Anda di halaman 1dari 4

Di dalam laboratorium Anda ada alat seperti di atas?

Ya, itu adalah Biological Safety Cabinet


atau biasa disebut BSC. Untuk apakah BSC? BSC digunakan untuk bekerja dengan berbagai
macam mikroorganisme yang mungkin bisa membahayakan keselamatan orang yang
mengerjakannya, di sini akan saya sebut personnel. Personnel ini bisa seorang peneliti
ataupun laboran.

BSC menjadi bagian yang penting bagi sebuah laboratorium karena kemampuannya untuk
memberikan perlindungan terhadap personnel, produk (materi yang sedang dikerjakan),
dan juga lingkungan. Perlindungan ini bisa terjadi karena aliran udara dari luar masuk ke
dalam area kerja melalui HEPA filter, dan udara yang keluar juga melewati HEPA filter.
Tugas utama HEPA filter adalah menangkap mirkoorganisme yang dibawa udara luar
maupun udara yang akan keluar ke lingkungan. Aliran udara di bagian depan BSC menjadi
barier bagi udara di dalam BSC, agar tidak keluar dan membahayakan personel.

Bedanya dengan Laminar Air Flow (LAF) sangat jelas. LAF hanya memberikan perlindungan
pada produknya saja, sedangkan personel dan lingkungan tidak dilindungi. Silahkan
kunjungi Mengenal Berbagai tipe Biological Safety Cabinet untuk lebih jelasnya.

Dalam artikel ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan BSC Class II dengan
benar. Hanya BSC Class II ya...

Pembersihan (Cleaning)

Pembersihan dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan BSC.

 Semprotlah dinding sebelah kiri dengan IPA 70%, lanjutkan dengan mengelapnya
dengan tisu dengan gerakan memutar dari kiri atas ke kanan, turun ke bawah. Setelah
dinding sebelah kiri selesai, lanjutkan dengan dinding belakang. Semprotlah dengan
IPA 70%, dari sebelah kiri ke kanan. Usaplah dengan tisu dengan gerakan memutar,
dari bagian atas ke bawah. Lanjutkan dengan dinding bagian kanan, dengan cara yang
sama.

 Untuk membersihkan 'sash window', lakukan dengan cara yang sama, semprotlah
dengan IPA 70% dan usaplah dengan tisu. Selain menggunakan tisu, beberapa
produsen BSC telah membuat inovasi dengan membuat alat yang akan memudahkan
personnel dalam membersihkan 'sash window'.
 Untuk membersihkan meja kerja, semprotlah meja kerja dengan IPA 70% dan usaplah
dengan tisu. Lakukan dari sebelah kiri ke kanan.

 Untuk membersihkan 'grill' yang ada di bagian depan, basahi tisu dengan IPA 70%, Dan
usapkan dimulai dari sebelah kiri ke kanan.

 Buanglah tisu yang telah digunakan ke dalam plastik yang nantinya akan disterilkan
sebelum dibuang.

Penggunaan (Using)

Sebelum menggunakan BSC, sebaiknya Anda membaca buku manualnya, yang sudah pasti
akan disertakan oleh agennya, terlebih dahulu. Anda juga bisa bertanya kepada agennya.
Pada dasarnya cara menggunakan BSC adalah sama.

 Nyalakan BSC

 Nyalakan lampunya

 Buka 'sash window'

 Bersihkan area kerja dan meja kerja

 Nyalakan aliran udaranya (inflow dan down flow)

 Tunggu beberapa saat untuk menstabilkan inflow dan downflownya

 Bagilah area kerja menjadi area bersih dan area kotor (biasanya area bersih di sebelah
kiri dan area kotor di sebelah kanan). Area bersih merupakan area di mana pekerjaan
dilakukan, sedangkan area kotor merupakan area di mana bahan-bahan yang ada akan
dibuang, misalnya tip yang sudah dipakai.

 Sterilkan semua bahan yang akan digunakan dengan IPA 70%

 Letakkan semua bahan yang akan digunakan pada meja kerja

 Gunakan sarung tangan yang steril ketika bekerja

 Sterilkan tangan sebelum bekerja

 Bekerjalah dengan gembira dan berhati-hati☺☺☺

 Setelah selesai, keluarkan bahan-bahan yang tadi digunakan

 Sterilkan tangan Anda dengan IPA 70%

 Bersihkan BSC dengan IPA 70%


 Tunggu beberapa saat sebelum mematikan BSC

 Matikan inflow dan downflownya

 Matikan lampunya

 Tutup kembali 'sash window'

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berkerja dengan BSC:

 Minimalkan gerakan tangan, karena gerakan tangan akan mengganggu inflow dan
downflownya.
 Kurangi juga lalu lalang orang lain di depan BSC ketika sedang bekerja. Dalam hal inilah
maka penempatan BSC sebaiknya pada area di mana lalu lalang orang sangat minim.
Saat ini bahkan sudah ada produsen BSC yang menempatkan alarm berupa lampu jika
terjadi lalu lalang orang di depan BSC. Anda perlu berdiskusi dengan agen BSC tentang
penempatan BSC ini.
 Bahan-bahan yang akan dikerjakan di dalam BSC sebaiknya tidak terlalu banyak, dan
posisinya tidak menutupi 'grill' yang ada.

Perawatan (Maintenance)

Seperti layaknya kita yang perlu medical check up secara berkala, BSC juga demikian.
Biasanya pihak produsen memiliki 'service engineer' yang akan melakukan pengecekan
terhadap BSC. Lebih baik memang service dilakukan dari pihak produsen, dan bukan pihak
ketiga, karena mereka lebih mengenal produk mereka secara spesifik. Terlebih lagi jika
produk tersebut masih dalam masa garansi.

Beberapa hal yang dilakukan oleh 'service engineer' ini adalah:

 Pengecekan inflow dan down flow

 Pengecekan noise level (tingkat kebisingan)

 Pengecekan brightness

 Penggantian HEPA Filter


 Dekontaminasi

Keadaan tidak terduga

Listrik mati masih sering terjadi di negara kita. Jika laboratorium Anda memiliki cadangan
sumber listrik yang mampu menopang daya listrik BSC yang Anda gunakan, maka pekerjaan
Anda tidak akan tertunda lama. Namun jika tidak ada cadangan sumber listrik yang lain,
maka Anda harus bersabar menunggu listrik kembali bekerja. Sementara itu, Anda tidak
bisa berada terus di depan BSC tanpa adanya aliran listrik. Karena itu berarti tidak ada
perlindungan terhadap personel, produk, maupun lingkungan.

Yang perlu anda lakukan jika terjadi listrik padam dan hanya sebentar (beberapa menit)
adalah:

 Segera tutup 'sash window'

 Sterilkan tangan Anda dengan IPA 70%

 Keluar dari ruang laboratorium

Jika listrik menyala kembali:

 Buka 'sash window'

 Nyalakan BSC dan 'airflow'nya

 Tunggu beberapa saat

 Bekerjalah kembali seperti biasa

Sedangkan, jika Anda mengetahui bahwa listrik akan padam dalam waktu yang lama:

 Keluarkan semua bahan yang berada di dalam BSC

 Bersihkan BSC

 Tutup 'sash window'

 Sterilkan tangan Anda

 Keluar dari ruang laboratorium