Anda di halaman 1dari 29

PANDUAN PELAYANAN

TRANSFUSI DARAH

RSUD Dr. H. ISHAK UMARELLA


PEMERINTAH DAERAH
PROVINSI MALUKU
2018
DAFTAR ISI

BAB I
DEFINISI ………………………………………………………………..…..1
BAB II
RUANG LINGKUP……………………………………………………..…...8
BAB III
TATALAKSANA………………………………………………………..…..9
BAB III
DOKUMENTASI…………………..………………………………………..20
BAB I

DEFINISI

A. Latar Belakang

Transfusi darah merupakan salah satu pelayanan kesehatan. Transfusi drah merupakan sala
Penggunanaan darah yang tepat, rasional dengan pengamanan yang baik sangat bermanfaat untuk
memperbaiki kesehatan. Tindakan transfusi bukanlah tindakan medis tanpa resiko. Berbagai
HIV,hepatitis dan lain – lain,dapat di tularkan lewat tranfusi darah Disamping itu komplikasi d
dapat terjadi selama dan sesudah pemberian tranfusi darah.
Oleh karna itu keamanan dan efektivitas tranfusi darah bergantung pada pasokan darah yan
terjangkau baik dari sudut jarak maupun biaya dan merata secara nasional, dan penggunaan klinis d
rasional dan atas indikasi klinis.

Kualitas dan keamanan darah maupun produk darah harus dijamin selama proses penyedia
donor darah sampai penyampaiannya kepada penderita
B. Definisi

Pelayanan tranfusi darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang terdiri dari serangkaian keg
dan pelesterian donor, pengambilan, pengamanan, pengolahan, penyimpanan darah dan tindak
kepada resepien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

Setiap kegiatan pelayanan tranfusi darah harus di kerjakan sesuai standar karna keselaha
langkah kegiatan tersebut akan berakibat fatal bagi resepien, dan juga dapat membahayakan
kesehatan yang melaksanakan rangkaian kegiatan distribusi darah sampai ke pasien / resepien haru
tertutup dan rantai dingin yaitu hanya dilakukan oleh petugas dengan menggunakan peralatan kh
standar.

C. Proses penyediaan darah

Pelayanan tranfusi darah di mulai dengan melakukan pengerahan calon donor yaitu meng
bersedia jadi pendonor darah. Setelah identitas pendonor di catat selanjutnya dilakukan sele
mendapatkan donor darah sukarela dengan resiko rendah. Seleksi dilakukan melalui anamesis d
pendonor serta menentukan bahwa calon donor bukan dari golongan resiko tinggi mengidap pen
tularkan melalui tranfusi darah maupun penyakit-penyakit yang dapat membahayakan pendonor bi
dengan pemeriksaan fisik oleh petugas kesehatan atau dokter serta pemeriksaan kadar hemoglob
pada saat itu dan siap mendonorkan darahnya maka dilakukan pengambilan darah donor dan ditam
yang sesuai.

Kebutuhan (single, double, triple, quardriple bag) sebanyak 250/350 cc dan sebagian (5-1
kecil sebagai sample darah untuk pengecekan golongan darah , resus, dan uji saring infeksi peny
darh yaitu: sefilis, hepatitis b hepatitis C, HIV, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Untuk daerah prevel
ditambah dengan pemeriksaan malaria darah. Kantong darah dan tabung di beri kode khus
pemeriksaan dilakukan terhadap sample darah kantong darah di karantina setelah hasil pemeriksaa
dilakukan pencatatan dan tindak lanjut terhadap kantong darah yaitu memusnahkan bila hasil uji
atau dilakukan pemisahan komponen bila non reaktif.
Kantong darah yang dinyatakan non reaktif terhadap penyaki IMLTD (penyakit men
tersebut baik dalam bentuk komponen ataupun masih dalam bentuk whole blood setiap did
penyimpanan sementara di UTD sebelum di distribusikan ke BDRS. Penyampaian darah ke rumah
petugas UTD atau BDRS dengn menggunakan cool box penyerahan darah yang telah aman dari U
standar dan dilengkapi dengan berita acara penyerahan.

D. Prosedur tranfusi darah aman

Proses yang terjadi di rumah sakit adalah dimulai dari penentuan indikasi yang tepat oleh do
komponen darah yang di butuhkan

Dokter akan mengisi formulir permintaan darah yang telah disiapkan oleh rumah sakit denga
BDRS disertai dengan sample darah resipien yang terbaru selanjutnya petugas BDRS akan melakuk
darah (ABO dan rhesus) resepien dan pemeriksaan konfirmasi golongan darah pada kantong dar
stock. Selanjutnya dilakukan uji silang serasi antara darah resipien dan darah dari kantong darah
darah yang kompatibel di serahkan petugas BDRS kepada perawat bangsal dengan memperhati
darah (darah di jaga selalu berada di suhu 4 ) disertai formulir laporan yang harus di kem
tindakan medis selesai dilakukan.

Kantong darah yang dinyatakan kompetibel tersebut diserah kepada perawat yang di be
tindakan tranfusi darah pada resipien di bawah pengawasan dokter perawat ruangan harus mela
tranfusi minimal 15 menit pertama. Pada setiap kantong darah yang di tranfusikan bila terjadi reaks
dilakukan penanganan sesuai standar pelaporan kepada BDRS sebagai feedback berkala unit BD
reaksi tranfusi ke UTD pengiriman sebagai feedback.

Di RS Bhayangkara Lumajang belum tersedia UTD (Unit Tranfusi darah) dan BDRS (B
tetapi pada saat pasien akan dilakukan transfusi darah di Di RS Bhayangkara Lumajang format st
PMI disertai dengan sampel darah resipen terbaru di bawa oleh perawat/petugas Rumah Sakit Bh
setelah dilakukan pengecekan di PMI dan darah yang dibutuhkan cocok dengan pasien, petugas P
darah yang disediakan di ruangan dengan suhu (4-2°c) akan membawa darah tersebut ke rua
Lumajang sesuai dengan formulir permintaan dan perawat/petugas Rumah Sakit Bhayangkara Lu
keadaan darah dan kantong darah saat serah terima dibawa ke Rumah Sakit.
Pre transfusi, pada saat transfuse dan post transfusi pasien dilakukanpengukuran suhu tu
tekanan darah serta pemeriksaan laboratorium. Pemberian darah ke pasien dilakukan 30 menit set
darah dan melakukan transfusi darah tidak lebih dari 2 jam pada saat darah keluar dari box darah.

E. Pelayanan tranfusi darah dengan system distribusi tertutup

Pelayanan darah yang berkualitas adalah pelayanan darah dengan system distribusi tertutup den
sesuai standar yaitu pelayanan yang dilakukan seluruhnya oleh petugas kesehatan dan UTD den
penyimpanan darah saat didistribusikan. Pada system distribusi tertutup keluarga pasien tidak
pelaksana distribusi.

F. Metoda rantai dingin darah

Rantai dingin darah adalah suatu system pemeliharaan suhu darah dan komponen darah dari
donor sampai pemberian darah ke resepien.sistem ini penting untuk menjaga semua fungsi darah dan

1. Dua factor yang berperan penting pada rantai dingin darah adalah:

a. Orang yang bertanggung jawab mengatur serta melaksanakan proses penyimpanan dan dis
komponen darah.
b. Peralatan penyimpanan dan pendistribusian darah serta plasma secara aman.
2. Alur rantai dingin darah terdiri atas:
Donor darah, petugas, refrigator darah/ peralatan untuk tranportasi darah dan komponen darah
3. Rantai dingin darah dari BDRS ke bangsal.
a. Dari BDRS ke bangsal harus menggunakan transport box yang terjaga suhu simpan masing- ma
b. Perhatikan suhu lingkungan dan kelembaban
c. Perhatikan cara:

1) Menyusun darah
2) Meletakan ice pack
3) transfusi pasien dilakukanpengukuran suhu tubuh, nadi, respirasi, dan tekanan darah serta p
4) Untuk mengurangi kesalahan dapat dibuat nama masing-masing bangsal.

G. Reaksi tranfusi

Meskipun transfusi darah dapat menyelamatkan jiwa, namun tindakan ini bukan tanpa risiko
risiko utama transfusi darah, tetapi kini hal itu semakin sangat langka terjadi karena pengujian ya
donor. Sebaliknya, reaksi transfusi dan masalah diluar infeksi menjadi masalah yang paling umum.

Bila Anda melakukan transfusi, maka perlu segera memberitahu perawat Anda bila melihat
diri Anda, misalnya seperti gatal-gatal, menggigil, sakit kepala, dada atau nyeri punggung, mual, p
atau masalah lainnya. Berikut ini reaksi dan resiko yang mungkin timbul akibat tranfusi darah:

1. Reaksi pyrogenik

Dapat timbul selama atau setelah tranfusi. Reaksi khas peningkatan temperature 38 -40
menggigil, kemerahan atau kegelisahan. Jika tranfusi dihentikan reaksi dan kegelisahahn akan h

2. Reaksi alergi

Reaksi alergi biasanya karena adanya reaksi antigen antibody. Terdapat 3 tipe reaksi al
a. Anafilaksis
1) Gejala syok dengan atau tanpa pireksia.
2) Dapat terjadi kegagalan sirkulasi primer akut,nadi cepat,tekanan darah turu
b. Urtikaria
1) Reaksi alergi umum.
2) Reaksi yang berat dapat timbul asthma,peningkatan temperature,
menggigil, sakit kepala, nausea, muntah dan pernapasan berat.
c. Pireksia.
Pireksia adalah peningkatan suhu tubuh diatas 41°C, Pireksia sulitdibedakan deng

3. Circulatory overloada.

a. Reaksi ini terjadi karena muatan sirkulasi yang berlebih ,setelah pemberi
terutama karena tambahan cairan koloid dan seluler.
b. Terjadi terutama pada penderita asthma,kelainan jantung,atau degenerasi pemb

4. Reaksi hemolitik
a. Reaksi terjadi setelah tranfusi darah inkompatibel.
b. Diakibatkan oleh tranfusi darah yang sudah hemolisis invitro.

- Intra vascular hemolisis ,berakibat hemolisis sel – sel darah merah dalam
ikterik dan hemoglobinaemia.Kebanyakan reaksi ini berakibat fatal akibat pe
atau gagal ginjal.

-Ekstra vascular hemolisis

Reaksi fatal jarang terjadi.keadaan ini kadang – kadang berakibat penurun


hemoglobin pasien ,sering terjadi setelah 10 hari sesudah tranfusi.

5. Reaksi karena darah yang terkontaminasi


- 1% darahyang diambil terkontaminasi.

- Organisme biasan ya tidak pathogen dan dihancurkan oleh system retikuloendo

- Darah menjadi bahaya bila organism bermultiplikasi dalam waktu antara penga

- Darah jangan di biarkan dalam suhu kamar.

- Reaksi yang berat kenaikan suhu tubuh sampai 42 ,gangguan sirkulasi p


cepat.

- Pada pasien sadar akan merasa panas di dada ,sepanjang vena dari daerah tem
6. Intoksitasi citratea.
a. Reaksi tranfusi karna penggumpalan citrate dalam darah dan penguranga
b. b. Citrat diexsresikan oleh ginjal dan dimetabolisme dalam liver.
c. c. Bisa terjadi gagal jantung
7. Hypotermi

Hipotermi adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untukpengaturan


tekanan suhu dingin, suhu manusiamampu mengatur suhu pada zona termonetra
padapasien yangdilakukan transfusi darah yang masih dingin dapat menurunkan t
33°C hipotermi dapat menyebabkan asidosis metabolik

H. Pemeriksaan laboratorium pada reaksi tranfusi

Semua reaksi tranfusi harus dilaporkan dan di selidiki segera setelah reaksi tranfusi t
penyebab nya.
Bila ada reaksi tranfusi penting untuk:

1. Tranfusi di hentikan
2. Beri tahu dokter yang bersangkutan.
3. Sampel telah diambil untuk di periksa di laboratorium.
4. Catat jenis reaksi yang terjadi

5. Lakukan pemeriksaan ulang atas semua catatan untuk memastikan ada tidak nya ke
pemasukan data atau tertukarnya sampel.
BAB II

RUANG LINGKUP

Institusi dan unsur yang berperan dalam pelayanan tranfusi darah

Unsur-unsur yang berperan dalam pelayanan tranfusi darah mencakup :


1. pemerintah pusat dan daerah (Depkes dan Dinkes) ,
2. UTD (Unit Transfusi Darah)
3. PMI/Pemda,
4. masyarakat.

Masing- masing unsur saling berkoordinasi aktif dalam menghasilkan pelayanan darah yang aman dan b
BAB III

TATALAKSANA

Penanganan, penggunaan, pemberian darah dan komponen darah

A. Pengertian

Darah inkompatibel adalah darah resipien yang uji silang serasi memberikan hasil ketidakc
dengan demikian darah donor tidak dapat di tranfusikan. Apabila tidak mampu melak
UTD/BDRS harus merujuk ke UTD yang mampu melakukan pemeriksaan lanjutan.

Hal-hal yang dapat menyebabkan reaksi inkompatibel antara lain :

1. Kesalahan dalam menetapkan golongan darah.

Kesalahan sering terjadi dalam pemeriksaan golongan darah dengan hasil po


karena:
a. Teknik kerja tidak sesuai SOP
b. Kondisi reagenasia dan sel uji ABO yang tidak memenuhi persyaratan.
c. Masalah pada kondisi sel darah merah specimen yng didapat dari resepien de
1) Pasca tranfusi darah dan atau transplantasi susum tulang .
2) Antigen lemah.
3) Penyakit leukemia atau keganasan lainya.
4) Kosentrasi serum protein yang tidak normal.
5) Wharton jelly.
6) Kosentrasi subtansi A dan B yang tinggi dalam serum.

7) Anti bodi yang reaktif pada suhu dingin.d. Masalah pada kondisi seru
dari resepiendengan kondisi:
a) Gumpalan fibrin.
b) Kosentrasi protein yang abnormal.
c) Terdapatnya anti bodi selain anti -A dan anti-B.
d) Bahan pengencer sebagai pengawet sel A dan B mengandungantib
e) Kadar imunoglobin yang rendah.
f) Darah bayi usia <4-6 bulan tidak terlihat serum typing.
g) Titer komplemen yang tinggi pada anti –A dan –B
h) Transplantasi dengan ABO berbeda.
2. Pemeriksaan lanjutan pada ketidakcocokan golongan darah ABO:
a. Pemeriksaan ulang dengan memakai sampel darah yang baru.
Serum harus mengandung komplemen, sehingga anti bodi yang mengikat komp

b. Lakukan pemeriksaan darah dengan teknik pre warmed (pemanasan 37 ) unt


haemolitik anemia tipe dingin .
c. Lakukan pemeriksaan DCT.
3. Uji silang dapat memberikan hasil negative palsu, oleh karna itu:
a. NaCL 0,9% harus bersih, jernih, tidak berwarna dan tidak terkontaminasi deng
b. Suhu incubator harus 37 .
c. Waktu inkubasi harus tepat.
d. Pencucian sel darah merah harus bersih.
e. Hasil negative harus di control dengan menggunakan coombscontrolcells.
4. Uji silang dapat memeberikan hasil positif (ikompatibel) karna:
a. Antibody inkomplit.
b. Autoantibody dalam serum pasien.
c. Antibody yang tidak termasuk dalam sietem golongan darah.
d. Tidak ditemukan kelainan immunologi dalam serum.

Langkah lanjutan bila di dapatkan hasil darah inkompatibel:

1. Inkompatibel pada mayor.Darah donor tidak dapat diberikan pada pasien. La


skrining dan identifikasi antibody terhadap darah pasien biladidapatkan ireguler
pada serum pasien maka dapatdicarikan darah donor yang tidak melawan antibody
2. Inkompetibel pada minor.

Dalam keadaan daruran pasien dapat di berikan darah donor berupa packed red
negative.
3. Pada pasien penderita AHIHA tipe hangat, hasil uji silang serasi selalu inkompetib

Dalam keadaan mendesak dapat diberikan darah donor yang hasil reaksi uji silan
pada mayor dan minor yang hasil uji reaksinya lebih lemah di bandingkan reaksi se

Dalam pemberian tranfusi harus hati-hati ada reksi allo antibody yang tidak terde
skrining dan identifikasi antibody, oleh karena itu pemberian tranfusi harus di ba
kadar HB pasien pasca tranfusi tidak boleh melebihi 8 gr/dl.

4. Pada pasien penderita AIHA tipe dingin tranfusi umumna tidak diperlukan. D
tranfusi dapat di berika dengan cara darah sebelum tranfusi di hangatkan terleb
merah donor tidak di sensitiasi atau di rusak oleh auto antibody penderita, pemberi

tranfusi harus dibawah pengawasan dokter, washed red cells tidak dianjurkan
darah donor tidak aktif lagi setelah penambahan stabilisator ACD-A.

B. Penggunaan, pemberian darah, dan komponen darah.


Penggunaan, pemberian darah, dan kompenen darah hanya dilakukanapabial ada
komponen darah yang di butuhkan dalam jumlah dan waktu yang tepat.
Penentuan jenis pengolahan darah yag akan ditranfusikan kepada pasien haruslah ata
menanganipasien denga memperhatikan rasionalitas pemakain darah

C Indikasi pemberian transfusi darah


1. Kehilangan darah akut,bila 20% -30% total volume darah yang hilang danperdarahan masih ter
2. Anemia berat.
3. Syock septic

4. Memberikan plasma dan trombosit sebagai tambahan factor pembekuan,karena komponen da


ada.
5. Tranfusi tukar pada neonatus dengan ikterus berat

D. Tranfusi sel darah merah


1. Tranfusi sel darah merah diindikasikan pada kadar HB <7 gr/dl,terutama pada anemia akut, bil
ada terapi spesifik lainya yang lebih tepat, batas kadar HB yang lebih rendah dapat diterima m
autoimmune dapat terapi dengan steroid.

2. Tranfusi sel darah merah dapat dilakukan pada kadar HB 7-10 gr/dl apabila ditemukan t
hipoksemia yang ditemukan secara klinis misalnya penurunan kesadaran dan laboratorium.

3. Tranfusi di lakukan bila kadar HB >10 gr/dl kecuali ada indikasi tertentu misalnya penyaki yan
oksigen lebih tinggi contoh penyakit paru obstruksi kronik berat dan penyakit jantung iskemik b
4. Tranfusi pada neonatus dengan gejala hipoksia di lakukan pada kadar HB <11gr/dl bila tidak
ini dpat di turunkan hingga 7gr/dl contoh anemia pada bayi premature jika terdapat penyakit ja
sedang membutuhkan sumplementasi oksigen batas untuk memeberikan tranfusi darah HB <13

E. Tranfusi trombosit.

1. Pengobatan pada perdarahan akibat trombositopenia dengan hitungan


2. Untuk mengobati perdarahan secara cepat akibat gangguan hemotatis yang mengacam jiwa

3. Untuk mengobati perdarahan akibat gangguan koagulasi pasca tranfusi massif atau bypa
dengan penyakit hati.

F. Transfusi plasma segar beku (fresh frozen plasma FFP)


1. Mengganti defesiensi factor koagulasi dan factor inhibitor koagulasi baik yangdidapat atau
kosentrat factor spesifik atau dalmbentuk kombinasi
2. Untuk mengobati perdarahan secara cepat akibat gangguan hemotatis yangmengacam jiwa pada

3. Untuk mengobati perdarahan akibat gangguan koagulasi pasca tranfusi massifatau bypass jantu
penyakit hati.

G. Komponen Darah

Pengertian komponen darah adalah Bagian darah yang dipisahkan dengan cara fisik / mekanik.
Macam –macam komponen darah:
1. Komponen Seluler
a. Darah merah pekat (packed red cells PRC) Darah merah pekat miskin leukosit
b. Trombosit pekat(platelet consentrate)
- Trombosit pekat multi donor
- Trombosit pekat tunggal
c. Leucosit pekat
2. Komponen non seluler
3. Plasma
a. Plasma donor tunggal (liquid plasma)
b. Plasma segar beku (fresh frozen plasma)
4. Kriopresipitat
MACAM-MACAM DERIVATE PLASMA :
1. Albumin
2. Imunoglobulin
3. Faktor VIII pekat
4. Faktor IX pekat

DARAH LENGKAP
1. Isi utamaeritrosit
2. Pada darah lengkap segar tronbosit dan factor pembekuan labil
3. Volume tergantung volume kantong darah
4. Yang di pakai 250 ml,350ml,450 ml.
5. Suhu simpan 4° ± 2
6. Lama simpan 21-42 hari
7. Guna nya meningkatkan eritrosit
8. Seleksi dan layanan darah tranfusi
9. *Gol ABO spesifik (cocok serasidengan darah resepien)
10. *RH (+) untuk resepien RH (+)
11. *RH (-) untuk resepien RH (-)

DARAH MERAH PEKAT


1. Isi utama eritrosit
2. Volume tergantung pada volume kantong darah yang di pakai 150- 350 ml.
3. Gunanya meningkatkan eritrosit volume lebih kecil
4. Suhu simpan 4 ° ± 2℃
5. Lama simpan 21-42 hari.
6. Seleksi dan layanan darah
7. *Gol ABO spesifik (cocok serasi dengan darah resepien)
8. *RH(+) untuk resepien RH(+)
9. *RH (-) untuk resepien RH (-)

TROMBOSIT PEKAT
1. Isi utama trombosit 5x 1010 dari darah lengkap,a da beberapa leucosit,eritrosit ,dan sedikit plasm
2. Volume 50 ml dengan cara pemutaran darah lengkap segar,150-400mldengan trombaferetis.
3. Suhu simpan 22° ± 2℃
4. Lama simpan 5 hari.
5. Guna nya meningkatkan trombosiT
6. Seleksi dan layanan darah plasma gol ABO yang ssesuai dengan sel darahresepien atau sama go

LEUkOSIT PEKAT
1. Isi utama granulosit
2. Suhu simpan 22° ± 2℃
3. Lama simpan segera tranfusi
4. Gunanya meningkatkan granulosit
5. Seleksi dan layanan darah sel darah merahnya sesuai golongan ABO dengan plasma resepien

PLASMA DONOR TUNGGAL

1. Isi utama plasma ,mengandung factor pembekuan stabil dan protein plasma.
2. Volume 150-220 ml,tergantung volume kantong yang di pakai
3. Ada 2 macam plasma cair dan plasma beku
4. Suhu simpan 4° ± 2℃ cair ,beku <-18 c
5. Lama simpan 26-47 hari cair, 5 hari beku.
6. Guna nya meningkatkan volume darah.
7. Seleksi dan layanan darah sesuai gol ABO nya dengan sel darah merah resepien /sama golABO
8. Komponen beku di cairkan dengan suhu ≤ 37℃

PLASMA SEGAR BEKU


1. Isi utama factor pembekuan labil walaupun mengandung factor pembekuanstabil dan protein pl
2. Volume 150-220 ml tergantung volume kantong darah yang di pakai.
3. Suhu simpan≤ −18℃
4. Guna nya meningkatkan factor pembekuan labi
5. Seleksi dan layanan darah sesuai gol ABO nya dengan sel darah merahresepien /sama golABO
6. Komponen beku dicairkan dengan suhu ≤ 37℃

KRIOPRESIPITAT
1. Isi utama :
a) factor pembekuan 80 %
b) factor pembekuan XIII 30%
c) faktor non willbrande 40-70%
d) fibrinogen 250 mg
2. Suhu simpan≤ −18℃
3. Lama simpan 1 tahun
4. Gunanya meningkatkan factor VIII,XIII, FNW, fibrinogen.
5. Seleksi dan layanan darah sesuai gol ABO nya dengan sel darah merah resipien /sama golongan A
6. Komponen beku di cairkan dengan suhu ≤ 37℃
1. PEMBERIAN KOMPONEN DARAH

1. Tranfusi sel darah merah (darah lengkap,darah merah pekat,DMP miskin leucosit,darah lengka
a. Dibawa dari bank darah ke ruangan rawat dengan kotak kemas darah yang dapat menjaga s
b. Periksa keadaan kantong darah dan keadaan darah.
c. Berikan dalam waktu 30’ setelah dikeluarkan dari refrigerator.
d. Tidak perlu di hangatkan

2. Tranfusi trombosita.
a. Dibawa dari bank darah ke ruang rawat inap dengan kotak kemas darahyang dapat menjaga
b. Periksa keadaan kantong darah dan keadaan komponen di dalam .
c. Berikan segera setelah dikeluarkan dari penyimpanan.
d. Tranfusi tidak lebih dari 20

3. Tranfusi plasma segar beku(FFP)


a. Dicairkan di bank darah
b. Dibawa dari bank darah ke ruangrawat dengan kotak kemas darah yangdapat
c. menyimpansuhu 4° ± 2℃
d. Periksa keaadaan kantong darah dan keadaan komponen darahdidalamnya
e. Berikan segera setelah dicairkan di bank darah.
f. Tranfusi tidak lebihdari 20’

2. DOSIS TRANFUSI PADA ANAK


1. Sel darah merah :dosis 10 -15 ml/ kgBB dapat meningkatkan 2 – 3 g/dl
2. Trombosit : dosis 5 –10 ml /kg BB dapat meningkatkan trombosit 50.000 -10.000/ul
3. FFP : dosis 10-15ml/kgBB dapat meningkatkan faktor 15-20%

3.PENDISTRIBUSIAN DARAH DI RS BHAYANGKARA LUMAJANG


1. PMI memberikan darah secara rutin dan berkala ke bank darah sesuai denganpermintaan tertuli
2. Rumah sakit harus membuat rencana kebutuhan darah per bulan dandisampaikan pada PMI.
3. Permintaan tersebut harus memuat data:
a. jumlah darah
b. jenis komponen darah.
c. golongan darah
4. Permintaan harus ditandatangani oleh kepala bank darah

4. PROSEDUR PENYERAHAN DARAH


1. Petugas pengirim/pengambil darah dari rumah sakit menyerahkan darah yang aman ke
pengiriman darah yang memuat:

2. Petugas pengirim/pengambil darah dari PMI dan petugas penerima darah harus mampu menge
aman.

3. Petugas pengirim/pengambil darah dari PMI dan petugas penerima darah membuat berita
memperhatikan hal sebagai berikut:
 Perhatikan identitas kantong darah
 Periksa jumlah jenis dan golongan darah sesuai dengan formulir permintaan/pengiriman
 Periksa kondisi fisik darah
 Periksa suhu dan wadah pengiriman darah
 Ditanda tangani oleh petugas PMI dan petugas dari rumah sakit.
4. Pendistribusian darah untuk pelayanan tranfusi darah di rumah sakit.

a. Permintaan darah dari bangsal RS ke PMI harus disertai formulir permintaan darah yang d
yang merawat disertai contoh darah resipien.
b. Formulir permintaan darah dan contoh darah resepien diserahkan ke oleh perawat bangsal.

c. Perawat memeriksa kelengkapan formulir permintaan darah dari bangsal rumah sakit d
resepien.
d. Lakukan uji silang serasi darah donor dan pasien sesuai dengan standar yang berlaku.

e. Petugas PMI harus melakukan serah terima dengan petugas ruangan yang di beri wew
meminta darah.

5. CARA TRANSFUSI DARAH


1. Cocokkan identitas pada formulir penyerahan darah dengan identitas padakantong darah.
2. Identifikasi pasien dengan benar.
3. Cocokkan identitas pasien dengan identitas pada kantong darah (oleh 2 orangperawat).
4. Gunakan tranfusi set dengan filter standar (170-200 u)
5. Ganti selang tranfusi setiap 24 jam.
6. Pada hawa panas ganti selang tranfusi lebih sering atau setiap pemberian 4kantong darah bil
12 jam.
7. Pantau pasien tranfusi 15’ pertama kemudian tiap 1 jam.
8. Catat pada lembar kerja tindakan tranfusi.

6. EVALUASI TRANSFUSI
Post transfusi ambil sample darah pasien untuk dievaluasi peningkatan komponen darah yang ditran

7. PENANGANAN REAKSI TRANSFUSI


1. Hentikan transfusi darah untuk sementara, perawat ruangan melapor ke dokter tentang reaksi tr

2. Dokter melakukan penanganan reaksi tranfusi kepada pasien yang mengalami reaks
observasi dan memutuskan apakah tranfusi di hentikan atau dilanjutkan.
3. Kirim ke PMI sisa darah akibat adanya suatu reaksi tranfusi ,beserta label kantong dan catat ge
4. Bagi petugas RS berkonsultasi dengan petugas PMI.
5. Lakukan croos matching ulang.
6. Formulir hasil pemeriksaan kemudian dikonsultasikan kepada dokter
7. PMI memberi kesimpulan hasil pemeriksaan berdasarkan atas analisa pemeriksaan ulang.
8. Basil dibuat rangkap 2 untuk dokter dan petugas rumah sakit.
BAB IV

DOKUMENTASI

Dokumentasi sebagai bukti pelaksana terdiri dari:

Bukti tertulis kegiatan / rekam kegiatan

a. Formulir pemeriksaan uji silang serasi.


b. Label kantong darah identitas pasien dan catatan gejala-gejala reaksi