Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MAKALAH

PERENCANAAN BANDAR UDARA


(PENYUSUNAN MASTER PLANK BANDAR UDARA)

DI SUSUN OLEH

RENALDY

216 190 035

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

FAKULTAS TEKNIK SIPIL


2019

1
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin


masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.

ii
Daftar Isi
Kata Pengantar ........................................................................................................ ii

Daftar Isi.................................................................................................................iii

BAB I ...................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

I.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1

1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2

1.3. Tujuan .......................................................................................................... 2

BAB II ..................................................................................................................... 3

PEMBAHASAN ..................................................................................................... 3

II.1 Maksud dan tujuan pembangunan ................................................................ 3

II.2 Anlisis pemilihan lokasi bandar udara ......................................................... 4

II.3 Analisis perkiraan permintaan jasa angkutan udara ..................................... 5

II.4 Analisis Kapasitas Fasilitas Bandar Udara Eksisting dan Analisis Kebutuhan
Pengembangannya............................................................................................... 6

II.5 Analisis Detail Perencanaan Pengembangan Bandar Udara ........................ 7

II.6 Penyusunan Rencana Induk (Masterplan) Bandar Udara ........................... 10

BAB III ................................................................................................................. 12

PENUTUP ............................................................................................................. 12

III.1 Kesimpulan ............................................................................................... 12

III.2 Saran .......................................................................................................... 12

iii
BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Pembangunan bandarudara merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan
tersedianya modal dalam jumlah besar dan bersifat kompleks .bersifat padat modal
karena pembangunan bandar udara membutuhkan investasi konstruksi dan instalsi
yang cukup besar .di lain pihak ,pembangunan bandar udara merupakan kegiatan
yang kompleks karena membutuhkan keterpaduan dari berbagai bidang pekerjaan
dan bidang keahlian,termasuk keterpaduan intarmoda transportasi dalam cakupan
wilayah yang di layani oleh karena itu ,pembangunan dan pengembangan suatu
bandar udara membutuhkan perencanaan yang matang agar investasi yang
ditanamkan dapat berdaya guna (efisien)dan berhasil guna efektf.

Proses perencanaan yang sedemikian rumitnya sehingga analisis satu


kegiatan harus memperhitungkan pengaruhnya pada kegiatan yang lain, agar
menghasilkan penyelesaian yang memuaskan. Kegiatan suatu bandara mencakup
sekumpulan kegiatan yang luas dan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda dan
seringkali bertentangan. Kegiatan tersebut saling tergantung satu sama lainnya
sehingga suatu kegiatan tunggal dapat membatasi kapasitas dari keseluruhan
kegiatan.

Perencanaan kegiatan bandar udara yang ada saat ini biasanya sudah
direncanakan dan mempertimbangkan kebutuhan di masa yang akan datang.
Rencana kegiatan bandara di masa yang akan datang tersebut dibuat dalam sebuah
dokumen yang dinamakan dengan Rencana Induk bandara.

Agar semua upaya perencanaan bandara dimasa datang berhasil dengan


baik, maka semua kegiatan yang dilakukan harus didasarkan kepada pedoman-
pedoman yang dibuat dalam sebuah rencana induk.

1
1.2. Rumusan Masalah
Ada beberapa rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini, yaitu sebagai
berikut:

1. Analisis pemilihan lokasi bandar udara

2. Kebuthan fasilitas bandar udara

3. Analisis perkiraan jasa angkutan udara

4. Analisis kapasitas fasilitas bandar udara

5. Analisis detail perencanaan pengembangan bandar udara

6. Penyusunan bandar udara

1.3. Tujuan
Setelah mempelajari dan membaca makalah ini diharapkan pembaca mampu.

1. Mampu menjelaskan tentang master plank bandara

2. Mampu menjelaskan tentang fasilitas bandar udara

3. Mampu menjelaskan penyusunan master plank bandar udara

2
BAB II

PEMBAHASAN

II.1 Maksud dan tujuan pembangunan


Maksud pembuatan master plan (rencana induk)suatu bandar udara adalah sebagai
pedoman yang di perlukan dalam rangka pembangunan dan pengembangan suatu
bandar udara dan operasi penerbangan serta analisis finansial sampai dengan tahun
rencana (target year).dan tujuan pembuatan master plan suatu bandar udara adalah
mewujudkan suatu bandar udara yang ideal .memiliki pasilitas prasarana dan
sarana.sesuai dengan ketentuan yang di persyaratkan

Sehinggah dapat memberikan pelayanan ke bandar udara yang di cepat


,aman,nyaman,efektif,efisien,dan optimal,baik terhadap keselamatan operasi
penerbangan,penumpang,maupun bagi pengguna jasa bandara udara lainnya

Dalam hubungan dengan penyusunan masterplan bandar udara,beberapa aspek


perlu di upayakan,utamanya adalah sebagai berikut ;

1. analisis tentang kelayakan sampai seberapa jauh (target year)suatu bandar


udara dapat di manfaatkan/di kembangkan untuk melayani pertumbuhan
kebutuhan jasa palayanan bandar udara pada saat ini dan yang akan datang
2. Analisis potensi eksisting dan potensi yang dapat di kembangkan di suatu
wilayah kota/kabupaten serta wilayah hinterlandnya yang secara langsung
dapat di jadikan modal pengembang jasa transportasi udara
3. Rencana tata guna lahan dan rencana tata letak pasitas suatu bandar dalam
kaitannya dengan pemanfaatan bandar udara secara optimal
4. Analisis mengenai pemanfaatan daerah di sekitar bandar udara bagi pihak-
pihak yang berkepentingan sesuai dengan persyaratan keselamatan operasi
penerbangan dan kelestarian lingkungan
5. Rencana skala prioritas dan tahap pengembangan/pembangunan (planning
horison ) fasilitas bandara secara optimal jangka panjang

penyusunan suatu masterplan bandarudara itu merupakan suatu proses yang


mengikuti pentahapan.merupakan suatu proses karena meliputi ,berbagai kegiatan

3
yang terangkai mulai dari awal pembuatan proposal,studi literatur,pengumpulan
data dan survei lapangan ,pengolahan data ,analisis dan hasil ,sampai menghasilkan
laporan akhir sebagai outputnya (masterplan).merupakan pentahapan yaitu terdiri
dari kegiatan-kegiatan analisis seperti yang di kemukakan di atas,analisis potensi
eksisting dan yang dapat di kembangkan analisis rencana tata guna lahan dan tata
letak pasilitas bandar,anailsis

Pemanfaatan daerah di sekitar bandar udara.analisis skala prioritas dan tahap


pembangunan fasilitas bandar udara dan kegiatan analisis penyusunan produk akhir
masterplan, yang meliputi seluruh hasil analisis yang telah di lakukan sebelumnya

II.2 Anlisis pemilihan lokasi bandar udara


Pemilihan lokasi suatu bandar udara di lakukan melalui dua tahap,yaitu studi
awal pemilihan rencana lokasi yang dilakukan berdasarkan data sekunder (peta
administrasi,tata guna lahan dan sebagainya) dan 2. di lakukan survey lapangan
untuk meninjau lokasi yang akan di jadikan bandar udara ,dalam menetapkan atau
merencanakan pembangunan suatu bandar udara ,perlu di lakukan pengkajian
berbagai aspek yang menyangkut aspek ketentuan persyaratan kebandaruraan
dalam menentukan alternatif lokasi bandar udara.

1. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kriteria dasar sebagai berikut


2. Kemudahan pencapaian ke dan dari bandar udara
3. Kesesuain arah landasan dengan arah angin
4. Ketersedian ruang udara
5. Ketersedian lahan yang cukup luas
6. Kemudahan pembangunan
7. Kemudahan pengembangan bandar udara pada masa depan
8. Kesesuain dengan rencana tata ruang daerah (RUTR Daerah)
9. Dampak terhadap lingkungan hidup
10. Kemudian utulitas

Alternatif lokasi di pilih bedasarkan parameter-parameter penting yang perlu


di perhatikan/dipertimbangkan.kemudian di lakukan evaluasi dengan cara
memberikan bobot kepentingnya dan skor penilaian tingkat kesesuaian dari

4
masing-masing alternatif lokasi terhadap paremeter-parameter yang di
tetapkan.bobot di kalikan skor akan di peroleh hasilnya yang di sebut nilai
tertimbang (weighted).

II.3 Analisis perkiraan permintaan jasa angkutan udara


Analisis perkiraan permintaan jasa angkutan udara merupakan tahap
pengelolahan data lalu lintas udara sebagai dasar evaluasi terhadap kapasitas
pasilitas eksisting dan perencanaan kebutuhan pengembangan fasilitas bandar udara
sampai dengan tahun target perencanaan dengan meperhatikan program pemerintah
dalam rangka mewujudkan sistem transportasi nasional (SISTRANAS) dan
kebijakan/strategi pengembangan wilayah serta potensi ekonomi daerah setempat
yang meliputi sebagai berikut :

1. Analisa perkiraan permintaan jasa angkutan udara (demand forecast analisis )


terdiri dari :

1. perkiraan jumlah pergerakan pesawat terbang tahunan

perkiraan jumlah pergerakan penumpangan udara tahunan

2. perkiraan jumlah pergerakan pesawat terbang pada jam- jam sibuk

3. perkiraan jumlah pergerakan penumpang udara pada jam-jam sibuk

4. Perkiraan volume barang dan benda pos tahunan

5. Perkraan jaringan rute penerbangan pada masa mendatang

6. Perkiraan pengoperasian jenis/tipe/ukuran pesawat terbang yang akan


datang

2. Analisa asal tujuan lalu lintas angkutan udara (origin destination analysist)

3. Analis pergantian modaangkutan (modal split analisyt

Dengan melakukan analisis perkiran permintaan jasa angkutan udara


(penerbangan)akan di ketahui bangkitan lalu lintas dan tarikan lalu lintas angkutan
udara,dengan demikian dapat diketahui bandar-bandar udara asal yang potensial
,bandar-bandar udara tujuan yang ramai di kunjungi penumpang udara ,dan akan

5
dapat di identifikasi rute-rute gemuk (padat) dan rute-rute kurus (kurang
padat),maka selanjutnya akan mudah untuk menyusun rencana pengembangan
masing-masing bandar udara dalam arti penyedian jenis ,jumlah dan kapasitas
sarana dan prasarana bandar udara yang di butuhkan.

II.4 Analisis Kapasitas Fasilitas Bandar Udara Eksisting


dan Analisis Kebutuhan Pengembangannya
Rencana pengembangan penyediaan fasilitas bandar udara harus dilakukan
mendasarkan pada kebijakan pemerintah dalam pembangunan transportasi udara,
arahan tata ruang dan analisis perkiraan permintaan jasa angkutan udara, dan
selanjutnya berdasar Rencana Pengembangan Penyediaan Fasilitas Bandar Udara
tersebut, harus dilakukan penyusunan Rencana Pengembangan Bandar Udarasecara
komprehensif, meliputi rencana peningkatan kemampuan layanan bandar udara
dalam jangka waktu yang ditargetkan, tahapan pengembangan, dan tahapan
pelaksanaan pembangunannya.

Dalam penyusunan perencanaan pengembangan bandar udara, dilakukan


pula analisis kebutuhan jenis dan kapasitas fasilitas bandar udara dan kebutuhan
lahan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Analisis kebutuhan jenis
dan kapasitas fasilitas bandar udara meliputi:

1. Kebutuhan fasilitas sisi udara (air side), yaitu : landasan pacu, taxiway, apron,
dan fasilitas penunjang lainnya, termasuk jenis, jumlah, dan sistem
konfigurasinya (sistem operasinya).
2. Kebutuhan bangunan dan sarana/fasilitas pada sisi darat (land side), yaitu
terminal penumpang, terminal barang, gedung administrasi, gedung kantor
operasi, dan menara pengawasan (control tower).
3. Kebutuhan peralatan komunikasi dan navigasi penerbangan serta alat bantu
pendaratan visual dengan memperhatikan perkem- bangan/kemajuan teknologi
serta ATC (Air Traffic Control).
4. Kebutuhan fasilitas penunjang, seperti fasilitas perawatan pesawat udara,
fasilitas catering (jasa boga), tempat (area) parkir kendaraan, fasilitas
pergudangan.

6
5. Kebutuhan fasilitas utilitas, misalnya listrik, telepon, sistem penerangan, sistem
drainase, air bersih, penanganan sampah/kotoran/limbah, suplai minyak, dan
jaringan jalan.
6. Kebutuhan peningkatan pengusahaan bandar udara, antara, lain tempat rekreasi
terbuka, commercial area (daerah komersial), dan lain-lainnya.

Kebutuhan fasilitas sisi udara tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan fasilitas
sisi darat. Fasilitas sisi udara untuk melayani perjalanan yang dilakukan oleh
pesawat udara, baik yang tinggal landas maupun yang mendarat. Sedangkan
fasilitas sisi darat banyak untuk melayani arus lalu lintas penumpang yang
melakukan perjalanan udara (yang berangkat dan yang datang). Salah satunya
mengalami kelambatan, maka akibatnya akan menimbulkan ke, lambatan terhadap
total waktu perjalanan udara. Pengelolaan dan pengoperasian fasilitas bandar udara
sisi udara dan sisi darat harus dilakukan secara komprehensif, sinergis, efektif dan
efisien dalam upaya mewujudkan pe/ayanan penerbangan yang optimal, lancar,
serta mengutamakan mutu/kualitas pelayanan dan keselamatan penerbangan.

II.5 Analisis Detail Perencanaan Pengembangan Bandar Udara


Analisis detail (terinci) perencanaan pengembangan bandar udara sekurang-
kurangnya harus mefiputi empat aspek perencanaan pembangunan bandar udara,
yaitu :

a. Analisis Teknis.

AnalisisAajian teknis ini meliputi antara lain :

1. Kajian meteorologi dalam pembuatan dan penetapan arah angin dominan


(windrose) di lokasi rencana pengembangan bandar udara untuk
melakukan/penetapan arah landasan pacu.

2. Kajian kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) di sekitar


bandar udara.

3. Evaluasi jenis fasilitas bandar udara yang dibutuhkan sampai dengan


rencana pengembangan/pembangunan tahap akhir (ultimate phase).
Analisis perkiraan kebutuhan lahan sampai dengan rencana
pengembangan/pembangunan bandar udara tahap akhir.

7
4. Evaluasi kondisi fisik dan daya dukung lahan di lokasi rencana bandar
udara.
ketersediaan utilitas bahan bangunan dan peralatan pembangunan bandar
udara.

5. Evaluasi topografis permukaan lahan rencana lokasi bandar udara.

6. Keterpaduan rencana pengembangan/pembangunan bandar udara dengan


Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat.

B. Analisis Operasional.

Analisis/kajian operasional meliputi antara lain

1. Kajian jenis dan ukuran pesawat udara yang diperkirakan akan beroperasi
di bandar udara.

2. Kajian pengaruh cuaca terhadap operasi bandar udara.

3. Kajian kendala (bila ada) pada kawasan keselamatan operasi penerbangan


di sekitar bandar udara.

4. Kajian penggunaan ruang udara dan lalu lintas penerbangan (prosedur


pendaratan dan lepas landas).

5. Kajian pengaturan operasi darat di bandar Udara.

6. Kajian dukungan peralatan komunikasi dan navigasi penerbangan.

C. Analisis Pengusahaan Angkutan Udara.

Analisis/kajian pengusahaan angkutan udara meliputi antara lain:

1. Kajian perkiraan permintaan jasa angkutan udara di wilayah perencanaan


(Provinsi/Kabupaten setempat), yaitu penum- pang, kargo dan benda pos.

2. Kajian kemungkinan adanya perusahaan penerbangan yang akan membuka


jalur penerbangan ke bandar udara tersebut.

3. Kajian jenis dan ukuran pesawat terbang yang akan dio- perasikan oleh
maskapai penerbangan (operator).

8
4. Kajian tingkat faktor muatan (load factor) dan faktor penumpang
{passenger factor) yang mungkin akan dicapai oleh perusahaan
penerbangan.

D. Analisis Pengusahaan Angkutan Udara.

Analisis/kajian pengusahaan angkutan udara meliputi antara lain:

1. Kajian perkiraan permintaan jasa angkutan udara di wilayah perencanaan


(Provinsi/Kabupaten setempat), yaitu penum- pang, kargo dan benda pos.

2. Kajian kemungkinan adanya perusahaan penerbangan yang akan membuka


jalur penerbangan ke bandar udara tersebut.

3. Kajian jenis dan ukuran pesawat terbang yang akan dio- perasikan oleh
maskapai penerbangan (operator).

4. Kajian tingkat faktor muatan (load factor) dan faktor penumpang


{passenger factor) yang mungkin akan dicapai oleh perusahaan
penerbangan.

5. Kajiaan terjadinya persaingan (tarif) yang keras di perusahaan penerbangan

Dalam penyusunan perkiraan permimtaan jasa angkutan udara (demand


forecasting) selama kurun waktu 20 tahun ke depan (jangka panjang) harus
memperhatikan berbagai aspek, sebagai berikut:

1. Status kegiatan penerbangan melalui bandar udara tersebut dalam sistem


jaringan penerbangan nasional.

2. Kecenderungan perkembangan ekonomi regional, dan nasional

3. Dampak pelaksanaan otonomi daerah dan globalisasi.

4. Kecenderungan perkembangan arus wisatawan manca negara dan


wisatawan nusantara di Indonesia.

5. Kegiatan penerbangan menurut Asal-Tujuan perjalanan penumpang dan


barang.

6. Berpindahnya perjalanan penumpang antar moda transportasi.

E. Analisis Ekonomi dan Finansial.

9
Analisis/kajian ekonomi dan finansial meliputi :

Kajian finansial yang menghitung besaran tingkat pengembalian dana yang


akan diinvestasikan dalam pembangunan bandar udara, yang meliputi
parameter sebagai berikut:

1. NPV (Net Present Value),

2. FIRR (Financial Internal Rate of Returns),

3. PT (Profitability) atau BCR (Benefit Cost Ratio).

4. Periode pencapaian pengembalian investasi (Payback Period).

Kajian ekonomi yang menghitung besaran manfaat ekonomi makro yang


diperoleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat dari
pembangunan bandar udara, yang meliputi:

1. Kajian perbandingan kondisi pertumbuhan ekonomi di wilayah


perencanaan (Pemerintah Daerah setempat), apabila ada atau tidak ada
pembangunan bandar Udara.

2. Kajian biaya yang akan dikeluarkan dan manfaat yang diperoleh oleh
Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat, apabila dibangun/
dikembangkan bandar udara.

3. Kajian EIRR (Economic Internal Rate of Returns) terhadap rencana


pembangunan bandar udara

II.6 Penyusunan Rencana Induk (Masterplan) Bandar Udara


Dalam tahap penyusunan rencana induk (masterplan) suatu bandar udara, tugas
perencana harus mengacu kepada hasil evaluasi dan analisis kapasitas fasilitas
bandar udara eksisting, hasil kajian perencanaan pendahuluan {preliminary
planning) yang telah disusun dengan mempertimbangkan kondisi lahan yang ada,
tata guna lahan dan ruang udara, prosedur operasi penerbangan serta identifikasi
dampak lingkungan. Penyusunan rencana induk (masterplan) meliputi:

1. Penyusunan alternatif konsep rencana tata letak fasilitas bandar udara


berdasarkan kriteria/standardisasi perencanaan bandar udara yang berlaku

10
dengan memperhatikan aspek kelancaran, keselamatan, keamanan serta aspek
lingkungan
2. Melakukan pengkajian terhadap alternatif rencana tata letak fasilitas bandar
udara yang telah disusun guna menentukan alternatif terpilih.
3. Penyusunan tahapan pembangunan bandar udara sesuai kebutuhan untuk
masing-masing fasilitas dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomis,
dan operasional.
4. Penyusunan luas tanah yang dibutuhkan untuk setiap tahapan
pengembangan/pembangunan bandar udara.
5. Penyusunan koordinasi lokasi perletakan masing-masing fasilitas bandar
udara.
6. Gambar hasil analisis pendahuluan Kawasan Keselamatan Operasi
Penerbangan (KKOP) di sekitar bandar udara.
7. Gambar analisis pendahuluan batas-batas Kawasan Kebisingan di sekitar
bandar udara.
8. Konsep awal Rencana Tata Guna Lahan di sekitar bandar udara.

11
BAB III

PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Proses perencanaan yang sedemikian rumitnya sehingga analisis satu
kegiatan harus memperhitungkan pengaruhnya pada kegiatan yang lain, agar
menghasilkan penyelesaian yang memuaskan. Kegiatan suatu bandara mencakup
sekumpulan kegiatan yang luas dan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda dan
seringkali bertentangan. Kegiatan tersebut saling tergantung satu sama lainnya
sehingga suatu kegiatan tunggal dapat membatasi kapasitas dari keseluruhan
kegiatan.

Perencanaan kegiatan bandar udara yang ada saat ini biasanya sudah
direncanakan dan mempertimbangkan kebutuhan di masa yang akan datang.
Rencana kegiatan bandara di masa yang akan datang tersebut dibuat dalam sebuah
dokumen yang dinamakan dengan Rencana Induk bandara.

Agar semua upaya perencanaan bandara dimasa datang berhasil dengan


baik, maka semua kegiatan yang dilakukan harus didasarkan kepada pedoman-
pedoman yang dibuat dalam sebuah rencana induk.

III.2 Saran
Sebaiknya sebelum pembangunan bandara harus mempunyai perencanaan
yang baik sehinggah dalam pencapaian target sesuai dengan apa yang kita inginkan
dsn tidsk merusak atau merugikan lingkungan sekitar

12