Anda di halaman 1dari 61

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN

UPAYA MENINGKATKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA


SD NEGERI 1 TAMANSARI
KOORDINATOR WILAYAH DINAS PENDIDIKAN
KECAMATAN KARANG LEWAS
DINAS PENDIDIKAN BANYUMAS

DISUSUN OLEH:

Nama : Oktiviana Anggraeni

NIP : 19941020 201902 2 008

Gol/Angkatan : III/ 1

No. Presensi : 03

Jabatan : Guru Kelas

Pembimbing : Sodikin, S.S., M.Si

Mentor : Soliah, S.Pd. SD.

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN I


PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
2019

1
HALAMAN PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN

UPAYA MENINGKATKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA


SD NEGERI 1 TAMANSARI
KOORDINATOR WILAYAH DINAS PENDIDIKAN
KECAMATAN KARANG LEWAS
DINAS PENDIDIKAN BANYUMAS

Purwokerto, 27 Maret 2019

Peserta Diklat

OKTIVIANA ANGGRAENI

NIP. 199410202019022008

Diperiksa dan disetujui oleh:

Pembimbing Mentor

Sodikin S.S., M.Si Soliah, S.Pd.SD


Widyaiswara Ahli Muda Kepala Sekolah
NIP. 196803241998031002 NIP. 196502071986082001

2
HALAMAN PENGESAHAN

JUDUL: RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN

UPAYA MENINGKATKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA


SD NEGERI 1 TAMANSARI
KOORDINATOR WILAYAH DINAS PENDIDIKAN
KECAMATAN KARANG LEWAS
DINAS PENDIDIKAN BANYUMAS

TELAH DISEMINARKAN:

Di : Purwokerto

Pada Tanggal : 28 Maret 2019

Peserta Diklat

OKTIVIANA ANGGRAENI

NIP. 199410202019022008

Pembimbing Mentor

Sodikin S.S., M.Si Soliah, S.Pd.SD


Widyaiswara Ahli Muda Pembina Tingkat I
NIP. 196803241998031002 NIP.196502071986082001

Narasumber

Goto Kuswanto, SIP. MM


Widyaiswara Ahli Utama
NIP. 195507161985031003

3
PRAKATA

Assalamu’alaikum warrohmatullahi wabarakatuh,

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang selalu
melimpahkan kebaikan, rahmat, dan nikmat-Nya, Rancangan “Rancangan Aktualisasi
Nilai-Nilai Dasar Aneka Profesi Guru Kelas SD Negeri 1 Tamansari” akhirnya dapat
terselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam penyusun panjatkan kepada Nabi
Muhammad SAW, yang senantiasa menjadi teladan terbaik bagi umat
manusia.Penyusun berharap melalui rancangan aktualisasi ini pembaca dapat
memahami berbagai upaya untuk mengaktualisasian nilai-nilai dasar Akuntabilitas,
Nasionaliseme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.

Penyusun menyadari rancangan aktualisasi ini jauh dari sempurna.Penyusunan


rancangan aktualisasi ini dapat selesai atas partisipasi dan bantuan dari berbagai
pihak. Pada kesempatan ini, penyusun menyampaikan terimakasih kepada:

1. Drs. Mohammad Arief Irwanto, M.Si selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah,
2. Drs. Achmad Supartono, M.Si selaku Ketua Badan Kepegawaian, Pendidikan dan
Pelatihan Daerah Kabupaten Banyumas,
3. Goto Kuswanto, SIP. MM sebagai Narasumber yang telah memberikan saran demi
sempurnanya rancangan aktualisasi ini,
4. Sodikin S.S., M.Sisebagai pembimbing yang telah membantu dan membimbing
penyusunan aktualisasi ini,
5. Soliah, S.Pd.SD selaku mentor yang telah mengarahkan dan membimbing
penyusunan aktualisasi ini,
6. Para Widyaiswara Kabupaten Banyumas dan Provinsi Jawa Tengah yang telah
memberikan pengetahuan, motivasi, dan bimbingan selama persiapan rancangan
aktualisasi,
7. Guru-guru SD Negeri 1 Tamansari yang telah mengarahkan, membantu dan
memberikan motivasi dalam penyusunan rancangan aktualisasi,
8. Teman-teman peserta latihan dasar CPNS 2019 angkatan 1 dan angkatan 2 yang
telah berbagi pengatuhan dan pengalaman serta memberikan memotivasi,
9. Seluruh keluarga yang telah membantu dan memberikan motivasi,
10. Semua pihak yang telah membantu penyusunan rancangan aktualisasi ini yang
tidak bisa penyusun sebutkan satu persatu,

4
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membalas kebaikan kepada beliau
semua.Penyusun berharap rancangan aktualisasi ini bermanfaat dan menambah
wawasan bagi pembaca.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Purwokerto, 25 Maret 2019


Penyusun,

Oktiviana Anggraeni
NIP. 1994102020190220008

5
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN...................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ iii

PRAKATA................................................................................................... iv

DAFTAR ISI................................................................................................ v

DAFTAR TABEL......................................................................................... vi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang................................................................................ 1
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah .......................................... 5
C. Tujuan.............................................................................................. 10
D. Manfaat........................................................................................... 10
BAB II LANDASAN TEORI
A. Sikap Perilaku Bela Negara............................................................ 11
B. Nilai Dasar ASN.............................................................................. 12
C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI....................................... 18
BAB III TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Profil Organisasi.............................................................................. 25
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat......................................................... 30
C. Role Model...................................................................................... 35
BAB IV RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan
dengan Nilai ANEKA ...................................................................... 36
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi....................................................... 45
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala................................. 46
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................... 48
B. Saran............................................................................................... 48
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 49
DAFTAR RIWAYAT HIDUP........................................................................ 50

6
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Human Development Index Indonesia dan komponen

indikator tahun 2017 dibandingkan dengan beberapa

negara dan kelompok negara............................................. 3

Tabel 1.2 Identifikasi Isu-Isu di SD Negeri 1 Tamansari..................... 5

Tabel 1.3 Tabel Parameter APKL........................................................ 6

Tabel 1.4 Tabel Penetapan Isu Menggunakan Metode APKL............ 7

Tabel 1.5 Indikator Metode USG......................................................... 8

Tabel 1.6 Tabel Parameter USG......................................................... 8

Tabel 1.7 Analisis kualitas isu menggunakan metode USG............... 9

Tabel 3.1 Sasaran Kinerja Pegawai.................................................... 34

Tabel 4.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi......................................... 39

Tabel 4.1 Jadwal Kegiatan Aktualisasi................................................ 45

Tabel 4.2 Antisipasi dan strategi menghadapi kendala....................... 46

7
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang merdeka dan mandiri dalam


mengatur bangsanya.Pemerintah sebagai pembuat kebijakan
menetapkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan
kebijakan.ASN terdiri atas pegawai negeri sipil (PNS) dan Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).Kedudukan ASN berada di
tingkat pusat, daerah, dan luar negeri.

Undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN menjelaskan


bahwa pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. ASN diharapkan
dapat mencapai tujuan nasional Indonesia.Tujuan tersebut tercantum
dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu melindungi
segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta
dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.

Peranan pencapaian tujuan nasional Indonesia mencerdaskan


kehidupan bangsa dikhususkan kepada guru.Pengertian guru dalam UU
No. 14 Tahun 2015 yaitu guru adalah pendidik professional dengan
tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Keberhasilantercapainya tujuan nasional didasarkan pada
profesionalitas kinerja.Guru ASN yang professional selalu berlandaskan
pada nilai-nilai dasar yang meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu, dan anti korupsi yang sering disingkat dengan
ANEKA.

1
2

Kaitannya dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, UU No. 20


Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan tujuan
pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabak dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Pengertian pendidikan menurut
UU No. 20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensidirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsadan negara.

Peringkat pendidikan Indonesia menurut Programme for


Internasional Student Assessment (PISA) pada 2015 berada pada posisi
64 dari 72 negara anggota Organization for Economic Cooperation and
Development (OECD). Di ASEAN, ranking pendidikan Indonesia nomor
5 di bawah Singapura, Brunei Darusssalam, Malaysia dan
Thailand.Kondisi pendidikan di Indonesia dilihat berdasarkan Human
Index Development tahun 2017 yang dikeluarkan oleh United Nations
Development Programme (UNDP) menunjukkan posisi Indonesia di
urutan ke-116 dari 189 negara.Hal ini menunjukkan bahwa kualitas
pendidikan di Indonesia masih rendah.Perbandingan komponen
harapan hidup, pendidikan dan pendapatan per kapita Indonesia dengan
negara lain ditunjukkan pada tabel berikut.
3

Tabel 1.1 Human Development Index Indonesia dan komponen


indikator tahun 2017 dibandingkan dengan beberapa negara dan
kelompok negara

Siaran Pers Komnas HAM, Memperingati Hari Pendidikan


Nasional 2 Mei 2018 oleh Beka Ulung Hapsara Koordinator Subkomisi
Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM menyampaikan bahwa,
“Komnas HAM mencatat ada 4 kondisi darurat pendidikan Indonesia
yaitu: darurat karena banyak kasus pelanggaran HAM; darurat karena
ranking pendidikan Indonesia yang buruk; darurat karena banyak kasus
korupsi terhadap anggaran pendidikan; dan darurat karena sistem
pendidikan yang belum berjalan dengan baik”. Masalah pendidikan di
Indonesia memang sangat kompleks karena dipengaruhi oleh faktor-
faktor tersebut.
Berdasarkan observasi yang dilakukan pada bulan Maret 2018 di
SD Negeri 1 Tamansari, ditemukan beberapa masalah yaitu:
1. Guru kurang variatif dalam menggunakan metode pembelajaran,
metode yang mendominasi adalah ceramah.
2. Kurangnya tingkat keaktifan siswa dalam keterlibatannya pada
proses pembelajaran.
3. Kurangnya sikap tanggung jawab siswa terhadap dirinya, orang lain,
dan lingkungan sekolah.
4. Ketidakdisiplinan siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah.
5. Nilai dari beberapa siswa yang masih di bawah KKM pada beberapa
mata pelajaran.
4

Permasalahan yang terjadi pada siswa-siswi kelas 2B,


diantaranya adalah saat guru menjelaskan materi, beberapa siswa
berjalan-jalan di kelas, menganggu teman sebangkunya,ada pula siswa
yang bermain sendiri dengan alat tulisnya.Mereka memiliki daya
konsentrasi yang rendah sehingga tidak suka berdiam diri di kursi
mereka dalam jangka waktu yang lama.Saat guru menyuruh siswa
untuk memperhatikan, beberapa diantara mereka ada yang mengulangi
perbuatan sebelumnya.Ada pula beberapa siswa yang tidak
mengerjakan pekerjaan rumah (PR), melaksanakan piket, dan tidak
berpakaian sesuai dengan tata tertib yang berlaku.Hal tersebut juga
menyebabkan prestasi belajar kurang maksimal.
Masalah-masalah tersebut mengindikasikan bahwa sikap
tanggung jawab mereka masih kurang.Sikap tanggung jawab peserta
didik merupakan hal yang paling pentingkarena berpengaruh terhadap
hasil belajar.Berdasarkan Panduan Penilaian di Sekolah Dasar (2016)
tanggung jawab merupakan sikap dan perilaku peserta didik untuk
melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan
terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara, dan Tuhan Yang
Maha Esa.Indikatornya meliputi menyelesaikan tugas yang diberikan,
mengakui kesalahan, melaksanakan tugas yang menjadi kewajibannya
di kelas seperti piket kebersihan, melaksanakan peraturan sekolah
dengan baik, mengerjakan tugas/pekerjaan rumah sekolah dengan baik,
mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah tepat waktu, mengakui
kesalahan, tidak melemparkan kesalahan kepada teman, berpartisipasi
dalam kegiatan sosial di sekolah, menunjukkan prakarsa untuk
mengatasi masalah dalam kelompok di kelas/sekolah, membuat laporan
setelah selesai melakukan kegiatan.
Permasalahan yang terjadi di atas perlu dianalisis dan dicari
solusinya melalui perancangan program. Guru sebagai ASN dan
sekolah sebagai organisasi perlu merancang program kegiatan yang
5

tepat untuk memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat


tersebut.

B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah

1. Identifikasi Isu

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru dan


kepalaSD Negeri 1 Tamansari, ditemukan beberapa isu.Isu-isu
tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan pendidikan, khususnya
tujuan sekolah.Isu tersebut perlu dianalisis penyebab dan solusi
penyelesaiannya melalui aktualisasi nilai-nilai dasar ASN.Hasil isu
yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:

Tabel 1.2 Identifikasi Isu-Isu di SD Negeri 1 Tamansari


Keadaan Saat Kondisi Yang
No Identifikasi Isu Sumber isu
Ini Diharapkan
1 Metode Pelayanan Guru kurang Guru
pembelajaran publik variatif dalam menggunakan
didominasi oleh menggunakan metode
metode ceramah metode pembelajaran
pembelajaran, yang lebih
guru lebih sering variatif sesuai
menggunakan dengan materi
metode pembelajaran
ceramah. dan karakter
siswa.
2 Kurangnya tingkat Pelayanan Siswa kurang Guru melibatkan
keaktifan siswa publik terlibat aktif di siswa secara
dalam dalam kegiatan aktif di dalam
keterlibatannya pembelajaran. kegiatan
pada proses pembelajaran,
pembelajaran. yakni dengan
menggunakan
metode student
centered.
3 Kurangnya sikap Manajemen Siswa kurang Guru dapat
tanggung jawab ASN memiliki sikap membantu siswa
siswa terhadap tanggung dalam
dirinya, orang lain, jawab meningkatkan
6

Keadaan Saat Kondisi Yang


No Identifikasi Isu Sumber isu
Ini Diharapkan
dan lingkungan terhadap sikap tanggung
sekolah. dirinya jawab terhadap
misalnya tidak dirinya, orang
mengerjakan lain, dan
PR atau tidak lingkungan
mengerjakan sekolah.
piket, kurang
peduli
terhadap
orang lain dan
kebersihan
lingkungan
sekolah.
4 Ketidakdisiplinan Manajemen Siswa kurang Guru dapat
siswa dalam ASN memiliki mendisiplinkan
mematuhi tata kedisiplinan siswa untuk
tertib sekolah. dalam mematuhi tata
mematuhi tata tertib.
tertib.

5 Kurangnya prestasi Pelayanan Beberapa Siswa dapat


belajar siswa pada publik siswa mencapai nilai di
beberapa mata mengalami atas KKM.
pelajaran. kesulitan
belajar untuk
mencapai nilai
di atas KKM.

2. Penetapan Isu

a. Penetapan Kualitas Isu menggunakan Metode APKL

Rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan ditetapan


menggunakan metode APKL. Metode APKL didasarkan pada
Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak.Parameter APKL
disajikan pada tabel berikut.

Tabel 1.3 Tabel Parameter APKL


No Indikator Keterangan
1 2 3
1 Aktual (A) Isu yang sedang terjadi atau dalam proses kejadian,
sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat,
atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu
dekat. jadi bukan isu yang sudah lepas dari perhatian
7

No Indikator Keterangan
1 2 3
masyarakat atau isu yang sudah basi.
2 Problematik (P) Isu yang menyimpang dari harapan standar,
ketentutan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu
segera dicari penyebab dan pemecahannya.
3 Kekhalayakan (K) Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup
orang banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya,
dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau
sekelompok kecil orang tertentu saja.
4 Layak (L) Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan
dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang,
dan tanggung jawab.

Isu-isu yang sudah diidentifikasi kemudian dianalisis


menggunakan metode APKL.Analisis dari isu-isu yang ada diSD
Negeri 1 Tamansari menggunakan metode APKL disajikan pada
tabel berikut.

Tabel 1.4 Tabel Penetapan Isu Menggunakan Metode APKL


Mata
Indikator Keterangan
No Pelatihan Identifikasi Isu
Terkait A P K L
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Kurangnya sikap tanggung
jawab siswa terhadap
+ + + + Memenuhi (M)
dirinya, orang lain, dan
Manajemen
1 lingkungan sekolah.
ASN
2. Ketidakdisiplinan siswa
dalam mematuhi tata tertib + + - + Memenuhi (M)
sekolah.
1. Metode pembelajaran Tidak
didominasi oleh metode + - - + Memenuhi
ceramah (TM)

2. Kurangnya tingkat keaktifan Tidak


Pelayanan
2 siswa dalam keterlibatannya - + - + Memenuhi
Publik
pada proses pembelajaran. (TM)

3. Kurangnya prestasi belajar


siswa pada beberapa mata + + + + Memenuhi (M)
pelajaran

b. Penetapan Kualitas Isu Menggunakan Analisis USG


8

Penetapan isu menggunakan USG mempertimbangkan


urgency, seriousness, and growth.Indikator analisis metode USG
dijelaskan pada tabel berikut.

Tabel 1.5 Indikator Metode USG


No Komponen Keterangan
1 2 3
1 Urgency Seberapa mendesak isu tersebut dibahas dikaitkan dengan
waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu
tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan
isu
2 Seriousness Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan
akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah
yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang ditimbulkan
masalah-masalah lain kalu masalah penyebab isu tidak
dipecahkan (bisa mengakibatkan masalah lain)
3 Growth Seberapa kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang
dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan semakin
memburuk jika dibiarkan.
Analisis menggunakan metode USG berbeda dengan metode
APKL.Analisis metode USG memuat rentang skor 1-5 berdasarkan
parameter berikut.
Tabel 1.6 Tabel Parameter USG

PARAMETER
Skor
Urgency Seriousness Growth
1 2 3 4
Isu tidak begitu
Isu tidak mendesak serius untuk di
Isu lamban
1 untuk segera bahas karena tidak
berkembang
diselesaikan berdampak ke hal
yang lain
Isu kurang serius
untuk segera
Isu kurang
dibahas karena Isu kurang cepat
2 mendesak untuk
tidak kurang berkembang
segera diselesaiakn
berdampak ke hal
yang lain
3 Isu cukup mendesak Isu cukup serius Isu cukup cepat
untuk segera untuk segera berkembang,
diselesaikan dibahas karena segera dicegah
9

PARAMETER
Skor
Urgency Seriousness Growth
1 2 3 4
akan berdampak ke
hal yang lain
Isu serius untuk
segera dibahas Isu cepat
Isu mendesak untuk
4 karena akan berkembang untuk
segera diselesaikan
berdampak ke hal segera dicegah
yang lain
Isu sangat serius
Isu sangat untuk segera Isu sangat cepat
5 mendesak untuk dibahas karena berkembang untuk
segera diselesaikan akan berdampak ke segera dicegah
hal yang lain

Isu yang telah memenuhi syarat pada metode APKL kemudian


dianalisis kembali menggunakan metode USG.Isu-isu tersebut diberikan
skor berdasarkan parameter USG, kemudian diurutkan berdasarkan
skor yang tertinggi.Analisis isu-isu menggunakan metode USG dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.7 Analisis kualitas isu menggunakan metode USG

Indikator
No Isu Jumlah Peringkat
U S G
1 2 3 4 5 6 7
Kurangnya prestasi belajar
1 siswa pada beberapa mata 5 3 4 12 II
pelajaran
Kurangnya sikap tanggung
jawab siswa terhadap
2 5 5 5 15 I
dirinya, orang lain, dan
lingkungan sekolah.

c. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada


perancangan aktualisasi ini adalah :
1) Bagaimana rancangan kegiatan aktualisasi sesuai dengan
prinsip ManajemenAparatur Sipil Negara,Whole of
Goverment dan Pelayanan Publik untukmeningkatkan sikap
10

tanggung jawab siswa kelas 2B SD Negeri 1 Tamansari?


2) Bagaimanarancangan kegiatan aktualisasisesuai Nilai Dasar
Aparatur Sipil Negara untuk meningkatkan sikap tanggung
jawab siswa kelas 2B SD Negeri 1 Tamansari?
C. Tujuan
Tujuan dari rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut:

1. Mampu memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasi


keterkaitan prinsip manajemen ASN, Whole of Goverment, dan
pelayanan publik untuk untukmeningkatkan sikap tanggung jawab
siswa kelas 2B SD Negeri 1 Tamansari.
2. Mampu memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasi
keterkaitan prinsip nilai-nilai dasar ANEKA (akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi) ASN
pada kegiatan untuk untuk meningkatkan sikap tanggung jawab
siswa kelas 2B SD Negeri 1 Tamansari.

D. Manfaat
1. Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS
a. Meningkatkan profesionalitas dalam melaksanakan tugas jabatan.
b. Memperkaya khazanah ilmu pengetahun peserta.
2. Bagi Siswa
a. Menambah pengetahuan siswa dalam pembelajaran.
b. Meningkatkan prestasi belajar siswa.
c. Meningkatkan sikap tanggung jawab siswa dalam kegiatan
pembelajaran.
d. Meningkatkan ketrampilan siswa dalam pembelajaran.
3. Bagi SD Negeri 1 Tamansari Korwildindikcam Karang Lewas
Kabupaten Banyumas
a. Mewujudkkan visi, misi, dan tujuan SD Negeri 1 Tamansari.
b. Meningkatkan kualitas pelayanan SD Negeri 1 Tamansari.
4. Bagi Masyarakat
a. Menambah wawasan tentang nilai-nilai dasar.
b. Mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik.
11

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sikap Perilaku Bela Negara

Negara terbentuk karena adanya perjanjianatau kesepakatan


diantara kelompok-kelompok manusia dalamsuatu wilayah atau daerah
tertentu untuk mewujudkankepentingan atau tujuan bersama tanpa
membedakan ras/suku, bahasa, agama, adat-istiadat, budaya dan
kepentingan politikkelompok yang bersangkutan.Indonesiasebagai suatu
negara termasuk negara kesatuan dengan system pemerintahan yang
berbentuk republik dan kedaulatan beradaditangan rakyat yang
dilaksanakan menurut UUD tahun 1945.
Bangsa pada pokoknya adalah rakyat yang bersepakat
untukbersatu dengan tekad untuk membangun masa depan
bersamadengan cara membentuk negara yang akan mengatur
danmengurus kepentingan bersama secara adil.
Secara etimologimenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989)
istilahwawasan berarti (1) hasil mewawas; tinjauan; pandangandan dapat
juga berarti (2) konsepsi cara pandang. Dalamkamus tersebut diberikan
contoh "Wawasan Nusantara" yaitu wawasan (konsepsi cara pandang)
dalam mencapaiTujuan Nasional yang mencakup perwujudan
KepulauanNusantara sebagai satu kesatuan politik, sosial
budaya,ekonomi dan pertahanan keamanan.
Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat 3, menyebutkan bahwa
“Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara”. Begitu pula dengan seorang Aparatur Sipil Negara,
yang memiliki kewajiban yang sama. Seorang ASN harus mampu
menginternalisasikan nilai – nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi dalam
menjalankan tugas pokok dan fungsi di unit kerja masing – masing.
Peran ASN dalam memajukan bangsa dan negara melalui pelayanan di
masing – masing institusi merupakan salah satu wujud dari bela negara.

11
12

Pelaksanaan kewajiban bela negara tersebut, merupakan bukti dan


proses bagi ASN untuk menunjukkan kesediaan mereka dalam berbakti
kepada Nusa dan Bangsa, serta kesadaran untuk mengorbankan diri
guna membela negara.

B. Nilai Dasar ASN


ASN dituntut untuk mampu bersikap dan bertindak profesional
dalam melayani masyarakat.Sesuai dengan yang diamanatkan dalam
Undang – Undang No. 5 Tahun 2014, yaitu mencetak PNS dengan
mengedepankan penguatan nilai – nilai dan pembangunan karakter.
Oleh karena itu, seorang PNS harus mampu menginternalisasikan nilai
– nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). Harapannya karakter
ASNakan kuat, sehingga berkompeten dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat. Adapun nilai – nilai dasar ASN adalah sebagai
berikut:

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah suatu kewajiban pertanggungjawaban
yang harus dicapai.Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap
individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab
yang menjadi amanahnya. Akuntabilitas seorang ASN dapat
dikatakan terwujud apabila dapat memenuhi indicator-indikator:
kepemimpinan, transparasi, integritas, tanggung jawab, keadilan,
kejelasan, keseimbangan, konsistensi, dan kepercayaan.

2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang
wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa
lain. Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau paham
kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya
yang didasarkan pada nilai – nilai pancasila.
13

Ada lima nilai dasar dari nasionalisme yang harus diperhatikan,


yaitu:

a. Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa (yang memiliki


makna bahwa negara menjamin kemerdekaan masyarakat
dalam memeluk agama dan kepercayannya masing-masing).
b. Sila kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (perpaduan
sila pertama dan kedua menuntut pemerintah dan
penyelenggara negara untuk memelihara budi pekerti
kemanusiaan yang luhur dan memegang cita-cita moral
rakyat yang mulia).
c. Sila ketiga : Persatuan Indonesia (keberadaan bangsa
Indonesia adalah karena adanya persatuan yang tumbuh
dalam jiwa masyarakatnya dan kehendak untuk hidup
bersama dalam suatu wilayah geopolitik yang nyata).
d. Sila keempat : kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
keijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan (tradisi
musyawarah yang dilandasi semangat kekeluargaan,
keragaman masyarakat memunculkan keinginan semangat
persaudaraan dan kesederajatan. Kerakyatan berarti adanya
penghormatan terhadap suara rakyat, permusyawaratan
berarti menjunjung tinggi persatuan diatas kepentingan
pribadi dan golongan, sedangkan hikmat kebijaksanaan
adalah adanya landasan etis dalam demokrasi yaitu sila-sila
pancasila lainnya).
e. Sila kelima : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
(mewujudkan rasa keadilan sosial dengan perwujudan relasi
yang adil, penyediaan struktur yang menyediakan kesetaraan
kesempatan, proses fasilitas akses atau informasi, dan
dukungan atas partisipasi bermakna atas pengambilan
keputusan bagi semua orang).
14

3. Etika Publik
Kode etik adalah aturan – aturn yang mengatur tingkah laku
dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan
pada hal – hal prinsip dalam bentuk ketentuan tertulis.Kode etik
profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku / etika suatu
kelompok khususdalam masyarakat melalui ketentuan – ketentuan
tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok
profesional tertentu.
Nilai – nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
Undang-Undang ASN, melalui indikator sebagai berikut :

a. Memegang teguh nilai – nilai dalam ideologi Negara Pancasila.


b. Setia dan mempertahankan Undang – Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepa,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
m.Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektifitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.
15

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada
orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu
kinerja pegawai. Komitmen mutu merupakan tindakan untuk
menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang
berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan publik.
Ada empat indikator dari nilai – nilai dasar komitmen mutu
yang harus diperhatikan, yaitu :

a. Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai
dengan target. Sedangkan efektivitas menunjukan tingkat
ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut
jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas organisasi tidak
hanya diukur dari kuantitas dan mutu hasil kerja, melainkan
kepuasan dan terpebuhinya kebutuhan pelanggan.

b. Efisien
Efisiensi adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas
dan mencapai hasil tanpa menimbulkan
keborosan.Sedangkanm efisiensi merupakan tingkat ketepatan
realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan
dilakukan sehingga dapat diketahui ada tidaknya penggunaan
sumber daya yang berlebihan, penyalahgunaan alokasi,
penyimpanagan prosedur dan mekanisme yang tidak sesuai
dengan alur.

c. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik merupakan hasil pemikiran baru
yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu
untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan
dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari
16

sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan


tugas rutin.

d. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan
produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau
bahkan melebihi harapan konsumen. Mutu mencerminkan nilai
keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan
sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui
harapan. Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan
pelanggan dalam mengevaluasi kualitas pelayanan yaitu :

1) Tangibles
Bukti langsung yang meliputi fasilitas fisik, perlengkapan
pegawai dan sarana komunikasi.
2) Reliability
Kemampuan dalam memberikan pelayanan dengan segera
dan memuaskan serta sesuai dengan yang telah dijanjikan.
3) Responsiveness
Keinginan untuk memberikan pelayanan dengan tanggap.
4) Assurance
Mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat dapat
dipercaya.
5) Empaty
Kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang
baik dan perhatian yang tulus terhadap kebutuhan
pelanggan.
5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang
artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi dikatakan
sebagai kejahatan yang luar biasa karena dampaknya yang luar
17

biasa yaitu mampu merusak tatanan kehidupan dalam ranah pribadi,


keluarga, masyarakat maupun ranah kehidupan yang lebih luas lagi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan pakar
telah melakukan identifikasi nilai – nilai dasar anti korupsi. Ada 9
(sembilan) nilai – nilai anti korupsi yang harus diperhatikan, yaitu :

1) Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama
bagi penegakan integritas diri. Seseorang yang dapat berkata
jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri
sendiri maupun orang lain, sehingga dapat membentengi diri dari
perbuatan curang.

2) Peduli, dengan adanya kepedulian terhadap orang lain


menjadikan seseorang memiliki rasa kasih sayang antar sesama.
Pribadi dengan jiwa sosial yang tinggi tidak akan tergoda untuk
mmeperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar.
3) Mandiri
Kemandirian membentuk karakter pada diri seseorang untuk
tidak mudah bergantung kepada pihak lain. Pribadi yang mandiri
tidak akan menjalin hubungan dengan pihak – pihak yang tidak
bertanggung jawab demi mencapai keuntungan sesaat.

4) Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Seseorang
yang mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak
akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan
kekayaan dengan cara yang mudah.

5) Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan
menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk
melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan sesama manusia.
18

Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang tidak akan


tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.

6) Kerja Keras
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan
kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik
yang sebesar – besarnya.

7) Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang
menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi
kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih – lebihan.

8) Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian
untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan.

9) Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa
yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Adil merupakan
kemampuan seseorang untuk memperlakukan orang lain sesuai
dengan hak dan kewajibannya.

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI

Terkait dengan peran PNS dalam NKRI, diuraikan manajemen


ASN, Pelayanan Publik dan Whole of Government (WoG).
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar,
etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek
korupsi, kolusi, dan nepotisme (LAN RI, 2016). Manajemen ASN
lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga
diahrapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara
19

yang unggul dan selaras dengan perkembangan jaman. Sesuai


dengan pengertian manajemen ASN, Peran ASN sebagai aparatur
pemerintah adalah sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas
penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan
nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang
profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktek
korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Pelaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik
dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN
dan akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak. ASN juga
mempunyai kewajiban sesuai dengan tugas dan tanggung
jawabnya. Hak PNS sesuai dengan ketentuan dalam UU ASN
adalah PNS berhak memperoleh:
a. Gaji, tunjangan, dan fasilitas;
b. Cuti;
c. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua;
d. Perlindungan; dan
e. Pengembangan kompetensi.
Kewajiban dan tanggung jawab pegawai ASN disebutkan
dalam UU ASN adalah:
a. Setia dan taat pada pancasila, undang-undangdasar negara
republik indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dan pemerintah yang sah;
b. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
c. Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah
yang berwenang;
d. Menaati ketentuan peraturan perundangundangan;
e. Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian,
kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab;
20

f. Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap,


perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di
dalam maupun di luar kedinasan;
g. Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan
rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
h. Tersedia ditempatkan di seluruh wilayah negara kesatuan
republik indonesia.
ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode
perilaku. Kode atik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk
menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode
perilaku yang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN
dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah. Fungsi kode etik
dan kode perilaku ini sangat penting dalam birokrasi dalam
menyelenggarakan pemerintahan. Fungsi tersebut antara lain,
yang pertama, sebagai pedoman, panduan birokrasi
publik/aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas dan
kewenangan agar tindakannya dinilai baik.
2. Pelayanan Publik
Pengertian pelayanan publik dalam Undang-undang Nomor
25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik menjelaskan bahwa
pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan
penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif
yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Berdasarkan pengertian tersebut ada tiga unsur penting
pelayanan publik yaitu organisasi penyelenggara pelayanan
publik, penerima layanan (pelanggan) yaitu orang atau
masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan kepuasan
yang diberikan dan/atau diterima oleh penerima pelayanan.
21

Seorang ASN terlibat baik secara langsung maupun tidak


langsung dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kesadaran
seluruh anggota ASN untuk memberikan kontribusi terhadap
upaya perbaikan kualitas Pelayanan publik di Indonesia akan
memberikan implikasi strategis jangka panjang untuk mengubah
kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan publik.Pelayanan
publik yang baik didasarkan pada prinsip-prinsip yang digunakan
untuk merespon berbagai kelemahan yang melekat pada tubuh
birokrasi. Prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan
pelayanan prima adalah partisipatif, transparansi, responsif, tidak
diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien, aksesibel,
akuntabel, berkeadilan.
Sebagaimana diatur dalam Undang-undang ASN,
dijelaskan bahwa ASN sebagai profesi berdasarkan pada prinsip-
prinsip:
a. Nilai dasar;
b. Kode etik dan kode perilaku;
c. Komitmen, integritas moral, dan tanggungjawab pada
pelayanan publik;
d. Kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
Kualifikasi akademik;
e. Jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas; dan
f. Profesionalitas jabatan.
3. Whole of Government
Whole of Government atau disingkat WoG adalah sebuah
pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan
upaya-upaya kolaboratif pemerintah dari keseluruhan sektor
dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan
pelayanan publik (LAN RI, 2016). WoG juga dikenal sebagai
pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan
22

sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang


relevan. United States Institute of Peace (USIP) (dalam LAN RI,
2016), menyatakan “an approach that integrates the collaborative
effort of the departments and agencies of a government to
achieve unity of effort toward a shared goal. Also known as
interagency approach. The terms unity of effort and unity of
purpose are sometimes used to describe cooperation among all
actors, government and otherwise.”
Kesimpulan yang didapat dari pengertian tersebut adalah
karakteristik pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-
prinsip kolaborasi, kebersamaan, kesatuan, tujuan bersama, dan
mencakup keseluruhan aktor dari seluruh sektor dalam
pemerintahan.
Pentingnya WoG untuk diterapkan dalam pemerintahan saat
ini disebabkan oleh:
a. Faktor eksternal
Penyebab faktor eksternal seperti dorongan publik dalam
mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan
pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintah yang
lebih baik. Adanya perkembangan teknologi informasi, situasi
dan dinamika kebijakan yang lebih kompleks.
b. Faktor internal
Adanya faktor internal yaitu ketimpangan kapasitas sektoral
sebagai akibat adanya nuansa kompetisi natar sektor
pembangunan.
WoG sebagai pendekatan yang dilakukan pemerintah
untuk mendukung fungsi penting dan utama instansi pemerintah
yaitu sebagai perangkat pemberi pelayanan. Pelayan yang
diberikan harus memenuhi level atau kualitas yang diharapkan
oleh masyarakat umum. Terutama untuk menghadapi masyarakat
yang semakin maju dan persaingan global yang ketat.
23

Pendekatan WOG dapat dilakukan baik dari sisi penataan


institusi formal maupun informal, diantaranya adalah sebagai
berikut:
a. Penguatan koordinasi antar lembaga;
b. Membentuk lembaga koordinasi khusus;
c. Membentuk gugus tugas; dan
d. Koalisi sosial.
Praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan dengan
menyatukan seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan
publik.Jenis – jenis pelayanan WoG adalah sebagai berikut:
a. Pelayanan yang bersifat administratif
Pelayanan yang bersifat administratif, yaitu pelayanan yang
menghasilkan berbagai produk dokumen resmi yang
dibutuhkan masyarakat. Praktek WoG dalam jenis pelayanan
administrasi dapat dilihat dalam praktek-praktek penyatuan
penyelenggaraan izin dalam satu pintu seperti PTSP atau
kantor SAMSAT.
b. Pelayanan jasa
Pelayanan jasa yaitu pelayanan yang menghasilkan berbagai
bentuk jasa yang dibutuhkan warga masyarakat, seperti
pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perhubungan, dan
lainnya.
c. Pelayanan barang
Pelayanan barang yaitu pelayanan yang menghasilkan
barang yang dibutuhkan warga masyarakat misalnya jalan,
perumahan, jaringan telepon, listrik, air bersih, dan lainnya.
d. Pelayanan regulatif
Pelayanan regulatif yaitu pelayanan melalui penegakan
hukuman dan peraturan perundang-unndagan maupun
kebijakan publik yang mengatur sendi-sendi kehidupan
masyarakat. Adapun pola pelayanan publik dibedakan dalam 5
24

(lima) macam pola pelayanan yaitu pola pelayanan teknis


fungsional, pola pelayanan satu atap, pola pelayanan satu
pintu, pola pelayanan terpusat, dan pola pelayanan elektronik.
.
25

BAB III
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi

1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi

SD Negeri 1 Tamansari merupakan sekolah dasar negeri yang


berlokasi di Jalan Lapangan RT 03 RW 02 desa Tamansari
Kecamatan Karang Lewas.Sekolah ini awalnya didirikan berdasarkan
Surat Keputuran Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah
nomor 421.2/ 026/ II/ 36/ 1985.

Pada tahun 2012, SD Negeri 1 Tamansari mengalami


penggabungan dengan SD Negeri 3 Tamansari berdasarkan Surat
Keputusan Bupati Banyumas Nomor 90 Tahun 2012 tentang
penggabungan sekolah negeri di lingkungan pemerintah kabupaten
Banyumas tahun 2012.Dasar penggabungan sekolah adalah dalam
rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan
belajar mengajar serta pengelolaan sekolah dasar negeri yang
berasa dalam satu kompleks.

Peraturan yang mendasari penggabungan sekolah dasar negeri


adalah sebagai berikut:

a. Undang – Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan


Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa
Tengah.

b. Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional.
26

c. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua
atas Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah.

d. Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan


Keuangan antara Pemerintah
24 Pusat dan Pemerintah Daerah.

e. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang


Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai
Daerah Otonom.

f. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan


Keuangan Daerah.

g. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian


Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah
Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

h. Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 26 Tahun 2009


tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten
Banyumas sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah
Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2011 tentang Perubahan
Atas Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 26 Tahun
2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten
Banyumas.

2. Visi, Misi, Nilai, dan Tujuan Organisasi

a. Visi dan Misi Kabupaten Banyumas

1) Visi Kabupaten Banyumas


27

Visi Kabupaten Banyumas adalah menjadikan Banyumas yang


maju, adil-makmur, dan mandiri.

2) Misi Kabupaten Banyumas

a) Mewujudkan Banyumas sebagai barometer pelayanan


publik dengan membangun sistem integritas birokrasi yang
profesional, bersih, partisipatif, inovatif dan bermartabat

b) Meningkatkan kualitas hidup warga melalui pemenuhan


kebutuhan dan layanan dasar pendidikan dan kesehatan

c) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing


daerah berkualitas, berkeadilan dan berkelanjutan

d) Mewujudkan Banyumas sebagai Kabupaten Pelopor


Kedaulatan pangan

e) Menciptakan iklim investasi yang berorientasi perluasan


kesempatan kerja yang berbasis potensi lokal dan ramah
lingkungan

f) Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar


yang merata dan memadai sebagai daya ungkit
pembangunan

g) Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan


industri kerakyatan, Pariwisata dan industri kreatif berbasis
sumber daya lokal
h) Mewujudkan tatanan masyarakat yang berbudaya serta
berkepribadian dengan menjunjung tinggi nilai
nasionalisme dan religius.

b. Visi dan Misi SD Negeri 1 Tamansari


1) Visi SD Negeri 1 Tamansari
28

Visi SD Negeri 1 Tamansari adalah membentuk siswa yang


takwa dan berakhlak mulia, berilmu, cakap dan bertanggung
jawab.

2) Misi SD Negeri 1 Tamansari

a) Meningkatkan pengamalan ajaran agama secara konsisten


dalam suasana kehidupan sekolah dan di luar sekolah;
b) Meningkatkan pengamalan pancasila dan budi pekerti
dalam kehidupan sehari-hari;
c) Mengadakan kegiatan pembinaan mental yang
berkesinambungan;
d) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang efisien dan
efektif dengan mengoptimalkan sumber dan media belajar
yang ada;
e) Memberikan bekal keterampilan yang mengarah pada apa
yang disebut dengan life skill;
f) Meningkatkan budaya minat baca dan tulis bagi siswa;
g) Menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan persuatif;
h) Mengadakan kegiatan bimbingan dan konseling yang
kontinyu;
i) Menggalang kerjasama dengan orang tua, masyarakat, dan
dengan lingkungan sekitar;
j) Memenuhi sarana dan prasarana kbm yang memadai;
k) Melaksanakan manajemen yang efektif dan efisien.

3) Tujuan SD Negeri 1 Tamansari


a. Terbentuknya pengamalan ajaran agama secara konsisten
dalam suasana kehidupan sekolah dan di luar sekolah;
b. Terbentunya pengamalan pancasila dan budi pekerti dalam
kehidupan sehari-hari;
29

c. Terselenggaranya kegiatan pembinaan mental yang


berkesinambungan;
d. Terselenggaranya kegiatan belajar mengajar yang efisien
dan efektif dengan mengoptimalkan sumber dan media
belajar yang ada;
e. Terbentuknya keterampilan yang mengarah pada apa yang
disebut dengan life skill;
f. Terbentuknya budaya minat baca dan tulis bagi siswa;
g. Terselenggaranya iklim sekolah yang kondusif dan
persuatif;
h. Terselenggaranya kegiatan bimbingan dan konseling yang
kontinyu;
i. Terselenggaranya kerjasama dengan orang tua,
masyarakat, dan dengan lingkungan sekitar ;
j. Terpenuhinya sarana dan prasarana kegiatan belajar
mengajar yang memadai;
k. Terselenggaranya manajemen yang efektif dan efisien.

3. Struktur organisasi dan pembagian kerja

Struktur organisasi yang ada di SD Negeri 1 Tamansari


adalah sebagai berikut:

a) Kepala Sekolah : Soliah, S.Pd.SD

b) Kepala Perpustakaan: Agung Pambudi, S.Pd

c) Operator Sekolah : Dian Wicaksono, S.Pd

d) Guru Kelas 1A : Ruminah, S.Pd

e) Guru Kelas 1B : Yunita Hidayatun, S.Pd

f) Guru Kelas 2A : Wahyu Widodo, S.Pd


30

g) Guru Kelas 2B : Oktiviana Anggraeni, S.Pd

h) Guru Kelas 3A : Dwi Suprapti, S.Pd

i) Guru Kelas 3B : Dian Wicaksono, S.Pd

j) Guru Kelas 4A : Suyitno, S.Pd

k) Guru Kelas 4B : Windi Sundari, S.Pd

l) Guru Kelas 5A : Toriyah, S.Pd

m) Guru Kelas 5B : Diryo, S.Pd

n) Guru Kelas 6A : Diah Panca, S.Pd

o) Guru Kelas 6B :Umiatun, S.Pd

p) Guru PJOK : Agung Pambudi, S.Pd

Hantoro, S.Pd

q) Guru PAI : Sunarso, S.Ag

Latif Aziz, A.Ma

r) Penjaga : Kartim

Siswo
Struktur Organisasi SD Negeri 1 Tamansari

KepalaSekolah Dewan / Komite


Soliah, S.Pd. SD Afan Sofwaniadi

Kepala Perpustakaan Operator Sekolah


Agung Pambudi, S.Pd Dian Wicaksono, S.Pd

Guru Kelas IA Guru Kelas IIA Guru Kelas IIIA Guru Kelas IVA Guru Kelas VA Guru Kelas VIA
Ruminah, S.Pd Wahyu Widodo, S.Pd Dwi Suprapti, S.Pd
Suyitno, S.Pd Toriyah, S.Pd Diah Panca, S.Pd

Guru Kelas IIB GuruKelas


Guru KelasIIB IIB Guru Kelas IIIB Guru Kelas IVB Guru Kelas VB Guru Kelas VIB
Yunita Hidayatun, S.Pd Oktiviana Anggraeni, S.Pd
Rina Fitriana Dwi Suprapti, S.Pd Windi Sundari, S.Pd Diryo, S.Pd Umiatun, S.Pd

PenjagaSekolah
Guru Mulok
Guru PJOK Guru PAI Kartim
Agung Pambudi, S.Pd Asep Wahyudi
Sunarso, S.Ag
Siswo
Hantoro, S.Pd Latif Aziz, A.Ma

2930
30

4. Deskripsi Sumber Daya Manusia, Sarana Prasarana, dan Sumber


Daya Lain
SD Negeri 1 Tamansari memiliki kelas rangkap dua mulai
dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.Jumlah seluruh siswa adalah
266 anak.Setiap kelas memiliki jumlah siswa rata-rata 24 anak
dan diampu oleh satu orang guru kelas, sehingga jumlah seluruh
guru kelas adalah 12 orang.Guru mata pelajaran berjumlah 4
orang yang terdiri dari dua orang guru PJOK dan dua orang guru
PAI. Penjaga sekolah juga terdiri dari dua orang.
Prasarana yang dimiliki SD Negeri 1 Tamansari berupa
ruang kelas, kamar mandi siswa, kamar mandi guru, ruang kepala
sekolah, ruang UKS, laboratorium multimedia, mushola, ruang
perpustakaan, ruang olahraga, gudang, koperasi.Prasarana
pendukung lainnya berupa gazebo atau tempat duduk untuk
siswa, kolam ikan, taman hijau depan kelas, tempat parkir, dan
lain-lain.Sarana pembelajaran yang ada di dalam kelas meliputi
meja dan kursi guru, meja dan kursi siswa, papan tulis, alat tulis,
buku pelajaran, buku literasi, papan pajangan, lemari buku,
proyektor LCD, speaker.Sarana pendukung diantaranya adalah
komputer, laptop, printer, kipas angin, seperangkat alat musik
drumband, dan lainnya.
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat

1. Tugas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)


Pegawai ASN turut serta dalam mewujudkan cita-cita dan
tujuan negara.Tugas pegawai ASN tercantum dalam Undang –
Undang Nomor 5 tahun 2014 adalah:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas;
dan
31

c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik


Indonesia.
Tugas ASN lainnya juga diatur dalam undang-undang ASN
nomor 5 tahun 2014 pasal 5 mengatur tentang kode etik dan kode
perilaku ASN, yang bertujuan untuk menjaga martabat dan
kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau
pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika
pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif, dan efisien;
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam
melaksanakan tugasnya;
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan
kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan
kedinasan;
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari
keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi
dan integritas ASN; dan melaksanakan ketentuan peraturan
perundang- undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.

2. Jabatan Fungsional Guru


Jabatan fungsional guru diatur dalam Peratutan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(Permenegpan RB) No. 16 Tahun 2009 menjelaskan bahwa jabatan
32

fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang


lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan
kegiatan mendidik, mengajar, membimbing dan mengarahkan,
melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan
menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
diduduki oleh PNS.
Jabatan fungsional guru juga menjadi kewajiban dan tanggung
jawab seorang guru. Kewajiban seorang guru diantaranya adalah
merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi selama proses
belajar mengajar berlangsung. Seorang guru juga berkewajiban untuk
meningkatkan mutu pendidikan dengan mengembangkan kualitas
dan kompetensi akademik sesuai dengan perkembangan
zaman.Guru wajib bersifat objektif dan meningkatkan nilai kesatuan
dan persatuan dalam diri peserta didik. Kewajiban seorang guru yang
lainnya adalah menjunjung tinggi aturan dan kode etik guru yang
telah ditetapkan.Lalu tanggung jawab seorang guru adalah
menyelesaikan segala tugasnya selama masa tugas berlangsung.
3. Tugas Pokok dan Fungsi Guru

Tugas guru dijelaskandalam BAB XI Pasal 39 ayat (2),


Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, pasal 20 Undang-UndangNomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen serta pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 74
Tahun 2008 tentang Guru yang telah diubah dalam Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017.

Beban kerja guru yang termuat di dalam Peraturan Pemerintah


Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

a. Merencanakan pembelajaran ataupembimbingan;


b. Melaksanakan pembelajaran ataupembimbingan;
c. Menilai hasil pembelajaran ataupembimbingan;
d. Membimbing dan melatih peserta didik;dan
33

e. Melaksanakan tugas tambahan yangmelekat pada pelaksanaan


kegiatan pokoksesuai dengan beban kerja guru.
Beban kerja guru tersebut dilaksanakan paling sedikit memenuhi
24(dua puluh empat) jam tatap muka dan palingbanyak 40 (empat
puluh) jam tatap mukadalam I (satu) minggu.Tugas guru secara lebih
terperinci dijelaskan dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010
tentang petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya, diantaranya:
a. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan

b. Menyusun silabus pembelajaran

c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

e. Menyusun alat ukur soal sesuai mata pelajaran

f. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata


pelajaran di kelasnya

g. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran

h. Melaksanakan pembelajaran, perbaikan dan pengayaan dengan


memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi

i. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi


tanggung jawabnya (khusus guru kelas)

j. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan


hasil belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional

k. Membimbing guru pemuladalam program induksi

l. Membimbing siswadalam kegiatan ekstra kurikuler proses


pembelajaran

m. Melaksanakan pengembangan diri


34

n. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif

o. Melakukan presentasi ilmiah


4. Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)
Tabel 3.1 Sasaran Kinerja Pegawai

N
I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI
O
1 Nama SOLIAH,S.Pd.SD. 1 Nama OKTIVIANA ANGGRAENI, S.Pd
2 NIP 19650207 198608 2 001 2 NIP 19941020 201902 2 008
Pangkat/Gol.Ruan
3 Pangkat/Gol.Ruang Pembina Tingkai I / IV B 3 Penata Muda/ III a
g
4 Jabatan Kepala Sekolah 4 Jabatan Guru Kelas
5 Unit Kerja SD Negeri 1 Tamansari 5 Unit Kerja SD Negeri 1 Tamansari
N TARGET
III. KEGIATAN TUGAS JABATAN AK
O KUANT/OUTPUT KUAL/MUTU WAKTU BIAYA
A. UNSUR UTAMA
1 Melaksanakan proses pembelajaran

2 Mengikuti KKG

3 Mengikuti Workshop

4 Mengikuti Diklat
B. UNSUR PENUNJANG
1 Anggota PGRI
2 Anggota Pramuka

35
36

JUMLAH
C. 34
35

C. Role Model

Rancangan aktualisasi selanjutnya akan dilaksanakan sebagai

habituasi atau pembiasaan. Guru baru tentu membutuhkan proses

adaptasi untuk membiasakan diri di lingkungan kerja yang baru pula.

Oleh karena itu maka guru baru membutuhkan role model. Role

model adalah sosok guru yang dijadikan sebagai panutan atau

teladan karena profesionalitasnya ddalam bekerja.


Guru yang dijadikan role model sebagai panutan adalah Kepala

SD Negeri 1 Tamansari, Soliah, S.Pd. SD. Beliau sangat kompeten

dan sangat rajin memperbarui informasi apapun, sehingga beliau

selalu kekinian dan selalu terdepan dalam informasi tentang

pendidikan terbaru.Beliau merupakan guru yang cerdas, rajin, dan

berhasil mengantarkan siswa meraih kejuaraan dalam perlombaan.


Pembelajaran yang dilakukan oleh guru role model tergolong

kreatif dan interaktif. Guru tersebut selalu mendapat perhatian,

dihormati, dan disukai oleh siswa dan orang tuanya. Penghormatan

tersebut didapatkan oleh beliau karena dianggap proses kegiatan

pembelajarannya berhasil sehingga terjadi peningkatan hasil belajar

siswa yang signifikan.

BAB IV
36

RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai


ANEKA

Rancangan kegiatan aktualisasi dilaksanakan di SD Negeri 1


Tamansari.Kegiatan aktualisasi merupakan wujud solusi penyelesaian
dari isu yang diangkat.Masalah yang dijadikan sebagai isu utama pada
rancangan aktualisasi ini adalah kurangnya sikap tanggung jawab
siswa.Kegiatan-kegiatan aktualisasi yang dirancang bertujuan untuk
meningkatkan sikap tanggung jawab siswa terhadap diri sendiri, orang
lain, dan lingkungan sekolah.
Kegiatan-kegiatan aktualisasi dirancang sedemikian rupa yang
terkait dengan nilai-nilai dasar ASN.Nilai-nilai dasar ASN meliputi
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi.Kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan kegiatan Sugeng Enjang
Kegiatan Sugeng Enjang adalah kegiatan guru menyambut
siswa di depan gerbang sekolah di pagi hari. Kegiatan Sugeng
Enjang mencakup salam, sapa, senyum, sopan, dan santun.
b. Melaksanakan kegiatan Morning Prayer
Kegiatan Morning Prayer adalah kegiatan pembacaan doa
atau suratan pendek secara klasikal dan mandiri. Kegiatan ini
dilakukan pada hari Selasa dan Jumat sebelum pelajaran dimulai.
c. Melaksanakan kegiatan I’m Coming
Kegiatan I’m Coming adalah kegiatan presensi mandiri yang
dilakukan oleh siswa.

d. Membuat Pelas (Peraturan Kelas)


Pelas adalah Peraturan Kelas.Peraturan Kelas ini
merupakan hasil kesepakatan yang dibuat oleh siswa secara
bersama-sama tentang aturan-aturan di kelas yang mencakup hal-
36
hal yang boleh dilakukan, hal-hal yang tidak boleh dilakukan, dan
konsekuensi pelanggaran.
e. Membuat Canon Box
37

Canon Box adalah kotak tempat meletakkan benda-benda


hilang yang ditemukan oleh siswa, dan siswa yang merasa
kehilangan benda dapat memeriksa kotak tersebut.Canon Box
mencakup kotak untuk meletakkan benda hilang, buku catatan
benda hilang, dan poster benda hilang.
f. Melaksanakan Smutlis (Sepuluh Menit untuk Lingkungan Sekolah)
Smutlis merupakan singkatan dari sepuluh menit untuk
lingkungan sekolah.Smutlis dilakukan oleh siswa satu kelas
10menit sebelum bel masuk berbunyi.
g. Membuat Pak AIK dan Bu AIK
Pak AIK adalah akronim dari Papan Anak Baik, sedangkan
Bu AIK adalah akronim dari Buku Anak Baik. Papan Anak Baik
berisi daftar nama siswa dan kolom kosong untuk ditempel stiker
Bintang Baik. Perolehan Bintang Baik setiap siswa selama satu
minggu kemudian dimasukkan dan direkap ke dalam sebuah buku
(Bu AIK).Bu AIK mencakup catatan kebaikan dan pelanggaran yang
dilakukan oleh siswa selama satu minggu.Bu AIK juga merupakan
buku penghubung sekaligus sebagai laporan sikap dan perilaku
siswa di sekolah untuk orang tuanya.
h. Menerapkan metode pembelajaran TGT (Team Games
Tournament)
Penerapan metode pembelajaran TGT merupakan bentuk
kegiatan tindakan kelas. Kegiatan akandilaksanakan dalam dua
siklus.
Rincian tentang kegiatan-kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan dijabarkan pada tabel berikut.

Tabel 4.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Keterkaitan Subtansi Konstribusi Visi Misi


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan
Mata Pelatihan Organisasi
1 Melaksana a. Berkonsultasi dengan kepala a. Meningkatnya sikap a. Akuntabilitas Kegiatan Sugeng Enjang turut
kan sekolah. kerja sama sesama (integritas, serta dalam mewujudkan visi
kegiatan b. Mengadakan rapat dengan guru dan kepala tanggung jawab, yaitu membentuk siswa yang
Sugeng kepala sekolah dan guru-guru sekolah. konsistensi) takwa dan berakhlak mulia,
Enjang lain membahas kegiatan b. Meningkatnya sikap b. Nasionalisme (sila cakap dan bertanggung jawab
Sugeng Enjang. tanggung jawab dan ke-2) serta mewujudkan misi sekolah
c. Menyusun jadwal piket guru disiplin terkait waktu c. Etika Publik yaitu meningkatkan
Sugeng Enjang. keberangkatan guru (disiplin, sopan, pengamalan budi pekerti dalam
d. Membuat buku kegiatan dan siswa. peduli, empati) kehidupan sehari-hari dan
Sugeng Enjang. c. Meningkatnya sikap d. Komitmen mutu pembinaan mental yang
e. Menyosialisasikan kegiatan tanggung jawab siswa (efektif) berkesinambungan, dan
Sugeng Enjang kepada siswa. terhadap kelengkapan e. Anti Korupsi
f. Menyambut siswa di depan menciptakan iklim sekolah
seragamnya secara (disiplin, tanggung
gerbang sekolah pada pukul yang kondusif dan persuatif.
mandiri. jawab, berani)
06.30. d. Meningkatnya sikap
g. Bersalaman dengan siswa,
empati, peduli, dan
menjawab salam siswa dan
sopan santun siswa
menanyakan kabar siswa
terhadap orang lain.
sambil memeriksa kerapian e. Meningkatnya sikap
dan kelengkapan seragam percaya diri siswa
siswa. untuk berinteraksi
h. Melakukan evaluasi kegiatan dengan guru yang
pada hari Senin. sesuai dengan tata
39
Keterkaitan Subtansi Konstribusi Visi Misi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan
Mata Pelatihan Organisasi
krama sopan santun.
2 Melaksana a. Menyolisasikan kegiatan a. Meningkatknya sikap a. Akuntabilitas Kegiatan Morning Prayer turut
kan Morning Prayer kepada siswa. mandiri, (kepemimpinan, serta dalam mewujudkan visi
kegiatan b. Membimbing diskusi siswa kepemimpinan, tanggung jawab, yaitu membentuk siswa yang
Morning untuk mengatur jadwal urutan tanggung jawab, dan konsistensi) takwa dan berakhlak mulia,
Prayer siswa yang diberi tugas untuk disiplin siswa. b. Nasionalisme (sila berilmu, cakap dan
memimpin kegiatan Morning b. Meningkatknya sikap ke-1) bertanggung jawab serta
Prayer. spiritual siswa. c. Etika Publik mewujudkan misi sekolah yaitu
c. Menyusun buku kegiatan (disiplin) meningkatkan pengamalan
Morning Prayer. d. Komitmen mutu
ajaran agama secara konsisten
d. Menugaskan salah satu siswa (efektif)
e. Anti Korupsi dalam suasana kehidupan
piket Morning Prayer untuk
(mandiri, disiplin, sekolah dan di luar sekolah,
memimpin kegiatan Morning
tanggung jawab) meningkatkan pengamalan
Prayer dan mengkondisikan pancasila dan budi pekerti
siswa lain untuk membaca dalam kehidupan sehari-hari,
doa atau suratan pendek. mengadakan kegiatan
pembinaan mental yang
berkesinambungan,
melaksanakan manajemen
yang efektif dan efisien
3 Membuat a. Membimbing siswa untuk a. Meningkatknya sikap a. Akuntabilitas Kegiatan Pelas turut serta
Pelas melakukan musyawarah tanggung jawab, (kepemimpinan, dalam mewujudkan visi yaitu
(Peraturan bersama untuk membuat disiplin dan kerja sama transparansi, membentuk siswa yang cakap
Kelas) peraturan kelas. siswa. integritas, tanggung dan bertanggung jawab serta
b. Menuliskan aturan-aturan b. Meningkatknya sikap jawab, keadilan, mewujudkan misi sekolah yaitu
Pelas dan menyusun buku percaya diri siswa kejelasan, meningkatkan pengamalan

40
Keterkaitan Subtansi Konstribusi Visi Misi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan
Mata Pelatihan Organisasi
catatan pelanggaran. untuk mengemukanan konsistensi) pancasila dan budi pekerti
c. Menyediakan media untuk pendapatnya secara b. Nasionalisme (sila dalam kehidupan sehari-hari,
menampilkan peraturan kelas transparan, adil, dan ke-4) mengadakan kegiatan
yang telah disusun siswa. jelas. c. Etika Publik pembinaan mental yang
d. Membimbing siswa untuk (disiplin,
berkesinambungan,
memajang Peraturan Kelas di transparan,
menciptakan iklim sekolah
dinding kelas. kerjasama)
yang kondusif dan persuatif,
d. Komitmen mutu
serta melaksanakan
(efektif)
e. Anti Korupsi manajemen yang efektif dan
(mandiri, disiplin, efisien
tanggung jawab,
adil)
4 Membuat a. Menyiapkan alat dan bahan a. Meningkatknya sikap a. Akuntabilitas Kegiatan Canon Box turut serta
Canon Box pembuatan Canon Box. tanggung jawab, jujur, (transparasi, dalam mewujudkan visi yaitu
b. Membuat Canon Box. mandiri, peduli, dan tanggung jawab, membentuk siswa yang cakap
c. Menyusun dokumen Canon kerjasama siswa. kejelasan) dan bertanggung jawab serta
Box (buku catatan benda b. Meningkatknya b. Nasionalisme (sila mewujudkan misi sekolah yaitu
hilang dan kertas poster kreativitas siswa untuk ke-2) meningkatkan pengamalan
benda hilang) membuat poster. c. Etika Publik (jujur, Pancasila dan budi pekerti
d. Memberikan sosialisasi c. Meningkatknya transparan, dalam kehidupan sehari-hari,
kepada siswa tentang Canon kepekaan siswa kerjasama, peduli) mengadakan kegiatan
Box. Aturannya adalah siswa terhadap orang lain d. Komitmen mutu
pembinaan mental yang
yang menemukan benda dan lingkungan sekitar. (inovasi)
berkesinambungan,
hilang meletakkannya di e. Anti Korupsi (jujur,
memberikan bekal
Canon Box kemudian peduli, mandiri,
keterampilan yang mengarah
menuliskan laporan pada tanggung jawab)
pada apa yang disebut dengan
41
Keterkaitan Subtansi Konstribusi Visi Misi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan
Mata Pelatihan Organisasi
buku catatan benda hilang life skill, menciptakan iklim
dan membuat poster benda sekolah yang kondusif dan
hilang. Siswa yang merasa persuatif, serta melaksanakan
kehilangan benda, memeriksa manajemen yang efektif dan
Canon Box. Jika benda yang efisien.
ada di dalam Canon Box
adalah miliknya, maka siswa
berhak mengambil benda
tersebut dan menuliskan
laporan pada buku catatan
benda hilang.
5 Melaksana a. Berkonsultasi dengan kepala a. Meningkatknya sikap a. Akuntabilitas Kegiatan Smutlis turut serta
kan sekolah. kerja sama sesama (integritas, dalam mewujudkan visi yaitu
kegiatan b. Mengadakan rapat dengan guru dan kepala tanggung jawab, membentuk siswa berakhlak
Smutlis kepala sekolah dan guru-guru sekolah. konsistensi) mulia, cakap dan bertanggung
lain. b. Meningkatknya sikap b. Nasionalisme (sila jawab serta mewujudkan misi
c. Menyusun jadwal piket tanggung jawab, ke-3) sekolah yaitu mengadakan
Smutlis untuk siswa. kerjasama, peduli, dan c. Etika Publik kegiatan pembinaan mental
d. Melakukan sosialisasi tentang mandiri siswa. (integritas, yang berkesinambungan,
kegiatan Smutlis kepada c. Meningkatknya kerjasama, peduli) memberikan bekal
siswa. kebersihan lingkungan d. Komitmen mutu keterampilan yang mengarah
e. Membimbing dan sekolah. (mutu) pada apa yang disebut dengan
mengarahkan siswa untuk e. Anti Korupsi
life skill, dan melaksanakan
melakukan kegiatan smutlis (mandiri, kerja
manajemen yang efektif dan
yaitu membersihkan keras, tanggung
efisien.
lingkungan sekolah selama 10 jawab)
menit sebelum kegiatan
42
Keterkaitan Subtansi Konstribusi Visi Misi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan
Mata Pelatihan Organisasi
pelajaran dimulai.
f. Melakukan evaluasi kegiatan
pada hari Senin.
6 Membuat a. Menyiapkan alat dan bahan a. Meningkatknya sikap a. Akuntabilitas Kegiatan Pak AIK dan Bu AIK
PAK AIK untuk membuat media Pak jujur, peduli, tanggung (transparasi, turut serta dalam mewujudkan
dan BU AIK AIK dan Bu AIK. jawab dan integritas integritas, tanggung visi yaitu membentuk siswa
b. Membuat dan menyusun siswa. jawab, konsistensi) yang takwa dan berakhlak
media Pak AIK dan Bu AIK. b. Meningkatknya b. Nasionalisme (sila mulia, cakap dan bertanggung
c. Memajang Pak AIK pada perilaku terpuji siswa. ke-2) jawab serta mewujudkan misi
papan pajangan kelas. c. Meningkatknya c. Etika Publik sekolah yaitu meningkatkan
d. Melakukan sosialisasi kepada kedekatan hubungan (jujur, integritas,
pengamalan Pancasila dan
siswa tentang Pak AIK dan Bu antar siswa, antara transparan, peduli,
budi pekerti dalam kehidupan
AIK. orang tua siswa dan empati)
sehari-hari, mengadakan
e. Melakukan refleksi kegiatan guru, serta orang tua d. Komitmen mutu
kegiatan bimbingan dan
Pak AIK setiap hari Sabtu dengan siswa. (inovasi)
e. Anti Korupsi konseling yang kontinyu,
bersama siswa. d. Meningkatknya
(jujur, peduli, mengadakan kegiatan
perhatian orang tua
tanggung jawab) pembinaan mental yang
terhadap perilaku
berkesinambungan,
siswa di sekolah.
menggalang kerjasama
dengan orang tua, masyarakat,
dan dengan lingkungan sekitar.
7 Menerap- a. Membuat perangkat a. Meningkatknya sikap a. Akuntabilitas Kegiatan Penerapan Metode
kan metode pembembelajaran tanggung jawab siswa. (kepemimpinan, Pembelajaran TGT turut serta
pembela- b. Membagi siswa ke dalam b. Meningkatknya sikap tanggung jawab) dalam mewujudkan visi yaitu
jaran TGT beberapa kelompok kerja sama sesama b. Nasionalisme (sila membentuk siswa yang cakap
(Team c. Melaksanakan kegiatan siswa dalam ke-3) dan bertanggung jawab serta
pembelajaran sesuai rencana mengerjakan tugas c. Etika Publik
43
Keterkaitan Subtansi Konstribusi Visi Misi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan
Mata Pelatihan Organisasi
Games pembelajaran. kelompok. (kerjasama, peduli) mewujudkan misi sekolah yaitu
Tourna- d. Memberikan tugas kepada d. Komitmen mutu melaksanakan kegiatan belajar
ment) siswa. (mutu) mengajar yang efisien dan
e. Menyimpulkan pembelajaran e. Anti Korupsi efektif dengan mengoptimalkan
bersama dengan siswa. (tanggung jawab, sumber dan media belajar
kerja keras) yang ada
8 Melaksana a. Menyiapkan alat dan bahan a. Meningkatknya sikap a. Akuntabilitas Kegiatan I’m Coming turut
kan untuk membuat media I’m jujur, tanggung jawab (transparansi, serta dalam mewujudkan visi
kegiatan Coming. dan integritas siswa. integritas, tanggung yaitu membentuk siswa yang
I’m Coming b. Membuat dan menyusun b. Meningkatknya jawab, konsistensi) bertanggung jawab serta
media I’m Coming. motivasi siswa untuk b. Nasionalisme (sila mewujudkan misi sekolah yaitu
c. Melakukan sosialisasi kepada berangkat lebih awal. ke-5) mengadakan kegiatan
siswa tentang kegiatan I’m c. Etika Publik (jujur, pembinaan mental yang
Coming. integritas, disiplin, berkesinambungan,
d. Mencatat kehadiran siswa transparan) menciptakan iklim sekolah
pada buku presensi d. Komitmen mutu
yang kondusif dan persuatif,
berdasarkan media I’m (mutu)
e. Anti korupsi melaksanakan manajemen
Coming.
(jujur,mandiri, yang efektif dan efisien.
disiplin, tanggung
jawab)

B. Jadwal Rancangan Aktualisasi

Tabel 4.2 Jadwal Rancangan Aktualisasi

44
Ma
April
No Kegiatan ret Bukti Fisik

30
31

10

12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
11
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Daftar presensi guru, daftar piket guru
Sugeng
1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Sugeng Enjang, buku kegiatan Sugeng
Enjang
Enjang, foto, dan video.

LIBUR NASIONAL ISRA MI’RAJ


2 I'm Coming √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Daftar presensi siswa, foto, dan video.

LIBUR NASIONAL PEMILU

LIBUR WAFAT YESUS


3 Smutlis √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Daftar piket kelas Smutlis, foto, dan video.

Morning Daftar piket siswa Morning Prayer, buku


MINGGU

MINGGU

MINGGU

MINGGU

MINGGU
4 √ √
Prayer kegiatan Morning Prayer, foto, dan video.
Dokumen peraturan kelas, buku catatan
5 Pelas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pelanggaran, foto, dan video.
Buku catatan benda hilang, poster, foto, dan
6 Canon Box √ √ √ √ √ √ √ √
video.
Pak AIK
7 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Buku Anak Baik (Bu Aik), foto, dan video.
dan Bu AIK
Penerapan
RPP, soal LKS, soal evaluasi, LKS
Metode
8 √ √ √ √ √ kelompok siswa, hasil penilaian soal
Pemb.
evaluasi siswa, foto, dan video.
TGT

45
46
44

C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala


Tabel 4.2 Antisipasi dan strategi menghadapi kendala

Kendala yang Antisipasi dan Strategi


No. Kegiatan
mungkin terjadi Menghadapi Kendala
a. Ketidakhadiran a. Penyusunan jadwal piket
guru piket guru Sugeng Enjang dan
Sugeng Enjang. buku kegiatan Sugeng
Melaksanakan kegiatan Enjang.
1 Sugeng Enjang b. Guru piket hadir b. Guru mengupayakan
lebih siang untuk hadir lebih awal
saat menjalankan tugas
piket.
a. Siswa tidak a. Guru menyediakan juz
membawa juz amma di kelas.
amma atau buku
Melaksanakan kegiatan doa.
2 Morning Prayer b. Siswa piket b. Siswa piket Morning
Morning Prayer Prayer yang tidak hadir
tidak hadir digantikan dengan siswa
berdasarkan urutan
selanjutnya.
a. Siswa malu a. Guru memotivasi,
dalam mengarahkan dan
Membuat Pelas menyampaikan membimbing siswa untuk
3 (Peraturan Kelas) pendapatnya. berani dalam
menyampaikan pendapat
b. Siswa tidak b. Guru membuat catatan
mematuhi Pelas pelanggaran.
a. Siswa tidak jujur a. Guru mengarahkan siswa
terkait untuk melakukan
kehilangan klarifikasi terhadap siswa
Membuat Canon Box benda. yang kehilangan benda.
4
b. Siswa tidak b. Guru mengajarkan siswa
dapat membuat cara membuat poster.
poster.
5 Melaksanakan kegiatan a. Siswa tidak a. Guru mengarahkan dan
Smutlis melakukan membimbing siswa 47untuk
pembagian melakukan pembagian
tugas Smutlis tugas Smutlis secara adil.
secara adil.
b. Siswa bermain- b. Guru memberikan sanksi
main dan tidak pelanggaran bagi siswa
46
47

Kendala yang Antisipasi dan Strategi


No. Kegiatan
mungkin terjadi Menghadapi Kendala
melaksanakan yang tidak melaksanakan
kegiatan Smutlis kegiatan Smutlis dengan
dengan benar benar.
a. Siswa tidak jujur a. Guru melakukan klarifikasi
dalam mengisi siswa terhadap siswa-
Membuat PAK AIK dan Pak AIK siswa lainnya.
6 BU AIK b. Siswa tidak b. Guru menyampaikan
menyerahkan Bu program kegiatan Pak AIK
AIK kepada dan Bu AIK kepada orang
orang tua tua siswa.
a. Siswa memilih- a. Guru menentukan
Menerapkan metode milih rekan anggota setiap kelompok.
pembelajaran TGT sekelompok.
7 (Team Games b. Terjadi pertikaian b. Guru memberikan
Tournament) antar kelompok. bimbingan tentang sikap
kerjasama yang baik.
a. Siswa lupa a. Media presensi disimpan
melakukan di dalam kelas.
presensi pada
papan I’m
Melaksanakan kegiatan Coming.
8 I’m Coming b. Siswa berangkat b. Guru memberikan
terlalu pagi ke penjelasan tentang
sekolah. rentang waktu
keberangkatan siswa ke
sekolah.

47
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Habituasi diawali dengan perancangan aktualisasi. Penyusunan rancangan
aktualisasi didahului dengan identifikasi isu. Isu-isu yang ditemukan kemudian
dianalisis dan dicari solusi penyelesaiannya. Isu yang ditemukan di SD Negeri 1
Tamansari adalah kurangnya sikap tanggung jawab siswa terhadap dirinya, orang
lain, dan lingkungan sekolah. Penyelesaian atas isu tersebut menggunakan
penerapan nilai-nilai dasar ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu dan anti korupsi setra kedudukan ASN di didalam NKRI seperti
Whole of Goverment, pelayan publik, dan manajemen ASN.
Pentingnya penyusunan rancangan aktualisasi diharapakan dapat menjadi
pedoman dalam pelaksanaan 8 kegiatan pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi.Kegiatan-kegiatan tersebut juga dianalisis kemungkinan adanya kendala
dan hambatan.Rancangan aktualisasi ini, diharapkan mampu meningkatkan
kinerja peserta pelatihan dasar dalam menjalankan tugas dan fungsi di
lingkungan unit kerja.

B. Saran

ASN merupakan pelaksana kebijakan, pelayan publik, dan perekat dan


pemersatu bangsa.ASN yang professional sudah seharusnya dapat menerapkan
nilai-nilai dasar dalam melaksanakan tugasnya.Dalam melaksanakan kegiatan
perubahan yang diwujudkan pada kegiatan-kegiatan aktualisasi hendaknya juga
mengintegrasikan semua nilai-nilai tersebut, yaitu akuntabilitas, nasionalisme,
etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA).Sehingga peran ASN
dapat optimal dalam melakukan pelayanan untuk publik dan tercipta
pembangunan bangsa yang lebih baik.
.

48
DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.Pembinaan Sekolah


Dasar.2016. Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD) Edisi
Revisi. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas. Modul pendidikandan


pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi. Modul pendidikandan


pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik. Modul pendidikandan


pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu. Modul


pendidikandan pelatihan prajabatan golongan II dan III.
Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme. Modul pendidikandan


pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.

49
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri
1 NamaLengkap Oktiviana Anggraeni,S.Pd
(dengan gelar)
2 NIP 199410201029022008
3 Tempat dan Banyumas, 20 Oktober 1994
Tanggallahir
4 Alamat Rumah Desa Karang Kemiri RT 02 RW 03
Kec. Karang Lewas, Kab. Banyumas

5 Nomor 081229806714
Telepon/Faks/HP
6 Alamat Kantor SD Negeri 1 Tamansari
7 Nomor Telepon/Faks -
8 Alamat email nanadri.okt@gmail.com

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA S-1


Nama Institusi SD Negeri SMP Negeri SMA Negeri 1 Universitas
1 Karang 4 Purwokerto Purwokerto Muhammadiyah
Kemiri Purwokerto

BidangIlmu/ Jurusan - - IPA Pendidikan


Guru Sekolah
Dasar

Tahun Lulus 2006 2009 2012 2016

50