Anda di halaman 1dari 3

BEST PRACTICE PENGISIAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS)

SMA Negeri 3 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2011/2012


Oleh
Mustajib
SMAN 3 Mataram
mustajibj@yahoo.com

A. Pendahuluan
TULISAN ini terfokus pada sharing atau berbagi pengalaman-pengalaman
berharga dalam pengisian Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SMA Negeri (SMAN) 3 Mataram
Tahun 2011/2012. Secara berturut-turut akan disampaikan secara ringkas asal-mula
amanat pengisian EDS, mekanisme kerja, kendala-kendala yang ditemui selama proses
pengisian EDS serta solusi-solusi terbaik untuk mengatasai permasalahan yang ada.
Melalui pemaparan komponen-komponen tersebut, para stakeholders (pemangku
kepentingan) diharapkan dapat mengambil hikmahnya untuk kepentingan pengisian EDS
lembaga masing-masing di kemudian hari agar mendapatkan hasil yang lebih baik, atau,
jauh lebih baik dari capaian SMAN 3 Mataram saat ini. Capaian maksimal seperti itu
sangat mungkin diraih terutama jika bisa mengarifi berbagai kekurangan (baik yang
bersifat administratif maupun non-administratif) dalam penyampaian best practice
pengisian EDS SMAN 3 Mataram ini.

B. Pembahasan
Amanat pengisian EDS tersebut berawal dari surat Dikpora Kota Mataram Nomor :
005/149/C/Dikpora/2012, tanggal 19 Juni 2012 tentang “Pendampingan Implementasi
Pelaksanaan Program EDS Tahun Anggaran 2012” yang ditunjukan kepada Kepala SMAN
3 Mataram. Surat tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Surat Tugas
Nomor 331/800/SMA.03/2012 antara lain dengan menugaskan saya untuk mengikuti
“Kegiatan Pendampingan Implementasi Pelaksanaan Program Evaluasi Diri Sekolah
(EDS) Tahun Anggaran 2012” pada hari Kamis tanggal 21 Juni 2012 di Aula Gedung Guru
PGRI Prov. NTB Jalan Kaktus No. 8 Mataram. Berselang beberapa hari pertemuan awal
ini disusul dengan pertemuan lanjutan di SMAN 5 Mataram.
Berbagai informasi disampaikan dalam kedua pertemuan tersebut. Informasi-
informasi tersebut umumnya terkait dengan keberadaan EDS itu sendiri. Yang paling
menarik dan selalu kami (anggota TIM EDS) jadikan pegangan dalam pengisian EDS
SMAN 3 Mataram adalah pernyataan salah seorang stakeholders yang secara berulang-
ulang menandaskan pentingnya kejujuran dalam pengisian EDS. Sesuai dengan
isitilahnya, evaluasi diri terhadap suatu lembaga dilakukan oleh lembaga itu sendiri. Insya
Allah, SMAN 3 Mataram telah menilai dirinya secara jujur.
Selain prinsip kejujuran, anggota TIM EDS SMAN 3 Mataram juga menjunjung
maxim (prinsip) “Solidaity can get all done”. Tim meyakini Melalui kebersamaan, segala
sesuatunya akan terselesaikan. Pengisian EDS di SMAN 3 Mataram tidak dilakukan
secara peorangan, not by a single player, melainkan oleh sebuah tim yang dibentuk oleh
sekolah. Tim “Uji Coba” Pengisian EDS SMAN 3 Mataram Tahun Anggaran 2011/2012,
dengan penanggung jawan kepala sekolah, melibatkan Wakasek Kurikulum beserta staf

1
pengajaran, Wakasek Sarana-Prasarana, Wakasek Kesiswaan, Kepala Tata Usaha,
Laboran dan Wakasek Humas. Wakasek Humas bertidak sebagai kordinator umum.
Masing-masing pihak menyelesaikan tugasnya sesuai bidangnya masing-masing.
Informasi-informasi yang terkait dengan siswa, misalnya, ditangani langsung oleh
Wakasek Kesiswaan. Informasi tentang sarana-prasarana laboratorium di-handle oleh
laboran di bawah pengawasan Wakasek Sarana Prasarana. Singkatntya, informasi-
informasi yang dibutuhkan dalam pengisian EDS ditangani secara kolaboratif sesuai
mekanisme kerja yang telah ditetapkan.
Informasi-informasi atau data-data yang dibutuhkan dalam pengisian EDS
dikumpulkan melalui angket : (antara lain) Angket Komite, Angket Kepala Sekolah, Angket
Guru dan Angket Siswa. Ketersediaan angket-angket tersebut menjadi tanggung jawab
operator EDS. Tugas penting lainnya dari seorang operator EDS adalah meng-input atau
memasukkan data-data yang sudah terkumpul melalui kuesioner.
Ada catatan atau pengalaman khusus dalam proses pengumpulan kuesioner.
Ternyata, apa yang diharapkan tidak selamanya sesuai dengan apa yang dihadapi.
Rencana tidak selamanya singkron dengan realita. Tenggat waktu pengmebalian
kuesioner, tidak sepenuhnya dipatuhi terutama oleh para siswa. Konsekuensinya,
pengisian EDS menjadi terhambat. Muaranya, pengembalian (pengiriman kembali) berkas
berupa softcopy melalui internet menjadi terhambat. Inilah salah satu kendala pengisian
EDS SMAN 3 Mataram Tahun Anggaran 2011/2012.
Kendala-kendala lain yang cukup berpengaruh secara signifikan terhadap
kelancaran pengisian EDS SMAN 3 Mataram Tahun Anggaran 2011/2012 dapat
diklasifikasi kedalam kendala teknis dan non-teknis. Kendala-kendala teknis berupa
keterlambatan membentuk tim kerja, kesalahan pengiisian format EDS karena kesalahan
sumber data (khususnya data berkode) dan kesalahan pengisian karena kurangnya
pemahaman terhadap rumus-rumus format yang ada. Sementara kendala non-teknisnya
adalah ketiadaan “financial-reward” terhadap pengisian angket sehingga proses
pengumpulan data, peng-input-annya dan finalisasi hasil EDS memakan waktu lebih
banyak dari yang semestinya.
Namun berkat semangat “Solidarity can get all done” dan dorongan semangat serta
komitmen yang kuat dari penanggung jawab kegiatan, semua kendala bisa teratasi
dengan baik. Alhasil, pengiriman kembali format final EDS SMAN 3 Mataram Tahun
Anggaran 2011/2012 dapat dilaksanakan sesuai “toleransi” tenggat waktu yang telah
disepakati.

C. Simpulan
Berdasarkan paparan-paparah di atas, dapat disimpulkan bahwa pengisian EDS
SMAN 3 Mataram Tahun Anggaran 2011/2012 dapat dilaksanakan dengan (relatif) baik
karena dukungan nilai kejujuran, sikap kebersamaan, semangat kerja serta komitmen
pada tugas yang kuat dari para stakeholders yang terkait. Secara empiris, kehadiran nilai-
nilai luhur di atas dapat mengatasi semua rintangan yang ada.

2
3