Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PEMERIKSAAN HIDROXYBUTIRATE (HBDH)

MATA KULIAH PEMERIKSAAN LABORATORIUM


KARDIOVASKULER

Disusun Oleh :
Nama : Anarizka Adiksa Ramadhani
NIM : 1611304036
Kelas/Kel. : A/3

DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2019

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Unsur-unsur kimia pada sel hidup mengalami berbagai proses dan reaksi.
Pada setiap reaksi kimia organik dibutuhkan katalisator untuk mempercepat
reaksi kimia. Enzim memiliki fungsi sebagai biokatalisator yaitu
mempercepat proses suatu reaksi kimia tanpa ikut terlibat dalam reaksi
tersebut. Maksudnya, enzim tidak ikut berubah menjadi produk melainkan
akan kembali ke bentuk asalnya setelah reaksi kimia selesai. Enzim
mengubah molekul awal zat, substrat, menjadi hasil reaksi yang molekulnya
berbeda dari molekul awal (produk).

Enzim merupakan zat yang paling menarik dan penting di alam. Pertama,
sangat penting untuk menyadari bahwa enzim bukanlah benda hidup. Mereka
benda mati, sama seperti mineral. Tapi juga tidak seperti mineral, mereka
dibuat oleh sel hidup. Enzim adalah benda tak hidup yang diproduksi oleh sel
hidup. Oleh karena itu, enzim sudah tidak diragukan memiliki peran yang
sangat penting dalam kehidupan. Tidak hanya dalam kehidupan manusia,
tetapi bagi hewan dan tumbuhan. Bahkan bisa dikatakan bahwa enzim
berperan penting dalam kelangsungan alam ini.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Hydroxybutyrate dehydrogenase (HBDH)?


2. Apa fungsi dari Hydroxybutyrate dehydrogenase (HBDH)?
3. Bagaimana cara pemeriksaan Hydroxybutyrate dehydrogenase (HBDH)?
4. Bagaimana interpretasi hasil dari Hydroxybutyrate dehydrogenase ?
C. Tujuan

1. Dapat mengetahui definisi dari Hydroxybutyrate dehydrogenase (HBDH).


2. Dapat mengetahui fungsi dari Hydroxybutyrate dehydrogenase (HBDH).
3. Dapat mengetahui cara pemeriksaan dari Hydroxybutyrate dehydrogenase
(HBDH).
4. Dapat mengetahui interpretasi hasil dari Hydroxybutyrate dehydrogenase.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi

Hidroksibutirat dengan nama lain alfa hudroksigutirit dehidrogenase


(HBDH) merupakan ensim yang non spesifik untuk diagnostik miokard infrak.
Infar miokard adalah salah satu menifestasi klinis penyakit jantung koroner.
Infark miokard adalah penyebab utama morbiditas maupun mortalitas
diseluruh dunia. HBDH (Hydroxybutyrate Dehydrogenase) adalah enzim
yang banyak ditemukan di otot jantung, enzim yang berasal dari sitoplasma
hepatosit dan dapat dideteksi dalam serum. Enzim ini secara klinis berharga
karena menandakan kerusakan otot jantung, yang biasanya terjadi setelah
serangan jantung.
Hydroxybutyrate dehydrogenase (HBDH) adalah isoenzim laktat
dehidrogenase (LDH), yang menggunakan hydroxybutyrate sebagai substrat
tambahan. Dibandingkan dengan isoenzim LDH lainnya terjadi pada tingkat
yang lebih tinggi dalam jaringan otot jantung dan oleh karena itu agak lebih
sensitif dan lebih spesifik dalam diagnosis infark miokard. Untuk
membedakan antara hati dan penyakit jantung, rasio HBDH / LDH dapat
dihitung. Penurunan HBDH / LDH rasio menunjukkan penyakit parenkim
hati, sedangkan peningkatan rasio dapat diukur pada infark miokard.
Hidroksibutirat adalah enzim yang dibentuk dari proses kimia yang
memasukan gugus hidroksil (-OH) kedalam senyawa organik yaitu dengan
senyawa asam karboksilat.

B. Fungsi dari hidroksibutirat


Berikut merupakan beberapa fungsi dari hidroksibutirat :
1. HBDH merupakan enzim yang non spesifik untuk diagnostik miokard
infark. Pemerikasaan ini bertujan untuk membedakan LDH 1, 2 dan LDH
3, 4 dan 5. Peningkatan HBDH biasanya juga menandai adanya miokard
infark dan juga diikuti dengan peningkatan LDH.
2. Memindahkan hidrogen dari suatu zat ke zat yang lainnya.

3
3. Sebagai sumber energi. Merupakan komponen SCFA hasil fermentasi dari
karbohidrat yang tidak dicerna oleh probiotik ini merupakan sumber
energi, diperkirakan SCFA ini menyumbang sekitar 5% - 15% total kalori
yang dibutuhkan oleh tubuh.
4. Sebagai proses peradangan. Merupakan menyebabkan suplai enrgi
terhadap sel enterosit terganggu yang akan atrofi mukosa usus, hal ini
terjadi misalnya pada kolitis, maupun kolitis ulseratif. Butirat akan
menurunkan konsentrasi TNF-alfa pada psores peradangan.
5. Sebagai agen penghambat karsinogenesis kolon. Diantaranya dengan:
induksi apoptosis, menghambat prliferasi, dan promosi proses diferensiasi
sel. Selain itu butirat juga menghambat migrasi sel tumor dengan
menghambat DAF (decay accelertaing factor), menghambat aktivasi
prometastatik metaloproteinase.
6. Sebagai barier pertahanan kolon. Lapisan musin dan TFFS (trefoil factors)
yang merupakan ”mucinassociated peptida” yang mempengaruhi
viskoelastik dari lapisan mukus.

C. Mekanisme Klinis
Dalam keadaan normal tubuh memiliki enzim butirat dehidrogenase yang
ditemukan diotak, otot jantung, ginjal, dan sel darah merah. Didarat terdapat
banyak oksigen yang akan disalurkan kedalam organ-organ, sel dan juga
jaringan. Pada saat terjadi infark miokard, jantung akan mengalami
kekurangan oksigen dan jantung tidak akan mendapat suplai darah atau
oksigen yang cukup sehingga kadar enzim hidroksibutirat dehidrogenase akan
meningkat dan hal ini yang akan menandakan terjadinya kerusakan pada
organ. Secara kimiawi, ketika tubuh kekurangan oksigen maka enzim akan
berikatan dengan substrak(hidroksibutirat) sehingga enzim akan menarik
hidrogen pada gugus hidrokarbon (oksidasi redoks) dan inilah yang
dinamakan hidroksibutirat dehidrogenase.

4
D. Pemeriksaan
Kadar HBD meningkat dalam darah 8 sampai 10 jam setelah kerusakan
otot jantung dan puncaknya setelah 2-4 hari. Enzim HBD mungkin tetap
tinggi hingga 18 hari, yang relatif lama dibandingkan dengan indikator
kerusakan otot jantung lainnya. Pemeriksaan darah hydroxybutyric
Dehydrogenase adalah tes yang digunakan untuk membantu menentukan
tingkat hidroksibutirat dehidrogenase dalam darah. Tes ini digunakan untuk
mendiagnosis trauma jantung baru-baru ini, seperti serangan jantung. Indikasi
klinis untuk melakukan tes darah hidroksibutirat dehidrogenase yaitu nyeri
dada yang intens, pusing, kelelahan.
a) Reaksi

 HBDH
2  oxobutyrate  NADH  H  α  2  Hydroxybutyrate  NAD

b) Metode
Tes UV dioptimalkan menurut DGKC (German Society of Clinical
Kimia)
c) Alat dan bahan
1. Spektrofotometer
2. Mikropipet
3. Blue dan yellow tip
4. Stopwatch
5. Reagen HBDH
6. Akuades
7. Spesimen (serum, plasma heparin atau plasma EDTA)
d) Cara kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Substrate start. Memipet ke dalam kuvet :
Blanko Pemeriksaan
Sampel/kalibrator (µl) - 20
Aquadest (µl) 20 -
Reagen 1 (µl) 1000 1000

5
Homogenkan, inkubasi selama 1-5 menit
Reagen 2 (µl) 250 250
Homogenkan, inkubasi selama 1 menit
Baca absorban pada panjang gelombang 340 nm, setelah 1, 2, 3
menit

3. Sample Start
a. Campurkan 4 bagian R1 dan 1 bagian R2 (monoreagen)
b. Pipet ke dalam kuvet
Blanko Pemeriksaan
Sampel/kalibrator (µl) - 20
Aquadest (µl) 20 -
Monoreagen (µl) 1000 1000

c. Homogenkan, inkubasi selama 1 menit


d. Baca absorban pada panjang gelombang 340 nm setelah 1, 2, 3
menit 3.
e. Hitung hasil pemeriksaan aktivitas HBDH sebagai berikut :
Dengan faktor teoritis :
Aktivitas HBDH (U/L) = (∆Abs/menit) x Faktor
(Faktor untuk panjang gelombang 340 nm dengan substrate
start adalah 10080 dan dengan sample start adalah 8095)

E. Interpretasi hasil

25oC 27oC
Dewasa < 140 U/L < 182 U/L
< 2.33 µkat/L < 3,03 µkat/L

Nilai yang tinggi lebih dari 290 unit/l untuk tes darah HBD dapat
mengindikasikan serangan jantung, penyakit hati, sindrom nefrotik, leukimia,
limfoma dan anemia. Untuk membedakan antara hati dan penyakit jantung

6
rasio HBDH / LDH dapat dihitung. Rasio yang tinggi dapat diukur pada
infark miokard sementara rasio HBDH/ LDH rendah menunjukkan penyakit
parenkim hati.

7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
HBDH (Hydroxybutyrate Dehydrogenase) adalah enzim yang banyak
ditemukan di otot jantung, enzim yang berasal dari sitoplasma hepatosit dan
dapat dideteksi dalam serum. Enzim ini secara klinis berharga karena
menandakan kerusakan otot jantung, yang biasanya terjadi setelah serangan
jantung. HBDH merupakan enzim yang non spesifik untuk diagnostik
miokard infark. Pemerikasaan ini bertujan untuk membedakan LDH 1, 2 dan
LDH 3, 4 dan 5. Peningkatan HBDH biasanya juga menandai adanya miokard
infark dan juga diikuti dengan peningkatan LDH. Isoenzim LDH 1 dan LDH
2 akan bereaksi lebih besar dengan subsrat Alfa-Hidroksibutirat
dehidrogenase dari pada LDH 3, 4, dan LDH 5. Sehingga pemerikasaan
aktifitas alfa-HBDH akan membedakan antara LDH 1 dan LDH 2 dengan
LDH 3, 4 dan 5.
Pada IMA, aktifitas alpha-HBDH ini akan meningkat dan mencerminkan
aktifitas LDH yang meningkat. Kadar HBD meningkat dalam darah 8 sampai
10 jam setelah kerusakan otot jantung dan puncaknya setelah 2-4 hari. Enzim
HBD mungkin tetap tinggi hingga 18 hari, yang relatif lama dibandingkan
dengan indikator kerusakan otot jantung lainnya.Pemeriksaan darah
hydroxybutyric Dehydrogenase adalah tes yang digunakan untuk membantu
menentukan tingkat hidroksibutirat dehidrogenase dalam darah. Tes ini
digunakan untuk mendiagnosis trauma jantung baru-baru ini, seperti serangan
jantung.

B. Saran

8
DAFTAR PUSTAKA

Kee, Joyce LeFever. 2017. Pedoman Pemeriksan Laboratorium dan Diagnostik,


Ed. 6. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Nugraha, Gilang dan Imaduddin B. 2018. Pedoman Teknik Pemeriksaann


Laboratorium Klinik untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik.
Jakarta : Trans Info Media.

Churchhouse, A dan Julian Ormerod. 2015. Kardiologi dan Kelainan Vaskuler.


Singapura : Elsevier.