Anda di halaman 1dari 4

Nama : Febri Alvian Tampubolon

NPM : 150510160187
UAS : PTPGM
Soal take home:

1. Jelaskan secara tertulis kegiatan utama yang mungkin dilakukan untuk


meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman kelapa sawit di Indonesia!

Jawab: Kegiatan utama yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas
tanaman kelapa sawit di Indonesia adalah pemupukan. Hal ini disebabkan pemupukan
sendiri berperan penting dalam tahap pertumbuhan serta perkembangan kelapa sawit.
Pupuk yang sudah terserap masuk ke dalam tanah akan diteruskan akar untuk kemudian
dialirkan ke seluruh tubuh tumbuhan kelapa sawit guna mendukung tahapan
pertumbuhannya.

Dosis pemupukan kebun yang diterapkan ke tanah setidaknya harus dapat menggantikan
unsur hara yang sudah diserap akar. Pemupukan minimalis ini bertujuan agar tingkat kadar
kesuburan tanah tidak menurun yang dapat mengganggu produksi tanaman sawit untk
panen selanjutnya. Jadi, metode peningkatan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan
meningkatkan jumlah kadar pemakaian pupuk ke tanah dengan memperhatikan standarisasi
optimal.

Beberapa alasan lain mengapa proses pemupukan dapat memengaruhi presentasi hasil
panen dari kelapa sawit diantaranya :

 Tanah tidak sanggup untuk menyediakan unsur hara secara mandiri pada jumlah
yang cukup bagi kelapa sawit.
 Kelapa sawit sendiri termasuk tanaman yang membutuhkan unsur zat hara dalam
jumlah yang besar untuk dapat mendukung pertumbuhan serta produktifitasnya.
 Pemilihan varietas tumbuhan kelapa sawit unggulan yang mempunyai karakteristik
baik sejatinya memerlukan unsur hara yang cukup
 Pemupukan sendiri bertujuan untuk mempertahankan ataupun meningkatkan
tingkat kesuburan tanah.
 Proses pemupukan ini haruslah dilakukan secara tepat agar bisa berjalan dengan
Pemupukan sendiri dinilai berhasil apabila sebagian besar unsur zat hara mampu
masuk ke dalam tanah dan dapat diserap oleh si tanaman sawit.

Sementara itu, faktor-faktor yang dapat memengaruhi keefisienan pemupukan yakni biaya
yang dikeluarkan untuk alat kerja, bahan pupuk, dan upah pekerja kebun dibandingkan
dengan buah-buah pohon kelapa sawit yang dihasilkan. Di samping itu, efisiensi
pemupukan sendiri juga dipengaruhi pula oleh tindakan rekomendasi pemupukan dan pola
manajemen operasional pemupukan.

2. Apa tujuan pembersihan bobokor/piringan pohon dan dari mana kemana arah
pembersihannya serta mengapa demikian?
Jawab:
 Brondolan yang jatuh di tanah akan lebih mudah ditemukan dan dikumpulkan
Pada saat panen, brondolan yang tersembunyi di antara gulma di piringan sulit
untuk dikumpulkan sehingga membutuhkan tenaga kerja lebih atau akan terbuang
percuma, bahkan dapat tumbuh menjadi gulma.
 Proses panen dilakukan dengan lebih cepat dan efisien
 Aplikasi dan penggunaan pupuk lebih efisien
Mengurangi kompetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan unsur hara, air,
dan sinar matahari dan mempermudah pekerja untuk melakukan pemupukan dan
kontrol di lapangan.

Pembersihan bobokor/piringan pohon kelapa sawit dilakukan dari arah pinggir ke


arah tengah dengan cara ditarik. Hal bertujuaan agar tanah pada tanaman sawit membentuk
cembungan. Apa bila penangan bobokor/piringan dilakukan dengan cara ini akan membuat
tanah di daerah pangkal batang akan lebih tinggi dibandingkan dengan sekitarnya sehingga
mencegah terjadinya genangan. Adanya genangan pada daerah perakaran tanaman sawit
akan mengganggu pertumbuhan tanaman dan dapat menginduksi terjadinya serangan
penyakit yaitu jamur pangkal batang.
3. Permasalahan pertanaman sawit periode TBM
Jawab: Permasalahan pertanaman kelapa sawit periode TBM adalah pengairan atau irigasi.
Tanaman sawit TBM yang mengalami kekurangan air dapat mengakibatkan terjadinya
penurunan produksi sekitar 10-40%. Kekeringan pada tanah akan menyebabkan pupuk
yang telah diberikan tidak larut sehingga tanaman sawit tidak bisa menyerap nutrisi dengan
baik. Hal ini dapat mengurangi ukuran buah dan sintesis minyak serta berhubungan dalam
terbentuknya sex differentiation. Pada kondisi kekeringan, jumlah bunga jantan akan
tumbuh lebih banyak dari pada bunga betina, daun muda tidak membuka, pelepah daun tua
mudah patah.
4. Apa saja aktivitas yang mungkin dilakukan untuk optimasi peran dan fungsi
serangga penyerbuk kelapa sawit?
Jawab: Aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengoptimasi peran dan fungsi serangga
penyerbuk kelapa sawit adalah dengan memperbanyak populasi serangga tersebut sehingga
bisa menyerbuki bunga kelapa sawit dan meningkatkakn produksi. Hal yang harus
dilakukan adalah menyediakan tempat (kandang) untuk perkembangbiakan serangga
penyerbuk E. kamerunicus. Kandang diletakkan di bawah pohon kelapa sawit di daerah
teduh atau tidak terna sinar matahari langsung dan lebih dekat ke lahan kelapa sawit. Hal
ini bertujuan agar serangga penyerbuk E. kamerunicus lebih mudah menjangkau pohon
kelapa sawit dan menyerbuki bunga. Penyediaan kendang ini juga bertujuan agar serangga
pernyerbuk tersebut dapat berkembang biak dengan baik dan larvanya tidak diserang oleh
predator serangga. Selain itu adanya daerah perkembangbiakan serangga penyerbuk
memudahkan petani dalam menjaga populasi serangga tersebut serta terhindar dari
penyemprotan insektisida. Di dalam kandang harus disediakan bunga mekar Foeniculum
vulgare yang sedang athesis agar E. kamerunicus betah di dalam kandang sehingga
melakukan perkembangbiakan di dalam kandang.
5. Apa tujuan pemangkasan pelepah daun kelapa sawit dan berapa jumlah pelepah
daun ideal berkaitan dengan umur tanaman.
Jawab: Pemangkasan pelepah pada tanaman kelapa sawit harus dilakukan apabila daun
tanaman sawit saling menutupi satu sama lain. Daun yang tidak terkena cahaya matahari
tidak dapat melakukan fotosintesis namun menggunakan fotosintat yang dihasilkan dari
daun tanaman yang melakukan fotosintesis. Hal ini akan berpengaruh terhadap jumlah
bunga dan buah yang dihasilkan sehingga dapat menurunkan produksi tanaman sawit.
Sehingga, tujuan dari pemangkasan pelepah daun kelapa sawit dan berapa jumlah pelepah
daun ideal adalah untuk mengoptimalkan distribusi fotosintat melalui proses fotosintesis
ke bagian tanaman. Pemangkasan juga dilakukan untuk menjaga jumlah pelepah yang
berfungsi sebagai tempat munculnya bunga & pemasakan buah serta untuk mempermudah
proses pemeliharaan dan mempermudah pemanenan buah kelapa sawit. Selain itu
pemangkasan dapat mengurangi resiko tumbang akibat tiupan angin yang kuat.
Pemangkasan dilakukan setelah kegiatan kastrasi dilakukan dan tanaman sudah memasuki
fase awal panen (TBM) sampai tanaman tersebut menghasilkan (TM).
Jenis pemangkasan yang dilakukan pada kelapa sawit :
a. Pangkas prapanen
Pangkas prapanen merupakan pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman kelapa
sawit yang berumur antara 10-30 bulan dengan maksud untuk membuang daun-daun
kering dan buah-buah pertama yang masih berukuran kecil atau buah yang busuk.
b. Pangkas produksi
Pangkas produksi merupakan pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman yang
sudah berproduksi dan diatur dengan rotasi tertentu dengan tujuan untuk memberikan
bentuk yang baik bagi perkembangan tanaman, memudahkan pelaksanaan panen, dan
menjaga kebersihan lingkungan.
c. Pangkas pemeliharaan
Pangkas pemeliharaan merupakan pemangkasan yang dimulai pada saat tanaman
berumur 3 tahun atau batangnya sudah mencapai tinggi sekitar 60 cm.
Pengoptimalan fotosintesis dan produktivitas pada tanaman kelapa sawit dapat dilakukan
pemangkasan dengan anjuran untuk tanaman muda (≤ 8 tahun) jumlah pelepah
dipertahankan pada kisaran 48-56 pelepah, sedangkan pada tanaman tua (> 8 tahun)
dipertahankan pada kisaran 40-48 pelepah.
6. Mengapa kelapa sawit dikatakan sebagai tanaman penghasil minyak yg paling
efisien?
Jawab: Minyak yang dihasilkan kelapa sawit jauh lebih banyak dibandingkan dengan
komoditas penghasil minyak nabati lain, misalnya jagung, bunga matahari, kedelai, dan
kacang dalam luasan yang sama. Seperti jagung, untuk menghasilkan minyak yang sama
dengan kelapa sawit harus membutuhkan bobot dua kali lipat dari berat kelapa sawit.
Kelapa sawit juga memiliki keunggulan dari segi harga yang relatif lebih rendah dari pada
komoditas penghasil minyak lainnnya yan kebanyakan adalah tanaman semusim. Hal ini
dikarenakan tanaman semusim membutuhan biaya produksi terus-menerus, karena harus
ditanam kembali serta serangan hama yang terkadang dapat menyebabkan tanaman kedelai
gagal panen. Sedangkan kelapa sawit merupakan tanaman tahunan yang membutuhkan
biaya besar pada saat awal penanaman dan pada tahun berikutnya hanya memerlukan biaya
pemeliharaan. Manfaat kelapa sawit juga merambah ke kegunaan lain dari bahan-bahan
makanan ke pelumas mesin hingga dasar kosmetik. Minyak kelapa sawit juga memiliki
keunggulan lain yaitu kadar kolestrolnya rendah dibanding dengan minyak nabati yang
dihasilkan oleh tanaman lain.