Anda di halaman 1dari 31

GRAND DESIGN ORGANISASI

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS DIPONEGORO 2019

Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT Undip 2019


1
PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua, shalom, om swastiastu. Namo
buddhaya, salam kebajikan.

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa karena atas rahmat dan hidayahnya, kami
dapat menyelesaikan Rencana Pengembangan Organisasi. Rencana kerja ini disusun berdasarkan
diskusi-diskusi yang kami lakukan yang dapat merepresentasikan keresahan dan impian serta ide-
ide daripada warga fakultas teknik itu sendiri. Dan tidak terlewatkan pula atas dasar Rencana
Strategis LM FT, Pedoman Pokok Organisasi, dan Garis Besar Haluan Kegiatan yang terkait. Serta
menimbang dari UU No. 12 Tahun 2012 pasal 13 dan 14, dan Peraturan Rektor No. 4 Tahun 2014.

Kami juga menyadari betul bahwa Rencana Pengembangan Organisasi ini tentu saja masih
memiliki banyak sekali kekurangan, serta membutuhkan pengembangan dan penyempurnaan
seiring berjalannya waktu. Harapannya kedepannya dapat Rencana Pengembangan Organisasi ini
nantinya dapat disempurnakan untuk dibawa kedalam kepengurusan BEM FT Undip 2019. Kami
juga berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan Rencana
Pengembangan Organisasi ini. Semoga Rencana Pengembangan Organisasi ini dapat dimanfaatkan
sebaik-baiknya dan dapat menjadi manfaat serta berkah untuk semuanya.

Naufal Muhammad Irfan

Fega Frendiansyah
2
DAFTAR ISI

PENGANTAR ................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ..................................................................................................... 2
PENDAHULUAN .............................................................................................. 3
LATAR BELAKANG ........................................................................................... 7
FOKUS PERGERAKAN .................................................................................... 10
RENCANA STRATEGIS .................................................................................... 12
- DASAR PENYUSUNAN .............................................................................. 12
- VISI ......................................................................................................... 12
- MISI ........................................................................................................ 13
- LOGO ...................................................................................................... 14
- NILAI-NILAI ............................................................................................. 14
- PENJABARAN MISI .................................................................................. 16
- TUJUAN STRATEGIS ................................................................................. 19
- ARAHAN STRATEGIS BIDANG ................................................................... 21
- PROGRAM UNGGULAN ........................................................................... 25
- RENCANA 100 HARI ................................................................................. 27
PENUTUP...................................................................................................... 30
3
PENDAHULUAN

Sejarah Mahasiswa

"Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh Pemuda"


-Tan Malaka

Sejarah organisasi intrakampus menguat ketika 1950-an ketika mahasiswa memiliki kesadaran untuk
berkumpul guna untuk rekreasi, olahraga, jurnalistik, dan belajar. Dewan Mahasiswa (Dema) kala itu
lahir sebagai wadah para mahasiswa yang akan mengisi pos-pos birokrasi pemerintahan (Iron Stock)
yang baru dibangun. Sebagai generasi penerus mahasiswa kala itu berlatih untuk menjadi seorang yang
selain kaya akan intelektual tetapi harus kritis dalam melihat kebijakan pemerintah. Hal itu dibuktikan
ketika demonstrasi pasca G30SPKI yang efektif menumbangkan kewibawaan politik pemerintah saat itu,
sehingga memuluskan lahirnya orde baru.
4

Kebebasan mahasiswa kemudian menguat setelah tumbangnya pemerintahan dengan


demokrasi terpemimpin. Pada masa awal orde baru, peran mahasiswa sebagai social control, dan agent
of change masih cukup kuat. Hal itu dibuktikan dengan peristiwa Malapetaka 15 Januari (Malari) 1974
dan Gerakan Mahasiswa menjelang pemilu 1977-1978 yang membuat ikrar di Institut Teknologi
Bandung pada hari sumpah pemuda untuk melawan politik uang dalam pemilu. Setelah hal itu,
malapetaka benar terjadi kepada mahasiswa. Pemerintah melalui kementrian pendidikan dan
kebudayaan yang dipimpin Daoed Joesoef mengeluarkan Normalisasi Kehidupan Kampus dan Badan
Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK), dengan argumentasi bahwa pemerintah ingin mengembalikan
fungsi mahasiswa sebagai kaum intelektual yang harus kembali pada tradisi keilmuan melalui SK No.
156/U/1978. Sehingga student government yang telah dibangun selama hampir 30 tahun dibumi
hanguskan, dan digantikan oleh Senat Mahasiswa pada tingkat fakultas yang tidak memiliki fungsi
eksekutif.
Lambat laun, kesempatan muncul setelah 12 tahun menanti, kemendikbud kala itu Fuad Hassan
kembali membuka ruang gerak mahasiswa di dalam kampus, dengan mengizikan berdirinya Senat
Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), karena mahasiswa selama 12 tahun tidak memiliki wadah untuk
mengekspresikan diri, melakukan aktuallisasi diri, berlatih sikap kritis, dan minat serta bakat menjadikan
tidak terkendalinya aktivitas mahasiswa diluar kampus, sehingga pemerintah kala itu berpikir untuk
melokalisasi aktivitas mahasiswa di kampus. Setelah muncul kesempatan itu dengan penantian dan
keresahan yang cukup lama kepada pemerintah, pada tahun 1998 mahasiswa dengan kekuatannya
berhasil untuk merubah keadaan Bangsa ini guna melakukan suatu revolusi yang lebih halusnya adalah
reformasi. Cita-cita selama bertahun-tahun berhasil dilakukan setelah penantian dengan proses yang
sangat panjang. Setelah itu Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), berubah menjadi Badan
Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa berubah fungsi menjadi Dewan Permusyawaratan
Mahasiswa dengan fungsi legislatif.
5

Jika ditelaah lebih, saat ini organisasi mahasiswa menurut Undang-Undang merupakan bagian
dari sivitas akademika selaras dengan pasal 13 ayat 2 UU No.12 Tahun 2012 memiliki posisi sebagai
kumpulan insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri, untuk
menjadi intelektual, ilmuan, praktisi, dan/atau profesional yang sesuai. Lalu pada pasal 14 ayat 2 UU No.
12 Tahun 2012 disebutkan bahwa kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada
ayat 1 (mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan diri) dapat dilaksanakan melalui organisasi
kemahasiswaan. Dalam memenuhi kebutuhannya, mahasiswa memiliki hak yang jelas yang diatur oleh
undang-undang. Di Universitas Diponegoro sendiri juga diatur pada Peraturan Rektor Universitas
Diponegoro Nomor 4 tahun 2014 tentang Ormawa. Dijamin jelas bahwa organisasi mahasiswa berhak
menetapkan tujuan-tujuan bersama.
Namun sekarang ini, organisasi intrakampus setelah reformasi seakan-akan mengalami
stagnansi. Indoktrinasi mahasiswa sedang marak saat ini dengan tujuan memberikan gagasan-gagasan
yang membuat pola pikir yang liberal, dan memecah belah kesatuan mahsiswa. Jika dilihat dari sejarah
organisasi mahasiswa, upaya-upaya pelemahan mahasiswa akan selalu ditemukan titik balik suatu
kebangkitan jika keresahan-keresahan yang ditimbulkan pemerintah sudah tidak bisa lagi ditoleransi
oleh masyarakat.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, sebagai kaum intelek, dengan populasi angkatan kerja yang
besar, dan hanya lima sampai enam juta orang yang bisa merasakan untuk menjadi mahasiswa. Posisi
strategis mahasiswa harus dimanfaatkan untuk amanat UUD Negara Republik Indonesia 1945 yaitu
dalam pembukaannya. Dalam memainkan peran di posisi strategis ini, mahasiswa haru memiliki tekad
yang kuat untuk bersatu dalam satu pemikiran yang tujuannya sesuai dengan amanat yang dimaksud.
Dalam hal ini perlu dibangun dari suatu organisasi yang berjalan efektif dan efisien sesuai tujuan yang
ditetapkan bersama dengan mengingat sejarah semangat perjalanan mahasiswa. Maka dengan adanya
hal itu, posisi strategis sebagai mahasiswa bisa diterapkan untuk Bangsa dan Negara, bukan untuk
penguasa ataupun golongan. Sedangkan Indonesia saat ini belum berfokus pada amanat dan cita-cita
6

tersebut, dikarenakan isu SARA, isu energi dan sumberdaya alam negeri, isu perampasan HAM,
lambatnya pertumbuhan ekonomi, dan pendidikan karakter serta revolusi mental yang belum bisa
dituntaskan sampai saat ini.
Sehingga, Universitas Diponegoro pada umumnya, dan Fakultas Teknik pada khususnya sebagai
bagaian dari kaum intelek telah membuat kesepakatan bersama yang tertuang dalam Garis Besar Haluan
Kegiatan (GBHK) Lembaga Kemahasiswaan. Dimana Senat Mahasiswa (SM) selaku lembaga legislatif, dan
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga eksekutif di tingkat universitas/fakultas yang
keduanya memiliki fungsi, hak dan kewajiban yang tertuang dalam Pedoman Pokok Organisasi (PPO)
Lembaga Kemahasiswaan serta pada Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2014 harus memaksimalkan
perannya dalam memperjuangkan amanat UUD Negara Republik Indonesia 1945 selain memenuhi
kewajibannya sebagai mahasiswa guna mencapai lulusan COMPLETE (Communicator, Professional,
Leader, Enterpreuner, Thinker, dan Educator). Berdasarkan hal-hal tersebut, maka dari itu perlu
dibentuknya organisasi kemahasiswaan yang berjalan dengan komunikasi yang baik kepada birokrasi
kampus, terukur pada pelayanannya serta sasaran objektifnya sesuai dengan GHBK untuk
pengembangan kemahasiswaan kampus pada seluruh bidang, melakukan koordinasi dengan lembaga
lainnya, dan sebagai organisasi yang melaksanakan peran mahasiswa untuk mengawal perkembangan
dan mendukung kemajuan Bangsa.
LATAR 7

BELAKANG

Heterogenitas Fakultas Teknik dengan dua belas Departemen membutuhkan koordinasi yang baik
untuk menuju cita-cita fakultas teknik yaitu “Menuju Fakultas yang Unggul di Tingkat Internasional
Berbasis Riset pada Tahun 2020". Serta cita-cita lembaga kemahasiswaan Fakultas Teknik yaitu
menjadi lembaga bertaraf internasional menjadikan dua hal tersebut sebagai tantangan bagi Badan
Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik dalam mengemban amanah sebagai garda terdepan dalam
mencapai hal tersebut.

Melalui diskusi dan berdialog dan melihat data reses mengenai pendapat mahasiswa fakultas teknik,
kami melihat hal yang harus dikawal dan ditingkatkan antara lain pembagian ranah kerja antara
lembaga-lembaga di fakultas teknik. Selain itu fungsi penyambung lidah kepada birkorasi harus terus
dimaksimalkan dalam hal aspirasi dan informasi kepada lembaga-lembaga fakultas teknik. Terutama
pada kebijakan kaderisasi mahasiswa baru, selain itu perlu ditingkatkan kembali sistematika POR
Teknik untuk meningkatkan kualitas dari event tersebut. Kemudian fungsi koordinasi BEM FT kepada
BSO, HMD, dan UPK harus terus ditingkatkan untuk mencapai sinergisitas yang sustainable guna
mencapai tujuan-tujuan yang tertuang dalam renstra LM FT, PPO, dan GBHK.

Dalam menunjang tujuan riset, penyampaian informasi-informasi lomba-lomba dan sejenisnya sesuai
dengan corak masing-masing departemen harus terus dimaksimalkan. Sehingga potensi yang ada
pada mahasiswa fakultas teknik akan sepenuhnya terserap dengan baik. Berkaitan dengan hal
tersebut, pendanaan-pendanaan lomba harus diberikan pengawalan dan peningkatan pencerdasan
akan hal tersebut. Selain itu, untuk menuju internasional riset yang unggul, perlu ditekankannya
berbahasa Inggris dalam kaitannya mahasiswa fakultas teknik untuk berbahasa Inggris.

Permasalahan yang terjadi pada bagian pengembangan sumber daya mahasiswa harus ditinjau
kembali keefektivan dan kerelevanan sitem yang telah dibuat, dalam arti buku biru harus ditinjau
kembali dengan menimbang skills yang dibutuhkan dunia pada tahun 2020 keatas dengan
memperhatikan kultur dan budaya 12 departemen di fakultas teknik. Sistem yang terintegrasi dimana
pengoptimalan peran dan kerjasama dengan stakeholder terkait untuk mewujudkan lulusan Undip
yang COMPLETE.

Kesejahteraan mahasiswa sangat penting untuk diperhatikan, masalah-masalah seperti sulitnya


pengajuan banding UKT sudah mulai terdapat penerangan. Tetapi mahasiswa terus berganti, hal
seperti ini harus selalu dicerdaskan selain mengenai UKT juga mengenai pengajuan beasiswa-
8

beasiswa. Infrastruktur, dan fasilitas penunjang akademik juga harus selalu disuarakan. Lab-lab yang
ada harus selalu dimaksimalkan, fasilitas-fasilitas yang digunakan oleh komunitas atau klub riset
harus terus dikawal dan disuarakan.

Sebagai mahasiswa yang menjunjung tinggi Tri-Dharma Perguruan Tinggi untuk melaksanakan
pengabdian masyarakat harus mengedepankan kemanfaatan. Untuk mencapai kemanfaatan yang
tinggi, perlu adanya harmonisasi dari seluruh entitas fakultas teknik guna memberikan kemanfaatan
bagi masyarakat sekitar. Desa binaan misalnya, harus mengedepankan nilai kolaborasi, sehingga pada
nantinya seluruh lembaga mahasiswa fakultas teknik, bersama birokrasi dapat melaksanakan hal
tersebut bersama-sama. Hal tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang, dimulai dari internal
BEM FT sendiri untuk mengajak semua elemen untuk mengabdi pada desa binaan fakultas teknik.
Selain itu perlu adanya kerjasama dengan pihak ketiga, baik melalui BEM Universitas maupun pihak
luar kampus untuk melakukan upaya tanggap bencana, baik dalam bentuk dana maupun sumberdaya
manusianya.

Relasi yang telah terbangun dari BEM FT kepada pihak sponsor, alumni, komunitas dan instansi
pemerintah harus terus ditingkatkan. Penjagaan relasi sangatlah penting supaya relasi yang sudah
dibangun tidak kembali pada titik awal kembali. Hal ini dapat diupayakan pada pihak sponsor yang
berguna untuk mencari dana tambahan dan kerjasama dalam program kerja, alumni yang dapat
memberikan beasiswa dan sumbangsih ilmu dalam program-program seminar kerja, komunitas
untuk mengembangkan minat bakat serta sharing ilmu dan pengalaman, dan instansi pemerintah
untuk menjalin hubungan dan citra baik BEM FT. Selain itu relasi dengan lembaga kemahasiswaan
fakultas lain maupun univeristas lain harus terus ditingkatkan, dengan mengedepankan kualitas
relasi.

Pengembangan manajemen organisasi, peningkatan pengembangan berbasis data harus terus


dilakukan untuk menciptakan continuous improvement guna mewujudkan internal BEM FT yang baik
dan berkelanjutan.

Pada penyikapan Kebijakan Publik, mahasiswa fakultas teknik terus butuh informasi mengenai
pentingnya pengawalan dan penyikapan kebijakan publik. Berkaitan dengan hal tersebut iklim diskusi
harus terus ditingkatkan.
9

Dari semua hal diatas, tantangan utama BEM FT 2019 adalah pengimplementasian tahun pertama
rencana strategis lembaga mahasiswa fakultas teknik. Hal tersebut adalah hal yang baik dengan
pengawalan yang baik pula. Peran strategis BEM FT ini harus dimaksimalkan untuk menjadi bahtera
yang menuju pada tujuan tersebut.
10
FOKUS
PERGERAKAN

Pengembangan SDM Terintegrasi dan Berkelanjutan


Dalam Pengembangan SDM, kaderisasi merupakan salah satu bagian dari proses tersebut. Kaderisasi
terdiri dari kader yang berarti adalah orang yang diharapkan dapat memegang peran yang penting
dalam organisasi (sumber: KBBI), sementara imbuhan isasi bermakna proses atau menjadikan sesuatu.
Sehingga secara Bahasa kaderisasi merupakan proses untuk menjadikan seseorang untuk memegang
peran yang penting dalam organisasi. Universitas Diponegoro telah memiliki tujuan dalam
Pengembangan SDM yaitu COMPLETE (Communicator, Professional, Leader, Enterpreuner, Thinker,
Educator). Peran penting seluruh stakeholder dalam kaderisasi atau dilihat lebih luas adalah
pengembangan SDM harus diwujudkan. Menurut Porf. Darmiyanti Zuchdi, Ed.D., dkk. dalam bukunya
yang berjudul Pendidikan Karakter peran instansi Pendidikan salah satunya adalah menamkan nilai-
nilai atau kultur akademis sehingga mahasiswa yang berasal dari masyarakat dan keluarga yang
berbeda-beda serta memiliki kultur masing-masing dapat menjadi insan akademisi yang berkarakter
yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ditinjau lebih mendalam, di Fakultas Teknik
memiliki Delapan Karakter Mahasiswa Teknik yang harus terus ditanamkan sedari awal mahasiswa
baru bergabung. Perlu diperhatikan pula masing-masing Departemen dan Himpunan juga memiliki
kultur sesuai kebutuhannya. Keikutsertaan peran seluruh elemen yang ada termasuk BEM FT sendiri
menyuarakan dan menjadi koridor utama harus dimaksimalkan untuk mewujudkan pengembangan
SDM terintegrasi dan berkelanjutan.

Pergerakan dan Pelayanan Berbasis Data


Di Era Big Data sekarang ini, tuntutan suatu organisasi untuk terus berkembang dan tumbuh sangatlah
tinggi. Organisasi kemahasiswaan eksekutif fakultas yang sejatinya adalah ujung tombak pelayanan
harus dapat mengambil keputusan dengan tepat berlandaskan dasar yang kuat. Sebagai contoh salah
satu ungkapan oleh Adrian Anwar Vice President Director Kartuku bahwa proses perencanaan dan
pengambilan keputusan organisasi atau perusahaan menjadi efektif jika menggunakan data. Berkaitan
dengan layanan BEM FT dengan tujuh fungsi layanan yang ada sejatinya dengan data pelayanan dapat
menjadi tepat sasaran. Data yang dapat diambil bisa melalui kuisoner online, wawancara langsung,
survey, sampling, dan sebagainya. Selain itu data juga berfungsi sebagai bahan dalam pengambilan
keputusan, jenis kegiatan, besar lingkup kegiatan, dan waktu kegiatan.
11

BEM FT Undip sebagai Rumah Pembelajaran yang Optimal


BEM FT tentunya tidak hanya berbicara tentang kepengurusan di tahun ini maupun tahun depan.
Tentunya juga kepengurusan BEM FT tahun tahun selanjutnya dan orang-orang di dalamnya. Disini
harapannya dengan menjadikan BEM FT sebagai Rumah Pembelajaran yang optimal dalam organisasi
eksekutif bagi mahasiswa teknik nantinya dapat mengamini salah satu tujuan mahasiswa teknik itu
sendiri yakni belajar di organisasi eksekutif. Selain itu juga besar harapannya kader kader BEM FT
nantinya bukan juga hanya akan terbentuk sebagai amunisi untuk mengabdi di kepengurusan BEM FT
periode selanjutnya tetapi untuk semua Lembaga yang ada di Fakultas Teknik.

Mewujudkan Pergerakan yang Sinergis dengan Seluruh Stakeholder


Dengan kompleksnya tujuan dan arahan yang nantinya akan dibawa selama kepengurusan tentunya
tidak dapat terlaksana dengan baik jika pemangku kebijakan yang ada di Fakultas Teknik tidak
mendukung penuh tujuan baik tadi untuk terlaksana. Dengan banyaknya diskusi diskusi non formal dan
melakukan pergerakan berbasis keresahan bersama, harapannya dapat menimbulkan iklim yang
sinergis dalam kepengurusan BEM FT nantinya.

Menghidupkan kembali Nyawa Kehidupan “Satu Tekad Teknik Jaya”


Dapat disadari bersama bahwa tiap pergantian kehidupan organisasi tujuan utama dari organisasi
Eksekutif tertinggi di lingkup Fakultas Teknik adalah Satu Tekad Teknik Jaya. Membuat landasan yang
kuat akan nyawa pergerakan ini tentunya menjadi tujuan utama dari harapan agar nyawa ini menjadi
melekat pada semua pribadi mahasiswa Fakultas Teknik.
RENCANA 12

STRATEGIS

1. DASAR PENYUSUNAN
- Surat Keputusan Senat Mahasiswa Fakultas Teknik No. 01.16/SK/SM-FT/III/2017 Tentang
Rencana Strategis Lembaga Mahasiswa Fakultas Teknik 2017, No. 01.14/SK/SM-FT/III/2017
Tentang Pedoman Pokok Organisasi Lembaga Mahasiswa Fakultas Teknik 2017, No.
01.15/SL/SM-FT/III/2017 Tentang GBHK
- Data Reses Senat Mahasiswa Fakultas Teknik 2018
- Dokumen Rujukan Perek No. 4 Tahun 2014 tentang organisasi kemahasiswaan, UU No. 12
Tahun 2012
- Diskusi saran dan masukan stakeholder
- Mimpi NaGa

2. VISI

‘Terwujudnya BEM FT Undip 2019 sebagai Bahtera yang Penuh Cita dan Semangat
Kemanfaatan bagi Seluruh Mahasiswa Teknik.’

Bahtera: bah·te·ra/ kl n perahu; kapal;


-- hidup ki gelombang hidup; kehidupan
Cita1/ci·ta/ n 1 rasa; perasaan hati; 2 kl cipta; 3 cita-cita; 4 cinta; 5 ide; gagasan;
-- rasa 1 rasa seperti rasa lezat, sedap; 2 Tern derajat penerimaan ternak terhadap bahan makanan atau ransum;
kemanfaatan/ke·man·fa·at·an/ n hal (ber)manfaat; kegunaan
semangat/se·ma·ngat/ n 1 roh kehidupan yang menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati (menurut
kepercayaan orang dulu dapat memberi kekuatan):
seluruh/se·lu·ruh/ num semua; segenap; seantero (menunjukkan suatu keutuhan)

BAHTERA CITA “Sebuah bahtera yang menghantarkan kebersamaan kita kepada cita.”
Bahtera menjadi metafora BEM FT 2019 yang mana entitas ini akan menjadi garda terdepan untuk
mensinergiskan seluruh elemen kemahasiswaan yang ada di dalam fakultas teknik kepada cita-
citanya yang telah tertuang dalam rencana strategis, serta arahan yang terkandung dalam Garis
Besar Haluan Kegiatan dan Pedoman Pokok Organisasi Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Teknik.
13

SEMANGAT KEMANFAATAN
BEM FT 2019 “Bahtera Cita” menjadi garda terdepan dalam inovasi dengan mengedepankan
inklusivitas dari sinergisitas di dalam fakultas teknik. Sehingga dalam internal fakultas teknik
tumbuh semangat pelayanan untuk kemanfaatan yang dirasakan langsung dan berkontribusi
untuk Teknik Jaya.

3. LOGO
14

4. MISI
a. Mewujudkan internal yang edukatif dan terstruktur secara optimal
b. Meningkatkan semangat pelayanan yang inovatif
c. Mengembangkan sumberdaya mahasiswa yang berdaya saing tinggi dalam menunjang
manfaat ditengah masyarakat.
d. Menjalin hubungan kerjasama yang sinergis antar lembaga internal maupun eksternal
fakultas, stakeholder, dan masyarakat dengan bernafaskan nilai inklusif.
e. Membangun pergerakan mahasiswa yang harmonis dalam karya nyata sosial masyarakat
dan sosial politik.

5. NILAI
a. Manfaat
BEM FT Undip dengan nama besarnya, seharusnya dapat memberikan daya guna kepada
seluruh entitas yang ada di fakultas teknik dengan perannya sebagai lembaga eksekutif
fakultas teknik. Selain itu untuk memberikan arti lebih untuk Undip dan Indonesia peran
mahasiswa sebagai agent of change, social control, iron stock, guardian of value, dan moral
force serta peningkatan dan pengawalan prestasi mahasiswa harus terus ditingkatkan.
b. Edukatif
BEM FT Undip sebagai organisasi eksekutif harus memberikan pencerdasan dan wawasan
kepada para anggota untuk belajar tentang arti penting kemanfaatan. Sehingga para anggota
diberdayakan dan meningkat kompetensinya dan semakin semangat dalam memberikan
pelayanan kepada warga fakultas teknik.
c. Inklusif
Fakultas Teknik terdiri dari 12 Departemen yang memiliki berbagai latar belakang disiplin
ilmu. Menjadikan berbagai keragaman harus dipahami dengan seksama. Hal ini harus
15

dilakukan dengan cara berpikir inklusif, yaitu cara pandang yang menempatkan dirinya ke
dalam cara pandang orang lain atau kelompok lain dalam melihat dunia. Dengan kata lain
bahwa inklusivitas adalah cara pandang terbuka dan luas untuk melihat hal positif dari
perbedaan yang ada. Hal ini akan mendorong atau memotivasi untuk mempelajari
perbedaan guna memperolah manfaat yang menunjang hidup atau cita-cita.
d. Inovatif
Usaha untuk memberdayakan pemikiran, kemampuan imajinasi dengan berbagai stimulan
yang berasal dari seluruh penjuru Fakultas Teknik menjadikan BEM FT harus memperbaharui
terus-menerus pelayanannya untuk meningkatkan value untuk sasaran terkait. Dengan kata
lain, berpikir inovatif adalah prose berpikir yang menghasilkan solusi dan gagasan untuk
menciptakan continuous improvement.
e. Sinergis
Setelah pikiran-pikiran inklusif dengan melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang untuk
melihat manfaat dari perbedaan. Kkemudian muncul pemikiran-pemikiran dan imajinasi dari
stimulus yang didapatkan melalui cara berpikir inklusif. Inovasi-inovasi pelayanan akan
terwujud, jika seluruh komponen tersebut diwujudkan dengan kebersamaan, kemanfaatan
dapat diberikan oleh BEM FT. Sehingga harapannya dengan itu sinergisitas Fakultas Teknik
terwujud, dengan dua belas departemen yang memiliki berbagai latar belakang disiplin ilmu
tersebut, jika dikolaborasikan menjadikan potensi yang besar apabila semua itu dapat
disinergiskan untuk tujuan pelayanan, pergerakan, dan pengabdian untuk Undip dan
Indonesia.
f. Harmonis
Membentuk kesinergisan fakultas teknik bukanlah perkara hal yang mudah, dalam
mengupayakan hal tersebut perlu dilakukan pendekatan yang harmonis. Ibarat rumah yang
16

harmonis, fakultas teknik dalam melakukan pelayanan, pergerakan, dan pengabdian harus
mengedepankan keharmonisan, yaitu keselarasan dan keserasian internal.

6. PENJABARAN MISI
Mewujudkan internal yang edukatif dan terstruktur secara optimal
Internal BEM FT sangat penting untuk dijaga dan diperhatikan, karena petugas dari
penyampai fungsi layanan BEM FT 2019 adalah orang-orang yang menjadi pengurus. Sehingga
dalam pelaksanaannya harus mengedepankan nilai edukatif, yang harapannya dengan edukasi-
edukasi yang dilakukan tercipta wawasan dan pola pikir pada pengurus sebagai pembelajaran
dalam memberikan manfaat melalui layanan-layanan yang diberikan. Selain dalam hal edukasi
yang optimal, internal yang terstruktur juga merupakan hal penting dari pembagian tugas yang
jelas. Sehingga dari pembagian tugas yang jelas dapat diukur kinerja dari pengurus terkait,
sehingga dalam perjalanan mengabdi dapat dilakukan perlakuan yang tepat kepada masing-
masing pengurus untuk meningkatkan kinerjanya guna mencapai tujuan yang telah disepakati.
Optimalisasi keduanya diharapkan dapat mewujudkan internal BEM FT yang edukatif, dan
terstuktur secara optimal.

Meningkatkan semangat pelayanan yang inovatif


Inovasi menurut Stephen Robbins (1994) berarti suatu ide, gagasan, praktek atau
objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru. Sedangkan inovasi kaitanya
dengan pelayanan dari BEM FT adalah pada bagian untuk memberikan manfaat yang lebih nyata
dengan inovasi-inovasi yang dilakukan pada tujuh layanan BEM FT yang meliputi; edukasi,
inovasi, dan falitisasi pendidikan mahasiswa; softskill dan kaderisasi; sinergisitas dan mediasi;
pengabdian masyarakat; informasi dan jaringan; minat dan bakat; serta kewirausahaan. Pada
hakekatnya Ide, gagasan, praktek atau objek yang inovatif dapat dimunculkan dengan yang
17

disebut pergerakan berbasis data. Menurut Connolloy dan Begg (2010) basis data adalah
kumpulan data dan deskripsi data yang terhubung secara logika serta dirancang untuk memenuhi
kebutuhan informasi suatu organisasi. Organisasi yang sustainable harus memiliki data sebagai
dasar pergerakan, perbaikan berkelanjutan dapat terwujud apabila satu aspek penting organisasi
yaitu data dapat dimaksimalkan dengan baik dari fase perencanaan, pengimplementasian,
pengevaluasian, hingga perbaikan. Sehingga dalam mengambil keputusan inovatif yang dapat
berarti substitusi, perubahan, penambahan, penyusunan kembali, penghapusan, atau penguatan
harus berdasarkan data-data pendukung.

Mengembangkan sumberdaya mahasiswa yang berdaya saing tinggi dalam


menunjang manfaat ditengah masyarakat.
Pemberdayaan dalam arti sederhada adalah proses, cara untuk meningkatkan kemampuan
melakukan sesuatu. Kemampuan mahasiswa dalam melakukan sesuatu tertuang menjadi
berbagai jenis dapat berupa riset, keorganisasian, minat bakat dan kegemaran. Pemberdayaan
sumberdaya mahasiswa harus dititik beratkan sesuai minat dan bakatnya, untuk menggali itu
semua harus dilakukan dengan proses yang relevan dengan kondisi jaman pada saat ini, dimana
teknologi informasi semakin canggih dan merubah gaya dan pola pikir manusia. Berkaitan
dengan perkembangan jaman, sumber dari Future of Jobs Report, World Economic Forum
mengatakan bahwa skill yang dibutuhkan di masa depan adalah penyelesai masalah yang
komples, berpikir kritis, dan kreatif. Trend ini berubah dari tahun 2015 dimana berpikir kreatif
menempati urutan ke-empat dan kreatif ke-sepuluh. Hal tersebut menunjukan bahwa pola
pemberdayaan mahasiswa harus berubah dan disesuaikan dengan perkembangan jaman untuk
meningkatkan daya saing.
Kaitannya dengan prestatif, BEM FT harus memberikan wadah berupa informasi mengenai
event, seminar, conference, LKTI, dan sejenisnya yang dibutuhkan oleh masing-masing
18

Departemen. Selain itu juga meningkatkan kualitas wadah yang sudah ada untuk mengasah
kemampuan mahasiswa agar lebih prestatif.

Menjalin hubungan kerjasama yang sinergis antar lembaga internal maupun


eksternal fakultas, stakeholder, dan masyarakat dengan bernafaskan nilai
inklusif.
Sinergi adalah kata yang sering didengar, menurut Covey (1989) bersinergi adalah lebih dari
sekedar bekerjasama, tetapi adalah menciptakan solusi atau gagasan yang lebih baik dan inovatif
dari sekedar bekerjasama. Dalam meningkatkan sinergitas antar lembaga internal fakultas
teknik, perlu adanya keikutsertaan aktif BEM FT sebagai pihak yang membantu dalam hal solusi
dan gagasan yang inovatif untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Pada
pelaksanaannya sendiri, fungsi penghubung antara stakeholder dalam setiap kebijakan-kebijakan
strategis harus dimaksimalkan untuk kepentingan fakultas teknik.
Selain itu selain di internal fakultas, BEM FT juga berada pada lingkup sistem Universitas
yaitu bersama BEM Undip, dalam kaitannya dengan pergerakan, sinergitas BEM Fakultas di Undip
menjadi sangat penting sehingga peran dari fakultas teknik sendiri harus berkontribusi aktif
dalam sinergisitas pergerakan di Undip.
Dalam mewujudkan sinergitas tersebut perlu adanya pola pikir yang inklusif, dimana dalam
arti sosiologi menurut Kun Maryati dan Juju Suryawati (2006), pengertian inklusif adalah
masyarakat yang sifatnya akomodatif terhadap budaya lain, dengan kata lain inklusif mudah
berinteraksi dengan komunitas lainnya, dan menganggap bahwa harkat setiap entitas
masyarakat adalah sama. Sehingga pentingnya inklusif dalam sinergitas internal maupun
eksternal dengan birokrasi adalah cara pandang yang menempatkan diri BEM FT ke dalam
berbagai cara pandang uang terbuka dan luas untuk dalam melihat kejadian dan hal positif dari
19

suatu perbedaan yang ada. Hal ini akan mendorong atau memotivasi untuk mempelajari
perbedaan guna memperolah manfaat yang menunjang hidup atau cita-cita.

Membangun pergerakan mahasiswa yang harmonis dalam karya nyata sosial


masyarakat dan sosial politik.
Harmonisasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti adalah upaya untuk mencari
keselarasan. Dalam upaya penyelarasan ini berkaitan dengan karya nyata sosial kemasyarakatan
yang sesuai dengan salah satu pondasi Tri-Dharma perguruan tinggi yaitu Pengabdian pada
Masyarakat. BEM FT dalam kegiatan ini dapat mengharmoniskan seluruh elemen yang ada di
Fakultas Teknik untuk melaksanakannya Selain pengabdian langsung kepada masyarakat melalui
kegiatan-kegiatan karya nyata, ketika Negeri ini mengalami musibah beruba bencana alam dan
sebagainya. BEM FT harus dapat menghimpun dana dan daya untuk membantu daerah yang
mendapat musibah tersebut.
Selain itu hal yang tidak bisa dipisahkan dengan sosial kemasyarakatan adalah sosial politik.
Besar pengaruhnya kebijakan politik dalam tatanan kehidupan masyarakat mendorong
mahasiswa sebagai garda utama agen perubahan dan pengawal nilai-nilai kemasyarakatan harus
ikut serta aktif bersama BEM Fakultas lain dan Universitas Diponegoro untuk melakukan
penyelarasan pergerakan guna mengawal isu-isu regional, maupun nasional.

7. TUJUAN STRATEGIS
a. Mewujudkan internal yang edukatif dan terstruktur secara optimal
i. Internal BEM FT yang edukatif bagi fungsionarisnya.
ii. Tata kelola BEM FT yang terstruktur berdasarkan fungsi, tujuan, dan layanannya.
b. Meningkatkan semangat pelayanan yang inovatif
20

i. Funsgionaris memiliki etos kerja yang tinggi dalam perannya sebagai pelaku organisasi
BEM FT
ii. Pelayanan yang inovatif BEM FT dengan berbasis data yang berkelanjutan
c. Mengembangkan sumberdaya mahasiswa yang berdaya saing tinggi dalam menunjang
manfaat ditengah masyarakat.
i. Sistem kaderisasi terintregasi dengan memaksimalkan kultur-kultur yang ada di fakultas
Teknik.
ii. Mahasiswa Fakultas Teknik memiliki wadah pengembangan diri beserta pengawalan dan
apresiasi sesuai minat bakat yang dimiliki.
d. Menjalin hubungan kerjasama yang sinergis antar lembaga internal maupun eksternal
fakultas, stakeholder, dan masyarakat dengan bernafaskan nilai inklusif.
i. Komunikasi dan kolaborasi kegiatan peran yang sinergis dengan pimpinan fakultas, HMD,
BSO, dan Biro.
ii. Komunikasi yang baik dan pengoptimalan peran dengan pemerintah, masyarakat, alumni,
dan sponsor.
e. Membangun pergerakan mahasiswa yang harmonis dalam karya nyata sosial masyarakat
dan sosial politik.
i. Pengabdian mahasiswa Fakultas Teknik yang berdampak positif kepada masyarakat.
ii. Mahasiswa Fakultas Teknik memiliki wadah menyalurkan bantuan atas bencana yang
terjadi di daerah.
iii. Mahasiswa Fakultas Teknik memiliki wadah diskusi mengenai isu-isu regional dan
nasional dan menyuarakan sikat terkait isu tersebut.
21

8. ARAHAN STRATEGIS BIDANG


A. Pusat Statistik dan Pengolahan Data
• Mewujudkan pemusatan, pengarsipan dan pengolahan data pelayanan organisasi
• Menghimpun data kebutuhan, keluhan mahasiswa fakultas Teknik dan data pergerakan
• Menyediakan kebutuhan data bagi organisasi dan fakultas Teknik
• Mengembangkan standar teknik dan metodologi statistik yang dipakai
B. Pengembangan dan Manajemen Organisasi
• Mewujudkan penyusunan layanan dan program kerja yang terstruktur
• Mewujudkan nuansa kekelurgaan dan gotong royong yang bernafaskan
professionalisme kerja
• Melakukan analisa-analisa yang berkaitan dengan performasi kinerja organisasi
• Melakukan evaluasi dari data yang didapatkan dan menyusun strategi untuk
memberikan rekomendasi perbaikan
• Melakukan standarisasi kegiatan dan mengevaluasinya
• Menjadi role mode dalam pengembangan dan manajemen organisasi untuk HMD
C. Riset dan Teknologi
• Mewadahi upaya peningkatan prestasi yang menunjang di bidang penalaran dan
keilmuan dengan memberikan penjelasan bahwa hal tersebut adalah hal yang menarik,
menyenangkan, dan bermanfaat
• Menyediakan informasi mengenai lomba-lomba penelitian, karya tulis, keilmuan,
konferensi, seminar-seminar dan kegiatan sejenis yang bersifat prestatif di regional
hingga internasional
• Melakukan mendataan kegiatan yang bersifat prestatif di regional, nasional, maupun
internasional
22

• Menjaga tujuan Fakultas Teknik untuk menjadi universitas riset yang unggul dengan
menjaga keantusiasan PKM, Penelitian, Bahasa Inggis, dan LKTI
• Melakukan pencerdasan budaya disiplin, ilmiah di perkuliahan sehari-hari mahasiswa
fakultas teknik
• Menciptakan perpustakaan online dari karya-karya mahasiswa fakultas teknik
• Melakukan apresiasi kepada mahasiswa yang mendapatkan prestasi
D. PSDM
• Melakukan melakukan lokakarya untuk perumusan pengembangan SDM terintegrasi
• Melakukan analisis-analisis yang berkaitan dengan pengembangan soft-skill
• Melakukan evaluasi dari data yang didapatkan dan menyusun strategi untuk
memberikan rekomendasi baru mengenai pengembangan soft-skill
• Melakukan pembaharuan kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi mahasiswa
sekarang ini
• Bersama HMD melaksanakan kaderisasi terintegrasi dengan melakukan forum diskusi
yang baik
E. Kesejahteraan Mahasiswa
• Melakukan deklarasi komitmen dengan HMD dalam kaitannya dengan kesejahteraan
mahasiswa
• Mewujudkan public awareness mengenai pentingnya kesejahteraan mahasiswa
• Melakukan pencerdasan dengan memberikan informasi-informasi penting yang
berkaitan dengan kemahasiswaan, surat menyurat, beasiswa dan sejenisnya
• Melaksanakan dan menyusun strategi advokasi dengan aktif mengenai isu pendidikan,
dan fasilitas
23

F. Harmonisasi Kampus
• Menciptakan relasi melalui pertemuan periodeik bersama BSO, UPK, HMD, dan
pimpinan fakultas
• Mengupayakan kegiatan yang sinergis dengan BSO, UPK, dan HMD dengan turut serta
membantu menyukseskan kegiatan tersebut
• Mengupayakan kolaborasi kegiatan dengan BSO, UPK, HMD
• Mewujudkan hubungan dan citra baik BEM FT kepada semua lembaga internal fakultas
teknik
G. Minat dan Bakat
• Mewadahi upaya penyaluran prestasi yang menunjang di bidang seni, minat, dan bakat
• Menyediakan informasi mengenai lomba-lomba kesenian, minat, dan bakat
• Melakukan pendataan kegiatan yang bersifat prestatif di regional hingga internasional
• Melakukan apresiasi kepada mahasiswa yang mendapatkan prestasi
• Melakukan pencerdasan bagaimana pentingnya hidup dengan sehat mahasiswa fakultas
Teknik
• Melakukan pencerdasan pentingnya seni dalam kehidupan sebagai upaya juga untuk
menghidupkan nuansa seni dan budaya di lingkungan fakultas teknik
H. Ekonomi dan Bisnis
• Menciptakan pusat pengembangan bisnis sebagai penunjang pembiayaan program-
program BEM FT
• Menciptakan atmosfer enterpreunership di kalangan mahasiswa FT untuk menjaga
prestasi di bidang kewirausahaan
• Menjalin relasi pasar untuk meningkatkan harapan keuntungan dari usaha-usaha yang
dilakukan mahasiswa fakultas teknik
24

• Melakukan evaluasi dan penyusunan strategi untuk mewadahi dan meningkatkan jiwa
kewirausahaan mahasiswa fakultas teknik
I. Hubungan Masyarakat
• Menciptakan relasi dan citra yang baik BEM FT dengan lembaga eksekutif lainnya di
Universitas maupun Nasional
• Menyediakan database informasi lembaga eksekutif mahasiswa di Universitas maupun
Nasional
• Menciptakan relasi dan citra yang baik BEM FT dan pengoptimalan peran kepada alumni,
sponsor, dan pemerintah
• Melakukan evaluasi dan penyusunan strategi branding dari BEM FT
• Melakukan pencerdasan kepada mahasiswa fakultas teknik, pentingnya dan
dibutuhkannya public relation
J. Sosial Politik
• Mewujudkan wadah diskusi isu-isu regional, nasional, maupun internasional yang
mengedepankan harmonisasi fakultas teknik
• Menghasilkan kajian ilmiah mengenai isu-isu regional, nasional dan kaitannya dengan
sosial masyarakat
• Mewujudkan pengarsipan isu-isu regional, dan nasional
• Melakukan pencerdasan berupa propaganda isu-isu regional, nasional kepada seluruh
mahasiswa Teknik
• Melakukan pembacaan dan penyusunan strategi mengenai kajian, propaganda, dan
sikap mahasiswa terhadap isu
K. Pengabdian Masyarakat
• Mewujudkan kegiatan peningkatan pendidikan, pengetahuan, dan ekonomi masyarakat
25

• Menciptakan kajian ilmiah mengenai pengimplementasian ilmu ke-teknikan yang


berdampak positif
• Mewujudkan bantuan dana untuk bencana yang terjadi
• Mewujudkan pengiriman sukarelawan untuk bencana yang terjadi
• Melakukan analisis sosial untuk melihat perkembangan masyarakat di bidang
pendidikan, pengetahuan, dan ekonomi
L. Kantor Media Informasi
• Mewujudkan kominkasi melalui media visual yang menunjang kebutuhan publikasi dan
konsep branding BEM FT ke fakultas teknik yang kreatif
• Menciptakan pusat pengelolaan media yang menunjang citra BEM FT kepada alumni,
sponsor, dan pemerintah
• Melakukan analisis, dan merancang konsep demi keefektifan publikasi yang dilakukan
• Melakukan dokumentasi pada setiap kegiatan baik berupa foto maupun video
• Berperan dalam pengelolaan teknologi informasi yang diimplementasikan di internal
BEM FT

9. PROGRAM UNGGULAN
PUSAT STATISTIK DAN PENGOLAHAN DATA
Menurut D. J. Anderson Butarbutar, S.E., S.Kom., M. M. manfaat pengolahan data dan informasi
bagi suatu organisasi adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan efisiensi operasional
- Memperkenalkan inovasi
- Membangun sumber-sumber informasi strategis
- Mendukung pengambilan keputusan manajerial
Berkaitan dengan empath al diatas, di Era Big Data ini dan untuk menunjang kebutuhan dari
suatu organisasi dan mewujudkan sustainability kehadiran Pusat Statistik dan Pengolahan Data
menjadi penting untuk difokuskan sebagai sub-bagian dari BEM FT Undip.
Peran penting tersebut antaralain:
1. Menghimpun aspirasi kebutuhan mahasiswa Fakultas Teknik.
26

2. Menghimpun data pergerakan, fasilitas yang kurang, dan evaluasi layanan program kerja.
3. Memegang arsip seluruh data kepengurusan untuk kepengurusan berikutnya.
Yang kemudian akan diolah sebagai informasi untuk dasar pelaksanaan kegiatan agar tepat
sasaran dan tepat manfaat, pergerakan mahasiswa, dan mewujudkan sustainability suatu
organisasi.
GRAND DESIGN KADERISASI
Berkaitan dengan Fokus Pergerakan kami, Grand Design Kaderisasi ini dirumuskan sebagai salah
satu upaya dari Pengembangan SDM yang komprehensif yang dilakukan oleh mahasiswa dengan
BEM FT Undip bersama Himpunan, dan Pimpinan Pendidik serta jajarannya karena mengingat
heterogenitas kultur yang ada di Fakultas Teknik terutama terkait kaderisasi dan kebutuhan
masing-masing Himpunan dan melihat pentingnya Pendidikan Karakter akademis.
Fungsi Grand Design Kaderisasi ini antara lain:
1. Pengembangan pola pikir dan pengetahuan semua entitas di fakultas Teknik, dengan
harapannya timbul keterbukaan dan kepercayaan dari semua pihak terkait.
2. Menjadi jembatan sekaligus induk secara komprehensif dengan jenis kaderisasi-kaderisasi
yang ada (Agama, Organisasi, Riset, dsb.)
3. Mewujudkan pengembangan SDM yang berkelanjutan.
Yang kemudian Grand Design Kaderisasi ini dapat diberikan kepada semua pihak, termasuk
mahasiswa baru. Hal ini penting untuk mahasiswa baru, supaya mahasiswa baru tersebut
memiliki pandangan kedepan selama menjadi mahasiswa di Fakultas Teknik sehingga dapat
berporses dengan tepat.
CAH TEKNIK 2.0 : “REBORN”
Dalam mempersatukan Fakultas terbesar di Universitas Diponegoro diperlukan suatu gerakan
yang nantinya membawahi dan menemani BEM Fakultas Teknik untuk melakukan gerakan
persatuan ini. Untuk melancarkan hal ini tentunya diperlukan arahan, struktur dantujuan yang
jelas serta branding yang baik dalam kegiatan ini yang nantinya diharapkan dapat
mempersatukan teknik.
TEKNIK MELEK ISU
Dalam menunjang kebutuhan tiap pribadi mahasiswa Fakultas Teknik yang tidak hanya
membahas tentang dunia perkuliahan dengan adanya kegiatan ini nantinya dapat menambah
wawasan terkait isu-isu baik itu politik, keilmuan maupun kaderisasi. Kebijakan kebijakan baru
yang dikeluarkan nantinya juga akan dibahas dalam kegiatan ini yang harapannya dapat dijadikan
sebagai tempat diskusi sekaligus tempat pembelajaran bagi mahasiswa fakultas teknik. Disini
BEM FT Undip tidak hanya menunggu mahasiswa untuk datang, namun BEM FT Undip akan hadir
secara langsung kedalam setiap Departemen yang ada guna memudahkan mahasiswa Fakultas
Teknik untuk datang dan berdiskusi.
27

10. RENCANA 100 HARI KERJA

No. Program Deskripsi Waktu Tim Kerja


1. Perumusan 7 Tanda Melihat kebutuhan fakultas 20 Des - 5 PJ: Ketua-Wakil
Perjuangan Mahasiswa teknik dan menghimpun data Jan Ketua
Teknik mengenai pelayanan BEM FT
2. Pencarian dan Menentukan Koordinator bidang, 25 Des - 3 PJ: Ketua - Wakil
penempatan kader di kepala bidang dan wakil kepala Jan Ketua BEMFT
dalam kepengurusan bidang dengan berdasarkan Tim Kerja:
BEM FT keseragaman tiap tiap jurusan Pimpinan BEMFT
3. Penyamaan arah gerak Sinkronisasi seluruh arah gerak 25 Des - 30 PJ: Ketua BEMFT
dan menaungi seluruh himpunan yang ada di fakultas Mar Tim Kerja:
aspirasi himpunan Teknik dan membawa seluruh Fungsio BEMFT,
aspirasi atau keresahan jurusan HMJ
sebagai keresahan teknik
4. Pembawaan aspirasi Penyamaan dan koordinasi 15 - 18 PJ: Ketua - Wakil
mahasiswa Teknik di layanan tiap lembaga serta arah Januari Ketua BEMFT
tingkat Undip gerak agar terdapat kolaborasi Tim Kerja:
dengan harapan adanya Fungsio BEMFT
keselarasan membawa
kemanfaatan yang lebih luas.
28

5. Sosialisasi RENSTRA Pendampingan dan pemantauan 15 Jan - 23 PJ: Ketua - Wakil


fakultas Teknik di jurusan jurusan untuk melakukan Feb Ketua BEMFT
jurusan pelatihan kepada jurusan agar Tim Kerja:
mengerti dan menggunakan Fungsio BEMFT,
renstra sebagai acuan gerakan HMJ
selama satu tahun bergerak
6. OPREC Staff Bem FT Menjaring staff dari seluruh 16 - 17 PJ: Wakil Ketua
2019 jurusan yang ada dan penguatan Januari BEMFT
rekomitmen staff serta Tim Kerja:
melakukan edukasi terkait arah Fungsio BEMFT
gerak BEM FT sesuai bidang yang
terkait
7. Sosialisasi dan Secara bersama - sama dengan Dek: 25 PJ: Ketua - Wakli
pemberian draft stakeholders lembaga Des- dst Ketua BEMFT
kegiatan BEM FT selama kemahasiswaan FT menjalin Jur: Tim Kerja:
100 hari kepada pihak hubungan langsung dengan 18 Jan - 30 Pimpinan BEMFT,
deknat dekanat dan kemahasiswaan se- Mar HMJ
FT.
8. Pendampingan dan Melakukan pengawasan dan 25 Jan - 30 PJ: Ketua - Wakli
Perumusan Cah Teknik pembimbingan terkait Mar Ketua BEMFT
2.0 Reborn dan Satu penyusunan struktur dan arah Tim Kerja:
Tekad Teknik Jaya gerak serta program kerja terkait Fungsio BEMFT
menyatukan seluruh fakultas
teknik
29

9. Inisiasi dan sosialisasi Di awal kepengurusan melakukan 22 Feb - 30 PJ: Fungsio


desa binaan Fakultas sosialisasi desa binaan dan Mar BEMFT
Teknik berbasis seluruh pembagian tugas kerja sesuai Tim Kerja:
keilmuan yang ada di dengan keilmuan yang ada di Fungsio BEMFT,
fakultas teknik fakultas teknik HMJ, Biro
10. Inisiasi program diskusi: Melakukan koordinasi dan 1 - 30 PJ: Fungsio
“Teknik Melek Isu” kolaborasi mengenai masalah - Maret BEMFT
masalah yang berada di kampus, Tim Kerja:
terutama untuk masalah yang Fungsio BEMFT,
sudah berlarut tanpa solusi agar HMJ
dapat secara perlahan
menemukan solusinya.
11. Rapat Kerja Sifatnya merupakan program 12 - 13 PJ: Ketua - Wakil
kerja yang wajb dilakukan Maret Ketua BEMFT
sebagai legalitas untuk bergerak Tim Kerja: BEMFT
sebaga BEMFT Undip 2019.
30
PENUTUP

Demikian Grand Design Organisasi ini kami persembahkan untuk BEM FT Undip 2019 yang
harapannya dapat menebar kemanfaatan kepada seluruh mahasiswa fakultas Teknik.

Terimakasih banyak kami haturkan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam merumuskan
GDO ini, dan kami memohon maaf sebesar-besarnya jikalau di dalam GDO ini terdapat kesalahan.
Kami menyadari bahwa kesalahan adalah bagian dari perjalanan hidup manusia.

Metafora Bahtera Cita ini kami angkat, dengan harapannya BEM FT Undip dapat menghadirkan diri
kepada seluruh elemen yang ada di fakultas teknik, dan terus bergerak dengan arah dan tujuan yang
tepat. Lautan yang dihadapi pasti akan selalu bergejolak, ibaratnya tantangan-tantangan yang harus
dihadapi oleh seluruh mahasiswa Fakultas Teknik dan BEM FT Undip sebagai Bahtera yang siap
melewatinya dengan baik.

Terakhir dari kami, terdapat kutipan yang ditulis oleh Okki Sutanto, penulis Kompas dengan judul
Mahasiswa dan Kolaborasi.

“Mahasiswa tak perlu dipandang sebagai juru selamat atau ratu adil yang kedatangannya perlu
dinantikan. Mahasiswa juga tidak perlu dipandang eksklusif sehingga harus selalu berjuang
sendirian. Mari berkolaborasi untuk Indonesia yang lebih baik”

Wassalamualaikum Wr. Wb.