Anda di halaman 1dari 2

4 Tahap Perkembangan Penyakit Asam Urat (Gout)

20 February 2011 Kategori: Tulang & Sendi Blm ada komentar

Kadar asam urat tinggi (hiperurikemia) yang berlangsung terus-menerus menyebabkan


terjadinya pengendapan kristal di sendi-sendi dan jaringan lunak sekitarnya, sehingga
menimbulkan manifestasi klinis penyakit gout.

Gout sebagian dipicu oleh faktor genetik. Bila orang tua Anda menderita gout,
kemungkinannya 20% Anda akan terkena gout. Kebiasaan makan dan gaya hidup, seperti
berlebihan mengkonsumsi jeroan dan makanan tinggi purin lainnya juga meningkatkan risiko
gout. Serangan gout sebelum umur 30 atau pada wanita pra-menopause bisa mengindikasikan
cacat enzim warisan, penyakit ginjal berat atau keracunan obat atau toksin, seperti etanol atau
timbal.

Ada empat tahap penyakit gout. Jika Anda memiliki gout, penting sekali untuk mengetahui
empat tahap ini sehingga dapat memahami perkembangan kondisi Anda. Dengan pengelolaan
asam urat yang baik, Anda dapat menghindari tahap terakhir gout yang melumpuhkan.

Tahap 1: Hiperurikemia Asimtomatik

Kadar asam urat di tubuh Anda tinggi, tetapi tidak menimbulkan gejala. Sebagian besar orang
dalam tahap ini menyadari kondisi mereka setelah melakukan tes darah yang mengukur
jumlah asam urat yang terkandung dalam sistem peredaran darah.

Perawatan biasanya tidak diperlukan pada tahap ini. Kebanyakan pasien memiliki kadar asam
urat tinggi selama bertahun-tahun sebelum serangan pertama mereka. Risiko serangan
meningkat dengan meningkatnya kadar asam urat. Pengobatan yang tepat dalam tahap ini
adalah berupaya mengurangi kadar asam urat dalam tubuh.

Tahap 2: Serangan gout akut

Hiperurikemia berkelanjutan menyebabkan penumpukan kristal natrium urat di persendian.


Kristal ini kemudian merangsang pelepasan berbagai mediator inflamasi yang menimbulkan
serangan akut. Pasien biasanya terbangun di malam hari karena rasa sakit dan pembengkakan
sendi. Gejala gout tahap ini meliputi nyeri dan peradangan, sendi yang terkena menjadi panas
dan lembek bila disentuh, terlihat kemerahan atau memar, terasa gatal dan mengelupas
setelah sakitnya mereda.

Tingkat keparahan rasa sakit bervariasi dari kedutan ringan sampai nyeri hebat sehingga
sendi tidak bisa disentuh. Gejala sistemik seperti demam, menggigil, dan malaise, mungkin
juga terjadi dan merupakan hasil dari beberapa mediator inflamasi yang bocor ke sirkulasi
vena. Rasa sakit akan menghilang dalam 3-10 hari, bahkan bila tanpa pengobatan.

Tahap 3: Interval kritis

Ini adalah tahap setelah episode gout yang bebas gejala. Pada kebanyakan orang, tahap ini
berlangsung dari enam bulan sampai dua tahun setelah serangan pertama gout. Pada yang
lainnya, kondisi tanpa gejala ini dapat berlangsung 5 – 10 tahun. (Sekitar 66% pasien akan
mengalami serangan kedua dalam satu tahun).

Ini adalah waktu ideal untuk mencegah serangan di masa depan. Gout secara klinis tidak aktif
tetapi masih ada dan penyakit itu terus berkembang jika asam urat tidak dikendalikan.
Semakin besar kadar asam urat, semakin pendek interval untuk serangan berikutnya.

Tahap 4: Gout tingkat lanjut

Pada tahap akhir gout ini, gejala dan efeknya


menetap. Sejumlah besar asam urat telah mengkristal menjadi deposit di tulang rawan serta
tendon dan jaringan lunak, dan bahkan pada selaput antar tulang. Pasien sering mengalami
berbagai gejala, seperti kekakuan sendi, keterbatasan gerakan sendi, nyeri sendi terus-
menerus, luka dengan nanah putih di daerah yang terkena, nyeri sendi simultan pada berbagai
bagian tubuh, dan fungsi ginjal memburuk. Pasien gout memiliki kecenderungan untuk
mendapatkan batu ginjal lebih sering daripada yang lain.

Tahap ini juga disebut tahap tofus. Tofus (jamak: tofi) adalah massa kristal urat yang
disimpan dalam jaringan lunak, yang dapat menghancurkan jaringan lunak dan
persendian.Tofus paling sering berkembang di siku, lutut, jari kaki, tendon Achilles, dan,
lebih jarang, di daun telinga.

Anda mungkin juga menyukai