Anda di halaman 1dari 73

Konstruksi Baja

AR-2221 Struktur, Konstruksi dan Material


Tujuan Sambungan
• Untuk menggabungkan beberapa batang baja
membentuk kesatuan konstruksi sesuai kebutuhan.
• Untuk mendapatkan ukuran baja sesuai kebutuhan
(panjang, lebar, tebal, dan sebagainya).
• Untuk memudahkan dalam penyetelan konstruksi
baja di lapangan.
• Untuk memudahkan penggantian bila suatu bagian /
batang konstruksi mengalami rusak.
• Untuk memberikan kemungkinan adanya bagian /
batang konstruksi yang dapat bergerak missal
peristiwa muai-susut baja akibat perubahan suhu.
Alat- alat Sambung Baja
• Paku keling (rivet joint)
• Baut (bolt, nut)
• Las
Paku Keling
• Sambungan dengan paku keling ini umumnya bersifat
permanent dan sulit untuk melepaskannya karena pada
bagian ujung pangkalnya lebih besar daripada batang paku
kelingnya. Oleh karena itu pengelingan banyak dipakai pada
bangunan-bangunan bergerak atau bergetar.
• Keuntungan: tidak ada perubahan struktur dari logam
disambung. Oleh karena itu banyak dipakai pada
pembebanan-pembebanan dinamis.
• Kelemahan: ada pekerjaan mula berupa pengeboran lubang
paku kelingnya, dan kemungkinan terjadi karat di sekeliling
lubang tadi selama paku keling dipasang.
Paku Keling
Paku Keling
• Bagian- bagian:
• Kepala
• Badan
• Ekor
• Kepala lepas
• Bahan atau material:
• baja, brass, aluminium, dan tembaga tergantung jenis
sambungan/ beban yang diterima oleh sambungan.
• Penggunaan umum bidang mesin : ductile (low carbor), steel,
wrought iron.
• Penggunaan khusus : weight, corrosion, or material constraints
apply : copper (+alloys) aluminium (+alloys), monel, dll.
Paku Keling
Macam Paku Keling
Macam Paku Keling
Tipe Head
• Snap Head: digunakan untuk pekerjaan struktur. Cara
pemasangan menggunakan mesin rivet
• Counter Sunk Head: digunakan pada pembuatan kapal
• Conical Head: digunakan pada produk- produk kerajinan
tangan
• Pan Head: memiliki kekuatan maksimum tetapi sukar
dibentuk.
Paku Keling
• Cara pemasangan
Pemasangan Paku Keling
• Plat yang akan disambung dibuat lubang, sesuai diameter paku
keling yang akan digunakan. Biasanya diameter lubang dibuat 1.5
mm lebih besar dari diameter paku keling.
• Paku keling dimasukkan ke dalam lubang plat yang akan disambung.
• Bagian kepala lepas dimasukkan ke dalam lubang plat yang akan
disambung.
• Dengan menggunakan alat atau mesin penekan (palu), tekan bagian
kepala lepas masuk ke bagian ekor paku keling dengan suaian paksa.
• Setelah rapat/kuat, bagian ekor sisa kemudian dipotong dan
dirapikan/ratakan.
• Mesin/alat pemasang paku keling dapat digerakkan dengan udara,
hidrolik atau tekanan uap tergantung jenis dan besar paku keling
yang akan dipasang.
Pemasangan Paku Keling
Paku Keling
Ukuran- ukuran di pasaran:
• Paku keling untuk konstruksi baja terdapat beberapa macam
ukuran diameter yaitu : 11 mm, 14 mm, 17 mm, 20 mm, 23
mm, 26 mm, 29 mm, dan 32 mm.
Jenis Sambungan Paku Keling
Berdasarkan cara plat disambungkan, ada dua jenis sambungan
rivet:

1. Lap Joint : dua plat ditumpuk kemudian dirivet

2. Butt Joint : dua plat utama diletakkan saling bersentuhan,


kemudian plat cover/ strap diletakkan pada salah satu sisi atau
kedia sisi plat utama tersebut , baru kemudian dirivet.
Lap Joint
Butt Joint
Simbol- simbol
Kegagalan Sambungan Keling
• Robek pada salah satu sisi plat (tear off at the edge)
• Robek pada plat melintas baris rivet (tear off across a row)
• Bergesernya rivet (shear off)
• Hancur atau rusaknya rivet (crushing off)
Mengatasi Kegagalan Rivet
• Mengatasi kegagalan robek pada salah satu sisi plat dapat
dilakukan dengan memasang rivet dengan ukuran
m= (1.5 – 2)d; m adalah margin, dan d adalah diameter rivet
Baut
• Baut adalah alat sambung dengan batang bulat dan berulir,
salah satu ujungnya dibentuk kepala baut ( umumnya bentuk
kepala segi enam ) dan ujung lainnya dipasang mur/pengunci.
• Dalam pemakaian di lapangan, baut dapat digunakan untuk
membuat konstruksi sambungan tetap, sambungan bergerak,
maupun sambungan sementara yang dapat dibongkar/dilepas
kembali.
• Bentuk uliran batang baut untuk baja bangunan pada
umumnya ulir segi tiga (ulir tajam) sesuai fungsinya yaitu
sebagai baut pengikat. Sedangkan bentuk ulir segi empat (ulir
tumpul) umumnya untuk baut-baut penggerak atau pemindah
tenaga misalnya dongkrak atau alat-alat permesinan yang lain.
Baut
Jenis Baut
• Baut Hitam
Yaitu baut dari baja lunak ( St-34 ) banyak dipakai untuk
konstruksi ringan / sedang misalnya bangunan gedung, diameter
lubang dan diameter batang baut memiliki kelonggaran 1 mm.
• Baut Pass
Yaitu baut dari baja mutu tinggi (>St-42 ) dipakai untuk
konstruksi berat atau beban bertukar seperti jembatan jalan
raya, diameter lubang dan diameter batang baut relatif pass
yaitu kelonggaran < 0,1 mm.
Ukuran Diameter Baut
Keuntungan Sambungan Baut
1) Lebih mudah dalam pemasangan/penyetelan konstruksi di
lapangan.
2) Konstruksi sambungan dapat dibongkar-pasang.
3) Dapat dipakai untuk menyambung dengan jumlah tebal baja
> 4d ( tidak seperti paku keling dibatasi maksimum 4d ).
4) Dengan menggunakan jenis Baut Pass maka dapat digunakan
untuk konstruksi berat /jembatan.
Contoh Sambungan Baut
Jenis- Jenis Sambungan Baut
1. Baut dengan 1 irisan (Tegangan geser tegak lurus dengan
sumbu baut)

2. Baut dengan 2 irisan (Tegangan geser tegak lurus dengan


sumbu baut)
Jenis- Jenis Sambungan Baut
3. Baut yang dibebani sejajar dengan sumbunya

4. Baut yang dibebani sejajar sumbu dan tegak lurus sumbu


Jarak- Jarak Baut Pada
Sambungan
• Banyaknya baut yang dipasang pada satu baris yang sejajar
arah gaya, tidak boleh lebih dari 5 buah.

• Jarak antara sumbu buat paling luar ke tepi atau ke ujung


bagian yang disambung, tidak boleh kurang dari 1,2 d dan
tidak boleh lebih besar dari 3d atau 6 t (t adalah tebal terkecil
bagian yang disambungkan).

• Pada sambungan yang terdiri dari satu baris baut, jarak dari
sumbu ke sumbu dari 2 baut yang berurutan tidak boleh
kurang dari 2,5 d dan tidak boleh lebih besar dari 7 d
Jarak- Jarak Baut Pada
Sambungan
• Jika sambungan terdiri dari lebih satu baris baut yang tidak
berseling, maka jarak antara kedua baris baut itu dan jarak
sumbu ke sumbu dari 2 baut yang berurutan pada satu baris
tidak boleh kurang dari 2,5 d dan tidak boleh lebih besar dari 7
d atau 14 t.
Prinsip Umum Jarak- Jarak
Sambungan Baut
Prinsip Umum Jarak- Jarak
Sambungan Baut
Ketentuan Banyaknya Baut
Detail
Prinsip- prinsip Baut dari SNI
• Jarak
Jarak antar pusat lubang pengencang tidak boleh kurang dari 3
kali diameter nominal pengencang. Jarak minimum pada pelat
harus melalui perhitungan struktur seperti pada SNI.
• Jarak tepi minimum
Jarak minimum dari pusat pengencang ke tepi pelat atau pelat
saya profil harus memenuhi spesifikasi dalam tabel:
Prinsip- prinsip Baut dari SNI
• Jarak tepi maksimum
Jarak dari pusat tiap pengencang ke tepi terdekat suatu bagian
yang berhubungan dengan tepi yang lain tidak boleh lebih dari
12 kali tebal pelat lapis luar tertipis dalam sambungan dan juga
tidak boleh melebihi 150 mm.
Pengelasan (Welded Joint)
• Las adalah menyambung dengan cara memanaskan baja
hingga mencapai suhu lumer (meleleh) dengan ataupun tanpa
bahan pengisi, yang kemudian setelah dingin akan menyatu
dengan baik.
• Suatu proses penyambungan logam menjadi satu akibat panas
dengan atau tanpa pengaruh tekanan atau dapat juga
didefinisikan sebagaiikatan metalurgi yang ditimbulkan oleh
gaya tarik menarik antara atom.
Sambungan Las
• Terdapat lima jenis sambungan yang biasa digunakan untuk
menyatukan dua bagian benda logam, seperti dapat dilihat
dalam berikut:
Tipe Sambungan Las
a. sambungan tumpu (butt joint); kedua bagian benda yang
akan disambung diletakkan pada bidang datar yang sama
dan disambung pada kedua ujungnya.
b. sambungan sudut (corner joint); kedua bagian benda yang
akan disambungmembentuk sudut siku-siku dan disambung
pada ujung sudut tersebut.
c. sambungan tumpang (lap joint); bagian benda yang akan
disambung saling menumpang (overlapping) satu sama
lainnya.
Tipe Sambungan Las
d. sambungan T (tee joint); satu bagian diletakkan tegak lurus
pada bagian yang lain dan membentuk huruf T yang terbalik.
e. sambungan tekuk (edge joint); sisi-sisi yang ditekuk dari ke
dua bagian yang akan disambung sejajar, dan sambungan dibuat
pada kedua ujung bagian tekukan yang sejajar tersebut
Las Dalam Bangunan
• Untuk menyambung baja bangunan kita mengenal 2 jenis las
berdasarkan bahannya yaitu :
1. Las Karbid ( Las OTOGEN )
Yaitu pengelasan yang menggunakan bahan pembakar dari gas
oksigen (zat asam) dan gas acetylene (gas karbid). Dalam
konstruksi baja las ini hanya untuk pekerjaan-pekerjaan ringan
atau konstruksi sekunder, seperti ; pagar besi, teralis dan
sebagainya
1. Las Listrik ( Las LUMER )
Yaitu pengelasan yang menggunakan energi listrik. Untuk
pengelasannya diperlukan pesawat las yang dilengkapi dengan
dua buah kabel, satu kabel dihubungkan dengan penjepit benda
kerja dan satu kabel yang lain dihubungkan dengan tang
penjepit batang las / elektrode las.
Las Dalam Bangunan
• Jika elektrode las tersebut didekatkan pada benda kerja maka
terjadi kontak yang menimbulkan panas yang dapat
melelehkan baja ,dan elektrode (batang las) tersebut juga ikut
melebur ujungnya yang sekaligus menjadi pengisi pada celah
sambungan las. Karena elektrode / batang las ikut melebur
maka lama-lama habis dan harus diganti dengan elektrode
yang lain.
• Dalam perdagangan elektrode / batang las terdapat berbagai
ukuran diameter yaitu 21/2 mm, 31/4 mm, 4 mm, 5 mm, 6
mm, dan 7 mm.
Las Otogen
Las Listrik
Pengelasan

Untuk konstruksi baja yang bersifat struktural (memikul beban konstruksi))


maka sambungan las tidak diijinkan menggunakan las Otogen, tetapi harus
dikerjakan dengan las listrik dan harus dikerjakan oleh tenaga kerja ahli yang
profesional.
Jenis- jenis Las Sebagai Alat
Sambung
• Pada Konstruksi baja biasanya terdapat 2 macam las, yaitu las
tumpul dan las sudut.
• Las Tumpul adalah las untuk menyambung arah memanjang/
melebar plat atau profil baja
• Las sudut adalah las untuk menyambung arah sudut dari plat
atau profil baja
Jenis Las Berdasarkan
Geometrinya
a. Las jalur (fillet weld), digunakan untuk mengisi tepi pelat
pada sambungan sudut, sambungan tumpang, dan sambungan T
dalam gambar berikut, logam pengisi digunakan untuk
menyambung sisi melintang bagian yang membentuk segitiga
siku-siku.
Jenis Las Berdasarkan
Geometrinya
b. Las alur (groove welds), ujung bagian yang akan disambung
dibuat alur dalam bentuk persegi, serong (bevel), V, U, dan J
pada sisi tunggal atau ganda, seperti dapat dilihat dalam gambar
di bawah, pengisi digunakan untuk mengisi sambungan, yang
biasanya dilakukan dengan pengelasan busur dan pengelasan
gas.
Las Tumpul
• Las tumpul persegi panjang : Sambungan jenis ini hanya
dipakai bila tebal logam dasar tidak lebih dari 5 mm.

• Las tumpul V tunggal : Sambungan jenis ini tidak ekonomis


bilalogam dasar tebalnya melebihi 15 mm.
Las Tumpul
• Las tumpul V ganda : sambungan jenis ini lebih cocok untuk
seluruh kondisi.

• Las tumpul U tunggal : Sambungan jenis ini cocok untuk


logam dasar yang tebalnya tidak lebih dari 30 mm
Las Tumpul
Las Tumpul
Las Tumpul
Las Tumpul :
A. Tanpa Pekerjaan Pendahuluan (Pelat Tipis).
• las satu belah (A)
• las dua belah (B)


• = 1 s/d 4 mm
s

Gambar A

S
Gambar B
Las Tumpul
B. Dengan Pekerjaan Pendahuluan :
• Las satu belah V (C)
70 + 90

Las V – terbuka (hanya untuk Konstruksi yang tidak


memikul beban dinamis)
Las Tumpul   70
Las V – terbuka
3…
…..
28

Min. 2

0.
5…
8…
….
…..2
0
3
b a

Ruang kosong – bahaya takik


Las Sudut
• Las sudut datar : Sambungan jenis ini adalah sambungan las
yang paling umum digunakan karena memberikan kekuatan
yang sama dengan pemakaian elektroda yang lebih sedikit
Las Sudut
• Las sudut cekung : Pemakaian elektroda lebih banyak
dibandingkan dengan las sudut datar.
Las Sudut
• Las sudut cembung : Pemakaian elektroda lebih banyak sama
seperti las sudut cekung
Jenis Las Lainnya
c. Las sumbat dan las slot (plug and slot welds),
digunakan untuk menyambung pelat datar seperti dapat dilihat dalam
gambar di bawah, dengan membuat satu lubang atau lebih atau slot
pada bagian pelat yang diletakkan paling atas, dan kemudian mengisi
lubang tersebut dengan logam pengisi sehingga kedua bagian pelat
lumer menjadi satu.
Jenis Las Lainnya
d. Las titik dan las kampuh (spot and seam welds), digunakan
untuk sambungan tumpang seperti dapat dilihat dalam gambar
di bawah. Las-an titik adalah manik las yang kecil antara
permukaan lembaran atau pelat. Lasan titik diperoleh dari hasil
pengelasan resistansi listrik. Las-an kampuh hampir sama
dengan las-an titik, tetapi las-an kampuh lebih kontinu
dibandingkan dengan las-an titik.
Jenis Las Lainnya
e. Las lekuk dan las-an rata (flange and surfacing welds), Las-an
lekuk dibuat pada ujung dua atau lebih bagian yang akan
disambung, biasanya merupakan lembaran logam atau pelat
tipis, paling sedikit satu bagian ditekuk. Las-an datar tidak
digunakan untuk menyambung bagian benda, tetapi merupakan
lapisan penyakang (ganjal) logam pada permukaan bagian dasar.
Aturan dan Prinsip Las
Aturan dan Prinsip Las
1. Panjang netto las tidak boleh kurang dari 40 mm atau 8 a 10
kali tebal las.
2. Panjang netto las tidak boleh lebih dari 40 kali tebal las.
Kalau diperlukan panjang netto las yang lebih dari 40 kali
tebal las, sebaiknya dibuat las yang terputus-putus.
3. Untuk las terputus pada batang tekan, jarak bagian-bagian
las itu tidak boleh melebihi 16 t atau 30 cm. Sedangkan pada
batang tarik, jarak itu tidak boleh melebihi 24 t atau 30 cm,
dimana t adalah tebal terkecil dari elemen yang dilas.
4. Tebal las sudut tidak boleh lebih dari ½ t (2)1/2
Aturan Las • Perhitungan harus jelas dan
mudah dapat dikontrol.
Bentuk dan ukuran dari las
harus mudah dibaca dari
gambar.
a
I netto Perhitungan
kepala
I bruto
kawah 9 A) Panjang Netto Las-Sudut :
(Peraturan Tentang
Sambungan Las / PPBB I Ps. 8-
5).
Tiap rigi las mempunyai tebal
“a” dan panjang :
L netto = L bruto – 3a
Agar panjang dikedua ujung las
tidak meleleh, maka panjang las
t dibatasi :
L < 40 a
L > 8 @ 10 a, atau L > 4 cm
Aturan Tebal Las
• Penentuan tebal las didasarkan pada dimensi profil baja yang
disambungkan. Tebal las (a) harus memenuhi ketentuan di
bawah ini :
Contoh Las
Contoh Las
Keuntungan Sambungan Las
1) Pertemuan baja pada sambungan dapat melumer bersama
elektrode las dan menyatu dengan lebih kokoh (lebih
sempurna).
2) Konstruksi sambungan memiliki bentuk lebih rapi.
3) Konstruksi baja dengan sambungan las memiliki berat lebih
ringan. Dengan las berat sambungan hanya berkisar 1 – 1,5%
dari berat konstruksi, sedang dengan paku keling / baut berkisar
2,5 – 4% dari berat konstruksi.
4) Pengerjaan konstruksi relatif lebih cepat (tak perlu membuat
lubanglubang pk/baut, tak perlu memasang potongan baja siku /
pelat penyambung, dan sebagainya ).
5) Luas penampang batang baja tetap utuh karena tidak
dilubangi, sehingga kekuatannya utuh.
Kerugian Sambungan Las
1) Kekuatan sambungan las sangat dipengaruhi oleh kualitas
pengelasan. Jika pengelasannya baik maka keuatan sambungan
akan baik, tetapi jika pengelasannya jelek/tidak sempurna maka
kekuatan konstruksi juga tidak baik bahkan membahayakan dan
dapat berakibat fatal. Salah satu sambungan las cacat lambat
laun akan merembet rusaknya sambungan yang lain dan
akhirnya bangunan dapat runtuh yang menyebabkan kerugian
materi yang tidak sedikit bahkan juga korban jiwa.
Oleh karena itu untuk konstruksi bangunan berat seperti
jembatan jalan raya / kereta api di Indonesia tidak diijinkan
menggunakan sambungan las.

2) Konstruksi sambungan tak dapat dibongkar-pasang.


MINGGU DEPAN UTS

Anda mungkin juga menyukai