Anda di halaman 1dari 2

Contoh soal Audit Energi

1. Suatu gedung perkantoran memiliki tagihan listrik rata-rata perbulan Rp 12.000.000,-,


direncanakan akan melakukan program penghematan energi melalui tahap without
investment, low investment, dan large investment dengan target pengematan yang
dikehendaki sebagai berikut :

a. Jika perkantoran tersebut menyediakan dana investasi awal sebesar Rp 24.000.000,-, dgn
implementasi 90% dari target, hitung Pay Back Period (PBP) program penghematan
energi tersebut ?
b. Jika perkantoran tersebut tidak memiliki dana awal, kantor tesebut melakukan tahap
penghematan tanpa biaya terlebih dahulu , setelah dana terkumpul melakukan tahap
small investment, kemudian berlanjut ke tahap high investment. Perkirakan berapa
lamakah tahap program penghematan tersebut tercapai ? (Buat cash flow keuangan, dgn
implementasi 90% dari target) ?

2. Proses produksi di PT Grantex menggunakan energi listrik dan energi uap untuk kebutuhan
proses. Energi listrik diperoleh dari 3 buah PLTD dicatu dengan listrik dari PLN, sedangkan
steam diperoleh dari 6 buah boiler.

Kebutuhan Utilitas rata-2 per bulan :


Listrik PLN : 4054 MWh
Solar untuk PLTD : 17.200 liter
Solar untuk Boiler: 167.000 liter
Air : 2023 m3
Pelumas : 400 liter
Pabrik tersebut melakukan audit energi dengan rencana aksi sbb :
No Jenis Program Biaya Target Penghematan
1 Without Investment Rp 0,- 10%
2 Small Invesment Rp 2.000.000.000,- 8%
3 Large Invesment Rp 6.000.000.000,- 7%
Total Investasi/target Rp 8.000.000.000,- 25%
a. Hitung cost energy untuk utilitas per bulan sebelum penghematan, jika harga listrik Rp
1500,-/kWh ,harga solar Rp 7000,-/liter, harga air Rp 900,-/m3, harga pelumas Rp 30.000,-
/liter ?
b. Jika program audit energi dilaksanakan dengan implementasi 87% dari keseluruhan
program, hitung cost energy per bulan yang bisa dihemat ?
c. Hitung berapa lama PBP (Pay Back Period) dari total investasi ?
d. Jika perusahaan tersebut untuk investasi meminjam ke Bank dengan suku bunga 10%,
berapa lama PBP (Pay Back Period) ?