Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH GANGGUAN TUMBUH KEMBANG DENTOKRANIOFASIAL

BIFID TONGUE

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK D PARALEL 2

SEMESTER GANJIL 2016/2017

Salshabila Rahmania (155) Syifa Diani T (164)

Sandia Husna (156) Talitha Ayu S (165)

Shelly Dhiafira (157) Tasqia Alifa S (167)

Siti Umi F (158) Tegar Wahyu P (168)

Siti Arlina R (159) Triska Ramajayanti (169)

Siti Nabilah M (160) Vanesha Jane K (170)

Siti Ladia F (161) Vanessa Suhindra (171)

Syarifa Saraswati (162) Vika Destarina (172)

Syifa Shafina (163) Viola Permata S (173)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

2016
Kata Pengantar

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan berkah dan
rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Makalah ini merupakan tugas pada modul 313 yaitu mengenai gangguan tumbuh kembang
dentokraniofasial. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan bapak dan ibu dosen, serta rekan-
rekan yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini. Karena keterbatasan waktu dan
pengetahuan kami yang masih minim, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang
mendasar dalam makalah ini, baik dalam isi maupun sistematikanya. Kami mohon maaf atas segala
kekurangan. Kritik dan saran kami harapkan untuk perbaikan makalah ini, menambah wawasan
serta penyempurnaan makalah ini. Akhir kata, penulis berharap agar kiranya makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, 26 September 2016

Penyusun
Bifid tongue atau cleft tongue merupakan kelainan langka yang terjadi akibat gagalnya penyatuan
dua bagian lateral lidah sehingga tidak berfusi dengan utuh pada garis median. Biasanya kondisi ini
terjadi di ujung lidah. Celah sebagian pada lidah lebih sering terjadi dan merupakan manifestasi dari
sebuah alur yang dalam pada dorsum lidah.

Patogenesis dari bifid tongue ini adalah gagalnya penyatuan dua bagian lateral lingual swelling
sehingga menghasilkan sebuah alur yang dalam. Lapisan mesenkimal tidak berproliferasi untuk
menghilangkan alur tersebut. Seiring berjalannya waktu lapisan mesenkimal bertumbuh ke arah
anterior dan alur akan semakin terpisah.

Insidensi kondisi ini langka, hal ini terjadi karena terpisahnya lateral lingual swelling lidah.
Sementara untuk gejala bifid tongue awalnya penderita tidak memiliki keluhan atau gejala yang
berarti, namun akibat pengumpulan sisa makanan dan pertumbuhan mikroorganisme pada lipatan
alur dapat menimbulkan iritasi. Iritasi yang terjadi berupa Glossitis atau peradangan lidah. Hal ini
menyebabkan lidah membengkak, berubah warna menjadi kemerahan, papila menghilang, dan
terasa nyeri.

Diagnosis mudah dilakukan karena celah akan terlihat secara klinis. Perawatan lebih lanjut bagi
penderita bifid tongue adalah rutin membersihkan lidah agar terhindar dari peradangan atau iritasi
atau melakukan operasi untuk menghilangkan celah tersebut.

Pada pasien yang mengalami bifid tongue, tidak mengalami keluhan khusus. Namun, hanya
mempengaruhi estetika dan kemampuan berbicara.
Gambar di atas merupakan contoh dari bifid tongue yang terjadi karena adanya celah pada bagian
midline. Jaringan yang terlihat pada gambar yang terdapat di anatara bifurkasi, merupakan jaringan
otot yang terbentuk untuk mengurangi defek yang terjadi pada lidah tersebut. Anomali ini jarang
ditemukan dan terjadi karena adanya kegagalan pada saat berfusinya dua bagian lateral lidah pada
bagian midline.
DAFTAR PUSTAKA

Ghom, Anil Govindrao, dan Savita Anil (Lodam) Ghom. 2014. Textbook of Oral Medicine. New
Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
Renson, C.E. 1978. Oral Disease. London: Update Publications.
Giunta, John L. 1989. Oral Pathology Edisis ke-3. Toronto: B.C. Decker Inc