Anda di halaman 1dari 17

SISTEM BANGUNAN 5

JOINT

JOINT

LAPORAN PRAKTIKUM MAKET STRUKTUR


KABEL DAN MEMBRAN

Dosen Pengampu
Ir. YP. Suhodo Tjahyono, M.T.

Disusun Oleh:
Birgitta Stella M. (150115838)
Teofilus Allan D. S. (150115863)
Diksia Alsarizki P. (150115872)
Endah Kartika (150115875)
Yosua Dodi B. L. (150115941)
DAFTAR ISI
COVER
DAFTAR ISI
BAB 1: PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan 2
Manfaat 2
Bagi Mahasiswa 2
Bagi Dosen 2
BAB 2 : DASAR TEORI
Struktur Membran 3
Tipe dan Struktur Membran 3
Tipe Kelengkungan Permukaan Membran 3
Bentuk Anticlastic 3
Bentuk Synclastic 4
Tipe Sistem Pengaku Membran 4
Mechanically Pressed 4
Saddle Shapes 4
Riddle and Valley Shapes 5
Point Supported Shapes 6
Pneumatically Prestressed 6
BAB 3 : METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Praktikum 7
Metode Praktikum 7
Alat dan Bahan Praktikum 8
BAB 4 : ANALISIS DAN SINTESIS
Studi Preseden 9
Permodelan Struktur 11
Model 1 11
Model 2 12
BAB 5 : PENUTUP
Kesimpulan 15
Saran 15
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Struktur bentang lebar merupakan salah satu contoh dari advance structure. Penerapan
struktur ini biasanya terdapat pada bangunan yang membutuhkan ruang yang leluasa tanpa kolom,
biasanya terdapat pada bangunan dengan skala monumental. Macam dari struktur bentang lebar
dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sistem struktur kabel, sistem struktur busur, sistem struktur
cangkang, sistem struktur pneumatik, sistem struktur membran, sistem struktur spaceframe, sistem
struktur folded plate.
Dalam pembelajaran mahasiswa dituntut untuk dapat memahami logika penyaluran gaya pada
struktur bentang lebar. Pada kesempatan kali ini mahasiswa diajak untuk lebih memahami struktur
kabel dan tenda. Salah satu cara pembelajaran yang efektif adalah dengan membuat visualisasi berupa
maket. Melalui maket ini mahasiswa dapat lebih memahami bagaimana struktur dapat menahan
beban dan kearah mana serta seperti apa gaya yang terjadi pada bangunan sehingga bangunan tersebut
bisa stabil. Disamping itu, melalui membuat maket, mahasiswa dapat memahami desain struktur
kabel dan tenda yang efisien.
Dasar- dasar teori mengenai penyaluran gaya juga dapat digunakan mahasiswa dalam belajar
melogika penyaluran gaya yang terjadi pada maket yang dibuat.

1.2
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana model struktur kabel dan tenda yang efisien sehingga beban dapat tersalurkan
dengan baik?

1
BAB 1 1.3

PENDAHULUAN TUJUAN
Mengetahui dan memahami model struktur
kabel yang efisien sehingga beban dapat tersalurkan
dengan baik

1.4
MANFAAT
Penyusunan laporan praktikum ini dapat
bermanfaat bagi berbagai pihak.

1.4.1
BAGI MAHASISWA
Memahami logika pembebanan struktur
bentang lebar dan mengetahui logika gaya yang
bekerja pada struktur sehingg struktur tersebut
stabil serta dapat memperkirakan desain
struktur kabel dan tenda yang efisien.

1.4.2
BAGI DOSEN
Mampu melihat seberapa jauh pemahaman
mahsiswa dalam pembelajaran system struktur
bentang lebar dan melakukan evaluasi
pengajaran lebih baik kedepannya

2
BAB 2
dasar teori
2.1
STRUKTUR MEMBRAN
Struktur membran merupakan struktur funicularyang memanfaatkan gaya tarik murni
sehingga disebut dengan 'tensile structure'. Membran adalah suatu struktur permukaan fleksibel
tipis yang memikul beban terutama melalui poses tegangan tarik. Struktur membran
cenderung dapat menyesuaikan diri dengan cara struktur tersebut dibebani. Struktur membran
sangat peka terhadap efek aerodinamika dari angin. Efek angin menyebabkan terjadinya
fluttering (getaran). Dengan demikian, membran yang digunakan pada gedung harus distabilkan
dengan cara tertentu, hingga bentuknya dapat tetap dipertahankan pada saat memikul berbagai
kondisi pembebanan (Daniel L. Schodek, Structure-second edition, hlm 372). Dalam
konstruksi modern, struktur membran dibangun dari material-material sintetis yang tipis dan
ringan yang diberi kekuatan 'prategang' (prestressed) sehingga meningkatkan kekuatan tarik,
kekakuan, kestabilan struktur serta mempertahankan bentuknya.

2.2
TIPE DAN PERILAKU STRUKTUR MEMBRAN
Prinsip pada struktur membran kuat terhadap tarik namun tidak kaku sehingga
memerlukan struktur lain untuk mempertahankan bentuk permukaanya. Untuk meningkatkan
kemampuan menyalurkan beban, membran perlu untuk diprategangkan dan dilengkungkan.

2.3
TIPE KELENGKUNGAN PERMUKAAN MEMBRAN
Berdasarkan kelengkungannya, struktur membran dibagi atas :
2.3.1
Bentuk anticlastic /
negative surface curvature
Bentuk yang memiliki
kelengkungan 2 arah yang
berlawanan.

3
2.3.2
Bentuk synclastic /
positive surface curvature
Bentuk yang memiliki
kelengkungan 2 arah yang searah.

2.4
TIPE SISTEM PENGAKU MEMBRAN
Berdasarkan sistem pengakunya, struktur membran dibagi atas :
Mechanically Prestressed (dikenal dengan struktur tenda)
Pneumatically Presstressed

2.4.1
Mechanically Prestressed
Dalam tipe ini terdapat tiga konsep bentuk dasar dari struktur membran, yaitu:
Saddle Shapes, Ridge - Valley Shapesdan Point-supported Shapes. Setiap konsep bentuk
diatas dapat dibangun dari kombinasi rigid edges atau cable edges yang
menghubungkan membran dengan struktur pengakunya.
2.4.1 a
Saddle Shapes
Saddle Shapes terbentuk
ketika tepian membran terhubung
ke poin pendukung yang tinggi dan
rendah secara bergantian. Pada
bentuk ini tepian membran berupa
kabel (cable edges)
Saddle shapes juga dapat
terbentuk ketika salah satu tepian
membran didukung oleh elemen
melengkung yang kaku.

4
Pada bentuk ini, membrane terdiri dari 2 kelengkungan, kelengkungan utama
(yang menghubungkan antara titik tinggi – bentuk busur terbalik) dan kelengkungan
sekunder yang menggantung pada kelengkungan utama (yang menghubungkan antara
titik rendak – bentuk busur). Kedua kelengkungan ini yang membuat membran
tertarik. Sambungan antar membran mengikuti kelengkungan utama akan menambah
kekakuan dan kekuatan, dimana arah ini menahan gaya uplift akibat angin.

2.4.1 b
Ridge and Valley Shapes
Bentuk ini dapat dianggap sebagai saddle shapesyang sangat panjang. Bentuk ini
didukung oleh kabel yang disusun secara pararel atau radial pada puncak dan lembahnya.
Kabel puncak ditarik ke bawah oleh membran. Kabel pada lembah berfungsi sebagai
penahan gaya angin. Kabel ini juga dapat diganti dengan elemen kaku tanpa merubah
bentuk geometri dari membran.

5
2.4.1 c
Point Supported Shapes
Bentuk ini adalah bentuk
tenda pada umumnya, memiliki 1
titik puncak, atau dapat juga berbentuk
tenda terbalik (memiliki 1 titik rendah).
Strategi untuk mendukung titik puncak
dan rendah bervariasi. Titik rendah
dapat dihubungkan langsung ke
pondasi. Titik puncak dapat digantung
dari tiang-tiang penyangga yang
ditempatkan di tengah , melalui
cincin yang ditarik sehingga akan
lebih mengakukan membran.

2.4.2
Pneumatically Prestressed
Pada jenis struktur pnemumatik, membran memperoleh tegangan permukaan
melalui tekanan udara, sehingga dapat termasuk ke dalam struktur membran yang dapat
berdiri sendiri. Tetapi pada jenis struktur ini, memungkinkan diberi penguatan dengan
penulangan (ber-rib). Pneumatic Structuremerupakan salah satu sistem struktur yang
termasuk dalam kelompok Soft Shell Structure yang memiliki ciri khas semua gaya
yang terjadi pada membrannya berupa gaya tarik. Pada Pneumatic, gaya tarik terjadi
karena adanya perbedaan tekanan udara di dalam struktur pneumatic dengan tekanan
udara diluar struktur ini. Pneumatic Structuredibagi dalam dua kelompok besar yaitu
Air-Inflated Structure dan AirSupported Structure.

6
BAB 3
metode penelitian
3.1
TEMPAT DAN WAKTU PRAKTIKUM
3.1.1
TEMPAT PRAKTIKUM
Praktikum pembuatan maket struktur bentang lebar ini dilaksanakan di kampus dan
kemudian dilanjutkan di kostan

3.1.2
WAKTU PRAKTIKUM
Praktikum dilaksanakan pada
a. Hari pertama : Selasa, 26 Maret 2018; pukul 08.00- 10.00
b. Hari kedua : Senin, 2 April; pukul 10.00- 12.00
3.2
METODE PRAKTIKUM
3.2.1
METODE PENCARIAN DATA
Menggunakan sumber sekunder berupa kajian pustaka dari beberapa sumber baik
buku, artikel, serta jurnal. Dasar- dasar serta prinsip ini yang kemudian menjadi titik awal
dalam mendesain struktur bentang lebar jenis kabel dan tenda.

7
BAB 3
metode penelitian
3.2.2
METODE ANALISIS
Dalam menganalisis, penulis mempraktikan dasar teoi mengenai struktur bentang
lebar dengan membuat desain dan kemudian dibuat maket. Praktikum dilakukan dengan
membuat dua desain dan dua maket. Dari kedua maket tersebut salah satunya dianalisis gaya
dan stabilitas penyaluran bebannya.

3.3
ALAT DAN BAHAN
3.3.1 3.3.2
ALAT BAHAN
a. Gunting / cutter a. Bambu yang telah dipotong dengan
b. Palu panjang 60 cm, dengan tebal 3mm, 5mm,
c. Penggaris dan 7mm
d. Kamera / hp (untuk dokumentasi) b. 2 lembar triplek dengan ukuran 60 x 60 cm
e. Alat tulis c. Benang kasur dan nilon (masing-masing 1
rol)
d. Paku reng
e. Lem
f. Stocking
g. Kawat

8
BAB 4
ANALISIS DAN SINTESIS
4.1
STUDI PRESEDEN
4.1.a
Ahmed Abdul Aziz (Tensile of India)

Terdapat frame lengkung


di tengah

Joint di ujung membran


sebagai tumpuan

Berikut merupakan struktur membran dengan bentuk geometri setengah lingkaran.


Sedangkan untuk struktur membran ini memilik tumpuan frame ( struktur lengkung) di tengah
yang menjadi penyambung antar sisi membran. Kemudian membrane di beri tumpuan di ujung
– ujung sudutnya.
Seperti struktur membrane pada umumnya, diberi gaya tarik untuk menstabilkan
akibat angin. Struktur ini juga termasuk golongan antiklasik karena berupa membran tarik
dengan struktur lengkung.

Untuk struktur ini, kabel tidak menjadi


peran utama. Namun dapat dilihat dari
tumpuannya yang menjadi perpanjangan. Serta
berfungsi sebagai penegang di Se-keliling
membran.
Sehingga melalui tambahan kabel,
dapat membuat struktur membrane lebih stabil.
Tambahan kabel
sebagai penguat

9
4.1.b
Struktur Membran by ANG Project

Struktur membran ini memiliki


bentuk atristik dan geometri struktur
parabola hiperbolik. Pada struktur membran
ini memiliki 3 tumpuan yang berfungsi
sebagai penopang membran dengan
memberikan 3 tumpuan agar dapat saling
mendukung antar struktur

Struktur membran ini diberi gaya


tarik untuk menstabilkan agar tidak terjadi
kerutan dan tidak goyah karena angin.
Struktur ini tergolong berbentuk antiklastik,
maka diberi penegang pada struktur untuk
menarik membran ke 2 sumbu utama yang
bersilangan

Titik tumpu struktur

Struktur membran kecil tidak


membutuhkan kabel sebagai jaringan
pengaku, sedangkan struktur membran
besar sering membutuhkan kabel sebagai
jaringan pengaku untuk menambah
kekuatan dari struktur membran.

Gaya tarik yang diperoleh dari struktur kabel

Pada struktur membran ini terdapat


struktur kabel yang menarik membran agar
menstabilkan dan menambah kekuatan
dari struktur membran.

Struktur kabel

10
4.2
PERMODELAN STRUKTUR
4.2.a
Model 1
Ide - Sketsa

Tampak Depan

Tampak Atas

Perspektif

Pembuatan Maket

Perspektif Tampak Atas Tampak Depan

Bentuk : Dua bidang yang digabung menjadi satu pada bagian tengah ( dapat dilihat
dari tampak atas ) Kemudian pada ujung depan dan belakang di
sambungkan dengan struktur kabel. Sedangkan pada 2 bidang tadi,
dilingkupi struktur kabel.
Struktur Pendukung : Berupa tiang penarik struktur kabel pada sisi samping untuk menarik
rangka disamping guna menjaga kestabilan struktur yang ikut ditarik
oleh struktur membran.

11
4.2.b
Model 2
Ide - Sketsa

Tampak Depan Tampak Samping

Perspektif Tampak Atas

Pembuatan Maket

Perspektif Tampak Atas Tampak Depan

Bentuk : Merupakan bidang tunggal dengan kerangka didalamnya sehingga


menghasilkan perbedaan pada permukaan. Kemudian ditarik dibagian
depan menjadikan membran ini membran pra tegang.

Struktur Pendukung : Berupa tiang penarik struktur kabel pada sisi depan untuk menarik rangka
membran guna menjaga kestabilan dan menghasilkan area yang lebih luas.

12
4.2.b
Model 2

Arah Gaya
- Biru : Arah gaya tekan
- Kuning : Arah gaya tarik struktur kabel
Joint
- No.1 menunjukkan titik joint antara kabel dengan pengunci
- No. 2 menunjukkan titik joint antara busur lengkung dengan kolom
diagonal
- No. 3 menunjukkan titik joint antara kolom dengan balok
- No. 4 menunjukkan titik joint antara balok dengan struktur kabel

Penguraian Gaya

13
4.2.b
Model 2

5
4

1 3
1
2
2

Arah Gaya
- Biru : Arah gaya tekan
- Kuning : Arah gaya tarik struktur kabel
Joint
- No.1 menunjukkan titik joint antara kabel dengan pengunci
- No. 2 menunjukkan titik joint antara busur lengkung dengan kolom diagonal
- No. 3 menunjukkan titik joint antara busur lengkung dengan struktur kabel
- No. 4 menunjukkan titik joint antara kolom diagonal dengan balok
- No. 5 menunjukkan titik joint antara busur lengkung dengan struktur
membrane
Penguraian Gaya

14
BAB 5
penutup
5.1
KESIMPULAN
Dari praktikum pembuatan dua maket diatas dapat disimpulkan bahwa dalam
pembuatan sebuah struktur bentang lebar, perlu memperhatikan titik- titik joint dan arah
pembebanan yang diterima oleh tiang atau kabel pada bangunan. Pada desain pertama arah
pembebanan cukup stabil dengan didukung gaya Tarik dan tekan pada tiang dan pada kabel
yang tertata disekitar bangunan. Terdapat titik- titik yang menghubungkan kabel dengan tiang
sehingga menjadi kaku dan stabil. Penutup berupa membrane yang ditarik sesuai dengan tiang
utama pada bangunan.

5.2
SARAN
Dalam membuat desain bangunan dengan struktur bentang lebar perlu terlebih dahulu
memperhatikan fungsi yang akan diusung pada bangunan tersebut. Kesesuaian fungsi dengan
desain sangat penting dalam penggunaan dan efisienan sebuah bangunan. Logika penyaluran
beban juga perlu dipertimbangkan dalam mendesain agar tidak terdapat titik atau tiang yang
menahann beban terlalu berat sebab jika terlalu berat akan menyebabkan dimensi tiang yang
dibutuhkan akan semakin besar dan biaya yang dikeluarkan akan semakin banyak.

15