Anda di halaman 1dari 9

PETUNJUK PRAKTIS

2019

PERENCANAAN JEMBATAN STRUKTUR BETON


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI................................................................................................................................... i
DAFTAR TABEL ......................................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................... iii
1. pendahuluan ........................................................................................................................... 1
1.1 Sejarah Perkembangan ................................................................................................ 1
2. KRITERIA DESAIN JEMBATAN GANTUNG PEJALAN KAKI ................................. 3
3. TEGANGAN DI JEMBATAN GANTUNG ........................................................................ 3
3.1 Kabel ............................................................................................................................ 3

i
DAFTAR TABEL
Table 1-2. Jembatan gantung vs panjang bentang.......................................................................... 1
Table 1-3. Jembatan gantung berbentang panjang di dunia ........................................................... 2

ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Perkembangan panjang maksimum jembatan gantung .......................................... 2
Gambar 2. Kabel sebagai segi banyak gaya............................................................................... 4

iii
1. PENDAHULUAN

1.1 Sejarah Perkembangan


Penggunaan beton sebagai material bangunan belum disadari sepenuhnya sampai akhir abad ke-
19. Secara umum, aplikasi praktis beton bertulang untuk struktur jembatan diinisiasi oleh
Hennebique. Salah satu proyek yang patut dicatat, diselesaikan pada tahun 1905 oleh Hennebique,
adalah jembatan dengan bentang tunggal sepanjang 55 m melintasi Ourthe at Liėge, Belgia.
Robert Maillart dari Swis juga berhasil dalam melakukan perencanaan dan pembangunan jembatan
struktur beton. Pada tahun 1901 Mailart membangun jembatan pelengkung 3 sendi berpenampang
box dengan spandrel solid melintasi Sungai Rhine di Tavanas, Swis, yang mana akan menjadi
prototipe untuk struktur yang setipe selama 40 tahun berikutnya.
Selain pekerjaan yang dilakukan oleh Hennebique dan Maillart, Freyssinet dari Prancis
membangun beberapa jembatan bentang panjang, jembatan pelengkung beton bertulang, mulai
dari Plougasted sampai ke Elom pada tahun 1930 secara signifikan dan terdiri dari pelengkung
dengan bentang 178 m.
Pada periode yang sama, konsep beton pratekan juga sedang dikembangkan oleh Jackson dan
Doehring (1886 dan 1888). Penerapan konsep beton pratekan pada saat itu tidaklah terlalu berhasil
sebagai akibat dari adanya fenomena susut dan rangkak ada beton. Hingga pada tahun 1926-1928
ketika Freyssinet berhasil untuk mengendalikan kehilangan-kehilangan pratekan tersebut dengan
baja mutu tinggi yang membuat konsep beton pratekan tersebut layak untuk dipertimbangkan.
Table 1-1. Panjang bentang pada struktur jembatan
Tahun Nama Jembatan Negara Panjang Bentang (m)
1826 Menai Inggris 177
1883 Brooklyn Amerika Serikat 486
1937 Golden Gate Amerika Serikat 1.280
1994 Selat Messina Italia 3.300
2016 Selat Gibraltar Spanyol/Maroko 5.000
Apabila data dalam Table 1-1. tersebut diplotkan ke dalam grafik, dimana sumbu – x
menunjukkan tahun dan sumbu – y menunjukkan bentang, maka titik-titik yang digambarkan
tersebut terletak pada suatu kurva eksponensial sebagai berikut:
y = 180 e 0,0175x (1)
Hasil regresi di atas diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Perhitungan Jembatan Gantung 1


Gambar 1. Perkembangan panjang maksimum jembatan gantung
Sifat kurva potensial seperti pada gambar di atas menunjukkan, bahwa perkembangan teknologi
jembatan gantung yang dinyatakan sebagai fungsi dari panjang bentang, pada awalnya berjalan
relatif lambat tetapi menjadi semakin cepat pada saat menjelang akhir abad ke dua puluh.
Saat ini terdapat lebih dari sepuluh jembatan gantung dengan panjang bentang lebih daripada 1,0
km (diperlihatkan pada Tabel 2).
Table 1-2. Jembatan gantung berbentang panjang di dunia
Tahun Nama Jembatan Negara Panjang Bentang (m)
1964 Forth Road Inggris 1.006
1966 Ponte 25 de Abril Portugal 1.013
1999 Kurushima – 2 Jepang 1.020
1999 Kurushima – 3 Jepang 1.030
1931 George Washington Amerika Serikat 1.067
1973 Bosporus I Turki 1.074
1988 Bosporus II Turki 1.090
1988 Minami Bisan-Seto Jepang 1.100
1957 Mac Kinak Amerika Serikat 1.158
1997 Hoga Kusten Swedia 1.210
1937 Golden Gate Amerika Serikat 1.280
1964 Verrazano Narrows Amerika Serikat 1.298
1997 Tsing Ma Cina (Hongkong) 1.377

Perhitungan Jembatan Gantung 2


1998 Jiangsu Cina 1.385
1981 Humber Inggris 1.410
1998 Great Belt East Denmark 1.624
1998 Akashi Kaikyo Jepang 1.991
2001? Selat Bali Indonesia 2.100
2010? Selat Sunda Indonesia >3.000
? Selat Messina Italia 3.300
? Selat Gibraltar Spanyol/Maroko 5.000
Apabila data jembatan gantung dengan panjang bentang lebih dari 1.000 meter seperti terdapat
dalam Table 1-2 di atas diplotkan ke Gambar 1, maka akan terlihat bahwa titik-titiknya akan
jatuh di bawah kurva regresi tersebut. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Para perencana jembatan tidak memanfaatkan penuh teknologi jembatan gantung dan
kekuatan bahan yang tersedia pada saat itu untuk mencapai panjang bentang yang
maksimum.
2. Memang tidak diperlukan pemakaian panjang bentang sampai maksimum, sebab dengan
panjang bentang yang lebih pendek diperoleh solusi yang menguntungkan.

2. KRITERIA DESAIN JEMBATAN GANTUNG PEJALAN KAKI

3. TEGANGAN DI JEMBATAN GANTUNG


3.1 Kabel
Deformasi kabel akibat beban. Apabila beban vertikal dikenakan pada kabel yang digantung
antara dua titik, diasumsikan bentuk poligon yang terjadi ditentukan melalui hubungan antara
besarnya beban-beban.

Perhitungan Jembatan Gantung 3


Gambar 2. Kabel sebagai segi banyak gaya
Reaksi-reaksi ujung (T1 dan T2) akan mempunyai kemiringan tertentu dengan reaksi arah
mendatar H. Perhitungan sederhana mengenai keseimbangan statik menunjukkan bahwa H
akan sama pada reaksi kedua ujung kabel, dan juga akan sama komponen arah mendatar dari
tarikan pada kabel di setiap titik. H merupakan gaya tarik mendatar kabel.
Misalkan M’ menyatakan momen lentur yang terjadi pada sembarang titik pada bentang
akibat beban vertikal dan reaksi, dihitung seperti pada balok sederhana. Apabila H, komponen
mendatar, bekerja dengan besar panjang lengan momen y, momen total pada kabel di setiap
titik akan menjadi
M = M’ – H.y (2)
Momen ini akan sama dengan nol apabila kabel diasumsikan fleksibel. Dengan demikian,
M’ = H.y (3)
Dan
M' (4)
y=
H
Persamaan (4) memberikan nilai ordinat lengkungan kabel untuk setiap pembebanan, apabila
besarnya gaya tarik mendatar H diketahui. Apabila besarnya H konstan, kurva yang terjadi
menggambarkan diagram bidang momen untuk beban yang bekerja.

Perhitungan Jembatan Gantung 4


Apabila f atau sag dari kabel, atau ordinat titik terendah C, dan jika Mo merupakan momen
lentur pada balok sederhana di titik yang sama, maka H dapat ditentukan melalui persamaan
(2) menjadi
Mo (5)
H=
f
Untuk memperoleh lengkungan kabel secara grafis, dapat dilakukan dengan menggambar
keseimbangan poligon untuk beban-beban yang bekerja, seperti diperlihatkan pada Gambar
2 (a,b) di atas.

Jarak kutub H harus didapatkan melalui perhitungan atau dengan mencoba-coba sehingga
membentuk poligon yang melalui titik-titik A, B, dan C. Gaya tarik T pada setiap titik kabel
diberikan melalui panjang garis yang berhubungan pada diagram kutub. H, komponen gaya
mendatar dari keseluruhan tarikan kabel adalah konstan. Melalui perbandingan segitiga, dari
Gambar 2 tersebut didapatkan
Mo (6)
H=
f

Perhitungan Jembatan Gantung 5