Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

Syukur Alhamdulillah dipanjatkan kehadhirat Allah SWT atas rahmat dan karunia
yang telah diberikan, serta hanya kepada Allah permohonan petunjuk dan pertolongan
dihadapkan dan kepada-Nyalah bertawakal.
Rumah sakit merupakan organisasi yang kompleks karena didalamnya terdapat
banyak kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh berbagai macam SDM dengan
profesi yang berbeda-beda dan teknologi yang beraneka ragam. Untuk dapat
mengelola menjadi satu kesatuan yang padu dan harmonis menuju pada satu tujuan
yang sama yaitu menciptakan pelayanan yang bermutu, unggul dan profesional, perlu
disusun suatu pedoman pengorganisasian yang lengkap.
Pedoman operasional penyelenggaraan kegiatan rumah sakit ditetapkan dengan
kebijakan manajemen yang komprehensif, mengacu pada standar pelayanan rumah
sakit yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI. Buku kebijakan manajemen ini
selanjutnya menjadi pedoman dalam menetapkan sistem, kebijakan dan prosedur
dalam melaksanakan semua kegiatan pelayanan di RS PKU MUHAMMAMDIYAH
BLORA.
BAB II
GAMBARAN UMUM

1. Sejarah Rumah Sakit


 Tahap dan Perkembangan
Sebagai wujud pengamalan Al-Quran seperti surat Al-Ma’un dan untuk
mendukung program pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan
yang murah dan berkualitas inilah maka pada tahun 2002 Pimpinan Cabang
Muhammadiyah Blora mendirikan BP/RB PKU Muhammadiyah di
Kecamatan Jepon Kabupaten Blora yang mana pada tahun 2014 telah
mendapatkan Ijin Operasional Tetap Rumah Sakit dari Pemerintah Daerah
Kabupaten Blora. Hingga saat ini pemilik dan manajemen terus berusaha
melengkapi sarana dan prasarana untuk memenuhi tuntutan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Blora. RS PKU Muhammadiyah
Blora Mempunyai misi memuaskan semua pihak yang berkepentingan
(pemilik, pelanggan, karyawan dan pemerintah) terus berupaya meningkatkan
fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat guna mendukung dan
mensukseskan program pemerintah dalam bidang pembangunan kesehatan.

2. Profil RS PKU Muhammadiyah Blora


RS PKU Muhammadiyah Blora adalah rumahsakit tipe D dengan luas area
3.645 m2, dengan luas bangunan 370,50 m2 sesuai dengan IMB No.1039
tahun 2007. Terletak di Jl Raya Blora – Cepu Km. 3 Jepon Blora. Pelayanan
RS PKU Muhammadiyah Blora terdiri dari :
 Rawat Inap, terdiri dari 50 tempat tidur dengan komposisi klas kamar
sebagai berikut :
NO KELAS JUMLAH

1 Utama 4

2 I 3
3 II 16

4 III 36

5 HCU 3

6 Perinatal 4

7 Observasi 8

 Rawat Jalan
- Poliklinik umum & gigi
Poliklinik Obsgyn, Poliklinik Anak, Poliklinik Penyakit Dalam,
Poliklinik Bedah, Poliklinik konsultasi Gizi,
 Pelayanan Penunjang
- Laboratorium, melayani pemeriksaan patologi klinik, Microbiologi
klinik
- Radiologi, meliputi pelayanan MSCT, Mamografi, Rontgen,
Panoramic Enchepalografi
- Farmasi
 SDM
Kegiatan pelayanan RS didukung oleh beberapa tenaga antara lain:
No Jenis tenaga Jumlah
1 Dokter Spesialis Tetap 0
2 Dokter Umum Tetap 4
3 Dokter Umum & Spesialis Tidak tetap 8
4 Perawat & Bidan 54
5 Penunjang medis ( Laboratorium, Radiologi, 11
Farmasi )
6 Non Medis 34

 Institusi kerja sama


No Jenis Jumlah
Asuransi BPJS & Jasa Raharja
Institusi STIKES Muh. Kudus
Pondok pesantren PAY Putra/Putri
Bank BRI, BPD, CIMB, BCA,
Mandiri

3. Manajemen
 Operasional pelayanan rumah sakit sepenuhnya dijalankan oleh Direksi
yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blora.
Dalam kegiatannya Direksi menyusun RAB tahunan yang diusulkan
kepada PCM Blora melalui MPKU PCM Blora.
 Pengelolaan manajemen keuangan dikelola secara sentralisasi pada
MPKU & PCM Blora.
 Manajemen personalia, perekrutan dilakukan bersama-sama dengan tim
yang terdiri dari : pihak RS PKU Muhammadiyah Blora dan Tim penguji
dari PCM Blora. Untuk menilai dari sisi pengetahuan tentang
Kemuhammadiyahan dan Keislaman dilakukan oleh Tim Penguji dari
PCM Blora, sedangkan pengujian profesi atau psikotest dilakukan Direksi
beserta Manager. Pengangkatan pegawai tetap ditetapkan oleh BPH RS
PKU Muhammadiyah Blora atas usulan direksi.
 Manajemen pelayanan mengacu pada Pedoman Pelayanan Rumah sakit
Tipe D yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia

BAB III
LANDASAN HUKUM, FALSAFAH & TUJUAN ORGANISASI
RS PKU MUHAMMADIYAH BLORA

A LANDASAN HUKUM ORGANISASI


Rumah Sakit PKU Muhammamdiyah Blora merupakan Amal Usaha
Muhammadiyah, dimana penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Majelis Pembina
Kesehatan Umum - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blora, sebagai wakil dari
pemilik yaitu Pimpinan Pusat Muhammadiyah di tingkat Cabang / Kecamatan.
Tata kerja organisasi diatur dalam :
1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah dan
Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor : 01/PED/I.0/B/2011
tertanggal 12 Juli 2011, tentang Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah.
2 Ketentuan yang mengatur hubungan antara RS PKU Muhammamdiyah Blora
sebagai Amal Usaha Majelis Pembina Kesehatan Umum - Pimpinan Cabang
Muhammadiyah Blora dan Direktur RS PKU MUHAMMAMDIYAH
BLORA selain mengacu pada 2 ketentuan di atas, juga diatur melalui Statuta
RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA, Statuta Staf Medik dan Susunan
Organisasi dan Tata Kerja RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA.

A FALSAFAH, VISI, MISI, MOTTO, TUJUAN, TATA NILAI DAN SASARAN


RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA
Nomor: 291/KEP/IV.5/A/2007 diputuskan falsafah, visi, misi, moto, tujuan, tata
nilai dan sasaran RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA sebagai berikut :
1. FALSAFAH
“Semua Karyawan dibayar bukan hanya untuk bekerja tapi dibayar untuk
berfikir”
2. VISI
Menjadi Rumah Sakit Muhammadiyah yang mampu tumbuh dan berkembang
serta dikelola secara profesional.

3. MISI
Memuaskan semua pihak yang berkepentingan dalam pelayanan kesehatan
diantaranya :
 Kepuasan pemilik. Dalam hal ini Persyarikatan Muhammadiyah, yang
mana diharapkan dapat menjadi sarana dakwah andalan melalui amal usaha
kesehatan dan mampu membantu pendanaan dalam melaksanakan kegiatan
dakwahnya.
 Kepuasan karyawan, diharapkan karyawan bisa merasa aman dan tenteram
dalam bekerja, dalam hal ini RS PKU Muhammadiyah Blora selalu
berusaha meningkatkan kesejahteraannya dan memberikan kesempatan
untuk meningkatkan kompetensi kerasnya melalui pendidikan sehingga
menjadi karyawan yang bekerja secara profesional.
 Kepuasan pelanggan, dalam hal ini adalah pasien, segenap karyawan
RSPKU Muhammadiyah Blora diharuskan memberikan pelayanan kepada
semua pasien sesuai kompetensi terbaiknya sehingga pasien merasa
nyaman dan terpuaskan.
 Kepuasan Masyarakat, dalam hal ini Pemerintah. RS PKU Muhammadiyah
Blora berusaha untuk mematuhi dan memenuhi segala peraturan
Pemerintah, khususnya dalam persyaratan sebagai Rumah Sakit.
4. TUJUAN
Mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi –tingginya secara menyeluruh
sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta tuntunan ajaran agama
Islam dengan tidak memandang agama, golongan dan kedudukan.
5. MOTTO
“Bismillah Melayani Dengan Sepenuh Hati”
6. TATA NILAI
1. Bekerja adalah sarana ibadah kepada Allah SWT
2. Berusaha menjadi rahmatan lil ‘alamin
3. Bekerja sambil belajar
BAB IV
PENGELOLAAN ORGANISASI

A. PENGELOLAAN ORGANISASI

1) Kebijakan Organisasi
a). Untuk mengelola organisasi, RS PKU Muhammamdiyah Blora harus
menetapkan kebijakan organisasi yang menjadi panduan dalam
menetapkan pedoman, peraturan, standar dan prosedur yang akan
dibuat.
b). Kebijakan organisasi harus mengacu pada AD / ART Muhammadiyah
dan Hospital By Laws (HBL) yang telah disusun dan disetujui Majelis
Pembina Kesehatan Umum – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blora.
c). Kebijakan organisasi secara garis besar dibuat oleh Direktur dengan
persetujuan pemilik (RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA), sedang
kebijakan pengelolaan teknis dibuat oleh Direktur berdasarkan saran
dari struktur organisasi yang ada.
d). Kebijakan Organisasi perlu dievaluasi secara berkala minimal 5 tahun
sekali meliputi penjabaran, efektivitasnya dan masih relevan tidaknya
dengan perkembangan organisasi.

2) Struktur Organisasi
a). RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA harus menetapkan Struktur
Organisasi sesuai fungsi pelayanan yang diembannya dengan
menetapkan organ pengelola yang jelas sesuai kebutuhan pengelolaan
yang meliputi pengelolaan pelayanan, pengelolaan SDM, pengelolaan
Keuangan, Pengelolaan sarana dan prasarana, pengelolaan pelayanan
sosial serta pengelolaan lainnya.
b). Struktur Organisasi RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA disusun
oleh Direktur dan harus dengan pengesahan pemilik.
c). Struktur Organisasi RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA harus
dilengkapi dengan uraian tugas yang jelas meliputi uraian tugas unit
kerja (gugus tugas), uraian tugas pengelolala (pemimpinnya) maupun
uraian tugas pelaksana yang ada di gugus tugas.
d). Uraian tugas harus dilengkapi dengan syarat spesifikasi (job
kompetensi) dari petugasnya, uraian tugas, wewenang dan tanggung
jawabnya.
e). Setiap uraian tugas harus dilengkapi dengan prosedur atau cara
melaksanakan tugas tersebut yang disusun oleh masing-masing gugus
tugas.
f). Masing-masing tugas harus bisa dinilai ukuran keberhasilan tugasnya
dengan indikator yang jelas.
g). Semua tugas, petugas, pemimpin maupun struktur organisasi harus bisa
dievaluasi efektivitasnya secara berkala sesuai kebutuhan masing-
masing.
h). RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA harus menetapkan kebijakan
evaluasi secara berkala terhadap Struktur Organisasi, para pejabat
struktural dan para petugas pelaksana dengan jadwal yang jelas.
i). Untuk mengelola pelayanan secara fungsional RS PKU
MUHAMMAMDIYAH BLORA didukung oleh Komite Medik dan
SMF yang dilengkapi dengan panitia sesuai kebutuhan pelayanan yang
ada.
j). Untuk membantu pelaksanaan fungsi manajemen lainnya khususnya
pengawasan mutu RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA memiliki
Komite Mutu.
k). Untuk melaksanakan kegiatan lainnya baik yang menunjang pelayanan
RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA maupun tidak, dimungkinkan
membentuk Panitia atau Tim.

3) Pengembangan Organisasi
a). Untuk mengembangkan Organisasi sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA harus menetapkan
Rencana Strategik atau Rencana Bisnis jangka waktu sekurangnya 5
tahun dan master program untuk jangka waktu sekurangnya 10 tahun.
b). Rencana Strategik harus disusun dengan menyeimbangkan 4 perspektif
yang menjadi fokus dari pengembangan yaitu Pemilik, Pelanggan,
karyawan dan Proses Bisnis Internal.
c). Untuk menyusun Rencana Strategik, RS PKU MUHAMMAMDIYAH
BLORA harus menetapkan pedoman penyusunan Renstra yang
melibatkan semua Stakeholdersnya.
d). Rencana strategik tersebut harus dijabarkan oleh pejabat struktural
setingkat Kepala Bagian / Bidang menjadi program operasional yang
jelas setiap tahunnya.
e). Agar semua program yang ditetapkan dapat berjalan maka pejabat
struktural setingkat Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi harus
menyusun rencana program bulanan yang operasionalnya dapat
dilaksanakan dan mudah dievaluasi.

B. TATA KERJA ORGANISASI

Pengertian :
1. Yang dimaksud Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora adalah amal
usaha bidang kesehatan milik Persyarikatan Muhammadiyah Cabang Blora
yang mempunyai tugas melaksanakan upaya pelayanan kesehatan kepada
masyarakat secara komprehensip.
2. Yang dimaksud Direktur adalah Pimpinan eksekutif puncak yang bertugas,
berwenang dan bertanggung jawab mengelola Rumah Sakit melalui prinsip
corporate governance.
3. Yang dimaksud Majelis Pembina Kesehatan Umum ( MPKU ) adalah
Pembantu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blora, yang menyelenggarakan
Amal Usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan, dan bertanggung jawab
kepada Pimpinan Cabang. Badan Pembantu Persyarikatan Muhammadiyah
Cabang Blora yang diberi tugas untuk menyelenggarakan, membina,
mengawasi dan mengkoordinasikan seluruh amal usaha bidang kesehatan
milik persyarikatan Muhammadiyah di Kecamatan Blora.
4. Yang dimaksud dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM ) adalah
Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah Tingkat Cabang untuk Kecamatan
Blora sebagai Pendiri Amal Usaha Muhammadiyah termasuk RS PKU
Muhammadiyah Blora.
5. Yang dimaksud dengan Badan Pengawas Harian (BPH) adalah sebuah
badan yang dibentuk oleh Pimpinan Persyarikatan dengan tugas dan tanggung
jawab sebagai pelaksana harian atas penyelenggaraan, pembinaan, dan
pengawasan amal usaha kesehatan.

Hubungan Kerja
1. Hubungan kerja antara PCM, MPKU, BPH dan Direktur dituangkan didalam
HBL
2. PCM, MPKU, BPH dan Direktur merupakan mitra kerja didalam pengelolaan
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora yang masing-masing terikat dan
mempunyai tanggungjawab yang sama besar terhadap tercapainya visi, misi
dan tujuan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora.
3. PCM dan MPKU, BPH menghargai kemandirian Direktur didalam
pengelolaan kegiatan operasional Rumah Sakit sehari-hari
4. PCM dalam hal ini sebagai Pendiri RS PKU Muhammadiyah Blora dan
MPKU sebagai Penyelenggara terhadap seluruh kegiatan pengelolaan Rumah
Sakit PKU Muhammadiyah Blora

Bagan struktur organisasi :


a. Berdasarkan Bagan Struktur Organisasi yang ditetapkan, jenis kegiatan
dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu Fungsional dan Administratif.
Kegiatan Fungsional merupakan ujung tombak pelayanan rumah sakit yang
dilaksanakan oleh para profesionalis dalam bidang kesehatan. Kegiatan
Administratif merupakan kegiatan pendukung keberhasilan yang
dilaksanakan oleh manajemen dalam jabatan struktural dan karyawan / tenaga
non kesehatan lainnya (multidisiplin ilmu).
b. Dalam menjalankan fungsi profesinya tenaga medis dikelompokkan dalam
Kelompok Staf Medis Fungsional (SMF) sesuai dengan spesialisasinya dan
masing-masing dipimpin oleh seorang ketua dalam jabatan fungsional.
c. Dalam menjalankan kegiatan administratif, tenaga di kelompokkan ke dalam
gugus tugas menurut sifat dan jenis pekerjaannya, disusun secara berjenjang
dan masing-masing dipimpin oleh seorang kepala dalam jabatan struktural.
d. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari tenaga fungsional maupun
administratif merupakan satu kesatuan (“team work”) yang saling bergantung
dan saling mendukung. Dengan demikian setiap aktivitas wajib
dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan gugus tugas terkait sehingga
diperoleh pelayanan yang terpadu sifatnya. Untuk memperjelas peran dan
tugasnya, kepada masing-masing karyawan diberikan uraian tugas, jenis
tanggung jawab dan kewenangan nya secara tertulis.
e. Untuk memperjelas alur komunikasi dan koordinasi, masing-masing gugus
tugas membuat Bagan Struktur Organisasi yang didalamnya dijelaskan
tentang hubungan antara gugus tugas, sebagai penjabaran dari struktur
organisasi rumah sakit.
f. Arah pengembangan organisasi ditetapkan berdasarkan kebijakan Pengurus
RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA yang mengacu kepada kebijakan
pemerintah di bidang pelayanan kesehatan. Perangkat lunak yang disiapkan
untuk mendukung pengembangan organisasi meliputi Rencana Strategik dan
Masterplan, yang dalam operasional dijabarkan dalam bentuk program-
program kerja tahunan.
g. Dalam setiap periode kepemimpinan, Direktur berkewajiban menetapkan
Rencana Strategik, Program Kerja , baik jangka panjang, menengah maupun
jangka pendek serta Anggaran (meliputi anggaran pendapatan maupun
belanja) tahunan, yang harus mendapat pengesahan dari Pengurus RS PKU
MUHAMMAMDIYAH BLORA. Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas
pelaksanaan tugas kepemimpinannya, Direktur wajib membuat laporan secara
periodik kepada Pengurus RS PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA.
h. Dalam melaksanakan program kerja, setiap kepala gugus tugas wajib
menyelenggarakan pencatatan dan menyimpan data kegiatan, membuat
evaluasi pelaksanaan, melakukan analisis hasil dan membuat laporan berkala
baik tri wulan maupun tahunan, sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada
Direktur.
i. Setiap kepala gugus tugas berkewajiban mengelola sumber daya yang tersedia
dan dipercayakan kepadanya guna mendukung pencapaian tujuan umum RS
PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA melalui pencapaian tujuan gugus tugas
masing-masing.
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PIMPINAN
RUMAH SAKIT PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA
PEMILIK
PCM BLORA

BPH

DIREKTUR

KOMITE MEDIS SPI

SUB KOMITE SUB KOMITE SUB KOMITE


KREDENSIAL MUTU PROFESI
ETIKA

BIDANG PELAYANAN BIDANG PENUNJANG BIDANG BAG. ADM/UMUM


MEDIS KEPERAWATAN & KEUANGAN
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT PKU MUHAMMAMDIYAH BLORA

PEMILIK
PCM BLORA

BPH

DIREKTUR

KOMITE MEDIS SPI

SUB KOMITE SUB KOMITE SUB KOMITE


KREDENSIAL MUTU PROFESI ETIKA

BIDANG PELAYANAN BIDANG PENUNJANG BIDANG BAG. ADM/UMUM


MEDIS KEPERAWATAN & KEUANGAN

INST. RWT JALAN


UGD INST. FARMASI SDM & ETIKA BAG. ADM & UMUM

INST. RWT INAP RONTGEN ASKEP KEUANGAN

OK LABORATORIUM BAG. RUMAH


TANGGA

VK INST. GIZI

SARPRAS INST. RM
BAB V
PENGERTIAN, KUALIFIKASI, TUGAS, WEWENANG, TANGGUNG JAWAB, DAN
URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL

MAJELIS PEMBINA KESEHATAN UMUM (MPKU)

1 Nama Jabatan Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU)

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat di lingkup pengurus pleno Pimpinan


Cabang Muhammadiyah Blora yang ditunjuk sebagai
penyelenggara Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah
dalam hal ini Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora.
- Pengurus pleno Pimpinan Cabang Muhammamdiyah
3 Persyaratan Jabatan
Blora
4 A. Bertanggung jawab Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blora
kepada

B. Bertanggung jawab Direktur RS PKU Muhammadiyah Blora


atas

5 Tugas Pokok membantu PCM dalam menyelenggarkan Amal Usaha


Muhammadiyah (AUM) dalam bidang kesehatan termasuk
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora.

6 Uraian Tugas a. Membuat Visi, Misi dan Tujuan


b. Menetapkan Kebijakan Penyelenggaraan untuk
dijadikan acuan Pengelolaan RS oleh Direktur RS
c. Melakukan evaluasi atas Kebijakan Pengelolaan RS
yang diusulkan oleh Direktur RS, dan memberikan
persetujuan sesuai dengan hasil evaluasi
d. Melakukan evaluasi berkala atau sewaktu-waktu
dibutuhkan atas tercapainya sasaran Pelaksanaan
kebijakan Pengelolaan yang dilaksanakan oleh Direktur
dan melakukan tindakan koreksi atas deviasi yang
terjadi
e. Mengusulkan calon Direktur dan mengusulkan
pemberhentian Direktur kepada Pimpinan Cabang
Muhammadiyah Blora.
f. Melakukan evaluasi pemenuhan kompetensi calon
direktur sesuai dengan syarat-syarat kompetensi
Direktur
BADAN PENGAWAS HARIAN (BPH)

1 Nama Jabatan Ketua Badan Pengawas Harian (BPH)

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang memimpin sebuah badan yang


dibentuk oleh Pimpinan Persyarikatan dengan tugas dan
tanggung jawab sebagai pelaksana harian atas
penyelenggaraan, pembinaan, dan pengawasan Amal
Usaha Kesehatan dalam hal ini RS PKU Muhammadiyah
Blora
-
3 Persyaratan Jabatan

4 A. Bertanggung jawab Pimpinan Pesyarikatan yang mengangkatnya


kepada

B. Bertanggung jawab Direktur RS PKU Muhammadiyah Blora


atas

5 Tugas Pokok Membantu Pimpinan Persyarikatan dalam


penyelenggaraan Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah
di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora.

6 Uraian Tugas 1. Sebagai pelaksana harian atas penyelenggaraan Amal


Usaha Kesehatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Blora
2. Atas nama Pimpinan Persyarikatan mengangkat,
menugaskan, mutasi dan sebaginya tenaga pelaksana
(karyawan) di Amal Usaha Kesehatan – RS PKU
Muhammadiyah Blora.
3. Membuat dan memberikan laporan atas pelaksanaan
tugasnya kepada Pimpinan Pesyarikatan yang
mengangkatnya.
4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan
Persyarikatan.
DIREKTUR

1 Nama Jabatan Direktur

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk oleh Pemilik untuk


mengelola Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora.
1. Dokter spesialis / Dokter Umum / Dokter Gigi /
3 Persyaratan Jabatan
Apoteker
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
4 A. Bertanggung jawab Pemilik / Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum
kepada

B. Bertanggung jawab Secara Struktural :


atas a. Ketua Komite Medis
b. Kepala Bidang Pelayanan
c. Kepala Bidang Penunjang Medis
d. Kepala Bidang Keperawatan
e. Kepala Bagian Administrasi dan Umum
Secara Fungsional :
a. Komite Medis
b. SPI

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada Rumah Sakit secara
efektif dan efesien untuk mencapai tujuan dengan
menggunakan prinsip-prinsip manajemen.

6 Uraian Tugas 1. Menyusun perencanaan baik jangka panjang, menengah


atau pendek beserta target yang akan dicapai dan
terukur dari kegiatan Rumah Sakit untuk mencapai visi-
misi secara efektif dan efisien
2. Mengorganisir dan mengarahkan semua kegiatan
Rumah Sakit masing-masing bagian sehingga sesuai
rencana jangka panjang , menengah dan pendek.
3. Mengendalikan, mengevaluasi semua bagian agar
berjalan sesuai rencana yang ada, baik secara langsung
maupun berdasar laporan dari masing-masing bagian.
4. Pembelajaran kompetensi inti karyawan sebagai budaya
kerja karyawan melalui masing-masing bagian.
5. Memastikan semua/sebagian besar karyawan bekerja
berbasis kompetensi baik lunak maupun kerasnya
melalui masing-masing bagian.
6. Pembelajaran kompetensi manajer baik kompetensi
lunak maupun keras.
7. Mendelegasikan pekerjaan rutin kepada masing-masing
bagian sesuai dengan rencana kegiatan untuk mencapai
visi-misi dan menerima laporan dari pendelegasian oleh
masing-masing bagian.
8. Memberikan dorongan semangat kerja/motivasi kepada
masing-masing bagian sehingga dapat mencapai
keunggulan.
9. Membina hubungan baik kepada semua yang
berkepentingan dengan Rumah Sakit berdasar Good
Corporate dan mewakili pemilik bila ada kerja sama
dengan instannsi lain.
10. Membuat laporan tahunan kepada pemilik dari semua
kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
11. Menambah kebutuhan karyawan, sarana dan prasarana
berdasar kebutuhan dengan seijin pemilik.
12. Mengangkat dan memberhentikan karyawan atas
persetujuan pemilik.
13. Memberikan penghargaan dan sangsi kepada karyawan
berdasar laporan dari masing-masing bagian.
14. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pemilik.

KOMITE MEDIK

1 Nama Jabatan Ketua Komite Medis

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola staf


medis yang ada di Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Dokter Spesialis / Dokter Umum / Dokter Gigi


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS
Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

4 A. Bertanggung jawab Direktur


kepada

B. Bertanggung jawab atas 1. Sub Komite Kredensial


2. Sub Komite Mutu Profesi
3. Sub Komite Etika
4. Semua staf medis fungsional

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Komite Medis


secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan
Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas a. Merencanakan kegiatan di Komite Medik untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja
Rumah Sakit
b. Mengkoordinir kegiatan di Komite Medik dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai
tujuan Rumah Sakit yang efektif dan.efesien
c. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Komite Medik Rumah Sakit agar dapat
berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
d. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang
distandartkan.
e. Membuat laporan kegiatan di Komite Medik kepada
direktur secara berkala.
f. Membantu Direktur Rumah Sakit dalam menyusun
standart pelayanan medis.
g. Membantu Direktur dalam membantu peningkatan
mutu pelayanan Rumah Sakit.
h. Memberikan pertimbangan kepada Direktur tentang
rencana pengangkatan tenaga / staf medis
fungsional yang baru.
i. Membantu Direktur memantau perilaku etika dan
profesional anggota staf medis dan
menyelenggarakan proses pendisiplinan profesi
medis.
j. Membantu Direktur menyusun formularium obat-
obatan dan memberikan usulan pengadaan alkes
yang dibutuhkan staf medis.
k. Menyediakan wadah agar anggota staf medis dapat
berpartisipasi.
l. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan
atasan.

SUB KOMITE MUTU PROFESI

1 Nama Jabatan Ketua Sub Komite Mutu Profesi

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola masalah


mutu profesi medis yang ada di Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Dokter Spesialis / Dokter Umum / Dokter Gigi.


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS
Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
A. Bertanggung jawab Ketua Komite Medis
kepada

B. Bertanggung jawab atas Semua kegiatan mutu profesi medis Rumah Sakit

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di sub komite mutu
profesi secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan
Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di sub komite mutu profesi


untuk mencapai tujuan sesuai dengan program kerja
Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di sub komite mutu profesi
dan berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai
tujuan Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di sub komite mutu profesi Rumah Sakit
agar dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang
distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan sub komite mutu profesi
kepada direktur secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan
atasan.

SUB KOMITE ETIKA

1 Nama Jabatan Sub Komite Etika

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola


masalah etika medis yang ada di Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Dokter Spesialis / Dokter Umum / Dokter Gigi.


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal
MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
4 A. Bertanggung jawab kepada Ketua Komite Medis

B. Bertanggung jawab atas Semua kegiatan yang berhubungan dengan etika


medis di Rumah Sakit
5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Sub Komite
Etika secara efektif dan efesien untuk mencapai
tujuan Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Sub Komite Etika


untuk mencapai tujuan sesuai dengan program
kerja Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Sub Komite Etika
dan berkoordinasi dengan bagian lain agar
tercapai tujuan Rumah Sakit yang efektif dan
efesien.
3. Melaksanakan, mengendalikan dan
mengevaluasi kegiatan di Sub Komite Etika
Rumah Sakit agar dapat berjalan sesuai rencana
yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan
sesuai dengan kompetensi lunak dan keras yang
distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Sub Komite Etika
kepada direktur secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan
atasan.

SUB KOMITE KREDENSIAL

1 Nama Jabatan Sub Komite Kredensial

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola


masalah kredensial yang ada di Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Dokter Spesialis / Dokter Umum / Dokter Gigi.


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal
MS Office
4. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
4 A. Bertanggung jawab kepada Ketua Komite Medis

B. Bertanggung jawab atas Semua kegiatan yang berhubungan dengan


kredensial medis di Rumah Sakit
5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Sub Komite
Kredensial secara efektif dan efesien untuk
mencapai tujuan Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Sub Komite


Kredensial untuk mencapai tujuan sesuai dengan
program kerja Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Sub Komite
Kredensial dan berkoordinasi dengan bagian
lain agar tercapai tujuan Rumah Sakit yang
efektif dan efesien.
3. Melaksanakan, mengendalikan dan
mengevaluasi kegiatan di Sub Komite
Kredensial Rumah Sakit agar dapat berjalan
sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan
sesuai dengan kompetensi lunak dan keras yang
distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Sub Komite
Kredensial kepada direktur secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan
atasan.

BIDANG PELAYANAN

1 Nama Jabatan Kepala Bidang Pelayanan

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola


bidang pelayanan meliputi pelayanan medis,
penunjang medis dan keperawatan Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Dokter / Dokter Gigi / Apoteker


2. Diutamakan menguasai komputer minimal MS
Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
A. Bertanggung jawab kepada Direktur

B. Bertanggung jawab atas 1. Kepala Instalasi Rawat Jalan & UGD


2. Kepala Instalasi Rawat Inap
3. Kepala Instalasi Kamar Operasi
4. Kepala Instalasi VK

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada dibidang


pelayanan secara efektif dan efesien untuk
mencapai tujuan Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di bidang pelayanan


untuk mencapai tujuan sesuai dengan program
kerja Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di bidang pelayanan
dan berkoordinasi dengan bagian lain agar
tercapai tujuan Rumah Sakit yang efektif dan
efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan
mengevaluasi kegiatan di bidang pelayanan
Rumah Sakit agar dapat berjalan sesuai rencana
yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan
sesuai dengan kompetensi lunak dan keras yang
distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan pelayanan kepada
wakil direktur secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan
atasan.

INSTALASI RAWAT JALAN

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi Rawat Jalan

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi


Rawat Jalan Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Dokter umum / Dokter Gigi / Dokter Spesialis


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Pelayanan
kepada

B. Bertanggung jawab a. Poliklinik Umum


atas b. Poliklinik Kebidanan & Kandungan
c. Poliklinik Gigi
d. Poliklinik
e. Poliklinik

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi Rawat Jalan
secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan Rumah
Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi Rawat Jalan untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi Rawat Jalan dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit agar
dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Instalasi Rawat Jalan kepada
Kepala Bidang Pelayanan secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

INSTALASI GAWAT DARURAT

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi Gawat Darurat

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi


Gawat Darurat Rumah Sakit.
1. Dokter umum / Dokter Gigi / Dokter Spesialis
3 Persyaratan Jabatan
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Pelayanan
kepada

B. Bertanggung jawab Seluruh staf pelaksana Instalasi Gawat Darurat


atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi Gawat


Darurat secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan
Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi Gawat Darurat


untuk mencapai tujuan sesuai dengan program kerja
Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi Gawat Darurat dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit agar
dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Instalasi Gawat Darurat
kepada Kepala Bidang Pelayanan secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

INSTALASI RAWAT INAP

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi Rawat Inap


2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi
Rawat Inap Rumah Sakit.
1. Dokter umum / Dokter Gigi / Dokter Spesialis
3 Persyaratan Jabatan
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Pelayanan


kepada

B. Bertanggung jawab a. Kepala Ruang ..............


atas b. Kepala Ruang.....
c. Kepala Ruang .........

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi Rawat Inap
secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan Rumah
Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi Rawat Inap untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi Rawat Inap dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit agar
dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Instalasi Rawat Inap kepada
Kepala Bidang Pelayanan secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

INSTALASI KAMAR OPERASI

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi Kamar Operasi

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi


Kamar Operasi Rumah Sakit.
1. Dokter umum / Dokter Gigi / Dokter Spesialis.
3 Persyaratan Jabatan
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Pelayanan
kepada

B. Bertanggung jawab Seluruh staf pelaksana Instalasi Kamar Operasi


atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi Kamar


Operasi secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan
Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi Kamar Operasi


untuk mencapai tujuan sesuai dengan program kerja
Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi Kamar Operasi dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi Kamar Operasi Rumah Sakit agar
dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Instalasi Kamar Operasi
kepada Kepala Bidang Pelayanan secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

INSTALASI VK

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi VK

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi


VK Rumah Sakit.
1. Dokter umum / Dokter Gigi / Dokter Spesialis.
3 Persyaratan Jabatan
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Pelayanan


kepada

B. Bertanggung jawab Seluruh staf pelaksana Instalasi VK


atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi VK secara


efektif dan efesien untuk mencapai tujuan Rumah Sakit.
6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi VK untuk mencapai
tujuan sesuai dengan program kerja Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi VK dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi VK Rumah Sakit agar dapat
berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Instalasi VK kepada Kepala
Bidang Pelayanan secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

BIDANG PENUNJANG MEDIS

1 Nama Jabatan Kepala Seksi Penunjang Medis

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk memimpin


pelaksanaan kegiatan Penunjang Medis di Rumah Sakit

3 Persyaratan Jabatan 1. Dokter Spesialis/Dokter Umum/Dokter Gigi/Apoteker


2. Diutamakan menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

4 A. Bertanggung jawab Direktur


kepada

B. Bertanggung jawab a. Kepala Instalasi Laboratorium


atas b. Kepala Instalasi Radiologi
c. Kepala Instalasi Farmasi
d. Kepala Instalasi Rekam Medik
e. Kepala Instalasi Gizi

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di bidang Penunjang


Medis secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan
Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di bidang penunjang medis


untuk mencapai tujuan sesuai dengan program kerja
Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di bidang penunjang medis dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan.efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di bidang penunjang medis Rumah Sakit agar
dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan penunjang medis kepada
Direktur secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

INSTALASI FARMASI

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi Farmasi

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi


Farmasi Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Apoteker


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Penunjang Medis


kepada

B. Bertanggung jawab Seluruh staf Instalasi Farmasi


atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi Farmasi


secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan Rumah
Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi Farmasi untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi Farmasi dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit agar dapat
berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang
distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Instalasi Farmasi kepada
Kepala Bidang Penunjang Medis secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.
INSTALASI LABORATORIUM

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi Laboratorium

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi


Laboratorium Rumah Sakit.
1. Dokter umum / Dokter Gigi / Dokter Spesialis.
3 Persyaratan Jabatan
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Penunjang Medis


kepada

B. Bertanggung jawab Seluruh staf Instalasi Laboratorium


atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi Laboratorium


secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan Rumah
Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi Laboratorium untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi Laboratorium dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi Laboratorium Rumah Sakit agar
dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Instalasi Laboratorium
kepada Kepala Bidang Penunjang Medis secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

INSTALASI RADIOLOGI

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi Radiologi

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi


Radiologi Rumah Sakit.
1. Dokter umum / Dokter Gigi / Dokter Spesialis.
3 Persyaratan Jabatan
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Penunjang Medis


kepada

B. Bertanggung jawab Seluruh staf pelaksana Instalasi Radiologi


atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi Radiologi


secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan Rumah
Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi Radiologi untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi Radiologi dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit agar dapat
berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Instalasi Radiologi kepada
Kepala Bidang Penunjang Medis secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

INSTALASI GIZI

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi Gizi

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi


Gizi Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. D3 Gizi / S1 Gizi / Dokter Umum / Dokter Gigi


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Penunjang Medis


kepada
B. Bertanggung jawab Seluruh staf pelaksana Instalasi Gizi
atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi Gizi secara
efektif dan efesien untuk mencapai tujuan Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi Gizi untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi Gizi dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi Gizi Rumah Sakit agar dapat
berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan Instalasi Gizi kepada Kepala
Bidang Penunjang Medis secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

INSTALASI REKAM MEDIK

1 Nama Jabatan Kepala Instalasi Rekam Medik

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola Instalasi


Rekam Medik Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Diutamakan Sarjana/D3 Perekam Medik


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Penunjang Medis


kepada

B. Bertanggung jawab Seluruh Staf pelaksana Rekam Medik


atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Instalasi Rekam


Medik secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan
Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di Instalasi Rekam Medik untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di Instalasi Rekam Medik dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan.efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Instalasi Rekam Medik Rumah Sakit agar
dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan di Instalasi Rekam Medik
kepada Kepala Bidang Penunjang Medis secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

BIDANG KEPERAWATAN

1 Nama Jabatan Kepala Bidang Keperawatan

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk memimpin


pelaksanaan kegiatan Keperawatan di Rumah Sakit

3 Persyaratan Jabatan 1. Sarjana / D III Keperawatan yang memiliki sertifat


Manajemen Keperawatan.
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

4 A. Bertanggung jawab Direktur


kepada

B. Bertanggung jawab 1. Sub Sie SDM dan Etika


atas 2. Sub Sie Askep
3. Semua kegiatan di keperawatan

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada dibidang Keperawatan


secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan Rumah
Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di bidang keperawatan untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di bidang keperawatan dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi
kegiatan di bidang keperawatan Rumah Sakit agar
dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan keperawatan kepada Ka.
Bid. Pelayanan secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

SUB SEKSI SDM & ETIKA KEPERAWATAN

1 Nama Jabatan Kepala Sub Seksi SDM dan Etika Keperawatan

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk membantu Kepala


Bidang Keperawatan khususnya pada bidang SDM dan
Etika Keperawatan di Rumah Sakit

3 Persyaratan Jabatan 1. Sarjana / D III Keperawatan yang memiliki sertifat


Manajemen Keperawatan.
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

4 A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Keperawatan


kepada

B. Bertanggung jawab 1. SDM Keperawatan


atas 2. Etika Keperawatan

5 Tugas Pokok Mengembangkan Sumber Daya Manusia Keperawatan


baik kompetisi lunak maupun keras serta diberi wewenang
dan tanggung jawab dalam pembinaan, menyelesaikan
etika profesi keperawatan berdasarkan kode etik profesi
keperawatan dan disiplin di bidang keperawatan.

6 Uraian Tugas a. Membantu pelaksanaan tugas Kepala Bidang


Keperawatan dalam bidang Sumber Daya Manusia
Keperawatan termasuk didalamnya etika profesi
b. Menyusun tatalaksana pemantauan dan penanganan
masalah etika profesi keperawatan di rumah sakit.
c. Melakukan sosialisasi kode etik keperawatan di rumah
sakit yang telah disusun.
d. Meningkatkan kompetensi lunak tenaga perawat sesuai
dengan 13 kompetensi inti karyawan serta kompetensi
keras perawat baik melalui in house training ataupun
seminar profesi.
e. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan pendidikan dan
pelatihan untuk mengembangkan dan meningkatkan
mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan kemajuan
ilmu dan tehnologi kedokteran.
f. Memberikan usulan-usulan tentang jumlah dan
kualifikasi kebutuhan tenaga perawat di RS PKU
Muhammadiyah Blora kepada Kepala Bidang
Keperawatan.
g. Memberikan pertimbangan tentang penempatan tenaga
keperawatan serta mengatur tugas-tugas keperawatan
sesuai dengan uraian tugasnya.
h. Melaksanakan dan memberikan penilaian terhadap
kegiatan orientasi tenaga perawat baru
i. Mengkoordinir jadwal jaga dan jadwal rujuk, serta
jadwal lembur tenaga perawat.
j. Memberikan masukan penilaian kinerja tenaga perawat
sesuai uraian tugasnya.
k. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap
kemampuan SDM Keperawatan serta pelaksanaan etika
profesi keperawatan
l. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan unit-unit
terkait dalam RS PKU Muhammadiyah Blora.
m. Memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh
jajaran keperawatan dibawahnya agar dapat
meningkatkan kinerja secara optimal.
n. Memberikan laporan secara periodik kepada atasan
sesuai dengan prosedur dan pedoman administrasi yang
berlaku.
o. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan yang
terkait dengan pelayanan keperawatan.

SUB SEKSI ASUHAN KEPERAWATAN

1 Nama Jabatan Kepala Sub Seksi Asuhan Keperawatan

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk membantu Kepala


Bidang Keperawatan khususnya pada bidang Asuhan
Keperawatan di Rumah Sakit

3 Persyaratan Jabatan 1. Sarjana / D III Keperawatan yang memiliki sertifat


Manajemen Keperawatan.
2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.

4 A. Bertanggung jawab Kepala Bidang Keperawatan


kepada
B. Bertanggung jawab Asuhan Keperawatan
atas
5 Tugas Pokok Mengawasi dan mengendalikan kegiatan pelayanan
keperawatan serta menyususn asuhan keperawatan dan
memantau pelaksanaannya sesuai dengan prosedur yang
berlaku.

6 Uraian Tugas a. Membantu pelaksanaan tugas Kepala Bidang


Keperawatan dalam menjaga mutu Pelayanan
Keperawatan.
b. Melaksanakan audit asuhan keperawatan dalam rangka
meningkatkan pelaksanaan dan evaluasi terhadap
ashuan keperawatan.
c. Membentuk GKM (Gugus Kendali Mutu) Bidang
Keperawatan.
d. Membantu pengawasan terhadap INOS dan Patient
Safety di bidang keperawatan di Instalasi Rawat Inap,
Rawat Jalan, IGD dan Kamar Operasi.
e. Melakukan koordinasi dan kerjasama dalam rangka
meningkatkan mutu keperawatan dengan unit-unit
terkait dalam RS PKU Muhammadiyah Blora.
f. Memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh
jajaran keperawatan dibawahnya mengenai pelaksanaan
Asuhan Keperawatan agar dapat meningkatkan kinerja
secara optimal
g. Memberikan laporan secara periodik kepada atasan
sesuai dengan prosedur dan pedoman administrasi yang
berlaku
h. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan yang
terkait dengan pelayanan keperawatan.

BAGIAN ADMINISTRASI/UMUM & KEUANGAN

1 Nama Jabatan Kepala Bagian Administrasi/Umum dan Keuangan

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengelola bagian


administrasi dan umum meliputi kepegawaian, kesekretariatan,
keuangan dan rumah tangga Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Diutamakan Sarjana Ekonomi


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
A. Bertanggung jawab Direktur
kepada

B. Bertanggung jawab a. Kepala Sub Bagian Administrasi dan Umum


atas b. Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Sub Bagian Rumah Tangga
5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di bagian Administrasi
dan Umum secara efektif dan efesien untuk mencapai
tujuan Rumah Sakit.
1. Merencanakan kegiatan di bagian Administrasi/Umum
6 Uraian Tugas
dan Keuangan untuk mencapai tujuan sesuai dengan
program kerja Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di bagian Administrasi/Umum
dan Keuangan serta berkoordinasi dengan bagian lain
agar tercapai tujuan Rumah Sakit yang efektif dan
efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di bagian Administrasi/Umum dan Keuangan
Rumah Sakit agar dapat berjalan sesuai rencana yang
ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan bagian Administrasi/Umum
dan Keuangan kepada Direktur secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

SUB BAGIAN ADMINISTRASI & UMUM

1 Nama Jabatan Sub Bagian Administrasi & Umum

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk membantu Kepala


Bagian Administrasi Umum dan Keuangan mengelola
bagian administrasi dan umum yang meliputi kepegawaian,
dan kesekretariatan Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Diutamakan Sarjana


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
A. Bertanggung jawab Kepala Bagian Administrasi/Umum & Keuangan
kepada
-

B. Bertanggung jawab
atas
5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di bagian Administrasi
dan Umum secara efektif dan efesien untuk mencapai
tujuan Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas 1. Merencanakan kegiatan di bagian Administrasi dan


Umum untuk mencapai tujuan sesuai dengan program
kerja Rumah Sakit
2. Mengkoordinir kegiatan di bagian Administrasi dan
Umum dan berkoordinasi dengan bagian lain agar
tercapai tujuan Rumah Sakit yang efektif dan efesien
3. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di bagian Administrasi dan Umum Rumah
Sakit agar dapat berjalan sesuai rencana yang
ditetapkan.
4. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
5. Membuat laporan kegiatan bagian Administrasi dan
Umum kepada Kepala Bagian Administrasi/Umum dan
Keuangan secara berkala.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

SUB BAGIAN KEUANGAN

1 Nama Jabatan Sub Bagian Keuangan

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk membantu Kepala


Bagian Administrasi Umum dan Keuangan mengelola
bagian keuangan Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Diutamakan Sarjana Ekonomi-Akuntansi


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
A. Bertanggung jawab Kepala Bagian Administrasi/Umum & Keuangan
kepada
-

B. Bertanggung jawab
atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Subag. Keuangan


secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan Rumah
Sakit.

6 Uraian Tugas a. Merencanakan kegiatan di Subag. Keuangan untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
b. Mengkoordinir kegiatan di subag. keuangan dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan.efesien
c. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di subag. keuangan Rumah Sakit agar dapat
berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
d. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
e. Membuat laporan kegiatan keungan kepada Kepala
Bag. Administrasi Umum dan Keuangan secara berkala.
f. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

SUB BAGIAN RUMAH TANGGA

1 Nama Jabatan Sub Bagian Rumah Tangga

2 Pengertian Jabatan Adalah pejabat yang ditunjuk untuk membantu Kepala


Bagian Administrasi Umum dan Keuangan mengelola
Bagian Rumah Tangga Rumah Sakit.

3 Persyaratan Jabatan 1. Diutamakan Sarjana


2. Diutamakan Menguasai komputer minimal MS Office
3. Diutamakan yang telah bekerja di Rumah Sakit
minimal 2 tahun.
A. Bertanggung jawab Kepala Bagian Administrasi/Umum & Keuangan
kepada
-

B. Bertanggung jawab
atas

5 Tugas Pokok Mengelola sumber daya yang ada di Subag. Rumah


Tangga secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan
Rumah Sakit.

6 Uraian Tugas a. Merencanakan kegiatan di Subag. Rumah Tangga untuk


mencapai tujuan sesuai dengan program kerja Rumah
Sakit
b. Mengkoordinir kegiatan di Subag. Rumah Tangga dan
berkoordinasi dengan bagian lain agar tercapai tujuan
Rumah Sakit yang efektif dan.efesien
c. Melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi
kegiatan di Subag. Rumah Tangga Rumah Sakit agar
dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
d. Memberikan pembelajaran kepada bawahan sesuai
dengan kompetensi lunak dan keras yang distandartkan.
e. Membuat laporan kegiatan rumah tangga kepada
Kepala Bag. Administrasi Umum & Keuangan secara
berkala.
f. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan atasan.

BAB VI
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

Penyusunan perencanaan kebutuhan SDM berdasarkan WISN ( Work Load Indicator Staff
Need ), mengacu pada Kepmenkes RI Nomor : 81/MENKES/SK/I/ 2004
C. Penentuan Waktu Kerja

KODE FAKTOR JML KET.

A Hari Kerja ( 360-hari ahad ) 313 Hari/ tahun

B Cuti Tahunan 12 Hari/ tahun

C Pendidikan/ Pelatihan 5 Hari/ tahun

D Hari Libur nasional 15 Hari/ tahun

E Ketidakhadiran rata-rata 2 Hari /tahun

F Waktu kerja 6,5 Jam / hari

Waktu kerja tersedia 1.813 Jam/ tahun


( A-(B+C+D+E)) X F
Hari kerja tersedia 279 Hari kerja/ tahun

108.780 Blm tau


ketemu dr mana
menit

D. Menetapkan unit kerja dan kategori SDM


Tujuannya adalah :
Diperolehnya data / jenis unit kerja dan SDM yang bertanggung jawab dalam
melaksanakan kegiatan / tugas sesuai dengan kompetensi, standar profesi & standar layanan

E. Menyusun standart beban kerja


1. Beban kerja masing-masing kategori SDM meliputi :
a. Kegiatan pokok yang dilakukan masing – masing SDM
b. Rata-rata waktu yang dibutuhkan unt menyelesaikan tiap-tiap kegiatan pokok
Adalah suatu waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kegiatan pokok oleh
masing-masing kategori SDM
c. Standar beban kerja per 1 tahun masing-masing kategori SDM
Adalah volume/ kuantitas beban kerja selama 1 tahun per kategori SDM.
Rumus Standar Beban kerja :
Waktu Kerja Tersedia
Rata rata waktu kegiatan pokok

F. Menetapkan standart kelonggaran waktu


a. Tujuan
Merupakan kebutuhan waktu untuk menyelesaikan kegiatan yang tidak terkait langsung
dengan kegiatan pokok. Misal : rapat, membuat laporan
b. Rumus :
Rata-Rata waktu per kelonggaran
Waktu Kerja tersedia

1) Waktu kerja tersedia : 1.813 jam/ tahun


2) Waktu kelonggaran :
a) Rapat 1 jam / minggu ( 1 X 52 minggu = 52 jam/ tahun )
b) Standar kelonggaran :
52 jam/ tahun
1.813 jam/ tahun
= 0,0286 SDM

G. Penghitungan kebutuhan SDM per unit kerja


Rumus :
Kuantitas Kegiatan pokok + standart kelonggaran

Standar beban kerja

BAB VII
PERTEMUAN/ RAPAT

Rapat adalah berkumpulnya sejumlah orang untuk menyatukan pikiran guna menyelesaikan
urusan perusahaan.Dalam rapat ini bisa dilakukan untuk menyamakan persepsi, penentuan
kebijakan, pembahasan masalah, pemberian keputusan ataupun pemberian motivasi.
Dalam upaya meningkatkan mutu dan pelayanan kepada semua puhak yang berkentingan
(pemilik, pelanggan, karyawan, pemerintah) diperlukan adanya komunikasi yang
komprehensif dan berkelanjutan. Adapun salah satu cara untuk hal tersebut adalah dengan
adanya rapat ataupun pertemuan yang bersifat penerimaan informasi maupun pemberian
informasi seputar pelayanan kerja. Baik itu dalam satu lingkup kerja ataupun dengan unit kerja
lainnya.

A. Tujuan Rapat :
1. Untuk menjaga agar arah perjalanan organisasi konsisten, terkoordinir dengan baik
dan sikron dengan program kerja yang telah dicanangkan, setiap jenjang struktural
wajib menyelenggarakan rapat koordinasi secara periodik. Pendokumentasian atas
catatan hasil rapat (notulen) wajib dilaksanakan, demikian juga tindaklanjut atas
keputusan rapat wajib didokumentasikan secara tertulis. Notulen rapat wajib
ditembuskan kepada pejabat diatasnya.
2. Sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan rumah
sakit, setiap jenjang struktural wajib menyelenggarakan rapat koordinasi.
B. Rapat koordinasi dimaksud meliputi :
1). Rapat Pimpinan yaitu rapat yang pesertanya terdiri dari para manajemen (Direktur
dan para Kepala Bidang / Bagian, Kepala Sub Bagian dan Kepala Instalasi),
dilaksanakan minimal setiap dua minggu sekali.
2). Rapat koordinasi tingkat Kepala Bidang / Bagian dilaksanakan setiap satu minggu
satu kali atau sesuai kepentingan.
3). Rapat Staf (seluruh pejabat struktural) dilaksanakan setiap 1 bulan sekali atau
sesuai kebutuhan.
4). Rapat koordinasi masing-masing Gugus Tugas di bawah Kepala Bidang / Bagian
dilaksanakan minimal satu bulan sekali atau sesuai kepentingan.
5). Ketentuan mengenai rapat koordinasi di atas dan rapat-rapat lainnya diatur dalam
ketentuan tersendiri.
C. Materi rapat :
1). Rapat Pimpinan membahas masalah kegiatan manajemen masing-masing bidang
pelayanan dan non pelayanan dibawah koordinasi Kepala Bidang / Bagian.
2). Rapat koordinasi tingkat Kepala Bidang / Bagian membahas masalah kegiatan
operasional masing-masing Seksi/Instalasi/Sub Bagian.
3). Rapat Staf (seluruh pejabat struktural) membahas masalah pelayanan,
kepegawaian, keuangan, kerumah tanggaan, program dan pencapaian target.
4). Rapat koordinasi masing-masing Unit Kerja membahas masalah kegiatan
pelayanan sehari-hari.
D. Ketentuan Penyelenggaraan rapat :
1). Rapat harus didokumentasikan dengan form yang sudah dibakukan dan hasilnya
ditindaklanjuti sesuai dengan kebijakan Direktur/ Pemimpin Unit Kerja (PUK).
2). Pengaturan pemakaian ruang-ruang rapat, secara umum dikoordinir oleh
Sekretariat.
3). Setiap Pejabat Struktural wajib mengkomunikasikan dan mensosialisasikan setiap
peraturan/kebijakan-kebijakan rumah sakit yang berkaitan dengan pelaksanaan
tugas sehari-hari maupun informasi lain yang umum sifatnya kepada seluruh staf
yang ada dibawah koordinasinya.

BAB VIII
PELAPORAN

Pelaporan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan bawahan untuk menyampaikan hal-hal
yang berhubungan dengan hasil pekerjaan yang telah dilakukan selama satu periode tertentu.
Pelaporan dilakukan oleh bawahan kepada siapa bawahan tersebut bertanggung jawab.
Pelaporan adalah aktivitas yang berlawanan arah dari pengawasan, Jika pengawasan dilakukan
oleh pihak atasan untuk mengetahui semua hal yang menyangkut pelaksanaan kerja bawahan,
maka pelaporan merupakan jawaban dari kegiatan pengawasan tersebut.

Pelaporan tidak dibawa langsung oleh atasan pada waktu mengadakan pengawasan, tetapi
“diantar” oleh bawahan baik dibawa sendiri maupun dikirim.
Laporan dibuat oleh semua personal yang mendapat tugas dari atasan.Laporan bukan
merupakan monopoli para atasan saja.Karena atasan harus membuat laporan kepada atasannya
lagi.

A. Laporan Bulanan
Laporan bulanan unit-unit / pejabat struktural adalah laporan kegiatan yang telah
dilakukan selama satu bulan. Laporan tersebut antara lain di buat oleh :
1. Direktur kepada Pemilik
2. Komite Medis kepada Direktur
3. SPI kepada Direktur
4. Ketua Sub Komite Kredensial kepada Ketua Komite Medis
5. Ketua Sub Komite Mutu Profesi kepada Ketua Komite Medis
6. Ketua Sub Komite Etika kepada Ketua Komite Medis
7. Kepala Bidang Pelayanan kepada Direktur
8. Kepala Bidang Penunjang Medis kepada Direktur
9. Kepala Bidang Keperawatan kepada Direktur
10. Kepala Bagian Administrasi Umum & Keuangan kepada Direktur
11. Kepala Instalasi Rawat Jalan – UGD kepada Kepala Bidang Pelayanan
12. Kepala Instalasi Rawat Inap kepada Kepala Bidang Pelayanan
13. Kepala Instalasi Kamar Operasi kepada Kepala Bidang Pelayanan
14. Kepala Instalasi VK kepada Kepala Bidang Pelayanan
15. Kepala Instalasi Laboraratorium kepada Kepala Bidang Penunjang Medis
16. Kepala Instalasi Radiologi kepada Kepala Bidang Penunjang Medis
17. Kepala Instalasi Farmasi kepada Kepala Bidang Penunjang Medis
18. Kepala Instalasi Gizi kepada Kepala Bidang Penunjang Medis
19. Kepala Instalasi RM kepada Kepala Bidang Penunjang Medis
20. Kepala Asuhan Keperawatan kepada Kepala Bidang Keperawatan
21. Kepala SDM dan Etika kepada Kepala Bidang Keperawatan
22. Ka.Sub Bag. Administrasi & Umum kepada Ka. Bag. Admistrasi Umum & Keuangan.
23. Ka. Sub Bag. Keuangan kepada Ka. Bag. Admistrasi Umum & Keuangan.
24. Ka. Sub Bag. Rumah Tangga kepada Ka. Bag. Administrasi Umum Keuangan
B. Laporan Tahunan
Terdapat beberapa fungsi mendasar dari sebuah laporan tahunan yang dibuat oleh Bagian /
Unit yaitu :
1. Sumber dokumentasi informasi dari suatu unit / bagian tentang apa yang telah dicapai
selama setahun.
2. Sebagai dokumen lengkap yang menceritakan secara mendetail kinerja bagian / unit
3. Sebagai gambaran mengenai tugas, peran, dan pekerjaan di bagian / unit tersebut.
Kelebihan laporan tahunan yang dibuat secara lengkap dan didesain secara menarik akan
menjadi sebuah dokumen yang sangat efektif untuk menginformasikan kepada atasan.
Laporan Tahunan bagian / unit merupakan rekapan/ kumpulan laporan setiap bulan yang
dilaporkan kepada atasan dalam bentuk buku yang disusun selama satu tahun.