disediakan secara sederhana dan
media sosial), dan (3) ikut program wali pohon disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
dan pelestarian budaya. Pengembangan interpretasi dilakukan oleh
Penyusunan alur cerita penting agar program berbagai pihak, yaitu: (1) Pemerintah, berupa
interpretasi bagi wisatawan, baik secara upaya menjalin kerja sama dengan pengelola
personal maupun nonpersonal, dilakukan Kawasan Taman Buru Gunung Masigit-
secara terstruktur sehingga sasaran-sasaran Kareumbi dan komunitas lainnya untuk
yang telah ditetapkan dapat dicapai. pengembangan interpretasi; penataan
Interpretasi personal, menyajikan interpretasi lingkungan untuk kenyamanan perjalanan
langsung kepada pengunjung oleh interpreter, wisatawan; dukungan dalam hal penggalian
adapun interpretasi non personal, menyajikan basis data bagi pengembangan interpretasi
interpretasi dengan menggunakan media budaya dan sejarah Desa Sindulang; (2)
bukan manusia. Hal ini dilakukan sebagai Akademisi (ahli sejarah, ahli budaya, ahli
dasar untuk menyediakan kebutuhan fasilitas pertanian, dan lainnya), budayawan, seniman,
dari program interpretasi yang akan berupa penelitian dan penelusuran mendalam
dikembangkan untuk daya tarik wisatanya. terkait nilai-nilai signifikan dan nilai ilmiah
bentuk interpretasi terdapat pada Tabel 3. yang terkandung dalam suatu objek
interpretasi sejarah, budaya, maupun seni,
Fasilitas/kelengkapan pendukung interpretasi
pertanian; dan (4) Masyarakat, berupa
sangat diperlukan untuk memperkuat pesan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia
yang ingin disampaikan kepada wisatawan
untuk bertindak sebagai pemandu wisata
dalam rangka mencapai sasaran-sasaran yang
ataupun narasumber lokal sebagai fasilitator
telah ditetapkan. Kebutuhan fasilitas
bagi wisatawan, peningkatan kreatifitas
interpretasi personal dan non personal dalam
masyarakat dalam mengolah dan mengemas
interpretasi pariwisata budaya dan sejarah
hasil karya masyarakat, serta penerapan sapta
Desa Sindulang dapat dilihat pada tabel di
pesona.
bawah ini.
Kebutuhan fasilitas interpretasi nonpersonal
dalam interpretasi pariwisata budaya dan DAFTAR PUSTAKA
sejarah Desa Sindulang antara lain berupa: (1)
Carlsen, J., Hughes, M., Frost, W., Pocock, C.,
papan petunjuk arah minimal ditempatkan
& Peel, V. (2008). Success factors in
berjarak 200 meter sebelum lokasi pintu
cultural heritage tourism enterprise
masuk, (2) perlu disediakan tourist
management. Gold Coast, Australia:
information center (TIC) dengan
CRC for Sustainable Tourism Pty Ltd.
memanfaatkan balai adat, (3) diperlukan
desain pengembangan papan informasi yang Jamieson, W. (1998). Cultural heritage tourism
baik dan dibuat dengan bahan yang unik, serta planning and development: Defining the
(4) papan interpretasi perlu ditempatkan di fields and its challenges. APT Bulletin,
lokasi yang terbaik yang dapat melihat 29(3/4), pp. 65-67.
langsung fakta fenomena yang terjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
sekaligus melihat papan interpretasinya. (2013): Modul Bimbingan Teknis
Kebutuhan fasilitas interpretasi pada Tabel 4. Pengembangan Daya Tarik Wisata.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
V. KESIMPULAN Kreatif.
Suranti, Ratna, (2005): Pariwisata Budaya dan
Pengembangan interpretasi pariwisata budaya Peran Serta Masyarakat dalam
dan sejarah Desa Sindulang perlu dibangun Wiyonoputri (Editor), Pariwisata
dan diwujudkan dengan menyiapkan Indonesia: Pariwisata Budaya dan
kebutuhan yang diperlukan terkait Budaya Pariwisata, Vol. 4, hal 27-35,
penyelenggaraan interpretasi. Media dan Bandung, Pusat Perencanaan dan
peralatan yang dibutuhkan pada dasaranya Pengembangan Kepariwisataan ITB.

10
Muhammad A, Z (2018): Perencanaan Skema https://www.youtube.com/watch?v=noM_uI7
Interpretasi Heritage Trail di Kota Wxiw. Diunduh pada tanggal 28
Bandung (Studi: Kawasan Ganesha – Nopember 2018.
Gedung Sate). Proyek Akhir Program http://wisatakata-
Magister Terapan Perencanaan dianhadiana88.blogspot.com/. Diunduh
Kepariwiataan, Institut Teknologi pada tanggal 28 Nopember 2018.
Bandung.
https://komunitasaleut.com/page/157/.
Kajian ekologi populasi rusa sambar Cervus Diunduh pada tanggal 28 Nopember
unicolor dalam pengusahaan Taman 2018.
Buru Gunung Masigit_Kareumbi, data
diperoleh melalui situs internet: https://mahasiswa.co.id/2016/09/12/merekam-
https://www.researchgate.net/publicatio asa-cigumentong/. Diunduh pada
n/277984974_Kajian_ekologi_populasi tanggal 28 Nopember 2018.
_rusa_sambar_Cervus_unicolor_dalam_
pengusahaan_Taman_Buru_Gunung_M
asigit_Kareumbi. Diunduh pada tanggal
28 Nopember 2018.
Desa Cigumentong, data diperoleh melalui
situs internet:
https://sibadeshmsitb.wordpress.com/20
13/07/27/desa-cigumentong/. Diunduh
pada tanggal 28 Nopember 2018.
Ekowisata kegiatan liburan legenda hutan
kareumbi, data diperoleh melalui situs
internet:https://kareumbi.wordpress.co
m/2011/06/07/ekowisata-kegiatan-
liburan-legenda-hutan-kareumbi/.
Diunduh pada tanggal 28 Nopember
2018.
Catatan perjalanan ke Kareumbi, data
diperoleh melalui internet:
http://nusataraexplorer.blogspot.com/20
15/05/catatan-perjalanan-ke-kareumbi-
gunung.html. Diunduh pada tanggal 28
Nopember 2018.
Taman Buru Gunung Masigit-Kareumbi, data
diperoleh melalui internet:
https://tempatwisatadibandung.info/tam
an-buru-gunung-masigit-kareumbi/.
Diunduh pada tanggal 28 Nopember
2018.
http://www.sumedangkab.go.id/. Diunduh
pada tanggal 28 Nopember 2018.
https://www.youtube.com/watch?v=T1BqlXK
9yaE. Diunduh pada tanggal 28
Nopember 2018.

11