Anda di halaman 1dari 7

o/ ARTIKEL

KENAIKAN KRISTUS KE SURGA


=========================

Signifikansi Kenaikan Kristus ke surga sering kali diabaikan oleh


gereja pada zaman modern ini. Kita merayakan secara khusus hari-hari
seperti hari Kelahiran Kristus, hari Kematian Kristus, dan hari
Kebangkitan Kristus dan menjadikannya hari libur, tetapi hari
Kenaikan Kristus ke surga jarang atau sedikit sekali mendapatkan
perhatian dari orang Kristen. Padahal, Kenaikan Kristus ke surga
merupakan peristiwa yang sangat penting dalam penebusan. Peristiwa
itu menandai momen tertinggi penghormatan kepada Kristus sebelum
kedatanganNya yang kedua kali. Pada peristiwa Kenaikan inilah
Kristus memasuki kemuliaan-Nya.

Yesus menjelaskan bahwa kepergian-Nya dari dunia ini merupakan hal


yang lebih baik bagi kita daripada Ia terus menerus tinggal bersama
dengan kita. Pada waktu Ia pertama kali memberitahukan kepada murid-
murid-Nya mengenai kepergian-Nya ini, mereka sangat sedih sekali
mendengar berita itu. Tetapi kemudian mereka menyadari signifikansi
dari peristiwa besar itu. Lukas mencatat peristiwa Kenaikan bagi
kita sebagai berikut:
"Sesudah la mengatakan demikian, terangkatlah la disaksikan oleh
mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka
sedang menatap ke langit waktu la naik itu, tiba-tiba berdirilah
dua orang yang berpakaian putih dekat mereka: "Hai orang-orang
Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini,
yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali
dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga."
(Kisah Para Rasul 1:9-1 1)
Kita tahu bahwa Yesus pergi di dalam awan. Ini mungkin berkaitan
dengan Shekinah, yaitu awan kemuliaan Allah. Shekinah lebih
bercahaya dibandingkan dengan awan-awan yang lain. Ini merupakan
manifestasi secara nyata dari sinar kemuliaan Allah. Oleh karena
itu, cara Yesus pergi bukan merupakan sesuatu yang biasa. Peristiwa
itu merupakan saat yang penuh dengan keagungan.

Naik berarti "pergi ke atas" atau "bangkit". Namun, pada waktu


istilah naik diaplikasikan pada Kristus, istilah ini mempunyai arti
yang lebih dalam, kaya, dan khusus. Kenaikan Yesus adalah unik.
Melampaui peristiwa pada waktu Henokh diangkat secara langsung ke
surga atau kepergian Elia di dalam kereta api.

Kenaikan Yesus berarti Ia pergi ke tempat yang khusus untuk tujuan


yang khusus pula. Dia pergi kepada Bapa, ke sebelah kanan Allah
Bapa. Dia naik ke tahta yang memiliki otoritas atas dunia ini. Yesus
pergi untuk pengangkatan-Nya, dan peneguhan-Nya sebagai Raja atas
segala raja.
Yesus juga pergi untuk memasuki tempat yang mahakudus dan untuk
melanjutkan pekerjaan-Nya sebagai Imam Besar. Di surga Yesus
memerintah sebagai Raja dan menjadi pengantara kita dalam kedudukan-
Nya sebagai Imam Besar. Dalam posisi-Nya yang tinggi ini, Ia
mencurahkan Roh Kudus ke atas gereja. John Calvin memberi komentar
sebagai berikut:
"Setelah diangkat ke surga, Dia tidak hadir lagi secara fisik di
tengah-tengah kita. Hal ini dilakukan bukan berarti la tidak
menyertai pengikut-Nya lagi, yang masih menjadi pengembara di
dunia ini, tetapi supaya la dapat memerintah di surga dan di
dunia secara lebih langsung lagi dengan kuasa-Nya."

Pada waktu Yesus naik ke surga untuk pengangkatan-Nya sebagai Raja


atas segala raja, Dia duduk di sebelah kanan Allah. Sebelah kanan
Allah menyatakan kedudukan yang berotoritas. Dari posisi ini Yesus
memerintah, menjalankan Kerajaan-Nya, dan berperan sebagai Hakim
atas surga dan dunia.

Di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus duduk sebagai Kepala dari Tubuh-
Nya, yaitu gereja. Tetapi dari kedudukan ini, otoritas Yesus dan
wilayah pemerintahanNya bukan hanya sebatas gereja-Nya tetapi
mencakup seluruh dunia. Meskipun gereja dan negara dapat dibedakan
sehubungan dengan wilayah kekuasaan Yesus, tetapi keduanya itu tidak
pernah terpisah atau tercerai. Otoritas-Nya mencakup keduanya. Semua
penguasa dunia harus bertanggung jawab kepada-Nya dan akan dihakimi
oleh-Nya di dalam posisi-Nya sebagai Raja atas segala raja dan Tuan
atas segala tuan.

Setiap orang di surga dan di dunia dituntut Allah untuk menghormati


kemuliaan Yesus, dan tunduk di bawah perintah-Nya dan harus
menyembah-Nya, dan takluk pada kuasa-Nya. Setiap orang pada akhirnya
akan berdiri di hadapan Dia, yaitu pada waktu Hari Penghakiman
terakhir.

Yesus mempunyai otoritas untuk mencurahkan Roh Kudus ke atas gereja.


Tetapi Yesus tidak mencurahkan Roh Kudus sebelum Ia duduk di sebelah
kanan Allah Bapa. Pelayanan Roh Kudus taat pada Allah Bapa dan Allah
Anak yang secara bersama-sama mengutus-Nya untuk mengaplikasikan
pekerjaan keselamatan yang telah dilakukan oleh Kristus kepada
orang-orang percaya.

Selama duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus tidak hanya


menjalankan peran-Nya sebagai Raja atas segala raja, tetapi Dia juga
menggenapi peran sebagai Hakim dunia ini. Dia adalah Hakim bagi
semua bangsa dan semua orang. Meskipun Yesus memerintah sebagai
Hakim kita, Dia juga telah ditetapkan oleh Allah untuk menjadi
Pembela kita. Dia adalah Pengacara Pembela kita. Pada Penghakiman
terakhir Pembela kita akan berhadapan dengan Hakim kita. Peran Yesus
sebagai pengantara orang kudus telah dirasakan oleh Stefanus pada
waktu ia akan mati syahid:
"Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit,
lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan
Allah. Lalu katanya: Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak
Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
(Kisah Para Rasul 7:55-56)

Ayat-ayat Alkitab untuk Bahan Refleksi:


---------------------------------------
1. Lukas 24:50-53
2. Roma 8:34
3. Roma 14:9-10
4. Efesus 4:7-8
5. Ibrani 9:23-28

Bahan diambil dari sumber:


Judul Buku: Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen
Penulis : R. C. Sproul
Penerbit : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1997
Halaman : 124 - 132

=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ TIPS MENGAJAR

Biasanya peringatan Kenaikan Yesus ke surga tidak dirayakan secara


istimewa. Kita hanya memfokuskan perayaan istimewa pada hari
kelahiran dan kebangkitan-Nya. Kali ini Tim Redaksi ingin membagikan
beberapa ide untuk guru-guru SM agar ibadah dan perayaan Kenaikan
Yesus ke surga tahun ini dapat menjadi acara yang istimewa dan
berkesan bagi murid-murid Anda.

MERAYAKAN KENAIKAN YESUS KE SURGA


=================================

1. Kebaktian padang di daerah perbukitan.


--------------------------------------
Tuhan Yesus pada waktu terangkat ke surga berada di bukit Zaitun.
Alangkah berkesannya jika Anda bisa mengajak murid-murid Anda ke
sebuah daerah perbukitan yang bisa dikunjungi dengan mudah.
Mulailah acara Anda di situ dan jelaskan maksud Anda memilih
tempat itu dan mintalah anak-anak membayangkan peristiwa kenaikan
Tuhan Yesus ke surga. Pada saat bercerita, tekankan kepada mereka
bahwa ketika Yesus akan terangkat ke surga, murid-murid Yesus dan
pengikut Tuhan Yesus yang berjumlah 500 orang ada bersama Dia di
sana. Dengan penuh hikmat mereka mendengarkan perintah terakhir
yang diberikan Tuhan Yesus, yang dikenal dengan sebutan Amanat
Agung Tuhan Yesus Kristus. Jelaskan kepada anak-anak isi Amanat
Agung tersebut dengan kesungguhan dan mintalah mereka mengerti
dengan jelas karena perintah itu juga untuk kita sekarang.
2. Balon terbang.
--------------
Siapkan minimal 10 buah balon gas dalam kelas SM Anda. Taruh
balon-balon itu di depan kelas agar perhatian anak-anak tertuju
ke depan. Berceritalah tentang peristiwa kenaikan Yesus ke surga.
Pada saat kita akan mencapai puncak cerita (menjelang kenaikan-
Nya) ajak semua anak-anak keluar dari ruangan dan minta 10 orang
anak (disesuaikan dengan jumlah balon) untuk membawa masing-
masing satu balon ke luar ruang kelas. Lanjutkan cerita Anda dan
minta anak-anak itu melepaskan balon di tangan mereka begitu Anda
mengatakan: "Dan Yesus pun terangkat ke surga!" Biarkan anak-anak
puas memandangi balon-balon yang berterbangan di udara itu.
Setelah mereka puas, jelaskan kepada mereka bahwa Tuhan Yesus
terangkat ke surga seperti balon-balon yang naik ke angkasa.
Katakan juga kepada mereka bahwa murid-murid Tuhan Yesus
memandangi Tuhan Yesus yang terus naik ke atas sampai tidak
kelihatan lagi. Setelah anak-anak SM Anda tidak bisa melihat
balon-balon itu, lanjutkan kembali kegiatan SM di dalam ruang
kelas.

3. Aneka permainan dan perlombaan.


-------------------------------
Untuk memeriahkan perayaan hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga,
Anda dapat juga mengadakan acara permainan atau perlombaan.
Acaranya tidak perlu dengan peralatan dan hadiah yang mahal.
Carilah permainan atau perlombaan yang tidak memerlukan peralatan
yang sulit, atau tidak menggunakan alat apapun. Lebih baik
permainan atau perlombaan yang dilakukan bukan secara perorangan,
tetapi perkelompok. Sebagai inti pelajaran adalah untuk
mengajarkan agar anak-anak SM dapat belajar bekerja sama, sama
seperti murid-murid Tuhan Yesus dalam melaksanakan Amanat Agung
yang diberikan Tuhan Yesus kepada mereka. Untuk kelas kecil ada
baiknya dilakukan kegiatan yang lebih menggunakan fisik, misal:
lomba lari, bermain bola-bolaan, dll. Untuk kelas besar, bisa
dengan kegiatan yang lebih banyak melibatkan pikiran mereka,
misalnya: kuis Alkitab, menebak tokoh tersembunyi, bersaksi, dll.

/Davida

=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ BAHAN MENGAJAR

YESUS NAIK KE SORGA


===================

Bahan Alkitab:
--------------
Kisah Para Rasul 1:6-14
Tujuan Umum:
------------
Anak mengenal dan memahami Allah yang rela mengorbankan diri-Nya
untuk menyelamatkan manusia di dalam dan melalui Yesus Kristus.

Tujuan Khusus:
--------------
Anak dapat:
1. Menceritakan bahwa sesudah menampakkan, diri pada murid-murid-
Nya, Tuhan Yesus kembali ke sorga.
2. Menjelaskan sekalipun Tuhan Yesus sudah naik ke sorga, tetapi
Roh-Nya, Roh Kudus, tetap menyertai kita.
3. Menyebutkan nama bukit di mana Tuhan Yesus terangkat ke sorga.
4. Menyebutkan tugas yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-
murid-Nya.
5. Menyebutkan cara yang mau dipergunakannya untuk memenuhi tugas
yang diberikan Tuhan Yesus itu.

Ayat Hafalan:
-------------
"Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan
Samaria sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)

Materi Pelajaran:
-----------------

UNTUK GURU

1. Penjelasan bahan Alkitab:


-------------------------
Setelah selama 40 hari Yesus menampakkan diri sesudah
kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus kembali ke sorga.

Kisah Yesus terangkat ke sorga yang dikisahkan dalam kitab Kisah


Rasul ini 1 lebih mendetail daripada apa yang dituliskan dalam
kitab-kitab Injil. Dalam kisah ini perpisahan antara Tuhan Yesus
dan murid-murid-Nya diikuti dengan penugasan bagi para murid.
Jadi perpisahan ini bukanlah akhir dari tugas murid selaku
murid, melainkan awal dari tugas mereka selaku utusan Allah.

2. Renungan:
---------
Sekarang ini kita selaku pengikut kristus tidak lagi mengalami
kehadiran Tuhan Yesus secara jasmani. Mungkin kita bertanya,
mengapa kita percaya sedangkan kita tidak dapat melihat Tuhan
Yesus. Kisah yesus terangkat ke sorga ini dapat memberi jawaban
atas pertanyaan tadi. Pertama, kepercayaan kita yang penuh atas
berita kebangkitan itulah yang memampukan kita mempercayai Tuhan
Yesus sebagai Tuhan walau tanpa kehadiran-Nya-secara jasmani.
Kedua, kehadiran Roh Kudus seperti yang dijanjikan Tuhan Yesus
sebelum Ia terangkat ke sorga menguatkan orang-orang percaya.
Ketiga, tidak dapat diabaikan kesaksian para Rasul. Karena
kesaksian merekalah banyak orang menerima berita keselamatan,
termasuk kita sebagai pengikut Kristus masa kini.

Sebelum Tuhan Yesus terangkat, tugas menjadi saksi diberikan pada


para murid. Namun tugas itu bukan hanya berlaku bagi para murid
jaman dulu saja, tapi juga bagi mereka yang mengaku murid Kristus
pada masa kini. Dengan demikian sudah sepatutnya berita sukacita
yang telah kita terima melalui kesaksian para Rasul juga kita
beritakan pada mereka, orang-orang yang belum mendengar tentang
Dia.

Sebagai guru sekolah minggu tentu tugas ini juga menjadi bagian
kita sekalian. Dan kesaksian ini tidak hanya terbatas diberikan
pada anak-anak saja melainkan juga pada semua orang. Pertanyaan
sekarang, apakah kita mampu dan mau menjadi saksi Kristus di
dunia sekarang ini?

UNTUK ANAK

1. Pendahuluan:
------------
Sebagai pendahuluan kita akan ajak anak-anak melakukan permainan
"Menyampaikan Berita".

Caranya: Guru menunjuk seorang anak untuk menyampaikan berita


kepada kawannya. Bisikkan pada telinga anak itu sebuah pesan
pendek: "YESUS SUDAH BANGKIT!" Kemudian minta anak itu untuk
membisikkan pesan tersebut di telinga kawan yang ada di
membisikkan berita/pesan yang sama kepada teman yang lain pula,
yang ada di sampingnya. Kita akan lihat, berapa cepat berita/
pesan itu sampai kepada semua anak yang ada di dalam kelas.

Selesai melakukan permainan ini, guru mengajak anak-anak


menyanyikan sebuah lagu, baru kemudian memasuki bagian cerita.

CERITA

Yesus sudah bangkit dari antara orang mati. Ia sudah bertemu dengan
murid-murid-Nya beberapa kali. Pada hari keempatpuluh setelah
kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus mengajak murid-murid-Nya pergi ke bukit
Zaitun. Di bukit itu mereka bercakap-cakap seperti biasanya. Murid-
murid merasa senang karena mereka boleh berkumpul lagi. Dalam
hatinya murid-murid mengharapkan Yesus akan tetap tinggal bersama
mereka.

Tapi keadaannya ternyata tidak begitu. Sebab Yesus kemudian berkata:


"Murid-muridKu, dengarkanlah baik-baik. Aku harus kembali kepada
Allah Bapa-Ku di sorga. Sedangkan kalian tetap tinggal di sini. Tapi
jangan takut, Aku akan mengirim Roh-Ku, Roh Kudus, untuk tinggal
bersama kalian."

"Tapi Guru, itu berarti kami tidak dapat melihat Guru lagi," kata
seorang murid.

"Betul," jawab Yesus. "Tapi biarpun Aku tidak kelihatan, Aku tetap
bersamamu karena Roh Kudus menyertaimu. Nah, sekarang dengarlah
kalian baik-baik. Aku akan memberi tugas pada kamu semua. Kamu harus
bercerita tentang diri-Ku kepada siapa saja yang ada di kota
Yerusalem, juga di Yudea, di Samaria, dan di seluruh dunia. Semua
orang harus tahu mengenai Aku dan harus hidup menurut kehendak-Ku."

Setelah berkata-kata demikian, di hadapan murid-murid-Nya secara


perlahan-lahan Yesus terangkat ke surga. Makin lama makin tinggi,
sampai akhirnya tidak kelihatan lagi.

Sementara itu murid-murid terus memandang ke atas, seperti orang


bingung. Tapi kemudian datang seorang malaikat memperingatkan
mereka. Kata malaikat: "Hai, mengapa kalian berdiri saja di situ?
Yesus sudah terangkat ke sorga, seperti yang sudah kamu lihat.
Sekarang kalian pergilah dan lakukan apa yang ditugaskan Yesus."

Murid-murid tersadar, lalu mereka kembali ke kota Yerusalem. Setelah


mereka menerima Roh Kudus, mereka bercerita tentang Tuhan Yesus
kepada siapa saja, sampai akhirnya kita juga tahu mengenai Tuhan
Yesus dan kehendak-Nya.

Nah, tadi kita sudah bermain "Menyampaikan Berita". Setelah kita


mendengar cerita tadi, maka kita akan benar-benar menyampaikan pesan
Tuhan Yesus kepada siapa saja yang kita temui, bukan?

Evaluasi:
---------
Minta anak-anak mengungkapkan cara-cara yang hendak mereka pakai
untuk menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang lain. Cara-cara
yang disebutkan anak-anak itu bisa dilakukan sebagai suatu latihan
di antara mereka sendiri, untuk kemudian dipraktekkan dalam
hidupnya.

Bahan diedit dari sumber:


Judul Buku: Pedoman Sekolah Minggu: Anak Kecil (7 - 9 Tahun)
Penerbit : BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1994
Halaman : 149 - 154