Anda di halaman 1dari 11

Bedside Teaching

HEMATOMA SUBKONJUNGTIVA OD EC
TRAUMA

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Kepaniteraan Klinik


di Bagian Ilmu Kesehatan Mata RSMH Palembang

Oleh:
Nanda Florencia, S.Ked
04084821921052

Pembimbing:
dr. Linda Trisna, SpM(K)

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
2019
HALAMAN PENGESAHAN

Judul Bed Side Teaching


Hematoma subkonjungtiva OD ec trauma

Oleh:
Nanda Florencia

Bed Side Teaching ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dalam mengikuti
Kepaniteraan Klinik Senior di Bagian Ilmu Kesehatan Mata RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya periode 20 Mei 2019
s.d 28 Juni 2019

Palembang, Juni 2019


Pembimbing

dr. Linda Trisna, SpM(K)

1
STATUS PASIEN

I. IDENTIFIKASI
Nama : Nn. R
Usia : 24 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Status : Belum Kawin
Agama : Islam
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Pendidikan : S1
Suku : Sumatera
Alamat : Jl. Sukawinata sukabakti II, Sukarami
No.RM : 1124426
MRS : 29 Mei 2019

II. ANAMNESIS (Autoanamnesis tanggal 29 Mei 2019 pukul 12.00 WIB)


Keluhan Utama
Mata merah kanan setelah terbentur
Riwayat Perjalanan Penyakit
Lima hari sebelum ke rumah sakit, pasien mengalami kecelakaan lalu lintas
kendaraan roda dua pada tanggal, tanpa menggunakan helm. Bagian mata
kanan pasien terbentur oleh stang motor. Pasien mengeluh timbul kemerahan
pada mata kanan, nyeri (-) Pandangan kabur (-), mata berair (-), sekret (-),
gatal (-), memar pada kelopak mata kanan. Pasien sebelumnya dibawa berobat
ke dokter di Jakarta, diberikan obat berupa tetes mata dan salep untuk kelopak
mata yang kebiruan. Penggunaan obat dihentikan oleh pasien setelah dua hari
digunakan karena dirasa tidak ada perbaikan. Pasien kemudian berobat ke Poli
Infeksi dan Imunologi RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang.

Riwayat Penyakit Dahulu


 Riwayat alergi (-)
 Riwayat memakai kacamata (-)

2
 Riwayat trauma (+)
 Riwayat hipertensi (-)
 Riwayat diabetes mellitus (-)

III. PEMERIKSAAN FISIK (Pada 29 Mei 2019)


A. Status Generalikus
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 86 kali/menit regular, isi dan tegangan cukup
Frekuensi napas : 20 kali/menit
Suhu : 36,5o C

3
B. Status Oftalmologikus
Okuli Dekstra Okuli Sinistra

Visus 6/7,5 PH 6/6 6/6


Tekanan
12,2 mmHg 14,8 mmHg
intraokular

KBM Ortoforia
GBM

Palpebra Hematoma (+) Tenang


Konjungtiva Terdapat perdarahan Tenang
subkonjungtiva pada sisi
temporal
Kornea Jernih Jernih
BMD Sedang Sedang
Iris Gambaran baik Gambaran baik
Pupil Bulat, Central, Refleks Bulat, Central, Refleks
Cahaya (+), diameter 3 mm cahaya (+), diameter 3 mm

Lensa Jernih Jernih


Refleks RFOD (+) RFOS (+)
Fundus
Papil Bulat, batas tegas, pucat, c/d Bulat, batas tegas, pucat, c/d
ratio 0.3, a/v 2:3 ratio 0.3, a/v 2:3
Makula Refleks fovea (+) Refleks fovea (+)
Retina Kontur pembuluh darah baik Kontur pembuluh darah baik

4
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan visus
 Tes Konfrontasi
 Funduskopi
 NCT

V. DIAGNOSIS BANDING
-
VI. DIAGNOSIS KERJA
Hematoma subkonjungtiva OD ec trauma

VII. PENATALAKSANAAN
Informed Consent
Umum:
1. Menjelaskan kepada pasien mengenai etiologi penyakit
2. Menjelaskan kepada pasien cara pemakaian obat

Khusus:
Farmakologi
- Cendo Lyters 1 gtt/4 jam OD

VIII. PROGNOSIS
Okuli Dextra
 Quo ad vitam : bonam
 Quo ad functionam : bonam
 Quo ad sanationam : bonam

5
ANALISIS KASUS

Hematoma subkonjungtiva merupakan kejadian yang sangat umum.


Perdarahan subkonjungtiva ini dapat kecil atau luas di seluruh subkonjungtiva.
Kondisi yang dapat dikaitkan dengan perdarahan subkonjungtiva, yaitu: Trauma yang
merupakan penyebab paling umum, inflamasi pada konjungtiva, Sudden venous
congestion of head seperti whooping cough, ruptur spontan dari kapiler yang dapat
disebabkan oleh penyakit vaskular seperti arteriosklerosis, hipertensi dan diabetes
mellitus, Anomali vaskular lokal seperti telangiectasia, varises, aneurisma, atau tumor
angiomatosa. kelainan darah seperti anemia, leukemia, dan dysproteinemia,
Gangguan pendarahan seperti purpura dan hemofilia, Acute febrile systemic
infections seperti malaria, typhoid, diphtheria, meningococcal septicaemia, measles
dan scarlet fever.1
Diagnosa hematoma subkonjungtiva pada pasien ini adalah berdasarkan hasil
dari anamnesis dan pemeriksaan oftalmologis yang mengarah pada dugaan terjadinya
hematoma subkonjungtiva. Berdasarkan anamnesis pada pasien ini didapatkan
riwayat trauma, dan keluhan mata nyeri serta kemerahan pada mata. Berdasarkan
etiologi trauma merupakan penyebab terbanyak dari hematoma subkonjungtiva. 1
Trauma menyebabkan ruptur pembuluh darah pada konjungtiva atau episklera.
Karena struktur konjungtiva yang halus, sedikit darah dapat menyebar secara difus di
jaringan ikat subkonjungtiva dan menyebabkan eritema difus, yang biasanya
memiliki intensitas yang sama.2
Berdasarkan hasil pemeriksaan oftalmologis didapatkan tajam penglihatan
mata kanan 6/7,5 (pinhole 6/6) dan mata kiri 6/6. Hasil pemeriksaan TIO dengan
menggunakan NCT menunjukkan 12,2 mmHg untuk mata kanan dan 14,8 mmHg
untuk mata kiri. Pada pemeriksaan segmen posterior didapatkan papil bulat, berbatas
tegas, berwarna pucat, disertai cupping dengan c/d ratio 0,3 dan a/v 2:3.

6
Sebagian besar kasus, perdarahan diserap sepenuhnya dalam 7 hingga 21 hari.
Selama penyerapan perubahan warna dari merah terang menjadi oranye dan
kemudian kuning. Dalam kasus yang parah, beberapa pigmentasi mungkin tertinggal
setelahnya penyerapan.1 Tatalaksana yang diberikan pada pasien secara farmakologis
dan nonfarmakologis. Mengatasi penyebab apabila sudah diketahui. 1 Tatalaksana
nonfarmakologis berupa edukasi mengenai etiologi penyakit dan cara penggunaan
obat. Kompres dingin dapat dilakukan pada fase awal, dan kompres hangat dapat
membantu penyerapan pada fase akhir.1 Terapi farmakologis dengan pemberian obat
tetes mata Cendo Lyters 1 gtt/4 jam OD.

7
Daftar pustaka
1. Khurana, A K. 2007. Comprehensive ophthalmology. Fourth edition. Regional
institute of ophthalmology. Rothak-124001,India.

2. Schlote, T. et al. 2006. Pocket Atlas of Ophthalmology. Thieme, Germany

8
LAMPIRAN

Gambar 1. Mata Terbuka

Gambar 2. Mata Tertutup

Gambar 3. Okuli Dekstra Gambar 4. Okuli Sinistra


9