Anda di halaman 1dari 33

RANCANGAN AKTUALISASI HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN DI DINAS


PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KABUPATEN SUBANG

oleh :
FIRMAN HARRY PERMANA, ST
Nosis : 201904073174

Peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Subang


Angkatan I Tahun 2019

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI


PUSAT PENDIDIKAN ADMINISTRASI
BANDUNG
2019
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI HABITUASI


NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN DI DINAS
PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KABUPATEN SUBANG

PESERTA DIKLAT :

NAMA : FIRMAN HARRY PERMANA, ST


NOSIS : 201904073174

Telah disetujui pada tanggal 15 April 2019


Di Pusdikmin Lemdiklat Polri Bandung

COACH, MENTOR,

MOHAMMAD ROIS.,S.I.K.M.H ENDANG RUHENDI, ST


AKBP NRP 68080623 NIP. 19630522 199003 1 004
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
PUSAT PENDIDIKAN ADMINISTRASI

PENJELASAN COACH
TENTANG KEMAMPUAN PESERTA

Nama Peserta Didik : Firman Harry Permana, ST


Nosis : 201904073174

Saya menilai peserta Sangat Mampu / Mampu / Kurang Mampu


/ Tidak Mampu / melaksanakan Perencanaan Inovasi /
Manajemen Perubahan, dengan penjelasan sebagai berikut :
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
.....................................................................................................
.....................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
.....................................................................................................
......................................
Bandung, April 2019
COACH

MOHAMMAD ROIS.,S.I.K.M.H
AKBP NRP 68080623
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun selalu panjatkan kepada Allah SWT, sebagai


rasa syukur karena atas limpahan karunia-Nya Rancangan Aktualisasi
Habituasi Nilai-nilai Dasar Profesi ASN di Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Subang ini dapat diselesaikan sesuai dengan
yang diharafkan.

Rancangan ini dibuat dengan maksud sebagai bahan acuan dalam


pelaksanaan aktualisasi habituasi yang dapat diterapkan, dalam
melaksanakan kegiatan kepemerintahan pada Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Cianjur selama waktu 30 (tiga puluh) hari yang
telah ditetapkan sesuai aturannya.

Dengan selesainya rancangan ini, penyusun sampaikan rasa terima


kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada :

1. Bpk. KOMBES POL Drs. Bobyanto I.O.R Odoe, selaku Kepala Pusat
Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri
Bandung;
2. Bpk. Dr. Ir. Besta Besuki Kertawibawa, M.PPM, selaku Kepala Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Subang;
3. Bpk. AKBP Mohammad Rois, S.I.K., M.H, selaku Wakil Kepala Pusat
Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri
Bandung sekaligus sebagai coach;
4. Bpk. Endang Ruhendi, ST, selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Subang sekaligus
sebagai mentor;
5. Bpk. AKP Qurnia Ricky Yanitra, S.AP., S.I.K, selaku Patun E;
6. Bapak dan Ibu Panitia, Widyaiswara dan semua Patun Pusdikmin
Lembiklat Polri Bandung; serta

i
7. Rekan-rekan siswa Diklatsar CPNS Golongan III Pemerintah
Kabupaten Subang Gelombang I Tahun Anggaran 2019.

Tidak lupa, penyusun mengucapkan beribu terima kasih kepada


kedua orang tua penyusun, berkat doa dan dukungannya penyusun dapat
tetap semangat dalam menghadapi setiap hambatan yang terjadi, sehingga
penyusun dapat merasakan indahnya hasil yang didapatkan setelahnya.

Penyusun menyadari bahwa rancangan aktualisasi habituasi ini jauh


dari kata sempurna, oleh karena ini mohon kiranya dapat memberikan
masukan yang membangun kepada penyusun, sehingga penyusun dapat
mengambil pelajaran untuk belajar lebih baik lagi.

Bandung, April 2019


Penyusun,

Firman Harry Permana, ST


Nosis. 201904073174

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i


DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang.............................................................................. 1
1. Gambaran Umum Organisasi Dinas PUPR Kabupaten Subang... 4
2. Visi dan Misi Organisasi Dinas PUPR Kabupaten Subang ........... 5
3. Tugas dan Fungsi Organisasi Dinas PUPR Kabupaten Subang .. 6
4. Tugas dan Fungsi Unit Kerja Bidang Sumber Daya Air ................ 7
5. Struktur Organisasi Dinas PUPR Kabupaten Subang ................ 10
B. Tujuan ......................................................................................... 11
C. Manfaat ....................................................................................... 11
BAB II KEGIATAN AKTUALISASI HABITUASI ........................................ 12
A. Kegiatan...................................................................................... 12
1. Melakukan penerimaan surat masuk, pembuatan surat keluar, dan
penomoran surat masuk dan surat keluar pada unit organisasi ... 12
2. Melakukan monitoring lapangan sebagai pelaksana teknik
pengairan ..................................................................................... 14
3. Melakukan survey data geospasial daerah irigasi ........................ 17
4. Melakukan digitasi peta geospasial SDA kedalam software
Arcgis................................... ........................................................ 19
5. Melakukan Pendataan Data Geospasial Bidang Sumber Daya
Air................................... .............................................................. 21
6. Melakukakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik
lisan maupun tertulis. ................................................................... 23
B. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi.............................. 26
BAB III PENUTUP.................................................................................... 27
A. Kesimpulan ...................................................................................... 27
B. Saran................................................................................................ 27

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kondisi birokrasi Indonesia di era reformasi saat ini bisa
dikatakan belum menunjukan arah perkembangan yang baik, karena
masih banyak ditemukan birokrat yang arogan dan menganggap
rakyatlah yang membutuhkannya, praktik KKN yang masih banyak
terjadi, dan mentalitas birokrat yang masih jauh dari harapan. Untuk
melaksanakan fungsi birokrasi secara tepat, cepat, dan konsisten
guna mewujudkan birokrasi yang akuntabel dan baik, maka
pemerintah telah merumuskan sebuah peraturan untuk menjadi
landasan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di Indonesia, yaitu
Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2011 tentang Grand Design
Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025.

Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah


untuk mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan
perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan
pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan
(organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur.
Melalui reformasi birokrasi, dilakukan penataan terhadap sistem
penyelangggaraan pemerintah dimana uang tidak hanya efektif dan
efisien, tetapi juga reformasi birokrasi menjadi tulang punggung dalam
perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tujuan reformasi birokrasi adalah untuk menciptakan birokrasi


pemerintah yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi,
berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani publik,

1
netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar
dan kode etik aparatur negara. Adapun visi reformasi birokrasi yang
tercantum dalam lembaran Grand design Reformasi Birokrasi
Indonesia adalah terwujudnya pemerintahan kelas dunia.

Visi tersebut menjadi acuan dalam mewujudkan pemerintahan


kelas dunia, yaitu pemerintahan yang profesional dan berintegritas
tinggi yang mampu menyelenggarakan pelayanan prima kepada
masyarakat dan manajemen pemerintahan yang demokratis agar
mampu menghadapi tantangan pada abad ke 21 melalui tata
pemerintahan yang baik pada tahun 2025.

Sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk menjalankan


tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat,
yang diperoleh melalui pembentukan karakter dan penguatan
kompetensi teknis sesuai dengan bidang tugas melalui Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan Peraturan Kepala
Lembaga Administrasi Negara Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Negeri Sipil Golongan III.

Sejak diundangkan pada tanggal 23 November 2016 dan


mempunyai daya laku surut sejak tanggal 25 November 2016,
penyempurnaan dan pengayaan konsep Diklat Prajabatan dilakukan
dengan mengembangkan desain Diklat terintegrasi sejalan dengan
perkembangan dinamika tuntutan jabatan dan penguatan terhadap
kompetensi bidang sesuai dengan formasi jabatan yang ditetapkan.
Nomenklatur Diklat Prajabatan diubah menjadi Pelatihan Dasar Calon
PNS, sebagai salah satu jenis Pelatihan yang strategis pasca UU
Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dalam rangka pembentukan
karakter PNS dan membentuk kemampuan bersikap dan bertindak
profesional mengelola tantangan dan masalah keragaman sosial
kultural dengan menggunakan perspektif whole of government atau
one government yang didasari nilai-nilai dasar PNS berdasarkan

2
kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) pada setiap pelaksanaan tugas jabatannya sebagai
pelayan masyarakat.

Salah satu Kurikulum Pembentukan Karakter PNS sesuai


peraturan tersebut adalah Habituasi, agenda pembelajaran ini
memfasilitasi agar peserta melakukan proses aktualisasi melalui
pembiasaan diri terhadap kompetensi yang telah diperoleh melalui
berbagai mata Pelatihan yang telah dipelajari. Melalui agenda
pembelajaran ini, peserta akan dibekali dengan konsepsi dan tahap
aktualisasi, penyusunan dan penyajian rancangan aktualisasi,
pelaksanaan aktualisasi di tempat kerja dan penyajian hasil aktualisasi
di tempat kerja dengan menyajikan berbagai bukti belajar yang
relevan.

Rancangan Aktualisasi harus disiapkan sebelum dilaksanakan


pada masa habituasi ketika kembali ke instansi masing-masing.
Rancangan yang sudah direncanakan terkadang tidak sesuai dalam
pelaksanaannya, disebabkan berbagai hal yang sudah menjadi
kebiasaannya. Penulis akan mengangkat isu yang menarik yaitu
“Kurang optimalnya kegiatan administrasi dalam pekerjaan
konstruksi dan kurangnya ketersediaanya data geospasial pada
bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Subang”

Berdasarkan pertimbangan tersebut penyusun yang akan


memasuki tahap agenda habituasi selama 30 (tiga puluh) hari
kedepan pada instansi yang dilamar penyusun dalam hal ini Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kabupaten
Subang, maka terlebih dahulu penyusun menyiapkan Rancangan
Aktualisasi Habituasi tersebut dengan judul RANCANGAN
AKTUALISASI HABITUASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN DI
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN
SUBANG untuk diterapkan pada masa habituasi.

3
1. Gambaran Umum Organisasi Dinas PUPR Kabupaten
Subang
Organisasi yang penyusun lamar adalah Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Subang yang
berkedudukan di Jalan K.S. Tubun Subang, berdiri atas
landasan hukum Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 7
Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat
Daerah Kabupaten Subang, sebagai pelaksana urusan
pemerintah di bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
pada Kabupaten Subang sesuai dengan tugas pokoknya sesuai
dengan kewenangannya.

Gambar 1.1 Salahsatu Gedung Dinas PUPR Kabupaten Subang

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten


Subang merupakan salah satu dinas yang berada pada
pemerintahan daerah Kabupaten Subang, kordinasinya
langsung kepada Bupati Subang, yang fokus dalam mengurusi
dan penyediaan sarana dan prasarana umum.

4
Dinas PUPR Kabupaten Subang di kepalai oleh Kepala
Dinas yang membawahi beberapa Bidang dan seksi
dibawahnya. Dipimpin oleh Bapak Dr. Ir. Besta Besuki
Kertawibawa, M.PPM, Dinas PUPR Kabupaten Subang akan
berfokus pada pembangunan infrastruktur yang partisipatif
dengan masyarakat, sehingga masyarakat menjadi bagian yang
tidak perpisahkan dalam pembangunan di Kabupaten Subang.
Sesuai Moto dari Bupati Subang yang baru adalah “Subang
Jawara”, maka dalam pembangunan infrastuktur di Kabupaten
Subang akan dilaksanakan secara gotong royong demi
membangun Subang.

2. Visi dan Misi Organisasi Dinas PUPR Kabupaten Subang


Sebagai organisasi pemerintah, aturan hukum berdirinya
Dinas PUPR Kabupaten Subang adalah Peraturan Daerah
Kabupaten Subang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan
dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Subang, memiliki
Visi dan misi sebagai berikut :

a. Visi Dinas PUPR Kabupaten Subang

“Terwujudnya Sarana dan Prasarana Umum yang


Berkualitas, Berdaya Guna dan Berhasil Guna melalui
Pembanguan Berbasis Gotong Royong serta Penataan
Ruang yang Partisipasif, Tertib dan Berwawasan
Lingkungan.”

b. Misi Dinas PUPR Kabupaten Subang


1) Peningkatan, semangat, disipilin, kemampuan,
dedikasi, dan loyalitas pegawai Dinas Pekerjaan
Umum, Penataan Ruang Kabupaten Subang;

5
2) Peningkatan kinerja dan profesionalisme mitra kerja
yang didukung dengan perencanaan akurat dan
pengawasan yang konsisten;
3) Meningkatkan ketersediaan infrastruktur, sarana dan
prasarana umum yang baik, berwawasan lingkungan
dan berdaya guna bagi masyarakat serta
pemeliharaan hasil-hasil pembangunan secara baik
dan berkesinambungan;
4) Mendorong kepedulian dan pemberdayaan
masyarakat terhadap pembangunan sarana dan
prasarana umum dan penataan ruang melalui
pembangunan berbasis gotong royong;
5) Mewujudkan penataan ruang yang partisipasif,
berdaya guna, selaras, serasi, seimbang dan
berkelanjutan.

3. Tugas dan Fungsi Organisasi Dinas PUPR Kabupaten


Subang
Masih dalam aturan yang sama, dijelaskan pula tentang Tugas
dan Fungsi dari Dinas PUPR Kabupaten Subang, sebagai berikut :

a. Tugas Dinas PUPR Kabupaten Subang

Tugas pokok Dinas PUPR Kabupaten Subang adalah


membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintah di
bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang
menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang
diberikan kepada Pemerintah Kabupaten.

b. Fungsi Dinas PUPR Kabupaten Subang


1) Perumusan kebijakan teknis di bidang Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang;
2) Penyelenggara urusan pemerintah dan pelayan
umum di Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan

6
Ruang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh
Bupati;
3) Pembinaan dan pelaksanaan kegiatan di Bidang
Pekerjaan umum dan Penataan Ruang;
4) Pengelola administrasi umum meliputi urusan
perencanaan, evaluasi dan pelaporan, urusan emum
dan kepegawaian, urusan keuangan dan barang
daerah.

4. Tugas dan Fungsi Unit Kerja Bidang Sumber Daya Air


Dinas PUPR Kabupaten Subang terdiri dari beberapa unit
kerja dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yang terdiri dari
Bidang Bina Marga, Bidang Sumber Daya Air, Bidang Penataan
Ruang, Bidang Pemeliharaan dan Bidang Pengawasan dan
Pengendalian. Unit kerja yang dituju penyusun adalah Bidang
Sumber Daya Air yang memiliki tugas dan fungsinya sesuai
dengan Peraturan Bupati Subang Nomor 55 Tahun 2016 tentang
Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Kabupaten Subang, dijabarkan sebagai
berikut :

a. Tugas Unit Kerja

Bidang Sumber Daya Air mempunyai tugas pokok


menyiapkan bahan perumusan perencanaan, pembinaan,
pembangunan, pengendalian, perlindungan, sistem
informasi, pemberdayaan, evaluasi dan pengawasan
kebijakan teknis serta penyelenggaraan administrasi dalam
melaksanakan kegiatan operasional SDA (sesuai dengan
batasan kewenangan Kabupaten).

b. Fungsi Unit Kerja

7
1) Penyusun program kerja dan kebijakan pengelolaan
Bidang Sumber Daya Air/ SDA;
2) Penyusun petunjuk teknis pengelolaan Sumber Daya
Air/ SDA (sesuai dengan batasanwewenang
Kab/Kota);
3) Pengumpulan dan pengolahan data teknis dalam
rangka pengelolaan dan pengembangan Sumber
Daya Air/ SDA;
4) Penyusun, pengumpulan dan pengolahan
perencanaan jaringan irigasi (sesuai dengan batasan
wewenang Kab/Kota);
5) Penyelenggara dan pengendalian kegiatan dalam
bidang pembangunan SDA (sesuai dengan batasan
wewenang Kab/Kota);
6) Penyelenggara dan pengendalian kegiatan dalam
bidang pemanfaatan SDA (sesuai dengan batasan
wewenang Kab/Kota);
7) Penyelenggara dan pengendalian kegiatan
operasional SDA dan rekomendasi izin (sesuai
dengan batasan wewenang Kab/Kota);
8) Penyelenggaraan dan pengendalian pada kegiatan
pelaksanaan konstruksi bidang SDA;
9) Penyusun pengelolaan sistem manajemen bidang
SDA;
10) Pelaksana evaluasi kinerja terhadap pelaksanaan
kegiatan pengelolaan dan penyelenggaraan bidang
SDA;
11) Pengendalian fungsi dan manfaat hasil pembangunan
bidang SDA;
12) Penyampaian telaahan staf sebagai bahan
pertimbangan pengambilan kebijakan Kepala Dinas;

8
13) Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja terkait
dalam rangka pelaksanaan tugas;
14) Penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan
Bidang Sumber Daya Air;
15) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

9
5. Struktur Organisasi Dinas PUPR Kabupaten Subang

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Dinas PUPR Kabupaten Subang

10
B. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan Rancangan Aktualisasi
Habituasi sesuai isu yang diangkat dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Mengetahui seberapa besar kurang optimalnya kegiatan


administrasi pekerjaan konstruksi dan kekurangan data
geospasial pada Dinas PUPR Kabupaten Subang;
2. Mengetahui perubahan kegiatan administrasi pekerjaan
konstruksi dan data geospasial ketika rancangan kegiatan
dilaksanakan;
3. Sebagai tugas yang harus selesaikan dalam kegiatan Diklatsar
CPNS sesuai dengan aturan.

C. Manfaat
Adapun manfaat yang didapatkan dari penyusunan Rancangan
Aktualisasi habituasi ini adalah untuk mengetahui dan melengkapi
kurang optimalnya kegiatan administrasi pekerjaan konstruksi dan
kekurangan data geospasial, sehingga tersedianya data geospasial
dengan kegiatan adminitrasi pekerjaan konstruksi yang baik.

Manfaat lainnya adalah untuk mengetahui seberapa besar


penerapan nilai ANEKA yang dapat diterapkan dalam kegiatan pada
masa habituasi ketika kembali ke instansi penyusun, sehingga
kedepannya dalam dalam melaksanakan profesi ASN selalu tetap
memegang teguh akan tugas dan fungsi ASN dengan tetap
memegang teguh Panca Prasetya Korpri.

11
BAB II
KEGIATAN AKTUALISASI HABITUASI

Berdasarkan latar belakang, visi dan misi serta tugas pokok


beserta fungsi diatas, beserta tujuan dari pelaksanaan pembuatan
rancangan aktualisasi habituasi ini, maka rencana kegiatan yang akan
penyusun laksanakan adalah sebagai berikut :

1. Melakukan penerimaan surat masuk, pembuatan surat keluar,


dan penomoran surat masuk dan surat keluar pada unit
organisasi.
2. Melakukan monitoring lapangan sebagai pelaksana teknik
pengairan.
3. Melakukan survey data geospasial daerah irigasi.
4. Melakukan digitasi peta geospasial SDA kedalam software
Arcgis.
5. Melakukan pendataan data geospasial bidang Sumber Daya Air;
6. Melakukakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik
lisan maupun tertulis.

A. Kegiatan
1. Melakukan penerimaan surat masuk, pembuatan surat
keluar, dan penomoran surat masuk dan surat keluar pada
unit organisasi
a. Tahapan kegiatan
1) Menerima surat masuk;
2) Memberi penomoran surat masuk pada buku agenda
surat masuk;
3) Membuat surat keluar;
4) Memberi penomoran surat keluar pada buku agenda
surat keluar.

12
b. Hasil kegiatan
1) Terlayaninya surat masuk;
2) Terdatanya surat masuk pada buku agenda surat
masuk;
3) Tersedianya surat keluar;
4) Terdatanya surat keluar pada buku agenda surat
keluar.
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1) Akuntabilitas;
Bertanggungjawab dalam menerima dan mendata
surat masuk pada unit organisasi dan surat keluar dari
unit organisasi, sehingga dapat tertib administrasi
terhadap surat menyurat.
2) Nasionalisme;
Terdatanya urusan surat masuk dan surat keluar
secara tertib dan seimbang tanpa memilah milih asal
dan tujuan surat tersebut.
3) Etika Publik;
Terlayaninya setiap surat masuk yang dituju ke unit
organisasi dengan menerima secara sopan dan
santun serta memberikan kepastian akan tertujunya
maksud surat tersebut. Tertujunya surat keluar
kepada yang dimaksud dengan diberikan surat
tersebut secara ramah dan sopan dalam
menyampaikannya.
4) Komitmen Mutu;
Tertujunya surat masuk dan surat keluar tersebut
kepada yang dituju secara cepat dan tepat, tanpa
menunggu waktu dalam memberikan surat masuk
dan surat keluar tersebut.
5) Anti Korupsi.

13
Menerima surat masuk dan menyampaikan surat
keluar tanpa meminta upah pembuatan dan
penyampaiannya kepada yang dimaksud.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Dengan terlaksananya kegiatan penerimaan surat masuk,
pembuatan surat keluar, dan penomoran surat masuk dan
surat keluar pada unit organisasi, maka akan terciptanya
ketertiban urusan surat menyurat pada unit kerja sehingga
terwujudnya misi Dinas PUPR Kabupaten Subang adalah
peningkatan kinerja dan profesionalisme mitra kerja
sebagai pengawasan yang akurat.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Dengan pelaksanaan pelayanan yang baik, maka akan
memperkuat hubungan antar setiap orang atau organisasi
yang dituju dengan unit kerja yang ditempati penyusun.
f. Keterkaitan dengan mata diklat (WoG, manajemen ASN
dan Pelayanan Publik)
Kegiatan surat menyurat dapat dikaitkan dalam penerapan
manajemen ASN dan pelayanan publik, dimana ASN
sebagai pelaksana kebijakan publik yang akan selalu
berkordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam
pelaksanaannya dan akan memberikan pelayanan terbaik
dalam melayani masyarakat yang memerlukan informasi
seputar kegiatan pada Dinas PUPR Kabupaten Subang.

2. Melakukan monitoring lapangan sebagai pelaksana teknik


pengairan
a. Tahapan kegiatan
1) Mempelajari penugasan monitoring yang diberikan
pimpinan;
2) Menyiapkan bahan-bahan pelaksanaan tugas;

14
3) Menjalankan tugas sesuai dengan arahan dan aturan
yang ada;
4) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas.
b. Hasil kegiatan
Tersedianya laporan hasil monitoring lapangan dari yang
diperintahkan oleh pimpinan, terkait dari kondisi dan progres
monitoring pekerjaan lapangan dengan dilengkapi hasil
dokumentasi pekerjaan yang dimonitoring.
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1) Akuntabilitas;
Bertanggung jawab dalam melaporkan hasil
monitoring lapangan berdasarkan kenyataan
dilapangan, tanpa adanya informasi yang
ditambahkan maupun dikurangi sesuai dengan
keahlian penyusun.
2) Nasionalisme;
Melaksanakan monitoring dengan tetap memegang
teguh sifat profesionalisme dan tidak membeda-
bedakan setiap hasil yang diperoleh lapangan, serta
siap akan setiap tugas yang diberikan pimpinan
dimanapun lokasi kunjungan tersebut.
3) Etika Publik;
Melaksanakan monitoring akan berinteraksi langsung
dengan masyarakat, sehingga harus menunjukkan
sikap yang ramah dan bersahabat agar hasil
monitoring lapangan akan lebih objektif dengan
penilaian dari masyarakat sekitar tempat yang
dikunjungi.
4) Komitmen Mutu;
Monitoring lapangan harus disertai dengan ilmu dasar
dari objek yang dikunjungi, sehingga ketika

15
dilapangan akan terasa lebih efektif dikarenakan akan
menjadi bahan perbandingan dari seharusnya yang
dikerjakan sesuai dengan perencanaan yang sudah
disepakati bersama.
5) Anti Korupsi.
Dalam pelaksanaan monitoring harus tetap bersifat
profesional dalam menilai hasil lapangan, tanpa
mudah dirayu untuk merubah hasil penilaian oleh
pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan tetap
melaporkan hasil yang sebenarnya dilapangan.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Dengan pelaksanaan monitoring yang profesional, maka
misi Dinas PUPR Kabupaten Subang sebagai
meningkatkan ketersediaan infrastruktur, sarana dan
prasarana umum yang baik akan tercapai sesuai yang
direncanakan.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Dengan melaksanakan kegiatan monitoring lapangan
sebagai pelaksana teknik pengairan, maka akan
terciptanya kepercayaan masyarakat dari hasil yang
diharafkan dari objek yang dikunjungi tanpa adanya
penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan.
f. Keterkaitan dengan mata diklat (WoG, manajemen ASN
dan Pelayanan Publik)
Kegiatan monitoring lapangan sebagai pelaksana teknik
pengairan ada kaitannya dengan manajemen ASN dan
pelayanan publik dimana pelaksanaan kunjungan lapangan
merupakan salah satu fungsi ASN sebagai pelaksana
kebijakan publik dalam bidang infrastruktur. Begitupun
ketika masyarakat membutuhkan pelayanan dalam bentuk

16
pelaporan kerusakan ataupun pembangunan infrastruktur,
maka harus siap dalam perencanaannya.

3. Melakukan survey data geospasial daerah irigasi


a. Tahapan kegiatan
1) Menerima intruksi atasan;
2) Mempersiapkan keperluan yang dibutuhkan dalam
melaksanakan survey data geospasial;
3) Melakukan digitasi koordinat lapangan di lokasi
kegiatan;
4) Mengumpulkan data-data hasil survey lapangan;
5) Melaporkan hasil digitasi kepada pimpinan.
b. Hasil kegiatan
Tersediaanya data geospasial daerah irigasi yang disurvei,
sehingga dapat dijadikan tambahan data informasi terkait
daerah irigasi yang disurvey tersebut.
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1) Akuntabilitas;
Bertanggung jawab akan hasil survey data geospasial
daerah irigasi tersebut, yang akan dijadikan acuan
dalam pengambil kebijakan kedepannya.
Pengambilan kebijakan pada suatu daerah irigasi
akan jadi pertanggung jawaban kepada petani dan
secara luas kepada masyarakat dari hasil padinya.
2) Nasionalisme;
Dengan melaksanakan kegiatan survey data
geospasial daerah irigasi, maka akan tersedianya
data kepemilikan aset negara yang tersebar di
Kabupaten Subang dalam bentuk bangunan irigasi.
Sehingga dapat memperkaya kepemilikan aset
negara yang dimiliki Kabupaten Subang.

17
3) Etika Publik;
Dalam melaksanakan kegiatan survey data
geospasial daerah irigasi akan selalu berhubungan
dengan masyarakat yang memanfaatkan air irigasi.
Sehingga dalam melaksanakan kegiatannya harus
bersikap ramah dan berbaur dengan masyarakat,
agar masyarakat memiliki sifat peduli pada aset
negara tersebut.
4) Komitmen Mutu;
Kegiatan survey data geospasial daerah irigasi harus
didasari dengan ilmu yang relevan, sehingga data
yang didapatkan akan sesuai dengan aturan yang
berlaku.
5) Anti Korupsi.
Kegiatan survey data geospasial daerah irigasi
menghasilkan data yang sangat penting dalam
melaksanakan kebijakan publik lainnya. Maka dengan
menerapkan komitmen anti korupsi, data tersebut
akan digunakan demi kepentingan masyarakat dan
tidak untuk kepentingan pribadi.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Sesuai misi Dinas PUPR Kabupaten Subang sebagai
Penyelenggara urusan pemerintah dan pelayan umum
di Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sesuai
dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bupati, maka
dengan melaksanakan kegiatan survey data geospasial
daerah irigasi, dapat melengkapi ketersediaan data aset
negara dalam bentuk infrastuktur bangunan irigasi.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Dengan melaksanakan kegiatan survey data geospasial
daerah irigasi, maka akan memperkuat nilai organisasi

18
yang memiliki kelengkapan data pada aset negara yang
dimiliki.
f. Keterkaitan dengan mata diklat (WoG, manajemen ASN
dan Pelayanan Publik)
Kegiatan survey data geospasial daerah irigasi mempunyai
keterkaitan dengan manajemen ASN sebagai pelaksana
kebijakan publik dalam bidang infrastuktur. Dapat dikaitkan
juga pada pelayanan publik dimana masyarakat dapat
mengetahui keberadaan aset-aset negara yang harus
dijaga bersama.

4. Melakukan digitasi peta geospasial SDA kedalam software


Arcgis
a. Tahapan kegiatan
1) Menerima data koordinat dari petugas lapangan;
2) Mengklasifikasi hasil identifikasi objek data geospasial;
3) Menelaah hasil identifikasi objek data geospasial;
4) Mendigit objek data geospasial;
5) Melaporkan hasil digitasi data geospasial kepada
pimpinan.
b. Hasil kegiatan
Dengan melaksanakan kegiatan digitasi peta geospasial SDA
kedalam software Arcgis, maka akan tersimpannya data
tersebut dalam satu format file yang sama secara nasional
yang sudah distandarisasi oleh pemerintah pusat. Sesuai
dengan tujuan pemerintah pusat adalah tersedianya data
dalam satu peta sehingga dapat memudahkan dalam
mengambil keputusan bersama.
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1) Akuntabilitas;

19
Bertanggung jawab akan pelaksanaan kegiatan
digitasi peta geospasial SDA kedalam software Arcgis
, dimana dituntut akan kebenaran data yang diterima
sehingga tidak menimbulkan kesalahan dalam
pengambilan kebijakan.
2) Nasionalisme;
Dengan melaksanakan kegiatan digitasi peta
geospasial SDA kedalam software Arcgis, maka
tersediaanya data potensi SDA yang dapat
dikermbangkan demi kepentingan publik.
3) Etika Publik;
Dalam pelaksaan kegiatan digitasi peta geospasial
akan berinteraksi dengan petugas lapangan dengan
tetap memberikan sikap ramah dan melayani,
sehingga petugas lapangan merasa dihargai dengan
data yang petugas lapagan berikan.
4) Komitmen Mutu;
Dengan mengedepankan sikap profesional dalam
bekerja dan melaksanakan kegiatan digitasi peta
geospasial, maka hasil yang diperoleh berupa data
geospasial akan memberikan dampak positif bagi
masyarakat.
5) Anti Korupsi.
Setiap data yang terkumpul adalah aset yang harus
dijaga demi kepentingan bersama, sehingga harus
digunakan sesuai dengan penggunaannya tanpa
menjadikannya sebagai aset pribadi demi
kepentingan pribadi.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Sesuai misi Dinas PUPR Kabupaten Subang sebagai
Penyelenggara urusan pemerintah dan pelayan umum

20
di Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, maka
dengan melaksanakan kegiatan digitasi peta geospasial
SDA kedalam software Arcgis, dapat melengkapi
ketersediaan data aset negara berupa bangunan
infrastuktur bangunan irigasi dalam satu format file yang
ditentukan oleh Pemerintah Pusat.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Dengan melaksanakan kegiatan digitasi peta geospasial
SDA kedalam software Arcgis, maka akan memperkuat
nilai organisasi yang memiliki kelengkapan data pada aset
negara yang dimiliki.
f. Keterkaitan dengan mata diklat (WoG, manajemen ASN
dan Pelayanan Publik)
Kegiatan ini mempunyai keterkaitan dengan manajemen
ASN sebagai pelaksana kebijakan publik dalam bidang
infrastuktur dan sebagai pelayanan dalam penerima data
geospasial dari petugas lapangan.

5. Melakukan Pendataan Data Geospasial Bidang Sumber


Daya Air
a. Tahapan kegiatan
1) Mengumpulkan data geospasial yang tersedia;
2) Menyeleksi data yang tersedia;
3) Memberikan catatan data yang perlu dilengkapi;
4) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas.
b. Hasil kegiatan
Dengan melaksanakan pendataan data geospasial bidang
sumber daya air, maka akan diketahui data yang kurang,
dan dapat dijadikan bahan rujukan dalam pelengkapan
data kedepannya.
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)

21
1) Akuntabilitas;
Tanggung jawab data yang didapatkan sesuai dengan
aturan yang berlaku, tanpa adanya rekayasa dan
keselahan yang fatal.
2) Nasionalisme;
Data yang tersedia akan menjadi aset negara yang
harus dijaga dan dikembangkan demi kepentingan
bersama.
3) Etika Publik;
Permintaan data harus didasari degan sikap ramah
kepada petugas yang memilikinya, sehingga
terbangun kerja sama.
4) Komitmen Mutu;
Setiap data memiliki bidang ilmu dan aturan tersendiri
yang harus dilaksanakan tanpa melewati setiap
tahapannya.
5) Anti Korupsi.
Setiap data adalah aset yang harus dijaga, dan tidak
digunakan untuk kepentingan pribadi maupun
kelompok tertentu yang bukan seharusnya.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Sesuai dengan visi/misinya, maka dengan ketersediaan
data, maka visi/misi Dinas PUPR Kabupaten Subang dalam
pembangunan saran dan prasarana akan terdata tanpa
adanya pengerjaan yang tumpang tindih setiap pekerjaan.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Dengan melaksanakan pendaataan data geospasial maka
kebersamaan dalam membangun Kabupaten Subang akan
terbangun. Sehingga pembangunan lebih terfokus sesuai
dengan rencana bersama

22
f. Keterkaitan dengan mata diklat (WoG, manajemen ASN
dan Pelayanan Publik)
Dengan melaksanakan pendataan maka tugas dan fungsi
ASN sebagai pelaksana kebijakan akan terbentuk sesuai
dengan tufoksi masing-masing ASN. Begitukpun ketika
masyarakat memerlukan data akan tersedia dan tentunya
dilayani dengan sangat terbuka.

6. Melakukakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan


baik lisan maupun tertulis.
a. Tahapan kegiatan
1) Mempelajari penugasan yang diberikan pimpinan;
2) Menyiapkan bahan-bahan pelaksanaan tugas;
3) Menjalankan tugas sesuai dengan arahan dan aturan
yang ada;
4) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas.
b. Hasil kegiatan
Dengan melaksanakan tugas kedinasan lain yang
diberikan pimpinan, maka akan terjalin kerja sama dalam
bentuk emosional sehingga menjadi tim yang baik dalam
melaksanakan setiap kegiatan yang sudah direncanakan
oleh pimpinan.
c. Nilai-nilai dasar (ANEKA)
1) Akuntabilitas;
Tanggung jawab akan setiap perintah atasan karena
itu adalah kepercayaan yang harus dilaksanakan.
Berusaha untuk bertanggung jawab penuh dengan
hasil yang diharafkan.
2) Nasionalisme;

23
Setiap perintah atasan dalam lingkup kedinasan
pastinya akan ada hubungannya dengan segala hal
yang menyangkut dalam fungsi ASN sebagai
pelaksana kebijakan. Maka apapun perintah atasan
selama bersifat baik tentunya harus dilaksanakan
demi kepentingan bersama.
3) Etika Publik;
Setiap perintah atasan harus disikapi dengan ikhlas
dan keramahan, karena itu merupakan sebuah tugas
yang harus dikerjakan sebagai mitra kerja
dikedinasan.
4) Komitmen Mutu;
Setiap perintah atasan akan disesuaikan dengan
keilmuan yang dimiliki, sehingga tercipta hasil
pekerjaan yang sesuai dengan yang diharafkan.
5) Anti Korupsi.
Perintah atasan yang mengarah akan hal yang tidak
sepatutnya, maka seharusnya dapat dihindari karena
demi menjaga nilai dasar ANEKA dalam menjalankan
sistem pemerintahan.
d. Kontribusi terhadap visi/misi organisasi
Sesuai salah satu misinya “Peningkatan, semangat,
disipilin, kemampuan, dedikasi, dan loyalitas pegawai
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Kabupaten
Subang”, maka dengan loyalitas yang tinggi kepada
pimpinan maka dapat meningkatkan kerja sama dalam satu
tim unit kerja.
e. Penguatan nilai-nilai organisasi
Dengan melaksanakan setiap tugas yang diberikan berarti
akan terbentuk dedikasi yang tinggi, serta kedisiplinan
dalam melaksanakan setiap yang diperintahkan atasan.

24
f. Keterkaitan dengan mata diklat (WoG, manajemen ASN
dan Pelayanan Publik)
Dengan melaksanakan setiap tugas yang diperintahkan
oleh pimpinan berarti ASN sebagai fungsi pelaksana
kebijakan publik yang dikomandoi oleh pimpinan, sehingga
tugas yang diperintahkan berarti melaksanakan fungsi
ASN.

25
B. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi
Tabel 2.1 Rencana Pelaksanaan Aktualisasi

26
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Seorang ASN yang baik harus memiliki nilai-nilai dasar
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi (ANEKA) yang diterapkan pada setiap kegiatan
pemerintahan, sehingga membentuk Aparatur Sipil Negara yang
profesional dalam menjalankan setiap kebijakan, melayani publik
dengan sepenuh hati dan tetap menjadi perekat dan pemersatu
bangsa sesuai fungsinya.

Kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan dalam rancangan


aktulaisasi habituasi ini tidak akan pernah terlepas dari nilai ANEKA
yang harus dijaga sehingga tidak akan terjadi penyelewengan setiap
kegiatan yang dilaksanakan. Diharafkan dalam pelaksanaannya dapat
memberikan konstribusi kepada masyarakat dan dapat tercapai tugas
dan fungsi organisasi Dinas PUPR Kabupaten Subang sesuai yang
ditetapkan.

B. Saran
Demi tercapainya tujuan dan fungsi ASN sesuai dengan
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014, maka penyusun berharaf
penerapan nilai-nilai dasar ANEKA tidak hanya diterapkan pada
kegiatan-kegiatan yang sudah dirancangkan penyusun, tapi pada
semua aspek kegiatan pada pemerintahan pada Dinas PUPR
Kabupaten Subang, sehingga penyusun berharaf para pembaca
dapat memberikan saran dan masukkanya perihal kegiatan-kegiatan
lainnya yang dapat ditingkatkan dalam penerapan nilai ANEKA
tersebut.

27

Anda mungkin juga menyukai