Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH REVOLUSI BESAR DUNIA (AMERIKA,PRANCIS)

TUGAS MAKALAH SEJARAH PEMINATAN

GUNAWAN
XI.IPS.2

SMA NEGERI 1 BANJARMASIN


2018/209
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kondisi politik sebelum Revolusi Amerika dilatarbelakangi oleh sejumlah peristiwa. di
awali dengan dampak yang di rasakan masyarakat koloni di Amerika akibat perang perancis dan
Indian/the French and Indian War (1754-1763). dalam perang ini Prancis dan Inggris
memperebutkan daerah kekuasaan di Amerika utara. perang dimenangi oleh Inggris tetapi
Inggris mengalami pembengkakan utang yang besar akibat perang ini. Untuk menutup biaya
perang itu, Inggris mengeluarkan sejumlah peraturan bagi koloninya. berbagai pajak dan bea
dikenakan bagi barang dan perdagangan di koloni Inggris. koloni di Amerika sebelumnya sudah
merupakan penyumbang besar bagi kekayaan Inggris. melihat kemakmuran koloni ini dan
kurangnya dukungan koloni saat perang Prancis dan Indian, pemerintah kerajaan mengubah
aturan perpajakan dan memperketatnya demi menambah pendapatan. peraturan perpajakan ini
diterapkan tapa berkonsultasi dengan pemerintah kolonial. pemerintahan kolonial menolak pajak
yang aturannya dikeluarkan tanpa perwakilan yang layak bagi mereka di parlemen Inggris.
Revolusi Perancisadalah masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789 dan 1799 di
mana para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis
dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal. Meski Perancis
kemudian akan berganti sistem antara republik, kekaisaran, dan monarki selama 1 bulan setelah
Republik Pertama Perancis jatuh dalam kudeta yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte,
revolusi ini dengan jelas mengakhiri ancien régime (bahasa Indonesia: Rezim Lama; merujuk
kepada kekuasaan dinasti seperti Valois dan Bourbon) dan menjadi lebih penting daripada
revolusi-revolusi berikutnya yang terjadi di Perancis.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pengertian revolusi di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1) Apa sajakah revolusi-revolusi besar di dunia?
2) Bagaimanakah latar belakang terbentuknya revolusi-revolusi tersebut?
3) Bagaimana proses terjadinya revolusi-revolusi tersebut?
4) Apakah dampak dari revolusi-revolusi tersebut?
C. Tujuan Pembahasan
Agar dapat mengetahui bagimana terjadinya revolusi-revolusi besar di Dunia,dampak revolusi
tersebut baik bagi Dunia dan Indonesia, serta pengaruhnya terhadap Dunia dan Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Revolusi Amerika
1. Latar Belakang Terjadinya Revolusi Amerika
Semula negara induk Inggris memang bersikap lunak terhadap tanah koloni. Pemerintah
Inggris tampak memberikan kebebasan yang relatif kepada daerah koloni. Akan tetapi, setelah
mengalami kesulitan keuangan akibat Perang Laut Tujuh Tahun melawan Prancis, Inggris mulai
memperkuat pengaruhnya terhadap daerah koloni. Dalam hal ini, pemerintah Inggris mulai
menerapkan berbagai macam undang-undang yang lebih mengutamakan kepentingan negara
induk, seperti undang-undang teh, undang-undang gula, undang-undang kopi, dan sebagainya.
Semuanya itu jelas merupakan usaha pemerintah Inggris untuk memperkuat kekuasaannya di
tanah koloni. Sebaliknya, daerah koloni yang sudah matang merasakan tindakan yang negatif
tersebut. Akibatnya timbullah konflik antara kepentingan daerah koloni dan negara induk.
Konflik ini akhinya memuncak dalam sebuah revolusi. Adapun sebab-sebab timbulnya Revolusi
Amerika adalah sebagai berikut.
a) Adanya Paham Kebebasan dalam Politik
Koloni Inggris di Amerika tidak didirikan oleh pemerintah Inggris, tetapi diciptakan oleh
pelarian-pelarian dari Inggris yang mendapat tekanan agama, sosial, ekonomi, dan politik. Kaum
koloni menyatakan bahwa mereka adalah manusia merdeka yang membangun koloni di dunia
baru. Paham kebebasan kaum koloni bertentangan dengan paham pemerintahan Inggris yang
menganggap bahwa daerah koloni adalah jajahannya. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Paris
1763.
b) Adanya Paham Kebebasan dalam Perdagangan
Kaum koloni juga menganut paham kebebasan dalam perdagangan. hal itu bertentangan
dengan paham pemerintah Inggris yang merasa berkuasa atas koloni di Amerika. Oleh karena
itu, pemerintah Inggris memerintahkan agar hasil bumi dari daerah koloni harus dijual kepada
negara induk saja. Sebaliknya, penduduk koloni diwajibkan pemerintah Inggris hanya membeli
barang-barang hasil industri negara induk saja. Kaum koloni menentang peraturan yang bersifat
monopoli dan menghendaki adanya kebebasan dagang.
c) Adanya Berbagai Macam Pajak
Berbagai macam pajak diterapkan, berkaitan dengan adanya krisis keuangan Inggris akibat
Perang Laut Tujuh Tahun. Perang berakhir dengan kemenangan di pihak Inggris. Dengan
kemenangan tersebut, menimbulkan beban baru bagi pemerintah Inggris terutama masalah
keuangan. Pemerintah Inggris kemudian memberlakukan berbagai macam pajak (pajak teh, pajak
gula, pajak metera,i dan lain-lain) yang sangat memberatkan warga koloni. Sebaliknya, warga
koloni dengan tokohnya Samuel Adams menentang kebijakan tersebut dengan semboyan no
taxation without representation, artinya tidak ada pajak tanpa adanya perwakilan.
d) Peristiwa The Boston Tea Party
Sebab khusus meletusnya Revolusi Amerika ialah adanya peristiwa yang dikenal dengan
nama The Boston Tea Party pada tahun 1773. Pada saat itu, pemerintah Inggris memasukkan teh
ke Pelabuhan Boston, Amerika. Pada malam harinya, muatan teh itu dibuang ke laut oleh orang-
orang Amerika yang menyamar sebagai orang Indian suku Mohawk. Hal inilah yang
menimbulkan kemarahan pemerintah Inggris (Raja George III) sehingga menuntut
pertanggungjawaban. Namun penduduk koloni tidak ada yang mau bertanggung jawab sehingga
menimbulkan pertempuran yang menandai terjadinya Revolusi Amerika.

2. Proses Terjadinya Revolusi Amerika


Dengan adanya peristiwa teh di Boston, George III bertekad untuk menundukkan
Massachusetts dengan kekuatan senjata. Rakyat koloni tidak menghiraukan tuntutan dan
ancaman Inggris, dua belas negara koloni lainnya telah menyatakan setia kawan berdiri di
belakangnya. Pada awal Desember 1774, ke tiga belas koloni mengadakan pertemuan di
Philadelphia (yang kemudian dikenal dengan Kongres Kontinental I) untuk menentukan langkah
dalam menghadapi Inggris. Peristiwa ini merupa-kan pertama kalinya bagi ketiga belas koloni di
Amerika untuk bersatu dan saling bekerja sama. Kongres Kontinental I menghasilkan pernyataan
yang pada dasarnya bahwa rakyat koloni di Amerika tetap setia kepada Raja Inggris dan
menuntut kebi-jaksanaan agar memulihkan hubungan baik antara daerah koloni dan negara induk
Inggris.Sementara itu, telah terjadi pertempuran antara pasukan Inggris dan rakyat koloni.
Pertempuran pertama meletus di Lexington, kemudian menjalar ke Concord, dan Boston.
Inggris menolak tuntutan warga koloni. Adanya The Boston Tea Party dan tuntutan tanah
koloni dianggap sebagai tanda dimulainya suatu pemberontakan. Pemerintah Inggris segera
memperbesar jumlah pasukannya di Amerika. Sejak saat itulah kaum koloni Amerika yakin
bahwa jalan damai untuk menuntut hakhaknya sebagai orang Inggris tidak mungkin dapat
tercapai. Bahkan, mereka terancam akan dimusnahkan segalanya sehingga mereka bertekad
untuk mempertahankan kebebasannya. Kaum koloni Amerika kemudian mengangkat Goeroge
Washington, seorang yang berjasa kepada Inggris dalam Perang Laut Tujuh Tahun untuk
menghadapi Inggris.
Pada mulanya perang ini hanya bersifat menentang kekerasan pemerintah Inggris terhadap
kaum koloni dan belum mempunyai tujuan untuk mencapai kemerdekaan. Akan tetapi, tujuan
perang menjadi jelas setelah terbitnya buku Common Sense (1776) karya Thomas Paine. Tulisan
ini berisikan paham kemerdekaan yang kemudian menyadarkan kaum koloni untuk mengubah
tujuan perjuangannya dari menentang kekerasan menjadi perjuangan mencapai kemerdekaan.
Dalam Kongres Kontinental II tahun 1775 di Philadelphia, para wakil dari ketiga belas koloni
sepakat untuk memerdekakan diri. Akhirnya pada tanggal 4 Juli 1776 dicanangkan Declaration
of Independence sebagai alasan untuk memisahkan diri dari negeri induk Inggris. Naskah
Declaration of Independence ini disusun oleh panitia kecil yang beranggotakan lima orang, yakni
Thomas Jefferson, Benyamin Franklin, Roger Sherman,Robert Livingstone, dan John Adams.
Mereka itulah yang kemudian dikenal dengan Lima Tokoh Penyusun Naskah Declaration of
Independence. Pada tanggal 4 Juli 1776 ditandatangani Declaration of Independence dan
dijadikan hari Kemerdekaan Amerika (Independence Day).
Sementara itu, peperangan semakin meluas hampir di seluruh tiga belas koloni. Pada
mulanya tentara Amerika yang dipimpin oleh George Washington tersebut selalu mengalami
kekalahan. Kekalahan yang dialami oleh Amerika disebabkan oleh faktor kelemahan militer
Amerika yang sebagian besar terdiri atas kalangan sipil yang tidak memiliki pengalaman tempur.
Di samping masalah militer, Amerika juga dihadapkan pada kondisi di dalam masyarakat yang
belum seluruhnya mendukung terhadap kemerdekaan Amerika. Beberapa golongan masyarakat
yang justru umumnya berasal dari kelas menengah ke atas masih banyak yang pro terhadap
Inggris dan tidak setuju kalau Amerika merdeka menjadi suatu negara.
Menyadari kelemahan tersebut, para pemimpin Amerika berusaha untuk menyusun strategi
agar dapat mengalahkan kekuatan Inggris. Strategi yang kemudian dilakukan adalah dengan
meminta dukungan terhadap negara-negara Eropa lainnya terhadap perjuangan kemerdekaan
rakyat Amerika. Permintaan dukungan tersebut terutama diarahkan pada negara-negara yang
memiliki konflik dengan Inggris seperti Prancis, Spanyol, Denmark, dan Belanda. Melalui
dutanya yang bernama Benjamin Franklin, Amerika berhasil menyusun dukungan dari negara-
negara Eropa tersebut terutama dari Prancis untuk membantu perang kemerdekaan Amerika.
Bantuan dari negara-negara Eropa sangat berarti bagi kemerdekaan Amerika. Hal ini terbukti
sejak tahun 1780, pasukan Amerika berhasil mengalahkan pasukan Inggris di berbagai
pertempuran. Walaupun daerah Carolina, Charleston, dan Virginia sempat dikuasai oleh Inggris,
akan tetapi pada pertempuran berikutnya pasukan Inggris berhasil dikalahkan oleh pasukan
gabungan Amerika dan Prancis. Gabungan pasukan George Washington dan Rochambeau yang
berjumlah 15.000 orang berhasil mengalahkan pasukan Inggris di bawah pimpinan Lord
Cornwalis di daerah Yorktown, pantai Virginia. Akhirnya pada tanggal 19 Oktober 1781,
pasukan Cornwalis menyerah dan parlemen Inggris segera memutuskan untuk menghentikan
perang.
Pada tahun 1782, perjanjian perdamaian dimulai antara Amerika Serikat dengan Inggris dan
baru pada tanggal 3 September 1783 secara resmi ditandatangani perjanjian perdamaian tersebut.
Hasil Perjanjian Paris tahun 1783 berisi tentang pengakuan Inggris terhadap kemerdekaan dan
kedaulatan ketiga belas koloni menjadi negara merdeka yaitu Amerika Serikat. Selain itu, Inggris
juga menyerahkan daerah bagian barat Mississippi kepada negara baru tersebut. Sesudah
peperangan berakhir, kongres Amerika kemudian mengusulkan agar 13 negara bagian
menyerahkan kembali hak milik kaum moderat/royalis yang dulu pro terhadap Inggris yang
selama peperangan disita oleh kaum milisi. Pasca perang negara baru ini mulai berkonsentrasi
untuk menyusun pemerintahan nasional yang dapat menaungi seluruh aspirasi rakyat Amerika.
3. Faktor-faktor revolusi Amerika
Faktor utama penyebab Revolusi Amerika:
1. Timbul paham kebebasan dalam bidang politik
2. Timbul paham kebebasan dalam bidang perdagangan
3. Pemungutan pajak yang tinggi. Pajak yang dituangkan dalam Revenue Act and Billeting Act
[1764] menyebabkan kehidupan rakyat Amerika Selatan sengsara. Pelaksanaannya ditentang
oleh Samuel Adam. Semboyannya:"No taxation with out representation" (tak akan ada pajak
tanpa ada perwakilan di parlemen).
4. Peristiwa "Boston Tea Party". Pembongkaran teh yang ada pada kapal milik Inggris di
Pelabuhan Boston yang dilakukan oleh orang-orang koloni.
4. Dampak dari revolusi Amerika
Dampak Revolusi di dalam Negara
Perang ini menimbulkan dampak bagi AS, baik menyangkut masalah- masalah dalam maupun
luar negeri, seperti :
a. Penghapusan sistem perbudakan
b. Kehancuran perekonomian pada negara AS bagian Selatan.
c. Munculnya kaum petualang dari AS bagian utara (yang disebut dengan
d. Carpetbeggars) datang ke wilayah AS bagian Selatan yang bertujuan
untuk melakukan perampokan.
e. Di tingkat tinggi berusaha untuk memegang jabatan pada tampuk-tampuk pemerintahan
agar dapat melakukan korupsi.
f. Di tingkat rendah mereka melakukan perampokan terhadap harta milik tuan tanah.
g. Timbulnya rasa benci dari pihak AS bagian Selatan terhadap orang-orang Negro yang
mendapat persamaan kedudukan dengan orang kulit putih.
h. Kehormatan AS naik di mata dunia internasional, seperti :
AS menuntut Perancis agar menarik tentaranya yang ditempatkan di Meksiko dengan
tujuan menjaga Kaisar Maximilliam (1867). Tuntutan itu dipenuhi oleh Kaisar Napoleon
III karena Perancis merasa takut berperang melawan AS. AS menuntut Inggris untuk
mengganti kerugian lewat pengadilan internasional di Geneva, karena membantu pihak
Selatan. AS meminta kepada Rusia untuk menjual Alaska kepada AS pada 1867, untuk
dijadikan bagian wilayahnya dengan maksud mengurung Inggris yang berkuasa di
Kanada.Dengan kedudukan ini, AS dapat mengurung kedudukan Inggris dan Kanada.
Pada sekitar abad ke-19 AS berkembang ke arah barat yaitu dengan menduduki daerah-
daerah baru seperti Indiana (1816), Mississippi (181 7), Missouri (1821), Texas (1845),
Iowa (1846), Oregon (1848), California (1850).

Dampak Revolusi Terhadap Negara Lain


Dampak Revolusi Amerika memberikan pengaruh besar pada pergerakan kebangsaan dan
sistem politik di dunia. pertama, Revolusi Amerika memberi contoh bagi koloni-koloni lain
bahwa mereka juga bisa memerdekakan diri dari negara penjajahnya. Nasionalisme yang
terbentuk dari masyarakat yang terjajah menjadi kekuatan besar untuk berusaha berdiri menjadi
negara sendiri dan menentukan nasib sendiri.Kedua, negara yang berbentuk republik dan
demokratis menjadi alternative baru yang popular. pemerintahan yang legitimasinya berasal dari
rakyat dan memberikan suaranya lewat badan perwakilan merupakan pilihan rasional yang
disukai rakyat yang tertindas. Banyak negara-negara baru yang bebas dari kolonialisme di
kemudian hari menerapkan bentuk ini. Kini bentuk republic di anut oleh sebagan besar negara di
dunia. Ketiga, frase “ all men are created equal” (semua mansusia diciptakan setara) yang
tercantum dalam deklarasi kemerdekaan menjadi frase yang kuat dan terkenal di seluruh dunia.
Frase ini digunakan oleh berbagai pergerakan prsamaan hak di kemudian hari, sampai sekarang.
Penghapusan kolonialisme, penghapusan perbudakan, gerakan feminisme yang menyuarakan
kesetaraan laki-laki dan perempuan, serta gerakan hak asasi manusia berakar dari pernyataan ini.

B. REVOLUSI PRANCIS

1. Latar belakang terjadinya revolusi prancis


a. Kondisi politik yang semakin memburuk
Sistem pemerintahan monarki absolut yang diusung oleh Raja Louis menjadikan raja
merasa berkuasa atas segalanya. Tak cukup sampai disitu kehidupan Raja Louis XVI
yang dikenal akan royal terhadap gaya hidup serta wanita membuat rakyat selalu was-was
dan curiga. Ilustrasi Raja Louis VII Dilain sisi guna mempertahankan kekuasaan dan
kehendaknya Raja Louis XVI mempersiapkan penjara bagi penentang kebijakan dan
kehendak raja. Pada masa tersebut penjari dipenuhi oleh orang-orang yang berusaha
mencari keadilan serta orang-orang yang tidak disenangi oleh raja. Anehnya lagi, mereka
ditangkap dan dijerumuskan ke penjara tanpa adanya surat penahanan yang jelas. Kondisi
politik ini yang nantinya akan memicu terjadinya revolusi perancis.
b. Keadaan ekonomi dan kesewenang-wenangan raja
Siapa yang tidak mengetahui bahwa gaya hidup mewah serta berfoya-foya dilingkungan
kerajaan tidak membutuhkan dana dan pemasukan yang besar. Guna menanggung semua
beban pengeluaran kerajaan tentu yang dilakukan adalah menarik pajak atau upeti tinggi
kepada rakyat. Dilain sisi rakyat bawah yang merupakan tonggak dari seluruh kekuatan
pemerintahan Perancis tengah mengalami krisis serta kekurangan dalam memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari, terlebih sistem pajak yang diterapkan oleh Raja Louis XVI
sangat buruk bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi rakyat. Dalam sejarah
Perancis disebutkan bahwa pada masa kekuasaan Raja Louis XVI pajak yang dibebankan
kepada rakyat sangat besar dan banyak, diantaranya adalah pajak harus dibawayarkan
kepada kerajaan, kaum bangsawan, serta kepada pihak gereja. Kondisi seperti ini diyakini
menjadi salah satu pemicu terjadinya revolusi Perancis
c. Kehidupan sosial
Pada masa kekuasaan Raja Louis XVI kehidupan sosial masyarakat terbagi dalam
beberapa strata atau golongan yakni golongan bangsawan, golongan ulama gereja, dan
golongan rakyat biasa. Golongan bangsawan terdiri dari raja dan para pejabat kerajaan,
mereka memiliki hak yang istimewa dibandingkan dengan golongan lain. Golongan
bangsawan pajak atas pajak, yang lebih parah lagi mereka berhak memungut pajak atau
upeti dari rakyat jelata.
 Golongan ulama gereja atau pendeta cukup memiliki keistimewaan pula dalam
stratifikasi sosial.
 Golongan ulama gereja atau pendeta tidak dikenakan pajak serta memiliki hak atas dari
penghasilan pajak, gaji serta kebutuhan mereka dibebankan terhadap pajak rakyat.
 Golongan rakyat biasa atau rakyat jelata terdiri dari para petani dan kaum borjuis. Mereka
jelas menjadi tumpu dari semua beban yang ada di negara Perancis. Mereka harus
menyetor pajak atau upeti sesuai dengan kehendak raja. Bagi mereka yang membangkang
dan menolak membayar pajak, maka sanksi telah disediakan dan penjara telah dibuatkan.
Perlu digaris bawahi bahwa kaum borjuis merupakan para pedagangn kaya raya serta
berpendidikan akan tetapi mereka tidak memiliki stratifikasi sosial tinggi, sehingga tidak
mampu memberikan kontribusi bagi sistem pemerintahan Perancis. Kaum borjuis inilah
yang nantinya akan mengawali revolusi perancis dengan jalan mereka sendiri.
 Kemunculan dan Perkembangan Paham Baru
Salah satu penyebab umum terjadinya revolusi perancis adalah munculnya paham baru
yang diusung oleh beberapa tokoh, adapun paham baru yang muncul dan berkembang
menjelang terjadinya revolusi perancis antara lain sebagai berikut:
1. Aufklarung
Dalam bahsa Jerman Aufklarung memiliki arti pencerahan, tak heran jika beberapa
sumber menyatakan bahwa periode ini merupakan periode pencerahan. Paham
aufklarung dalam revolusi perancis merupaka suatu paham yang dipelopori Immanuel
Kant di eropa tepatnya di negara Jerman. Kemunculan paham Aufklarung sendiri
diyakini akibat dampak dari adanya gerakan renaisans dan humanisme dalam menentang
kebijakan pendeta pada khususnya dan geraja pada umumnya yang terjadi di Eropa pada
abat XVIII. Paham ini memiliki semboyan berani berfikir sendiri, yang dalam bahasa
jermannya berarti “Sapere Aude”.
2. Rasionalisme
Menurut www.wikipedia.org Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan
bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang
berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Dampak pemikiran
ini sangat luas termasuk pendorong terjadinya revolusi perancis.
3. Romantisme
Romantisme adalah suatu paham yang menitikberatkan pada perasaan serta mengharga
hati nurani tiap-tiap manusia. Pahan yang lahir pada tahun 1750-an ini disinyalir
merupakan paham yang muncul mengikuti paham rasionalisme.
J.J. Rousseau merupakan salah satu tokoh terpenting dalam perkembangan paham
Romantisme khususnya dalam peristiwa revolusi Perancis. Dalam sejarah revolusi
perancis paham romantisme memiliki peran yang sangat penting, dimana perjuangan
kaum rasionalisme mendapat benturan sehingga perannya digantikan oleh kaum
romantisem.
4. Kemerdekaan Amerika
Meskipun kemerdekaan amerika tidak memberikan dampak secara langsung dalam
revolusi Perancis, namun semangat dan usaha Amerika dalam merebut kemerdekaan
menumbuhkan semangat bagi rakyat Perancis yang mengetahui akan kabar berita ini.
Terlebih kaum borjuis Perancis yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi
menjadikan kemerdekaan Amerika sebagai motivator dalam revolusi Perancis. Mereka
menginginkan negara Perancis dirubah sebagaimana negara Amerika yang dibentuk serta
dipimpin oleh rakyatnya. Dengan kata lain, kemerdekaan Amerika menimbulkan
pemikiran dan keinginan baru dalam kalangan borjuis Perancis untuk mengubah sistem
pemerintahan absolute menjadi demokratis dengan jalan revolusi Perancis. Ilustrasi
Jalannya Revolusi Perancis
Dampak terjadinya revolusi Perancis
Revolusi Perancis memiliki banyak dampak terhadap keberlangsungan pemerintahan Perancis
sendiri maupun terhadap negara lain seperti Indonesia sekalipun belum memiliki bentuk negara.
Adapaun dampak terjadinya revolusi Perancis dapat dibagi menjadi beberapa bidang seperti
dibawah ini:
 Bidang Politik
Dengan membaca ulasan di atas tentunya kita dapat memahami dampak apa yang terjadi
di bidang politik dengan adanya revolusi Perancis. Namun tidak ada salahnya jika kita
singgung sedikit mengenai dampak politi tersebut.
Dampa utama yang ditimbulkan revolusi perancis terhadap sistem politik jelas berupa
kekuasaan absolut yang sangat dicam oleh rakyat. Lebih dari itu, paham liberal yang
muncul dengan adanya revolusi Perancis sangat pesat menyebar hingga ke penjuru dunia
seperti Spanyol, Jerman, Rusia, Austria, dan Italia. Dengan adanya revolusi Perancis
tumbuh pula paham demokrasi, parlementer, republik, dan lain sebagainya yang tentunya
juga mulai tumbuh di negara lain.
 Bidang Sosial
Dalam perjuangan revolusi Perancis jelas dapat kita ketahui bahwa stratifikasi sosial di
negara tersebut dihapuskan, memberikan hak dan kewajiban yang sama terhadap seluruh
rakyat serta memberikan kebebasan dalam menentukan agama, pendidikan, dan
pekerjaan.
 Bidang Ekonomi
Dihapusnya sistem gilde, yakni sistem dalam peraturan perdagangan. Dengan dihapusnya
sistem ini maka perdagangan dan industri dapat berkembang dengan cukup baik di
Perancis pasca revolusi Perancis.
Disisi lain kehidupan petani juga memiliki peningkatan, hal ini tidak lain karena
dihapusnya pajak feodal dan selain sebagai penggarap tanah, petani juga diberikan hak
untuk memiliki tanah. Dengan demikian pendapatan dan taraf hidup petani perlahan
semakin meningkat.
Pengaruh Revolusi Prancis Terhadap Indonesia
Salah satu wilayah yang terkena dampak positif dari terjadinya revolusi Perancis adalah
Indonesia. Meskipun pada saat itu kedaulatan NKRI dan kemerdekaan Indonesia belum menemu
jalannya, namun peristiwa revolusi Perancis memberikan inspirasi bagi para tokoh di Indonesia.
Beberapa paham yang turut dijadikan sebagai motor penggerak massa mencari jalan Indonesia
dalam kebabasan dan kemerdekaan adalah sebagai berikut:
• Paham Nasionalisme
Sebagaimana catatan sejarah yang ada, paham nasionalisme muncul dan berkembang di
daratan Eropa. Setelah adanya revolusi Perancis paham ini menyebar dengan cepat di
daratan Asia dan Afrika, tidak terkecuali Indonesia dalam melawan negara imperialis Barat
yang telah lama berkongko di Indonesia.
Adalah Boedi Oetomo salah satu organisasi nasional yang telah mengikuti paham
nasionalisme dan berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Dari organisasi nasional pertama di
Indonesia ini kemudian paham nasionalisme semakin terkenal dan menyebar di Indonesia
sehingga bermunculan pergerakan nasional di negara kita tercinta.
• Paham Demokrasi
Meskipun tidak secara langsung terkena dampak dari terjadinya revolusi Perancis, namun
secara tidak langsung paham demokrasi yang mulai muncul di Indonesia pada Abad ke-20
merupakan bukti menyebarnya paham demokrasi ke seluruh penjuru dunia. Hal ini
dibuktikan pada saat pemerintah Belanda yang pada waktu itu berkuasa di Indonesia
memutuskan kaum bumi putera wajib militer guna memperkuat keamanan. Mendengar
keputusan tersebut yang terjadi pada tahun 1916 ini maka Boedi Oetomo mengirimkan
wakilnya yakni Dwidjosewoyo untuk melakukan perundingan dan negosiasi terhadap para
pemimpin Belanda di Indonesia. Dari hasil negosiasi tersebut pemerintah Belanda tidak jadi
memberikan wajib militer bagi penduduk pribumi melainkan diganti dengan pendirian
Volksraad yakni Dewan Perwakilan Rakyat Hindia-Belanda yang diresmikan pada tanggal
16 bulan Desember tahun 1916.
Selain hal tersebut diatas, bukti paham demokrasi muncul di Indonesia setelah adanya
revolusi Perancis ialah adanya tuntutan Indonesia Ber-parlemen. Bentuk perjuangan dan asas
yang dianut dalam sistem parlemen tetunya sedikit banyak terinspirasi oleh perjuangan
rakyat Perancis pada masa revolusi Perancis. Dengan adanya paham ini kemudian partai-
partai politik di Indonesia bergabung membentuk wadah baru yang disebut dengan
Gabungan Politik Indonesia atau yang sering disingkat GAPI. Dalam perjuangannya GAPI
menyerukan bahwa Indonesia Berparlemen. Hal ini dilakukan guna menghindari paham
fasisme yang pada saat itu sangat meresahkan dunia khususnya pada masa perang dunia II.
• Persatuan
Sebagaimana kita ketahui bahwa revolusi Perancis dapat berjalan dengan lancar karena
adanya persatuan dari rakyat-nya. Hal itu pula menginspirasi Indonesia untuk menumbuhkan
sikap persatuan dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Salah satu bukti awal lahirnya
persatuan di Indonesia setelah adanya revolusi Perancis adalah digunakannya bahasa
Indonesia sebagai bahasa persatuan. Hal ini diikrarkan oleh para pemuda Indonesia yang
kemudian kita kenal dengan “Sumpah Pemuda”.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Revolusi Amerika Merupakan perang kemerdekaan Amerika utk lepas dari Inggris Latar
belakang Rev. Amerika:
1. Pertentangan penduduk koloni dengan penduduk negeri induk yang menginginkan kebebasan.
2. Kurang rasa patriotisme terhadap tanah kelahirannya di Eropa
3. Peristiwa "Boston Tea Party". Pembongkaran teh yang ada pada kapal milik Inggris di
Pelabuhan Boston yang dilakukan oleh orang-orang koloni. Dari sekian banyak penyebab
terjadinya Revolusi Perancis secara umum dapat dibagi kedalam beberapa sebab, yaitu yang
pertama, munculnya aliran rasionalisme dan Aufklarung pada abad ke-18 sebagai akibat dari
Renaisance dan Humanisme. Dengan kritik-kritik yang tajam dari mereka untuk menghantam
dan melenyapkan berbagai kesalahan. Peranan mereka adalah sebagai pendorong munculnya
Revolusi Perancis karena Perancis pada waktu itu penuh dengan kesalahan. Kedua, munculnya
aliran romantika. Romantik adalah faham yang menganggap perasaan dan kepribadian lebih
penting daripada rasio. Romantik menganjurkan agar masyarakat Eropa kembali pada alam.
Aliran Romantik mulai muncul pada tahun 1750 sebagai reaksi dari kemunculan aliran
Rasionalisme. Ketiga, pengaruh dari faham-faham perang kemerdekaan di Amerika (1774-
1783). Pada saat peperangan tersebut, Perancis mengirimkan tentaranya dibawah pimpinan
Lafayette untuk membantu Amerika dalam menghadapi Inggris. Namun setelah kembali ke
Perancis, pasukan Perancis tersebut mengalami dan merasakan tentang faham baru tentang hak-
hak azasi manusia dan demokrasi. Keempat, pengaruh peodalisme di Eropa yang berasal dari
zaman abad pertengahan. Dengan adanya pembagian otoritas yang tidak merata menyebabkan
munculnya golongan bangsawan yang mempunyai hak istimewa yang bertindak semena-mena
terhadap rakyat, dengan menghisap semua hak rakyat dan rakyat hanya dibebani kewajiban
(pajak) saja. Sehingga ketidakadilan ini makin lama makin dirasakan oleh rakyat, yang akhirnya
menyebabkan meletusnya Revolusi Perancis. Kelima, Absolut Monarki yang begitu buruk.
Absolute Monarki pada masa pemerintahan raja Louis XVI merupakan kekuasaan absolut yang
paling buruk pada masanya, dengan sifatnya yang Despotisme, Sehingga orang-orang yang
mengkritik kebijakan kerajaan akan ditindas dengan kejam. Akibatnya, hidup masyarakat
menjadi terkekang dan tidak ada lagi kemerdekaan. Keenam, terjadinya Vacuum of Power, yaitu
kekosongan kekuasaan. Padahal hal ini merupakan faktor yang sangat berbahaya bagi Negara
karena merupakan kiesempatan yang baik bagi musuh-musuh Negara untuk menjatuhkan dan
menguasai Negara tersebut. Hal inilah yang terjadi di Perancis sehingga mendorong
masyarakatnya untuk mengadakan reformasi dan revolusi untuk mengisi kekosongan kekuasaan
pemerintahan. Pada tahun 1917, rakyat Rusia memberontak terhadap pemimpin mereka Tsar.
Atau bernama lengkap Tsar Nicholas II. Hasilnya adalah sistem pemerintahan yang benar-benar
baru dengan ideologi komunisyang seharusnya merupakan pemberian kekuasaan bagi kelompok
biasa, tetapi hanya dikuasai oleh beberapa orang yang mengontrol negara dengan penuh teror.

B. Saran
Kita harus bisa mengetahui sejarah dari berbagai Revolusi Dunia.