Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH SEDIMENTOLOGI

Disusun oleh :

FAZAR DWI GUSTIAR 230210160073

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2018
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi robbil’alamin. Segala puji syukur kehadirat Allah SWT,


yang menguasai seluruh ilmu pengetahuan, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Makalah ini disusun berdasarkan penelususran kepustakaan dalam rangka
memenuhi tugas dari mata kuliah Sedimentologi. Penulis mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu dan tenaganya agar dapat
menyelesaikan Makalah ini serta kepada pihak- pihak lain yang telah membantu
dalam penyelesaian laporan akhir ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Untuk itu
melalui kata pengantar ini penulis sangat terbuka menerima kritik serta saran yang
membangun sehingga secara bertahap penulis dapat memperbaikinya. Akhir kata
semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua.

Jatinangor, 2018

Penulis
Daftar Isi

BAB Halaman
KATA PENGANTAR ………………………………………..
DAFTAR ISI ………………………………………………….
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .....................................................................
1.2 Rumusan Masalah ................................................................
1.3 Tujuan ……………………………………………………..
1.4 Manfaat ……………………………………………………
II PEMBAHASAN
2.1 Proses Sedimentasi ………………………………………..
2.2 Transport Sedimen ………………………………………...
2.3 Pengertian dan jenis-jenis batuan Sedimen ………………..
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ........................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sedimentasi adalah proses pengendapan material yang terbawa oleh air, angin,
maupun gletser. Pengendapan ini bisa terjadi di darat, laut, maupun sungai.
Material yang terbawa merupakan material yang berasal dari pengikisan atau
pelapukan. Pelapukan ini bisa berasal dari pelapukan kimia, fisika, dan mekanik.
Pengendapan yang berlangsung lama, akan membentuk batuan sedimen. Batuan
sedimen adalah batuan yang terbentuk dari proses sedimentasi. Sebagian besar batu
di bumi adalah batuan sedimentasi.
Sedimentasi yang dilakukan oleh air, angin, maupun gletser memiliki hasil
yang berbeda. Tergantung dari lokasi materi itu berada. Selain batuan sedimen,
sedimentasi juga salah satu penyebab terbentuknya permukaan bumi. Permukaan
bumi yang memiliki banyak bentuk, akibat adanya pengendapan yang berlangsung
lama. Hal ini menyebabkan setiap sedimentasi membentuk sesuatu yang unik, dan
mempercantik bentuk permukaan bumi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan sedimen?


2. Bagaimana transport Sedimen terjadi?
3. Apa yang dimaksud dengan pengertian jenis-jenis batuan sedimen?

1.3 Tujuan
Mengenalkan dan menjadi sumber informasi bagi para pembaca tentang proses,
perhitungan, dan cara perhitungan Sedimentasi.

1.4 Manfaat
Dapat menjadi pengenal dan sumber informasi mengenai tentang seputar
Sedimentasi bagi pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sedimentasi
Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh
media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di
mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang
diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun
dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh
angin.

Dalam kaitannya dengan sedimen dan sedimentasi beberapa ahli


mendefinisikan sedimen dalam beberapa pengertian. Pipkin (1977) menyatakan
bahwa sedimen adalah pecahan, mineral, atau material organik yang ditransforkan
dari berbagai sumber dan diendapkan oleh media udara, angin, es, atau oleh airdan
juga termasuk didalamnya material yang diendapakan dari material yang melayang
dalam air atau dalam bentuk larutan kimia. Sedangkan Gross (1990)
mendefinisikan sedimen laut sebagai akumulasi dari mineral-mineral dan
pecahan-pecahan batuan yang bercampur dengan hancuran cangkang dan tulang
dari organisme laut serta beberapa partikel lain yang terbentuk lewat proses kimia
yang terjadi di laut. Pettijohn (1975) mendefinisikan sedimentasi sebgai proses
pembentukan sedimen atau batuan sedimen yang diakibatkan oleh pengendapan
dari material pembentuk atau asalnya pada suatu tempat yang disebut dengan
lingkungan pengendapan berupa sungai, muara, danau, delta, estuaria, laut dangkal
sampai laut dalam.

Pengendapan material batuan secara gravitasi yang dapat terjadi di daratan,


zona transisi (garis pantai) atau di dasar laut karena diangkut dengan media angin,
air maupun es. Pada saat pengikisan batuan hasil pelapukan terjadi, materialnya
terangkut oleh angin maupun air sehingga ketika kekuatan dari pengangkutan
material batuan berkurang maka batuan akan diendapkan di daerah alirannya.
Tidak hanya angin maupun air, gletser juga termasuk kedalam media
pengangkutannya. Walupun pergerakan pengangkutan oleh gletser sangat lambat,
tetapi daya pengangkutannya sangat besar. Pengendapan yang terjadi didasar laut
atau di danau mengakibatkan dasar laut menjadi dangkal. Sedimentasi juga dapat
menjelaskan secara terperinci peristiwa apa saja yang terjadi di suatu daerah
dengan kronologinya. Sehingga banyak peneliti atau geologist yang mencari
sejarah dengan pembuatan kronologi oleh sedimen. Juga sangat berguna untuk
bagian perminyakan.

2.2 Transport Sedimen


Klasifikasi Berdasarkan Ukuran:

Sedimen cenderung untuk didominasi oleh satu atau beberapa jenis partikel,
akan tetapi mereka tetap terdiri dari ukuran yang berbeda-beda (Hutabarat dan
Evants, 1985). Ukuran butir sedimen diwakili oleh diameternya yang biasa
disimbolkan dengan d, dan satuan yang lazim digunakan untuk ukuran butir
sedimen adalah millimeter (mm) dan micrometer (µm) (Poerbandono dan
Djunasjah, 2005).

Sedimen pantai diklasifikasikan berdasar ukuran butir menjadi lempung,


lumpur, pasir, butiran, kerikil, kerakal, dan bongkahan. Tabel 1 menunjukkan
klasifikasi menurut Wentworth, yang banyak digunakan dalam bidang teknik
pantai (CERC, 1984). Material sangat halus seperti lumpur dan lempung
berdiameter dibawah 0,063 mm dapat dikategorikan sebagai sedimen kohesif
(Triatmodjo, 1999).

Tabel 1. Skala Wentworth dalam millimeter (mm)


Klasifikasi Berdasarkan Lingkungan Pengendapan:

1. Sedimen laut (marine), diendapkan di laut contohnya batu gamping, dolomite,


napal, dan lain sebagainya.

2. Sedimen darat (teristris/terrigenous/kontinen), proses terjadinya di daratan


misalnya endapan sungai (alluvium), endapan danau, talus, koluvium, endapan
gurun (aeolis), dan sebagainya.

3. Sedimen transisi, lokasi pembentukannya terletak antara darat dan laut


misalnya delta.

Klasifikasi sedimen laut berdasarkan lokasi (sebaran sedimen laut) dapat


dibagi menjadi beberapa tipe sedimen yaitu:

a. Neritic sediments, yang tersebar pada paparan benua, lereng benua kaki benua
yang memiliki sumber material dari lithogenous, biogenous, hidrogeous dan
kosmogenous. Komposisi utamanya berasal dari material terrigenous yang
dibawa kelaut dengan aliran sungai maupun aliran permukaan. Ukuran butirnya
yang besar sehingga dapat dijumpai endapan dari yang berbutir kasar sampai
yang terhalus.
b. Pelagic sediments (Terrigen pelagis, biogenic pelagis) yang tersebar pada
perairan laut dalam dengan memiliki sumber material dai lithogeous,
biogenous, hidrogeous dan kosmogenous. Variasi ukuran butirnya sangat kecil
sehingga hanya dapat dijumpai material yang berbutir halus dan tersebar secara
merata pada perairan laut dalam.

c. Deep Sea Sediments :

-Bathyal, sedimen yang tersebar pada perairan dengan kedalaman 200-3700 m


dengan sumber material sumber matarial berasal dari terrigenous, biogenous
hydrogenous dan cosmogenous.

-Abyssal, sedimen yang berada pada kedalaman 3700-6000 m dengan sumber


matarial yang berasal dari terrigenous, biogenous, hydrogenous dan
cosmogenous.

-Hadal, sedimen yang berada pada kedalaman 6000 m dengan sumber material
yang berupa lempung dan debu.

Sedimen yang di jumpai di dasar lautan / ocean floor dapat


diklasifikasikan berdasarkan asalnya menurut Reinick (Dalam Kennet, 1992)
dibedakan menjadi empat yaitu :

1. Lithogenous / Terrigenous sedimen yaitu sedimen yang berasal dari erosi pantai
dan material hasil erosi daerah daratan. Jenis sedimen ini berasal dari pelapukan
(weathering) batuan dari daratan, lempeng kontinen termasuk yang berasal dari
kegiatan vulkanik. Hal ini dapat terjadi karena adanya suatu kondisi fisik yang
ekstrim (pemanasan dan pendinginan) terhadap batuan yang terjadi secara
berulang-ulang di padang pasir, oleh karena adanya embun-embun es dimusim
dingin, atau oleh karena adanya aksi kimia dari larutan bahan-bahan yang
terdapat di dalam air hujan atau air tanah terhadap permukaan batu. Sedimen ini
memasuki kawasan laut melalui drainase air sungai. Material ini dapat sampai ke
dasar laut melalui proses mekanik, yaitu tertransport oleh arus sungai dan atau
arus laut dan akan terendapkan jika energi ter-transforkan telah melemah.
2. Biogenous sedimen yaitu sedimen yang bersumber dari sisa-sisa organisme yang
hidup seperti cangkang dan rangka biota laut serta bahan-bahan organik yang
mengalami dekomposisi. Sedimen ini berasal dari organisme laut yang telah
mati dan terdiri dari remah-remah tulang, gigi-geligi, dan cangkang-cangkang
tanaman maupun hewan mikro. Komponen kimia yang sering ditemukan dalam
sediment ini adalah CaCO3 dan SiO2. Sedangkan partikel-partikel yang sering
ditemukan dalam sedimen calcareous terdiri dari cangkang-cangkang
Foraminifera, Coccolithophore, yang disebut globerigina ooze dan Pteropods,
yang disebut pteropod ooze. Cangkang Diatomae dan Radiolaria merupakan
kontributor yang paling penting dari partikel Siliceous. Oleh karena itu
berdasarkan dua komposisi utama penyusunnya, sedimen biogenous dibagi ke
dalam dua kelompok yaitu:
oCalcareous Oozes (CaCO3) dan;
o Silicieous Oozes (SiO2)
3. Hydrogenous sedimen yaitu sedimen yang terbentuk karena adanya reaksi kimia
di dalam air laut dan membentuk partikel yang tidak larut dalam air laut sehingga
akan tenggelam ke dasar laut, sebagai contoh dan sedimen jenis ini adalah
magnetit, phosphorit dan glaukonit. Sedimen ini berasal dari komponen kimia
yang larut dalam air laut dengan konsentrasi yang kelewat jenuh sehingga terjadi
pengendapan (deposisi) di dasar laut. Contohnya endapan Mangan (Mn) yang
berbentuk nodul, dan endapan glauconite (hydro silikat yang berwarna kehijauan
dengan komposisi yang terdiri dari ion-ion K, Mg, Fe, dan Si).
4. Cosmogerous sedimen yaitu sedimen yang bersal dari berbagai sumber dan
masuk ke laut melalui jalur media udara/angin. Sedimen jenis ini dapat
bersumber dari luar angkasa , aktifitas gunung api atau berbagai partikel darat
yang terbawa angin. Material yang berasal dari luar angkasa merupakan sisa-sisa
meteorik yang meledak di atmosfir dan jatuh di laut. Sedimen yang berasal dari
letusan gunung berapi dapat berukuran halus berupa debu volkanin, atau berupa
fragmen-fragmen aglomerat. Sedangkan sedimen yang berasal dari partikel di
darat dan terbawa angin banyak terjadi pada daerah kering dimana proses
aeolian (transport oleh angin) dominan namun demikian dapat juga terjadi pada
daerah sub tropis saat musim kering dan angin bertiup kuat. Dalam hal ini
umumnya sedimen tidak dalam jumlah yang dominan dibandingkan
sumber-sumber yang lain. Sedimen ini berasal dari luar angkasa di mana partikel
dari benda-benda angkasa ditemukan di dasar laut dan mengandung banyak
unsur besi sehingga mempunyai respon magnetik dan berukuran antara 10 – 640
m (Wibisono, 2005).

Sedimen dapat diangkut dengan tiga cara (sediment transport), yaitu :

1. Suspension:

ini umumnya terjadi pada sedimen-sedimen yang sangat kecil ukurannya (seperti
lempung) sehingga mampu diangkut oleh aliran air atau angin yang ada.

2. Bed load:

ini terjadi pada sedimen yang relatif lebih besar (seperti pasir, kerikil, kerakal,
bongkah) sehingga gaya yang ada pada aliran yang bergerak dapat berfungsi
memindahkan pertikel-partikel yang besar di dasar. Pergerakan dari butiran pasir
dimulai pada saat kekuatan gaya aliran melebihi kekuatan inertia butiran pasir
tersebut pada saat diam. Gerakan-gerakan sedimen tersebut bisa menggelinding
(rolling), menggeser (sliding), atau bahkan bisa mendorong sedimen yang satu
dengan lainnya.

3. Saltation :

yang dalam bahasa latin artinya meloncat umumnya terjadi pada sedimen
berukuran pasir dimana aliran fluida yang ada mampu menghisap dan mengangkut
sedimen pasir sampai akhirnya karena gaya grafitasi yang ada mampu
mengembalikan sedimen pasir tersebut ke dasar.
Distribusi / Persebaran Sedimen di Dunia:

Gross (1990), mengemukakan bahwa bahan pembentukan / asal sedimen laut dapat
dikelompokan atas empat yaitu :

1. Lithogenous yaitu sedimen yang berasal dari proses kimia yang mengikis
batuan-batuan atau lempengan bumi.

2. Biogenous yaitu sedimen yang berasal dari sisa atau hancurnya organisme laut,
sedimen ini meliputi dua tipe yaitu ; Silliceour dan Biogeneus

3. Authigeous yaitu sedimen yang berasal dari proses pengendapan oleh reaksi
kimia yang pada dasarnya melarut dalam air.

4. Cosmogenous yaitu sedimen yang berasal dari angkasa luar yang masuk kedalam
air

Faktor-faktor yang mengontrol terbentuknya sedimen adalah :

 Iklim
 Topografi
 Vegetasi dan juga susunan yang ada dari batuan.

Sedangkan faktor yang mengontrol pengangkutan sedimen adalah :

 Air
 Angin, dan juga gaya gravitasi.

Sedimen dapat terangkut baik oleh air, angin, dan bahkan salju/gletser.

Mekanisme pengangkutan sedimen (sediment transport) oleh air dan angin


sangatlah berbeda.
 Pertama, karena berat jenis angin relatif lebih kecil dari air maka angin
sangat susah mengangkut sedimen yang ukurannya sangat besar. Besar
maksimum dari ukuran sedimen yang mampu terangkut oleh angin
umumnya sebesar ukuran pasir.
 Kedua, karena sistem yang ada pada angin bukanlah sistem yang terbatasi
(confined) seperti layaknya channel atau sungai maka sedimen cenderung
tersebar di daerah yang sangat luas bahkan sampai menuju atmosfer.
Pada saat kekuatan untuk mengangkut sedimen tidak cukup besar dalam
membawa sedimensedimen yang ada maka sedimen tersebut akan jatuh atau
mungkin tertahan akibat gaya grafitasi yang ada. Setelah itu proses sedimentasi
dapat berlangsung sehingga mampu mengubah

sedimen-sedimen tersebut menjadi suatu batuan sedimen.

2.3 Pengertian dan jenis-jenis batuan Sedimen


Batuan sedimen merupakan sebuah batuan yang terbentuk karena adanya suatu
proses pembatuan atau litifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang
kemudian terbawa dan diendapkan.
Batuan sedimen ini terbentuk dari batuan beku atau zat padat yang mengalami
suatu erosi di tempat tertentu kemudian mengendap dan menjadi keras. Batuan
sedimen ini biasanya berlapis-lapis secara mendatar.

Jenis-jenis batuan sedimen:

1. Batuan Sedimen Klastis


Batuan sedimen klastikmeruapakan salah satu jenis batuan yang terbentuk di
alam melalui suatu proses pengendapan dari material-material yang bervariasi,
mulai dari ukuran lempung sampai dengan bongkah batuan.
Batuan sedimen klastis ini terbentuk karena suatu pelapukan atau erosi pada
pecahan batuan atau mineral, sehingga batuan menjadi hancur atau pecah dan
lalu mengendap di tempat tertentu dan menjadi keras. Susunan kimia dan warna
batuan ini biasanya sama dengan batuan asalnya.
Contohnya : batuan sedimen klastis antara lain yaitu batu konglomerat, batu breksi,
dan batu pasir.

2. Batuan Sedimen Kimiawi


Batuan sedimen kimiawi adalah batuan yang terbentuk karena adanya
pengendapan melalui suatu proses kimia pada mineral-mineral tertentu. Misalnya,
pada batu kapur yang larut oleh air kemudian mengendap dan membentuk sebuah
stalaktit dan stalagmit di gua kapur.

Contohnya : batuan sedimen kimiawi lainnya yaitu batuan anhidrit dan batu garam

3. Batuan Sedimen Organik


Batuan sedimen organik atau batuan sedimen biogenik merupakan batuan yang
terbentuk karena adanya sisa-sisa makhluk hidup yang mengalami pengendapan di
tempat tertentu.

Contohnya : pada batu karang yang terbentuk dari terumbu karang yang mati dan
fosfat yang terbentuk dari kotoran kelelawar serta batu gamping.
BAB III

KESIMPULAN

Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh


media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di
mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang
diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun
dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh
angin.
pembentukan sedimen laut dapat dikelompokan berdasarkan proses bagaimana
terbentuknya yaitu Lithogenous, Biogeneous, Authigeneous, dan Cosmogeneous
DAFTAR PUSTAKA

Umi Muawanah dan Agus supangat. 1998. Pengantar Kimia dan Sedimen Dasar
Laut. Badan Riset Kelautan Dan Perikanan: Jakarta.

http://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-jenis-jenis-batuan-sedimen-beserta-

contohnya-lengkap/ (diakses pada tanggal 1 April 2018, pada pukul

21:19 WIB)

http://oseanografer.blogspot.co.id/2011/08/definisi-sedimentologi.html , (diakses
tanggal 1 Mei 2018 pukul 18.58 WIB)

http://forum.teropong.id/2017/10/16/pengertian-sedimentasi-pengendapan-fa

ktor-proses-terjadinya-dan-jenis-sedimentasi/ (di akses pada tanggal 30

April 2018, pada pukul 20:18 WIB)