Anda di halaman 1dari 5

1 Nama: Tn.

T
29/05/19 Usia: 27 tahun
Alamat: Jl. Apt Pranoto

Anamnesis
Pasien datang dengan keluhan luka pada tangan dan kaki. Pasien beberapa jam SMRS
tersengat listrik saat memegang besi panjang. Pingsan (-).

Pemeriksaan Fisik
KU: sedang, compos mentis
Vital sign:
TD: 110/70
N: 58 x/menit
RR: 23 x/menit
T: 36.7 C

K/L : CA -/-, SI -/-


Thoraks: simetris, retraksi (-)
Cor: S1S2 normal regular, murmur (-), gallop (-)
Pulmo: ves +/+, ronki -/-, wheezing -/-
Abdomen: supel, distensi (-), nyeri tekan (-)
Ekstremitas: akral hangat, CRT <2”

Status lokalis:
Manus sinistra: bula (+), vulnus laserasi (+)
Manus dextra: bula (+), vulnus laserasi (+)
Pedis sinistra: bula (+)

Hasil Lab
HB 16.5
HCT 49.6
RBC 5.28 juta
PLT 369 ribu
WBC 12.3 ribu

Diagnosa
Electrical injury
Combustio grade II-III 17%

Tatalaksana
 IVFD RL 3400 cc, 8 jam I 1700 cc/8 jam, 16 jam II 1700 cc/16 jam
 Injeksi ranitidine 50 mg/12 jam
 Injeksi ketorolac 30 mg/8 jam
 Injeksi ceftriaxone 1 ampul/12 jam
 Injeksi TT
 Puasa
 Pro debridement oleh Spesialis Bedah
2 Nama: Tn. s
29/05/19 Usia: 50 tahun
Alamat: Jl. Yos Soedarso

Anamnesis
Pasien datang dengan keluhan luka pada tangan dan kaki. Pasien beberapa jam SMRS
tersengat listrik saat memegang besi panjang. Pingsan (-).

Pemeriksaan Fisik
KU: sedang, compos mentis
Vital sign:
TD: 150/90
N: 83 x/menit
RR: 36 x/menit
T: 36.7 C

K/L : CA -/-, SI -/-


Thoraks: simetris, retraksi (-)
Cor: S1S2 normal regular, murmur (-), gallop (-)
Pulmo: ves +/+, ronki -/-, wheezing -/-
Abdomen: supel, distensi (-), nyeri tekan (-)
Ekstremitas: akral hangat, CRT <2”

Status lokalis:
Manus sinistra: bula (+), vulnus laserasi (+)
Manus dextra: bula (+), vulnus laserasi (+)
Pedis: bula (+)

Hasil Lab
HB 13.6
HCT 40.0
RBC 4.19 juta
PLT 308 ribu
WBC 11.3 ribu

Diagnosa
Electrical injury
Combustio grade II-III 36%

Tatalaksana
 IVFD RL 6480 cc, 8 jam I 3240 cc/8 jam, 16 jam II 3240 cc/16 jam
 Injeksi ranitidine 50 mg/12 jam
 Injeksi ketorolac 30 mg/8 jam
 Injeksi ceftriaxone 1 ampul/12 jam
 Injeksi TT
 Puasa
 Pro debridement oleh Spesialis Bedah
3 Nama: Tn. MD
29/05/19 Usia: 19 tahun
Alamat: Perum Dewa Ruci

Anamnesis
Pasien rujukan pangkalan TNI AL Sangatta dengan benjolan di anus. Pasien mengeluh ada
benjolan di anus, nyeri sejak kemarin. Pasien mengatakan benjolan semakin membesar dan
tidak dapat dimasukkan kembali. Benjolan bertambah nyeri saat pasien batuk, duduk dan
tidur terlentang. Demam (-), batuk (+), dahak (+) sejak 2 minggu yang lalu. Perdarahan tiba-
tiba atau saat BAB (-).
Pemeriksaan Fisik
KU: sedang, compos mentis
Vital sign:
TD: 120/80
N: 83 x/menit
RR: 20 x/menit
T: 36.7 C

K/L : CA -/-, SI -/-


Thoraks: simetris, retraksi (-)
Cor: S1S2 normal regular, murmur (-), gallop (-)
Pulmo: ves +/+, ronki -/-, wheezing -/-
Abdomen: supel, distensi (-), nyeri tekan (-)
Ekstremitas: akral hangat, CRT <2”
Genitalia: Ampula recti tidak kolaps, spinter ani externa kuat, darah (-)

Hasil Lab
HB 13.1
HCT 40.0
RBC 4.76 juta
PLT 357 ribu
WBC 5.57 ribu
PT 15.7
APTT 31.7
GDS 91
HbsAg negative
Anti HIV non reaktif

Diagnosa
Hemoroid interna grade IV

Tatalaksana
 IVFD RL 20 tpm
 Injeksi ranitidine 50 mg/12 jam
 Injeksi ketorolac 30 mg/8 jam
 Injeksi ceftriaxone 1 ampul/12 jam
 Pro operasi oleh Spesialis Bedah
4 Nama: Tn. I
30/05/19 Usia: 23 tahun
Alamat: Tepian Indah Bengalon

Anamnesis
Pasien datang dengan keluhan nyeri pada daerah post operasi. Keluar nanah (+), rembes.
Pasien juga merasakan nyeri kepala.

Pemeriksaan Fisik
KU: sedang, compos mentis
Vital sign:
TD: 120/80
N: 75 x/menit
RR: 20 x/menit
T: 36.7 C

K/L : CA -/-, SI -/-


Thoraks: simetris, retraksi (-)
Cor: S1S2 normal regular, murmur (-), gallop (-)
Pulmo: ves +/+, ronki -/-, wheezing -/-
Abdomen: supel, distensi (-), nyeri tekan (-)
Ekstremitas: akral hangat, CRT <2”
Status lokalis region cruris: tampak luka post op, rembes (+), pus (+), tertutup kassa. ROM
terbatas, nyeri tekan (+), hangat (+)

Hasil Lab
HB 10.1
HCT 31.0
RBC 3.77 juta
PLT 538 ribu
WBC 10.03 ribu
PT 16.6
APTT 39.61
GDS 73
HbsAg negative

Diagnosa
Post ORIF tibia sinistra
Osteomyelitis tibia sinistra

Tatalaksana
 IVFD RL 20 tpm
 Injeksi ranitidine 50 mg/12 jam
 Injeksi ketorolac 30 mg/8 jam
 Injeksi cefim 1 gr/12 jam
 Pro debridement oleh Spesialis Orthopedi
5 Nama: Nn. Safira Putri
29/05/19 Usia: 16 tahun
Alamat: Bengalon

Anamnesis
Pasien datang sadar, dibawa oleh orang lain. Pasien ditemukan di pinggir jalan Bengalon
post KLL kurang lebih pukul 10:00 WITA. Pasien dibonceng motor dan ditabrak dari sisi
kanan, motor jatuh ke sisi kiri. Pasien terlempar dan terbaring di jalan aspal. Pasien merasa
pinggang bagian belakang terbentur aspal. Nyeri di area selangkangan, kaki kanan dan kiri
sulit digerakkan. Nyeri (+), sesak (-)

Pemeriksaan Fisik
KU: sedang, compos mentis
Vital sign:
TD: 110/80
N: 128 x/menit
RR: 25 x/menit
T: 36.7 C

K/L : CA -/-, SI -/-


Thoraks: simetris, retraksi (-)
Cor: S1S2 normal regular, murmur (-), gallop (-)
Pulmo: ves +/+, ronki -/-, wheezing -/-
Abdomen: supel, distensi (-), nyeri tekan (-), tampak eksoriasi pada punggung memanjang
hingga torakalis posterior.
Ekstremitas: akral hangat, CRT <2”, motorik superior 5/5, motoric inferor 3/3

Hasil Lab
HB 12.8
HCT 39.6
RBC 4.59 juta
PLT 310 ribu
WBC 19.58 ribu
PT 15.1
APTT 32.5
GDS 120
HbsAg negative

Diagnosa
Obs paraparese ec dislokasi pubic joint
Vunlus eksoriasi torakalis posterior

Tatalaksana
 IVFD RL 20 tpm
 Injeksi ranitidine 50 mg/12 jam
 Injeksi ketorolac 30 mg/8 jam
 Injeksi ceftriaxone 1 gr/12 jam
 Gluteal fold
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20