Anda di halaman 1dari 20

Ini adalah soal Betul – Salah sebanyak 12 Nomor.

1. Pejabat Pembuat Komitmen dalam menetapkan paket-paket pekerjaan yang


akan dilelangkan perlu mempertimbangkan dokumen anggaran dan melakukan
penyesuaian apabila diperlukan
Pembahasan:
Tanggung jawab PPK itu sangat luas, mulai menetapkan paket, hingga
bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan pengadaan. Yang berkaitan
dengan anggaran, PPK juga tidak diperbolehkan melakukan ikatan perjanjian
dengan penyedia barang/jasa apabila anggaran belum ada atau tidak cukup.
Hal ini berarti PPK harus mempertimbangkan dokumen anggaran dan dalam
menetapkan paket harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Dasar
hukumnya adalah Perpres No. 8 Tahun 2006 (Perubahan Keempat) Pasal 9.
Jawaban: Betul
2. Pelelangan untuk pengadaan alat laboratorium dengan perkiraan nilai
kontrak sebesar Rp. 1,3 Milyar hanya dapat diikuti oleh perusahaan supplier
alat laboratorium golongan menengah dan besar.
Pembahasan:
Sebenarnya tidak ada pembagian Kecil, menengah dan besar lagi pada Keppres
No. 80 Tahun 2003. yang ada adalah Kecil dan Bukan Kecil, dimana nilai yang
dapat diikuti oleh usaha kecil sebesar Rp. 1 Milliar yang tertulis pada Keppres
No. 80 Tahun 2003 Pasal 46. Sedangkan untuk perusahaan bukan usaha kecil,
nilai paket yang boleh diikuti bergantung pada Kemampuan Dasar (KD) dari
perusahaan yang bersangkutan (Penjelasan Keppres No. 80 Tahun 2003, Bab.
II, A, 1, b, i). Untuk jasa konstruksi, memang ada aturan peralihannya untuk
Usaha Menengah, namun hanya sampai dengan 31 Desember 2005 (Keppres
No. 80 Tahun 2003 Pasal 52 Ayat 3)
Jawaban: Betul
3. Panitia pengadaan tidak boleh meneruskan proses pengadaan ke tahap
evaluasi apabila jumlah peserta yang memenuhi persyaratan administrasi
kurang dari 2 (dua) peserta.
Pembahasan:
Tidak ada aturan di dalam pelelangan gagal dan pelelangan ulang yang
berkaitan dengan pernyataan di atas. Pelelangan hanya dinyatakan gagal
apabila yang memasukkan penawaran kurang dari 3 pada pengumuman
pertama. (Keppres No. 80 Tahun 2003, Pasal 28 )
Jawaban: Salah
4. Pengumuman pengadaan dengan cara seleksi terbatas untuk pekerjaan
pengawasan konstruksi dengan nilai pekerjaan sebesar Rp. 8 Miliar harus
diumumkan di surat kabar nasional dan surat kabar provinsi.
Pembahasan:
Nah, ini salah satu soal yang cukup “menjebak” karena memiliki 2 maksud,
yang pertama adalah “Seleksi terbatas untuk Jasa, padahal nilainya 8 M” dan
yang kedua adalah “Pengumuman di Koran Nasional dan Propinsi untuk nilai 8
M.”
Namun, untuk soal yang ini, kita tinggalkan jebakan pertama dan
berkonsentrasi pada maksud utama dari soal yaitu pengumuman di Koran
Nasional maupun propinsi untuk pekerjaan sebesar 8 M. Dasar hukum untuk
jawaban ini adalah Perpres No. 8 Tahun 2006 (Perubahan Ke 4) Pasal 25A. Satu
hal yang masih menjadi catatan saya adalah ketidakkonsistenan pasal ini
dengan pasal sebelumnya, yaitu pasal 22 Ayat 2 dan 3. Ketidak konsistenan itu
berada pada penggunaan kata “dan” serta “dan/atau”. Silakan anda membaca
baik-baik.
Jawaban: Betul
5. Walaupun dalam dokumen anggaran sudah mencantumkan satu merek
barang dengan alasan kualitas, panitia pengadaan tetap tidak dapat melakukan
proses penunjukan langsung.
Pembahasan:
Nah, ini salah satu soal jebakan juga. Lihat pada kalimat pertama dimana
menekankan pada pencantuman merek barang. Kalau dilihat sepintas, ini
adalah salah, karena merek tidak boleh dicantumkan pada dokumen
pengadaan. Namun, yang tertulis pada soal ini adalah dokumen anggaran,
bukan dokumen pengadaan
Dasar untuk melaksanakan penunjukan langsung dapat diperoleh pada
Penjelasan Keppres No. 80 Tahun 2003 Bab I, C, 1, a, 4
Jawaban: Betul
6. Panitia pengadaan dapat menetapkan besarnya jaminan pelaksanaan
melebihi 5% dari nilai kontrak apabila nilai penawaran terlalu rendah.
Pembahasan:
Jaminan pelaksanaan adalah pegangan Pengguna Barang/Jasa apabila terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan pada saat pelaksanaan pekerjaan. Jaminan ini
normalnya adalah minimal 5% dari harga penawaran, namun dapat dinaikkan
menjadi 5% dari HPS atau dari pagu apabila ditemukan harga yang tidak wajar
(terlalu rendah). Dasarnya adalah Penjelasan Keppres No. 80 Tahun 2003 Bab
II, A, 1, f, 13, b.
Jawaban: Betul
7. Walaupun HPS tidak bersifat rahasia, namun harga satuan dan analisis harga
satuannya tidak boleh disampaikan.
Pembahasan:
Kalau rincian HPS diberikan, untuk apa lelang, penunjukan langsung aja
lengkap dengan nama tokonya
Yang tidak bersifat rahasia adalah total HPS, bukan rinciannya. Dasar
hukumnya adalah Keppres No. 80 Tahun 2003 Pasal 13 ayat 4.
Jawaban: Betul
8. Kuitansi dan Surat Perintah Kerja dapat digunakan sebagai pengganti
kontrak untuk pembelian barang senilai Rp. 5 juta.
Pembahasan:
Sebenarnya ada 2 aturan disini, untuk nilai dibawah 5 juta, dapat
menggunakan kuitansi, sedangkan di atas 5 juta hingga 50 juta, menggunakan
SPK tanpa jaminan pelaksanaan. Namun, apabila nilai 5 juta ke bawah mau
menggunakan SPK, ya tidak apa-apa. Dasar hukunya adalah Keppres No. 80
Tahun 2003 Pasal 31 Ayat 3 dan 4.
Jawaban: Betul
9. Pada pengadaan peralatan kantor dengan nilai Rp. 2 Milyar, penawaran yang
tidak dilengkapi dengan jaminan pelaksanaan dapat digugurkan oleh panitia
pengadaan pada saat evaluasi administrasi.
Pembahasan:
Ini salah satu soal jebakan lainnya. Apabila ada yang terburu-buru menjawab
tanpa mencermati kalimatnya, bisa saja menjawab yang salah. Jaminan pada
pelelangan itu ada 2 (1 lagi adalah dukungan bank), yaitu jaminan penawaran
dan jaminan pelaksanaan. Yang menjadi persyaratan administrasi adalah
jaminan penawaran, sedangkan jaminan pelaksanaan diberikan sebelum
penandatanganan kontrak (Keppres 80 Tahun 2003, Pasal 31 Ayat 1).
Jawaban: Salah
10. Untuk memperoleh harga barang yang paling murah, proses pengadaan
harus dilaksanakan secara transparan sehingga mendorong persaingan yang
sehat.
Pembahasan:
Sepertinya soal ini soal bonus deh, karena jawabannya sudah jelas
Jawaban: Betul
11. Untuk memudahkan pencairan jaminan pelaksanaan, panitia pengadaan
pekerjaan jasa pemborongan pembangunan jalan dapat mewajibkan jaminan
pelaksanaan berupa jaminan bank.
Pembahasan:
Ini juga salah satu dari soal jebakan, yang apabila tidak berhati-hati dapat
terjerumus. Jaminan Penawaran dan Jaminan Pelaksanaan memiliki aturan
yang berbeda. Jaminan Penawaran selain dari Bank, juga dapat dikeluarkan
oleh Perusahaan Asurasi yang memiliki jaminan reasuransi. Sedangkan khusus
jaminan pelaksanaan, itu harus dikeluarkan oleh bank. Dasarnya adalah
Penjelasan Keppres No. 80 Tahun 2003, Bab II, A, 1 n, 1, a.
Jawaban: Betul
12. Panitia pengadaan dapat menggugurkan penawaran dari penyedia
barang/jasa apabila penawaran tidak bermaterai yang cukup.
Pembahasan:
Nah, ini salah satu topik “terhangat” pada pengadaan barang/jasa. Sebagian
besar menjawab bisa digugurkan dengan alasan bahwa Materai adalah bukti
legalnya sebuah dokumen. Padahal, pada UU No. 13 Tahun 1985 Pasal 5 telah
disebutkan bahwa apabila suatu dokumen yang dibuat oleh satu pihak belum
dibubuhi materai maka dianggap pemegang dokumen tersebut masih berutang
Bea Materai. Pelunasan atas Bea Materai yg terutang menurut pasal 8 Ayat (2)
UU No. 13 Tahun 1985 dapat dilakukan dengan cara pemateraian-kemudian
(materai dapat ditempelkan kemudian).
Jawaban: Salah
Demikian dulu bagian pertama dari Pembahasan Latihan Soal untuk Sertifikasi
Pengadaan Barang dan Jasa ini. Akan saya lanjutkan di bagian kedua yang
nantinya akan memuat 13 soal Betul – Salah lainnya. Hal ini agar memudahkan
pembaca untuk mengikuti materi yang ada.
SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJ TERBARU

BAGIAN I
BENAR/SALAH
1. Pejabat Pengadaan dalam menyusun persyaratan kualifikasi penyedia
barang/jasa dalam pelelangan sederhana tidak perlu mempertimbangkan
lingkup, besaran dan sifat paket pekerjaan. S
2. Pada metoda pemilihan/penunjukan langsung, biaya administrasi pengadaan,
termasuk honorarium ULP/PP dapat diambil dari biaya paket pekerjaan yang
akan dilakukan. S
3. Untuk memastikan pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, maka dalam
dokumen pelelangan terbatas dapat disyaratkan bahwa penyedia barang/jasa
sudah pernah melaksanakan pekerjaan sejenis. B
4. Pengadaan barang/pekerjaan konstruksi atau jasa lainnya dengan nilai pagu
anggaran sampai dengan Rp. 100 jt paling cocok menggunakan metoda
evaluasi penawaran sistim gugur. B
5. Dalam melaksanakan pengadaan pekerjaan konstruksi dengan pemilihan
langsung, ULP harus menyiapkan juga dokumen prakualifikasi. S
6. Peraturan Pemerintah nomor 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan
Pekerjaan Konstruksi perlu diketahui oleh Pengguna Anggaran dalam rangka
pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. B
7. Jumlah penyedia barang/jasa yang lulus prakualifikasi pelelangan umum
sekurang-kurangnya 3 (tiga) penyedia. B
8. Agar peserta banyak yang mendaftar, maka pengumuman pelelangan dimuat
di surat kabar yang beroplah besar walaupun bukan surat kabar resmi. S
9. Untuk pengadaan barang, jenis mata uang pembayaran dalam HPS bisa
berbeda dengan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga pada
dokumen penawaran barang/jasa. S
10. Kuasa Pengguna Anggaran memiliki kewenangan yang sepenuhnya sama
dengan Pengguna Anggaran. B
11. Pada seleksi sederhana, HPS digunakan sebagai acuan dalam negosiasi
penawaran penyedia barang/jasa. S
12. Jaminan penawaran yang diberikan oleh calon penyedia pekerjaan konstruksi
ditetapkan harus diterbitkan oleh Bank Umum dan mudah dicairkan, asal
memenuhi persyaratan tertentu. S
13. Ketika menyusun jadwal, ULP harus memberikan waktu yang cukup kepada
penyedia barang/jasa agar terdapat persaingan yang seluas-luasnya. B
14. Pengadaan barang/jasa oleh pemerintah daerah yang sebagian dananya
berasal dari Pinjaman Dalam Negeri tidak harus dilaksanakan sesuai Peraturan
Presiden nomor 54 tahun 2010. S
15. Pengumuman pelelangan dicantumkan di papan pengumuman resmi unit
kerja 1 (satu) hari sebelum batas akhir pengambilan dokumen pascakualifikasi
pelelangan sederhana. S
16. Pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pengadaan
barang/jasa disebut Kuasa Pengguna Anggaran. S
17. Pekerjaan pengadaan perlengkapan kantor yang terdiri dari pengadaan
mebel, komputer dan kendaraan roda dua, dapat dibuat dalam 3 (tiga) paket
meskipun setiap paket bernilai Rp. 40 jt an, karena hal ini tidak termasuk
pemecahan paket untuk menghindari pelelangan. B
18. Pada pelaksanaan kegiatan swakelola, jika diperlukan pengadaan barang/jasa,
maka pengadaannya dilakukan dengan metoda penunjukan langsung. S
19. Salah satu syarat agar dapat melaksanakan pekerjaan swakelola, adalah
sebagian besar personil yang akan menangani pekerjaan ini harus berasal dari
unit kerja yang bersangkutan. B
20. Dengan alasan dokumen anggaran belum disahkan dan waktu yang
mendesak, Pejabat Pembuat Komitmen dapat melakukan ikatan perjanjian
dengan salah satu penyedia barang/jasa untuk mengejar akhir tahun
anggaran. S
21. Kriteria lingkup kegiatan dan jenis pekerjaan yang dapat diusulkan melalui
swakelola adalah bila ditinjau dari sisi biaya tidak melebihi Rp. 100 juta,
memerlukan teknologi yang sederhana dan harus mendapat persetujuan dari
Pengguna Anggaran . S
22. Konsultan perencana pekerjaan konstruksi yang kompleks tidak
diperbolehkan merangkap sebagai konsultan pengawas dengan pertimbangan
melanggar prinsip pengadaan.B
23. Ketika menyusun HPS, Unit Layanan Pengadaan harus membatasi keuntungan
yang akan diberikan kepada penyedia barang/jasa.S
24. Hasil amandemen dokumen pemilihan penyedia barang/jasa disampaikan
hanya kepada penyedia barang/jasa yang menghadiri acara pemberian
penjelasan (aanwijzing). S
25. Metoda evaluasi sistim nilai adalah metoda evaluasi yang memungkinkan
terhindarnya pengadaan barang yang tidak berkualitas meskipun harganya
murah.B

BAGIAN II
PILIHAN GANDA
26. Mana pernyataan yang salah tentang dokumen penilaian kualifikasi dibawah
ini :
A. Agar diperoleh penyedia barang/jasa yang benar-benar berkualitas, maka
pada pelelangan dengan sistim prakualifikasi seluruh data kualifikasi penyedia
barang/jasa yang telah memasukkan dokumen kualifikasi harus dievaluasi.
B. Pada pengadaan pekerjaan konstruksi dengan metoda pemilihan langsung,
evaluasi dokumen kualifikasi hanya dilakukan terhadap 3 (tiga) penawaran
terendah terkoreksi.
C. Dalam rangka memperoleh penyedia barang/jasa yang berkualitas, maka
seluruh dokumen kualifikasi penyedia barang/jasa dalam suatu proses
pelelangan dengan sistim pascakualifikasi harus dievaluasi, atau
D. Pada pengadaan barang dengan metoda pemilihan langsung semua dokumen
kualifikasi yang telah disampaikan oleh penyedia barang/jasa harus dievaluasi.
27. Terhadap penawaran yang mempunyai harga satuan timpang akan dilakukan
hal-hal sebagai berikut :
A. Penawarannya digugurkan.
B. Penawarannya dinyatakan sah karena harga satuan timpang tidak
mempengaruhi evaluasi.
C. Penawarannya sah, namun tidak ada penyesuaian harga pada harga satuan
itu.
D. Penawarannya sah, namun harga satuan tersebut harus dinegosiasi.
28. Mana pernyataan yang benar tentang dokumen pemilihan jasa konsultansi
badan usaha dibawah ini ;
A. Dokumen pemilihan jasa konsultansi sekurang-kurangnya memuat undangan
kepada para penyedia, petunjuk kepada para penyedia, syarat-syarat umum
kontrak, syarat-syarat khusus kontrak, bentuk surat penawaran, bentuk surat
perjanjian kontrak, bentuk surat jaminan penawaran, bentuk jaminan
pelaksanaan, specifikasi teknis dan gambar.
B. Dokumen pemilihan jasa konsultansi sekurang-kurangnya memuat undangan
kepada para penyedia, petunjuk bagi para penyedia, syarat umum kontrak,
syarat-syarat khusus kontrak, bentuk surat perjanjian kontrak, bentuk jaminan
penawaran, specifikasi teknis dan gambar.
C. Dokumen pemilihan jasa konsultansi sekurang-kurangnya memuat undangan
kepada para penyedia, petunjuk bagi para penyedia, syarat-syarat umum
kontrak, syarat-syarat khusus kontrak dan kerangka acuan kerja, atau.
D. Dokumen pemilihan jasa konsultansi sekurang-kurangnya memuat
undangan kepada para penyedia, instruksi kepada penyedia, kerangka acuan
kerja, rancangan kontrak, bentuk surat penawaran dan contoh-contoh
formulir yang perlu diisi.
29. Seleksi jasa konsultansi dinyatakan gagal apabila :
A. Hanya 1(satu) yang lulus administrasi dan nilai ambang batas (passing grade).
B. Yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima) peserta pada seleksi umum.
C. Hanya 1 (satu) yang mengikuti proses penunjukan langsung.
D. Yang memasukkan penawaran pada seleksi langsung hanya 3 (tiga) peserta.
30. Pelaksanaan metoda pemilihan langsung wajib dilakukan dengan cara :
A. Kualifikasi.
B. Pascakualifikasi.
C. Prakualifikasi, atau.
D. Postkualifikasi.
31. Surat penawaran berikut tidak dapat digugurkan, jika :
A. Tidak bermeterai.
B. Ditandatangani oleh Staf perusahaan.
C. Tidak diberi tanggal pada meterainya.
D. Ditujukan kepada Unit Layanan Pengadaan.
32. Kegiatan yang tidak termasuk perencanaan pengadaan adalah sebagai berikut
:
A. Menyiapkan paket-paket pengadaan.
B. Membentuk Unit Layanan Pengadaan.
C. Melaksanakan pengumuman pengadaan/lelang, atau
D. Membuat jadwal pelaksanaan pengadaan.
33. Pengadaan barang/jasa yang jenis dan kualitasnya pasti, seperti
pembangunan gedung kantor 2 (dua) tingkat, lebih tepat menggunakan
metoda evaluasi:
A. Sistim nilai/angka.
B. Sistim biaya selama umur ekonomis.
C. Sistim pagu anggaran, atau
D. Sistim gugur.
34. Untuk pekerjaan pembangunan gedung sekolah menengah yang memiliki 10
(sepuluh) unit kelas di lokasi yang sama dan menjadi satu bangunan dengan
nilai total anggaran R. 2,5 milyr, maka :
A. Pengadaan dibagi menjadi 5 (lima) unit dengan nilai per paket Rp 500 jt dan
dilaksanakan oleh 5 (lima) unit usaha kecil setempat.
B. Anggaran dapat diserahkan kepada Komite Sekolah untuk melaksanakan
pembangunan secara swakelola,
C. Pekerjaan dilelangkan dalam 1 (satu) paket pekerjaan, atau
D. Pekerjaan dilelangkan dalam 10 (sepuluh) paket pekerjaan.
35. Metoda pelelangan terbatas dipilih apabila memenuhi persyaratan bahwa
penyedia barang/jasa diyakini terbatas, dan :
A. Pekerjaan yang amat mendesak untuk dilaksanakan,
B. Nilai pagu paket tidak lebih dari Rp. 100 juta.
C. Pekerjaan bersifat rahasia, atau
D. Pekerjaan konstruksi yang bersifat kompleks.
36. Tahapan persiapan dalam pemilihan penyedia barang/jasa, tidak termasuk
hal-hal sebagai berikut :
A. Perencanaan pemilihan penyedia barang/jasa.
B. Pemilihan sistim pengadaan.
C. Penetapan metoda penilaian kualifikasi, atau
D. Penyusunan dokumen anggaran.
37. Untuk menghitung harga perkiraan sendiri (HPS) pekerjaan jasa konsultansi
diperlukan data atau informasi berikut, KECUALI:
A. Biaya angkutan barang dan peralatan.
B. Jumlah manmonths (orang bulan) tenaga ahli yang diperlukan.
C. Besarnya Pajak Pertambahan Nilai (PPn), atau
D. Neraca perusahaan.
38. Penyaluran dana bantuan kepada masyarakat untuk pembangunan jalan desa
dengan cara swakelola diberikan anggaran dengan besaran :
A. 70 % dari total dana apabila kemajuan pekerjaan telah mencapai 30 %
B. 50 % dari total dana apabila kemajuan pekerjaan telah mencapai 50 %
C. 50 % dari total dana apabila proposal dari penerima bantuan telah diajukan,
atau
D. 100 % dari total dana apabila organisasi penerima bantuan telah siap.
39. Jumlah penyedia jasa konsultansi yang dimasukkan ke dalam daftar pendek
(short list) yang menggunakan metoda pemilihan seleksi umum sebanyak :
A. Antara 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) penyedia jasa.
B. Antara 5 (lima) sampai dengan 7 (tujuh) penyedia jasa.
C. Sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) penyedia jasa, atau
D. Sekurang-kurangnya 3 (tiga) penyedia jasa
40. Pejabat Pembuat Komitmen berkewajiban menyusun HPS dengan tujuan
utamauntuk ;
A. Dapat memenuhi salah satu persyaratan yang harus dimuat di surat khabar.
B. Agar penyedia barang/jasa tidak berkolusi.
C. Agar barang/jasa yang akan dilaksanakan telah diketahui harga pasarnya,
atau
D. Penyedia barang/jasa tidak menawar di atas harga tersebut.
41. Isian kualifikasi yang tidak diperlukan pada dokumen kualifikasi pengadaan
barang adalah :
A. Neraca perusahaan.
B. Nomor dan dan masa berlakunya ijin usaha.
C. Daftar tenaga inti/ahli, atau
D. Daftar nama direksi dan pemilik/komisaris perusahaan.
42. Pada penyampaian dokumen dengan metoda dua sampul, sampul yang
pertama tidak dilak dan sampul yang kedua ukuran serta warnanya tidak sesuai
dengan petunjuk di dalam dokumen pengadaan. Pada saat evaluasi
administrasi yang akan dilakukan oleh ULP, adalah:
A. Kedua penawaran digugurkan.
B. Kedua penawaran tidak digugurkan.
C. Yang pertama (tidak di lak) gugur, sedangkan yang kedua tidak gugur, atau
D. Yang kedua gugur, sedangkan yang pertama (tidak di lak) tidak gugur.
43. Dokumen pemilihan penyedia barang/jasa disiapkan oleh Unit Layanan
Pengadaan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
A. Ditetapkan oleh ULP.
B. Dilengkapi dengan keseluruhan jadwal seleksi.
C. Sudah disediakan 1 (satu) hari setelah pengumuman lelang atau setelah
undangan dikeluarkan, atau
D. Dilengkapi dengan persyaratan teknis
44. Pekerjaan berikut boleh dilaksanakan dengan cara swakelola oleh instansi
pengguna anggaran, kecuali :
A. Penelitian yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri atau LIPI.
B. Perencanaan gedung kantor Pemerintah Daerah oleh Bappeda.
C. Penyuluhan flu burung dan pengobatan massal oleh Dinas Kesehatan.
D. Pemeliharaan jalan dalam kota oleh Dinas Pekerjaan Umum.
45. Untuk menghitung nilai saat ini (present value) dari kontrak yang pernah
diperoleh penyedia jasa diperhitungkan berdasarkan indeks BPS pada bulan
saat terjadinya :
A. Serah terima pekerjaan.
B. Berakhirnya masa pemeliharaan.
C. Penandatanganan kontrak, atau
D. Pembayaran termijn pertama.
46. Terkait dengan prinsip transparansi, maka sebelum pembukaan dokumen
penawaran daftar peserta yang telah mendaftar dan mengambil dokumen
pengadaan:
A. Tidak boleh diberikan, kecuali kepada asosiasi penyedia dan Kadin.
B. Tidak boleh diberikan/diberitahukan kepada siapa saja, kecuali kepada ULP.
C. Boleh diminta oleh pejabat tinggi dari mana saja, atau
D. Boleh diberikan kepada wartawan dan LSM.
47. Apabila dalam pelaksanaan pengadaan dijumpai adanya perbedaan
persyaratan dalam dokumen pengadaan, berita acara penjelasan dan
addendum dokumen pengadaan, maka yang diacu/dirujuk adalah ketentuan
yang terdapat dalam :
A. Berita acara penjelasan.
B. Addendum dokumen kontrak.
C. Dokumen pengadaan awal, atau
D. Addendum dokumen pengadaan.
48. Tindakan ULP dengan membeikan informasi mengenai variabel-variabel yang
akan digunakan dalam evaluasi penawaran hanya kepada beberapa peserta,
merupakan tindakan yang melanggar prinsip dasar :
A. Effisiensi.
B. Transparan, adil dan non diskriminatif.
C. Terbuka dan bersaing, atau
D. Effektifitas.
49. Pemenang lelang diumumkan dan diberitahukan kepada peserta lelang dalam
waktu :
A. Paling cepat 4 (empat) hari kerja sejak surat usulan pemenang lelang.
B. Paling cepat 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat penetapan penyedia
barang/jasa.
C. Secepatnya, karena penetapan pemenangnya oleh ULP sendiri.
D. Paling cepat tujuh hari kerja sejak diterimanya surat penetapan penyedia
barang/jasa.
50. Penyampaian dokumen penawaran tidak dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
A. Dua sampul yang dimasukkan ke dalam sampul luar dikirim melalui pos.
B. Satu sampul disampaikan langsung ke kotak yang disediakan.
C. Dalam dua sampul dan disampaikan dua tahap, atau
D. Dua tahap melalui pos dalam satu sampul.
51. Apabila satu paket kegiatan memerlukan waktu pelaksanaan 11 (sebelas)
bulan, maka langkah terbaik untuk melaksanakan pengadaan adalah sebagai
berikut :
A. Menggunakan metoda penunjukan langsung untuk menghemat waktu
pengadaan.
B. Memecah menjadi 2 (dua) paket, meskipun merupakan satu kesatuan
konstruksi.
C. Memulai proses pengadaan pada awal bulan Desember sebelum DIPA/DPA
diterima, atau
D. Mengusulkan kontrak tahun jamak karena akan melampaui akhir tahun
anggaran.
52. Panitia/Pejabat yang ditetapkan oleh Pengguna Anggaran dengan tugas
memeriksa dan menerima hasil pekerjaan adalah :
A. Kuasa Pengguna Anggaran.
B. Pejabat Pengadaan.
C. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan, atau
D. Pejabat Pembuat Komitmen.
53. Dokumen penawaran pekerjaan konstruksi pembangunan gedung kantor
berlantai 4 (empat) disampaikan dengan ketentuan sbb ;
A. Dimasukkan ke dalam 2 (dua) sampul terpisah.
B. Setelah diberi sampul, dokumen administrasi dan teknis disampaikan lebih
dahulu, sedangkan dokumen harga disampaikan kemudian.
C. Dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul, atau
D. Dokumen teknis, administrasi dan kualifikasi dimasukkan dalam sampul 1
(satu), sedangkan dokumen harga ke dalam sampul 2 (dua)
54. Metoda pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi untuk pekerjaan yang
bernilai Rp. 200 juta adalah :
A. Pelelangan umum.
B. Pelelangan terbatas.
C. Pemilihan langsung, atau
D. Pelelangan sederhana.
55. Pada penyusunan dokumen pemilihan pengadaan pengadaan barang,
hal berikut ini tidak perlu dimuat :
A. Specifikasi barang yang disyaratkan.
B. Nama pabrik/industri pembuat barang.
C. Nama dan alamat instansi pemilik barang, atau
D. Tanggal pembukaan penawaran.
56. Pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang
telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya :
A. Effisien.
B. Effektif.
C. Transparan, atau
D. Terbuka.
57. Pada pengadaan jasa konsultansi di PropinsiSulawesi Barat dengan nilai pagu
Rp. 200 juta, di Propinsi tersebut tidak terdapat penyedia jasa konsultansi yang
sesuai dan mampu, media pengumuman yang tepat untuk digunakan adalah:
A. Surat kabar propinsi yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Sulawesi Barat.
B. Jejaring (web site) Pemda, papan pengumuman resmi dan portal
pengadaan nasional melalui LPSE.
C. Papan pengumuman dan TVRI setempat, atau
D. Papan pengumuman di kantor dan internet
58. Pengadaan barang/jasa harus memberikan perlakuan yang sama bagi semua
calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberikan
keuntungan kepada pihak tertentu, dengan tetap memperhatikan kepentingan
nasional, berarti :
A. Terbuka.
B. Bersaing.
C. Adil/tidak diskriminatif, atau
D. Akuntabel.
59. Ketentuan tentang pengambilan dokumen berikut yang sesuai dengan
Perpres 54 tahun 2010 adalah :
A. Daftar penyedia yang mengambil dokumen tidak diumumkan.
B. Semua pegawai perusahaan dapat mengambil dokumen.
C. Direktur utama perusahaan harus hadir sendiri waktu pengambilan dokumen,
atau
D. Daftar penyedia yang mengambil dokumen diumumkan.
60. Untuk pengadaan barang/jasa yang berkaitan dengan penggunaan teknologi
tinggi, komplek dan resiko tinggi, maka penyampaian dokumen penawaran
lebih tepat menggunakan metoda :
A. Metoda satu sampul.
B. Metoda dua sampul satu tahap.
C. Metoda dua tahap, atau
D. Metoda satu sampul dua tahap.
61. Pelaksanaan pekerjaan swakelola yang dilaksanakan oleh kelompok
masyarakat, dalam Perpres 54/2010 diatur sebagai berikut :
A. Pengadaan barang harus dibeli oleh kelompok masyarakat dari pasar
setempat.
B. Pengadaan barang yang dilakukan oleh tokoh masyarakat diberikan kepada
kelompok masyarakat.
C. Penyaluran dana dari PPK kepada kelompok masyarakat, atau
D. Pejabat pengadaannya harus PNS dari instansi yang memberikan pekerjaan.
62. Pada banyak hasil pemeriksaan oleh BPK ditemukan bahwa HPS di atas harga
pasar setempat. Terhadap pernyataan ini, mana jawaban yang paling benar ;
A. Menganggap bahwa temuan BPK tidak tepat karena BPK tidak memahami
pedoman penyusunan HPS menurut Perpres 54/2010.
B. BPK bukan ahli di bidang pengadaan barang/jasa yang diadakan, sehingga
kesalahan tersebut tidak mungkin dihindarkan.
C. Menganggap bahwa BPK hanya mencari-cari kesalahan ULP, atau
D. PPK harus menyusun HPS dengan sebanyak mungkin data/informasi.
63. Dalam menetapkan persyaratan kualifikasi, ULP dilarang untuk : Kecuali
A. Mengurangi persyaratan kualifikasi yang ditetapkan dalam Perpres 54/2010
agar peserta semakin banyak.
B. Mensyaratkan peserta hanya boleh berasal dari Propinsi lokasi kegiatan.
C. Menambah persyaratan teknis yang ditetapkan dalam Perpres 54/2010.
D. Menambah persyaratan kualifikasi berdasarkan ketentuan Undang-undang.
64. Dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan secara swakelola dengan dana
dari APBN, pembentukan ULP/PP tidak diperlukan untuk pengadaan
bahan/barang dan peralatan, apabila yang melaksanakan swakelola tersebut
adalah:
A. Kelompok masyarakat.
B. BUMN/BUMD.
C. Perguruan Tinggi Negeri.
D. Tidak ada jawaban yang benar.
65. Untuk menilai telah terpenuhinya persyaratan bahwa peserta lelang ybs tidak
masuk dalam daftar hitam, ULP perlu meminta :
A. Surat keterangan dari lembaga independen.
B. Keterangan dari pihak PPK sebelumnya.
C. Surat pernyataan salah satu asosiasi perusahaan, atau
D. Pernyataan tertulis di atas meterai dari peserta lelang ybs.
66. Karena Pemilu sudah sangat dekat, maka ULP KPU perlu segera
merencanakan hal-hal sebagai berikut :
A. Pengangkatan Pejabat Pengadaan barang/jasa.
B. Penetapan metoda pemilihan serta jadwal pelaksanaan pengadaan.
C. Mengundang penyedia untuk mengikuti pelelangan, atau
D. Pelaksanaan pelatihan dan ujian sertifikasi pengadaan
67. Apabila proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta
pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang/jasa dilakukan
setelah ybs memasukkan penawaran, maka metoda yang dilakukan adalah
A. Pengadaan langsung.
B. Pelelangan umum dengan prakualifikasi.
C. Pelelangan umum dengan pascakualifikasi, atau
D. Pelelangan terbatas.
68. Salah satu persyaratan kualifikasi bagi penyedia jasa konsultansi non
konstruksi yang diatur dalam Perpres 54/2010, kecuali :
A. Mempunyai kapasitas untuk menandatangani kontrak.
B. Tidak masuk dalam daftar hitam (black list).
C. Memiliki dukungan keuangan dari bank BPD setempat, atau
D. Memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan manajerial untuk
menyediakan layanan jasa.
69. Sanggahan banding pada pelaksanaan pengadaan barang/jasa dapat
dilakukan oleh :
A. Semua penyedia barang/jasa.
B. Penyedia yang mengajukan sanggahan dan penyedia yang kalah akibat
adanya sanggahan.
C. Lembaga Swadaya Masyarakat, atau
D. Wartawan dan masyarakat peduli pengadaan.
70. Ketentuan yang tidak perlu dicantumkan dalan dokumen pemilihan penyedia
barang/jasa adalah ;
A. Penggunaan mata uang.
B. Ketentuan mengenai persyaratan administrasi peserta lelang.
C. Ketentuan mengenai media pengumuman pengadaan, atau
D. Penggunaan bahasa Indonesia.
71. Dokumen kontrak dapat ditandatangani oleh kedua belah pihak, apabila :
A. Penyedia telah menyerahkan jaminan penawaran.
B. Penyedia menyerahkan jaminan pelaksanaan setelah menerima SPPBJ.
C. Pengumuman pemenang telah dilaksanakan, atau
D. Penyedia telah menyetujui isi dokumen kontrak.
72. Sesuai dengan ketentuan, maka dokumen pemilihan penyedia jasa
konsultansi harus memenuhi hal-hal sebagai berikut, kecuali :
A. Disusun dan ditetapkan oleh ULP.
B. Memuat ketentuan tentang alih teknologi dari tenaga ahli ke pihak pengguna.
C. Mencantumkan ketentuan tentang tata cara pembayaran, atau
D. Memuat data kualifikasi tenaga ahli yang akan ditugaskan
73. Tanggal dimulainya pelaksanaan kontrak (termasuk SPK) dapat dilihat pada :
A. Tanggal kontrak.
B. Tanggal Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
C. Tanggal kontrak atau berdasarkan SPMK.
D. Tanggal jaminan pelaksanaan.
74. Pada pengumuman di surat kabar nasional untuk pencetakan surat suara
pemilu DPR dapat dicantumkan persyaratan sebagai berikut :
A. Daftar perusahaan percetakan yang dinilai mampu.
B. Nilai minimal jaminan penawaran.
C. Nama calon anggota DPR yang mengikuti pemilu, atau
D. Memiliki peralatan cetak dengan kecepatan tinggi.
75. Dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan secara swakelola dengan
dana dari APBN, pembentukan Unit Layanan Pengadaan tidak diperlukan untuk
pengadaan bahan/barang dan peralatan apabila yang melaksanakan pekerjaan
swakelola tersebut adalah :
A. Kelompok masyarakat.
B. BUMN/BUMD.
C. Perguruan Tinggi Negeri, atau
D. Tidak ada jawaban yang benar.
76. Pengumuman yang baik tidak memuat hal-hal berikut :
A. Alamat rumah Pejabat Pembuat Komitmen.
B. Nama instansi dan nama paket kegiatan.
C. Alamat ULP dan jadwal pengadaan, atau
D. Persyaratan pokok penyedia barang/jasa yang dapat mengikuti pengadaan.
77. Besaran nominal jaminan penawaran ditetapkan oleh :
A. Pengguna Anggaran.
B. Pejabat Pembuat Komitmen.
C. ULP/Pejabat Pengadaan, atau
D. Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
78. Pemenang seleksi penunjukan langsung untuk pekerjaan jasa konsultansi
dengan nilai di atas Rp. 100 milyar ditetapkan oleh :
A. Pengguna Anggaran.
B. Pejabat Pembuat Komitmen.
C. Pejabat Pengadaan, atau
D. Bukan salah satu di atas.
79. Usulan perubahan paket pekerjaan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan
oleh :
A. Pengguna Anggaran.
B. Pejabat Pembuat Komitmen.
C. Pejabat Pengadaan, atau
D. Bukan salah satu di atas.
80. Wewenang menandatangani kontrak pengadaan barang/jasa ada pada :
A. Pengguna Anggaran .
B. Pejabat Pembuat Komitmen.
C. Pejabat Pengadaan, atau
D. Bukan salah satu di atas.

BAGIAN III

KASUS

81. Pada survey pasar untuk penyusunan HPS pengadaan 50 jenis peralatan
teknologi informasi (IT), ULP mendapatkan hasil survey pasar semua harga per
jenis peralatan mengalami kenaikan mencapai 50 % (lima puluh persen) dari
harga yang ditetapkan dalam pagu anggaran, karena peralatan tersebut
semuanya diimpor sehingga terpengaruh fluktuasi nilai US $. Menurut Saudara,
tindakan yang paling benar dalam menghadapi permasalahan tersebut adalah :
A. Memutuskan untuk langsung melaksanakan proses pengadaan.
B. Meminta petunjuk kepada pimpinan instansinya.
C. Meminta kepada Pengguna Anggaran untuk menunda proses pelelangan
dan merevisi dokumen anggaran untuk menambah dana atau merevisi
volume/specifikasi teknis peralatan tersebut.
D. Membatalkan proses pelelangan.
82. Dinas Pendidikan di Kalimantan Barat menyatukan 100 (seratus) paket
pengadaan mebel dan alat peraga untuk digunakan di 500 (lima ratus) Sekolah
Dasar di seluruh Kalimantan Barat menjadi 1 (satu) paket pekerjaan dengan
nilai Rp. 3.000.000,- (tiga milyar). Bagaimana pendapat Saudara atas tindakan
tersebut ?
A. Menyatukan 100 paket menjadi 1 paket pengadaan dibenarkan.
B. Penyatuan paket itu dibenarkan, karena dinilai tidak merugikan pengusaha
kecil.
C. Penyatuan paket itu tidak dibenarkan karena melanggar Perpres 54/2010.
D. Pemaketan tersebut dibenarkan karena dinilai effisien dan ekonomis.
83. Anggota kelompok kerja ULP di suatu Kabupaten mengundurkan diri karena
dalam proses pengadaan harus mengikuti kemauan Kepala Dinas selaku
Pengguna Anggaran yang menyimpang dari ketentuan Perpres 54/2010.
Bagaimana pendapat Saudara terhadap kasus tersebut ?
A. Akan menghambat pelaksanaan program dinas.
B. Tidak perlu mengundurkan diri, karena yang bertanggung jawab adalah kepala
dinas itu.
C. Keputusan itu tepat karena upaya kelompok kerja untuk mematuhi peraturan
diabaikan oleh kepala dinas itu, atau
D. Sebagai anggota pokja ULP tidak perlu mengundurkan diri karena ULP tidak
dibawah kepala dinas.
84. Badan Diklat propinsi A akan melakukan suatu kegiatan pelatihan penyuluhan
pertanian yang diikuti oleh 100 (seratus) orang peserta selama 3 (tiga) hari
kerja. Kegiatan itu direncanakan akan dilaksanakan dengan cara swakelola.
Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan rencana anggaran biaya (RAB) kegiatan
pelatihan telah ditetapkan oleh PPK. Dalam RAB terdapat beberapa sub
kegiatan, yaitu :
1) Honor nara sumber 3 orang x 8 jam x Rp. 300.000,- = Rp. 7.200.000,-
2) Honor panitia penyelenggara 7 orang x Rp. 500.000,- = Rp. 3.500.000,-
3) Transport peserta 100 orang x Rp. 300.000,- = Rp. 30.000.000,-
4) Sewa tempat, akomodasi dan konsumsi para peserta :
1 paket x Rp. 120.000.000,- = Rp.120.000.000,-
5) Penggandaan modul pelatihan :
100 paket x Rp. 50.000,- = Rp. 5.000.000,-
6) Tas dan perlengkapan pelatihan bagi par peserta :
100 paket x Rp. 100.000,- = Rp 10.000.000,-
Dari RAB kegiatan pelatihan tersebut, bagaimana perencanaan pengadaan
barang/jasa untuk kegiatan itu ?
A. Biaya honor dan transportasi dilaksanakan dengan cara swakelola, sedangkan
sewa tempat, akomodasi dan konsumsi peserta, penggandaan modul,
pengadaan tas dan perlengkapan dilaksanakan dengan cara penunjukan
langsung.
B. Biaya honor dan transportasi dilaksanakan dengan cara swakelola, sedangkan
sewa tempat, akomodasi dan konsumsi peserta, penggandaan modul,
pengadaan tas dan perlengkapan dilaksanakan dengan cara penunjukan
langsung.
C. Biaya honor dan transportasi dilaksanakan dengan cara swakelola,
sedangkan sewa tempat, akomodasi dan konsumsi dengan cara penunjukan
langsung, paket penggandaan modul, serta paket pengadaan tas dan
perlengkapan dilakukan dengan cara pengadaan langsung.
D. Biaya honor dan transportasi, sewa tempat, akomodasi dan konsumsi dengan
cara penunjukan langsung, paket penggandaan modul serta paket pengadaan
tas dan perlengkapan, dilakukan dengan cara pengadaan langsung .
85. Pengadaan obat untuk menjamin ketersediaan yang jenis dan harganya telah
ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, dilaksanakan dengan metoda pemilihan
sebagai berikut ;
A. Pelelangan terbatas dengan kontrak harga satuan setiap triwulan.
B. Penunjukan langsung dengan kontrak harga satuan.
C. Pelelangan umum dengan kontrak harga satuan setiap bulan sesuai dengan
anggaran, atau
D. Pelelangan umum dengan kontrak harga satuan untuk setahun.
86. ULP di suatu kabupaten mendapat arahan dari Bupati untuk memberikan
daftar peserta pengadaan kepada pimpinan asosiasi. Kemudian ULP diminta
Bupati memenangkan salah satu penyedia dengan alasan untuk membayar
hutang Pemerintah Daerah kepada penyedia tersebut. Langkah apa sebaiknya
yang diambil oleh ULP tersebut ?
A. Meminta kompensasi dari penyedia yang dimenangkan.
B. Tidak melaksanakan arahan dan menjelaskan bahwa hal tersebut
melanggar peraturan yang berlaku.
C. Sebagai Staf yang baik akan melaksanakan arahan dari atasan, atau
D. Mengikuti arahan tersebut, asalkan dibuat atau diperintah secara tertulis.
87. Pengguna Anggaran akan melakukan pekerjaan renovasi gedung kantor
senilai Rp. 2,75 milyar dengan sumber dana dari APBD-P pada bulan
Nopember. Pelaksanaan pekerjaan diperkirakan selama 3 bulan. Terhadap
kasus tersebut, tindakan yang dilakukan adalah :
A. Melaksanakan pengadaan dengan penunjukan langsung kepada satu penyedia
yang mempunyai reputasi baik, mengingat waktu yang mendesak.
B. Meminta ijin kepada Kepala Daerah untuk melakukan penunjukan langsung.
C. Meminta ijin kepada Kepala Daerah agar kontrak dapat berlaku sampai
dengan tahun berikutnya dan proses pemilihan penyedia dilakukan dengan
pelelangan umum.
D. Melakukan pelelangan umum dan pada akhir tahun anggaran dibuat berita
acara penyelesaian seluruh anggaran.
88. Instansi A akan melakukan pembangunan 2 (dua) gedung kantor di mana
posisi kedua kantor tersebut berseberangan jalan. Untuk efisiensi kedua
gedung kantor tersebut akan dihubungkan dengn satu fly over. Pengadaan
konsultan perencana dan pengawas sudah pada tahap proses seleksi. Total
nilai pembangunan tersebut, antara lain :
1. Perencanaan pembangunan Rp. 3 milyar
2. Pembangunan 2 kantor Rp. 80 milyar
3. Pembangunan fly over Rp. 7,5 milyar
4. Pengawas bangunan Rp. 3,5 milyar
Waktu pelaksanaan keseluruhan pembangunan tersebut diperkirakan
selesai selama 15 bulan. Menurut Saudara bagaimana cara pemaketan,
metoda pemilihan, serta jenis kontrak yang paling tepat digunakan khusus
untuk pengadaan pembangunan di atas ?
A. Pengadaan dijadikan satu paket saja dengan metoda pelelangan
umum, prakualifikasi dan kontraknya tahun jamak.
B. Pengadaan dipecah menjadi 2 paket, yaitu :
1. Paket pembangunan 2 gedung dan
2. Paket pembangunan fly over, sedangkan metoda pengadaan untuk kedua
paket tersebut menggunakan pelelangan umum pascakualifikasi dan
menggunakan kontrak tahun jamak
C. Pengadaan dipecah menjadi 3 paket, yaitu :
1. Paket pembangunan gedung 1
2. Paket pembangunan gedung 2
3. Paket pembangunan fly over, sedangkan metoda pengadaan untuk ketiga
paket tersebut menggunakan pelelangan umum pascakualifikai dan
menggunakan kontrak tahun jamak
D. Pengadaan dipecah menjadi 3 paket, yaitu :
1. Paket pembangunan gedung 1
2. Paket pembangunan gedung 2, dan
3. Paket pembangunan fly over, sedangkan metoda pengadaan untuk ketiga
paket tersebut menggunakan pelelangan umum prakualifikasi dan
menggunakan kontrak tahun tunggal
89. Pemerintah Kabupaten Antah Berantah mempunyai kegiatan kajian dan
penyusunan Master Plan pembangunan ekonomi daerah. Universitas Negeri
Insan Cendekia (UNIC) berminat melaksanakan kegiatan tersebut. Langkah apa
yang sebaiknya diambil oleh Pejabat yang berwenang ?
A. Menunjuk UNIC untuk melaksanakan kegiatan secara swakelola dan dibuat
kontrak antara PPK dengan UNIC sesuai dengan penawaran UNIC.
B. Apabila UNIC setuju dengan Kerangka Acuan Kerja, jadwal dan rencana
anggaran biaya kegiatan tersebut, dapat dibuat kontrak antara PPK dengan
UNIC.
C. Melakukan proses seleksi dengan mengumumkan di surat kabar.
D. Menunjuk UNIC secara swakelola dengan menyesuaikan RAB dan Kerangka
Acuan Kerja sesuai penawaran UNIC.
90. Proyek pembangunan gedung hotel bertingkat 20 yang dilengkapi dengan
fasilitas hotel berbintang 5 akan dilaksanakan di kota Y. Hotel akan dibangun di
lokasi strategis yang dapat dijangkau dari beberapa daerah. Persyaratan
kualifikasi yang paling tepat untuk pekerjaan pembangunan antara lain :
A. Mempunyai KD minimal sama dengan HPS, mempunyai tenaga ahli dan
peralatan yang sesuai dengan persyaratan pekerjaan.
B. Untuk penyedia yang berkonsorsium mempunyai KD gabungan minimal sama
dengan HPS, mempunyai tenaga ahli dan peralatan yang sesuai syarat.
C. Minimal mempunyai pengalaman membangun gedung yang sama.
D. Untuk perusahaan yang baru berdiri, mempunyai ijin usaha jasa konstruksi.