Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

KONSTRUKSI OTOMOTIF
PERANCANGAN KATUP

Disusun Oleh :

NAMA : Fajar Setiawan

NRP : 0121603007

MATA KULIAH : Konstruksi Otomotif

DOSEN : MATSUANI S.Pd, M.Pd

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN D III OTOMOTIF


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
SERPONG
2019
Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT atas berkat, rahmat serta hidayah – Nya
sehingga tugas “Konstruksi Otomotif” ini dapat terselesaikan dengan baik. Tugas ini
disusun untuk memenuhi mata kuliah Tugas Konstruksi Otomotif Fakultas Teknik
Mesin Otomotif, Jurusan D III Otomotif, Institut Teknologi Indonesia.

Penyusunan tugas ini bertujuan agar para mahasiswa dapat terbiasa dalam
merancang katup pada mesin mulai dari suatu hal yang kecil dari bentuk yang
sederhana hingga bentuk yang paling kompleks, dengan bantuan dan petunjuk dari
para dosen yang bersangkutan.
Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian tugas Konstruksi Otomotif ini,
antara lain :
1. Bapak Matsuani S.Pd,M.Pd selaku dosen tugas Konstruksi Otomotif dan
Mata Kuliah Konstruksi Otomotif .
2. Kepada semua rekan–rekan mahasiswa yang telah membantu dalam
memberikan informasi dan saran.
Penyusun berharap agar tugas tersebut dapat bermanfaat bagi para pembaca
pada umumnya dan bagi penyusun pada khususnya, dan juga mengharapkan agar
para pembaca dapat memberikan informasi tambahan. Kritik dan saran sangat kami
harapkan, guna untuk penyusunan di masa yang akan datang.

Serpong, 20 MEI 2019

Penyusun

(Fajar Setiawan)

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA i


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

DAFTAR ISI
Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang 1


1.2. Tujuan Perancangan 1
1.3. Manfaat Perencanaan 2
1.4. Sistematika Penulisan 2

BAB II TEORI DASAR 3

1.1. Penjelasan Katup 3


1.2. Bagian-bagian Konstruksi Katup 5
1.3. Mekanisme Katup 6

BAB III PRINSIP KERJA KATUP 10

3.1. Cara Kerja Katup 10

3.2. Metode Penggerak Katup 11

BAB IV MODIFIKASI DAN PERHITUNGAN 17

4.1. Modifikasi komponen katup 17

4.2. Merubah diameter katup 17

4.3. Metode back cut valve 18

4.4. Merubah diameter batang katup 21

4.5. Merubah dan mengganti komponen katup 23

BAB V PENUTUP 25

5.1. Kesimpulan 25

5.2. Saran 26

DAFTAR PUSTAKA

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA ii


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin pesat
dewasa ini menimbulkan dampak pada dunia pendidikan dengan makin besarnya
tantangan yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan. Dunia pendidikan Sekarang ini
makin dituntut untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang handal, yang
mampu menjawab dan mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dunia pendidikan harus dapat mewujudkan hal itu, maka perlu adanya
peningkatan dan penyempurnaan dalam penyelenggaraan pendidikan. Salah satu
upaya peningakatan dan penyempurnaan dalam penyelenggaraan pendidikan
khususnya dibidang teknik mesin, salah satunya adalah Fungsi Katup Dan Cara
Penyetelan Katup. Katup ini berfungsi sebagai pengatur kapan masuknya udara dan
bahan bakar pada ruang bakar yang terjadi pada saat mesin bekerja. Hal-hal lain yang
melatar belakangi pemilihan masalah ini adalah: Mesin merupakan sistem sangat
penting dalam proses kerja, penggerak maupun penghasil tenaga dalam suatu
kendaraan bermotor maupun mobil. Mesin tersebut terdiri dari beberapa komponen,
jika salah salah satu komponen mengalami kehausan atau kelengkungan yang
disebabkan oleh kerja dan panas maka akan timbul gangguan dalam mesin sehingga
menyebabkan gas bocor dan tenaga mesin yang dihasilkan kurang optimal.

1.2. Tujuan Perancangan


Tujuan perancangan katup adalah :

1. Mengetahui cara modifikasi pada katup


2. Modifikasi katup dapat menambah power pada kinerja mesin dengan cara
merubah diameter katup
3. Mengetahui kinerja dari mekanisme katup
Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

1.3. Manfaat Perencanaan


Mengetahui cara memodifikasi atau merancang katup , cara kerja katup ,
mekanisme katup dan komponen-komponen serta fungsi dari komponen katup.

1.4. Sistemmatika Penulisan


Sistematika penulisan yang digunakan terdiri dari lima bab yang saling
berkaitan satu sama lain, yaitu :

Bab I : Pendahuluan
Berisi Latar Belakang, tujuan perancangan, batasan permasalahan,
sistematika penulisan dan cara kerja rem tromol.
Bab II : Teori Dasar
Berisi tentang macam-macam mekanisme katup , bagian konstruksi
katup dan fungsinya.
Bab III : Prinsip kerja katup.
Berisi tentang Prinsip kerja dari katup.
Bab IV : Modifikasi Dan Perhitungan
Berisi tentang modifikasi dan perhitungan.
Bab V : Kesimpulan
Berisi tentang ukuran-ukuran utama yang dirancang dan perbandigan
dengan katup.

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 2


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

BAB II

TEORI DASAR

2.1. Katup
Katup hanya terdapat pada motor empat langkah, sedangkan motor dua
langkah umumnya tidak memakai katup. Katup pada motor empat langkah terpasang
pada kepala silinder. Tugas katup untuk membuka dan menutup ruang bakar. Setiap
silinder dilengkapi dengan dua jenis katup (isap dan buang) Pembukaan dan
penutupan kedua katup ini diatur dengan sebuah poros yang disebut poros cam
(camshaft). Sehingga silinder motor empat langkah memerlukan dua cam, yaitu cam
katup masuk dan cam katup buang. Poros cam diputar oleh poros engkol melalui
transmisi roda gigi atau rantai. Poros cam berputar dengan kecepatan setengah
putaran poros engkol. Jadi, diameter roda gigi pada poros cam adalah dua kali
diameter roda gigi pada poros engkol. Sebab itu lintasan pena engkol setengah kali
lintasan poros cam.

Gambar 2.1.1. Katup

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 3


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Katup dibuat dari bahan yang keras dan mudah menghantarkan panas. Katup
menerima panas dan tekanan yang tinggi dan selalu bergerak naik dan turun, sehingga
memerlukan kekuatan yang tinggi. Selain itu hendaknya katup tahan terhadap panas
dan gesekan.
Fungsi katup sebenarnya untuk memutuskan dan menghubungkan ruang silinder di
atas piston dengan udara luar pada saat yang dibutuhkan. Karena proses pembakaran
gas dalam silinder mesin harus berlangsung dalam ruang bakar yang tertutup rapat.
Jika sampai terjadi kebocoran gas meski sedikit, maka proses pembakaran akan
terganggu. Oleh karenanya katup-katup harus tertutup rapat pada saat pembakaran
gas berlangsung.
Katup masuk dan katup buang berbentuk cendawan (mushroom) dan di sebut
“poppet valve”. Katup masuk menerima panas pembakaran, dengan demikian katup
mengalami pemuaian yang tidak merata yang akan berakibat dapat mengurangi
efektivitas kerapatan pada dudukan katup. Untuk meningkatkan efisiensi biasanya
lubang pemasukan dibuat sebesar mungkin. Sementara itu katup buang juga
menerima tekanan panas, tekanan panas yang diterima lebih tinggi, hal ini akan
mengurangi efektivitas kerapatan juga, sehingga akibatnya pada dudukan katup
mudah terjadi keausan. Untuk menghindari hal tersebut, kelonggaran (clearence)
antara stem katup dan kepala stem dibuat lebih besar.
Untuk membedakan katup masuk dengan katup buang dapat dilihat pada
diameter keduanya, diameter katup masuk umumnya lebih besar dari pada katup
buang.
Kepala katup mempunyai peranan yang sangat penting, karena ia harus tetap
bekerja baik, walaupun temperaturnya berubah- ubah. Bidang atas kepala katup ini
disebut tameng. Bentuknya ada yang cekung dan ada yang cembung. Tameng cekung
disebut tameng terompet dan biasanya dipakai sebagai katup masuk. Sedangkan
tameng cembung dipakai sebagai katup buang karena kekuatannya yang lebih tinggi.
Pada katup juga terpasang pegas-pegas. Pegas-pegas katup ditugaskan untuk
menutup katup sesuai dengan gerak tuas ungkit menjauhi ujung batang katup.

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 4


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

2.2. Bagian-Bagian konstruksi Katup

Gambar 2.2.1. Bagian-bagian Konstruksi Katup


1. Piring katup

 sebagai bidang penutup katup berguna untuk merapatkan penutupan katup


dengan dudukan katup.
 tebal piring katup sebagai penentu masa pakai dari katup.
 diameter piring katup dibuat menurut kebutuhan dari motor masing - masing.
2. Batang katup , berguna untuk tempat kedudukan pegas, pelindung pegas, cincin
pelat, penahan pegas, kunci penahan pegas serta mendapat tekanan untuk pembukaan
dari cam
3. Pegas katup ( valve spring) , berguna untuk mengembalikan kedudukan katup pada
waktu katup menutup.
4. Kunci penahan pegas, berguna untuk menahan pegas tekan dengan penahan
pegasnya.
5. Sekrup penyetel dan mur pengunci , berguna untuk menentukan penyetelan celah
katup, dan menahan duduknya baut penyetel supaya tidak berubah.
6. Batang penumbuk katup ( tappet), terdapat dua macam yaitu: penumbuk katup
mekani tekanan dan penumbuk katup hidrolik. Gunanya untuk menerima tekanan dari
gerak putar nok poros bubungan dan diteruskan menjadi tekanan lurus kepada katup
tersebut.

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 5


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

7. Pelatuk katup ( rocker arm), digunakan pada mesin - mesin dengan konstruksi
katup kepala, katup kombinasi serta over head camshaft, yang berguna untuk
menghantar tekanan dari batang penumbuk katup dan meneruskan kepada ujung
batang katup.
8. Dudukan katup ( valve seat) , sebagai tempat penutupan katup - katup yang
dirapatkan dengan bidang dari katup.
9. Pengangkat katup ( valve lifter), berguna untuk menjamin bekerjanya katup - katup
agar dapat menjadi lurus gerakannya dari batang penumbuk katup tersebut.

2.3. Mekanisme Katup


Mesin 4 langkah mempunyai satu atau dua katup masuk dan katup buang pada
setiap ruang bakarnya. Campuran udara dan bahan bakar masuk ke silinder melalui
katup masuk dan gas bekas keluar dari dalam silinder melalui katup buang.
Mekanisme membuka dan menutup katup-katup ini disebut mekanisme katup.
Berikut ini akan diuraikan tipe mekanisme katup yang banyak digunakan pada
kendaraan.
a. Tipe Over Head Valve (OHV)

Gambar 2.3.1. Mekanisme Katup Tipe OHV


Mekanisme katup ini sederhana dan high reliability. OHV (Over head Valve)
adalah sebuah rangkaian katup dengan camshaft camshaft yang terletak didalam blok
silinder. secara desain memang rumit, karena yang langsung terhubung dengan roda
gigi sproket crankshaft harus menekan valve lifter dan pushrod sebelum

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 6


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

menggerakan katup. Sehingga kurang efisien. Hal inilah yang menjadikan mekanisme
ini sudah tidak lagi dipakai dalam mesin mobil.
 Ciri-ciri mekanisme katup over head valve :
- Katupnya menggantung
- Cam shaftnya terletak di bawah
- Katupnya di kepala silinder
 Keuntungan mekanisme katup over head valve :
- Bentuk ruang bakar baik
 Kerugian mekanisme katup over head valve
- Banyak bagian-bagian yang bergerak
- Kelembaman massa besar
- Tidak ideal untuk putaran tinggi
b. Tipe Singgle Over Head Camshaft (SOHC)

Gambar 2.3.2. Mekanisme Katup Tipe SOHC


Sesuai dengan namanya bahwa pada tipe ini Camshaft (poros nok) terletek
diatas (head camshaft = camshaft di atas). Perbedaan mendasar dari tipe ohv adalah
letak dari camshaftnya, kalau posisi katup masih sama yaitu dikepala silinder. Selain
itu tipe SOHC ini tidak menggunakan pushrod dan valve lifter seperti pada tipe OHV.
SOHC memiliki performa yang lebih baik, pada kecepatan tinggi katup dapat

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 7


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

membuka/menutup lebih cepat karena katup langsung digerakkan oleh camshaft


tanpa melalui pushrod dan lifter seperti pada tipe OHV.
 Keuntungan mekanisme katup tipe SOHC :
- Sedikit bagian-bagian yang bergerak
- Kelembaman massa kecil, baik untuk putaran tinggi
c. Tipe Double Over Head Cylinder (DOHC)

Gambar 2.3.3. Mekanisme Katup Tipe DOHC

Mekanisme katup yang ketiga adalah tipe DOHC, tipe yang satu ini pada
prinsipnya hampir sama dengan tipe yang diatas (SOHC), bedanya kalau ini jumlah
camshaftnya terdapat 2 . 1 Camshaft khusus untuk menggerakkan katup buang, dan
satunya lagi untuk menggerakkan katup hisap. Tipe ini dianggap yang paling baik,
diantara ketiga jenis mekanisme katup. Akan tetapi biasanya, mobil yang
menggunakan tipe ini mempunyai harga yang lebih mahal dibandingkan dengan
mobil lain dikelasnya.

Keuntungan

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 8


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

 Bentuk ruang bakar baik


 Susunan katup-katup menguntungkan ( bentuk V )
 Kelembaman massa paling kecil, baik untuk putaran tinggi

Kerugian

 Konsrtuksi mahal, lebih berat


 Penyetelan celah katup lebih sulit

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 9


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

BAB III
PRINSIP KERJA KATUP

3.1. Cara Kerja Katup

Agar katup bisa membuka dan menutup tepat pada saat yang diperlukan, maka,
dibutuhkan mekanisme yang bisa mengaturnya. Berikut contoh gambar mekanisme
katup pada mesin bensin

Gambar 3.1.1 Bagian-bagian Pada Mekanisme Katup

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 10


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Saat mesin berputar maka kedua camshaft (intake & exhaust) juga ikut berputar
karena dihubungkan dengan cranksaft melalui mekanismenya, karena pada camsaft
terdapat camlobe maka camlobe ini yang mendorong katub agar bisa membuka,
camlobe sendiri didesain secara khusus disesuaikan dengan sudut pembukaan katup
yang diperlukan.
Seiring dengan putaran camshaft dan arah tonjolan nok yang berbeda untuk tiap
katup isap dan buang, maka dorongan dari nok pertama misalnya, menekan katup
isap sehingga dapat membuka saluran masuk pada ruang bakar. Demikian juga nok
yang selanjutnya akan mendorong katup buang untuk membuka saluran buang pada
ruang bakar.
Tentu saja hal ini seiring pula dengan gerakan naik dan turunnya piston dari
TMA menuju TMB dan TMB menuju TMA sehingga langkah tersebut dapat
membuat campuran bahan bakar dan udara terhisap masuk ke dalam ruang
pembakaran dan membuang sisa pembakaran melalui saluran buang. Hal ini sesuai
dengan siklus empat langkah. Karena arah tonjolan nok berbeda – beda untuk tiap
katup isap dan buang maka putaran camshaft tersebut memberikan dorongan yang
berbeda tergantung arah nok saat menekan katup yang mana sehingga siklus empat
langkah diatas dapat berjalan seiring dengan putaran camshaft.

3.2. Metode Penggerak Katup


Berikut metode penggerak katub yang banyak digunakan pada kendaraan,
a. Metode Timing Gear
Adalah metode dimana camshaft digerakkan cranksaft melalui perkaitan gigi,
model ini hampir tidak memerlukan perawatan dan memiliki kekuatan yang lebih,
tapi model ini cenderung menimbulkan suara yang berisik, oleh karena itu model ini
kurang cocok untuk mesin bensin modern seperti sekarang

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 11


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Gambar 3.2.1 Mekanisme Katup Metode Timing Gear

b. Metode Timing Chain


Model ini digunakan pada mesin OHC (Over Head Camshaft) & DOHC (Dual
Over Head Camshaft) camshaft terletak di kepala silinder dan digerakkan oleh rantai
timming yang dilumasi oli, ketegangan rantai diatur oleh chain tensioner, sementara
getaran rantai diredam oleh chain vibration damper. Model ini memiliki daya tahan
yang bagus & suara yang ditimbulkan pada model ini cenderung lebih sedikit oleh
karena itu model ini sangat populer sampai sekarang

Gambar 3.2.2 Mekanisme Katup Metode Timing Chain

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 12


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

c. Metode Timing Belt


Pada model ini konstruksinya hampir sama dengan model timming chain, yang
membedakan cuma rantai disini digantikan oleh sabuk karet bergerigi, sabuk pada
model ini terbuat dari fiberglass yang diperkuat dengan karet sehingga tidak mudah
melar karena perubahan suhu, selain itu tipe ini cenderung tidak menimbulkan bunyi
dari tipe yang lain sehingga model ini banyak dipilih jenis kendaraan jaman sekarang.
Akan tetapi karena umur sabuk tidak sekuat rantai atau gear maka model ini harus
dilakukan penggantian secara rutin.

Gambar 3.2.3 Mekanisme Katup Metode Timing Belt

d. Sumbu Nok (Camshaft)

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 13


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Gambar 3.2.4. Bagian-Bagian Sumbu Nok (Camshaft)

Sumbu nok (camshaft) dilengkapi dengan nok yang sama pada katup hisap &
katup buang, akan tetapi memiliki sudut yang berbeda untuk hisap dan buang
sehingga katup bisa membuka & menutup sesuai waktunya, sumbu nok dilengkapi
sproket (gear) untuk menghubungkan dengan crankshaft, sebagian tipe mesin
camshaft juga terdapat gigi penggerak pompa bensin dan penggerak distributor.
e. Pengangkat Katup (Valve Lifter)

Gambar 3.2.5 Pengangkat Katup (Valve Lifter)

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 14


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Pengangkat katup adalah komponen katup yang berbentuk tabung pada mesin
OHV, pengangkat katup dihubungkan dengan nok yang berhubungan dengan katup
melalui batang pendorong, lebih jelasnya lihat gambar. Saat sumbu nok berputar
maka pengangkat katup bergerak turun naik sehingga katup bisa membuka dan
menutup.
Pada mekanisme tipe konvensional masih diperlukan penyetelan celah katup,
akan tetapi untuk mesin modern sudah banyak yang menggunakan pengangkat katup
hidraulis sehingga penyetelan celah katup sudah tidak diperlukan karena celah akan
tetap dipertahankan 0.

Gambar 3.2.6. Mekanisme Katup Hidraulis

f. Rocker Arm & Shaft

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 15


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Gambar 3.2.6. Rocker Arm & Shaft

Rocker arm dipasang pada rocker arm shaft, bila rocker arm ditekan keatas oleh
batang penekan katup akan tertekan dan membuka, rocker arm dilengkapi dengan
sekrup dan mur pengunci untuk penyetelan celah katup, tapi pada pengangkat katup
hidraulis tidak dilengkapi sekrup penyetel.

BAB IV

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 16


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

MODIFIKASI DAN PERHITUNGAN

4.1. Modifikasi Komponen Katup

Mengganti klep standar dengan klep diameter besar tentu akan menambah
performa mesin baik power maupun torsi. Di mesin 4 tak, klep menjadi pintu masuk
campuran BBM ke ruang bakar dengan hargapan jumlah campuran yang masuk bisa
lebih banyak. Dengan demikian, akan menimbulkan pembakaran yang lebih besar
sehingga mendongkrak performa mesin. Penggantian katup diameter besar in harus
dibarengi porting yang lebih lebar pula. Setidaknhya diameter porting tidak lebih
kecil dari daun katup. Yang patut diperhatikan adalah ketika katup sudah besar maka
resiko tabrakan ketika overlap akan lebih mudah terjadi. Agar terhindarkan maka
posisi bosch katup digeser lebih keluar beberapa milimeter. Untuk soal ini,
percayakan pada tukang bubut ternama. Dengan penggeseran posisi katup
sembarangan berdampak bosch katup riskan jebol. Setelah itu, jangan lupa diukur
rasio kompresi, pasalnya ketika menggeser bosch katup lebih keluar maka akan
memperlebar ruang bakar.

4.2. Merubah Diameter Katup

Pengaruh mengganti katup standar dengan katup berdiameter besar akan


menambah performa mesin baik power maupun torsi akan lebih meningkat , di
karenakan pada perubahan diameter katup campuran bahan bakar yang masuk
kedalam ruang bakar akan lebih banyak . Dengan demikian akan menimbulkan
pembakaran yang lebih besar sehingga dapat mendongkrak performa mesin. Merubah
diameter katup bisa dilakukan dengan cara mengganti katup standarnya dengan katup
yang berdiameter besar . contohnya :

 Katup IN , diameter katup in standar 24 mm kemudian merubah diameter


katup dengan cara mengganti katup standar dengan ukuran 32 mm , sedangkan untuk
katup ex standar 21 mm dirubah menjadi 28 mm , ukuran katup ini harus disesuaikan

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 17


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

dengan ukuran diameter piston dan juga lubang manifold karena bila tidak sesuai
akan berpengaruh pada pemasokan bahan bakar dan udara yang akan masuk kedalam
ruang bakar.

Rumus memperoleh diameter katup IN :

Diketahui : Diameter Piston = 64 mm

Diameter piston x 50%

64 x 50% = 32 mm

Rumus memperoleh diameter katup EX :

Diketahui : Diameter Katup In = 32 mm

Diameter katup in x 85%

32 x 85% = 27,2 mm > 28 mm

Pada perubahan diameter katup diatas , haruslah diiringi dengan merubah atau
mengganti bosch atau dudukan katupnya sesuai dengan diameter katupnya.

4.3. Metode Back Cut Valve

Back cut valve adalah untuk memperingan bobot katup , sehingga


menghindari terjadinya floating (telat balik) akibat per klep yang lembut. Selain itu
keuntungan yang lain yaitu kinerja mekanis rocker arm yang digerakan oleh noken as
menjadi lebih ringan.

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 18


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Gambar 4.3.1. Metode Back Cut Valve

Langkah-langkah Back Cut Valve :

 Siapkan Bor Tangan Electrik


 Masukan katup yang akan di modifikasi
 Setelah katup sudah terpasang di bor, putar pelan pelan untuk melihat posisi
katup center atau masih goyang. Usahakan katup secenter mungkin.
 Putar bor dengan pelan terlebih dahulu, Gunakan kikir untuk menggores
ujung katup, usahakan menggunakan kikir diamond/intan agar proses
pembuatan luka di katup lebih ringan. untuk bagian ini, luka yang di buat
sebisa mungkin menciptakan kemiringan 30 derajat
 Setelah luka/goresan katup sudah keliatan, siapkan amplas halus untuk
finishing

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 19


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

 gunakan putaran cepat saat kalian meng amplas bagian yang sudah di back cut
tadi
 setelah selesai, wajib di lakukan skir ulang agar sitingan dengan katup yg
sudah di back cut tidak menimbulkan bocor.

Kedua sudut di bibir payung katup ini disebut juga back cut.
Fungsinya untuk memperlancar flow gas bakar.Sudut 45 ketemu sitting klep,
sudut 30 untuk flow .

Sekadar mengingatkan, sudut 45 derajat paling bawah dan di atasnya 30 derajat.


Nantinya sudut yang 45 derajat akan bersentuhan dengan sitting katup di kepala
silinder. Sedangkan yang 30 derajat untuk mempermudah aliran gas bakar.

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 20


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

4.4. Merubah Diameter Batang Katup

Faktor komponen paling penting mengoptimalkan silinder head adalah desain


dari katup. Material katup haruslah dimanufaktur dari bahan yang sangat terpercaya.
Karena kegagalan klep dalam bekerja, atau kerusakan pada katup bisa mengakibatkan
kerusakan komponen lain secara instan. Bentuk dari katup , intake dan exhaust,
sangat mujarab membantu flow bagi mesin untuk bernafas di putaran tinggi.
Katup berpengaruh besar pada kualitas campuran bahan bakar , airflow dan
kemampuan mesin ke kecepatan tinggi. Katup harus mampu menyekat sempurna
kompresi, dan ukuran , bentuk dan sudut seating harus mendukung airflow terbaik.
Material bagus perlu untuk menjaga keawetan, namun berat katup menjadi perhatian
untuk memastikan kinerja rpm tinggi yang efektif. Oleh karenanya itu mengapa
karisma jauh lebih efektif dengan klep stem diameter 4,5mm tentu jauh beda dengan
scorpio yang klep stem 6 mm ataupun tiger 5,5mm. cara untuk merubah diameter
batang katup yaitu mengikis permukaan dari batang katup secara center dengan mesin
bubut , dengan mengikis diameter batang katup dari 5 mm menjadi 4,8 mm .
fungsinya dari pengikisan batang katup ini agar saat proses buka tutup dari katup
dapat berjalan dengan lancar .

Gambar 4.4.1. Katup Modif dan Katup Standar

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 21


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Untuk memperbesar flow, batang katup juga harus dimodifikasi. Terutama


batang katup yang berada di lubang atau port isap dan buang. Batang katup yang
kebesaran lumayan menghambat aliran gas bakar.

Gambar 4.4.2. Batang Katup Modif

Pada katup bebek yang hanya 5 mm, bisa dibikin dibikin 4,5 mm. Bagian ini dari
radius katup sampai bagian yang menyentuh tepat dibibir bos katup. Jangan kelewat
dalam yang berakibat sedikitnya kontak antara batang katup dengan bosnya. Jadinya
cepat oblak. Bahkan sebenarnya bisa saja batang katup dari radius atau leher sampai
bibir bos katup dibikin 4 mm. Namun risikonya ketahanan jadi berkurang, tapi aliran
gas bakar lebih lancar.

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 22


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

4.5. Merubah Dan Mengganti Komponen Katup

 Mengganti Pegas Katup (Valve Spring)

Gambar 4.5.1. Pegas Katup


Valve Spring atau per katup berfungsi untuk menahan valve pada saat kondisi
membuka, selain itu valve spring berfungsi sebagai komponen pengembali valve ke
posisi semula. Fungsi valve sangatlah vital dan kekerasannya disesuaikan dengan
berat valve dan seberapa cepat putaran mesin. Karena jika tidak sesuai dengan berat
valve dan putaran mesin, maka performa mesin motor tidak akan maksimal.
Tabel 4.5.1. Data Fisik Pegas

Data Fisik Pegas


Panjang Ulir Tekanan Ulir Setelah Diproses
Standar 30.25 mm 2.8 mm 30.5 Kgf 6.25 30.24 mm
Jepang 30.5 mm 3.1 mm 48.5 Kgf 6.25 30.5 mm
WRD 32.38 mm 2.91 mm 43 Kgf 6.25 32.31 mm
3D1 31.5 mm 2.88 mm 40 Kgf 5 31.18 mm
XX 30.44 mm 3 mm 46.25 Kgf 5 30.38 mm

Dari data table diatas menunjukan spesifikasi dari pegas katup standar hingga
pegas katup aftermarket atau racing , pada perancangan kali ini menggunakan per
katup aftermarket merk jepang dengan spesifikasi :

Panjang : 30.5 mm

Diameter Ulir 1 : 3.1 mm

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 23


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Tekanan pegas (Kekerasan pegas) : 48.5 Kgf

Diameter Ulir 2 : 6.25

Tujuan dari mengganti per katup dengan yang lebih keras atau racing ialah
tentunya untuk dapat meningkatkan performa mesin dan mengikuti ubahan yang
dilakukan. Dan lebih jelasnya ialah untuk mengurangi terjadinya katup floating “telat
balik” di putaran atau RPM tinggi.

Untuk memperkeras per katup cara yang dilakukan tidak selalu dengan mengganti
per katup tersebut, namun ada juga yang melakukannya dengan mengganjal per
katup, apakah cara ini tidak ada efek negatifnya, untuk hal ini pasti jelasnya ada,
dengan per katup yang makin keras maka ada beberapa komponen lain yang umur
pakainya jadi lebih singkat.

 Mengganti Seal Katup

Seal katup berfungsi untuk mencegah pelumas (oli) mengalir ke saluran


masuk atau buang ruang bakar. Apabila seal katup rusak atau robek dapat
mengakibatkan knalpot menjadi ngebul atau berasap, karena pelumas ikut terbakar di
ruang bakar atau jika seal katup buang yang robek pelumas akan terbakar karena
panas di knalpot. Pada dasarnya seal katup sangatlah berpengaruh pada kompresi
mesin karna itu pada perancangan kali ini seal katup harus diganti dengan kualitas
yang lebih baik , jika tidak akan mengakibatkan kebocoran pada kompresi mesin .

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 24


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

BAB V
PENUTUP

5.1. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perhitungan dari data – data yang diperoleh, maka perencanaan
Katup pada Sepeda motor Honda Kharisma 125 dengan data spesifikasi sebagai
berikut :
Diameter Katup IN standar : 23 mm
Diameter Katup EX standar : 21 mm
Diameter Katup IN modifikasi : 32 mm
Diameter Katup EX modifikasi : 28 mm
Batang Katup IN dan EX standar : 5 mm
Batang Katup IN dan EX Modifikasi : 4.8 mm
Panjang Pegas : 30.5 mm
Diameter Ulir Pegas 1 : 3.1 mm
Diameter Ulir Pegas 2 : 6.25 mm
Tekanan Pegas /Kekerasan pegas : 48.5 Kgf

Diperoleh Kesimpulan Sebagai berikut :

Diameter Katup IN D = 64 x 50%

= 32 mm

Diameter Katup EX D = 32 x 85 %
= 27.2 > 28 mm
Diameter Batang Katup IN = 4.8 mm
Panjang Pegas = 30.5 mm
Tekanan Pegas/kekerasan = 48.5 Kgf

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 25


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

Dari perhitungan diatas ada ketidak cocokan pada katup dengan angka yang
didapat sehingga dapat merubah atau menambah diameter dari katup tersebut jika
ukuran dari diameter tersebut susah untuk ditemukan.

5.2. SARAN

Setelah mempelajari mata kuliah konstruksi otomotif di studi teknik mesin


otomotif institut teknologi Indonesia penulis telah mempelajari tentang perancangan
katup pada sepeda motor , adapun saran dari penulis yaitu lebih di bimbing lagi cara
perhitungan untuk menentukan diameter , panjang , diameter batang , dan juga sudut
pada katup tersebut.

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 26


Konstruksi Otomotif Fajar Setiawan
Perencanaan Katup 0121603007

DAFTAR PUSTAKA

http://www.laskar-suzuki.com/2012/04/fungsi-klepkatupvalve-dan.html

https://www.motorplus-online.com/read/251628012/trik-menyulap-klep-standar-jadi-
racing-agar-flow-gas-bakar-lancar.

https://dragbike.id/yuk-bikin-klep-lebih-enteng-dengan-teknik-back-cut-valve/

https://www.motorplus-online.com/read/251628012/trik-menyulap-klep-standar-jadi-
racing-agar-flow-gas-bakar-lancar.

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA 27