Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM

GETARAN GELOMBANG DAN OPTIK

HALAMAN JUDUL

Judul Percobaan : Gelombang Stasioner Pada Tali


Nama Lengkap : Benyamin Jemat
Nomor Pokok Mahasiswa : 170403070015
Kelas/kelompok Praktikum : 2017 A / VI
Tanggal Percobaan : 03 Mei 2019
Tanggal Penyerahan : 10 Mei 2019
Dosen Pembimbing : Kurriawan Budi Pranata, S.Si., M.Si.
Asisten Praktikum : Winda Agustina Rahayu

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
2019
ABSTRAK

Gelombang stasioner merupakan perpaduan dua gelombang yang mempunyai


frekuensi, cepat rambat, dan amplitudo yang sama besar namun merambat dalam arah
yang berlawanan. Singkatnya, gelombang stasioner merupakan perpaduan atau super
posisi dari dua gelombang yang identik namun berlawanan arah. Tujuan dari praktikum
ini adalah untuk mengetahui memahami konsep gelombang berdiri, konsep simpul,
konsep perut, dan konsep panjang gelombang, serta beberapa kondisi terjadinya
gelombang berdiri. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen, dimana seutas tali
yang salah satu ujungnya diikatan dengan pembangkit getaran dan ujung lainnya
diikatkan dengan beban digetarkan, maka pada tali akan merambat gelombang menuju
ujung yang diikatkan dengan beban dan kemudian gelombang mengalami pemantulan.
Gelombang datang dan gelombang pantul akan menghasilkan interferensi. Berdasarkan
percobaan yang dilakukan, cepat rambat gelombang dipengaruhi oleh beban dan panjang
tali. Semakin besar massa beban, maka getaran yang dihasilkan semakin banyak.
Sedangkan semakin besar frekuensi dan semakin banyak getarannya, maka amplitudo
yang dihasilkan semakin kecil. Hal ini disebabkan karena amplitudo adalah jarak atau
simpangan terjauh dari titik kesetimbangan. Jadi, semakin banyak gelombang yang
dihasilkan, semakin kecil amplitudonya.

Kata kunci: Gelombang pada Tali, Frekuensi Gelombang, Getaran

ii
ABSTRACT

Stationary waves are a combination of two waves that have the same
frequency, velocity, and amplitude but propagate in the opposite direction. In short,
stationary waves are a combination or super position of two waves that are identical but
in opposite directions. The purpose of this practicum is to understand the concepts of
standing waves, knot concepts, abdominal concepts, and wavelength concepts, and some
conditions for standing waves. The method used is the experimental method, where a
rope with one end is attached to the vibration generator and the other end is tied to the
vibrated load, then the rope will propagate the wave towards the end which is tied to the
load and then the wave undergoes reflection. Coming waves and reflected waves will
produce interference. Based on experiments conducted, wave propagation is influenced
by the load and length of the rope. The greater the mass of the load, the more vibrations
produced. While the greater the frequency and the more vibrations, the smaller the
amplitude produced. This is because amplitude is the distance or farthest distance from
the equilibrium point. So, the more waves produced, the smaller the amplitude.

Keywords: Waves on Ropes, Frequency of Waves, Vibration

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


ABSTRAK ............................................................................................................. ii
ABSTRACT .......................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. v
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vi
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2. Rumusan Percobaan ................................................................................. 2
1.3. Tujuan Percobaan ..................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 3
2.1. Dasar Teori ............................................................................................... 3
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN ........................................................... 5
3.1. Variabel Percobaan ................................................................................... 5
3.2. Alat Percobaan ......................................................................................... 5
3.3. Prosedur Percobaan .................................................................................. 6
3.4. Diagram Alir Percobaan ........................................................................... 7
3.4.1. Diagram Alir Prosedur ...................................................................... 7
3.4.2. Diagram Alir Perhitungan ................................................................. 8
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN .................................... 9
4.1. Hasil Percobaan ........................................................................................ 9
4.2. Pembahasan ............................................................................................ 10
BAB V KESIMPULAN ...................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 13
DAFTAR NOTASI .............................................................................................. 14
APENDIKS .......................................................................................................... 15
LAMPIRAN ......................................................................................................... 17
1. Data Percobaan........................................................................................... 17
2. Jawaban Tes Pertanyaan ............................................................................ 17

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.1. Skema eksperimen gelombang stasioner......................................... 3


Gambar 2.1.2. Antinode dan node pada gelombang stasioner ................................ 3
Gambar 2.1.3. Pola dan bentuk gelombang pada gelombang berdiri pada tali........4
Gambar 3.2.1. Audio Generator .............................................................................. 5
Gambar 3.2.2. Benang Wol ..................................................................................... 5
Gambar 3.2.3. Katrol Meja dan Klem G ................................................................. 5
Gambar 3.2.4. Pembangkit Getaran ........................................................................ 5
Gambar 3.2.5. Beban Bercelah ............................................................................... 6
Gambar 3.2.6. Kabel Penghubung .......................................................................... 6
Gambar 3.3.1. Rangkain Alat dan Bahan Percobaan .............................................. 6

v
DAFTAR TABEL

Tabel 3.2.1. Alat Percobaan .................................................................................... 5


Tabel 4.1.1. Hasil Percobaan................................................................................... 9

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Gelombang merupakan salah satu materi fisika yang abstrak dalam
dunia fisika dan akan menjadi sebuah problem tersendiri dalam
mempelajarinya. Seringkali hanya diketahui keberadaan gelombang
melalui referensi-referensi yang ada tanpa mengetahui bagaimanakah
sebenarnya bentuk dari gelombang itu sendiri. Proses penjelasan
gelombang hanyalah terpaku pada sebuah konsep yang telah ada tanpa
diimbangi dengan praktek karena terbatasnya alat dan bahan serta
mahalnya alat tersebut.
Gerak gelombang dapat dipandang sebagai perpindahan energi dan
momentum dari satu titik didalam ruang ke titik lain tanpa perpindahan
materi (Tipler, 1998). Gelombang juga dapat di defenisikan sebagai
getaran (osilasi) yang merambat pada suatu medium atau tanpa medium
dengan tidak disertai perambatan bagian-bagian medium itu sendiri.
Pada zaman yang serba modern ini tekhnologi menjadi hal yang
sangat penting, penggunaannya sudah mencakup dalam berbagai sendi
kehidupan dan tidak dapat lagi dipisahkan. Tehknologi dapat memudahkan
pekerjaan dan memperpendek jarak yang sebenarnya ribuan mil, misalnya
dengan menggunakan telepon salah satu hal penting yang mendukung
keberadaan tekhnologi adalah sarana, salah satunya gelombang.
Banyak barang elektronik yang tekhnologinya memanfaatkan sifat-
sifat gelombang (Ishaq, 2007). Akan tetapi banyak yanng belum diketahui
dan dipahami dimanakah letak penggunaannya karena sebagian besar
pembelajaran materi gelombang hanya sebatas konsep gelombang tanpa
diiringi praktek yang sesungguhnya.
Untuk mempermudah penguasaan materi gelombang yang lebih
tepatnya pada materi gelombang stasioner pada tali. Maka dilakukan
percobaan agar lebih mudan dipahami. Harapannya dengan adanya
percobaan ini dihaarapkan siswa atau mahasiswa mampu

1
mengongkritkan materi gelombang yang abstrak, sehingga lebih mudah
dipahami.

1.2. Rumusan Percobaan


Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan
rumusan percobaan sebagai berikut:
1. Bagaimana konsep gelombang berdiri, konsep simpul, konsep perut,
dan konsep panjang gelombang, serta beberapa kondisi terjadinya
gelombang berdiri?

1.3. Tujuan Percobaan


Berdasarkan rumusan percobaan di atas, maka tujuan percobaan ini
adalah:
1. Dapat memahami konsep gelombang berdiri, konsep simpul, konsep
perut, dan konsep panjang gelombang, serta beberapa kondisi terjadinya
gelombang berdiri

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Dasar Teori


Gelombang stasioner merupakan perpaduan dua gelombang yang
mempunyai frekuensi, cepat rambat, dan amplitudo yang sama besar
namun merambat dalam arah yang berlawanan. Singkatnya, gelombang
stasioner merupakan perpaduan atau super posisi dari dua gelombang yang
identik namun berlawanan arah. Sebagai contoh gelombang tali yang
diikat di salah satu ujungnya, kemudian ujung yang lain kita ayunkan naik
turun. Besar amplitudo gelombang stasioner akan berubah-ubah di antara
nilai maksimum dan minimumnya. Titik yang amplitudonya maksimum
disebut perut dan titik dengan amplitudo minimum disebut simpul.
Gelombang stasioner ada dua yaitu gelombang stasioner pada ujung tetap
dan ujung bebas. (Sutrisno, 1984)

Gambar 2.1.1 Skema eksperimen gelombang stasioner yang


dilakukan oleh Franz Melde

Gambar Model dari eksperimen yang dilakukan oleh Melde, vibrator


listrik dihubungkan dengan tali yang menggerakkan katrol membuat tali
tersebut menjadi tegang karena tarikan dari beban massa yang menyebabkan
tegangan pada tali, setiap node adalah seperti gelombang berdiri, gambar
berikut adalah gambar antinode dan node pada gelombang.

Gambar 2.1.2. Antinode dan node pada gelombang stasioner

3
Gelombang berdiri atau yang dikenal dengan gelombang stasioner
adalah gelombang yang konstan atau tetap pada posisinya. Fenomena ini
terjadi karena medium bergerak berlawanan arah dengan arah gelombang atau
ini bisa terjadi pada medium yang tak bergerak sebagai hasil dari interferensi
antara dua gelombang yang bergerak berlawanan arah. (Zemansky, 1991)

Gambar 3.2.1. Pola dan bentuk gelombang pada gelombang berdiri pada tali.

Interferensi adalah interaksi antar gelombang di dalam suatu


daerah. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat
membangun jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang
baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut.
Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua
gelombang saling menghilangkan.
Gambar interferensi antar dua gelombang,interferensi yang bersifat
destruktif atau bersifat menghilangkan dan yang bersifat konstruktif atau
memperkuat. Pengertian lain dari interferensi adalah merupakan
superposisi dari gelombang harmonik, superposisi gelombang harmonik
bergantung pada beda fasa antara gelombang–gelombang. Beda fasa
tersebut terjadi karena diakibatkan oleh dua hal yaitu jarak tempuh dan
pemantulan saat gelombang datang dari medium renggang ke medium
rapat Agar dapat diamati hasil superposisi berupa gelombang berdiri.
(ELLIN, 2019)

4
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1. Variabel Percobaan


a. Variabel Bebas : Massa Beban dan Panjang tali
b. Variabel Terikat : Jumlah Gelombang Pada Tali
c. Variabel Kontrol : Frekuensi Pada Audio Generator

3.2. Alat Percobaan


Tabel 3.2.1. Alat Percobaan

No. Alat Jumlah

1.
1 buah

Gambar 3.2.1. Audio Generator

2. 1 buah

Gambar 3.2.2. Benang Wol

3. 1 set

Gambar 3.2.3. Katrol Meja dan


Klem G

4. 1 buah

Gambar 3.2.4. Pembangkit Getaran

5
5. 1 set

Gambar 3.2.5. Beban Bercelah

6. 2 buah
Gambar 3.2.6. Kabel Penghubung

3.3. Prosedur Percobaan


1. Siapkan alat dan bahan percobaan
2. Rangkai alat dan bahan percobaan seperti pada gambar di bawah ini

Gambar 3.3.1. Rangkain Alat dan Bahan Percobaan

3. Letakan pembangkit getaran di atas meja


4. Atur tombol pengatur amplitudo audio generator pada frekuensi
minimum 10 Hz
5. Pada katrol meja dan klem G di pinggir meja
6. Ikat ujung benang pada pembangkit getaran lalu direntangkan hingga
ke katrol meja
7. Ikat penggantung beban pada tali sepanjang 50 cm yang sudah
direntangkan (pada percobaan ini menggunakan massa beban 0,01 kg)
8. Hubungkan audio generator dengan pembangkit getaran menggunakan
kabel penghubung
9. Hubungkan generator ke saklar
10. Amati jumlah gelombang yang terbentuk pada tali
11. Ulangilah langkah di atas menggunakan massa beban 0,02 kg dan
panjang tali 100 cm
12. Catat hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan

6
3.4. Diagram Alir Percobaan
3.4.1. Diagram Alir Prosedur
MULAI

Menyiapkan alat dan bahan

Meletakan pembangkit getaran di atas meja

Mengatur tombol pengatur amplitudo audio generator pada


frekuensi minimum 10 Hz

Memasang katrol meja dan klem G dipinggir meja

Mengikat ujung benang pada pembangkit getaran lalu


direntangkan hingga ke katrol meja

Mengikat ujung benang pada pembangkit getaran lalu


direntangkan hingga ke katrol meja

Mengikat penggantung beban pada tali 50 cm yang sudah


direntangkan ( pada percobaan ini menggunakan massa beban
0,01 kg)

Menghubungkan audio generator dengan pembangkit getaran


menggunakan kabel penghubung

Menghubungkan audio generator pada saklar

7
A

Mengamati jumlah gelombang yang terbentuk pada tali

Mengulai langkah di atas menggunakan massa beban 0,02 kg dan


panjang tali 1 m

Masukan hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan

SELESAI

3.4.2. Diagram Alir Perhitungan

MULAI

Mengetahui nilai l,g dan m

Mencari nilai f dan n

𝑙
Menghitung nilai T = mg, nilai λ = 𝑛, v = f.λ,

Menemukan hasil

SELESAI

8
BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Percobaan


Tabel 4.1.1. Hasil Percobaan

L T f0 λ0 v0 f1 λ1 v1 f2 λ2 v2 f3 λ3 v3 f4 λ4 v4 f5 λ5 v5 f6 λ6 v6
(m) (N) (Hz) (m) (m/s) (Hz) (m) (m/s) (Hz) (m) (m/s) (Hz) (m) (m/s (Hz (m) (m/s (H (m) (m/s (Hz (m) (m/s
) ) ) z) ) ) )
0,5 0,098 15 1 15 29 0,5 14,5 43 0,33 14,9 56 0,2 14 70 0,2 14
5
0,5 0,196 20 1 20 40 0,5 20 60 0,33 19,8 80 0,2 20
5
1 0,098 15 1 15 25 0,5 12,5 35 0,4 14 42 0,3 13,8 49 0,28 13,7
3
1 0,196 10 2 20 20 1 20 30 0,66 19,8 40 0,5 20 50 0,4 20 60 3 120

9
4.2. Pembahasan

Berdasarkan hasil percobaan yang telah kami lakukan, yaitu dari


keempat kali percobaan kami memperoleh hasil data sebagai berikut. Dua
percobaan pertama kami menggunakan panjang tali yang sama yaitu 0,5
meter dengan beban 0,01 kg untuk percobaan pertama dan 0,02 kg untuk
percobaan kedua. Dari percobaan pertama, dengan periodenya sebesar
0,098 N data yang diperoleh adalah fo = 15 Hz, λo = 1 m, vo = 15 m/s, f1 =
29 Hz, λ1 = 0,5 m, v1 = 14,5 m/s, f2 = 43 Hz, λ2 = 0,33 m, v2 = 14,9 m/s. f3
= 56 Hz, λ3 = 0,25 Hz, v3 = 14 m/s, f4 = 70 Hz, λ4 = 0,2 m dan V4 = 14
m/s. Pada percobaan kedua dengan panjang tali yang sama dengan
percobaan pertama, namun dengan massa beban yang berbeda yaitu 1 kg,
data yang kami peroleh dengan nilai periode (T) = 0,196 adalah sebagai
berikut fo = 20 Hz, λo = 1 m, vo = 20 m/s, f1 = 40 Hz, λ1 = 0,5 m, v1 = 20
m/s, f2 = 60 Hz, λ2 = 0,33 m, v2 = 19,8 m/s. f3 = 80 Hz, λ3 = 0,25 Hz, dan
v3 = 20 m/s.

Dua percobaan berikutnya yaitu percobaan ketiga dan keempat


dengan menggunakan panjang tali yang sama yaitu 1 m dengan beban 0,01
kg dan 0,02 kg. Dari percobaan ketiga, dengan periodenya sebesar 0,098 N
data yang diperoleh adalah fo = 15 Hz, λo = 1 m, vo = 15 m/s, f1 = 25 Hz,
λ1 = 0,5 m, v1 = 12,5 m/s, f2 = 35 Hz, λ2 = 0,4 m, v2 = 14 m/s. f3 = 42 Hz,
λ3 = 0,33 Hz, v3 = 13,8 m/s, f4 = 49 Hz, λ4 = 0,28 m dan V4 = 13,7 m/s.
Pada percobaan keempat dengan panjang tali yang sama dengan percobaan
ketiga, namun dengan massa beban yang berbeda yaitu 0,02 kg, data yang
kami peroleh dengan nilai periode (T) = 0,196 adalah sebagai berikut fo =
10 Hz, λo = 2 m, vo = 20 m/s, f1 = 20 Hz, λ1 = 1 m, v1 = 20 m/s, f2 = 30
Hz, λ2 = 0,66 m, v2 = 19,8 m/s. f3 = 40 Hz, λ3 = 0,5 m, dan v3 = 20 m/s, f4
= 50 Hz, λ4 = 0,4 , v4 = 20 m/s, f5 = 60 Hz, λ5 = 3 m dan v5 = 120 m/s.

Dari percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa semakin


banyak massa beban, cepat rambat gelombang yang dihasilkan semakin
besar dan getaran gelombang yang di hasilkan semakin banyak. Karena

10
panjang gelombang berbanding lurus dengan cepat rambat gelombang.
Semakin besar frekuensi dan semakin banyak getarannya amplitudo yang
dihasilkan semakin kecil. Hal ini disebabkan karena amplitudo adalah
jarak atau simpangan terjauh dari titik kesetimbangan. Jadi, semakin
banyak gelombang yang dihasilkan, semakin kecil amplitudonya.

Nilai cepat rambat gelombangnya mendapatkan nilai yang sama,


karena cepat rambat gelombang berbanding lurus dengan akar dari gaya
dan panjang tali, dan berbanding terbalik dengan massa beban. Dari
percobaan ini data yang diperoleh masih jauh dari kata sempurna
dikarenakan berbagai faktor yang dialami praktikan dalam melakukan
percobaan seperti kurang teliti dalam melihat gelombang yang terjadi saat
getaran. Diharapkan dengan dengan adanya praktikum ini dapat lebih
mudah untuk memahami materi gelomabang stasioner pada tali

11
BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa,


massa beban dan panjang tali mempengaruhi panjang gelombang dan
cepat rambat gelombang. Semakin massa beban, dan panjang gelombang
semakin besar, maka cepat rambat gelombang yang dihasilkan semakin
besar, dan gelombang yang dihasilkan semakin banyak. Semakin besar
frekuensi dan semakin banyak getarannya amplitudo yang dihasilkan
semakin kecil. Hal ini disebabkan karena amplitudo adalah jarak atau
simpangan terjauh dari titik kesetimbangan. Jadi, semakin banyak
gelombang yang dihasilkan, semakin kecil amplitudonya.

12
DAFTAR PUSTAKA

ELLIN. (2019). Modul Praktikum Getaran Gelombang Dan Optik. Malang:


Universitas Kanjuruhan.
Halliday. (2010). Fisika Dasar I. Jakarta: Erlangga.
Ishaq, M. (2007). Fisika Dasar Jilid 2. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sutrisno. (1984). Fisika Dasar I Gelombang dan Optik. Bandung.
Tipler, P. A. (1998). Fisika Untuk Sains Dan Teknik Edisi 3 Jilid 1. Jakarta:
Erlangga.
Zemansky. (1991). Fisika Untuk Universitas 1: Mekanika, Panas dan Bunyi.
Bandung: Bina Cipta.

13
DAFTAR NOTASI

No Simbol Keterangan Satuan

1. l Panjang tali
m
2. m Massa kg

3. n Jumlah getaran gelombang -

4. f Frekuensi Hz

5. T Tegangan Tali N

6. λ Panjang gelombang m

7. v Cepat rambat gelombang m/s

14
APENDIKS

Rumus percobaan gelombang stasioner pada tali:


 Perhitungan T = mg
 Perhitungan λ =
 Perhitungan v = f. λ

Percobaan I
Diketahui: Ditanya: T dan λ0 dan v0 ? Ditanya: λ1 dan v1….?
l = 0,5 m f3 = 56 Hz Penyelesaian: Penyelesaian:
m = 0,01 kg f2 = 43 Hz T = mg = 0,01 x 9,8 = 0,098 N λ1 = = = 0,5 m
g = 9,8 m/s2 f1 = 29 Hz λ0 = = = 1 m v1 = f . λ = 0,5 x 29 = 14,5 m/s
n0 = 1 f0 = 15 Hz
v0 = f . λ = 1 x 15 = 15 m/s
n3 = 4 f4 = 70 Hz
n1 = 2 n2 = 3
n4 = 5
Ditanya: λ2 dan v2….? Ditanya: λ3 dan V3….? Ditanya: λ4 dan V4….?
Penyelesaian: Penyelesaian: Penyelesaian:
λ2 = = = 0,33 λ3 = = = 0,25 m λ 4 = = = 0,2 m
v2 = f . λ = 0,33 x 43 = 14,19 v3 = f . λ = 0,25 x 56 = 14 m/s v4 = f . λ = 0,2 x 70 = 14 m/s
m/s

Percobaan II
Diketahui: Ditanya: T dan λ0 dan Ditanya: λ1 dan v1….?
l = 0,5 m f3 = 80 Hz V0….? Penyelesaian:
m = 0,01 kg f2 = 60 Hz Penyelesaian: λ1 = = = 0,5 m
g = 9,8 m/s2 f1 = 40 Hz T = mg = 0,01 x 9,8 = 0,098 N
v1 = f . λ = 0,5 x 40 = 20 m/
n0 = 1 f0 = 20 Hz λ0 = = = 1 m
n1 = 2 n3 = 4
v0 = f . λ = 1 x 15 = 15 m/s
n2 = 3

Ditanya: λ2 dan v2….? Ditanya: λ3 dan V3….?


Penyelesaian: Penyelesaian:
λ2 = = = 0,33 λ3 = = = 0,25 m
V2 = f . λ = 0,33 x 60 = 19,8 v3 = f . λ = 0,25 x 80 = 20 m/s
m/s

Percobaan III
Diketahui: Ditanya: T dan λ0 dan V0? Ditanya: λ1 dan V1….?
l = 0,5 m f3 = 42 Hz Penyelesaian: Penyelesaian:
m = 0,01 kg f2 = 35 Hz T = mg = 0,01 x 9,8 = 0,098 N λ1 = = = 0,5 m

15
g = 9,8 m/s2 f1 = 25 Hz λ0 = = = 1 m v1 = f . λ = 0,5 x 25 = 12,5
n3 =3 f4 = 49 Hz m/s
v0 = f . λ = 1 x 15 = 15 m/s
n0 =1 f0 = 20 Hz
n1 =2
n2 = 2,5

Ditanya: λ2 dan v2….? Ditanya: λ3 dan v3….? Ditanya: λ4 dan v4….?


Penyelesaian: Penyelesaian: Penyelesaian:
λ2 = = = 0,4 λ3 = = = 0,33 m λ 4 = = = 0,28 m
v2 = f . λ = 0,4 x 35 = 14 m/s v3 = f . λ = 0,33 x 42 = 13,8 m/s v4 = f . λ = 0,28 x 49 = 13,7 m/s

Percobaan IV
Diketahui: Ditanya: T dan λ0 dan v0? Ditanya: λ1 dan v1….?
Diketahui: Penyelesaian: Penyelesaian:
l =1m f3 = 40 Hz T = mg = 0,02 x 9,8 = 0,196 N λ1 = = = 1 m
m = 0,02 kg f2 = 30 Hz λ0 = = = 0,66 v1 = f . λ = 1 x 20 = 20 m/s
g = 9,8 m/s2 f1 = 20 Hz
v0 = f . λ = 10 x 0,66 = 0,66 m/s
n3 = 2 f4 = 50 Hz
n0 = 1,5 f0 = 10 Hz
n1 = 1 f5 = 60
n2 = 1,5 n4 = 2,5
n5 = 3
Ditanya: λ2 dan v2….? Ditanya: λ3 dan v3….? Ditanya: λ4 dan v4….?
Penyelesaian: Penyelesaian: Penyelesaian:
λ2 = = = 0,66 λ3 = = = 0,5 m λ 4 = = = 0,4 m
v2 = f . λ = 0,66 x 30 = 19,8 m/s v3 = f . λ = 0,5 x 40 = 20 m/s v4 = f . λ = 0,4 x 50 = 20 m/s

Ditanya: λ5 dan V5….?


Penyelesaian:
λ 5 = = = 0,33 m
v5 = f . λ = 0,33 x 60 = 19,8 m/s

16
LAMPIRAN

1. Data Percobaan

Percobaan Gambar Gambar Gambar


Percobaan 1

Percobaan 2

17
Percobaan 3

Percobaan 4

2. Jawaban Tes Pertanyaan


1. Dilihat dari segi panjang gelombang, apa kondisi yang harus dipenuhi
tali agar padanya dapat timbul gelombang berdiri?
Jawaban:
Tali agar agar dapat menimbulkan gelombang haru dalam keadaan
tegang atau tidak kendur, supaya gelombag yang dihasilkannya dapat
terlihat jelas.

18
2. Pada panjang tali yang sama dan tegangan yang sama, bagaimana kira-
kira perbandingan frekuensi dasar dengan frekuensi- frekuensi
atasnya? Bagaimana perbandingan panjang gelombangnya? Bulatkan
perbandingan itu menjadi angka- angka bulat.
Jawaban :
Perbandingan antara frekuensi dasar dan atasnya itu berbeda dari
setiap percobaan namun perbedaanya sangat kecil. Perbandingan
panjang gelombangnya dari percobaan pertama sampai ke empat
perbedanya sangat kecil dan ada nilai panjang gelonmbang yang sama.
Jadi dapat disimpulkan bahwa perbandingannya itu jika dibulatkan
adalah 1:2:3.

3. Pada panjang tali yang sama dan tegangan yang sama, bagaimana kira-
kira perbandingan antara cepat rambat gelombang? Bulatkan juga
perbandingan itu menjadi angka- angka bulat
Jawaban:
Perbandingan antara cepat rambat gelombang pada tali
dengantegangan yang sama jika dilihat dari data percobaannya adalah
15 m/s dan 20 m/s. Jadi, perbandingan cepat rambat gelombangnya
adalah 1:2.

4. Pada tegangan yang sama, apa pengaruh panjang tali terhadap

frekuensi dasar? Jawablah sesuai dengan persamaan: f = ½ l

Jawaban :
Pengaruh panjang tali terhadap frekuensi dasar berdasarkan persamaan

f=½l adalah panjang tali mempengaruhi frekunsi. Semakin besar

panjang tali, frekuensinya semakin besar. Frekuensi dasar yang


digunakan adalah 15 Hz, sedangkan frekuensi hasil perhitungannya
adalah 19,35 Hz. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan di bawah ini:

Dik. l = 0,5 m

19
f0 = 15 Hz
= 4 x 10-7
Dit. f …..?

Jwb. f = ½ l

f = ½ 0,5

f = 19,35 Hz

5. Apa pengaruh besar tegangan terhadap frekuensi dasar dan frekuensi-


frekuensi yang lain, dan apa pengaruhnya terhadap cepat rambat
gelombang?
Jawaban:
Pengaruh besar tegangan terhadap frekuensi dasar dan frekuensi
lainnya adalah beda. Jika tegangan yang diberikan semakin besar maka
frekuensi lainnya akan semakin besar. Dan pengaruhnya terhadap
cepat rambat gelombang adalah nilai yang dihasilkan akan tetap sama.
(Tetapi dalam percobaan yang kami lakukan nilainyanya berbeda
namun perbedaanya sangat kecil). ,

20

Anda mungkin juga menyukai