Anda di halaman 1dari 31

BAB III

PELAKSANAAN KEGIATAN PKPA

3.1 Kegiatan yang dilakukan Selama PKPA Puskesmas


Kegiatan PKPA di Puskesmas Tumpang dilaksanakan mulai tanggal 06 Mei
sampai 18 Mei 2019. Berikut uraian kegiatan selama PKPA :
Tabel III.1Jadwal Kegiatan yang dibuat untuk pelaksanaan PKPA di Puskesmas
Tumpang
No. Hari Tanggal Jam Nama Kegiatan Tempat
07.30 - 08.00 Apel Halaman Puskesmas
08.00 - 08.30 Penyerahan mahasiswa dari dosen Ruang Tata Usaha
1 Senin 6-May-19 08.30 - 11.00 Pelayanan farmasi klinik Ruang Obat
Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO, KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - 13.00 Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
08.00 - 11.00
Farmasi Klinik Ruang Obat
2 Selasa 7-May-19
Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO, KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
08.00 - 11.00 Farmasi Klinik Ruang Obat
3 Rabu 8-May-19
Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO, KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
08.00 - 11.00
Farmasi Klinik Ruang Obat
4 Kamis 9-May-19
Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO, KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
10-May- 08.00 - 11.00 Farmasi Klinik Ruang Obat
5 Jumat
19 Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO, KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
11-May- 08.00 - 11.00
6 Sabtu Farmasi Klinik Ruang Obat
19
Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO, KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
13-May- 08.00 - 11.00 Farmasi Klinik Ruang Obat
7 Senin
19 Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO ,KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


08.00 - 11.00 Penyuluhan Ruang Tunggu
Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
14-May- 09.00-11.00
8 Selasa Farmasi Klinik Ruang Obat
19
Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO, KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


08.00 - 09.00 Penyuluhan Ruang Tunggu
Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
15-May-
9 Rabu 09.00 - 11.00 Farmasi Klinik Ruang Obat
19
Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO ,KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
08.00 - 11.00
16-May- Farmasi Klinik Ruang Obat
10 Kamis
19 Visite mandiri
11.00 - 12.00 (PTO,PIO,KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
12.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
17-May- 08.00 – 10.30 Farmasi Klinik Ruang Obat
11 Jumat
19 Visite mandiri
10.30 - 11.00 (PTO, KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
11.00 - selesai Diskusi Ruang Apoteker

07.30 - 08.00 Visite dokter Ruang Rawat Inap


Manajerial Puskesmas/ Pelayanan Gudang Farmasi/
08.00 - 11.00
18-May- Farmasi Klinik Ruang Obat
12 Sabtu
19 Visite mandiri
10.30 – 11.00 (PTO, KONSELING,MESO) Ruang Rawat Inap
11.00 -selesai Diskusi Ruang Apoteker
Tabel III.2 Kegiatan yang Dilakukan Selama PKPA di Puskesmas Tumpang
No. Hari/tanggal Kegiatan

1. Senin, 06 Mei  Apel bersama seluruh pegawai puskesmas tumpang.


2019  Penyerahan dan pengenalan mahasiswa PKPA oleh dosen
pembimbing (Bu Raditya) kepada Puskesmas.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Pelayanan resep poli/ menyiapkan obat pasien poli.
2. Menyiapkaan obat racikan (pulveres).
3. Menyiapkan obat untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
 Melakukan visite mandiri didampingi oleh preceptor (Bu ulum) ke
ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada sisa obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat.
 Melakukan diskusi terkait kegiatan dan tugas yang akan dilakukan
selama PKPA di Puskesmas Tumpang.
1. Diskusi mengenai jadwal kegiatan selamaa 2 minggu, di
pelayanan Apotek maupun di Gudang Farmasi Puskesmas.
2. Rencana tugas individu Pemantauan Terapi Obat, MESO, dan
KIE pada pasien rawat inap.
3. Rencana tugas penyuluhan mandiri yang akan dilaksanakan
pada minggu kedua.
2. Selasa, 07 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr. Trigia).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat B,C, dan D dengan pasien
rawat inap sebanyak 10 pasien
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Pelayanan resep poli/ menyiapkan obat pasien poli.
2. Menyiapkaan obat racikan (pulveres).
3. Menyiapkan obat untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
4. Di waktu luang melakukan diskusi denan AA di apotek
puskesmas.
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
 Diskusi dengan preceptor terkait dengan:
1. Pemantauan terapi obat (PTO) pasien rawat inap yang telah
dianalisa.
2. Diskusi mengenai tugas selanjutnya yaitu KIE pasien rawat
inap.
3. Rabu, 08 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr. Trigia).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat C, dan D dengan pasien rawat
inap sebanyak 7 pasien.
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Menyiapkan obat UDD untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
 Melaksanakan tugas managerial di gudang obat puskesmas:
1. Mengisi kartu stock obat sesuai dengan jumlah yang keluar.
2. Melakukan drop obat/ menyiapkan obat-obat yang akan dikirim
ke kamar obat/ puskesmas.
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
 Kembali ke apotek puskesmas untuk mengisi laci-laci obat (untuk
mempermudah pelayanan esok hari).
4. Kamis, 09 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr. Trigia).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat B dengan pasien rawat inap
sebanyak 6 pasien.
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Pelayanan resep poli/ menyiapkan obat pasien poli.
2. Menyiapkaan obat racikan (pulveres).
3. Menyiapkan obat UDD untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
4. Melakukan KIE di pelayanan apotek terhadap pasien poli.
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
 Kembali ke apotek puskesmas untuk mengisi laci-laci obat (untuk
mempermudah pelayanan esok hari).

5. Jum’at, 10 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr. Hanum).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat A dengan pasien rawat inap
sebanyak 4 pasien.
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
6. Sabtu, 11 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr. Febri).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat A dengan pasien rawat inap
sebanyak 6 pasien.
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Pelayanan resep poli/ menyiapkan obat pasien poli.
2. Menyiapkaan obat racikan (pulveres).
3. Menyiapkan obat UDD untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
 Melakukan konsultasi dengan preceptor terkait Leaflet dan
Kuisioner yang akan digunakan pada penyuluhan hari selasa.
7. Senin, 13 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr. Yuli).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat A dengan pasien rawat inap
sebanyak 6 pasien.
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melaksanakan penyuluhan mandiri dengan tema “Hipertensi”
yang dilakukan di puskesmas tumpang, dengan sasaran pasien
yang berobat ke puskesmas.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Pelayanan resep poli/ menyiapkan obat pasien poli.
2. Menyiapkaan obat racikan (pulveres).
3. Menyiapkan obat UDD untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
 Kembali ke apotek puskesmas untuk mengisi laci-laci obat (untuk
mempermudah pelayanan esok hari).
8. Selasa, 14 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr. Febri).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat A dengan pasien rawat inap
sebanyak 6 pasien.
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Pelayanan resep poli/ menyiapkan obat pasien poli.
2. Menyiapkaan obat racikan (pulveres).
3. Menyiapkan obat UDD untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
 Kembali ke apotek puskesmas untuk mengisi laci-laci obat (untuk
mempermudah pelayanan esok hari).
9. Rabu , 15 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr. Hanum).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat B dengan pasien rawat inap
sebanyak 9 pasien.
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Pelayanan resep poli/ menyiapkan obat pasien poli.
2. Menyiapkaan obat racikan (pulveres).
3. Menyiapkan obat UDD untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
 Melakukan penyusunan obat yang baru datang di gudang obat
(menyusun di lemari dan mencatat di kartu stock).
 Kembali ke apotek puskesmas untuk kembali melakukan
pelayanan dan mengisi laci-laci obat (untuk mempermudah
pelayanan esok hari).
10. Kamis, 16 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr.Yuli).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat A dengan pasien rawat inap
sebanyak 4 pasien.
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Pelayanan resep poli/ menyiapkan obat pasien poli.
2. Menyiapkaan obat racikan (pulveres).
3. Menyiapkan obat UDD untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
 Kembali ke apotek puskesmas untuk kembali melakukan
pelayanan dan mengisi laci-laci obat (untuk mempermudah
pelayanan esok hari).
11. Jum’at, 17 Mei  Melakukan visite rawat inap bersama dokter jaga (dr. Hanum).
2019 1. Visite di lakukan di ruang rawat A dengan pasien rawat inap
sebanyak 4 pasien.
2. Pada saat visite menanyakan apakah masih ada obat yang belum
dikonsumsi/ sisa obat.
3. Melakukan pemantauan terkait waktu dan cara penggunaan obat
dihari sebelumnya.
 Melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek puskesmas dengan
kegiatan:
1. Pelayanan resep poli/ menyiapkan obat pasien poli.
2. Menyiapkaan obat racikan (pulveres).
3. Menyiapkan obat UDD untuk pasien perawatan (Rawat Inap).
 Melakukan visite mandiri (mahasiswa PKPA) ke ruang rawat inap:
1. Menanyakan pada pasien rawat inap apakah ada obat yang
belum dikonsumsi/ obat sisa.
2. Memberikan obat UDD pada pasien (obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari).
3. Melakukan Konseling terkait cara dan waktu penggunaan obat
tepat.
 Kembali ke apotek puskesmas untuk kembali melakukan
pelayanan dan mengisi laci-laci obat (untuk mempermudah
pelayanan esok hari).
12. Sabtu, 11 Mei
2019

3.2 Tugas yang dikerjakan Selama PKPA Puskesmas


3.2.1 Penyuluhan Mandiri Tentang “Hipertensi”
A. Kegiatan Penyuluhan
Topik : Hipertensi
Target dan sasaran : Pasien dan pengunjung di Puskesmas Tumpang
Hari/ Tanggal : Selasa, 14 Mei 2019
Waktu : 08.00 WIB
Tempat : Puskesmas Tumpang
Pemateri Penyuluhan : Asti Pranita
B. Tujuan Instruksional
Setelah mendapatkan penjelasan tentang Hipertensi diharapkan warga
mengetahui tentang Hipertensi dengan mengetahui penyebab Hipertensi, komplikasi
Hipertensi, cara pencegahan dan pengendalian Hipertensi, makanan yang dapat
menyebabkan Hipertensi serta solusi penggunaan obat Hipertensi ketika berpuasa.
C. Peserta
Peserta yang mengikuti penyuluhan merupakan Pasien atau keluarga pasien
yang sedang berobat di Puskesmas Tumpang.
D. Metode
1. Penyuluhan
2. Tanya jawab
E. Media
Media yang digunakan dalam melakukan penyuluhan ini yaitu menggunakan
brosur yang dibagikan kepada para peserta penyuluhan, serta lembar kuisioner untuk
melihat tingkat pemahaman peserta setelah penyuluhan.

F. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan penyuluhan dilakukan pada hari Selasa, tanggal 14 Mei 2019
dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

Tabel III.3 Kegiatan yang Dilakukan Selama penyuluhan Hipertensi


No Waktu Kegiatan Penyuluhan
1. 3 Menit Setiap Pembukaan :
Pasien 1.Memperkenalkan diri
2.Menjelaskan tujuan penyuluhan
3.Menyebutkan materi penyuluhan
2. Penjelasan Materi :
1.Menjelaskan pengertian Hipertensi
2.Menjelaskan penyebab Hipertensi
3.Menjelaskan komplikasi Hipertensi
4.Menjelaskan cara pencegahan dan pengendalian Hipertensi
5.Menjelaskan makanan yang dapat menyebabkan Hipertensi
6.Menjelaskan solusi penggunaan obat Hipertensi ketika
berpuasa

G. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Proses
 Peserta antusias terhadap penyuluhan yang disampaikan

 Peserta aktif bertanya terkait tentang materi yang disampaikan

 Peserta aktif menjawab kuisioner dari petugas penyuluhan

2. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan adanya peningkatan pengetahuan terhadap
penyakit hipertensi dan peserta sudah memahami tentang penyebab hipertensi,
komplikasi Hipertensi, cara pencegahan dan pengendalian Hipertensi, makanan
yang dapat menyebabkan Hipertensi.
KUISIONER
MATERI PENYAKIT HIPERTENSI
Berikan tanda centang (√) pada kolom yang anda pilih sesuai jawaban Anda.
1. Apakah Hipertensi Dapat Disebabkan Oleh Rokok?
o Ya
o Tidak
2. Apakah Hipertensi Dapat Menyebabkan Gula Darah Meningkat?
o Ya
o Tidak
3. Kegemukan Berat Badan Dapat Mengakibatkan Darah Tinggi?
o Ya
o Tidak
4. Berikut Ini Makanan Yang Dapat Menyebabkan Darah Tinggi?
o Ikan Asin, telur asin, jeroan
o Sayuran, dan buah-buahan
5. Penyakit Darah Tinggi Dapat Menyebabkan?
o Stroke, Sakit Jantung, Sakit Ginjal
o Kanker, Mata Rabun
Tabel III.4 Kuisioner Materi Penyakit Hipertensi

 Hasil kuisioner
Data peningkatan pengetahuan pasien dari hasil pre-test dan post-test.
Sebelum dan sesudah mendapat materi penyuluhan, peserta diminta untuk
mengisi lembar pre-test dan post-test yang berisi 5 buah pernyataan. Berikut diagram
hasil presentase pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta penyuluhan :
120

100

80

60 Benar
Salah
40

20

0
Pre test Post test

Gambar 3.1 Hasil Kuisioner Hipertensi


Dari hasil pre-test dan post-test dapat diambil kesimpulan bahwa setelah
diadakan penyuluhan, pengetahuan masyarakat tentang hipertensi mengalami kenaikan
sebesar 32,72%.

Gambar 3.2 Brosur mengenai Hipertensi


H. Materi Penyuluhan
 Definisi Hipertensi
Hipertensi atau penyakit “darah tinggi” merupakan kondisi seseorang mengalami
kenaikan tekanan darah baik secara lembut atau mendadak (akut). Hipertensi
didefinisikan sebagai tekanan sistolik diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas
90 mmHg. Pada populasi lanjut usia, hipertensi didefinisikan sebagai tekan sistolik
160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg (Sheps, 2005). 2. Klasifikasi Hipertensi
Berdasarkan konsesus Perhimpunan Hipertensi Indonesia tahun 2007, menggunakan
klasifikasi WHO dan JNC 7 sebagai klasifikasi hipertensi yang digunakan di
Indonesia.
 Etiologi
Berdasarkan penyebabnya hipertensi terbagi menjadi dua golongan
menurut Corwin (2009), Irianto (2014), Padila (2013), Price dan Wilson (2006),
Syamsudin (2011), Udjianti (2010) :
a. Hipertensi esensial atau hipertensi primer.
Merupakan 90% dari seluruh kasus hipertensi adalah hipertensi esensial yang
didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah yang tidak diketahui
penyebabnya (Idiopatik). Beberapa faktor diduga berkaitan dengan
berkembangnya hipertensi esensial seperti berikut ini:
1) Genetik: individu yang mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi,
beresiko tinggi untuk mendapatkan penyakit ini. Faktor genetik ini tidak dapat
dikendalikan, jika memiliki riwayat keluarga yang memliki tekanan darah tinggi.
2) Jenis kelamin dan usia: laki – laki berusia 35- 50 tahun dan wanita menopause
beresiko tinggi untuk mengalami hipertensi. Jika usia bertambah maka tekanan
darah meningkat faktor ini tidak dapat dikendalikan serta jenis kelamin laki–laki
lebih tinggi dari pada perempuan.
3) Diet: konsumsi diet tinggi garam atau lemak secara langsung berhubungan
dengan berkembangnya hipertensi. Faktor ini bisa dikendalikan oleh penderita
dengan mengurangi konsumsinya karena dengan mengkonsumsi banyak garam
dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya
dengan penderita hipertensi, diabetes, serta orang dengan usia yang tua karena jika
garam yang dikonsumsi berlebihan, ginjal yang bertugas untuk mengolah garam
akan menahan cairan lebih banyak dari pada yang seharusnya didalam tubuh.
Banyaknya cairan yang tertahan menyebabkan peningkatan pada volume darah
seseorang atau dengan kata lain pembuluh darah membawa lebih banyak cairan.
Beban ekstra yang dibawa oleh pembuluh darah inilah yang menyebabkan
pembuluh darah bekerja ekstra yakni adanya peningkatan tekanan darah didalam
dinding pembuluh darah. Kelenjar adrenal memproduksi suatu hormon yang
dinamakan Ouobain. Kelenjar ini akan lebih banyak memproduksi hormon
tersebut ketika seseorang mengkonsumsi terlalu banyak garam. Hormon ouobain
ini berfungsi untuk menghadirkan protein yang menyeimbangkan kadar garam dan
kalsium dalam pembuluh darah, namun ketika konsumsi garam meningkat
produksi hormon ouobain menganggu kesimbangan kalsium dan garam dalam
pembuluh darah. Kalsium dikirim kepembuluh darah untuk menyeimbangkan
kembali, kalsium dan garam yang banyak inilah yang menyebabkan penyempitan
pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.
Konsumsi garam berlebih membuat pembuluh darah pada ginjal menyempit dan
menahan aliran darah. Ginjal memproduksi hormone rennin dan angiostenin agar
pembuluh darah utama mengeluarkan tekanan darah yang besar sehingga
pembuluh darah pada ginjal bisa mengalirkan darah seperti biasanya. Tekanan
darah yang besar dan kuat ini menyebabkan seseorang menderita hipertensi.
Konsumsi garam per hari yang dianjurkan adalah sebesar 1500 – 2000 mg atau
setara dengan satu sendok teh. Perlu diingat bahwa sebagian orang sensitif
terhadap garam sehingga mengkonsumsi garam sedikit saja dapat menaikan
tekanan darah. Membatasi konsumsi garam sejak dini akan membebaskan anda
dari komplikasi yang bisa terjadi.
4) Berat badan: Faktor ini dapat dikendalikan dimana bisa menjaga berat badan
dalam keadaan normal atau ideal. Obesitas (>25% diatas BB ideal) dikaitkan
dengan berkembangnya peningkatan tekanan darah atau hipertensi.
5) Gaya hidup: Faktor ini dapat dikendalikan dengan pasien hidup dengan pola
hidup sehat dengan menghindari faktor pemicu hipertensi itu terjadi yaitu
merokok, dengan merokok berkaitan dengan jumlah rokok yang dihisap dalam
waktu sehari dan dapat menghabiskan berapa putung rokok dan lama merokok
berpengaruh dengan tekanan darah pasien. Konsumsi alkohol yang sering, atau
berlebihan dan terus menerus dapat meningkatkan tekanan darah pasien sebaiknya
jika memiliki tekanan darah tinggi pasien diminta untuk menghindari alkohol agar
tekanan darah pasien dalam batas stabil dan pelihara gaya hidup sehat penting
agar terhindar dari komplikasi yang bisa terjadi.
 Komplikasi hipertensi
Tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama akan merusak endothel arteri
dan mempercepat atherosklerosis. Komplikasi dari hipertensi termasuk rusaknya
organ tubuh seperti jantung, mata, ginjal, otak, dan pembuluh darah besar.
Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk penyakit serebrovaskular (stroke,
transient ischemic attack), penyakit arteri koroner (infark miokard, angina), gagal
ginjal, dementia, dan atrial fibrilasi. Bila penderita hipertensi memiliki faktor-
faktor resiko kardiovaskular lain (tabel 3), maka akan meningkatkan mortalitas
dan morbiditas akibat gangguan kardiovaskularnya tersebut. Menurut Studi
Framingham, pasien dengan hipertensi mempunyai peningkatan resiko yang
bermakna untuk penyakit koroner, stroke, penyakit arteri perifer, dan gagal
jantung (Pharmaceutical Care Penyakit Hipertensi, 2011).
 Gejala Klinis
Secara umum pasien dapat terlihat sehat atau beberapa diantaranya sudah
mempunyai faktor resiko tambahan, tetapi kebanyakan asimptomatik.
Faktor resiko mayor Kerusakan organ target
 Hipertensi  Jantung : Left ventricular
 Merokok hypertrophy
 Obesitas (BMI ≥30)  Angina atau sudah pernah infark
miokard
 Immobilitas
 Sudah pernah revaskularisasi
 Dislipidemia coroner
 Diabetes mellitus  Gagal jantung
 Mikroalbuminuria atau perkiraan  Otak : Stroke atau TIA
GFR<60 ml/min  Penyakit ginjal kronis
 Umur (>55 tahun untuk laki-laki,  Penyakit arteri perifer
>65 tahun untuk perempuan)  BMI = Body Mass Index; GFR=
glomerular Filtration Rate; TIA
 Riwayat keluarga untuk penyakit = transient ischemic attack
kardiovaskular prematur (laki-laki
< 55 tahun atau perempuan < 65
tahun)
Tabel III.5 Faktor-faktor resiko kardiovaskular (Pharmaceutical Care
Penyakit Hipertensi, 2011).
 Penatalaksanaan Hipertensi
1. Terapi nonfarmakologi
Menerapkan gaya hidup sehat bagi setiap orang sangat penting untuk
mencegah tekanan darah tinggi dan merupakan bagian yang penting dalam
penanganan hipertensi. Semua pasien dengan prehipertensi dan hipertensi harus
melakukan perubahan gaya hidup. Perubahan yang sudah terlihat menurunkan
tekanan darah disamping menurunkan tekanan darah pada pasien-pasien dengan
hipertensi, modifikasi gaya hidup juga dapat mengurangi berlanjutnya tekanan darah
ke hipertensi pada pasien-pasien dengan tekanan darah prehipertensi. Modifikasi
gaya hidup yang penting yang terlihat menurunkan tekanan darah adalah mengurangi
berat badan untuk individu yang obes atau gemuk; mengadopsi pola makan DASH
(Dietary Approach to Stop Hypertension) yang kaya akan kalium dan kalsium; diet
rendah natrium; aktifitas fisik; dan mengkonsumsi alkohol sedikit saja.
Fakta-fakta berikut dapat diberitahu kepada pasien supaya pasien mengerti
rasionalitas intervensi diet:4
a. Hipertensi 2 – 3 kali lebih sering pada orang gemuk dibanding orang dengan
berat badan ideal
b. Lebih dari 60 % pasien dengan hipertensi adalah gemuk (overweight)
c. Penurunan berat badan, hanya dengan 10 pound (4.5 kg) dapat menurunkan
tekanan darah secara bermakna pada orang gemuk
d. Obesitas abdomen dikaitkan dengan sindroma metabolik, yang juga prekursor
dari hipertensi dan sindroma resisten insulin yang dapat berlanjut ke DM tipe 2,
dislipidemia, dan selanjutnya ke penyakit kardiovaskular.
e. Diet kaya dengan buah dan sayuran dan rendah lemak jenuh dapat menurunkan
tekanan darah pada individu dengan hipertensi
f. Walaupun ada pasien hipertensi yang tidak sensitif terhadap garam,
kebanyakan pasien mengalami penurunaan tekanan darah sistolik dengan
pembatasan natrium.
JNC VII menyarankan pola makan DASH yaitu diet yang kaya dengan buah,
sayur, dan produk susu redah lemak dengan kadar total lemak dan lemak jenuh
berkurang. Natrium yang direkomendasikan < 2.4 g (100 mEq)/hari. Aktifitas fisik
dapat menurunkan tekanan darah. Olah raga aerobik secara teratur paling tidak 30
menit/hari beberapa hari per minggu ideal untuk kebanyakan pasien. Studi
menunjukkan kalau olah raga aerobik, seperti jogging, berenang, jalan kaki, dan
menggunakan sepeda, dapat menurunkan tekanan darah. Merokok merupakan faktor
resiko utama independen untuk penyakit kardiovaskular. Pasien hipertensi yang
merokok harus dikonseling berhubungan dengan resiko lain yang dapat diakibatkan
oleh merokok.
2. Terapi Farmakologi
Ada 9 kelas obat antihipertensi Diuretik, penyekat beta, penghambat enzim
konversi angiotensin (ACEI), penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan
antagonis kalsium dianggap sebagai obat antihipertensi utama (tabel 5). Obat-obat
ini baik sendiri atau dikombinasi, harus digunakan untuk mengobati mayoritas pasien
dengan hipertensi karena bukti menunjukkan keuntungan dengan kelas obat ini.
Beberapa dari kelas obat ini (misalnya diuretik dan antagonis kalsium) mempunyai
subkelas dimana perbedaan yang bermakna dari studi terlihat dalam mekanisme
kerja, penggunaan klinis atau efek samping. Penyekat alfa, agonis alfa 2 sentral,
penghambat adrenergik, dan vasodilator digunakan sebagai obat alternatif pada
pasien-pasien tertentu disamping obat utama. Evidence-based medicine adalah
pengobatan yang didasarkan atas bukti terbaik yang ada dalam mengambil keputusan
saat memilih obat secara sadar, jelas, dan bijak terhadap masing-masing pasien dan/
atau penyakit. Praktek evidence-based untuk hipertensi termasuk memilih obat
tertentu berdasarkan data yang menunjukkan penurunan mortalitas dan morbiditas
kardiovaskular atau kerusakan target organ akibat hipertensi. Bukti ilmiah
menunjukkan kalau sekadar menurunkan tekanan darah, tolerabilitas, dan biaya saja
tidak dapat dipakai dalam seleksi obat hipertensi. Dengan mempertimbangkan
faktor- faktor ini, obat-obat yang paling berguna adalah diuretik, penghambat enzim
konversi angiotensin (ACEI), penghambat reseptor angiotensin (ARB), penyekat
beta, dan antagonis kalsium (CCB) (Pharmaceutical Care Penyakit Hipertensi,
2011).
3. Pertimbangan lain dalam Pemilihan obat Antihipertensi
Efek yang berpotensi menguntungkan (Pharmaceutical Care Penyakit
Hipertensi, 2011):
• Diuretik tipe thiazide berguna untuk memperlambat demineralisasi pada
osteoporosis.
• β-blocker dapat berguna untuk pengobatan atrial takhiaritmia/fibrilasi, migraine,
tirotoksikosis (jangka pendek), atau tremor esensial.
• Kalsium antagonis dapat berguna juga untuk pengobatan sindroma Raynaud dan
aritmia tertentu
• α-blocker dapat berguna untuk gangguan prostat Efek yang berpotensi tidak
menguntungkan
• Diuretik tipe thiazide harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan
diagnosa pirai atau yang mempunyai sejarah medis hiponatremia yang bermakna.
• Hindari penggunaan penyekat β pada pasien asma, reactive airway disease, atau
second or third degree heart block
• ACEI dan ARB tidak boleh diberikan kepada perempuan punya rencana hamil dan
kontraindikasi pada perempuan hamil. ACEI tidak boleh diberikan pada pasien
dengan riwayat angioedema.
• Antagonis aldosteron dan diuretic penahan kalium dapat menyebabkan
hiperkalemia, sehingga jangan diberikan kepada pasien dengan kalium serum >5.0
mEq/L (tanpa minum obat apa-apa
3.2.2 Melakukan Pemantauan Terapi Obat (PTO)
Target dan sasaran : Pasien rawat inap di Puskesmas Tumpang
Waktu : Visite mandiri
Tempat : Puskesmas Tumpang
Pemantau: Asti Pranita

Nama Puskesmas : Puskesmas Tumpang Tinggi Badan :-


Apoteker : Alamat : Glagah Dowo 6/6
Nama Pasien : Ny. SA No. Telp. :-
Jenis Kelamin : Perempuan Tanggal Masuk Puskesmas : 5 Mei 2019
Umur : 60 Tahun No. Rekam Medik : 2735/ 17562
Berat Badan :- Ruang Rawat : B VI-1

KELUHAN UTAMA :
Pusing, Lemas, Nyeri Dada, Mual, Muntah, Tidak Nafsu Makan

RIWAYAT PENYAKIT :
1. Penyakit Dahulu
Hipertensi kurang lebih 1 tahun, dan tidak rutin minum obat
2. Penyakit Sekarang

RIWAYAT KELUARGA :
-

DIAGNOSIS :
HT + DM + Gastropati DM

RIWAYAT PENGGUNAAN OBAT :


-

Alergi :-
Merokok :-
Alkohol :-
Obat Tradisional :-
Lain-Lain :-
HASIL PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal
Data Klinik Nilai Normal 6/5/201 7/5/201 8/5/201
11/5/2019
9 9 9
Tekanan Darah 120/80 mmHg 160/90 160/90 180/80 130/90
Nadi 60-100x/menit 106 80 79 80
RR 12-20 bpm 20 20 20 20
Suhu 36,5-37,5o C 36,7 36 36
GCS 4.5.6 4.5.6 4.5.6 4.5.6
Nyeri Negatif + - - -
Lemah Negatif + + + -
Sesak Negatif - - - -
Batuk Negatif - - - -
Mual Negatif + + + -
Muntah Negatif + + + -

DATA LABORATORIUM
Data Tanggal
Nilai Normal
Laboratorium 6/5/2019 7/5/2019 8/5/2019
Pem. ginjal:
Serum kreatinin 0,6-1,3 mg/dL 0,69 mg/dL
Ureum 10-50 mg/μL 59,61 mg/μL
Pem. Hati:
SGOT (AST) 5-35 μ/L 12 μ/L
SGPT (ALT) 5-35 μ/L 15 μ/L
Pem. Gula Darah:
GDA < 140 mg/dL 525 mg/dL
GDP 70-115 mg/dL 335 mg/dL
Pem. Bilirubin:
Bilirubin total < 1,4 mg/dL
Bilirubin direk < 0,40 mg/dL
Pem. Lemak:
LDL < 130 mg/dL
HDL 30-70 mg/dL
Lk : 40-160 mg/dL
Trigliserida
Pr : 35-135 mg/dL
Pem. Hematologi:
WBC (leukosit) 3200-10000/mm3 11,67/mm3
Lk : 13-18 g/dL
Hb 13,2 g/dL
Pr : 12-16 g/dL
Neutrofil 36% - 73% 88,1%
Trombosit 170-380x103/mm3 273
Lk : < 15 mm/jam
LED
Pr : < 20 mm/jam
Hematokrit (Hct) 40-54% 40%
Pem. Elektrolit:
Natrium 135-144 mmol/L
0-17 th: 3,6-5,2 mmol/L
Kalium >18 th: 3,6-4,8 mmol/L
Klorida 97-106 mmol/L
Kalsium 8,8-10,4 mg/dL
Fosfat 2,5-5,0 mg/dL
Magnesium 0,85-1,15 mmol/L
Pem. Gas Darah:
PH 7,25-7,45
PaCO2 35-45 mmHg
PaO2 75-100 mmHg
HCO3 21-25 mmol
Pem. Widal:
S. Typhi O Negatif -
S. Typhi H Negatif -
S. Paratyphi A Negatif -
S. Paratyphi B Negatif -

PENGGUNAAN OBAT SAAT INI

Tanggal
Obat Rute Dosis Frek
6/5/19 7/5/19 8/5/19 9/5/19 10/5/19 11/5/19
1000:500cc/ √ √ √ √
Infus NS IV √ KRS
24jam
2x50mg
Inj. Ranitidine IV √ //

Captopril PO 3x25mg 3x1 √ √ √ √ √ √


PO 1x5mg 0-0-1 sebelum √ √ √ √
Glibenklamid √ √
tidur
Metformin PO 3x500mg 3x1 √ √ √ √ √ √

VIT. B PO 3x1 √ √ √ //
PO
Domperidone √ //
PO 1-0-0
Amlodipine √ √ √
2x1 ac
Omeprazole PO √ √
Propranolol 2x1
PO √ //

Antasida PO 3x1 √
PEMANTAUAN SOAP
No. Tanggal Subjektif Objektif Assesment Plan Ket
1. 6/5/19 Pasien masih 1. Pemeriksaan 1. Menanyakan sejak 1. Menjelaskan cara
merasa lemas, menunjukkan terjadinya kapan pasien merasakan penggunaan dan waktuu
tidak nafsu peningkatan TD. keluhan? penggunaan obat yang
makan, pusing, 2. Pemeriksaan 2. Menanyakan apakah tepat pada pasien.
dan mual- laboratorium pasien sering merasakan 2. Menyarankan pasien
muntah. menunjukkan terjadinya pusing? untuk mengkonsumsi
peningkatan sel darah 3. Menanyakan apakah makan-makanan yang
putih pasien yang pasien sering buang air diberi dari puskesmas
memungkinkan adanya kecil malam hari? yang telah sesuai dengan
indikasi lain. 4. Apakah ada obat- kondisi dan kebutuhan
3. Pada hasil obatan yang sebelumnya gizi pasien.
pemeriksaan Gula darah pernah dikonsumsi?
sewaktu pasien 5. Apakah pasien
menunjukkan adanya memilik riwayat penyakit
peningkatan. sebelumnya?
6. Mengapa pasien tidak
rutin mengkonsumsi obat
sebelumnya?
2. 7/5/19 Pasien masih 1. Pemeriksaan 1. Menanyakan keluhan 1. Menjelaskan cara
merasa lemas, menunjukkan TD apa yang masih penggunaan dan waktuu
batuk-batuk, pasien masih tinggi. dirasakan oleh pasien? penggunaan obat yang
mual-muntah 2. Pada hasil 2. Menanyakan apakah tepat pada pasien, karena
baik sebelum pemeriksaan GDP ada sisa obat yang belum ada obat yang harus
maupun pasien menunjukkan dikonsumsi? dikonsumsi 15 menit
sesudah adanya peningkatan. 3. Menanyakan sebelum makan, dan 5
makan, sudah bagaimana waktu menit setelah makan.
ada nafsu meminum obat yang 2. Menjelaskan pada
makan. sebelumnya, apakah pasien pentingnya gizi
sudah tepat. yang sesuai kondisi pasien
oleh karena itu, pasien
harus mengkonsumsi
makan-makanan yang
diberi dari puskesmas.
3. 8/5/19 Pasien masih 1. TD pasien 1. Menanyakan keluhan 1. Menjelaskan cara
lemas, batuk- mengalami peningkatan apa yang masih penggunaan dan waktuu
batuk, namun dari sebelumnya. dirasakan oleh pasien? penggunaan obat yang
lebih membaik 2. Menanyakan apakah tepat pada pasien, karena
dari ada sisa obat yang belum ada obat yang harus
sebelumnya. dikonsumsi? dikonsumsi 15 menit
3. Menanyakan sebelum makan, dan 5
bagaimana waktu menit setelah makan.
meminum obat yang 2. Tetap melakukan
sebelumnya, apakah intervensi pada pasien
sudah tepat. pentingnya gizi yang
sesuai kondisi pasien oleh
karena itu, pasien harus
mengkonsumsi makan-
makanan yang diberi dari
puskesmas

4. 9/5/19 Pasien masih 1. Pemeriksaan 1.Menanyakan 1. Menjelaskan cara


merasa mual menunjukkan TD bagaimana kepatuhan penggunaan dan waktuu
dan pusing¸ pasien masih tinggi. konsumsi obat pasien. penggunaan obat yang
batuk-batuk, 2. Gula darah pasien 2. Menanyakan pola tidur tepat pada pasien, karena
nyeri dada. masih tinggi pasien apakah istirahat ada obat yang harus
cukup. dikonsumsi 15 menit
3. Menanyakan keluhan sebelum makan, dan 5
apa yang masih menit setelah makan.
dirasakan oleh pasien? 2. Tetap melakukan
4. Menanyakan apakah intervensi pada pasien
ada sisa obat yang belum pentingnya gizi yang
dikonsumsi? sesuai kondisi pasien oleh
karena itu, pasien harus
mengkonsumsi makan-
makanan yang diberi dari
puskesmas.
5. 10/5/19 Kondisi pasien TD pasien sudah 1. Menanyakan keluhan 1 Tetap menganjurkan
sudah semakin mengalami penurunan, apa yang masih untuk patuh
membaik. namun belum mencapai dirasakan oleh pasien? mengkonsumsi obat
normal. 2. Menanyakan apakah sesuai cara dan waktu
ada sisa obat yang belum penggunaan yang tepat.
dikonsumsi? 2. Menganjurkan untuk
3.Menanyakan menghindar makanan
bagaimana kepatuhan manis yang berlebihan
konsumsi obat pasien.
4. Menanyakan pola
istirahat dan makan
pasien?
6. 11/5/19 Kondisi pasien 1. Sebelum pasien pulang
sudah semakin melakukan KIE tentang
membaik. informasi obat-obatan
(pasien KRS) untuk pasien.
2. Menyarankan pasien
untuk menerapkan pola
hidup sehat (menjaga
makanan, perbanyak
konsumsi buah dan sayur,
hindari makanan manis
yang berlebihan,
melakukaan aktivitas fisik/
olahraga ringan)

3.2.3 Melakukan KIE pada Pasien Rawat Inap


Target dan sasaran : Pasien rawat inap di Puskesmas Tumpang
Waktu : Visite mandiri
Tempat : Puskesmas Tumpang
3.2.4 Melakukan Monitoring Efek Samping obat pada Pasien Rawat Inap
Target dan sasaran : Pasien rawat inap di Puskesmas Tumpang
Waktu : Visite mandiri
Tempat : Puskesmas Tumpang
Pemantau : Asti Pranita
PASIEN
Nama : Siti Aminah Penyakit Utama Kesudahan (beri tanda X):
NRM : 2735/17562 Hipertensi, DM, o Sembuh
Tgl. Lahir : - Gastropati DM o Meninggal
L / P (hamil / tidak hamil / tidak tahu) o Sembuh dengan gejala sisa
Suku : - o Belum sembuh
Berat badan : - kg o Tidak tahu
Penyakit/kondisi lain yang menyertai:
Pekerjaan : Berjualan
o Gangguan ginjal
o Gangguan hati
o Alergi
o Kondisi medis lainnya
o Faktor industri, pertanian, kimia, dan lain-lain
REAKSI EFEK SAMPING OBAT (ESO)
Saat/tgl mula terjadi: 6/5/2019 Kesudahan (beri tanda X):
Bentuk/manifestasi E.S.O. yang terjadi: Tanggal:
Batuk-batuk o Sembuh
o Meninggal
o Sembuh dengan gejala sisa
Data laboratorium (jika ada): o Belum sembuh
- o Tidak tahu
Reaksi E.S.O. yang pernah dialami:
Batuk kering
Tindakan yang telah dilakukan untuk mengatasi reaksi E.S.O.:
Menyarankan untuk diberi obat batuk

OBAT
Pemberian
Nama Indikasi Bentuk Beri tanda Rute Dosis/waktu Tgl. Mulai Tgl. akhir Indikasi
(Nama Sediaan X untuk penggunaan
dagang/Pabrik) obat yang
dicurigai
Captopril Tablet X PO 3x1 (15mg) 6/5/2019 11/5/2019 Hipertensi
Glibenclamid Tablet PO
Metformin Tablet PO
Vit. B Tablet PO
Amlodipine Tablet PO

Apakah reaksi E.S.O. hilang setelah obat dihentikan ? Apakah reaksi E.S.O. yang sama timbul sewaktu obat yang


dicurigai digunakan kembali:


Ya
o Tidak
Ya

o Tidak tahu
o Tidak
o Tidak tahu

PELAPOR

Nama : Asti Pranita Tumpang, 11 Mei 2019


o Dokter
o Perawat
 Farmasis
( _______________________ )
Asal Ruangan/Poliklinik: Rawat Inap B VI-1 Tanda tangan pelapor

Kirimkan Formulir yang sudah diisi kepada: Sekretaris Panitia Farmasi dan Terapi, d/a Instalasi
Farmasi
3.2.5 Melakukan Pelayanan Informasi Obat (PIO) pada Pasien Rawat Inap
Waktu : Visite rawat inap bersama tenaga kesehatan lain
Tempat : Puskesmas Tumpang
No. Tanggal: 10 Mei 2019
Metode: lisan / tulisan / telepon
1. Identitas penanya
Nama: dr. Febri
No. telp:-
Status: Pasien/ Keluarga Pasien/ Petugas Kesehatan
2. Data pasien
Umur:-
Tinggi:-
BB:-
Jenis kelamin: Laki-laki/ Perempuan
3. Pertanyaan:
Uraian pertanyaan
1. Mengapa antasida dan ranitidine itu berinteraksi?
2.Solusi dalam penggunaan antasida dan ranitidine dalam waktu bersamaan
bagaimana?
Jenis pertanyaan:
o Identifikasi obat Dosis
 Interaksi obat Penggunaan teraupetik
o Harga obat Farmakokinetika
o Kontra indikasi Farmakodinamik
o Cara pemakaian Ketersediaan obat
o Stabilitas Lain-lain
o Efek samping obat
4. Jawaban:
1. Karena Antasida dapat menurunkan konsentrasi pada H2blocker. Sehigga kerja
ranitidine akan terganggu, mekanismenya terkait dengan absorbsi dan
bioavaibilitas dikarenakan penetralan asam.
2. Disarankan bahwa H2blocker diberikan satu atau dua jam sebelum antasida,
ataupun sebaliknya.
5. Referensi:
Bachmann KA, et al.Drug interactions of h-2-receptor antagonists. Scand J
Gastroenterol 29 (2004): 14-9
Depkes RI.2007. Pelayanan informasi obat. Jakarta.
6. Penyampaian jawaban: Segera/ Dalam 24 Jam/ Lebih Dari 24 Jam
Apoteker yang menjawab:
Tanggal: 10 Mei 2019 Waktu: 07.30
Metode menjawab: Lisan/ Tulisan/ Telepon
BAB IV
PEMBAHASAN
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama,
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) yang kami lakukan berada
di Puskesmas Tumpang. Puskesmas Tumpang merupakan unit pelaksanaan Dinas
Kesehatan Kabupaten Malang. Lokasi Puskesmas Tumpang yang berlokasi di Jl.
Setiawan No.227, Ledoksari, Tumpang, Jawa Timur 65156. Jumlah rawat inap
terdapat 5 kelas. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tumpang sudah mengacu
pada PMK No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas, dimana pada pasal 3 disebutkan bahwa standar pelayanan kefarmasian di
Puskesmas meliputi (a) Pengelelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai
dan (b) Pelayanan farmasi klinik. Kegiatan PKPA di puskesmas Tumpang sendiri
diikuti oleh 2 orang peserta selama 2 minggu (06 Mei sampai 18 Mei 2019).
Setiap hari mahasiswa melakukan praktek dari pukul 07.30 sampai dengan
pukul 13.00 WIB pada hari senin s/d kamis, dan pukul 07.30 sampai 11.00 pada hari
jum’at dan sabtu secara bergantian di Ruang Farmasi Puskesmas dan gudang obat
puskesmas. Selama melakukan PKPA di puskesmas Tumpang terdapat berbagai
kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan pelayanan kefarmasian di Apotek maupun
di Gudang farmasi puskesmas, visite dengan tenaga kesehatan lain dan visite mandiri
dari mahasiswa PKPA. Sebagai berikut uraian dari kegiatan yang dilakukan
mahasiswa.
Pada kegiatan visite kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan,
pelaksanaan, pembuatan dokumentasi dan rekomendasi. Mahasiswa PKPA
melakukan visite pagi hari bersama tenaga kesehatan lainnya yang terdiri dari dokter,
dan perawat untuk melihat perkembangan kesehatan pasien, mahasiswa PKPA
sendiri berperan memantau penggunaan obat pasien rawat inap dengan menanyakan
apakah masih ada obat yang belum dikonsumsi/ sisa obat, melakukan pemantauan terkait
waktu dan cara penggunaan obat apakah sudah benar dan sesuai arahan. Selain itu
mahasiswa PKPA juga melakukan visite mandiri pada siang hari, dengan tujuan
membagikan obat pada pasien rawat inap (obat UDD/ obat-obatan yang akan
dikonsumsi pasien selama 1 hari), sekaligus melakukan Konseling terkait cara dan waktu
penggunaan obat yang tepat, meliputi menjelaskan indikasi, cara dan waktu
penggunaan Obat baru, mengajukan pertanyaan apakah ada keluhan setelah
pemberian Obat. Pada visite mandiri ini juga mahasiswa dapat melakukan pemantauan
terapi obat secara lebih baik terhadap pasien rawat inap.
Pada saat praktik di ruang pelayanan kefarmasian atau Apotek Puskesmas
Tumpang yang tergolong memadai. Dalam ruangan tersebut terdapat 5 lemari
sebagai tempat penyimpanan sediaan obat sesuai dengan bentuk sediaannya meliputi
lemari sediaan obat oral bentuk cair (suspensi, emulsi, sirup, suspensi kering), lemari
sediaan obat luar (obat tetes mata, obat tetes telinga, salep mata, dan salep kulit), dan
ketiga lemari obat lainnya memuat obat-obatan yang mengurut abjad sehingga
mempermudah untuk mengidentifikasi obat. Didalam apotek juga terdapat lemari
narkotika dan psikotropika dengan bentuk yang sesuai aturan penyimpanan narkotika
dan psikotropika, yaitu dengan dua pintu. Selain itu juga terdapat meja dengan laci
obat sebagai tempat obat dalam jumlah kecil, laci obat tersebut dikelompokkan
berdasarkan jenis-jenis obat yang fast moving, dengan penandaan apabila termasuk
golongan LASA maupun High alert. Terdapat meja dan kursi sebagai tempat
peracikan atau menyiapkan obat, meja untuk menulis etiket, serta loket tempat
penyerahan obat kepada pasien atau keluarga pasien.
Apotek di Puskesmas Tumpang dikelola oleh empat orang yang terdiri dari 1
Apoteker, 1 Asisten Apoteker, 1 Tenaga Teknis Kefarmasian, dan 1admin Apotek.
Pelayanan kefarmasian di apotek yang dilakukan di Puskesmas Tumpang meliputi
penerimaan resep dari poli, UGD, dan UDD pasien rawat inap, peracikan atau
penyiapan obat, penyerahan obat disertai pemberian KIE kepada pasien atau keluarga
pasien. Pasien di Puskesmas Tumpang terbagi atas pasien umum serta pasien BPJS,
tetapi untuk pelayanan obat tidak ada perbedaan antara pasien umum dan pasien
BPJS. Pengkajian peresepan yang dilakukan di Puskesmas meliputi kajian
administratif, farmasetik dan klinis. Resep yang diberikan pasien akan dilakukan
screening terlebih dahulu. Apabila terdapat kekosongan obat di Ruang Farmasi
ataupun permasalahan lain pada resep, maka Apoteker akan mengkonfirmasi kembali
resep tersebut kepada dokter yang menulis resep. Apabila dengan kandungan yang
sama, maka akan ada pergantian obat, namun apabila obat yang diminta tidak
tersedia, maka pasien akan disarankan untuk menebus obat di apotek di luar
puskesmas. Selain itu, Apoteker akan menyiapkan obat sesuai dengan permintaan
pada resep. Pada saat penyerahan obat dilakukan pemeriksaan kembali oleh apoteker
apakah obat yang akan diberikan sudah benar, sesuai dengan nama dan alamat
pasien. Selain itu apoteker juga akan memberikan KIE kepada pasien yang meliputi
penjelasan identitas obat (nama, jumlah, indikasi, dan lama terapi), aturan pakai,
menjelaskan efek samping yang bisa terjadi, cara penyimpanan obat, menjelaskan
terapi non farmakologi, menanyakan umpan balik pasien.
Managerial puskesmas tumpang atau Pengelolaan obat dan perbekalan
farmasi yang dilakukan juga telah mengikuti PMK yang sama, dimana pada pasal 3
ayat 2 disebutkan bahwa pengelolaan sedian farmasi dan BMHP (Bahan Medis Habis
Pakai) harus meliputi perencanaan kebutuhan, permintaan, penerimaan,
penyimpanan penditribusian, pengendalian, pencatatan, pelaporan dan evaluasi
pengelolaan. Perencanaan obat dan perbekalan farmasi di Puskesmas Permata Turen
berdasarkan pada pemakaian rata rata pertahun di tambah dengan buffer stok ± 40%
dari kebutuhan. Terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangan dalam
perencanaan kebutuhan obat yaitu data sisa stok, pola penyakit berdasarkan
FORNAS (Formularium Nasional), Formularium Kabupaten, Formularium
Puskesmas, dan atau DOEN (Daftar Obat Esensial Nasional). Permintaan obat
dilakukan setiap 1 bulan sekali yang diajukan oleh kepala puskesmas kepada kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan menggunakan format LPLPO (Laporan
Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat). LPLPO dibuat rangkap dua diberikan ke
Dinas Kabupaten/Kota dan sebagai arsip puskesmas. Setelah LPLPO diperiksa dan
diverifikasi maka pihak Gudang Farmasi Kota akan menyiapkan obat sesuai dengan
LPLPO dan akan mengkonfirmasi kepada pihak puskesmas dan puskesmas akan
diberikan lembar SBBK (Surat Bukti Barang Keluar) untuk mencocokkan kesesuaian
obat dan alkes pada saat mengambil obat di IFK (Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota).
Saat obat telah diterima, petugas wajib melakukan pengecekan terhadap nota
pengiriman, nama obat yang akan diserahkan, jumlah, jenis, bentuk sediaan, nomor
batch, tanggal kadaluarsa sesuai dengan LPLPO dan di tanda tangani oleh petugas
penerima yaitu apoteker diketahui Kepala Puskesmas. Apabila terjadi tidak
kesesuaian barang, maka puskesmas berhak untuk melakukan return. Jika barang
sudah sesuai maka barang akan disimpan dengan pencatatan di kartu stok meliputi
nomor batch, tanggal kadaluarsa dan juga jumlah pengeluaran maupun pemasukan
dari barang itu sendiri. Metode penyimpanan obat di Puskesmas Permata Turen
dilakukan berdasarkan kelas terapi, bentuk dan jenis sediaan dan penyimpanan
khusus seperti LASA (Look Alike Sound Alike), Obat (High Alert Medicine) , OOT
(Obat-Obat Tertentu) dengan sistem FEFO (First Expired First Out) . Obat yang
termasuk LASA (Look Alike Sound Alike). Obat LASA (Look Alike Sound Alike)
diberikan label stiker berwarna hijau, dan obat HAM (High Alert Medicine) diberi
label stiker berwarna merah agar Apoteker, AA maupun TTK (Tenaga Teknis
Kefarmasian) yang sedang bertugas lebih waspada dalam pemberian obat tersebut
kepada pasien.
Dalam kegiatan managerial di puskesmas tumpang, banyak kegiatan yang
dilakukan salah satunya adalah mengisi kartu stock sesuai dengan masing-masing
obat yang masuk dan keluar sesuai kebutuhan. Selain itu juga mendapatkan ilmu
untuk melakukan drop obat/ menyiapkan obat-obat yang akan dikirim ke kamar obat/
apotek puskesmas menyesuaikan kebutuhan apotek, dan juga menyiapkan obat-
obatan kebutuhan desa-desa ditumpang. Selain itu juga melakukan penyusunan obat
yang baru datang di gudang obat (menyusun di lemari dan mencatat di kartu stock).
Mahasiswa PKPA juga melakukan penyuluhan mandiri dengan sasaran
pasien atau keluarga pasien yang berobat di puskesmas tumpang, penyuluhan
dilakukan dengan media leaflet dan kuisioner melalui pre-test dan post-test untuk
melihat peningkatan pengetahuan pasien terkait materi penyuluhan yang diberikan.
Pemantauan Terapi Obat (PTO) yang merupakan proses yang memastikan
bahwa seorang pasien mendapatkan terapi obat yang efektif, terjangkau dengan
memaksimalkan efikasi dan meminimalkan efek samping. Kegiatan yang dilakukan
adalah memilih pasien rawat inap yang memenuhi kriteria, membuat catatan awal,
mengambil data yang dibutuhkan, melakukan evaluasi terhadap perkembangan
pasien dari awal masuk hingga pasien keluar rumah sakit.
Pelaksanaan Monitoring Efek Samping Obat (MESO) yang merupakan
kegiatan pemantauan setiap respon terhadap Obat yang merugikan atau tidak
diharapkan yang terjadi pada dosis normal yang digunakan pada manusia untuk
tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi atau memodifikasi fungsi fisiologis. Kegiatan
MESO yang meliputi
menganalisis laporan efek samping obat , mengidentifikasi obat dan pasien yang
mempunyai resiko tinggi mengalami efek samping obat, dan mengisi formulir
Monitoring Efek Samping Obat (MESO).
Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan pelayanan yang
dilakukan oleh Apoteker untuk memberikan informasi secara akurat, jelas dan terkini
kepada dokter, apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya dan pasien. Kegiatan
PIO yang dilakukan pada saat PKPA di puskesma tumpang meliputi pemberian dan
menyebarkan informasi kepada konsumen secara pro aktif dan pasif , menjawab
pertanyaan dari pasien maupun tenaga kesehatan lain pada saat melakukan visite
bersama melalui tatap muka.