Anda di halaman 1dari 3

Tugas Kelompok 4

Week 10, Sesi 15

1. a. Apakah tujuan dari perbaikan dan pemeliharaan?

b. Jelaskan istilah infant mortality dalam konteks reliabilitas produk.

2. Bagaimana seorang manajer mengevaluasi keefektifan fungsi pemeliharaan?

3. Berapakah reliabilitas pinjaman bank akan diproses secara akurat oleh 5 petugas dengan

reliabilitas masing-masing pada gambar berikut ini?

1. A) Tujuan-tujuan melakukan perbaikan adalah :


- Untuk dapat menghasilkan Output sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan.
- Meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan serta dapat terjaga dan sesuai
dengan harapan.
- Mencegah terjadinya kerusakan berat yang memerlukan biaya perbaikan yang lebih
tinggi.
- Untuk menjamin keselamatan tenaga kerja yang menggunakan peralatan tersebut.
- Dapat meningkatkan tingkat Ketersediaan Mesin yang maksimum (berkurangnya
downtime)
- Dapat memperpanjang masa pakai peralatan kerja.

1 of 1
Tujuan –tujuan melakukan pemeliharaan adalah:
- Mempertahankan kemampuan alat atau fasilitas produksi guna memenuhi
kebutuhan yang sesuai dengan target serta rencana produksi.
- Mengurangi pemakaian dan pemyimpanan diluar batas dan menjaga modal yang
diinvestasikan dalam perusahaan selama jangka waktu yang ditentukan sesuai
dengan kebijaksanaan perusahaan.
- Menjaga agar kualitas produk berada pada tingkat yang diharapkan guna memenuhi
apa yang dibutuhkan produk itu sendiri dan menjaga agar kegiatan produksi tidak
mengalami gangguan.
- Memperhatikan dan menghindari kegiatan-kegiatan operasi mesin serta peralatan
yang dapat membahayakan keselamatan kerja.
- Mencapai tingkat biaya serendah mungkin, dengan melaksanakan
kegiatan maintenance secara efektif dan efisien untuk keseluruhnannya.

B) Adapun yang dimaksud dengan istilah infant mortality dalam konteks reliabilitas
produk adalah Sebuah tingkat kegagalan awal yang tinggi, dikenal sebagai tingkat
kematian dini (infant mortality), yang mungkin terjadi pada banyak produk. Yang
dimaksud tingkat kematian dini sendiri yaitu tingkat kegagalan di awal kehidupan sebuah
produk atau proses, dimana Faktor karyawan dalam hal pemeliharaan dapat juga menjadi
penyebab infant mortality.

Namun, dengan adanya teknik pelaporan yang baik, maka perusahaan dapat menjaga arsip
proses, mesin, atau peralatan individu. Arsip seperti itu dapat menyediakan profil yang
berisi baik jenis pemeliharaan yang diperlukan maupun waktu pemeliharaan yang
dibutuhkan. Sejarah pemeliharaan peralatan merupakan bagian yang sangat penting bagi
sebuah system pemeliharaan pencegahan, seperti halnya catatan mengenai waktu dan biaya
perbaikan.

2. Untuk mengukur kesuksesan manajemen pemeliharaan, maka ada dua unsur yang harus
ditentukan terlebih dahulu, yaitu keterlibatan karyawan dan prosedur pemeliharaan.

Factor karyawan dalam hal pemeliharaan dapat dilihat dari informasi yang dimiliki
karyawan, keahlian yang dimilikinya, kompensasi yang diterima sebagai factor penguat
motivasi dan kekuatan sinergi yang perlu dilakukan. Sebagai upaya untuk meningkatkan
penguasaan informasi dan keahlian dalam kaitannya dengan kegiatan pemeliharaan, maka
pihak manajemen dapat menempuh beberapa hal yaitu:

 Pertukaran informasi. Melalui penciptaan iklim yang kondusif, misalnya adanya


bank data ( bank prosedur) yang berisikan data serta prosedur tentang
pemeliharaan segala jenis mesin dalam system manufaktur.

2 of 1
 Pelatihan keahlian. Bagi karyawan yang belum memiliki keahlian yang
diharapkan, perusahaan dapat memilih untuk mengirimkan ke training center yang
menawarkan pelatihan-pelatihan atau langsung dilatih di perusahaan melalui on
the job training.

3. Rs = R1 x R2 x R3
= (0.95) (0.95) (0.95) (0.95) (0.95)
= 0,7738 x 100%
= 77,38%

TEAM 1:

- Julianto Foe
- Catherina Januar
- Mirinda Tashi
- Ning Ayu Ciptadewi
- Muhammad Luthfi Hartazia Putra

3 of 1