Anda di halaman 1dari 4

NAMA : FITRA DEWI

NIM : 18344134
TUGAS : PERUNDANG-UNDANGAN & ETIKA
DOSEN : DRS.H.FAUZI KASIM, Mkes,Apt

STUDY KASUS PERUNDANG - UNDANGAN KEFARMASIAN DAN ETIKA PROFESI


Kata Kunci dan Judul dan isi Per UU-
No Kasus Peluang Pelanggaran an/PDAI/KEAI yang Sanksi jika Langkah Pencegahan
dilanggar pelanggaran
14. APA menghentikan APA berhenti secara sepihak Peraturan yang dilanggar : 1. Pemberian Peringatan APA sebaiknya sudah mencari APA
kerjasama secara sepihak dengan PSA dan tidak 1. Hukum tertulis pengganti sebelum berencana untuk
dengan PSA dalam mencari APA pengganti PMK no 9 tahun 2. Pencabutan izin apotek mengakhiri kerjasama dengan PSA.
pengelolaan Apotek , dan 2017 pasal 3 ayat 2 tentang dan pembekuan apotek
tidak mau mencarikan Apotek : karena tidak ada apoteker
APA pengganti Dalam hal apoteker yang mengelola Apotek
yang mendirikan apotek
bekerjasama dengan pemilik
modal maka pekerjaan
kefarmasian harus tetap
dilakukan sepenuhnya oleh
Apoteker yang bersangkutan.

2. Etika
Pasal 1 kode etik
apoteker Indonesia :
Seorang apoteker
harus menjunjung tinggi,
menghayati dan
mengamalkan sumpah / janji
apoteker.
Pasal 12 kode etik
apoteker Indonesia :
Seorang Apoteker harus
mempergunakan setiap
kesempatan untuk
meningkatkan kerjasama
yang baik dengan sesama
Apoteker didalam
memelihara keluhuran
martabat jabatan
kefarmasian, serta
mempertebal rasa saling
mempercayai didalam
menunaikan tugasnya.
Pasal 14 kode etik
apoteker Indonesia :
Seorang apoteker
hendaknya menjauhkan diri
dari tindakan atau
perbuatan yang dapat
mengakibatkan
berkurangnya atau
hilangnya kepercayaan
masyarakat kepada sejawat
petugas kesehatan lain.

3. Disiplin
Ketentuan umum
Pedoman Disiplin Apoteker
Indonesia :
Disiplin Apoteker
adalah kesanggupan
Apoteker untuk menaati
kewajiban dan menghindari
larangan yang ditentukan
dalam peraturan perundang-
undangan dan/atau peraturan
praktik yang apabila tidak
ditaati atau dilanggar,
dijatuhi hukuman disiplin
15. Apoteker Pegawai Negeri Kata kunci : 1. Pemberian peringatan 1. Perketat peraturan yang
1. PP 47 tahun 2005 pasal 2
Sipil di BPOM juga  Apoteker tertulis;
Pegawai Negeri Sipil mengatur persyaratan untuk
berperan sebagai apoteker  PNS 2. Rekomendasi
pengelola di apotek swasta  BPOM dilarang menduduki pembekuan dan/atau menjadi APA
 Apoteker Pengelola jabatan rangkap
pencabutan Surat Izin
Apotek Swasta Praktik Apoteker, dan 2. IAI diharapkan melakukan
2. PP 53 tahun 2010 pasal 4 atau, Rekomendasi pemeriksaan secara berkala
Pelanggaran yang mungkin (1) Tanpa izin pencabutan Surat Tanda
Registrasi atau Surat terhadap anggotanya. Jika ada
terjadi : Pemerintah menjadi
Kemungkinan pada apotek Izin Praktik yang anggotanya yang memiliki
swasta, Apoteker tersebut pegawai atau bekerja dimaksud dapat berupa:
jarang visite a. Rekomendasi pekerjaan rangkap dapat
untuk negara lain
pencabutan Surat dilakukan
dan/atau lembaga Tanda Registrasi atau
Surat Izin Praktik penundaan/pencabutan
atau organisasi
sementara selama- rekomendasi untuk
internasional lamanya 1 (satu)
tahun, atau mendapatkan/memperpanjang
(2) Melakukan kegiatan
b. Rekomendasi SIPA
bersama dengan pencabutan Surat
Tanda Registrasi atau 3. Perketat pengawasan terhadap
atasan, teman
Surat Izin Praktik
kerja PNS oleh pihak
sejawat, bawahan, tetap atau selamanya;
pemerintah.
atau orang lain di
dalam maupun di 4. Peningkatan imbal jasa

luar lingkungan pekerjaan apoteker sehingga

kerjanya dengan tidak ada apoteker yang

tujuan untuk memiliki kerja sampingan

keuntungan pribadi, untuk mendapatkan

golongan, atau pihak penghasilan tambahan.

lain, yang secara


langsung atau tidak
langsung merugikan
negara.

3. Pedoman Disiplin
Apoteker
 Melakukan praktek
kefarmasian dengan
tidak kompeten.
Melakukan praktek
kefarmasian tidak dengan
standar praktek profesi/
standar kompetensi yang
benar, apoteker tidak
menjalankan tugasnya
sesuai dengan
kewajibannya.