Anda di halaman 1dari 4

PROFIL TOGA

PROFIL TOGA
PUSKESMAS II JEMBRANA

Budidaya pengembangan TOGA memiliki peluang bisnis yang sangat besar. Apalagi pada
saat ini, di masyarakat sedang berkembang “trend” kembali ke alam (back to nature),
termaksuk dalam hal penggunaan obat-obatan dan agro wisata. Disamping adanya trend
tersebut, penggunaan tumbuhan obat semakin banyak diminati masyarakat, karena pengaruh
kondisi perekonomian yang sedang mengalami krisis, sehingga banyak masyarakat yang
memilih obat-obatan alami yang harganya relatif murah, aman, dan mudah memperolehnya,
jika dibandingkan obat buatan pabrik.

Pada tahun 2017, Banjar Bratan Desa Yehkuning kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana
mulai merintis menanam tanaman obat. Hal ini didasari beberapa alasan antara lain:
1. Adanya instruksi dari dinas kesehatan Kabupaten Jembrana untuk mengembangkan
TOGA dan asuhan mandirinya.
2. Adanya kecenderungan masyarakat yang ingin kembali memanfaatkan obat-obatan
herbal yang dapat dipertanggung jawabkan ( back to nature).
3. Banyak obat-obat dari bahan kimia yang mempunyai efek tidak baik terhadap tubuh
manusia.
4. Harga obat-obatan pabrikan semakin melambung harganya.

Atas dasar alasan di atas, banjar Bratan desa yehkuning, melaui PKK dan kader mulai aktif
kembali untuk menggerakkan warganya agar menanam tanaman yang dapat berfungsi
sebagai obat. Tidak ada ketentuan tanaman apa yang harus ditanam. Tiap warga boleh
menanam apa saja yang mereka anggap penting. Dengan cara ini ternyata sangat
menguntungkan masyarakat, karena di lapangan ada demikian banyak variasi tanaman yang
dimiliki warga dengan fungsi yang sangat beragam. Keragaman tersebut berdampak pada
banyaknya jenis penyakit yang dapat dicegah atau disembukan oleh tanaman-tanaman
tersebut.

Jumlah dan Jenis tanaman TOGA

Saat ini PKK banjar bratan desa yehkuning memiliki lebih kurang 140 jenis tanaman obat-
obatan. Terdiri dari tanaman yang memang merupakaan tanaman obat maupun yang berupa
tanaman sayuran serta tanaman buah yang berkasiat mengobati. TOGA yang diprakarsai oleh
PKK banjar bratan desa yehkuning ini dikelola oleh pengurus PKK bersama-sama dengan
masyarakat yang mempunyai komitmen dan kepentingan yang sama. Walaupun jika dilihat
dari sisi jumlah tanaman TOGA PKK banjar bratan bisa dianggap kurang memadai , namun
demikian karena jenis tanaman yang ada rata-rata memiliki manfaat yang beragam dan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat, maka tanaman tersebut saat ini sudah dapat dianggap
memadai. Namun demikian para pengelola TOGA tidak akan berhenti sampai disini, kami
masih akan terus mengembangkan dan memperbanyak jenis tanaman terutama tanaman yang
banyak dibutuhkan masyarakat. Pengembangan ini sangat dimungkinkan karena ketersediaan
lahan yang cukup luas, dibarengi dengan komitmen dari pengurus PKK dan kader yang
tinggi. Tanaman yang ditanam di lahan tersebut sebagian besar berasal dari warga. Tanaman-
tanaman rambat dan pohon-pohon dengan tinggi yang relative rendah umumnya diberikan
secara sukarela oleh warga.
Pemanfaatan TOGA

Sejauh ini tanaman obat baik yang dikelola PKK banjar bratan maupun yang ditanam di
halaman rumah sendiri, sudah memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan warga di
lingkungannya. Tidak hanya untuk penyakit-penyakit ringan, seperti batuk, masuk angin,
luka, bisul, mata sakit, mimisan, menghilangkan bau badan dan untuk meningkatkan daya
tahan tubuh. Tapi juga untuk penyakit yang relative serius seperti diabetes militus, asam urat,
kolesterol tinggi, Demam Berdarah dll. Ini bisa dimengerti, karena dengan memanfaatkan
tanaman obat di rumah sendiri maupun di kebun PKK banjar bratan desa yehkuning, selain
mudah didapat, juga hampir tanpa biaya.

Tujuan dan Manfaat Budidaya TOGA ?


Tujuan utama budidaya tanaman obat yaitu untuk melindungi dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat serta melestarikan kekayaan alam melalui tanaman yang ada
disekitar kita. Manfaat yang didapat dari budidaya tanaman obat antara lain :
1. Pencegahan penyakit, jika digunakan secara dini dan kontinyu. Pengobatan pertama
pada kecelakaan (P3K) . Pengobatan pada penyakit luar dan dalam. . Untuk
mempercantik diri (kosmetik) . Membentuk iklim lingkungan yang sejuk dan nyaman
2. Bernilai estetika bagi keluarga dan lingkungan (mengurangi stres) serta Sumber
ekonomi keluarga. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa TOGA dapat difungsikan
sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada upaya-upaya kesehatan
masyarakat yang antara lain meliputi:
Upaya preventif (pencegahan) . Upaya promotif (meningkatkan derajat kesehatan) .
Upaya kuratif (penyembuhan penyakit)
3. Sarana untuk pelestarian alam.
Apabila pembuatan tanaman obat alam tidak diikuti dengan upaya-upaya
pembudidayaannya kembali, maka sumber bahan obat alam itu terutama tumbuh-
tumbuhan akan mengalami kepunahan.
4. Sarana penyebaran gerakan penghijauan.
Untuk menghijaukan lahan-lahan tidur yang saat ini mengalami pembiaran, dapat
dianjurkan penyebarluasan penanaman tanaman obat yang berbentuk pohon-pahon
yang sudah agak langka misalnya pohon asam, pohon kedaung dan lain-lain

Dalam rangka pengelolaan dan pengembangan TOGA secara berkelanjutan, maka pengurus
PKK bersama kader serta warga desa yehkuning, telah membuat perencanaan kegiatan yang
akan dilakukan bersama-sama. Kebersamaan merupakan factor penting di sini, selain untuk
menjalin silahturami juga dapat diajadikan ajang tukar pikiran, untuk memperluas jaringan
dan untuk membangun kekompakan.

Jenis Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan dalam rangka penanaman, pemeliharaan dan pengembangan TOGA
PKK banjar bratan desa yehkuning, adalah sbb:
1. Kegiatan penanaman

2. Penyediaan bibit dan tanaman. mensuport kami dengan tanaman dan bibit gratis. Jadilah
kami menanam tanaman obat hanya dengan modal tenaga, tanpa mengeluarkan uang
3. Pemupukan.

4. Selanjutnya adalah penyiraman tanaman.


5. Mencabut rumput dan membersihkan daun-daun kering.
6. Kerja bakti pengelolaan dan pemanfaatan TOGA
7. Kesepakatan bersama dalam perawatan, pengelolaan serta pengembangan TOGA
8. Asuhan mandiri para kelompok TOGA

Upaya Pengembangan

Tahun 2017 para kelompok TOGA dan kader tertantang untuk mengembangkan dengan usaha
membuat asuhan mandiri tanaman TOGA dengan upaya membuat beberapa jenis jamu
tradisional berbentuk minuman yang adapat dijual ke penduduk desa dan sekitarnya.
PROFIL TOGA

DESA YEHKUNING

KECAMATAN JEMBRANA KABUPATEN JEMBRANA