Anda di halaman 1dari 7

NAMA : NI PUTU YULIA PARAMITHA

NIM : 1617051085
KELAS : 5G
TUGAS AUDITING 2

SOAL LATIHAN HALAMAN 213

3. Sebut dan jelaskan tujuan pengujian substantif terhadap aktiva tetap tidak berwujud.
JAWAB:
Tujuan pengujian substantif terhadap akiva tetap tidak berwujud, yaitu:
a. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan
dengan aktiva tidak berwujud. Auditor harus memiliki keyakinan mengenai ketelitian
dan keandalan catatan akuntansi yang mendukung informasi saldo dan mutasi aktiva
tidak berwujud. Untuk itu auditor perlu melakukan rekonsiliasi antara saldo aktiva
tidak berwujud yang dicantumkan dengan akun aktiva tidak berwujud yang
bersangkutan di dalam buku besar dan selanjutnya ke jurnal pengeluaran kas, dan
jurnal umum.
b. Membuktikan keberadaan aktiva tidak berwujud dan keterjadian transaksi yang
berkaitan dengan aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca. Auditor
melakukan berbagai prosedur audit guna membuktikan: keberadaan aktiva yang
bersangkutan dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan aktiva tersebut,
kelengkapan, hak kepemilikan atas aktiva tersebut, kewajaran penilaian aktiva
tersebut pada tanggal neraca, dan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva
tersebut di dalam laporan keuangan. Untuk membuktikan asersi keberadaan atas
aktiva tidak berwujud dan keterjadian transaksi yang bersangkutan dengan aktiva
tersebut, auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini:
- Pengujian analitik
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak
berwujud
- Inspeksi terhadap dokumen yang menunjukkan hak kepemilikan atas aktiva tidak
berwujud
- Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
c. Membuktikan asersi kelengkapan aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca.
Untuk membuktikan bahwa aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca
mencakup semua aktiva tidak berwujud klien pada tanggal neraca dan mencakup
semua transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud dalam tahun yang
diaudit, auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini:
- Pengujian analitik
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak
berwujud
- Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
- Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
d. Membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di
neraca. Untuk membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yang
dicantumkan di neraca, auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak
berwujud
- Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
- Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
e. Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di
neraca. Untuk membuktikan kewajaran penentuan jumlah akun Akumulasi
Amortisasi Aktiva tidak Berwujud yang dicantumkan di neraca, auditor melakukan
pengujian substantif berikut ini:
- Prosedur audit awal
- Pengujian analitik
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak
berwujud
- Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
- Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
- Review terhadap pembentukan akumulasi amortisasi
f. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di
neraca. Satu-satunya pengujian substantif untuk membuktikan asersi penyajian dan
pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca adalah dengan membandingkan
penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca adalah dengan
mmbandingkan penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca yang
diaudit dengan prinsip akuntansi berterima umum.

4. Untuk membuktikan bahwa unsur aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca
didukung dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit apakah yang ditempuh
oleh auditor?
JAWAB:
Untuk membuktikan bahwa unsur aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca di
dukung dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit yang ditempuh oleh
auditor yaitu
- Pengujian analitik
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak
berwujud
- Inspeksi terhadap dokumen yang menunjukkan hak kepemilikan atas aktiva tidak
berwujud
- Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak

5. Untuk membuktikan eksistensi saldo aktiva tidak berwujud yang dicantumkan oleh klien
di neraca, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?
JAWAB:
Untuk membuktikan bahwa aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca
mencakup semua aktiva tidak berwujud klien pada tanggal neraca dan mencakup semua
transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud dalam tahun yang diaudit, auditor
melakukan berbagai pengujian substantif berikut ini:
- Pengujian analitik
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak
berwujud
- Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
- Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak

6. Untuk membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yang dicantumkan
di dalam neracanya, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?
JAWAB:
Untuk membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yang dicantumkan
di neraca, auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
- Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak
berwujud
- Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
- Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak

7. Untuk menguji kesesuaian penyajian aktiva tidak berwujud di neraca dengan prinsip-
prinsip akuntansi berterima umum, prosedur audit apakah yang ditempuh oleh auditor?
JAWAB:
Untuk menguji kesesuaian penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca,
satu-satunya pengujian substantif untuk membuktikan asersi penyajian dan
pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca adalah dengan membandingkan penyajian
dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca adalah dengan mmbandingkan
penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca yang diaudit dengan
prinsip akuntansi berterima umum.
SOAL LATIHAN HALAMAN 254
1. Sebutkan berbagai sistem informasi akuntansi yang membentuk siklus produksi dalam
suatu perusahaan manufaktur.
JAWAB:
Siklus produksi terdiri dari dua sistem informasi akuntansi untuk menyelenggarakan dua
transaksi yang berkaitan dengan produksi perusahaan, pembahasan perancangan program
audit untuk pengujian pengendalian terhadap siklus produksi ini dibagi menjadi dua
kelompok berikut in:
a. Perancangan program audit untuk pengujian pengendalian – transaksi manufaktur
b. Perancangan program audit untuk pengujian pengendalian – aktivitas perhitungan
fisik sediaan

2. Sebutkan berbagai prosedur yang termasuk dalam sistem informasi akuntansi berikut ini:
a. Manufaktur
Jaringan prosedur yang membentuk transaksi manufaktur, yaitu:
1. Prosedur order produksi
2. Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang
3. Prosedur pengembalian barang gudang
4. Prosedur pencatatan biaya tenaga kerja langsung
5. Prosedur pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik dan kos produk selesai
6. Prosedur pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya, biaya pemasaran,
dan biaya administrasi dan umum
b. Penghitungan fisik sediaan
Jaringan prosedur yang membentuk aktivitas penghitungan fisik sediaan adalah:
1. Prosedur penghitungan fisik
2. Prosedur kompilasi
3. Prosedur penentuan kos sediaan
4. Prosedur adjustment kos sediaan

3. Sebutkan tujuan audit terhadap siklus produksi.


JAWAB:
Kelompok Tujuan Audit Terhadap Golongan Tujuan Audit Terhadap Saldo Akun
Asersi Transaksi
Keberadaan atau Transaksi manufaktur yang dicatat Sediaan yang dicantumkan di neraca
keterjadian mencerminkan bahan baku, tenaga kerja secara fisik ada pada tanggal neraca
langsung, dan overhead yang dikonsumsi
Kos produk yang dijual mencerminkan
dalam produksi produk selama periode kos produk yang dikirimkan kepada
yang diaudit. produk yang diserahkan customer selama periode yang diaudit.
kepada customer selama periode yang
diaudit.
Kelengkapan Semua transaksi manufaktur yang terjadi Sediaan mencakup seluruh bahan
selama periode yang diaudit telah dicatat. baku, produk, dan bahan habis pakai
yang ada pada tanggal neraca.

Kos produk yang dijual mencakup kos


semua produk yang dijual selama
periode yang diaudit.
Hak dan Entitas memiliki hak atas sediaan sebagai Entitas memiliki hak legal atas sediaan
kewajiban transaksi manufaktur yang tercatat dalam yang ada pada tanggal neraca.
periode yang diaudit.
Penilaian atau Semua transaksi manufaktur telah dicatat Sediaan semestinya disajikan pada
alokasi dalam jurnal, dan diposting ke dalam akun yang terendah di antara kos atau harga
dengan benar. pasar pada tanggal neraca.
Kos produk yang dijual mencerminkan
penerapan metode kos yang konsisten

Penyajian dan Rincian transaksi manufaktur mendukung Sediaan dan kos produk yang dijual
pengungkapan penyajian akun yang berkaitan dalam telah diidentifikasi dan diklasifikasi
laporan keuangan, baik klasifikasinya dengan semestinya dalam neraca.
Pengungkapan memadai telah dibuat
maupun pengungkapannya.
berkaitan dengan sediaan.

4. Untuk merancang program audit untuk pengujian pengendalian, sebutkan tahap-tahap


yang harus dilalui oleh auditor.
JAWAB:
Uraian tentang perancangan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap dua
transaksi yang membentuk siklus produksi dibagi menjadi beberapa tahap berikut ini:
 Fungsi terkait
 Dokumen
 Catatan akuntansi
 Bagan alir sistem informasi akuntansi
 Salah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan, dan prosedur audit
untuk pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor
 Penjelasan aktivitas pengendalian yang diperlukan
 Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang
bersangkutan
 Penjelasan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang
bersangkutan

5. Sebutkan fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem manufaktur. Sebutkan pula unit-unit
organisasi yang bertanggung jawab atas masing-masing fungsi tersebut dan jelaskan pula
perannya masing-masing.
JAWAB:
Transaksi manufaktur terdiri dari berbagai transaksi pengolahan bahan baku menjadi produk
jadi. Berbagai fungsi terkait dalam transaksi manufaktur berada di tangan unit organisasi berikut
ini.

Nama Fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi

1. Fungsi Penjualan Bagian Penjualan


2. Fungsi Otorisasi Produksi Departemen Produksi
3. Fungsi Produksi Bagian Produksi
4. Fungsi Perencanaan Dan Pengendalian Bagian Perencanaan Dan Pengawasan
Produksi Produksi
5. Fungsi Gudang Bagian Gudang
6. Fungsi Akuntansi Biaya Bagian Akuntansi Biaya
7. Fungsi Akuntansi Umum Bagian Akuntansi Umum

a. Fungsi penjualan, fungsi penjualan bertugas melayani order dari custumer


berdasarkan sediaan produk jadi yang ada di gudang unit organisasi yang memegang
fungsi ini adalah Bagian Penjualan.
b. Fungsi otorisasi produksi, fungsi ini bertanggungjawab untuk membuat perintah
produksi bagi bagian-bagian yang ada dibawahnya yang akan terkait dalam
pelaksanaan proses produksi guna memenuhi perintaan produksi dari fungsi penjualan
dan fungsi ini berada dibawah tangan Departement Produksi.
c. Fungsi produksi, fungsi bertanggungjawab untuk melaksanakan produksi sesuai
dengan surat order produksi yang diterima dari Departement Produksi dan daftar
kebutuhan bahan serta daftar kegiatan produksi yang melampiri surat order produksi
tersebut dan berada dibawah tangan Bagian Produksi.
d. Fungsi perencanaan program dan pengawasan produksi, fungsi ini bertanggungjawab
untuk membantu Departement Produksi dalam merencanakan dan mengawasi
kegiatan produksi. Fungsi ini berada dibawah tangan Bagian Perencanaan dan
Pengawasan Produksi.
e. Fungsi gudang, fungsi ini bertanggung jawab untuk melayani permintaan bahan baku
dan bahan atau barang yang lain yang disimpan digudang. Fungsi ini berada di bawah
tangan Bagian Gudang.
f. Fungsi akuntansi biaya, fungsi ini bertanggungjawab untuk mencatat biaya produksi
langsung, biaya produksi tidak langsung, dan non biaya produksi kedalam buku
pembantu biaya.terkait dengan hal tersebut fungsi ini berada dibawah tangan Bagian
Akuntansi Biaya.
g. Fungsi akuntansi umum, fungsi ini bertanggungjawab untuk mencatat transaksi
terjadinya biaya bahan baku , biaya tenaga kerja, boiaya overhead pabrik, dan biaya
nonproduksi ke dalam jurnal pemakaian bahan baku dan jurnal umum.yang
bertanggung jawab dalam fungsi ini adalah unit organisasi Bagian Akuntansi Umum.