Anda di halaman 1dari 1

Tutorial pemetaan menggunakan

DroneDeploy
By Liu Purnomo October 18, 2018 6 Mins Read
Share

DroneDeploy adalah aplikasi Fotogrametri yang sangat mudah penggunaannya.Tutorial


pemetaan menggunakan DroneDeploy kali ini akan fokus membahas tentang cara membuat
misi terbang.

Aplikasi berbasis Web ini menawarkan kepada pengguna cara instan dalam pemetaan
menggunakan drone. Mulai dari merencanakan penerbangan, pengolahan data, sampai pada
export data hasil penerbangan.

Untuk export data sendiri, DroneDeploy menawarkan beberapa pilihan. Mulai dari Orthophoto
dalam berbagai format (JPG, Geotiff, OBJ). Digital Elevation Model (DEM), Point, LAS,
XYZ, Shapefiles, DXF, Contours. Dan bisa menginput GCP juga.

Ada dua metode pembuatan flight plan pada DroneDeploy ini. Yaitu dengan cara membuat
tanpa boundary, maupun dengan basemap berupa KML / SHP. Kedua metode ini akan kita
bahas secara rinci.

Berikut daftar isi tutorial:

 A. Persiapan dalam Tutorial pemetaan menggunakan DroneDeploy


 B. Membuat flight plan di DroneDeploy
o Membuka Browser
o 2. Membuat misi
o 3. Ubah nama dan atur ketinggian.
o 4. Pengaturan lanjutan.
 C. Menyiapkan KML / SHP
o 1. Buat Polygon
o 2. Export KMZ menjadi KML
 D. Membuat Flight Plan Berdasarkan KML/SHP
o 1. Import KML
o 2. Pilih File KML
 E. Penerbangan

Agar tidak ada kendala, anda sebaiknya menyiapkan bahan yang akan digunakan
dalam Tutorial ini. Adapun bahan untuk pemetaan menggunakan DroneDeploy adalah sebagai
berikut;

1. Komputer
2. Jaringan Internet
3. Akun pada DroneDeploy.com
4. Aplikasi Google Earth (Untuk membuat basemap KML)

Note : Drone deploy sangat kompatibel dengan browser Google Chrome dan Firefox. Pada
Safari seringkali ada kendala. Aplikasi ini kurang kompatibel pada Microsoft Edge dan
Internet Explore. Tidak direkomendasikan menggunakan kedua browser tersebut.