Anda di halaman 1dari 3

Kupas Tuntas Tentang Diabetes Gestasional yang

Tak Boleh Disepelekan Oleh Para Ibu Hamil

Diabetes gestasional adalah kondisi diabetes yang terjadi pada seorang wanita yang sedang
hamil. Jenis diabetes yang satu ini tidak boleh disepelekan oleh para ibu hamil. Tak hanya
memberikan dampak pada kesehatan ibu, diabetes gestasional juga membahayakan janin
dalam kandungan. Lantas, apa saja pemicu diabetes saat hamil dan bagaimana cara
menanganinya? Tenang, semua jawabannya bisa Anda temukan secara lengkap dalam ulasan
berikut ini.

Seberapa mungkin diabetes gestasional terjadi?


Kemungkinan untuk mengalami diabetes saat hamil cenderung bervariasi, tergantung faktor
risikonya.

Faktor risiko diabetes gestasional itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu faktor risiko rendah dan
tinggi. Beberapa faktor risiko tinggi yang memicu terjadinya diabetes saat hamil adalah sebagai
berikut:
1. Wanita memiliki diabetes saat sebelum hamil
2. Terdapat anggota keluarga yang mengidap diabetes
3. Riwayat kehamilan sebelumnya, misalnya melahirkan bayi besar atau kondisi air
ketuban sangat banyak
4. Kesehatan ibu hamil itu sendiri, misalnya hamil dalam kondisi obesitas, memiliki
hipertensi baik sebelum atau saat hamil, dan sebagainya

Jadi, sangat mungkin bila wanita dapat mengalami diabetes saat hamil walaupun sebelumnya
tidak mengalaminya. Hal ini terjadi pada 2 sampai 10 persen kasus dari total kehamilan.

Apa saja tanda dan gejala diabetes gestasional?


Sebenarnya tidak ada tanda dan gejala tertentu yang mengarah pada diabetes gestasional.
Sebab, kondisi ini hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan secara rutin dengan tes
laboratorium.

Begitu seorang wanita memasuki masa kehamilan dan melakukan kontrol kandungan, maka
pemeriksaan laboratorium perlu segera dilakukan untuk melihat adakah kemungkinan
mengidap diabetes atau tidak.

Ketika ibu dicurigai mengalami kondisi ini, tak hanya kadar gula darahnya saja yang akan
dipantau. Namun dilihat juga bagaimana tubuh ibu menoleransi naik-turunnya kadar gula darah
dalam satu hari.

Ambil contoh, ibu hamil yang baru saja selesai makan tentu akan mengalami gula darah naik.
Nah, yang perlu diwaspadai adalah ketika kadar gula darah tersebut melonjak drastis yang
mengarah kepada diabetes atau disebut juga sebagai prediabetes.

Jadi, melihat kadar gula darah ibu hamil saja tidak cukup untuk menentukan diabetes
gestasional karena hal tersebut bisa menyebabkan kerancuan.
Misalnya saja, kadar gula darah sewaktu bisa saja menunjukkan angka normal, tetapi ternyata
di antara gula darah sewaktu ada lonjakan gula darah yang abnormal. Nah, hal inilah yang
disebut dengan prediabetes.

Bahaya diabetes gestasional pada ibu dan bayi dalam kandungan


Tidak hanya pada ibu hamil saja, diabetes gestasional juga bisa memberikan dampak tertentu
pada kesehatan bayi dalam kandungan. Ibu hamil yang diabetes tentu akan mengalami
beberapa masalah kehamilan, di antaranya:

 Risiko melahirkan prematur


 Preeklampsia
 Melahirkan secara caesar
 Risiko melahirkan dengan alat bantu, misalnya dengan bantuan vakum, forcep, dan
sebagainya
 Risiko robekan perineum lebih besar bila melahirkan secara pervaginam
 Infeksi selama kehamilan, misalnya keputihan atau infeksi pasca kehamilan

Sementara itu, kondisi diabetes saat hamil juga dapat menyebabkan beberapa risiko pada
janin, yaitu bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), bayi lahir dengan ukuran besar, lahir
prematur, keguguran, kematian bayi mendadak dalam kandungan (stillbirth), dan kecacatan
atau ketidaksempurnaan pada bayi.

Mungkinkah diabetes saat hamil bisa sembuh setelah melahirkan


nanti?
Kemungkinan sembuh atau tidaknya diabetes gestasional setelah melahirkan dilihat dari faktor
risikonya. Kalau wanita hamil sudah memiliki riwayat diabetes sebelumnya, baik dari dirinya
sendiri maupun dari riwayat keluarganya, maka kemungkinan kondisi diabetesnya akan kambuh
sewaktu-waktu meski sudah melahirkan.

Faktanya, sebesar 30 sampai 60 persen kasus diabetes gestasional dapat berubah menjadi
diabetes yang menetap. Artinya, sangat mungkin saat Anda mengalami diabetes hanya pada
saat hamil, namun ternyata kadar gula darah Anda tetap tinggi walaupun sudah melahirkan.

Risiko ini akan semakin meningkat bila wanita hamil memiliki faktor risiko yang memicu
terjadinya diabetes gestasional.

Misalnya saja, ibu hamil mengalami obesitas, ada riwayat diabetes, atau berat badan tidak
kembali ke normal pasca melahirkan. Bila Anda mengalami salah satunya, maka kemungkinan
Anda akan mengalami diabetes yang menetap di masa mendatang.

Lantas, bagaimana cara menangani diabetes saat hamil?


Hal yang utama untuk mencegah kondisi ini terjadi sama ibu hamil adalah dengan penerapan
pola makan dan gaya hidup sehat sejak awal kehamilan.

Namun, jika ibu hamil telanjur terkena diabetes, maka jelas diperlukan upaya mengendalikan
gula darahnya semaksimal mungkin. Caranya bisa dengan mengubah pola makan, konsumsi
obat diabetes, atau injeksi insulin.
Upaya penanganan diabetes gestasional juga dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup
yang lebih sehat, di antaranya sebagai berikut:

1. Pola makan
Dilihat dari pola makannya, ibu hamil dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis makanan
yang dapat memicu naiknya gula darah, yaitu makanan dengan indeks glikemik tinggi (seperti
nasi putih), makanan manis, dan makanan tinggi garam. Pasalnya, baik gula maupun garam
sama-sama berperan dalam meningkatkan kadar gula darah seseorang.

Selain itu, ibu hamil yang mengalami diabetes tidak dianjurkan untuk minum susu hamil. Ini
dikarenakan susu hamil mengandung kalori tambahan yang bisa mencapai 200 sampai 400
kalori per gelas. Tentunya hal ini justru semakin meningkatkan risiko diabetes pada ibu hamil.

2. Aktivitas fisik
Aktivitas fisik atau olahraga dapat meningkatkan respon tubuh terhadap insulin. Ini sebabnya,
ibu hamil yang mengalami diabetes dianjurkan untuk meningkatkan aktivitas fisiknya.

Senam hamil adalah salah satu olahraga ringan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk
meningkatkan aktivitas metabolik.

Melalui senam hamil, tubuh ibu dapat bereaksi lebih baik terhadap insulin yang dihasilkan oleh
tubuhnya sendiri. Dengan demikian, ibu hamil yang rutin olahraga dapat mengendalikan gula
darahnya lebih baik daripada ibu hamil yang tidak olahraga.

3. Mengendalikan stres
Menjaga kondisi psikis ibu hamil tak kalah pentingnya dengan menjaga kondisi fisik, salah
satunya tingkat stres ibu hamil. Hormon stres atau kortisol dapat memengaruhi proses
metabolisme gula dan resistensi insulin dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko diabetes
pada ibu hamil.

Tidak hanya itu, kondisi stres pada ibu hamil juga dapat membahayakan kesehatan janin.
Pasalnya, hormon kortisol yang dihasilkan oleh ibu hamil yang stres dapat menembus plasenta
dan memengaruhi otak janin. Akibatnya, bayi berisiko mengalami gangguan psikis dan
menghambat kemampuan kognitif pada bayi.