Anda di halaman 1dari 10

Makalah

Vineland Social Maturity Scale


Disusun Guna Memenuhi Tugas Keperawatan Anak 1

Dosen Pengampu :
Ns. Rokhaidah, M.Kep, Sp.Kep.An

Disusun oleh :
Niasa Lora Rimar
1710711130

Program Studi S1 Keperawatan


Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN” Jakarta
2019
KATA PENGANTAR

Assalammualaikum Wr.Wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani
sehingga kita masih tetap bisa menikmati indahnya alam ciptaan-Nya. Shalawat dan salam
semoga senantiasa tercurahkan kepada teladan kita Nabi Muhammad SAW yang telah
menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama yang sempurna dan menjadi
rahmat bagi seluruh alam.

Kami sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi salah satu
tugas mata kuliah Keperawatan Anak 1 dengan judul Vineland Social Maturity Scale.
Disamping itu, kami sebagai penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu hingga terselesaikannya makalah ini.

Akhir kata, kami memahami jika naskah ini tentu jauh dari kesempurnaan maka dari
itu kritik dan saran sangat kami butuhkan guna memperbaiki karya-karya kami di waktu yang
akan datang.

Wassalammualaikum Wr.Wb

Jakarta, April 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................ i

Daftar Isi .......................................................................................................... ii

Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang ........................................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................................................ 1

Bab II PEMBAHASAN

A. Pengertian Vineland ................................................................................................... 2


B. Cara Pengukuran Vineland ........................................................................................ 2
C. Aspek Pengukuran Vineland...................................................................................... 3
D. Prosedur Pengukuran Vineland.................................................................................. 5
E. Cara Membaca Hasil Vineland .................................................................................. 6

Bab III Penutup


A. Simpulan .................................................................................................................... 7

Lampiran
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ada berbagai istilah kematangan sosial yang sering kali orang menyebut dengan
istilah kematangan atau kedewasaan social. Berbagai pendapat dan definisi mengenai
kematangan social. Kematangan social adalah kemampuan untuk mengerti orang lain
dan bagaimana bereaksi terhadap situasi social yang berbeda (Goleman, 2007).
Menurut Kartono (1995: 52) mengatakan bahwa kematangan social ditandai dengan
adanya kematangan potensi-potensi dari organisme, baik yang fisik maupun psikis
untuk terus maju menuju perkembangan secara maksimal. Kematangan social
seseorang tampak dalam perilakunya (Doll 1965: 10).
Menurut Soetjiningsih (2004) salah satu skala pengukuran yang baik untuk
perkembangan social adalah skala maturitas sosial dari Vineland yaitu Vineland Social
Maturity Scale (VSMS). Pada tes ini diperlukan jawaban atau informasi yang dapat
dipercaya dari orang tua atau pengasuh utama anak mengenai perkembangannya mulai
dari tahun pertama sampai pada saat tes dilakukan. Vineland Social Maturity Scale
terdiri dari 117 item yang terbagi dalam delapan indikator dan terbagi dalam
beberapa periode usia hitungan tahun. Alat ukur ini dapat mengukur kematangan
sosial idividu dari usia 0 bulan hingga usia 25 tahun lebih (Doll, 1953).

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi vineland social maturity scale ?
2. Bagaimana cara mengukur vineland social maturity scale ?
3. Apa saja aspek pengukuran vineland social maturity scale ?
4. Bagaimana prosedur pengukuran vineland ?
5. Bagaimana cara membaca hasil vineland social maturity scale ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi vineland social maturity scale.
2. Untuk mengetahui bagaimana cara mengukur vineland social maturity scale.
3. Untuk mengetahui apa saja aspek pengukuran vineland social maturity scale.
4. Untuk mengetahui prosedur pengukuran vineland.
5. Untuk mengetahui bagaimana cara membaca hasil vineland social maturity scale.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kematangan sosial merupakan suatu evolusi perkembangan perilaku, dimana
nantinya seorang anak dapat mengekspresikan pengalamannya secara utuh dan dia
belajar secara bertahap untuk meningkatkan kemampuannya untuk mandiri, bekerja
sama dengan orang lain dan bertanggung jawab terhadap kelompoknya. Suatu skala
pengukuran yang baik untuk perkembangan sosial adalah skala maturitas sosial dari
Vineland (Vineland Social Maturity Scale). Pada tes ini diperlukan jawaban/informasi
yang dapat dipercaya dari orang tua anak, mengenai perkembangan anaknya mulai dari
tahun-tahun pertam sampai pada saat tes dilakukan. Alat tes ini mengkategorikan
kemampuan motorik dan perkembangan sosial anak dari lahir sampai dewasa. Kualitas
hasil pemeriksaan tergantung pada kemampuan si penguji dan ayah/ibu yang memberi
jawaban. Kegunaan skala ini adalah tes psikologi anak-anak yang mengalami deviasi
perkembangannya.

B. Pengukuran Vineland
Tes VSMS yaitu dengan meneliti dengan menjelaskan arti atau makna dari
bagian yang sekecil-kecilnya. Pencatatan harus menggunakan pertimbangan sendiri
seperti pada variasi atau pengganti keadaan atau perilaku yang menyenangkan atau
memuaskan kebutuhan atau keperluan utama dari tiap-tiap bagian termasuk
pertimbangan keperdlian subyek harus dicatat atau direkap secara singkat (Doll, 1965).
Selanjutnya Doll (1965: 10-13) menyatakan bahwa penelitian yang actual
adalah sebagai berikut :
1. Nilai (+)
Jika kelihatan jelas inti butir tersebut terpenuhi dan merupakan
kebiasaan yang dilakukan tanpa paksaan atau secara intensif, atau tidak
hanya terjadi pada keadaan kasus aja. Uraian diatas disimpulkan bahwa
subjek mendapatkan nilai +1 (satu) tiap nomor bila subjek mampu
melakukan kebiasaan atau menyelesaikan masalah secara memuaskan.
2. Nilai setengah (1/2)
Diberikan bagi butir-butir pemeriksaan yang transisional atau yang
kadang-kadang dilakukan tetapi tidak selalu berhasil. Perfomans semacam
ini harus bukan dilakukan sepintas. Skor ini dihitung setengah kredit. Skor
ini dapat menunjukkan adanya :
a) Perasaan malu, tidak peduli, tidak adanya imbalan,
ketergantungan, tidak adanya perjuangan menuntut hak.
b) Isolasi, tidak adanya kesenangan, atau adanya dominasi orang
tua.
c) Adanya bahaya dalam lingkungan yang khusus dan lain-lain.

Dari uraian di atas disimpulan bahwa subjek mendapat nilai


setengah bila dalam mengerjakan atau menyelesaikan masalah
tersebut masih ada ketidakmandirian, ketidaknyaman, kehilangn
percaya diri, yang sebenarnya subjek mampu mengerjakan.

3. Nilai Negatif (-)


Diberikan bagi butir yang belum berhasil dilakukan sama sekali, jarang,
dan di bawah tekanan ekstrim yang tidak biasa, dilaksanakan subyek secara
keseluruhan. Pencatat harus menunjukkan adanya dua skor minus
beruntutan untuk aspek tertentu yang dihentikan pemeriksaannya. Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa subjek mendapat nilai negatif (-1)
bila subjek tidak dapat melakukan atau mengerjakan masalah paling sedikit
dua kali berturut-turut.

C. Aspek-aspek Pengukuran Vineland Social Maturity Scale


Ada beberapa aspek yang berperan terhadap kesiapan seorang anak
berkebutuhan khusus dalam memasuki bangku sekolah seperti yang dikemukakan oleh
Doll (1965) yaitu kematangan sosial mencakup beberapa aspek :
1. Self-help general (SHG): eating and dressing oneself.
(Mampu menolong dirinya sendiri: makan dan berpakaian sendiri).
2. Self-help eating (SHE): the child can feed himself.
(Mampu makan sendiri).
3. Self-held dressing (SHD): the child can dress himself.
(Mampu berpakaian sendiri).
4. Self-direction (SD): the child can spend money and assume responsibilities.
(Mampu memimpin dirinya sendiri: misalnya mengatur keuangannya dan
memikul tanggung jawab sendiri).
5. Occupation (O): the child does things for himself, cuts things, uses a pencil,
and transfers objects.
(Mampu melakukan pekerjaan untuk dirinya, menggunting, menggunakan
pensil, memindahkan benda-benda).
6. Communication (C): the child talks, laughs, and reads.
(Mampu berkomunikasi seperti berbicara, tertawa, dan membaca).
7. Locomotion (L): the child can move about where he wants to go.
(Gerakan motorik: anak mampu bergerak kemana pun ia inginkan).
8. Socialization (S): the child seeks the company of others, engages in play,
and competes.
(Mampu bersosialisasi: berteman, terlibat dalam permainan dan
berkompetisi).

Dari 8 kategori tersebut, kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi sangat penting bila
anak diharapkan mempunyai kemampuan perkembangan sosial yang normal.
Sebagai contoh pada tes Adaptasi Sosial menurut Vineland yang dimulai pada umur satu
bulan dan dilanjutkan sampai 12 bulan, terdapat 17 “item” dari 8 kategori tersebut diatas. Dari
17 “item” tersebut terdapat 2 kemampuan bersosialisasi (2 S) dan 3 kemampuan berkomunikasi
(3 C). Kemampuan bersosialisasi pada satu tahun pertama tersebut adalah: mendekati orang-
orang yang dikenal dan minta diperhatikan. Sedangkan kemampuan berkomunikasi adalah:
mendekat/tertawa, bicara/meniru suara-suara dan mengikuti petunjuk/perintah yang sederhana.
Sesudah umur 2 tahun, terlihat perkembangan sosial anak sangat pesat, antara lain :
1. Sejak usia 2-3 tahun anak dapat menceritakan pengalamannya dan berkomunikasi.
2. Sejak usia 3-4 tahun anak mulai bermain bersama dengan teman-temannya pada
taraf taman kanak-kanak dan dapat melakukan sesuatu untuk teman-teman lainnya.
3. Sejak usia 4-5 tahun anak terlibat dalam permainan yang bersifat kompetitif.
4. Sejak usia 5-6 tahun menulis kata-kata sederhana dan ikut permainan meja (seperti
halma, kuartet, dam, dan lain-lain), serta komunikasi dan sosialisasi yang
meningkat.
5. Sejak usia 6-7 tahun dapat menggunakan pensil untuk menulis dan berkomunikasi.
6. Sejak usia 7-8 tahun, norma-norma sosial lebih meningkat lagi; dapat membaca atas
inisiatifnya sendiri, berpartisipasi pada permainan anak pra remaja.
E. Membaca Hasil Vineland Social Maturity Scale.
Penentuan sistem penilaian Vineland Social Maturity Scale (VSMS) dilakukan
dengan kaidah sebagai berikut :
1. Menilai tiap item dengan patokan berikut:
a) Bila subjek penelitian dapat melakukan seperti yang tertera
dalam form VSMS maka mendapatkan nilai + (plus) = 1.
b) Bila subjek penelitian dalam melakukan belum sempurna atau
kadang-kadang bisa maka diberikan nilai +/- (plus minus) = ½.
c) Bila subjek penelitian tidak dapat dan/atau belum dapat
melakukan seperti yang tertulis dalam form VSMS, maka
mendapatkan nilai – (minus) = 0. 4)
d) Bila subjek penelitian tidak pernah mendapatkan kesempatan
untuk melakukan = NO (No Opportunity).
2. Penilaian dihentikan apabila telah menemui hasil tiga – (minus)
berturut-turut sebanyak 3 kali.
3. Menghitung skor total yang didapatkan oleh subjek penelitian dan
melihat umur kesetaraan yang tertera di form berdasarkan skor total.
4. Membandingkan umur kalender dengan umur kesetaraan kematangan
sosial.
5. Menentukan kategori hasil kematangan sosial berdasarkan
perbandingan umur kalender dan umur kesetaraan, yaitu :
a) baik, apabila umur kematangan sosial lebih tinggi dibanding
umur kalender,
b) sedang/normal, apabila umur kematangan sosial dan umur
kalender setara,
c) kurang, apabila umur kematangan sosial di bawah umur kalender
subjek penelitian.

Semakin tinggi skor skala kematangan VSMS yang diperoleh,


maka semakin tinggi pula tingkat kematangan sosial yang dimiliki
seorang individu. Begitupun sebaliknya, semakin rendah skor dari
skala kematangan sosial VSMS maka semakin rendah pula
kematangan sosial dari seorang individu
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Skala pengukuran yang baik untuk perkembangan social adalah skala maturitas
sosial dari Vineland yaitu Vineland Social Maturity Scale (VSMS). Maka padantes
ini diperlukan jawaban atau informasi yang dapat dipercaya dari orang tua
atau pengasuh utama anak mengenai perkembangannya mulai dari tahun pertama
sampai pada saat tes dilakukan.
Vineland Social Maturity Scale terdiri dari 117 item yang terbagi dalam delapan
indikator dan terbagi dalam beberapa periode usia hitungan tahun.
Daftar Pustaka
dr. Soetjiningsih, DSAK. Buku Tumbuh Kembang Anak.Jakarta: Buku
Kedokteran EGC