Anda di halaman 1dari 29

MODUL 1 KB 3:

DAR 2/Profesional/184/003/2018

PENDALAMAN MATERI FISIKA

MODUL 1 KB 3 : GERAK DALAM BIDANG

Penulis : Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

2018
-
DAFTAR ISI

A. PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN ....................................................................... 1
C. SUB CP ............................................................................................................ 2
D. URAIAN MATERI.......................................................................................... 2
I. GERAK PARABOLA ................................................................................. 2
II. GERAK MELINGKAR BERATURAN.................................................... 17
E. TUGAS .......................................................................................................... 24
F. TES FORMATIF ........................................................................................... 25
G. RANGKUMAN ............................................................................................. 29
H. DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 30

- iv -
- v-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

A. PENDAHULUAN

Para guru peserta Program Profesi Guru yang baik, selamat berjumpa lagi
mellaui modul pendalaman materi Fisika. Fisika adalah ilmu yang menjadi dasar
dari hamper seluruh penemuan teknologi. Hampir semua perkembangan teknologi
selalu diawali oleh penemuan dalam fisika. Oleh karena itu penting bagi para kita
para pendidik untuk membangun ketertarikan para murid kepada fisika melalui
pembelajaran yang menginspirasi.

Pada Modul tentang Vektor dan Gerak Lurus Saudara telah mempelajari gerak
dalam satu dimensi yang meliputi Gerak Lurus dan Gerak Lurus Berubah
Beraturan. Pembahasan di dalam modul tersebut dibatasi untuk gerak dalam satu
dimensi. Pada pembahasan tersebut posisi, kecepatan dan percepatan benda cukup
dideskripsikan dalam satu dimensi. Pada modul ini dibahas gerak dalam dua
dimensi atau gerak dalam bidang. Pembahasan gerak dalam bidang di dalam modul
ini dibatasi pada dua jenis gerak yaitu Gerak Parabola dan Gerak Melingkar
Beraturan.

Gerak Parabola merupakan keadaan khusus dari gerak dalam bidang karena
benda yang bergerak mengalami gaya yang arahnya verikal yaitu gaya gravitasi.
Akibat dari pengaruh gaya tersebut, benda mengalami percepatan dalam arah
vertikal tetapi dalam arah horizontal tidak ada percepatan. Keadaan itulah yang
mengakibatkan lintasan benda melengkung.

Gerak Melingkar Beraturan merupakan bahan kajian yang terkait dengan


nbanyak bahan kajian lain di dalam fisika seperti rotasi benda tegar dan gerak
harmonis. Sementara itu pembahasan tentang gerak parabola merupakan

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menerapkan konsep teoretis fisika klasik dan fisika modern secara mendalam.

- 1-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

C. SUB CP

1. Menerapkan konsep-konsep dan analisis Gerak Parabola untuk


menyelesaiakan persoalan Gerak Parabola.

2. Menerapkan konsp-konsep dan analisis Gerak Melingkar Beraturan untuk


menyelesaikan persoalan nGerak Melingkar Beraturan.

D. URAIAN MATERI

I. GERAK PARABOLA

Sebuah bola ditendang oleh Lionel Messi dari tengah lapangan bola, bola
melambung kemudian jatuh kembali di di dekat kotak pinalti. Bola yang ditendang
itu melakukan dua gerak sekaligus yaitu gerak vertikal dan gerak horizontal.

Dalam arah vertikal bekerja gaya gravitasi, dan oleh karenanya bola
mengalami percepatan gravitasi yang arahnya menuju pusat bumi. Sementara itu,
dalam arah horisontal, setelah bola lepas tendangan, tidak ada lagi gaya yang
bekerja, dan karenanya dalam arah horisontal bola tidak mengalami percepatan.
Gerak yang dialami oleh bola yang diilustrasikan di atas disebut sebagai Gerak
Parabola, atau dengan kata lain dapat didefinisikan bahwa Gerak Parabola adalah
gabungan gerak lurus beraturan pada sumbu X dan gerak lurus berubah beraturan
pada sumbu Y dengan percepatan gravitasi.

https://www.youtube.com/watch?v=hlW6hZkgmkA

Gerak bola yang disebutkan di atas dapat diilustrasikan secara grafis dalam gambar
3.1

- 2-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

Gambar 3.1 Gerak Parabola

Gambar 3.1 memberikan informasi penting berikut ini:

1. Vektor Vo: Menyatakan vektor kecepatan awal benda, yaitu kecepatan


benda ketika mulai bergerak

2. α: Sudut antara vektor V0 dengan garis horisontal, disebut sudut elevasi.


Sudut ini merupakan menyatakan arah V0 terhadap bidang atau garis
horisontal.

3. Vektor V0x: Menyatakan vektor kecepatan awal dalam arah horisontal atau
komponen kecepatan

4. Vektor V0y:

5. hmax: tinggi maksimum yang dicapai benda

6. Vektor V: Vektor kecepatan pada waktu tertentu

7. Vektor Vx: Vektor kecepatan benda pada waktu tertentu dalam arah X

8. Vektor Vy: Vektor kecepatan benda pada waktu tertentu dalam arah Y

9. Β: Sudut antara kecepatan pada saat tertentu dengan garis horisontal

- 3-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

Pada saat awal bergerak:

Pada gambar 3.1 diperlihatkan bahwa pada saat awal bergerak benda memiliki
kecepatab V0 dan memiliki sudut elevasi α.

V0 dikenal sebagai kecepatan awal. Kecepatan awal tersebut dapat diuraikan


menjadi dua komponen kecepatan yang saling tegaklurus yaitu V0x yaitu komponen
kecepatan awal dalam arah horisontal dan V0y yaitu komponen kecepatan awal
dalam arah vertikal.

𝑣0𝑥 = 𝑣0 𝑐𝑜𝑠𝛼 …………………………………………….. (3.1)

𝑣0𝑦 = 𝑣0 𝑠𝑖𝑛𝛼 …………………………………………….. (3.2)

Benda bergerak dalam dua dimensi, dalam bidang, yaitu bidang tegak. Gerak
benda dapat dianalisis dengan menguraikan komponen-komponen geraknya ke
dalam komponen gerak dalam arah horizontal dan komponen gerak dalam arah
vertikal.

Komponen Gerak Pada arah horisontal (sumbu X) :

Kecepatan dalam arahn horizontal

Tidak ada gaya dalam arah horizontal yang bekerja pada benda. Karena tidak
mengalami gaya dalam arah horisontal maka benda tidak mengalami percepatan
dalam arah horisontal. Karena tidak mengalami percepatan maka komponen
kecepatan dalam arah horisontal bernilai tetap. Dengan kata lain, dalam arah
horisontal benda mengalami Gerak Lurus Beraturan (GLB). Persamaan kecepatan
benda dalam arah horisontal adalah:

𝑣𝑡𝑥 = 𝑣𝑜𝑥 = 𝑣0 𝑐𝑜𝑠𝛼 ………………………………………………. (3.3)

Persamaan (3.3) menunjukan bahwa komponen kecepatan benda dalam arah


horisontal tetap baik nilai maupun arahnya. Komponen kecepatan benda dalam arah

- 4-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

horisontal pada saat t sama dengan komponen kecepatan awal darlam arah
horisontal (Persamaan (3.1)).

Posisi dalam arah horizontal

Posisi benda yang melakukan gerak dalam bidang vertikal dapat dinyatakan dalam
dua komponen yaitu posisi dalam arah horisontal dan posisi dalam arah vertikal.
Sebagi contoh, posisi sebuah bola yang sedang melayang di udara setelah ditendang
oleh seorang pemain bola dapat kita nyatakan dengan pernyataan berikut: Bola
berada 10 meter di depan penendang dan 1,5 meter di atas permukaan tanah.
Pernyataan tersebut menyatakan posisi bola dalam dua dimensi.

Pada pembahasan tentang komponen kecepatan dalam arah horisontal telah


ditunjukan bahwa kecepatan benda dalam arah horisontal tetap. Oleh karena itu,
posisi benda dalam arah horisontal x dapat dinyatakan dalam: 𝑥𝑡 , bila posisi awal
benda dalam arah x adalah 𝑥0 dinyatakan dalam

𝑥𝑡 = 𝑥0 + 𝑣𝑥 𝑡 = 𝑣0𝑥 𝑡 = 𝑣0 𝑐𝑜𝑠𝛼𝑡 ………………………………. (3.4)

𝑥𝑡 ∶ 𝑃𝑜𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑡

𝑥0 ∶ 𝑝𝑜𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑎𝑟𝑎ℎ ℎ𝑜𝑟𝑖𝑠𝑜𝑛𝑡𝑎𝑙

Komponen Gerak Pada arah vertikal (sumbu Y):

Berbeda dengan komponen gerak dalam arah horisontal yang tidak mengalami
percepatan, komponen gerak dalam arah vertikal mengalami percepatan tetap yang
arahnya ke bawah sebagai akibat dari gaya gravitasi yang dialaminya.

Karena mengalami percepatan tetap maka komponen gerak benda dalam arah
vertikal bukan gerak lurus beraturan seperti komponen gerak dalam arah horisontal,
melainkan gerak lurus berubah beraturan (GLBB).

- 5-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

Kecepatan dalam arah vertikal

Karena benda mengalami percepatan tetap yang arahnya ke bawah, maka


persamaan komponen kecepatan benda pada saat t (𝑣𝑡 ) dalam arah vertikal adalah:

𝑣𝑡𝑦 = 𝑣0𝑦 − 𝑔𝑡 ……………………………………………………. (3.5)

Dengan menggunakan persamaan 3.1, persamaan (3.5) dapat ditulis dalam bentuk:

𝑣𝑡𝑦 = 𝑣𝑜 sin 𝛼 − 𝑔𝑡 ………………………………….…………… (3.6)

Persamaan ini berlaku untuk benda yang sedang bergerak naik maupun turun. Arah
gerak benda naik atau turun dapat diketahui dari hasil perhitungan dengan
menggunakan persamaan 3.6. Apabila 𝑣𝑡𝑦 positif berarti benda sedang bergerak
naik, dan sebaliknya apabila 𝑣𝑡𝑦 negatif berarti benda sedang bergerak turun. Cara
analisis ini sejalan dan konsisten dengan pengertian posisi dan kecepatan yang
dibahas pada Modul 2.

Kecepatan pada titik tertinggi

Benda dikatakan mencapai posisi atau titik tertinggi ketika benda sudah tidak
bergerak naik lagi dan belum mulai bergerak turun. Hal tersebut berarti pada titik
tertinggi 𝑣𝑡𝑦 = 0

Komponen kecepatan vertikal pada titik tertinggi adalah nol.

Dengan menggunakan persamaan (3.6) dapat dihitung waktu yang diperlukan


untuk mencapai titik tertinggi:

𝑣𝑡𝑦 = 𝑣𝑜 sin 𝛼 − 𝑔𝑡

Karena 𝑣𝑡𝑦 = 0, 𝑚𝑎𝑘𝑎

𝑣𝑜 sin 𝛼
𝑡𝑦𝑚𝑎𝑥 = ……………………………………. (3.7)
𝑔

- 6-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

𝑡𝑦𝑚𝑎𝑥 : Waktu yang diperluka oleh benda mulai dari bergerak sampai mencapai
titik tertinggi (𝑦𝑚𝑎𝑥 )

Posisi dalam arah vertikal (Y)

Telah dibahas di atas bahwa dalam arah vertikal benda mengalami percepatan
gravitasi dan oleh karenanya benda melakukan gerak lurus berubah beraturan
(GLBB).

Posisi benda dalam arah vertikal dapat dihitung dengan persamaan:

1
𝑦𝑡 = 𝑦0 + 𝑣0𝑦 𝑡 − 𝑔𝑡 2
2

1
𝑦𝑡 = 𝑦0 + 𝑣0 𝑠𝑖𝑛𝛼𝑡 − 2 𝑔𝑡 2 ……………………………………….. (3.8)

𝑦𝑡 : 𝑃𝑜𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑎𝑟𝑎ℎ 𝑣𝑒𝑟𝑡𝑖𝑘𝑎𝑙 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑡

𝑦0 : 𝑃𝑜𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑎𝑟𝑎ℎ 𝑣𝑒𝑟𝑡𝑖𝑘𝑎𝑙

Posisi tertinggi benda:

Benda mencapai titik tertinggi ketika benda sudah tidak bergerak lagi ke atas. Posisi
tertinggi benda dapat dihitung dengan memasukkan nilai waktu untuk mencapai
untuk mencapai titik tertinggi, yaitu persamaan (3.7) ke dalam persamaan posisi
vertikal persamaan (3.8):

1
𝑦𝑡 = 𝑦0 + 𝑣0𝑦 𝑡 − 𝑔𝑡 2
2

𝑣0 𝑠𝑖𝑛𝛼 1 𝑣0 𝑠𝑖𝑛𝛼 2
𝑦𝑚𝑎𝑥 = 𝑦0 + 𝑣0 𝑠𝑖𝑛𝛼 ( )− 𝑔( )
𝑔 2 𝑔

1 𝑣0 𝑠𝑖𝑛𝛼 2
𝑦𝑚𝑎𝑥 = 𝑦0 + 2 ( ) …………………………………… (3.9)
𝑔

- 7-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

𝑦𝑚𝑎𝑥 : 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎

Titik terjauh

Titik terjauh benda dicapai ketika benda tepat mencapai permukaan tanah, pada
saat itu benda tidak lagi bergerak baik dalam arah vertikal maupun dalam arah
horisontal.

Posisi titik terjauh benda dapat dicari dengan memasukan nialai waktu t agar benda
mencapai tanah ke dalam persalaam posisi horisontal, yaitu persamaan (3.4).
Sementara itu, waktu t yang diperlukan agar benda sampai di tanah dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan (3.8) dengan memasukan nilai 𝑦𝑡 = 0.

Apabila posisi awal benda berada di permukaan tanah, maka 𝑦0 = 0

Kecepatan pada saat t

Kecepatan benda pada suatu saat 𝑣𝑡 merupakan resultan dari komponen kecepatan
dalam arah horisontal 𝑣𝑡𝑥 dan kecepatan dalam arah vertikal 𝑣𝑡𝑦 . Karena 𝑣𝑡𝑥 dan
𝑣𝑡𝑦 saling tegak lurus maka

2 2
𝑣𝑡 = √𝑣𝑡𝑥 + 𝑣𝑡𝑦 ………………………….. (3.10)

Arah kecepatan pada saat t:

Arah 𝑣𝑡 dapat dicari dengan menghitung 𝑡𝑔𝛼 dari 𝑣𝑡𝑦 dengan 𝑣𝑡𝑥

𝑣𝑡𝑥

𝛼
𝑣𝑡𝑦
𝑣𝑡

- 8-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

𝑣𝑡𝑦
𝑡𝑔 𝛼 =
𝑣𝑡𝑥

Contoh 1:

Sebuah bola tenis menggelinding di atas permukaan meja yang tingginya 2 m


dengan kecepatan linier 10 m/s kemudian bola jatuh ke lantai. Kecepatan bola
ketika meninggalkan permukaan meja adalah 10 m/s dengan arah horisontal.

a. Tentukanlah besar dan arah kecepatan bola pada saat 0,5s sejak
meninggalkan permukaan meja?

b. Di manakah posisi bola pada saat 0,5 s sejak meninggalkan meja?

c. Di manakah posisi bola mengenai lantai dihitung dengan menggunakan


acuan kaki meja?

Diketahui:

Posisi vertikal awal bola, 𝑦0 = 2 𝑚

Kecepatan awal bola adalah 10 m/s mendatar

Penyelesaian:
𝑣0 = 10 𝑚/𝑠

𝑦0 = 2𝑚

𝑥𝑚𝑎𝑥

a. Kecepatan bola pada saat 0,5 s sejak meninggalkan permukaan meja, 𝑣0,5

- 9-
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

𝑣0,5 adalah resultan dari 𝑣0,5 dalam arah horisontal yaitu 𝑣0,5𝑥 dan 𝑣0,5
dalam arah vertikal 𝑣0,5𝑦

𝑣0,5𝑥 = 10 m/s ( dalam arah horisontal bola tidak mengalami percepatan)

𝑣0,5𝑦 = 𝑣𝑜 sin 𝛼 − 𝑔t (Persamaan 3.5)

Disebutkan bahwa bola meninggalkan permukaan meja dengan kecepatan


10 m/s mendatar, berarti tidak ada komponen kecepatan nawal dalam arah
vertikal,

Atau 𝑣0𝑦 = 0. Karena bola meninggalkan permukaan meja dengan


kecepatan narah mendatar maka sudut elevasi ketika bola meinggalkan meja
adalah 00.

Maka,

𝑣0,5𝑦 = 0 − 9,8(0,5) = −4,9 𝑚/𝑠 (tanda – menunjukan bahwa komponen


kecepatan arah vertikal berarah ke bawah).

Sekarang dapat dihitung 𝑣0,5

𝑣0,5 = √102 + (−4,9)2 = 11,136 m/s

Arah kecepatan bola pada saat 0,5 s sejak bola meninggalkan permukaan
meja:

Dari penyelesaian di atas diperoleh bahwa

𝑣0,5𝑥 = 10 m/s (ke kanan)

Dan 𝑣0,5𝑦 = -4,9 m/s (ke bawah)

10 m/s
β

-4,9 m/s
11,136 m/s

- 10 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

−4,9
𝑡𝑔 𝛽 = = - 0,40
10

𝛽 = -26,10

b. Posisi bola pada saat 0,5 s sejak meninggalkan permukaan meja

Posisi dalam arah horisontal:

Posisi awal bola 𝑥0 = 0 m

𝑥05 = 𝑥0 + 𝑣𝑥 𝑡

𝑥05 = 0 + 10 (0,5 ) = 5 𝑚

Posisi dalam arah vertikal:

Posisil awal bola 𝑦0 = 2 𝑚

1
𝑦0,5 = 𝑦0 + 𝑣0 𝑠𝑖𝑛𝛼 − 𝑔𝑡 2
2

1
𝑦0 = 2 + 0 − (9,8)(0,5)2 = 2 − 1,225 = 0,775 𝑚
2

c. Posisi benda ketika mencapai lantai

Posisi horisontal bola dihitung dari kaki meja:

𝑥𝑚𝑎𝑥 = 𝑥0 + 𝑣𝑥 𝑡

𝑥0 = 0 𝑚; 𝑣𝑥 = 10 𝑚/𝑠

- 11 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

𝑡 : adalah waktu bola untuk mencapai tanah, dihitung dengan menggunakan


persamaan posisi dalam arah vertikal, yaitu waktu untuk mencapai
ketinggian 0 m.

1
𝑦𝑡 = 𝑦0 + 𝑣0𝑦 𝑡 − 𝑔𝑡 2
2

𝑚
𝑦𝑡 = 0 𝑚; 𝑦0 = 2 𝑚; 𝑣0𝑦 = 0 (𝑏𝑜𝑙𝑎 𝑚𝑒𝑙𝑢𝑛𝑐𝑢𝑟 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑡𝑎𝑟)
𝑠

1
0 = 2 + 0 − (9,8)𝑡 2
2

2 = 4,9 𝑡 2

𝑡 = 1,565 𝑠

Jadi, bola mencapai lantaiu pada saat 1,565 s sejak meninggalkan meja.

Posisi horisontal bola ketika mengenai lantai adalah:

𝑥𝑚𝑎𝑥 = 0 + 10 (1,565)

𝑥𝑚𝑎𝑥 = 15,65 𝑚

Jadi posisi bola mengenai lantai adalah 15,65 m dari kaki meja.

Contoh 2:

Sebuah bola basket dilemparkan oleh seorang pemain basket. Bola dilemparkan
dari ketinggian 1,5 m di atas permukaan tanah dengan kecepatan awal 15 m/s dan
sudut elevasi 450.

- 12 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

a. Gambarlah lintasan bola dan jelaskanlah mengapa bentuk lintasannya seperti


yang Anda gambarkan itu!

b. Kecepatan bola arah horisontal

1) Tulislah persamaan kecepatan bola arah horisontal!

2) Jelaskanlah makna/arti dari persamaan arah horisontal tersebut!

c. Kecepatan bola arah vertikal

1) Tulislah persamaan kecepatan bola arah vertikal!

2) Jelaskanlah makna/arti dari persamaan arah horisontal tersebut!

d. Di manakah posisi bola dalam arah horisontal dan vertikal pada saat 2 s sejak
dilemparkan?

e. Hitunglah besar dan arah kecepatan bola pada saat 3 s sejak bola
dilemparkan!

Penyelesaian:

a. Gambar lintasan bola

15 m/s

450

1,5
m

Lintasan bola melengkung seperti gambar di atas karena dua sebab yaitu
bola dilemparkan dengan memiliki dua komponen kecepatan yaitu
kecepatan dalam arah horisontal dan kecepatan dalam arah vertikal. Sebab

- 13 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

kedua adalah kecepatan dalam arah horisontal nilai dan arahnya tetap
sementara itu kecepatan dalam arah verikal berubah secara teratur akibat
pengaruh percepatan gravitasi bumi.

b. Kecepatan dalam arah horisontal

i) Persamaan kecepatan dalam arah horisontal

Vx = V0x = Vo cos 450 = 15 x 0,7071 m/s = 10.6066 m/s

ii) Makna dari persamaan kecepatan dalam arah horisontal

Persamaan Vx di atas menunjukkan sebuah nilai yang tidak tergantung


pada variabel apapun, artinya niai dan arah Vx tetap.

c. Kecepatan dalam arah vertikal

i) Persamaan kecepatan dalam arah vertikal

Vy = V0y – 9,8 t = Vo sin 450 - 9,8t = 15 x 0,7071 m/s – 9,8 t =


10.6066 m/s – 9,8 t m/s

ii) Makna dari persamaan kecepatan dalam arah vertikal

Persamaan di atas menunjukkan bahwa kecepatan dalam arah vertikal


di atas mengandung variabel waktu (t). Persamaan tersebut merupakan
persamaan linier yang berarti kecepatan dalam arah vertikal berubah
teratur secara teratur dengan nilai perubahan -9,8 setiap sekon.

d. Posisi bola pada saat t = 2 s sejak dilemparkan

Posisi horosintal: x = x0 + vx t = 10.6066 m/s x 2 s = 21,2132 m

Posisi vertikal : y = y0 + voyt – (0,5)(9,8)t2

- 14 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

Y = 1,5 + 10,6066 (2) – 9,8 (2) = 1,5 + 21,2132 – 19,6 = 3,1132 m

e. Kecepatan bola pada saat 3s sejak dilemparkan

Kecepatan dalam arah horisontal: 10,6066 m/s

Kecepatan dalam arah vertikal: vy = v0y – 9,8 t = 10,6066 – (9,8) (3) =


(10,6066 – 29,4) m/s

= -18,7934 m/s (tanda negatif menunjukkan bawha arahnya ke bawah)

Vx
β

vy

𝑚
Kecepatan bola, v = √10,60662 + −18,79342 = 21,58
𝑠

Arah kecepatan bola, membentuk sudut β terhadap horisontal,

tg β = (-18,7934/10,6066)

tg β = -1,78

β = -60,700

Artinya, komponen kecepatan horizontalnya vx selalu konstan dalam selang waktu


t, maka :

Kecepatan awal secara horisontal adalah:

vox = vo cos θ

Kecepatan horisontal dalam waktu t adalah :

- 15 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

vx = vox = vo cos θ

Jarak horisontal yang ditempuh dalam waktu t adalah :

x = vx . t = vo cos θ . t

- 16 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

II. GERAK MELINGKAR BERATURAN

Ketika sebuah objek bergerak dalam lingkaran dengan kecepatan


konstan, kecepatannya (yang merupakan vektor) terus berubah. Kecepatannya
berubah bukan karena besarnya kecepatan berubah tetapi karena arahnya.
Kecepatan yang terus berubah ini berarti bahwa objek tersebut sedang
berakselerasi (percepatan sentripetal). Agar akselerasi ini terjadi harus ada gaya
yang dihasilkan, gaya ini disebut gaya sentripetal.

Pada setiap interval waktu yang sama partikel (ujung jarum) menempuh
busur yang sama panjangnya. Partikel berputar satu kali putaran, berarti
menempuh busur 360o yang panjang lintasannya merupakan keliling lingkaran
sebesar 2πR. sehingga 2πR = 3600. Sudut datar yang ditempuh partikel itu
dinyatakan dalam 𝜃

Video: https://www.youtube.com/watch?v=bpFK2VCRHUs
https://www.youtube.com/watch?v=bpFK2VCRHUshttps://www.y
outube.com/watch?v=bpFK2VCRHUs
Gerak melingkar beraturan adalah gerak partikel menurut sebuah
lingkaran dengan laju konstan. Vektor kecepatan, arah vektor kecepatannya
berubah terus-menerus, tetapi lajunya atau nilai kecepatannya tetap.

Satuan radian.

3600 = 2π radian

1 radian = 3600 /2π

= 3600 /2 . 3,14

= 570 17’ 44,81”

- 17 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

Satu radian (disingkat rad) adalah besar sudut datar yang berhadapan dengan
busur yang panjangnya R dari lingkaran. Panjang busur yang ditempuh partikel
sama dengan sudut datar dikalikan jari-jari, dan dirumuskan :

𝑆 = 𝜃𝑅

S : Panjang busur lingkaran, R: Jari-jari lingkaran, 𝜃: Sudut datar

Kecepatan sudut (𝜔) suatu objek adalah sudut (𝜃) bergerak melalui diukur dalam
radian (rad) dibagi dengan waktu (t) yang diambil untuk bergerak melalui sudut
itu. Ini berarti bahwa unit untuk kecepatan sudut adalah radian per detik (rad s-1).

Waktu yang diperlukan partikel untuk menempuh satu kali putaran disebut
periode yang

dinyatakan dengan huruf T. Satuan periode adalah sekon.

Kecepatan anguler partikel pada suatu gerak melingkar beraturan, ialah besar
sudut yang ditempuh partikel yang bergerak beraturan yang lintasannya lingkaran
tiap sekon. Besar kecepatan anguler:

𝜔 = 3600 /𝑇

𝜔 = 2𝜋/𝑇

(𝜔: 𝑘𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑔𝑢𝑙𝑒𝑟; 𝑇 ∶ 𝑃𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒)

Kecepatan linear partikel pada suatu gerak melingkar beraturan ialah kecepatan
partikel untuk mengelilingi satu putaran yang arahnya selalu menyinggung
lintasannya, dan tegak lurus dengan jari-jari lingkaran. Besar kecepatan linear :

𝑣 = 2𝜋𝑅/𝑇

Hubungan antara kecepatan linear dan kecepatan anguler :

𝑣 = 𝜔𝑅

- 18 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

Frekwensi partikel yang melakukan gerak melingkar beraturan, ialah banyaknya


putaran yang dilakukan tiap sekon. Frekwensi diberi lambang f, dan besarnya
merupakan kebalikan dari periode.

Percepatan Sentripetal dan Gaya Sentripetal

Kita sekarang mengalihkan perhatian ke kasus objek bergerak dalam lingkaran.


Kita akan mulai dengan kasus gerakan melingkar paling sederhana, kasus di
mana kecepatan benda konstan, sebuah kasus disebut sebagai gerakan melingkar
beraturan.

Ketika sebuah objek bergerak dalam lingkaran dengan kecepatan konstan, kita
menyebut benda tersebut bergerak melingkar beraturan (uniform circular motion).
Nilai kecepatan benda tersebut konstan, akan tetapi arahnyan selalu berubah.

Video :
https://www.youtube.com/watch?v=9s1IRJbL2Co

Akselerasi adalah perubahan dalam kecepatan, baik dalam besarnya — yaitu,


kelajuan —dalam arahnya, atau keduanya. Dalam gerakan melingkar bearturan,
arah kecepatan berubah secara konstan, sehingga selalu ada percepatan yang terkait,
meskipun lajunya konstan.

Gambar di bawah ini menunjukkan objek bergerak melingkar dengan kelajuan


konstan. Arah kecepatan sesaat ditunjukkan pada dua titik di sepanjang lintasan.
Akselerasi adalah arah perubahan dalam kecepatan, yang menunjuk langsung ke
pusat rotasi — pusat dari jalan melingkar. Arah ini ditunjukkan dengan diagram
vektor pada gambar.

- 19 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

Gambar 3. 1: Benda bergerak melingkar beraturan

Gambar 3.2 Menghitung percepatan sentripetal

Pada Gambar 3.2 di atas, sebuah benda atau partikel bergerak melingkar dari titik
B ke titik C dalam selang waktu Δt dengan menempuh jarak Δs menelusuri busur s

- 20 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

yang membuat sudut Δθ. Perubahan vektor kecepatan adalah v2 – v1= Δv, yang
ditunjukkan pada sebelah atasnya.

Jika Δt sangat kecil (mendekati nol), maka Δs dan Δθ juga sangat kecil dan v2
hampir paralel dengan v1, dan Δv akan tegak lurus terhadap keduanya. Dengan
demikian Δv menuju ke arah pusat lingkaran. Karena a, tas mempunyai arah yang
sama dengan Δv, maka a juga menu ke arah pusat lingkaran. Dengan demikian,
percepatan ini disebut percepatan sentripetal dan diberi notasi as.

Sekarang akan dihitung percepatan sentripetal.

Perhatikan kembali Gambar 3.2 di atas, AB tegak lurus terhadap v1 dan AC tegak
lurus v2. Sudut yang dibentuk oleh AB dan AC adalah Δθ. Sudut Δθ juga merupakan
sudut antara v1 dan v2, karena AB tegak lurus dengan v1 dan AC tegak lurus dengan
v2. Dengan demikian, vektor v2, v1, dan Δv, akan tampak seperti pada Gambar 3,2
di atas yang berbentuk segitiga yang sebangun dengan segitiga PQR di sebelah
atasnya. Dengan menggunakan konsep kesebangunan segitiga dan dengan
mengambil Δθ yang kecil (dengan memakai Δt sangat kecil) dan v1 = v2 = v, maka
dapat dituliskan:

Δv/v = Δl/R

Δv = Δl.v/R

Untuk mendapatkan percepatan sentripetal as, kita bagi Δv dengan Δt:

Δv/Δt = (Δl/Δt).v/R

karena as = Δv/Δt dan Δl/Δt laju linier v dari benda tersebut, maka persamaannya
menjadi:

as = v.v/R

as = v2/R

as = percepatan sentripetal (m/s2)

- 21 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

v = kecepatan linier (m/s)

R = jari-jari lintasan (m)

Berdasarkan persamaan as = v2/R, dapat disimpulkan bahwa percepatan sentripetal


tergantung pada kecepetan linier v dan dan jari-jari R lingkarannya. Di mana
percepatan sentripetal berbanding langsung dengan kecepatan liniernya dan
berbanding terbalik dengan jari-jari lingkarannya. Untuk jari-jari lingkaran yang
tetap, semakin besar kecepatan liniernya maka percepatan sentripetalnya makin
besar. Sedangkan untuk kecepatan linier yang tetap, semakin besar jari-jari
lingkarannya maka makin kecil percepatan sentripetalnya.

Vektor percepatan menuju ke arah pusat lingkaran, tetapi vektor kecepatan selalu
menunjuk ke arah gerak yang tangensial terhadap lingkaran. Dengan demikian,
vektor kecepatan dan percepatan tegak lurus satu sama lain pada setiap titik di
jalurnya untuk gerak melingkar beraturan, seperti Gambar 3.3 di bawah ini.

Gambar 3.3: Percepatan sentripetal dan Gaya sentripetal

Contoh 1:

Seorang yang massanya 80 kg bersandar pada dinding sebuah platform yang


berputar dengan kecepatan linier 4 m/s. Diketahui bahwa dinding mengerjakan gaya
600 N pada orang tersebut. Berapakah jari-jari platform?

- 22 -
Pendalaman Materi FISIKA
Modul 3: Gerak dalam Bidang

Penyelesaian:

𝑣2
𝐹=𝑚
𝑟

𝑚 𝑣2 (80)(4)2
𝑟= = = 2,13 𝑚
𝐹 600

Jadi jari-jari platform adalah 2,13 m

Contoh 2:

Sebuah kendaraan melintasi tikungan tajam dengan kecepatan 12 m/s, diketahui


jari-jari kelengkungan tikungan adalah 80 m. Berapakah sudut kemiringan optimum
jalan yang dilintasi kendaraan tersebut agar kendaraan tidak terlempar ke luar jalan?

Penyelesaian:

Gaya-gaya yang bekerja pada kendaraan digambarkan berikut ini:


N cos 𝜃
N

𝜃
N sin 𝜃

- 23 -