Anda di halaman 1dari 19

Mata Kuliah : Gizi dan Diet

Kode : WATD32.06.2
SKS : 2
Semester : 2

MAKALAH GIZI DAN DIET


“NUTRISI SEBAGAI TERAPI”

Pengampu Mata Kuliah

Putu Candriasih,SST.M.Kes

Disusun Oleh:

KELOMPOK 1 (Tim B )

1. MARYAM
2. MAGFIRA
3. TRIANI
4. MAYA FITRAH
5. KEVIN ANDREAS

POLTEKKES KEMENKES PALU


JURUSAN D-III KEPERAWATAN
2019

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan1


LEMBAR PENGESAHAN

MAKALAH GIZI DAN DIET


NUTRISI SEBAGAI TERAPI

Telah diterima sebagai tugas mata kuliah gizi dan diet pada Jurusan keperawatan

Poltekkes Kemenkes PaluTahun 2019

Palu, 17 Mei 2019

Pengampu Mata Kuliah

Putu Candriasih,SST.,M.Kes

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan2


KATA PENGANTAR
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,

Segala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dengan adanya
penyusunan makalah seperti ini, pembaca dapat belajar dengan baik dan benar
mengenai nutrisi sebagai terapi.
Penulis mengucapkan terimah kasih kepada pihak-pihak yang telah memberi
sumbangsi kepada kami dalam penyelesaian makalah ini. Dan tentunya penulis juga
menyadari, bahwa masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan pada makalah
ini. Hal ini Karena keterbatasan kemampuan dari penulis. Oleh karena itu, penulis
senantiasa menanti kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak guna
penyempurnaan makalah ini.
Semoga dengan adanya makalah ini kita dapat belajar bersama demi
kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Palu, 17 Mei 2019

Penyusun

Kelompok 1

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan3


DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………………………………………………………2
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………..3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………...5
B. Rumusan Masalah……………………………..……………………………………………………………...5
C. Tujuan………….……………………………………………………………………………………………………5

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Nutrisi Terapi…………………………………………………………………………….. 6
B. Jenis-jenis Terapi………………………………………………………………………………………… 6
C. Pelaksanaan Nutrisi Sebagai Terapi……………………………………………………………. 17

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan…….………………………………………………………………………………………………….18

B. Saran……………………………………………………………….…………………………………………18

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………………..19

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan4


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nutrisi sangat penting untuk tubuh kita, ibarat sebuag bangunan,
maka nutrisi itu adalah pondasi. Tanpa pondasi yang kuat maka tubuh kita
akan rapuh.
Nutrisi didapat dari apa yang kita makan, jika makanan yang kita
makan itu baik, mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh secara
lngkap maka tubuh kita tidak akan kekurangan nutrisi, dan secara otomatis
kekebalan tubuh kita akan sangat baik. Banyak penykit disebabkan oleh
pola makan atau makanan yang buruk. Seperti mengonsumsi makanan
cepat saji misalnya (junkfood). Kadar lemak dan kalori dan makanan cepat
saji sangat banyak, sehingga ketika kita mengonsumsinya kita akan
menjadi kelebihan berat badan.
Beberapa fakta yang bersumber dari WHO menyebutkan bahwa
70% kematian didunia disebbkan oleh diabetes, kanker, serangan jantung,
dan stroke.
Pola makan yang buruk dan makanan yang mengandung toksin
dapat mengakibatkan usia sel tubuh kita bisa jadi lebih tua dari usia
sebenarnya. Hal ini dikarenakan terlalu banyak sel-sel yang sudah tua dan
rusak sementara kemampun regenerasi sel tubuh kita rendah. Akibatnya,
muncul gejala/ keluhan yang kita rasakan sebagai penyakit. Terapi nutrisi
membantu tubuh menyingkirkan sel yang rusak dan menggantinya dengan
sel baru yang lebih sehat dan lebih kuat sehingga kesehatan meningkat.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Nutrisi Terapi ?
2. Apa saja jenis-jenis Terapi ?
3. Bagaimana pelaksaan nutrisi sebagai terapi ?

C. Tujuan
1. Dapat mengetahui pengertian Nutrisi Terapi
2. Mengetahui jenis-jenis Terapi
3. Dapat mengetahui pelaksaan nutrisi sebagai terapi

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan5


BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TERAPI NUTRISI

Terapi Nutrisi adalah terapi yang diberikan kepada pasien


yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

B. JENIS TERAPI
a. Oral Feeding
b. Enteral Nutrition
c. Parenteral Nutrition

a. Oral Feeding
Pemberian makan melalui oral adalah
memasukkan nutrisi melalui mulut. Pasien perlu didorong
untuk makan, bukan hanya untuk mendapatkan nutrisi
secara optimal, namun pasien juga mendapatkan manfaat
kepuasaan fisik dan psikologis yang dihubungkan dengan
makan. Perawat harus membiarkan klien untuk
mengosongkan mulutnya setelah setiap sendokan, berusaha
menyelraskan kecepatan pemberian makan dengan kesiapan
mereka dan sering kali menanyakan apakah terlalu cepat
atau lambat. Perawat juga harus memperbolehkan klien
untuk menunjukkan perintah tentang makanan pilihan klien
yang ingin dimakan, dan percakapan dengan topic selain
makanan harus menjadi bagian integral dalam proses.
Perawata yang mempunyai tugas untuk member makan
pada bebrapa klien harus mendelegasikan tanggung jawab
pemberian makan ke orang lain sehingga semua klien dapat
diberi makan tepat waktu dan terencana dengan baik.

1. Tujuan
a. Memperoleh nutrisi yang optimal.
b. Memberikan kekuasaan fisik dan psikologis yang
dhubungkan dengan makan.
c. Meningkatkan berat badan.
d. Meningkatkan control diri dengan mampu melakukan
aktifitas harian secara mandiri.

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan6


2. Indikasi
a. Pasien yang dapat makan melalui oral.
b. Pasien dengan ketidak mampuan yang membutuhkan
bantuan sebagian atau total untuk makan.

b. Enteral nutrition (EN)

Enteral nutrition (EN) adalah pada nutrien yang diberikan


melalui saluran gastrointestinal. Hal ini termasuk makanan
keseluruhan, campuran semua makanan, suplemen oral, dan
formula selang pemberian makanan. Nutrisi entral adalah
metode yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan nutrisi jika
saluran gastrointestinal klien berfungsi dengan menyediakan
dukungan psikologis, keamanan, dan nutrisi yang ekonomis.
Pada klien yang mengalami kesulitan makan, maka dapat
diberikan nutrisi enteral dengan selang nasogastrik, jejunum,
atau lambung. Nutrisi enteral dan infus dengan mudah diberikan
dalam lingkungan perawatan rumah oleh perawat atau
keluaarga.

Penelitian telah menunjukan efek yang menguntungkan


dari pemberian makan enteral bila dibandingkan dengan nutrisi
parenteral, yang mengandung zat gizi pada mukosa
gastrointestinal. Pemberian makan dengan rute enteral dapat
mengurangi sepsis, menumpulkan respons hipermetabolik pada
trauma, dan memelihara struktur dari fungsi intestinal (Mainous,
Block, dan Dietch, 1994).

EN telah digunakan dengan berhasil selama 24 hingga 48


jam setelah operasi atau trauma untuk menyediakan cairan,
elektrolit, dan nutrisi. Gastricileus dapan mencegah pemberian
makan nasogastrik dalam kasus selang nasointestinal atau
jejunum memungkinkan pemberian makan postpilorik yang
berhasil (Kudsk, 1994)

Nutrisi Enteral
1. Definisi
Nutrisi enteral adalah semua makanan cair yang
dimasukkan kedalam tubuh lewat saluran cerna , baik

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan7


melalui mulut ataupun oral, selang nasogastrik, maupun
selang melalui lubang stomagaster atau lubang
stomajejunum
Tujuan atau indikasi pemberian nutrisi enteral adalah
untuk seplementasi, untuk pasien yang masih dapat makan
dan minum tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan energy
dan protein, untuk pengobatan, dan digunakan untuk
mencukupi seluruh kebutuhan zat gizi bila pasien tidak
dapat makan sama sekali.
2. Jenis makanan/ Nutrisi Enteral
a. Makanan/ Nutrisi Enteral formula rumah sakit
(blenderized) makanan ini dibuat dari beberapa bahan
makanan yang diracik dan dibuat sendiri dengan
menggunakan blender. Konsistensi larutan kandungan
zat gizi, dan osmolaritas dapat berubah pada setiap
kali pembuatan dan dapat terkontaminasi. Formula ini
dapat diberikan melalui pipa sonde yang agak besar,
harganya relative murah.
Contoh :
1.Makanan cair tinggi energy an tinggi protein (susu
full cream,susu rendah laktosa, telur, glukosa, gula
pasir, tepung beras, sari buah)
2.Makanan cair rendah laktosa ( susu rendah laktosa,
telur, gula pasir, maizena)
b. Makanan / Nutrisi Enteral formula komersial : formula
komersial ini berupa bubuk yang siap dicairkan atau berpa
cairan yang dapat segera diberikan. Nilai gizinya sesuai
kebutuhan, konsistensi dan osmolaritasnya tetap, dan tidak
mudah terkontaminasi.
Contoh :
1. Polimerik : mengandung protein utuh untuk pasien
dengan fungsi saluran gastrointestinal normal atau
hamper normal ( parenteral, fresubin)
2. Pradigesti : diet dibuat dengan formula khusus dalam
bentuk susu elementar yang mengandung asam amino
dan lemak yang langsung diserap usus untuk pasien
dengan gangguan fungsi saluran gastrointestinal ( pepti
2000)

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan8


3. Diet Enteral Khusus untuk sirosis ( aminolebane EN,
falkamin ), diabetes ( diebetasol), gagal ginjal (
Nefrisol), tinggi protein ( peptisol)
4. Diet Enteral Tinggi Serat ( indovita)

3. Sistem Pemberian Nutrisi Enteral Dan Alatnya

Nutrisi Enteral dapat diberikan langsung melalui


mulut ( oral) atau melalui selang makanan bila pasien tak
dapat makan atau tidak boleh per oral. Selang makanan
yang ada yaitu :

a. Selang Nasogastrik
1. Selang Nasogastrik biasa yang terbuat dari
plastic, paret, dan polietilen. Ukuran selang ini
bermacam-macam tergantung kebutuhan. Selang
ini hanya tahan dipakai maksimal 7 hari.
2. Selang nasogastrik yang terbuat dari polivinil.
Selang ini berukuran 7 french, kecil sekali dapat
mencegah terjadinya aspirasi pneumonia makanan
dan tidak terlalu mengganggu pernapasan atau
kenyamanan pasien. Selang ini tahan dipakai
maksimal 14 hari.
3. Selng nasogastrik yang terbuat dari silicon. Ukuran
selang ini bermacam-macam tergantung
kebutuhan. Selang ini maksimal 6 minggu.
4. Selang nasogastrik yang terbuat dari poliuretan.
Selang ini berukuran 7 french dan dapat dipakai
selama 6 bulan.
b. Selang nasoduodenal/nasojejunal.
Ukuran selang ini bermacam-macam namun lebih
panjang dari pada selang nasogastrik.
c. Selang dan set untuk gastrotomi atau jejunostomi. Alat
yang rutin dipakai untuk pasien yang tidak dapat makan
per oral atau terdapat obstruksi esophagus/gaster
4. Nutrisi enteral pada beberapa penyakit.
a. Nutrisi enteral pada penyakit saluran cerna
Bila usus berfungsi baik, lebih baik diberikan nutrisi
enteral dibandingkan parenteral. Nutrisi enteral per oral
diberikan bila makanan masih dapat melalui mulut dan
esophagus. Nutrisi enteral perselang makanan diberikan

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan9


bila makanan tak dapat diberikan melalui mulut dan
esophagus atau melalui gastrostomi esophagus atau
melalui jejunostomi. Nutrisi enteral sangat penting
untuk saluran cerna karena dapat mencegah antrofivili
usus serta tetap menjaga kelangsungan fungsi usus
enterosit, dan kolonosit.

b. Nutrisi enteral pada pasien kanker


Penggunaan saluran gastrointestinal yang utuh bagi
pemberian nutrisi merupakan pilihan pertama pada
pemberian nutrisi pasien kanker. Pasien kanker yang
akan mendapat suplementasi enteral dapat diberikan
melalui salah satu dari 3 jalur pemberian yang umum,
yaitu oral nasoenterik atau enteric.
c. Nutrisi enteral pada pasien geriatric.
Pasien geriatric (berusia 60 tahun atau lebih) lebih
sering mengalami malnutrisi, karena itu nutrisi
merupakan hal yang penting diperhatikan dalam
pengobatan pasien tersebut. Kebutuhan kalori energy
disesuaikan dengan berat badan ideal dengan rumus
yang ada.
d. Nutrisi enteral pada penyakit ginjal
Pada pasien penyakit ginjal akut, harus diberikan
diet bebas protein atau renda protein, mengandung
energy kalori atau gula.
Pada pasien penyakit ginjal kronik tidak
terkomplikasi, untuk mencegah uremia, protein yang
berikan dalam bentuk protein nilai biologi tinggi ( asam
amino esensial) 20 g per hari.
Pada pasien gagal ginjal kronik tidak terkomplikasi
(termaksud yang menjalani dialysis) kebutuhan energy
tidak berbeda dengan orang dwasa normal.
Keseimbangan nitrogen netral dicapai dengan
pemasukkan nutrisi yang mengandung asam amino
esensial 0,55-0,60 gram / kg BB/ hari dan kalori energy
35 kkal / kg BB /hari.
Pada pasien gagal ginjal kronik dan katabolic berat
kebutuhan kalori energy dan nitrogen lebih tinggi, tidak
berbeda dengan pasien yang tidak menderita gagal
ginjal. Pada pasien gagal ginjal dengan hiperkalemia

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan10


atau hipofosfatemia dilakukan pembatasan kalium atau
diberikan fosfor. Pada pasien gagal ginjal dengan
hipomagnesemia perlu diberikan magnesium dan pada
kalsemia diberikan kalsium.

c. Parenteral Nutrition ( PN)


PN adalah bentuk dukungan nutrisi yang khusus yaitu
pemberian nutrisi melalui rute intavena. Walaupun PN
dapat mencegah malnutrisi secara efektif pada klien yang
tidak dapat diberikan makanan melalui rute enteral, PN
dapat menyebabkan komplikasi dan membutuhkan
kemampuan manajemen keperawatan yang terampil.
Pemberian pengobatan yang aman dari bentuk nutrisi ini
bergantung pada pengkajian kebutuhan nutrisi yang tepat,
manajemen kateter vena sentral yang cermat dan
pemantauan yang hati-hati untuk mencegah atau menangani
komplikasi metabolic. Nutrisi parenteral diberikan dalam
lingkungan yangbervariasi, termasuk dirumah klien. Tanpa
memperhatikan lingkungan, perawat mengikuti prinsip
asepsis yang sama dan manajemen pemompaan untuk
memastikan keamanaan dan dukungan nutrisi yang tepat.

a. Parenteral nutrition (PN)


1. Pengertian
Pada saat terjadi gangguan intestinal secara partial
ataupun total dan dukungan nutrisis melalui oral
maupun enteral tube feeding ( ETF) tidak dapat
dilakasanakan, PN dapat menjadi alternative akhir
bagi pemenuhan nutrisi pasien ( Stratton dan smith ).
Parenteral nutrition merupakan metode pemberian
nutrisi secara intravena dan dapat dipilih bila status
perubahan metabolic atau bila abnormalitas mekanik
atau fungsi dari saluran GI tidak dapat menerima
pemberian makanan secara interal ( Doenges, 2003)
Pada umumnya PN hanya digunakan selama
beberapa hari atau minggu. Namun pada kondisi
tertentu, penggunaan PN dalam jangka waktu lama
juga dapat dilakukan.

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan11


PN adalah bentuk dukungan nutrisi yang khusus
yaitu pemberian nutrient melalui rute intravena.
Tujuannya tidak hanya untuk mencukupi
kebutuhan energy basal dan pemeliharaan kerja organ,
tetapi juga menambah nutrisi untuk kondisi tertentu,
seperti keadaan stress ( sakit berat, trauma ) untuk
perkembangan dan pertumbuhan.
Terapi nutrisi parenteral dibagi menjadin 2 kategori :
a. Terapi nutrisi prenteral parsial ( supportive atau
suplemen) diberikan bila :
1. Dalam waktu 5 – 7 hari, pasien diharapkan
mampu menerima nutrisi enteral kembali
2. Masih ada nutrisi enteral yang dapat diterima
pasien. PN parsial ini diberikan dengan
indikasi relative.
b. Terapi nutrisi parenteral total diberikan jika
batasan jumlah kalori ataupun batasan waktu
tidak terpenuhi . PN total ini diberikan atas
indikasi absolut.

2. Indikasi
Secara umum PN di indikasikan pada pasien yang
mengalami kesulitan mencukupi kebutuhan nutrisi
untuk waktu tertentu. Tanpa bantuan nutrisi, tubuh
memenuhi kebutuhan energy basal rata-rata 25 kkal/kg
BB/ hari. Jika cadangan habis, kebutuhan glukosa
selanjutnya dipenuhi melalui proses gluconeogenesis,
antara lain dengan lipolysis dan proteolysis 125-150
g/hari. Puasa lebih dari 24 jam menghabiskan glukosa
darah (20 g), cadangan glikogen dihati (70 g) dan otot
(400 g). sedangkan cadagan energy lainnya, lemak
(12.000 g) dan protein (6000 g) habis dalam waktu
kira-kira 60 hari.
Keadaan yang memerlukan PN adalah sebagai berikut :
1. Pasien tidak dapat makan (obstruksi saluran
pencernaan seperti stiktur atau keganasa
esophagus, atau gangguan absorbi makanan)
2. Pasien tidak boleh makan (seperti
fistulaintestinal dan pancreatitis)

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan12


3. Pasien tidak memakan (akibat pemberian
kemoterapi).

Meskipun terdapat 3 hal tersebut, PN tidak langsung


diberikan pada keadaan :

1. Pasien 24 jam paska bedah yang masih dalam Ebb


phase, masa dimana kadar hormone stress masih
tinggi. Sel-sel resisten terhadap insulin dan kadar
gula darah meningkat. Pada fase ini cukup diberikan
cairan elektrolit dan dextosa 5%. Jika keadaan sudah
tenang yaitu demam, nyeri, renjatan, dan gagal
napas sudah dapat diatasi, krisis metabolism sudah
lewat, maka PN dapat diberikan dengan lancer dan
bermanfaat. Makin berat kondisi pasien, makin
lambat dosis PN total ( dosis penuh ) dapat dimulai.
Sebelum keadaan tenang tercapai, PN total hanya
menambahkan stress bagi tubuh pasien. Fase tenang
ini ditandai dengan menurunnya kadar kortisol,
katekolamin,dan glucagon.
2. Pasien gagal napas (Po2 < 80 dan Pco2 > 50 )
kecuali dengan respirator. Pada pemberian PN
penuh, metabolism karbohidrat akan meningktkan
produksi CO2 dan berakibat memperberat gagal
napasnya.
3. Pasien renjatan dengan kekurangan cairan
ekstraseluler
4. Pasien penyakit terminal, dengan pertimbangan cost-
benefit.

Kondisi-kondisi yang sering diberikan TPN :


a) Disfungsional GI, misalnya penyakit
peradangan usus, sindroma usus pendek,
pangkreatitis, colitis, fistula, enteritis, radiasi,
ileus, diare berkepanjangan, obstruksi usus,
atau karsinoma lambung.
b) Gagal hepatic
c) Keadaan hipermetabolik, misalnya sepsis,
luka bakar yang berat, fraktur tulang
panjang, peritonitis.

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan13


d) Anoreksia sekunder terhadap kondisi medis
pasien, misalnya gagal ginjal
e) Hyperemesis berat selama kehamilan
f) Candida GI berat pada pasien AIDS
g) Trauma multisystem
5. Pemberian TPN
Apabila asupan nutrisi pasien kurang secara
bermakna dibanding yang diperlukan oleh tubuh
untuk memenuhi penggunaan energy, maka akan
mengakibatkan status keseimbangan nitrogen
negative. Ini berarti bahwa lebih banyak protein
digunakan daripada yang dapat dibuat. TPN
adalah metode pemberian nutrisi pada tubuh
dengan rute intravena. Nutrient ini mencakup
kestrosa, asam amino, elektrolit, vitamin, mineral,
dan emulsi lemak. Sasaran TPN adalah untuk
mendapatkan status nutrisi yang baik,
penambahan berat badan dan mencapai proses
penyembuhan.
TPN diindikasikan untuk pasien :
a) Yang asupannya kurang untuk
mempertahankan status anabolis ( misalnya
pasien dengan luka bakar berat, malnutrisi,
sindrom usus pendek, AIDS, sepsis, kanker )
b) Pasien yang tidak mampu mencerna
makanan secara oral atau dengan selang (
misalnya pasien dengan ileus paralitik,
penyakit Chron dengan obstruksi, enteritis
pascaradiasi, hiperemesis, gravidarum berat
pada kehamilan )
c) Pasien yang menolak untuk mencerna nutrisi
secara adekuat ( misalnya pasien dengan
anoreksia nervosa, pasien lansia
pascaoperatif )
d) Pasien yang tidak boleh makan per oral atau
dengan selang ( misalnya pasien dengan
pancreatitis akut atau fistula enterokutan
tinggi )
e) Pasien yang memerlukan dukungan nutrisi
praoperatif dan pascaoperatif secara terus-

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan14


menerus ( misalnya setelah pembedahan
usus ).

 Nutrisi Parenteral Total ( TPN )


Nutrisi parenteral total adalah suatu terapi kompleks yang
dilakukan untuk memenuhi keperluan nutrisi pasien melalui rute
intravena. Larutan yang digunakan dalam terapi ini adalah larutan
hiperosmolar ( konsentrasi tinggi ). Pemberian terapi nutrisi
parenteral total yang bertujuan untuk memberikan kalori yang
cukup besar yang terdiri dari protein, lipid, karbohidrat, vitamin,
dan mineral. Keberhasilan terapi ini bergantung pada jenis
makanan yang diresepkan , penanganan kateter intravena,
perawatan luka insisi, penanganan komplikasi akibat terapi.
Terapi ini hanya digunakan apabila asupan makanan secara
enteral tidak memadai atau merupakan kontraindikasi. TPN tidak
diberikan pada pasien yang pencernaan dapat berfungsi selama 7-
10 hari, pasien yang masih dapat mencerna makanan dengan baik,
dan pada pasien yang mengalami stress atau trauma ( Mubarak &
Chahyati,66,2007).

Kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan


pasien terhadap nutrisi parenteral total mencakup berat badan
krang dari 10% tidak mampu makan oral atau minum dalam 7
hari pascaopratif dan situasi hipermetabilik seperti pada infeksi
berat disertai demam.

- Penatalaksanaan :
larutan TPN diberikan dengan perlahan dan secara
bertahap ditingkatkan seriap hari dengan kecepatan yang
diinginkan dan sesuai toleransi cairan dan glukosa pasien. Respon
pasien terhadap terapi TPN dan nilai laboratorium dipantau terus
menerus oleh tim pendukung nutrisi. Standing order dilakukan
untuk penimbangan berat badan pasien, mendapatkan jumlah
darah lengkap, jumlah trombosit, masa protrombin, elektrolit,
magnesium dan glukosa ujung jari.

- Metode pemberian :
Berbagai metode dan rute digunakan untuk memberikan
larutan NPT pada praktik klinis : perifer, sentral, dan atrial.

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan15


Metode ini tergantung pada kondisi pasien dan lamanya antisipasi
terapi.
2. Perifer
Larutan NPT digunakan sebagai masukan suplemen per
oral bila larutan yang digunakan kurang hipertonik
dibanding larutan yang digunakan untuk NPT.
Konsentrasi dekstrosa diatas 10% tidak boleh diberikan
melalui vena perifer karena dapat mengiritasi intravena
kecil (dinding paling dalam ). Lamanya terapi NPT
kurang dari 2 minggu.
3. Sentral
Karena larutan NPT mempunyai lima atau enam kali
konsentrasi darah dan melebihi tekanan osmotic kira-
kira 2000 mOsm/1 , maka larutan ini berbahaya untuk
intima perifer. Karenanya untuk mencegah flebitis dan
komplikasi vena lainnya larutan ini diberikan kedalam
sistem sirkulasi melalui kateter yang dimasukkan
kedalam pembuluh darah besar beraliran tinggi
( sering vena subklavia ). Larutan pekat kemudian
diencerkan dengan sangat cepat sampai ke tingkat
isotonic oleh darah didalam pembuluh ini.
4. Atrial
Dua alat yang digunakan untuk terapi IV jangka
panjang dirumah adalah :
a. Kateter atrial kanan eksternal ini dipasang melalui
pembedahan. Kateter ini dijahit dibawah kulit pada
vena subklavia
b. Lubang subkutan ujung kateter dilekatkan pada
serambi kecil yang ditempatkan dikantung subkutan
baik di dinding dada anterior atau pada lengan.

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan16


C. Penatalaksanaan
Perawat pendukung nutrisi, ahli nutrisi, atau dokter
menentukan kebutuhan pasien akan TPN dengan evaluasi
criteria tertentu : derajat penurunan berat badan,
keseimbangan nitrogen, jumlah kehilangan otot dan total
massa tubuh kurus, serta ketidakmampuan pasien untuk
mentoleransi pencernaan makanan melalui saluran GI.
Idealnya, perawat pendukung nutrisi, ahli farmasi, ahli
nutrisi, dan dokter berkolaborasi untuk menentukan
formula khusus yang diperlukan.
Larutan TPN diberikan dengan perlahan dan secara
bertahap ditingkatkan setiap hari dengan kecepatan yag
diinginkan dan sesuai toleransi cairan dan glukosa pasien.
Respons pasien terhadap terapi TPN dan nilai laboratorium
dipantau terus menerus ole tim pendukung nutrisi. Standing
order dilakukan untuk penimbangan berat badan pasien,
mendapatkan jumlah darah lengkap, jumlah trombosit,
masa protrombin, elektrolit, magnesium dan glukosa ujung
jari. Pada kebanyakan rumah sakit, larutan TPN diresepkan
oleh dokter dalam bentuk pesanan nutrisi parenteral harian.
Formulasi larutan TPN harus dihitung dengan cermat untuk
memenuhi kebutuhan pasien secara lengkap

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan17


BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Terapi Nutrisi adalah terapi yang diberikan kepada pasien


yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Jenis Terapi :
 Oral Feeding
 Enteral Nutrition
 Parenteral Nutrition

B. Saran
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini belum
sepenuhnya sempurna. Untuk itu dapat kiranya memberikan
kritik dan saran mengenai makalah ini. Walaupun demikian
kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita
semua.

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan18


DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/doc/124141494/TERAPI-NUTRISI-docx

Laporan Judul Laporan Judul LaporanJudul LaporanJudul LaporanJudul Laporan19

Anda mungkin juga menyukai