Anda di halaman 1dari 5

TKPI

1. Pengertian
Tabel Komposisi Pangan Indonesia, merupakan kumpulan data mengenai berbagai
macam jenis pangan yang ada di Indonesia disertai komponen (zat gizi) yang
dimilikinya.
2. Manfaat

 Sebagai referensi kandungan zat gizi dalam bahan makanan


 Sebagai bahan penilaian konsumsi makanan
 Sebagai penterjemah untuk mewujudkan “Kecukupan Gizi”
 Sebagai bahan perencanaan diet / makanan
 Sebagai bahan pendidikan gizi

3. Fungsi

4. Kelemahan
- Kurang lengkap memenuhi kebutuhan pengguna
- Kurangnya mengikuti pengembangan IPTEK khususnya pangan, gizi dan
kesahatan
(Seperti : Kurangnya asam amino, asam lemak, kolesterol, pangan olahan (industri
dan RT) dan gula tambahan)
- TKPI dibandingkan dnegan negara tetangga seperti, Singapura, Filipina, Malaysia
dan Thailand sangat tertinggal.
5. Isi
Tiap kelompok makanan disajikan data komposisi zat gizi sebagai berikut:
a. Makanan Mentah
Makanan dalam keadaan alami yang memerlukan pengolahan dan atau pemasakan
sebelum dikonsumsi. Contoh: beras giling, hati sapi, bayam, kedelai.
b. Makanan Masak
Makanan yang dikukus, direbus, dibakar, digoreng, dipanggang dengan atau tanpa
penambahan bumbu seperti garam dan rempah (lada, merica). Contoh: tempe
goreng, ubi jalar kuning kukus, telur ayam dadar.
c. Makanan Terolah
Makanan yang telah mengalami pengolahan sehingga dapat langsung dimakan
atau masih memerlukan pemasakan. Contoh: tepung tapioka, dapat diolah lebih
lanju tmenjadi kerupuk.
d. Masakan
Makanan yang langsung dapat dimakan dan terdiri atas beberapa bahan. Contoh:
gulai ikan yang terdiri dari ikan, santan, cabai, bumbu dan rempah.
e. BDD
Bagian yang Dapat Dimakan, atau bagian dari bahan mentah yang sudah bersih
dan siap dikonsumsi atau dimasak dan diolah. Contoh:
- BDD telur : tanpa cangkang
- BDD ikan : tanpa duri, sirip, ekor, kepala

6. Sumber Data TKPI


a. Tabel Komposisi Makanan Indonesia (1964)
b. Laporan / makalah hasil penelitian (Puslitbang Gizi dan Makanan Depkes RI)

7. Sistematika
Mengacu pada ASEAN Food Composition Tables:

- Penyajian data sesuai prinsip keselarasan.


- Menempatkan suatu makanan menurut penggunaannya.
- Ada yang berupa bahan tunggal dan ada yang terdiri dari beberapa bahan.
8. Kelompok Makanan

Kelompok Kode
Makanan Kelompok
Serealia, DHO A
Umbi berpati, DHO B
Kacang-kacangan, DHO C
Sayuran, DHO D
Buah, DHO E
Daging, Unggas, DHO F
Ikan, Kerang, Udang, DHO G
Telur, DHO H
Susu, DHO J
Lemak, Minyak K
Gula, Sirup, & Konfeksioneri M
Bumbu - bumbu N

9. Angka & Tanda

a. Angka yang tersaji dalam TKPI adalah kadar zat gizi dalam 100 gram BDD
b. Arti :

“ tidak berisi” Tidak ditentukan kadarnya

1. “ (-)” Tidak ditentukan kadarnya

2. “ +/- ” Kadar kurang dari ketentuan angka desimal

3. “0“ Makanan tidak mengandung zat gizi tersebut
4. “Angka cetak tebal” (K & Na) → Berasal dari Food Composition Tables for
Use in East Asia

10. Zat Gizi dalam TKPI

a. Zat Gizi Makro dan Serat


No Zat Gizi Satuan
1 Air g
2 Energi kkal
3 Protein g
4 Lemak g
5 Karbohidrat g
6 Serat Makanan g

b. Zat Gizi Mikro-Mineral


No Zat Gizi Satuan
1 Abu mg
2 Kalsium mg
3 Fosfor mg
4 Besi mg
5 Natrium mg
6 Kalium mg
7 Tembaga mg
8 Seng mg

c. Zat Gizi Mikro-Vitamin


No Zat Gizi Satuan
1 Retinom (Vit. A) µg
2 B-Karoten µg
3 Tiamin (Vit. B1) mg
4 Riboflavin (Vit. B2) mg
5 Niasin mg
6 Vit. C mg

11. Daftar Pendamping

- Daftar “Faktor Konversi Mentah – Masak”


- Daftar “Presentase Minyak Terserap”

12. Cara Penggunaan

a. Untuk bahan mentah


- Tetapkan berat bahan mentah
- Hitung BDD dari % BDD (untuk BDD <100%)
- Hitung nilai gizi yang bisa dilihat dan dicari di TKPI

b. Untuk bahan masak tunggal (missal digoreng)


- Tetapkan berat bahan matang
- Hitung BDD dari % BDD (untuk BDD <100%)
- Hitung berat bahan mentah bersih (Faktor Konversi mentah-masak x Berat
matang “edible portion”)
- Hitung nilai gizi yang bisa dilihat dan dicari di TKPI
- Untuk bahan masak goreng dihitung jumlah MT (Minyak Terserap = %
minyak terserap x berat matang)

13. Cover TKPI

TKPI keluaran tahun 2018


TKPI keluaran tahun 2009

Anda mungkin juga menyukai