Anda di halaman 1dari 12

132

BAB VII
TATA LETAK PABRIK

7.1 Lokasi Pabrik

Pabrik semen dengan kapasitas 33.000 ton/tahun ini direncanakan didirikan di

daerah Desa Oyengsi, Kecamatan Nimboran, Kabupaten Jayapura, Provinsi

Papua.

Gambar 7.1 Peta Lokasi Pabrik Ordinary Portland Cement


133

Pemilihan lokasi suatu pabrik sangat dipengaruhi kegiatan industri yang

akan dijalani, hal ini sangat erat kaitannya mengenai kegiatan produksi dan

distribusi. Perencanaan penentuan lokasi pabrik yang baik akan dapat menekan

biaya produksi dan biaya distribusi ke titik minimum. Secara singkat dapat

dikatakan bahwa orientasi perusahaan dalam menentukan lokasi pabrik yaitu

untuk mendapatkan keuntungan teknis dan ekonomis yang seoptimal mungkin.

Pemikiran di atas memberikan suatu landasan yang kuat mengenai gambaran

lokasi dimana suatu pabrik akan didirikan. Berdasarkan faktor-faktor di bawah

ini maka pabrik ordinary portland cement ini akan berlokasi Desa

Oyengsi,Kecamatan Nimboran, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. dengan

pertimbangan sebagai berikut :

1. Ketersediaan Bahan Baku

2. Daerah Pemasaran

3. Penyediaan Utilitas

4. Fasilitas

5. Letak Geografis dan Keadaan Iklim

6. Perizinan

7. Tenaga Kerja

8. Sosial Masyarakat

Tata letak pabrik adalah cara pengaturan letak dari unit-unit peralatan

dan bangunan dalam suatu pabrik. Adapun tujuan dari pengaturan tata letak

pabrik adalah untuk menjamin kelancaran proses produksi dengan baik dan
134

efisien, menjaga keselamatan kerja para karyawannya dan menjaga keamanan

dari pabrik itu sendiri.

Pemilihan lokasi suatu pabrik sangat dipengaruhi kegiatan industri yang

akan dijalani, hal ini sangat erat kaitannya mengenai kegiatan produksi dan

distribusi. Perencanaan penentuan lokasi pabrik yang baik akan dapat menekan

biaya produksi dan biaya distribusi ke titik minimum. Secara singkat dapat

dikatakan bahwa orientasi perusahaan dalam menentukan lokasi pabrik yaitu

untuk mendapatkan keuntungan teknis dan ekonomis yang seoptimal mungkin.

Pemikiran di atas memberikan suatu landasan yang kuat mengenai

gambaran lokasi dimana suatu pabrik akan didirikan. Berdasarkan faktor-faktor

di bawah ini maka pabrik Ordinary Portland Cement (OPC) akan berlokasi di

Desa Oyengsi,Kecamatan Nimboran, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Ketersediaan Bahan Baku

Lokasi pabrik sebaiknya dekat dengan penyediaan bahan baku, untuk

menghemat biaya transportasi. Bahan baku yang digunakan dalam

pembuatan ordinary Portland cement adalah Limestone (CaCO3), Clay

(Al2O3.nSiO2.H2O) , dan Coke Breeze (C94.OH3.O3).


135

Gambar 7.2 Peta potensi sumber daya mineral Kabupaten Jayapura

Gambar 7.3 Ketersediaan bahan baku


136

2. Daerah Pemasaran

Pabrik yang akan dibangun ini memiliki letak yang cukup strategis karena

berada dalam lokasi yang paling dekat dengan kabupaten lainnya di Provinsi

Papua yang mengalami kenaikan harga semen yang melonjak, seperti

kabupaten Tolikara, Tobadi, Jayawijaya, Puncak Jaya dan lain lain,

sehingga tidak terjadi kenaikan harga akibat mahalnya harga distribusi ke

daerah tersebut. Hal ini tentu menguntungkan untuk peningkatan penjualan

karena daerah pasar yang cukup besar.

3. Penyediaan Utilitas

Untuk menjalankan proses produksi, diperlukan sarana pendukung seperti

pembangkit tenaga listrik dan penyediaan air. Sumber air diperoleh dari

Sungai yang mengalir sepanjang desa Oyengsi, Kecamatan Nimboran,

Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

4. Letak Geografis

Lokasi yang dipilih memiliki kondisi geografis yang cukup baik berupa

dataran rendah dan rata. Struktur tanah yang cukup baik sehingga

memungkinkan tidak adanya faktor gangguan cuaca maupun bencana alam

seperti tanah longsor dan banjir.


137

5. Tenaga Kerja

Tenaga kerja termasuk hal yang sangat menunjang dalam operasional

pabrik, tenaga kerja unutk pabrik ini dapat direkrut dari :

 Masyarakat sekitar pabrik, yang dapat diberikan pelatihan.

 Tenaga ahli yang berasal dari daerah sekitar pabrik dan luar daerah.

6. Sosial Masyarakat

Pembangunan pabrik ini tidak akan menganggu kehidupan masyarakat

lingkungan sekitar, karena daerah yang dipilih merupakan daerah yang jauh

dari warga dan merupakan lahan kosong. Sehingga membuat kondisi sosial

masyarakat lebih kondusif.

7.2 Tata Letak Pabrik

Tata letak pabrik adalah cara pengaturan letak dari unit-unit peralatan dan

bangunan dalam suatu pabrik. Adapun tujuan dari pengaturan tata letak pabrik

adalah untuk menjamin kelancaran proses produksi dengan baik dan efisien,

menjaga keselamatan kerja para karyawannya dan menjaga keamanan dari

pabrik itu sendiri. Pabrik direncanakan didirikan diatas tanah seluas 30.670

m2 dengan rincian pada tabel.7.1 berikut :


138

Tabel 7.1 Perincian luas area pabrik Ordinary Portland Cement (OPC)

Bangunan Luas (m2)

Kantor 500

Kantin 150

Poliklinik 200

Pos keamanan (3) 60

Pemadam Kebakaran 150

Masjid 300

Laboratorium 400

R. proses kontrol 350

Daerah proses 10000

K3 400

Daerah perluasan pabrik 7500

Unit utilitas 1000

Bengkel & ware house 500

Gudang bahan bakar 400

Jalan dan parkir 3500

Perpustakaan/Training 100

gudang penyimpanan

prodak dan bahan baku 4500

Lapangan Olahraga 500

Guest House 200

TOTAL 30710
139

Jalannya aliran proses dan aktivitas dari para pekerja yang ada

merupakan dasar pertimbangan dalam pengaturan bangunan-bangunan

dalam suatu pabrik, sehingga proses dapat berjalan efektif. Dalam

pengaturan tata letak pabrik ini perlu mempertimbangkan faktor-faktor

sebagai berikut:

1. Area proses

Area proses merupakan pusat kegiatan proses produksi Ordinary Portland

Cement (OPC). Daerah ini diletakan pada lokasi yang memudahkan suplai

bahan baku dari tempat penyimpanan dan pengiriman produk ke area

penyimpanan produk serta mempermudah pengawasan dan perbaikan alat-

alat. Pada area proses, terdapat ruang kontrol yang akan mengontrol

jalannya proses.

2. Area penyimpanan

Area penyimpanan merupakan tempat penyimpanan bahan baku dan produk

yang dihasilkan. Penyimpanan bahan baku dan produk diletakkan didaerah

yang dijangkau oleh peralatan pengangkutan.

3. Area pemeliharaan dan perbaikan

Area ini merupakan lokasi untuk melakukan kegiatan pemeliharaan dan

perbaikan peralatan pabrik berupa bengkel teknik dan gudang teknik.


140

Daerah ini diletakkan di luar daerah proses karena adanya aktifitas di dalam

bengkel yang dapat berakibat fatal bagi jalannya proses.

4. Area laboratorium

Area ini merupakan lokasi untuk melakukan analisis terhadap kualitas

bahan baku yang akan digunakan dan produk yang dihasilkan, serta

melakukan penelitian dan pengembangan terhadap produk yang dihasilkan.

Oleh karena itu, daerah ini diletakkan dekat dengan daerah proses.

5. Area utilitas

Area ini merupakan lokasi untuk menyediakan keperluan yang menunjang

jalannya proses, berupa penyediaan air, penyediaan listrik dan penyediaan

bahan bakar.

6. Area perkantoran

Area ini merupakan pusat kegiatan administrasi pabrik sehari-hari, baik

untuk kepentingan dalam pabrik maupun luar pabrik. Daerah ini mencakup

ruang serba guna.

7. Area fasilitas umum

Area ini terdiri dari kantin, mushola, klinik dan lapangan parkir. Daerah ini

diletakkan sedemikian rupa sehingga waktu perjalanan yang diperlukan

oleh karyawan antar gedung dapat seminimal mungkin.


141

8. Pos keamanan

Pos kemanan dapat diletakkan pada pintu masuk, area bengkel dan pintu

keluar. Pos keamanan ini diperlukan agar keamanan pabrik dapat terjaga.
142

Gambar 7.4 Tata Letak Pabrik


143

Gambar 7.5 Tata Letak Peralatan