Anda di halaman 1dari 7

TERMINOLOGI anak dapat tumbuh dan berkembang secara

optimal Stimulasi tumbuh kembang anak dapat


1. Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat, dilakukan oleh setiap orang yang berinteraksi
dimana masyarakat dapat sekaligus pelayanan RUMUSAN MASALAH
profesional oleh petugas sektor, serta non- 1. Apa saja kegiatan pada posyandu?
profesional (oleh kader) dan diselenggarakan atas 2. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan
usaha masyarakat sendiri. Posyandu dapat sesuai dengan umur?
3. Apa kriteria anak dikatakan sehat?
dikembangkan dari pos pengembangan balita pos
4. Kapan seorang anak mendapatkan
imunisasi, pos KB, pos kesehatan. Pelayanan yang
imunisasi?
diberikan posyandu meliputi: KB, KIA, gizi imunisasi, 5. Imunisasi apa saja yang penting untuk anak?
dan penanggulangan diare serta kegiatan sektor 6. Apa tujuan pemberian makanan tambahan di
lain. posyandu dan apa kandungan dari makanan
2. Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh tambahan tersebut?
terhadap suatu penyakit dengan memasukkan 7. Apa pentingnya pemberian ASI eksklusif dan
sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap MPASi?
penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya 8. Bagaimana cara memberikan makanan yang
bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun sehat dan seimbang untuk bayi dan balita agar
yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap tumbuhkembang optimal?
suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan 9. Apa tujuan pemeriksaan KPSP?
atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga 10. Bagaimana cara pemeriksaan KPSP?
untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan 11. Apa bentuk intervensi yang diberikan pada
imunisasi lainnya. balita yang mengalami gangguan?
3. Makanan tambahan adalah formula yang diberikan 12. Apa kriteria rujuk yang diberikan pada balita
kepada anak mulai usia 6 bulan ke atas yang yang mengalami gangguan?
mempunyai sifat tidak memberatkan fungsi 13. Apa edukasi untuk balita yang tumbangnya
pencernaan serta memiliki zat – zat gizi yang sesuai dg umurnya?
disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk 14. Bagaimana potensi genetic seseorang?
pertumbuhan dan kesehatan yang optimal.
4. Formulir KPSP adalah alat/instrumen yang IDENTIDFIKASI MASALAH
digunakan untuk mengetahui perkembangan anak
1. Apa saja kegiatan pada posyandu?
normal atau ada penyimpangan.
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan
5. puskesmas adalah suatu unit pelaksana
salah satu bentuk Upaya Kesehatan
fungsional yang berfungsi sebagai pusat
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang
pembangunan kesehatan, pusat pembinaan
dilaksanakan oleh, dari dan bersama
peran serta masyarakat dalam bidang
kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan masyarakat, untuk memberdayakan dan
tingkat pertama yang menyelenggarakan memberikan kemudahan kepada masyarakat
kegiatannya secara menyeluruh, terpadu yang guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi
berkesinambungan pada suatu masyarakat ibu, bayi dan anak balita.
yang bertempat tinggal dalarn suatu wilayah A.Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan
tertentu utama dan kegiatan pengembangan/pilihan.
6. Stimulasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan Kegiatan utama, mencakup;
untuk merangsang kemampuan dasar anak agar - kesehatan ibu dan anak;
- keluarga berencana; dapat segera diketahui dan dirujuk ke
- imunisasi; puskesmas.
- gizi; 9. Dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman
- pencegahan dan penanggulangan diare. tentang kesehatan ibu, bayi, dan anak balita.
B.Kegiatan pengembangan/pilihan, masyarakat Waktu dan Lokasi Posyandu Penyelenggaraan
dapat menambah kegiatan baru disamping lima Posyandu sekurang-kurangnya satu (1) kali
kegiatan utama yang telah ditetapkan, dalam sebulan. Jika diperlukan, hari buka
dinamakan Posyandu Terintegrasi. Kegiatan Posyandu dapat lebih dari satu (1) kali dalam
baru tersebut misalnya; sebulan. Hari dan waktunya sesuai dengan hasil
- Bina Keluarga Balita (BKB); kesepakatan masyarakat.
- Tanaman Obat Keluarga (TOGA); - Bina Posyandu berlokasi di setiap
Keluarga Lansia (BKL); desa/kelurahan/RT/RW atau dusun, salah satu
- Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); kios di pasar, salah satu ruangan perkantoran,
- berbagai program pembangunan masyarakat atau tempat khusus yang dibangun oleh
desa lainnya. swadaya masyarakat. Tempat penyelenggaraan
Semua anggota masyarakat yang membutuhkan kegiatan Posyandu sebaiknya berada di lokasi
pelayanan kesehatan dasar yang ada di yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
Posyandu terutama;
- bayi dan anak balita; 2. Bagaimana pertumbuhan dan
- ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui; perkembangan sesuai dengan umur?
- pasangan usia subur; Tahap perkembangan anak berdasarkan
- pengasuh anak. usia
Manfaat Posyandu a. Bayi usia 1-30 hari
Bagi Masyarakat • Bayi mampu mengisap ASI dengan baik
1. Memperoleh kemudahan untuk • Bayi dapat menggerakkan kedua lengan,
mendapatkan informasi dan pelayanan kaki (kedua tungkai) secara mudah dan aktif
kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita.
• Bayi memberikan reaksi dengan melihat ke
2. Pertumbuhan anak balita terpantau
sumber cahaya dan mata bayi kadang-
sehingga tidak menderita gizi kurang atau
kadang dapat menatap ke mata ibunya
gizi buruk.
3. Bayi dan anak balita mendapatkan kapsul • Bayi mulai mengeluarkan suara,
Vitamin A mengoceh, selain menangis
4. Bayi memperoleh imunisasi lengkap.
5. Ibu hamil akan terpantau berat badannya b. Bayi usia 1-4 bulan
dan memperoleh tablet tambah darah (Fe) • Pada saat telengkung, leher bayi sudah
serta imunisasi Tetanus Toksoid (TT). kuat menyangga kepalanya dan
6. Ibu nifas memperoleh kapsul Vitamin A dan menegakkan/mengangkat kepalanya
tablet tambah darah (Fe). mengikuti gerakan badan
7. Memperoleh penyuluhan kesehatan terkait
• Bayi dapat menggenggam benda/mainan
tentang kesehatan ibu dan anak.
yang di sentuhkan pada ujung jari dan
8. Apabila terdapat kelainan pada bayi, anak
telapak tangan selama beberapa saat
balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
• Bayi dapat membalas senyuman • Anak mampu memungut benda-benda
kecil dengan jari-jari tangannya
c. Bayi usia 4-6 bulan • Anak dapat mengungkapkan keinginan
• Bayi dapat mengguling-guling dan dengan ucapan yang sederhana
berbalik dari terlentang ke telungkup atau • Anak dapat bertepuk tangan dan minum
sebaliknya sendiri dengan gelas tanpa tumpah
• Bayi dapat meraih benda yang berada
dalam jangkauan tangannya dan mencari g. Anak usia 18-24 bulan
benda yang dipindahkan • Anak belajar melompat dengan 2 kaki
• Bayi akan mencari dan menengok kearah • Anak dapat berjalan mundur paling sedikit
sumber suara 5 langkah
• Anak mampu mengenai gambar-gambar
d. Bayi usia 6-9 bulan yang diperlihatkan padanya
• Bayi mulai belajar duduk sendiri • Anak dapat mencoret-coret dengan
• Bayi mampu memindahkan benda dari menggunakan alat tulis
tangan yang satu ke tangan yang lain • Anak mampu menyebut dan menunjuk
• Jika melihat benda yang menarik , bayi bagian tubuh dengan benar
akan tertawa/berteriak • Anak dapat menirukan pekerjaan rumah
• Bayi akan menirukan bunyi dan suara yang tangga, misalnya membantu menyapu,
di dengarnya membersihkan meja atau menyiapkan meja
• Bayi dapat memegang dan makan kue maka
sendiri tanpa di bantu
3. Kapan seorang anak mendapatkan
imunisasi?
e. Bayi usia 9-12 bulan
Imunisasi lengkap untuk bayi
• Bayi dapat merangkak dan mulai belajar
0-7 hari HB 0
sendiri tanpa bantuan 1 bulan BCG, Polio 1
• Bayi mulai belajar berjalan dengan 2 bulan DPT/HB 1, Polio 2
berpegangan 3 bulan DPT/HB 2, Polio 3
• Bayi mampu meraup benda-benda kecil 4 bulan DPT/HB 3, Polio 4
seperti kacang dengan jari-jari tangannya 9 bulan Campak
• Bayi mampu mengatakan / menyebut suku
kata yang sama misalnya ma-ma, pa-pa 4. Imunisasi apa saja yang penting untuk
anak?
• Bayi mengenali orang yang sudah dikenal
dan takut pada orang belum di kenal Berikut ini merupakan lima vaksin imunisasi
dasar lengkap:
f. Anak usia 12-18 bulan
 Vaksin hepatitis B untuk mencegah penyakit
• Anak dapat berjalan sendiri
hepatitis B dan kerusakan hati. Vaksin ini
• Belajar menendang dan melempar bola diberikan 1 kali pada bayi baru lahir yang
berusia kurang dari 7 hari. Saat bayi baru dapat menyehatkan ibu, lebih efisienkarena ASI
lahir, biasanya bayi akan langsung diberikan tidah dibeli, makin lama menyusui menghindari
vaksin ini.
risiko kanker indungtelur, disamping itu memper
 Vaksin BCG untuk mencegah penyakit
tuberkulosis (TBC). Vaksin ini diberikan 1 kali panjang kehamilan berikutnya dan dapat
pada bayi yang berumur 1 bulan. mendakatkanibu dengan bayinya
 Vaksin DPT-Hepatitis B untuk mencegah
difteri, pertusis, tetanus, dan hepatitis B. ASI yang keluar pada hari pertama setelah bayi lahir
Vaksin ini diberikan 3 kali, yaitu pada saat disebut kolostrum.Kolostrum berwarna kekuning-
bayi berumur 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. kuningan dan lebih kental karena
 Vaksin polio untuk mencegah polio. Polio dapat
menyebabkan kelumpuhan dan tungkai kaki dan mengandung banyak vitamin A, protein, karbohidrat, da
lengan. Vaksin ini diberikan 4 kali, yaitu pada n lemak rendah sehingga sesuai dengankebutuhan gizi
saat bayi berumur 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Di samping itu
4 bulan. jugamengandung zat kekebalan yang penting untuk bayi
 Vaksin campak untuk mencegah campak.
terutama Ig A untuk melindungi bayi dari berbagai
Campak dapat menyebabkan komplikasi radang
paru, radang otak, dan kebutaan. Vaksin campak penyakit infeksi terutama diare.
diberikan 1 kali saat bayi berumur 9 bulan. Kolostrum bermanfaat untuk membantu pengeluaran m
ekonium, yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna
hitam kehijauan
5. Apa tujuan pemberian makanan tambahan di
posyandu dan apa kandungan dari makanan Makanan tambahan adalah formula yang
tambahan tersebut? diberikan kepada anak mulai usia 6 bulan ke
atas yang mempunyai sifat tidak
Makanan tambahan adalah formula yang
memberatkan fungsi pencernaan serta
diberikan kepada anak mulai usia 6 bulan ke
memiliki zat – zat gizi yang disesuaikan
atas yang mempunyai sifat tidak
dengan kebutuhan anak untuk pertumbuhan
memberatkan fungsi pencernaan serta
dan kesehatan yang optimal
memiliki zat – zat gizi yang disesuaikan
dengan kebutuhan anak untuk pertumbuhan Manfaat dan Tujuan Pemberian MP ASI
dan kesehatan yang optimal
Makanan pendamping ASI bermanfaat untuk memenuhi
6. Apa pentingnya pemberian ASI eksklusif dan kebutuhan zat gizianak, penyesuaian alat cerna dalam
MPASi? menerima makanan tambahan dan merupakanmasa
peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Selain untuk
Pemberian ASI sangat bermanfaat baik bagi bayi
memenuhi kebutuhan bayi terhadap zat-
maupun ibunya. Bagi bayi,ASI sangat bermanfaat
zat gizi, pemberian makanan tambahan merupakan salah
karena mengandung semua zat gizi yang diperlukan
satu proses pendidikan dimana bayi diajarkan cara men
bayiuntuk pertumbuhan dan perkembangannya,
gunyah dan menelan makanan padat dan membiasakan
mengandung kekebalan
selera-selera bayi ( Depkes RI, 2006).Menurut
terhadap penyakit infeksi, dapat meningkatkan kece
Purwitasari (2009) tujuan pemberian MP ASI pada bayi
rdasan, menghindari bayi dari diare, bersih dan tida
adalahsebagai berikut:
k pernah basi, mudah dicerna, serta membantu pert
umbuhan gigi,langit-langit, dan rahangnya secara a. Melengkapi zat gizi yang kurang karena kebutuhan zat
sempurna. Sedangkan bagi ibu, pemberian gizi yang semakinmeningkat sejalan dengan
ASIsangat bermanfaat karena mudah diberikan, pertambahan umur anak.
b. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima
Menurut Depkes RI (2006), Alat atau instrumen yang
bermacam-macammakanan dengan berbagai bentuk,
tekstur, dan rasa. digunakan adalah :
a. Formulir KPSP menurut umur
c.Melakukan adaptasi terhadap makanan yang
b. Alat bantu pemeriksaan berupa : pensil, kertas,
mengandung kadar energi yangtinggi.
bola sebesar bola tenis, kerincingan, kubus
d. Mengembangkan kemampuan mengunyah dan
berukuran sisi 2,5 cm sebanyak 6 buah, kacang
menelan
tanah, potongan biskuit kecil
5. Cara menggunakan KPSP

7. Bagaimana cara memberikan makanan yang Menurut Depkes RI (2006), Cara menggunakan
sehat dan seimbang untuk bayi dan balita agar KPSP adalah
tumbuhkembang optimal? a. Pada waktu pemeriksaan atau skrining, anak
8. Apa tujuan pemeriksaan KPSP? harus dibawa.
Shajvsajhvd
b. Tentukan umur anak dengan menanyakan
Pengertian tanggal, bulan dan tahun anak lahir. Bila umur anak
lebih 16 hari dibulatkan menjadi 1 bulan.
KPSP adalah kuesioner yang berisi 9-10 pertanyaan tentang
c. Setelah menentukan umur anak, pilih KPSP
kemampuan perkembangan yang telah dicapai anak dengan
yang sesuai dengan umur anak
sasaran anak umur 0-72 bulan (Depkes RI, 2006).
d. KPSP terdiri atas 2 macam pertanyaan, yaitu
2. Tujuan
pertanyaaan yang dijawab oleh ibu atau pengasuh
Tujuan skrining atau pemeriksaan perkembangan anak
anak dan perintah kepada ibu atau pengasuh anak
menggunakan KPSP adalah untuk mengetahui perkembangan
atau petugas untuk melaksanakan tugas yang tertulis
anak normal atau ada penyimpangan (Depkes RI, 2006).
pada KPSP.
3. Jadwal skrining
e. Jelaskan kepada orang tua agar tidak ragu-ragu
Jadwal skrining atau pemeriksaan KPSP rutin adalah pada
atau takut menjawab, oleh karena itu pastikan ibu
umur 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66 dan
atau pengasuh anak mengerti isi kuesioner tersebut.
72 bulan. Jika anak belum mencapai umur skrining tersebut,
f. Tanyakan pertanyaan tersebut secara berurutan ,
minta ibu datang kembali pada umur skrining yang terdekat
satu persatu. Setiap pertanyaan hanya ada satu
untuk pemeriksaan rutin. Misalnya bayi umur 7 bulan, diminta
jawaban , Ya atau Tidak. Catat jawaban tersebut
kembali untuk skrining KPSP pada umur 9 bulan. Apabila
dalam formulir.
orang tua datang dengan keluhan anaknya mempunyai masalah
g. Ajukan pertanyaan yang berikutnya setelah ibu
tumbuh kembang, sedangkan umur anak bukan umur skrining
atau pengasuh anak menjawab pertanyaan terdahulu.
maka pemeriksaaan menggunakan KPSP untuk umur skrining
h. Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah
terdekat yang lebih muda (Depkes RI, 2006).
terjawab.
4. Alat atau Instrumen
6. Interpretasi hasil KPSP 5) Lakukan pemeriksaan skrining rutin
Menurut Depkes RI (2006), Interpretasi hasil menggunakan KPSP setiap 3 bulan pada anak
KPSP adalah berumur kurang dari 24 bulan dan setiap 6
a. Hitunglah jumlah jawaban Ya bulan pada anak berumur 24 sampai 72 bulan.
b. Jumlah jawaban “Ya” = 9 sampai 10,
perkembangan anak sesuai dengan tahap
perkembangannya (S). b. Bila perkembangan anak meragukan (M), lakukan
c. Jumlah jawaban “Ya” = 7 sampai 8, tinadakan berikut :
perkembangan anak meragukan (M). 1) Beri petunjuk pada ibu agar melakukan stimulaasi
d. Jumlah jawaban “Ya” = 6 atau kurang, perkembangan pada anak lebih sering lagi.
kemungkinan ada penyimpangan (P). 2) Ajarkan ibu cara melakukan intervensi stimulasi
e. Apabila terdapat jawaban “Tidak”, perlu perkembangan anak untuk mengatasi
dirinci jumlah jawaban “Tidak” menurut jenis penyimpangan atau mengejar ketertinggalannya.
keterlambatan (gerak kasar, gerak halus, bicara dan 3) Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencari
bahasa, sosialisasi dan kemandirian). kemungkinan adanya penyakit yang menyebabkan
penyimpangan perkembangannya.
9. Apa bentuk intervensi yang diberikan pada
balita yang mengalami gangguan? 4) Lakukan penilaian ulang KPSP 2 minggu
kemudian dengan menggunakan daftar KPSP yang
Menurut Depkes RI (2006), setelah mendapatkan sesuai umur anak.
hasil skrining maka intervensi yang bisa 5) Jika hasil KPSP ulang jawaban “Ya” tetap 7 atau 8
diberikan adalah : maka kemungkinan ada penyimpangan (P).
a. Bila perkembangan anak sesuai umur (S), c. Bila tahapan perkembangan terjadi penyimpangan
lakukan tindakan berikut : (P), lakukan tindakan berikut :
1) Beri pujian pada ibu karena telah mengasuh Rujukan ke rumah sakit dengan menuliskan jenis
dan jumlah penyimpangan perkembangan (gerak
anaknya dengan baik.
kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, sosialisasi
2) Teruskan pola asuh anak sesuai dengan tahap dan kemandirian).
perkembangan anak. 10. Apa kriteria rujuk yang diberikan pada balita
3) Beri stimulasi perkembangan anak setiap saat, yang mengalami gangguan?
• Bila ditimbang berat badan tidak naik 2 bulan
sesering mungkin, sesuai dengan umur dan
berturut-turut atau turun rujuk ke Puskesmas.
kesiapan anak. • Bila ada gangguan perkembangan anak, rujuk
4) Ikutkan anak pada kegiatan penimbangan dan ke Puskesmas.
pelayanan kesehatan di posyandu secara • Bila anak sakit, bawa ke Puskesmas.

teratur sebulan sekali.


11. Apa edukasi untuk balita yang tumbangnya
sesuai dg umurnya?

Menurut Depkes RI (2006), setelah mendapatkan


hasil skrining maka intervensi yang bisa
diberikan adalah :
a. Bila perkembangan anak sesuai umur (S),
lakukan tindakan berikut :
1) Beri pujian pada ibu karena telah mengasuh
anaknya dengan baik.
2) Teruskan pola asuh anak sesuai dengan tahap
perkembangan anak.
3) Beri stimulasi perkembangan anak setiap saat,
sesering mungkin, sesuai dengan umur dan
kesiapan anak.
4) Ikutkan anak pada kegiatan penimbangan dan
pelayanan kesehatan di posyandu secara
teratur sebulan sekali.
5) Lakukan pemeriksaan skrining rutin
menggunakan KPSP setiap 3 bulan pada anak
berumur kurang dari 24 bulan dan setiap 6
bulan pada anak berumur 24 sampai 72 bulan.

12. Bagaimana potensi genetic seseorang?